Kesetaraan Manusia

+10 Penerapan Ideologi Pancasila Dalam Berbagai Bidang – Secara Perorangan Dan Sistem (Organisasi) Yang Berada Di Wilayah Indonesia

Penerapan Ideologi Pancasila Secara Perorangan Dan Sistem (Organisasi) Yang Berada Di Wilayah Indonesia

Sebagai negara kepulauan yang sangat besar karena jumlahnya yang mencapai ribuan secara geografis telah membuat Indonesia terbagi-bagi dan berserak ke sana kemari. Akan tetapi, rasa keindonesiaan telah mempersatukan kita, bahasa Indonesia telah menyamakan kita, perputaran ekonomi membuat kita saling membutuhkan, jaringan telekomunikasi membuat kita terhubung satu-sama lain. Transportasi memudahkan kita berkunjung ke tempat-tempat yang jauh, peraturan perundang-undangan menjaga kita tetap aman dan pada akhirnya Pancasila adalah pondasi yang mempersatukan seluruh elemen bangsa.

Pancasila adalah pondasi dalam kehidupan seluruh elemem bangsa Indonesia

Setiap bangunan yang baik memiliki pondasi yang kuat. Tanpa pondasi, sebuah bangunan memang tetap akan berdiri tegak. Akan tetapi begitu ancaman, tantangan, halangan dan gangguan (ATHG) berkembang pesat di dalam maupun di luar maka hanya tinggal menunggu waktu saja hingga konstruksinya rata dengan tanah. Selain itu, ATHG juga tidak melulu datang dari manusia semata melainkan datang pula dari alam sekitar yang ada disekeliling kita. Memang tidak ada seorangpun dari kita yang menyukai keadaan semacam ini. Tetapi sadarilah bahwa hal tersebut tetap akan mengancam kita selama dasar-dasarnya masih rapuh.

Pondasi dasar sangat menentukan daya tahan suatu bangunan. Bila dasarnya sudah diperkuat secara MERATA maka bangunan tersebut akan menjadi kokoh seluruhnya. Akan tetapi, ketika dasarnya belum diperkuat secara merata maka bagian-bagian tertentu akan dengan mudah dipengaruhi dan di rong-rong oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan sempit, dari dalam maupun dari luar. Jika pemerataan kekuatan ini belum juga digiatkan maka ada kecenderungan pihak tertentu akan memanfaatkan pihak lainnya (adanya kekuatan merusak dari dalam). Kekuatan yang kami maksudkan disini adalah pengetahuan dan pendapatan. Keadaan ini, jelas akan membuat bagian-bagian tertertu kehilangan kekuatan sehingga strukturnya mulai retak. Kehancuran bangunan tersebut akhirnya terjadi juga akibat adanya dorongan gejolak yang berasal dari luar.

Cita-cita Pancasila yang harus diberlakukan secara umum

Pancasila sebagai ideologi adalah konsep dasar yang mengarahkan seluruh aktivitas manusia pada tujuan tertentu, yaitu mewujudkan manusia yang berketuhanan, manusiawi (humanisme), bersatu padu, bernegara dan berkeadilan. Semua tujuan ini telah tertuang jelas dalam azas-azas yang terkandung di dalam dasar negara kita yang terdiri dari azas ketuhanan, azas kemanusiaan, azas kenegaraan, azas kerakyatan dan azas persatuan. Inilah yang sebenarnya menjadi cita-cita-sekaligus tujuan hidup setiap manusia, masyarakat, organisasi, perusahaan dan berbagai pihak lainnya yang bermukim di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Berikut penjelasan dari kelima ideologi tersebut.

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.

    • Bertujuan memberi kebebasan kepada siapapun untuk memeluk agama yang diyakininya.
    • Menjamin kebebasan beribadah kepada seluruh rakyat Indonesia.
    • Menciptakan manusia beragama yang bertoleransi dan bertenggang rasa terhadap agama lain.
    • Mengawasi dan tidak membiarkan berkembangnya ajaran atheis di Indonesia.
  2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

    • Membimbing manusia untuk saling berbagi kasih sebab rasa humanisme terbentuk lewat hubungan yang baik dengan orang lain.
    • Mengembangkan sistem kerja yang manusiawi – menolak perbudakan.
    • Bercita-cita menolak setiap perlakuan yang tidak manusiawi.
    • Menolak keras setiap tindakan kekerasan.
    • Mengawasi perkembangan sikap yang manusiawi.
  3. Persatuan Indonesia.

    • Bercita-cita membangun masyarakat yang hidup dalam kebersamaan.
    • Menciptakan sistem kerja yang mengedepankan gotong royong.
    • Menolak diskriminasi yang memperlemah persatuan.
    • Mempertimbangkan pelaksanaan berbagai acara/ pertandingan/ perlombaan yang berpotensi merusak persatuan.
    • Mengawasi segala hal yang berpotensi mengancam rasa kebersamaan.
  4. Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksaaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan.

    • Menyelesaikan masalah dalam musyawarah.
    • Mencapai tujuan yang disepakati bersama.
    • Menjunjung tinggi perwakilan dalam bernegara.
    • Menciptakan masyarakat yang berdemokrasi.
    • Mendukung pemilihan umum.
    • Menolak setiap peraturan yang otoriter (hanya menguntungkan orang/ oknum/ kelompok tertentu).
    • Mengawasi perkembangan sikap yang otoriter.
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

    • Mengembangkan masyarakat yang adil.
    • Kesejahteraan adalah hak seluruh masyarakat.
    • Menerapkan pemerataan dalam hal pendapatan.
    • Menjunjung tinggi kesamaan dalam hal pengetahuan.
    • Menolak sistem perbudakan.
    • Mengawasi setiap sistem yang tidak mengedepankan keadilan sosial.
    • Pengelolaan sumber daya alam untuk kesejahteraan seluruh masyarakat tanpa pandang bulu.
    • Pengendalian eksploitasi alam untuk menjauhkan masyarakat dari bencana.
    • Mencabut hak-hak pribadi (kapitalisme) terhadap pengelolaan kekayaan alam untuk di miliki bersama (sosialisme).

Pancasila adalah cita-cita para pendiri bangsa Indonesia

Kelima ideologi yang termuat dalam Pancasila adalah cita-cita sejati para pendiri bangsa kita. Mereka tidak menyusun nilai-nilai ini secara kebetulan melainkan sudah memikirkannya baik-baik. Seluruh generasi kita mengemban tugas berat untuk mewujudkan tujuan tersebut sebab jika kita lihat situasi di dalam masyarakat saat ini, masih belum terasa kepancasilaan itu. Nilai yang masih sangat kurang di dalam sistem bermasyarakat saat ini adalah masalah kemanusiaan (humanisme) sebab di Indonesia masih di berlakukan hukuman mati. Selain itu, nilai keadilan sosial juga masih belum terasa bagi seluruh masyarakat sebab uang negara yang harusnya menjadi hak seluruh penduduk hanya dinikmati oleh segelintir orang saja.

Beberapa contoh penerapan ideologi Pancasila yang belum maksimal

Pancasila bukan cuma dasar negara yang hanya dibacakan dalam setiap upacara kenegaraan melainkan nilai-nilai yang termuat didalamnya harus diaplikasikan secara jelas dan tegas. Misalnya saja dalam hal kemanusiaan, pertanyaannya: “apakah semua hukum di Indonesia sudah menjunjung tinggi nilai humanisme?” Padahal kita tahu bersama bahwa negeri ini masih memberlakukan hukuman mati, masih berlangsung kekerasan untuk menyelesaikan masalah dan perbudakan masih terjadi di berbagai sistem kerja (buruh di bawah UMP, outsorcing, pegawai kontrak). Satu lagi tujuan yang masih belum tercermin adalah masyarakat yang adil, sebab negeri ini masih menganut sistem kapitalisme. Dimana sumber daya masih dikuasai oleh oknum tertentu (swasta) sedangkan sebagian besar penduduk tidak mendapatkan apa-apa.

Penerapan ideologi Pancasila

Ingatkan kami kalau kami salah!  Tidak ada ideologi yang lebih baik selain ideologi yang termuat dalam dasar negara Indonesia. Sudah saatnya kita kembali menelaah nilai-nilai yang telah ditetapkan oleh pendiri negeri ini lalu kembali lagi kepada cita-cita mereka sejak dari pertama kali kemerdekaan Indonesia dipramasikan. Berikut ini, penerapan ideologi yang kami maksudkan.

  1. Dalam hukum ketatanegaraan.

    Hukum tatanegara tidak boleh menyimpang dari cita-cita Pancasila, seperti kami telah jelaskan sebelumnya, penerapannya berupa.

    • Tujuan ketuhanan. Apakah seluruh hukum tatanegara sudah memberikan kebebasan kepada masing-masing orang untuk beribadah kepada Tuhannya?
    • Tujuan kemanusiaan. Apakah pembagian kerja dalam ketatanegaraan sudah memperhatikan berbagai aspek manusiawi? Seberapa manusiawi sanksi yang diberikan saat ada pelanggaran didalamnya?
    • Tujuan persatuan. Apakah seluruh bagian dalam ketatanegaraan telah dipersatukan secara utuh tanpa dan bebas dari hal yang berpotensi memecah belah?
    • Tujuan kenegaraan. Apakah sistem ketatanegaraan telah menjunjung tinggi permusyawaratan dalam menyelesaikan masalah?
    • Tujuan keadilan sosial. Apakah sistem kerja sudah membagi pendapatan dalam porsi yang adil dan merata?
  2. Dalam hukum pidana dan perdata.

    Tidak boleh hukum pidana dan perdata melaksanakan hukuman dengan tidak memperhatikan cita-cita pancasila sebagai dasar semua hukum yang ada.

    • Cita-cita ketuhanan. Tidak boleh ada hukuman/ aturan yang melarang setiap manusia Indonesia untuk beribadah kepada Tuhannya.
    • Cita-cita kemanusiaan. Tidak boleh ada hukuman/ aturan yang tidak manusiawi. Artinya, pemberlakuan hukuman mati jelas merupakan tindakan yang tidak manusiawi.
    • Cita-cita persatuan. Tidak boleh ada hukuman yang berpotensi menghilangkan persatuan/ kebersamaan antar masyarakat. Ini juga bisa diartikan bahwa setiap orang yang mendapatkan sanksi kurungan berhak untuk ditemui oleh orang lain.
    • Cita-cita kenegaraan. Sekalipun seseorang mendapatkan hukuman dari pengadilan, bukan berarti hak-hak kenegaraannya dicabut sama sekali. Artinya, para narapidana juga berhak untuk mengikuti pemilihan umum.
    • Tujuan keadilan sosial. Penyelenggaraan dan penegakan hukum harus dilakukan secara merata tanpa pandang bulu dan tanpa pandang status. Sudah seharusnya, setiap napi di dalam lembaga pemasyarakat mendapatkan perlakuan yang sama.
  3. Dalam bidang perekonomian.

    Ideologi pancasila juga harus menyentuh kesejahteraan seluruh masyarakat. Ini ditandai dengan terapkannya ideologi tersebut dalam setiap aktivitas ekonomi yang berlangsung seluruh tanah air.

    • Tujuan ketuhanan. Alur perekonomian tidak menjauhkan manusia dari Penciptanya.
    • Tujuan kemanusiaan. Mengembangkan sistem perekonomian yang manusiawi untuk menjauhkan setiap orang dari kemiskinan dan kemelaratan.
    • Tujuan persatuan. Menghindari sistem perekonomian yang mengancam persatuan/ kebersamaan. Mengantisipasi sikap masyarakat yang individualisme melainkan menjunjung tinggi kebersamaan.
    • Tujuan kenegaraan. Mengupayakan agar aktivitas ekonomi tidak mengganggu aktivitas berdemokrasi.
    • Tujuan keadilan sosial. Mengupayakan pembagian kesejahteraan secara merata.
  4. Dalam bidang politik.

    • Cita-cita ketuhanan. Urusan politik tidak boleh menjauhkan manusia dari Tuhannya.
    • Cita-cita kemanusiaan. Melaksanakan sistem politik yang manusiawi.
    • Cita-cita persatuan. Menepis sistem politik yang memperburuk persatuan atau berpotensi memecah-belah masyarakat.
    • Cita-cita kenegaraan. Menentukan pemimpin secara demokratis melalui pemilihan umum.
    • Cita-cita keadilan sosial. Setiap penduduk berhak untuk berpolitik (mencalonkan diri sebagai pemimpin).
  5. Dalam sistem pendidikan.

    • Tujuan ketuhanan. Mengembangkan sistem pendidikan yang memperhatikan keberadaaan Tuhan.
    • Tujuan kemanusiaan. Mendidik manusia secara manusiawi.
    • Tujuan persatuan. Mengembangkan sistem pendidikan untuk mempersatukan seluruh anak didik dari berbagai kalangan.
    • Tujuan kenegaraan. Mendidik setiap orang untuk memiliki pengetahuan bermusyawarah dan berdemokrasi .
    • Tujuan keadilan sosial. Setiap orang berhak atas pendidikan yang layak dan setara (sama) dengan orang lainnya.
  6. Dalam bidang sosial bermasyarakat.

    • Cita-cita ketuhanan. Membimbing masyarakat untuk saling bertenggang rasa dan bertolerasi atar umat beragama.
    • Cita-cita kemanusiaan. Mengarahkan setiap orang untuk saling berbagai kasih (bersedekah) satu dengan yang lainnya.
    • Cita-cita persatuan. Mampu mempersatukan seluruh elemen masyarakat.
    • Cita-cita kenegaraan. Menciptakan masyarakat yang menjunjung itnggi musyawarah dalam menyelesaikan masalah dan aktif berdemokrasi.
    • Cita-cita keadilan sosial. Mengedepankan pemerataan pendapatan bagi seluruh masyarakat yang ada.
  7. Dalam organisasi.

    • Tujuan ketuhanan. Tidak ada organisasi yang menolak seseorang memeluk agama tertentu dan menjalankan ibadah yang diyakininya.
    • Tujuan kemanusiaan. Mengembangkan organisasi yang manusiawi dan anti kekerasan.
    • Tujuan persatuan. Tidak ada organisasi yang berpotensi untuk memecah belah kehidupan bermasyarakat.
    • Tujuan kenegaraan. Tidak ada organisasi yang melarang anggotanya untuk mensukseskan demokrasi dan penyelenggaraan pemilu.
    • Tujuan keadilan sosial. Adanya persamaan hak diantara seluruh anggota organisasi.
  8. Dalam sistem kerja.

    • Cita-cita ketuhanan. Tidak ada pekerjaan yang menjauhkan manusia dari Tuhannya.
    • Cita-cita kemanusiaan. Mengedepankan pembagian wilayah dan beban kerja yang manusiawi. Menghapuskan kontrak kerja, sistem outsorsing dan perbudakan manusia.
    • Cita-cita persatuan. Mendorong berlangsungnya kerja sama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
    • Cita-cita kenegaraan. Tidak ada pekerjaan yang melarang karyawan untuk mengikuti pesta demokrasi.
    • Cita-cita keadilan sosial. Pemerataan pendapatan untuk setiap pekerja yang bertugas dalam setiap badan usaha tertentu..
  9. Secara perorangan.

    1. Tujuan ketuhanan. Setiap individu di Indonesia harus meyakini satu Tuhan sesuai dengan apa yang diimaninya.
    2. Tujuan kemanusiaan. Setiap individu di Indonesia harus memelihara sikap yang manusiawi dan menjauhi kekerasan.
    3. Tujuan persatuan. Setiap orang di Indonesia harus menjunjung tinggi sikap kebersamaan.
    4. Tujuan kenegaraan. Setiap manusia Indonesia berhak dan wajib dipilih dan memilih dalam pesta demokrasi.
    5. Tujuan keadilan sosiall. Setiap warga negara harus menjunjung tinggi keadilan (pemerataan) dalam bersikap dan menjauhi perilaku pandang bulu berdasarkan status sosial.
  10. Dalam pengelolaan sumber daya alam.

    • Tujuan ketuhanan. Tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan ebagai bagian dari ciptaan Tuhan.
    • Tujuan kemanusiaan. Mengedepankan pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan agar tidak sampai menyebabkan bencana kemanusiaan (bencana alam yang merugikan manusia itu sendiri).
    • Tujuan persatuan. Menggali sumber daya alam secara bersama-sama sebagai milik bersama (sosialisme).
    • Tujuan kenegaraan. Mengelola sumber daya alam untuk kepentingan negara (sosialisme).
    • Tujuan keadilan sosial. Mengedepankan keadilan sosial dalam pembagian hasil kekayaan alam secara merata. Menghindari pengelolaan sumber daya alam secara personal (kapitalisme) melainkan semuanya dikelola demi kepentingan bersama (sosialisme).

Dari rangkuman yang telah kita jelaskan di atas bisa diketahui bahwa sesungguhnya berdasarkan ideologi Pancasila negara Indonesia lebih cenderung untuk menganut sistem pemerintahan sosialisme. Yaitu sistem pemerintahan yang benar-benar memberi kebebasan untuk memeluk agama dan beribadah menurut keyakinan yang dimiliki. Menjujung tinggi sifat-sifat yang memanusiawikian manusia. Menciptakan aktivitas masyarakat yang mengedepankan gotong royong (kebersamaan). Mendorong masyarakat untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dan aktif berdemokrasi menentukan pemimpinnya. Mengedepankan kesetaraan antar seluruh penduduk sehingga setiap orang beroleh kesejahteraan yang sama. Baca juga, Indonesia negara demokrasi sosialis.

Salam santun!

2 replies »

  1. Seharusnya ini akumulasi era yg menempatkan para kaum intelektual mudah dalam menjelaskan/mengamalkan ide logic ke tahap level psikologis,dgn muatan ilmu teologinya lebih macro…pengembangan ideologi pancasila yg memang telah lama tumpul di th 65…yg anda tulis sdh terkalahkan sama saja anda mengulang kebodohan baru?,,dan tdk mencerdaskan!!,,

    Suka

    • Kaum intelektual masih banyak yang lebih baik di luar sana. Jangan harap itu dari kami….
      Apa yang kami tuliskan adalah kenyataan sekali pun dianggap sebagai kebodohan.
      Kami harap semakin banyak orang yang menyadari hirarki Pancasila yang harusnya bisa diaplikasikan di semua lini kehidupan.
      Salam…..

      Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.