Lingkungan

7 Usaha Menyembunyikan Garam Dari Masyarakat, Konspirasi Paling Tua Sedunia


Usaha Menyembunyikan Garam Dari Masyarakat, Konspirasi Paling Tua Sedunia

Sadarkah anda bahwa masyarakat senantiasa berkembang dari waktu ke waktu? Saat perkembangan ini terarah maka akan mencapai titik yang namanya kesetaraan. Ini adalah saat dimana semua orang menjadi cerdas dan tidak bisa lagi dibodoh-bodohi/ dikibuli oleh oknum kapitalis tertentu. Masyarakat yang berkembang juga jelas akan menemukan solusi-solusi baru buat masalah yang dihadapinya. Solusi yang jelas-jelas ramah lingkungan dan tidak menyebabkan kerugian yang besar bagi makhluk hidup termasuk manusia itu sendiri.

Akibat konspirasi

Jika, kita ingin masyarakat Indonesia berkembang maka jalan pertama untuk menempuh semuanya itu adalah dengan membongkar berbagai-bagai praktek merugikan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Memang pada awalnya praktek semacam ini akan menguntungkan pihak tertentu saja. Tetapi tahukah anda bahwa ketika uang bertumpu kepada satu-dua pihak saja maka arogansi akan menguasai hidupnya. Akibatnya, muncul sifat-sifat tamak akan hal-hal duniawi, gila pujian, gila penghormatan, hidup foya-foya, hidup mewah yang lebay dan lain sebagainya yang berakibat pada kerusakan lingkungan alamiah.

Kita semua sudah tahu bahwa lingkungan hidup adalah pelindung yang diberikan Tuhan untuk menopang kehidupan umat manusia. Ketika “The Guardian” yang dititipkan Tuhan untuk melindungi manusia disingkirkan lalu gedung-gedung tinggi pencakar langit didirikan maka kebutuhan kita akan minyak bumi (BBM) menjadi sangat tinggi. Kecanduan akan BBM memang diawal-awal seolah tidak masalah, akan tetapi saat konsumsi lebih tinggi dari kemampuan produksi: dari sinilah bencana itu berawal. Kelangkaan BBM akan menjadi permulaan, hilangnya kegarangan mesin-mesin kendaraan di jalanan, matinya listrik dan air di rumah-rumah hingga peperangan.

Garam sebagai rahasia kapitalisme

Garam adalah mineral yang sangat sederhana bahkan bisa dikatakan bahwa ini adalah barang paling murah yang kita miliki di dapur. Tetapi anehnya, ditengah kesederhanaannya itulah, kita menemukan manfaat yang luar biasa. Tidak saja dalam hal menambah kenikmatan makanan melainkan juga turut menyehatkan tubuh secara fisik, luar dan dalam. Ia juga digunakan dalam pertanian dan peternakan karena selain bermanfaat bagi kesehatan manusia juga berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dan kesehatan hewan peliharaan. Selain itu, banyak industri memanfaatkannya untuk menambah kualitas produk mereka. Tidak cukup sampai disitu saja, natrium juga dipakau untuk menetralkan berbagai limbah beracun dari berbagai pabrik.

Dari hal ini saja bisa kita pahami betapa besarnya manfaat sodium dalam kehidupan manusia. Tidak salah dugaan kami bahwa mineral ajaib yang satu ini sangat dibutuhkan oleh pengusaha yang prodaknya berhubungan langsung dengan kebutuhan hidup sehari-hari. Kita ambil beberapa  contoh, industri farmasi yang menyediakan berbagai antiseptik, handrabs dan obat-obatan untuk berbagai penyakit. Juga digunakan dalam industri makanan dan minuman untuk membuat rasanya lebih nikmat. Industri tekstil juga memanfaatkannya untuk membuat pakaian yang lebih lembut dan sejuk saat digunakan. Demikian juga industri yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan dan peternakan (unggas, ikan dan hewan lainnya).

Merahasiakan manfaat garam adalah konspirasi tertua sedunia

Sebenarnya, manfaat garam tidak pernah dirahasiakan, sebab di dalam Alkitab berulang kali disebutkan kegunaannya untuk menyehatkan manusia salah satunya adalah sebagai detoksifikasi (II Raja-Raja 2:19-23). Selain itu, di bagian lain di dalam Alkibat juga disebutkan bahwa natrium klorida dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman pertanian (Lukas 14:35). Dari pengembangan tentang manfaat menetralkan racun dan sebagai pupuk inilah terus berkembang manfaat sodium hingga menyentuh seluruh lini kehiduan masyarakat. Biasanya, hanya orang yang benar-benar mampu memahami maksud Tuhan sehingga bisa menangkap informasi yang sangat berharga ini dari dalam Kitab Suci.

Masalahnya sekarang adalah, mengapa manfaat natrium di rahasiakan dari masyarakat luas? Kejadian ini memang pada awalnya menguntungkan sebab hanya orang-orang kristen atau yang pernah membaca Alkitablah yang kaya raya. Akan tetapi, merahasiakan manfaat sodium juga menimbulkan banyak masalah di dalam masyarakat, mulai dari masalah penyakit menular, penyakit keturunan, kecacatan bayi dan lain sebagainya. Selain itu juga membuat tanaman tidak subur, mudah terserang penyakit, hama tanaman dan produksi yang terus berkurang dari tahun ke tahun. Demikian juga dengan kehidupan hewan-hewan ternak akan menjadi kurus, mudah terserang penyakit dan keguguran. Jadi merahasiakan manfaat natrium sama saja dengan melemahkan masyarakat tertentu secara perlahan-lahan.

Merahasiakan manfaat garam adalah konspirasi tertua yang pernah ada. Sebab, saat masyarakat terus saja bermasalah maka mereka akan membutuhkan pertolongan orang lain yang lebih tahu duduk persoalan tersebut. Mereka ini disebut sebagai ahli/ insinyur/ dokter yang berperan untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut. Semakin banyak masyarakat yang tidak mengetahui manfaat garam maka akan semakin banyak persoalan yang muncul. Sehingga tingkat komersialisasi garam terus meningkat. Tetapi para kapitalis tidak menjalnya dengan nama yang populer di masyarakat melainkan mengubah nama, bentuk dan tampilannya menjadi sesuatu yang lain dan lebih menarik bagi konsumen.

Usaha kapitalis menyembunyikan garam dari masyarakat

Semoga saja usaha semacam ini telah lama berlalu dari negeri kita Indonesia. Sebab kapitalisasi garam sama dengan menyembunyikan manfaatnya bagi masyarakat luas sehingga produk turunan yang dipasarkan semakin laris-manis. Sadarilah bahwa, kapitalisme berdampak buruk bagi kehidupan manusia itu sendiri. Sebab uang hanya akan melegalkan arogansi manusia yang tidak terbatas dan beresiko memperburuk kepribadian manusia itu sendiri. Sedang pihak yang dirugikan dalam pemanfaatan materi secara berlebihan adalah lingkungan sekitar dan manusia itu sendiri. Berikut ini, beberapa cara kapitalis menyembunyikan natrium dari jangkauan masyarakat.

  1. Menyebarkan isu tentang bahaya natrium.

    Ini adalah isu yang paling classic, sebab telah berlangsung lama untuk mengaburkan kegunaan sodium yang sesungguhnya. Sebenarnya bahaya yang mereka sebutkan hanya terjadi saat kita mengkonsumsinya dalam kadar keasinan yang tinggi. Apapun di dunia ini jikalau dikonsumsi secara berlebihan pastilah memberikan dampak negatif. Pada dasarnya, kadar garam dalam tubuh makhluk hidup berada pada kisaran ± 0,9%. Sebaiknya, kita juga mengkonsumsinya dalam kadar yang seperti itu, yakni sebanyak 9 gram per litar (setara satu setengah sendok teh per satu liter air). Atau, cara paling praktis untuk menentukan apakah natrium yang anda tambahkan sudah isotonik atau belum yakni saat air tersebut terasa ada manis-manisnya. Sedang tandanya saat berlebihan adalah rasanya yang terkesan asin.

  2. Dengan membuat harga garam mahal.

    Diwaktu yang lalu, kita mengetahui bahwa beberapa daerah mengalami kelangkaan natrium klorida selain itu harganya juga turut melonjak tinggi. Bagi mereka yang masih belum mengenal manfaatnya yang luar biasa dan ekonominya tergolong rendah pastilah akan mengkonsumsi mineral ini lebih sedikit dari sebelumnya. Akibatnya, orang semacam ini akan mengalami cukup banyak masalah, mulai dari penyakit metabolisme, penyakit kulit dan gangguan kesehatan lainnya. Sadar atau tidak, kekurangan sodium juga turut menyebabkan menurunnya konsentrasi berpikir hingga lemahnya kecerdasan otak.

  3. Diperkenalkan dengan nama sodium/ natrium pada produk mereka.

    Coba perhatikan berbagai-bagai produk dalam kemasan yang anda beli dari toko/ swalayan/ warung terdekat. Perhatikan komposisi dari produk makanan/ minuman/ kosmetik tersebut. Alhasil pastilah akan menemukan salah satu penyusunnya adalah natrium atau produk lain menuliskannya dengan nama sodium. Sadarilah bahwa sebenarnya yang mereka maksudkan disitu adalah garam. Jadi para kapitalis ini “cantik main” untuk mengkaburkan kenyataan bahwa sesungghnya yang membuat produk tersebut berkualitas adalah garam.

  4. Perannya sebagai perisa tidak dibahas dan tidak diperhitungkan.

    Ini juga salah satu cara para pemilik modal untuk mengkaburkan manfaatnya sebaga penikmat makanan dan minuman terbaik. Jika anda perhatikan pada label makanan atau minuman maka akan menemukan paragraf komposisi disana. Mereka cenderung menambah bahan kimia lain sebagai perisa sedangkan garam hanya disertakan saja. Seolah-olah bahan kimia itulah yang membuat makanan atau minuman tersebut nikmat padahal rasa yang sesungguhnya dipicu oleh penambahan natrium yang terkandung didalamnya.

  5. Perannya sebagai pengewet tidak dibahas dan tidak diperhitungkan (lebuh suka menggunakan sodium bikarbonat, formalin).

    Pernahkan dahulu anda belajar kimia? Atau mungkin saat ini anda sedang belajar tentang hal tersebut karena sedang duduk di bangku sekolah. Coba perhatikan berbagai-bagai senyawa pengawet yang di tampilkan dalam buku pelajaran anda, apakah disana tertulis bahwa natrium dimanfaatkan juga sebagai pengawet? Dahulu kami tidak menemukan garam sebagai pengawet melainkan banyak literatur yang lebih suka membicarakan sodium bikarbonat (turunan garam), formalin, boraks dan bahan kimia lainnya.

  6. Perannya dalam proses sterilisasi tidak pernah dibahas (fenol, iodin, klorin dan lainnya).

    Bisakah anda percaya bahwa garam juga berperan dalam proses desinfeksi dan sterilisasi? Mungkin beberapa orang masih belum mengetahui hal ini tetapi daripada susah-susah membeli berbagai desinfektan di luar sana maka lebih baik menggunakan bahan alami ini. Ini adalah fakta, bahwa sekalipun lautan adalah tempat sampah dan toilet seluruh umat manusia tetapi tetap saja penyebaran penyakit menular tidak berasal dari air asin tersebut. Dari sini kita bisa pahami bahwa sesungguhnya kemampuan garam untuk menetralkan kuman penyakit sudah terbukti dari zaman ke zaman. Tetapi, orang-orang kurang membahas hal tersebut agar popularitasnya untuk mengendalikan penyakit tidak sampai menggantikan obat-obatan yang dibuat oleh perusahaan farmasi.

  7. Perannya sebagai obat penyembuh penyakit tidak diperhitungkan dan dibahas di sekolah-sekolah.

    Dahulu semasa kami duduk di bangku sekolah, manfaat natrium tidak pernah dibahas oleh guru. Bahkan sekalipun kami masuk ke sekolah kesehatan semasa kuliah hal inipun tidak pernah dibahas oleh dosen. Kemungkinan hal ini terjadi karena manfaatnya yang luar biasa masih tersembunyi diantara kalangan intelektual dalam negeri. Kita berharap, belakangan ini pihak Departemen Pendidikan lebih menekankan pelajaran tentang manfaat natrium sebagai raja segala obat.

Menyembunyikan manfaat garam dari masyarakat sama dengan membiarkan mereka jatuh sakit. Ditambah lagi kekurangan natrium dalam tubuh dapat mengganggu konsentrasi hingga menurunkan kecerdasan seseorang. Jadi, bisa dikatakan bahwa merahasiakan hal ini sama dengan membuat masyarakat tersebut tidak pernah berkembang dan hanya terus-menerus menjadi lahan subur bagi kapitalis untuk menghasilkan lebih banyak uang. Oleh karena itu, lebih baik membukakan informasi ini sehingga seluruh warga bisa menikmati hidupnya, bebas dari rasa sakit (utamanya fisik) dan mampu beraktualisasi menghasilkan karya sesuai dengan bakat yang dimiliki.

Kita perlu berterimakasih kepada Internet, Media Sosial dan Google yang telah berbagi informasi tentang manfaat mineral ajaib ini. Kita tidak akan tahu seburuk apa negeri ini tanpa informasi yang berkualitas dari penyedia layanan internet.

Salam, Indonesia bahagia!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s