Gejolak Sosial

10 Semangat & Motivasi Saat Disakiti Orang Lain


lSemangat & Motivasi Saat Disakiti Orang Lain

Apa itu semangat? Bagi kami ini adalah sesuatu yang selalu membuat diri ini terus termotivasi untuk melakukan sesuatu. Lalu apa pula yang dimaksud dengan motivasi? Inilah dorongan yang keluar dari dalam hati untuk melakukan sesuatu. Jadi dua hal ini adalah sama dan serupa. Masalahnya sekarang adalah darimana anda memperoleh hal-hal yang luar biasa ini? Sumber utama kita adalah Kitab Suci, dari pelajaran hidup (pengalaman), lewat proses belajar (membaca, mendengar, merasakan) dan dari orang yang lebih tua/ lebih dewasa dari diri ini (tidak tertutup kemungkinan juga dari orang-orang muda seperti kami).

Kita butuh penyemangat diawal-awal saat memulai sesuatu

Sadar atau tidak, semangat itu hanya di butuhkan diawal-awal saat kita hendak melakukan sesuatu. Akan tetapi saat sudah terbiasa maka hal-hal yang menyemangati itu terlupakan lalu semua ekspresi yang baik keluar begitu saja. Paling-paling, kita membutuhkannya saat situasi sedang drop down. Disaat seperti ini cukup mengingat-ingat kembali hal yang menyemangati itu, alhasil motivasi akan kembali bangkit dan semakin kuat.

Bagaimana kepahitan itu muncul?

Sekarang kita akan lebih spesifik lagi, “bagaimana rasa sakit muncul secara tiba-tiba dalam diri masing-masing orang?” Kami sendiri melihatnya, disebabkan oleh beberapa faktor sepeerti berikut ini.

  1. Karena belum terbiasa, kita terkejut sehingga muncullah rasa kesal di dalam hati. Cobalah untuk lebih ramah kepada orang lain sebab di dalam keramahan ini ada kepahitan yang bisa membuat kita terbiasa.Ada banyak masalah yang kita temukan di dalam hidup ini. Sadarilah bahwa jika mampu menyelesaikan hal-hal recehan dalam hidup sehari-hari. Niscaya lewat hal-hal kecil itulah dan lewat kesabaran yang kecil-kecil itulah, kita belajar untuk lebih tenang menghadapi persoalan yang lebih besar.
  2. Ada ketidaksesuaian antara hati dan logika alias pertentangan di dalam diri sendiri. Misalnya hati berkata “ini sudah seharunya terjadi” sedang logika berkata “alah…. kamu itu takut, banci tau….” Sebaiknya logika demikian jangan dilawan melainkan jawab dengan mengalahkan diri sendiri. Katakanlah, “Dia pantas menang, kuatkan hatiku menjalani semuanya ini Tuhan.”
  3. Sebelumnya sedang menghadapi masalah yang lain. Inilah yang kami maksud dengan pergumulan hidup yang datang bertubi-tubi. Persoalan yang satu belum selesai, sudah muncul lagi persoalan yang baru. Dalam titik ini, yang perlu anda cari adalah ketenangan hati. Jangan biarkan dirimu gelisah memikirkannya melainkan terima semua apa adanya lalu tenangkan dirimu dengan fokus kepada Tuhan. Misalnya dengan berdoa, membaca firman atau bernyanyi-nyanyi memuliakan nama-Nya.

Pelarian/ pengalihan yang salah dan benar

Saat disakiti oleh orang lain atau oleh situasi yang salah atau oleh kesalahan sendiri maka perlu memberikan beberapa alasan untuk tetap tabah menghadapinya lalu mengalihkan konsentrasi. Alasan inilah yang anda jadikan sebagai pelipur lara untuk membuatmu tetap tabah. Selanjutnya jangan berkutat terus dalam alasan ini dan itu melainkan alihkan fokus anda kepada hal-hal yang positif.

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

Berhati-hatilah saat mengalihkan konsentrasi rasa sakit. Jangan terus saja melakukan pelarian dengan menikmati hidup (belanja, makan-minum, menonton TV, mendengar radio dan lainnya) atau kemuliaan duniawi (main game, berburu komentar-like di media sosial, memuji diri sendiri dan lainnya). Sadarilah bahwa kebiasaan semacam ini justru cenderung menjauhkan kita untuk terbiasa dari rasa sakit, mengapa demikian? Sebab kita menjawab luka hati itu dengan menikmati hal yang enak-enak. Ini jelas sebagai pelarian/ pengalihan konsentrasi yang salah.

Cara mengalihkan rasa sakit, Anda pilih yang mana.

Alangkah lebih baik, jika kita mengalihkan kepahitan yang baru saja dirasakan dengan cara beraktivitas melakukan hal positif. Misalnya mempelajari sesuatu, membersihkan rumah (beres-beres di rumah sendiri), bekerja membantu orang lain, bekerja sesuai dengan tugas yang diberikan dan bekerja sesuai dengan talenta yang dimiliki. Inipun bisa dilakukan dengan senantiasa bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati (sembari menggoyangkan beberapa bagian tubuh). Bisa juga dengan membaca firman atau berdoa kepada Tuhan.

Daftar semangat yang memotivasi kita untuk menghadapi rasa sakit

Rasanya mudah mengatakan ini tetapi sulit bagi kita untuk melakukannya. Kesulitan pertama pada umumnya terjadi diawal-awal saja. Tetapi setelah itu semuanya pasti aman, lancar dan terkendali. Diawal-awal ini, yang harus anda temukan adalah motivasi yang kuat. Harus ada alasan yang masuk akal agar mau membiasakan diri dengan rasa sakit. Berikut akan kami berikan beberapa referensinya.

  1. Tuhan Yesus saja menderita selama di bumi ini, apalagi kita sebagai manusia biasa. Dia malah lebih parah sampai mencucurkan darah sedangkan kita hanya hatinya saja toh yang tersakiti?
  2. Hidup ini penuh masalah jadi terbiasalah dengan masalah itu agar tidak terkejut saat hal tersebut datang kepadamu.
  3. Kepahitan itu bagian dari hidup ini, mustahil anda hanya mengalami yang baik-baik saja. Pasti suatu saat akan mengalami yang buruk juga. Jadi mengapa tidak dibiasakan dari sekarang.
  4. Hidup ini butuh keseimbangan. Ada yang menyenangkan dan ada pula yang menyakitkan. Jangan terus barada dalam zona yang menyenangkan tetapi hiduplah juga dalam penderitaan karena perlakuan buruk orang lain.
  5. Kita harus membiasakan rasa ini dimulai dari yang paling sederhana, yakni ramah tamah. Alhasil jika saat beramah tamah saja kita kuat walau diabaikan maka demikian juga saat menghadapi pergumulan yang lebih besar.
  6. Kepahitan hidup itu penting karena kita tidak bisa merasakan betapa bahagianya kebahagiaan tanpa sebelumnya merasakan sakitnya menjalani hidup.
  7. Kalau senang-senang terus juga bisa bosan kali…. Sesekali tersakiti adalah nano-nano untuk memberi rasa nikmat selama menjalani hidup ini.
  8. Lihatlah pelangi, apa pelangi itu indah saat hanya satu warna saja? Demikian juga, apa hidup ini indah bila hanya merasakan kebahagiaan saja? Rasa sakit adalah bagian dari warna-warni kehidupan yang membuat hidup ini indah.
  9. Tidak ada kedewasaan yang murah-meriah dan tidak ada kecerdasan emosional yang gratis melainkan semuanya itu harus dibayar lunas dengan kepahitan hidup. Jadi bagi anda yang tidak suka tersakiti, ucapkan selamat tinggal buat kedewasaan dan kecerdasan emosional goodbye…..
  10. Hidup ini tidak mudah. Bahkan saat ujian disekolah saja pasti ada hal-hal tertentu yang membuat kita pusing menyelesaikannya. Apalagi yang namanya ujian kehidupan, harus dibiasakan agar kita bisa menghadapinya dengan santai dan tenang.Layaknya seorang yang pintar saat menhadapi ujian pastilah dia tenang-tenang saja sebab persiapannya matang. Tapi coba lihat, anak disana yang baru saja membaca semalam (Sistem kebut semalam): pastilah dia terlihat gusar dan gelisah saat menghadapi ujian. Jadi persiapkan dirimu menghadapi kepahitan dengan membiasakan diri dengan hal tersebut.
  11. Selanjutnya temukan sendiri teman…. Anda perlu rutin membaca Kitab Suci yang diyakini. Sadar atau tidak, disana ada begitu banyak kata-kata semangat dan motivasi untuk meredakan rasa sakit. Di dalam Kitab Suci ada juga penghiburan untuk membuat kita senantiasa tabah menjalani hidup.

Saat melihat bahwa dihadapan anda, ada potensi untuk tersakiti oleh orang-orang tertentu, janganlah semangatmu menciut untuk menyatakan kebenaran. Berbuat baiklah sekalipun tahu bahwa orang tersebut beresiko tinggi untuk menyakiti anda. Tetaplah semangat memperjuangkan kebenaran tetapi hindari semangat untuk menang dari orang lain. Keinginan untuk lebih hebat dari orang lain ini adalah arogansi yang kerap kali mematahkan semangat dan membuat hati tidak bahagia. Oleh karena itu, rendahkan hati dengan mengiklaskan orang lain untuk menang dan lebih baik dari kita. Katakan dalam hati, “dia memang hebat, saya ini bukan apa-apa Tuhan, hanya debu tanah, orang tidak berguna. Kuatkan hatiku menghadapi semuanya ini. Amin.” Simak juga, Cara mengatasi luka hati.

Salam, terbiasalah sobat!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.