anak

11 Alasan & Bukti Bumi Bulat Tidak Datar – Teori Untuk Menolak Flath Earth


Faktor Penyebab Bumi datar memang benar ya

Faktor Penyebab Bumi datar by watson.ch

Vs.

Alasan dan Bukti kuat bahwa Bumi bulat

Bumi Bulat by cdni.rt.com

Perbedaan bukan alasan untuk temperamen

Perbedaan pandangan  hidup atau bisa dikatakan juga sebagai perbedaan pendapat jangan sampai membuat kita terpecah belah. Sebab hal semacam ini telah terjadi bukan hanya di zaman sekarang saja melainkan juga di masa lalu. Ini bisa kita ketahui dari Kitab Suci dimana diawal-awal setelah manusia diciptakan, terjadi perbedaan pendapat antara Kain dan Habel. Persembahan si Habel diindahkan oleh Tuhan tetapi persembahan di Kain tidak diindahkan Tuhan (Kejadian 4:1-16). Sayang, hanya karena perbedaan ini saja, kain menjadi sangat emosional, sangat beringas dan kehilangan pengendalian diri lalu langsung mengambil  tindakan untuk membunuh saudaranya.

Perbedaan bukan alasan untuk kekerasan

Bisakah anda bayangkan betapa buruknya moralitas manusia pertama ini? Hanya gara-gara perbedaan pendapat dimana si Habel mungkin saja mengatakan “ebale Kain persembahanmu tidak diindahkan, lihat persembahanku ato diindahkan Tuhan.” Mungkin sejenak, ada perdebatan sengit diantara mereka yang mengawali reaksi antara kesombongan dan iri hati. Tetapi oleh karena sifat-sifat manusia itu sendiri yang sangat temperamen dan penuh emosional, membuat mereka tidak dapat memaklumi perbedaan kecil sehingga terdorong untuk melampiaskan amarahnya hingga tangannya terdorong untuk menyakiti sesamanya secara tragis.

Tapi perbedaan adalah faktor yang membuat wawasan dan ilmu pengetahuan kita lebih luas

Yang ingin kami katakan disini adalah sekalipun ada perbedaan pendapat tentang bentuk bumi, bukan berarti kita harus musuh-musuhan, saling mengejek, menghina, membully dan lain sebagainya. Tetapi hadapi sajalah semuanya ini sebagai warna-warni kehidupan toh pendapat semacam ini tidak bisa mengurangi nilai-nilai kebenaran di dalam diri kita, yaitu kasih kepada Tuhan yang sepenuhnya dan kepada sesama seperti diri sendiri. Inilah yang disebut dengan “perbedaan pendapat  bukan berarti kita harus berlawanan, justru di tengah perbedaan inilah, ada wawasan yang sangat luas untuk di gali dan ada masalah untuk diselesaikan.”

Bumi menyimpan rahasianya sendiri Yang mungkin dapat menambah kemampuan kita untuk menyelesaikan masalah sehari-hari

Bumi tempat kita hidup menyimpan banyak rahasia yang sangat menarik untuk dibicarakan. Ini juga merupakan bagian dari aktivitas yang membawa manfaat bagi orang lain. Mengapa kami berkata demikian? Sebab saat kita mampu mengungkapkan hal-hal yang tersembunyi tersebut maka kemungkinan besar orang lain akan menemukan hal-hal besar yang akan lebih bermanfaat bagi umat manusia. Inilah yang disebut sebagai perkembangan ilmu pengetahuan yang mengarah menjadi lebih aplikatif dengan manfaat yang luas. Oleh karena itu, jangan pernah pelit untuk berbagi ilmu, jikalau anda memiliki sesuatu yang bagus untuk dibagikan.

Awas! Jangan sampai ketertarikan akan pengetahuan duniawi membuat anda kehilangan fokus kepada Tuhan

Dibalik semuanya itu, jangan sampai juga ketertarikan anda dengan ilmu-ilmu sains terapan membuat kita melupakan Tuhan. Bukankah kejadian ini sudah tertulis jelas di dalam Alkitab? Ini termuat di awal-awal setelah masa penciptaan. Kala itu nenek moyang kita ingin menjadi sama seperti Tuhan lalu mengkonsumsi Buah Pengetahuan Tentang Yang Baik Dan Yang Jahat. Kerena mengkonsumsi Buah Pengetahuan maka kita dijauhkan dari hadapan Tuhan. Jadi bisa dikatakan bahwa pengetahuan kitalah yang membuat diri ini dibuang jauh dari hadapan Tuhan, mengapa demikian? Sebab, ilmu pengetahuan telah mengganti fokus kehidupan, tidak lagi demi kebenaran melainkan demi hal yang sia-sia (gemerlapan duniawi). Inilah yang harus dicegah: jangan sampai hiruk pikuk ilmu pengetahuan membuat kita lupa mengasihi Allah seutuhnya dan sesama manusia seperti diri sendiri.

Alasan sekaligus bukti bahwa bumi ini bulat bukan datar saja

Apa pendapat anda tentang bentuk bumi yang sebenarnya? Ada yang mengatakan bahwa bentuknya bulat seperti bola dan ada pula yang mengatakan bahwa bentuknya datar apa adanya. Ada sekelompok orang di luar negeri yang mengajarkan cerita ini, bahwa flath earth itu nyata karena sangat logis; artinya lebih dapat diterima oleh akal sehat pikiran manusia daripada hipotesis tentang circle earth. Baiklah kepada para pembaca sekalian, langsung saja kita bahas beberapa alasan yang kami ajukan untuk memperkuat hipotesis bahwa circle earth lebih logis dibandingkan flat earth berdasarkan bukti konsisten yang dapat kita temukan dalam kehidupan kita masing-masing, berikut selengkapnya.

  1. Hal-hal kecil menjelaskan hal besar – kehidupan di alam semesta adalah siklus yang berputar (bentuknya bulat).

    Percayakah anda bahwa alam semesta tempat kita hidup memiliki pola-pola yang seirama/ seiras dan terhubung satu sama lain? Hipotesis tentang hal-hal kecil yang mengawali hal besar atau fakta kecil dapat menjelaskan yang besar dimana semuanya itu terhubung, diungkapkan pertama kali oleh Tuhan Yesus. Oleh karena itu, mari sejenak perhatikan berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan ini. Mulai dari siklus hidup tumbuhan, hewan dan manusia; siklus rantai makanan; siklus hidrologi (penyebaran air); siklus planet mengelilingi matahari dan lain sebagainya membentuk pola-pola lingkaran yang bentuknya mendekati bulat.

    Seperti ada tertulis:
    (Matius  25:23) Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

  2. Matahari, bulan dan planet adalah seiras, yakni bulat.

    Seperi yang kami ungkapkan sebelumnya bahwa segala sesuatu yang ada di jagad raya yang luas ini adalah seiras. Jika kita melihat matahari juga memiliki bentuk yang bulat; bulan juga memiliki bentuk yang bulat sedangkan bintang juga bentuknya bulat. Seperti yang kami katakan sebelumnya, bahwa sebenarnya bintang-bintang yang kita saksikan di malam hari adalah planet itu sendiri (layaknya bumi) yang bercahaya oleh karena atmosfernya yang mengandung molekul air. Jika benda-benda penerang di siang hari (matahari) dan malam hari (bulan dan bintang) berbentuk bulat maka bisa dipastikan juga bahwa bentuk bumi pada hakekatnya adalah bulat.

  3. Air stabil selalu mengikuti bentuk bulat.

    Coba lakukan beberapa percobaan ini. Ambil plastik besar yang ukurannya lebar (kira-kira 0,5-1 m2). Tumpahkan segelas air ke atasnya lalu kurunglah air tersebut dengan menyatukan semua tepian plastik sambil memutarnya. Lama kelamaan pastilah bentuk air yang terkumpul pada plastik tersebut mendekati bulat.

    Silahkan ambil satu muk pasir atau kerikil lalu letakkan di atas plastik tersebut. Kurunglah dan kumpulkanlah pasir atau kerikil tersebut dengan menyatukan semua tepian plastik sambil memutarnya. Amati baik-baik, bukankah lama kelamaan bentuk pasir atau kerikil yang terkumpul tersebut mendekati bulat adanya?

    Seperti kita ketahui bersama bahwa bumi ini di tutupi oleh permukaan air yang lebih luas dari daratan (± 70:30). Air itu sendiri memiliki stabilitas yang sangat tinggi saat bentuknya bulat, hal ini terbukti pada bentuk tetas air yang selalu/ cenderung mendekati bulat adanya. Demikian jugalah dengan planet kita ini, bentuknya tidak pernah jauh dari kata-kata bulat.

  4. Rotasi (berputar pada porosnyta) memicu proses pemadatan yang turut mengarah ke bentuk bulat.

    Perputaran bumi pada sumbunya dipicu oleh aktivitas inti dan pengaruh gaya tarik matahari. Aktivitas rotasi planet ini yang di timbulkan oleh intinya membuat segala sesuatu yang ada didalamnya memadat. Itulah penyebabnya mengapa semakin dalam kita menggali ke dalam bumi maka semakin keras struktur tanahnya bahkan mengandung batu-bara, besi, tembaga, emas hingga intan. Sekali lagi, bisa dikatakan bahwa rotasi bumi yang dipicu oleh intinya menyebabkan proses pemadatan yang mendekati bentuk bulat.

  5. Jangan melihat datar atau cembungnya bentuk bumi lewat daratan melainkan lewat perairan.

    Jika kita ingin menyaksikan betapa cembung dan bulatnya bumi ini maka dapat mengamatinya dari bentuk permukaan diatasnya. Tetapi hindari mengamati kecembungan/ kebulatan bentuk planet ini dengan mengamatinya lewat daratan sebab daratan cenderung tidak stabil permukaannya, ada gunung dan lembah yang terbentuk karena proses alamiah dan buatan (pengaruh aktivitas manusia).

    Ketika kita mau mengamati kecembungan permukaan bumi maka amatilah bentuk perairan yang luas, bukankah bentuknya cembung? Jika anda memiliki sebuah teropong atau teleskop, gunakanlah alat ini untuk melihat kapal yang hendak datang dari jauh ke pelabuhan terdekat. Jika bisa mengamatinya dengan seksama maka akan terlihat dari jauh hanya ujung kapal saja yang lama-kelamaan akan terlihat seluruhnya dari badan kapal tersebut. Ini jelas membuktikan bahwa bumi itu bulat.

  6. Amatilah kecembungan pada fenomena terbentuknya busur pelangi.

    Pernahkah anda mengamati bias cahaya yang ditimbulkan oleh prisma? Bentuk dari pelangi tersebut pastilah lurus adanya. Tetapi pernahkah anda mengamati bentuk pelangi yang timbul saat mentari cerah sehabis hujan gerimis? Bentuk pelangi tersebut, dimanapun anda berada di seluruh belahan bumi ini, yakni bentuknya selalu seperti busur setengah lingkaran. Fakta ini menunjukkan bahwa kristal air di udara selalu cembung adanya sehingga membuktikan bahwa bentuk dunia tempat kita berada bulat adanya.

  7. Lihatlah langit di atas, bukankah bentuknya juga kelihatan cembung?

    Pernahkah anda mengamati langit biru yang di atas kita? Amatilah itu dari ujung yang satu ke ujung yang lain, bukankah hal tersebut menunjukkan bahwa langit itu cembung yang juga turut mengikuti permukaan bumi? Pernahkah anda mengamati awan putih yang ada di atas kita? Perhatikan pola yang dibentuk oleh awan-awan tersebut dari kaki langit yang satu ke kaki langit yang lain. Bukankah semuanya itu menunjukkan betapa cembungnya langit yang di atas kita? Sadar atau tidak, bentuk langit yang cembung merefleksikan bentuk permukaan planet kita yang juga bulat adanya.

    Jika memang bumi ini datar maka tidak ada yang namanya kaki langit yang berbentuk parabola cembung. Tetapi karena planet ini bulat maka “langit penduduk di wilayah yang sangat jauh akan menjadi kaki langit bila dilihat dari tempat kita.” Jika memang anda punya biaya besar untuk melakukan penelitian maka cobalah terbang dengan balon udara dari satu wilayah. Lalu dari wilayah yang sangat jauh dari tempat balon tersebut diterbangkan, amati posisi balon tersebut dengan menggunakan teropong atau teleskop. Alhasil akan kelihatan dari tempat anda balon tersebut lebih dekat dengan kaki langit.

    Agar tidak bias dengan permukaan bumi yang tidak selalu cembung akibat pengaruh gerakan tektonik dan aktivitas manusia maka kami sarankan untuk melakukan percobaan ini di lepas pantai samudera raya yang luas. Kerena bumi ini bulat maka awan di tempat kita berada akan dilihat sebagai kaki langit oleh orang-orang dari wilayah yang sangat jauh.

  8. Kemana semua gunung-gunung tinggi dan gedung-gedung tinggi yang ada diseberang lautan?

    Kembali kami ulangi apa yang telah dikatakan sebelumnya bahwa mengamati bentuk bumi kurang akurat jika dilakukan di daratan, mengapa demikian? Karena wilayah daratan lebih banyak dipengaruhi oleh gerakan tektonik dan aktivitas manusia. Jadi ketika kita mengamati dataran yang sangat luas maka kemungkinan besar akan melihatnya datar. Tetapi coba perhatikan fakta yang kita temukan di pinggir pantai.

    Air sangat fleksibel dan cenderung mengikuti bentuk medan gaya yang mempengaruhinya. Inti bumi sebagai sumber dari kekuatan gravitasi cenderung akan membuat permukaan air dalam posisi bulat sempurna. Tidak seperti daratan yang cenderung telah berubah oleh karena aktivitas manusia.

    Kami ada di satu pulau yang jaraknya kira-kira 62 KM (kurang lebih) dari pulau Sumatera. Kita tahu bahwa di dataran Sumatera ada tempat-tempat yang tinggi dan ada pula gunung yang tinggi. Tetapi saat kami mengamati semuanya itu dari pinggir pantai pulau-pulau kecil disekitarnya (disekitar sumatera), tidak ada sesuatu bahkan puncak gunung sekalipun tidak terlihat. Ini adalah bukti konkrit bahwa bumi itu bulat sebab permukaan air yang cembung telah menghalangi pandangan kita di seberang lautan

  9. Bila bumi ini datar, kemana jatuhnya semua air di pinggir samudra?

    Inilah pertanyaan fenomenal yang sangat melemahkan teori flath earth: “kemana jatuhnya semua air di pinggir samudera?” Dan, “bagaimana pula cara air yang terjatuh di pinggir samudera itu bisa kembali lagi ke wilayah flath earth?” Lalu, “bagaimana pula siklus hidrologi dapat berlangsung?”

  10. Rotasi dan revolusi mustahil terjadi pada benda datar, cenderung menimbulkan ketidakseimbangan.

    Tahukah anda? Sekalipun bumi ini berotasi tetapi dari luar angkasa hal tersebut tidaklah dapat diamati sebab masih terkesan lambat. Ini seperti ketika kita melihat balapan mobil F1 di luar stadian dari menara yang sangat jauh, gerakannya seolah melambat. Tetapi saat kita melihatnya langsung di dalam stadion maka gerakannya akan sangat-sangat cepat.

    Amatilah bulan ketika bulan purnama tiba. Sebenarnya bulan juga berotasi pada sumbunya dengan kecepatan tertentu. Tetapi kita yang berada di bumi tidak dapat mengamati pergerakan tersebut terkecuali jika dikenali dengan teropong atau teleskop tertentu.

    Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana bumi berotasi dan berevolusi pada keadaan datar? Tentu saja hal ini mustahil untuk dilakukan sebab tidak ada keseimbangan gerakan pada benda-benda yang bentuknya datar. Itulah mengapa, dalam teori flath earth, hanya bulan, bintang dan matahari yang bergerak seperti lampu sorot sedang planet ini cenderung statis.

  11. Saat bumi datar: Semakin dekat posisi kita ke pinggir samudera maka akan semakin tipis oksigen.

    Sekalipun lautan menghasilkan oksigen, tetap saja hal tersebut tidak sebanyak yang dihasilkan oleh tumbuhan hijau. Akibatnya ketika kita berada di tengah samudera dan diujung samudera akan kekurangan oksigen dikarenakan tipisnya oksigen di daerah tersebut. Tipisnya oksigen ini juga disebabkan oleh karena flath earth tidak melakukan rotasi sehingga penyebaran oksigen dipermukaannya tidak terjadi secara merata.

    Jika saja bumi datar melakukan rotasi maka ada saatnya dimana kita akan kekurangan oksigen sebab bagian lain dari bumi ini tidak memiliki kehidupan (yang terletak di bawah flath earth) sebab udara senantiasa bergerak oleh karena pengaruh rotasi yang dilakukan oleh planet..

Demikian saja teori kami tentang faktor penyebab flath erath itu tidak ada (hanya sebuah kekhilafan masa lalu). Jelaslah sekarang bahwa bumi yang kita tempati itu bulat adanya. Tidak usah lagi kita bimbang terhadap hipotesis ini sebab telah menjadi fakta yang bisa kita buktikan bersama. Tetap saja, kami anjurkan untuk sabar menghadapi orang-orang yang menganut hipotesis flath earth sebab mereka ada untuk menguji kita.

Salam sains terapan!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s