Keluarga

+10 Kebiasaan Yang Membuat Bahagia – Kebahagiaan Adalam Membiasakan Aktivitas Positif


Kebiasaan Yang Membuat Bahagia - Kebahagiaan Adalah Aktivitas Positif Yang Dibiasakan

Bahagia itu seperti pohon, diam tetapi terus berkembang memberi manfaat bagi kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan lainnya. Kita bisa berlindung di bawahnya, mengambil buahnya bahkan menebangnya untuk dijadikan kayu apa juga buat rumah. Hewan-hewan kecil (serangga) hinggap disela-sela batangnya, mereka berlindung di bawahnya dan ada juga yang mengambil manfaat dari bunga dan buah yang dihasilkannya. Tanaman lain juga yang ukurannya lebih kecil berlindung di bawahnya, dedaunannya yang jatuh menjadi pupuk bagi mereka.

Bahagia itu saat semuanya tercukupi – merasa cukuplah

Pada dasarnya, bahagia adalah suasana hati yang tenang dimana semua yang anda butuhkan sudah diperoleh. Bila kebutuhan kita belum tercukupi bagaimana bisa berbahagia? Itu memang benar, hanya saja kerap kali beberapa orang menetapkan standar kebutuhan yang terlalu tinggi. Keadaan ini membuat pikirannya tertuju pada sesuatu sedangkan apa yangada di hadapannya serasa belum cukup melainkan masih ingin yang lebih lagi. Dalam posisi seperti ini, yang kita butuhkan adalah merasa cukuplah dalam segala sesuatu: seolah semua yang dibutuhkan sudah terpenuhi.

Hati-hati dengan keinginanmu, semakin banyak semakin sulit bahagia

 Sadarilah bahwa yang namanya keinginan tidak ada habisnya. “Suasana hati seperti ember yang bocor halus, anda terus mengisinya tetapi tidak pernah penuh. Aatau sekalipun sudah penuh pasti akan kosong lagi.” Sayang, pikiran manusia tidak sesederhana ember yang mudah saja untuk diisi, entah itu pakai air, pasir, batu, kain, kerikil, kapas dan lain sebagainya. Harus menemukan sesuatu yang benar-benar positif untuk mengisinya. Tepat saat pikiran anda terisi penuh maka saat itu jugalah semua keinginan sudah terpenuhii. Apa saja cara mengisi pikiran yang positif? Yaitu fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja (sesuai bakat).

Hindari memikirkan yang jelek-jelek sebab itu akan memperburuk suasana hati

Jadi, yang akan kami bahas disinipun tidak akan jauh-jauh dari ketiga pikiran positif tersebut. Saat situasi pikiran sudah terkendali maka akan lebih mudah untuk melakukan segala sesuatu. Akan tetapi ketika pikiran masih dipenuhi dengan masalah, dendam, iri hati, sungut-sungut, menyesali diri-orang lain juga Tuhan dan masih banyak pikiran kotor lainnya. Niscaya keadaan inilah yang akan membuat kita tidak akan pernah merasakan kebahagiaan sekalipun semua yang kita butuhkan sudah ada di depan mata. Jadi, belajarlah memanajemen pola pikir anda mulai dari sekarang.

Bahagia adalah aktivitas dan kebahagiaan adalah beraktivitas

Jangan menyangka bahwa kalau kita diam-diam saja layaknya pepohonan maka kebahagiaan itu akan datang sendiri. Sadarilah bahwa pepohonan bahagia karena mereka memang ditakdirkan diam tapi coba amati burung-burung di udara, apakah mereka tidak pernah tertidur di siang hari? Jika hewan-hewan kecil saja senantiasa aktif untuk meraih kebahagiaan terlebih lagi dengan kita manusia. Jangan batasi dirimu untuk beraktivitas tetapi belajarlah, bekerjalah dan berkomunikasilah atau setidak-tidaknya anda senantiasa bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati setiap waktu (bisa juga dengan membaca firman dan berdoa).

Membangun kebiasaan membangun kebahagiaan

Tidak ada yang lebih membahagikan di setiap hari-hari kita selain membiasakan diri untuk melakukan aktivitas positif. Pada dasarnya, hal yang sudah dibiasakan akan membuat kita semakin nyaman dalam melakukannya. Tetapi banyak juga kita saksikan saat ini, kebiasaan yang membuat seseorang tidak berbahagia: mungkin dari luar terlihat senang tetapi hati penuh dengan kegelisahan. Sadarilah bahwa hal semacam itu menunjukkan bahwa apa yang selama ini kita biasakan tidaklah benar adanya. Perlu anda ketahui bahwa kebenaran adalah esensi abadi yang menjadi kekuatan sehingga kita dapat melakukan sesuatu terus-menerus.

Kebiasaan yang membuat kita bahagia

Kunci kebahagiaan terletak kepada diri kita, itu tidak ada di tangan orang lain. Tetapi bukan dalam artian hubungan kita dengan orang lain boleh bermasalah/ sedang musuh-musuhan. Maksud kami adalah bahagianya hati ditentukan oleh kemampuan memanajemen pikiran sehingga selalu aktif memberi arti baik bagi Tuhan, diri sendiri, orang lain juga bagi lingkungan. Berikut ini beberapa kebiasaan yang kami maksudkan.

  1. Fokus Tuhan.

    Kemampuan berkonsentrasi kepada Tuhan adalah sebuah kebiasaan baik yang membuat kita bahagia. Sebab nafas yang berhembus di dalam diri kita berasal dari-Nya. Saat pikiran selalu aktif memuji dan memuliakan Tuhan dari waktu ke waktu maka tepat saat itu jugalah kehidupan kita akan mengarah kepada kebahagiaan sejati.

    Sebenarnya, ada apa dengan nyanyian, mengapa bahagia hati sangat erat kaitannya dengan aktivitas ini? Menurut kami segala sesuatu dalam hidup ini bergerak aktif. Salah satu gerakan yang paling sederhana adalah bergetar dimana getaran yang paling sederhana adalah gelombang. Jadi setiap kali kita bernyanyi, otak menghasilkan gelombang yang teratur sehingga membuat hati turut berbahagi.

    Anda bisa bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan sampai pikiran terbuka dan penuh dengan sukacita/ rasa senang yang terkendali, tenang dan damai lalu meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing.

    Berikut ini, akan kami jabarkan beberapa aktivitas fokus Tuhan yang dapat dilakukan secara multitasking.

    • Mempersiapkan diri dan menentukan waktu untuk berdoa, membaca firman dan bernyanyi buat Tuhan.
    • Memanfaatkan waktu luang/ waktu istrahat untuk fokus kepada Tuhan, sambil mengisinya dengan bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati.
    • Bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan sambil menikmati hidup, misalnya sambil makan dan minum.
    • Memfokuskan pikiran sambil melakukan pekerjaan ringan seperti saat sedang merapikan kamar, memberi makan hewan peliharaan dan lain-lain.
    • Jalan kaki/ naik sepeda/ naik sepeda motor sambil ramah kepada orang-orang yang berpapasan dan melihat kepada anda.
    • Memuji-muji Tuhan di dalam hati s
    • Mengambil waktu istrahat disela-sela kerja/ belajar yang berat untuk memuji-muji Tuhan, 3-5 menit saja.
    • Tetap memfokuskan pikiran kepada Tuhan saat terjadi sesuatu yang membuat kita tidak senang.
    • Terus bernyanyi kepada Tuhan sekalipn kita di dera oleh masalah, sambil-sambil juga tetap ramah kepada orang lain .
  2. Memiliki Teman dan berbuat baik kepada sesama.

    Baik bagi kita untuk dekat dengan keluarga yang dimiliki. Selalu berupaya memberikan yang terbaik kepada mereka sekalipun tidak dibalas dengan apa-apa. Melakukan kebaikan itu harus dipelajari dari yang kecil-kecil. Sebab saat kita berbagi dengan orang lain jelas butuh pengorbanan. Jadi, pengorbanan kecil mengantarkan kita untuk berkorban besar. Oleh karena itu, mulailah dengan beramah-tamah (senyum, sapa, salam, terimakasih, tolong, maaf dan menjadi pendengar yang baik).

    Berbuat baiklah dengan tulus, seolah itu kita lakukan kepada Tuhan bukan kepada manusia sehingga tidak ada niat untuk menuntut balas. Berupayalah untuk selalu menganggap hal itu sebagai tanggung jawab bukannya kewajiban. Sebab setiap orang yang telah merasakan kasih Allah bertanggung jawab untuk menyebarkannya kepada orang lain. Sebab bahagia itu saat hidup kita mampu bermanfaat bagi orang lain.

  3. Mempelajari sesuatu.

    Belajar adalah salah satu cara terbaik untuk membuat pikiran tetap aktif. Ini akan membuat wawasan bertambah sehingga ada kemungkinan lewat aktivitas tersebut, masalah yang dialami dapat terselesaikan. Daripada pikiran dipenuhi oleh berbagai hal-hal negatif maka alangkah lebih baik jikalau kita mempelajari bukut tertentu, misalnya Kitab Suci, buku pelajaran di sekolah, buku motivasi, buku renungan harian dan lain sebagainya. Biasanya ilmu yang bertambah akan meningkatkan motivasi dan semangat untuk melakukan aktivitas positif (termasuk saat bermasalah) dalam hidup ini.

  4. Mengerjakan hal-hal yang positif.

    Apa yang biasanya anda kerjakan hari lepas hari. Sadarilah bahwa ketika kita beraktivitas bersama orang lain atau demi kebaikan besama maka dengan begitu kita memanfaatkan pekerjaan sebagai kesempatan untuk berbuat baik dengan sesama. Lewat potensi yang kita miliki, bisa menggunakan kemampuan tersebut untuk berbagi kasih kepada sesama. Bahkan saat kita sedang melakukan pekerjaan rumah sekalipun, Itu adalah aktivitas yang membahagiakan hati.

    Terbiasalah bekerja bukan demi uang yang besar tetapi setidak-tidaknya untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Biasakan diri untuk melakukan pekerjaan kecil/ sederhana/ recehan untuk membuat kehidupan ini berguna bagi orang lain. Terbiasalah bekerja bukan agar dipuji orang tetapi untuk membuat hati selalu bahagia hari lepas hari.

  5. Memuntahkan isi otak dalam karya tertentu.

    Orang yang cerdas itu biasanya pikirannya tidak tenang dan membahas-bahas banyak hal: ini bukan dosa tetapi menunjukkan bahwa kemampuan analisis seseorang sangat potensial. Hal semacam ini sebaiknya dikeluarkan saja lewat tulisan, membuat puisi, lagu, lukisan dan karya seni lainnya. Anda bisa mengungkapkannya lewat buku atau lewat tulisan, audio, video online. Gunakanlah aplikasi gratis untuk memulai debut di internet itu. Tetapi harap perhatikan untuk tidak melakukannya demi pujian tetapi semata-mata untuk sekedar berkarya.

    Dibalik semuanya itu, anda juga bisa memuntahkan isi otak ini lewat komunikasi yang baik kepada sesama. Jangan pernah ragu mengutarakan perasaan kepada orang lain, katakan saja itu sekalipun beresiko diabaikan. Sebab maksud hati yang sudah diungkapkan lebih melegakan dan membahagiakan daripada memendam hal tersebut selamanya. Hanya saja lihat-lihat waktunya dan belajarlah dari pengalaman anda.

  6. Berupaya untuk rendah hati.

    Terbiasa untuk rendah hati akan membuat bahagia kitapun menjadi lebih sederhana. Tanpa kerendahan hati maka keinginan akan semakin menjadi-jadi bahkan arogansi akan menguasai hari-hari yang kita jalani. Sikap arogan membuat kita selalu ingin agar dianggap lebih baik dan lebih unggul dari orang lain. Bahkan bila perlu kitalah yang menjadi tuhan yaitu pusat dari segala sesuatu.

    Sikap seperti ini jelas tidak akan membuat hati bahagia sebab sebaik apapun kita pasti ada kelemahannya, seunggul apapun kita pasti jatuh juga dan di luar sana masih lebih banyak orang yang lebih baik dari diri ini. Oleh karena itu, taklukkan arogansi ini dengan berkata di dalam hati seperti ini.

    • Kami ini hanya orang tak berguna. Kuatkan kami menjalani hidup ya Tuhan.
    • Selalu melakukan dosa bahkan penuh dengan dosa. Kami tidak pantas di hadapan-Mu ya Tuhan, kuatkan kami dalam menjalani semua keadaan ini.
    • Debu yang terabaikan, sampah yang tidak berguna. Kami pantas mengalami semuanya ini Tuhan. Kuatkan hati menjalaninya.
  7. Mampu menerima kenyataan apa adanya.

    Sadarilah bahwa apa yang sudah terjadi tidak bisa diubah dan kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Lagipula kita bukanlah pengatur hidup ini, ada saja kejadian yang berlangsung disekitar yang mungkin tidak cocok dengan pemahaman pribadi. Sekalipun demikian, jangan biarkan hatimu bersungut-sungut karena hal tersebut karena ini adalah awal ketidakbahagiaan. Melainkan terbiasalah untuk menerima semua apa adanya. Terkecuali jikalau anda bisa mengatur hal tersebut maka perbaikilah diri (koreksi diri) untuk membuatnya menjadi lebih baik di masa depan.

  8. Terbiasa melihat orang lain lebih baik dari kita.

    Ketahuilah bahwa hidup ini terus berkembang dan potensi manusiapun terus berkembang. Apapun potensi yang anda miliki saat ini, selalu ingat bahwa akan lebih banyak bakat yang lebih baik dari bakatmu.

    Saat melihat orang yang hidupnya lebih baik dan lebih beruntung dari diri sendiri. Jangan menahan kebaikan hati tetapi ucapkanlah selamat kepadanya. Jika itu tidak dimungkinkan ucapkan selamat padanya di dalam hati saja. Mampu menyaksikan orang lain lebih baik dari kita adalah sebuah tanda bahwa kita telah terbebas dari dosa nenek moyang dari zaman purbakala yaitu arogansi. Jika ini dibiasakan niscaya hari-hari yang dijalani selalu bahagia adanya.

    Anda tidak akan pernah terbebas dari rasa iri terhadap sesama sebelum mengucapkan selamat atas pencapaian yang telah diraih oleh saudara anda. Itu tidak rumit, hanya sepatah dua patah kata saja seperti.

    • Lo’aoha da’a khou he….
    • No baga-baga da’a khomo kawan he….
    • Salamat ya bro….
    • Mantap banget kawan….
    • Lanjutkan….
    • Sukses ya….
    • Keren ya….
  9. Hindari bahagia di atas arogansi.

    Dosa umat manusia sejak dari awal adalah hasrat yang tidak pernah puas yang selalu ingin lebih dan lebih lagi. Keadaan ini jelas akan merusak kehidupan kita, orang lain dan lingkungan sekitar. Dari sinilah berawal keserakahan sebab seseorang ingin diakui/ dipuji/ dihormati oleh sesamanya lalu berpikir bahwa dengan menjadi kaya-raya semua itu bisa diperoleh. Ini juga kerap kali kita gunakan untuk membuat kita bahagia, misalnya.

    • Kita bahagia saat melihat orang lain lebih lemah dan miskin dari diri ini.
    • Berbangga hati sekaligus bahagia saat kita berada di posisi puncak sedangkan orang lain hanyalah orang biasa yang tidak punya jabatan.
    • Berbahagia saat menyadari bahwa kemampuan kita lebih baik daripada kemampuan orang lain.
    • Merasa senang sekali saat menyadari bahwa rumah, mobil, istri dan anak-anak kita jauh lebih baik dari masyarakat luas pada umumnya.
    • Kita bangga dengan karya yang dimiliki sebab orang lain tidak bisa melakukan hal yang demikian.
    • Menganggap diri lebih beruntung dan bahagia karena masih melihat orang yang suka melakukan kesalahan di depan umum.
    • Sadarilah bahwa kebahagiaan semacam ini sama saja dengan melegalkan dosa yang sudah ada semenjak nenek moyang kita Adam dan Hawa hadir di dunia ini. Pada akhirnya, kebiasaan berbahagia lewat sikap yang arogan semakin mempertinggi hawa nafsu sehingga semakin serakah terhadap materi dan kemuliaan duniawi.
  10. Mampu menghadapi masalah.

    Saat diperhadapkan dengan persoalan kehidupan, beberapa orang menjadi pusing bahkan stres dibuatnya. Ini terjadi karena mereka terlalu fokus dengan masalah yang sedang dihadapi. Saran kami, saat persoalan datang ke hadapan anda, hadapi apa adanya dan tidak perlu melarikan diri. Tetapi jangan fokus kepada persoalan tersebut melainkan konsentrasikan pikiran kepada Tuhan (dalam doa, firman dan puji-pujian), sibukkan diri untuk mempelajari sesuatu dan menyelesaikan pekerjaan.

  11. Terbiasa dengan bully, ejekan, hinaan.

    Sebagai makhluk sosial, bully, ejekan dan hinaan tetap beresiko tinggi untuk kita alami. Baik dulu, sekarang dan yang akan datang,para penghina itu pastilah akan mendekati kehidupan anda juga. Masalahnya sekarang adalah “apakah anda sudah siap untuk itu?” Biasanya ketika kita baru pertama kali direndahkan orang lain pastilah rasanya sangat menyakitkan. Akan tetapi bagi mereka yang sudah terbiasa di bully, pastilah bisa menghadapinya apa adanya.

    Tinggalkan pola pikir orang kuno yang menganggap bahwa kata-kata itu seperti pedang. Melainkan, perkataan itu seperti angin lalu, yang berhembus kemana saja ia menginkannya yang dalam sekejap saja akan menghilang. Oleh karena itu, biasakan untuk menginjak diri sendiri sebelum orang lain merendahkan anda. Ini akan menjadi salah satu cara untuk tetap bahagia saat di dunia nyata anda berhadapan dengan orang-orang yang suka mengejek/ meledk anda.

    Terbiasa dengan ejekan akan membuat konsistensi kebahagiaan anda stabil dari waktu ke waktu sekalipun masa-masa genting kerap kali menimpa anda. Ini hanya bisa dilakukan jika kemampuan kita untuk memfokuskan pikiran sudah terlatih baik. Jangan menumpuk topik bully dari orang lain di dalam kepala anda tetapi fokuskan pikiran kepada hal-hal positif. Misalnya dengan bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan, melanjutkan pelajaran dan menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab anda.

  12. Terbiasa dengan kebisingan.

    Dahulu waktu kami muda, tidak terbiasa dengan kebisingan. Saat terjadi sesuatu yang ribut-ribut, kami akan pergi menjauh atau membentak. Ini jelas menunjukkan bahwa kami masih belum membiasakan diri kala itu. Akan tetapi, sekarang saat kami sudah mampu memperbaiki kemampuan fokus, hal tersebut dapat diatasi dengan senantiasa fokus kepada Tuhan. Kami lebih suka mengubah kebisingan tersebut menjadi lagu untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan di dalam hati. Sekalipun orang disekeliling anda sedang memutar lagu rock’n roll atau lagu DJ (disco), ubahlah semuanya itu menjadi lagu-lagu pujian bagi kemulaan nama Allah.

  13. Terbiasa dengan permainan komunikasi.

    Pernahkan anda dipermain-mainkan lewat komunikasi? Bukan hanya anda yang mengalaminya, kami juga. Jika kita mampu tetap berpikir positif disaat seperti ini maka kemungkinan besar akan tabah menghadapinya. Ini adalah kesempatan untuk melatih ketenangan hati dan sikap santai disegala kondisi. Ketika diperhadapkan dengan komunikasi yang dipermainkan berusahalah untuk tetap positif dan berikan jawaban yang konsisten. Jangan saat anda dipermainkan maka andapun mempermainkan kembali orang tersebut.

    Saat kami masih muda, ada sedikit rasa jengkel saat menjawab hal tersebut. Akan tetapi ketika sudah dewasa, kami hadapi apa adanya dan tetap tenang menjalaninya. Yang terpenting disini adalah JANGAN TERBURU-BURU MENJAWAB MELAINKAN SANTAI SAJA DAN PELANKAN SUARA ANDA.

  14. Terbiasa dengan ujian kehidupan.

    Selama menjalani hidup di dunia ini, akan ada banyak ujian sosial yang akan kita hadapi dari hari ke hari. Biasakanlah anda untuk menjalani ujian recehan yang kerap kali anda rasakan hari lepas hari. Upayakan untuk melaluinya dengan sikap tenang tanpa mengeluarkan kata-kata benci. Mengungkapkan rasa kesal dengan mengucapkan sepatah-dua patah kata sindiran jelas menunjukkan bahwa anda masih suka MELAKUKAN PELARIAN saat berhadapan dengan pencobaan hidup. Upayakannya untuk menghadapi ujian sosial itu secara mandiri. Di atas semuanya itu, jadikanlah aktivitas bernyanyi memuliakan Tuhan sebagai “sistem auto cleaning” yang bekerja aktif untuk mendamaikan dan membahagiakan hati di saat-saat genting sekalipun. Dibalik semuanya itu, tetaplah ramah kepada semua pembencimu.

  15. Sanggup memaafkan dan berdamai dengan musuh.

    Ini juga termasuk salah satu kebiasaan yang membawa kelegaan dan kebahagiaan di dalam hati. Memang pertama-tama memaafkan musuh itu tidak mudah tetapi jika anda sudah berkomitmen maka hal tersebut akan terwujud juga. Bila sudah terbiasa memaafkan orang lain maka yang anda butuhkan selanjutnya adalah tetap ramah menanggapi mantan musuh-musuh anda. Ramah-tamah adalah awal terjalinnya kembali hubungan yang baik itu. Tetapi jika lawan anda masih belum mau damai, jangan dipaksakan melainkan biarkan saja. Suatu saat nanti pastilah harinya akan terbuka juga.

  16. Tidak berharap untuk dihargai/ dihormati orang lain (kemuliaan duniawi) tetapi menghargai/ menghormati orang lain.

    Berharap pada yang tak pasti adalah kebiasaan yang paling sering membuat hati tidak bahagia. Tidak perlu terlalu berharap untuk dihargai dan dihormati orang lain sebab hal tersebut adalah salah satu pengacau pikiran. Sebab saat kita berharap berarti pikiran kita fokus dan membayangkan hal tersebut. Jadi, tandanya bahwa kita tidak berharap untuk dihargai orang adalah pikiran fokus pada Tuhan, pelajaran dan pekerjaan. Ditambahlagi saat anda terbiasa untuk menghargai orang lain terlebih dahulu tanpa membedakan status.

  17. Menikmati hidup apa adanya dan Tidak candu terhadap kenikmatan duniawi.

    Harap diingat untuk senantiasa menikmati hidup secara fluktuatif: jangan terlalu sering. Ini adalah cara untuk menghindari kecanduan. Sekaligus menghemat pengeluaran keluarga agar tidak terlalu boros. Berupayalah untuk tidak ketergantungan terhadap kenikmatan duniawi manapun agar pengeluaran sehari-hari lebih fleksibel. Bahkan kami sendiri sudah lama tidak menikmati hidup untuk membeli sesuatu dari luar dan mentok di rumah terus tetapi hati tetap bahagia karena hati selalu bernyanyi memuliakan Tuhan.

    Ini hidup anda yang berhak dinikmati. Lakukanlah itu seadanya dengan keluarga tercinta. Tidak perlu ribet saat menikmati hidup, cukup dengan…. Seperti beberapa contoh yang kami berikan di bawah ini.

    • Beli susu dan petik pepaya/ sirsak/ nangka/ buah lainnya yang masak di kebun tambah sedikit garam lalu buat jus sendiri. Ini nikmat saat disantap/ diminum bersama keluarga.
    • Buat teh, di tambah gula dan sedikit garam lalu belilah es batu di warung sebelah. Nikmati bersama keluarga diwaktu panas terik di siang hari.
    • Kebetulan ada pisang masak, buatlah gorengan/ kolak/ kukus dan yang lainnya lalu santap bersama keluarga.
    • Dan masih banyak lagi potensi buah yang anda dapat nikmati di sekitar. Mungkin anda bisa juga sesekali membeli lauk dari luar untuk dinikmati bersama atau jalan-jalan keluar (berwisata) dengan anggota keluarga.
  18. Menjaga konsistensi.

    Usahakan untuk menjaga sikap positif dan tetap konsisten di segala waktu. Bukan dalam arti jika kami menyarankan anda untuk terbiasa dengan masalah, andapun membuat-buat masalah dengan orang lain. Ini jelas tidak menenangkan hati dan menjauhkan kita dari kebahagiaan sejati. Ingatlah bahwa bahagia itu apa yang kita berikan kepada orang lain. Bila yang kita berikan adalah masalah, pastilah juga akan menuai ketidakdamaian yang jelas mengurangi rasa tenang. Oleh karena itu, konsistenlah menempuk hidup yang positif, biarkan orang lain menguji anda dan jangan menguji balik.

Untuk menjadi terbiasa itu tidak mudah. Butuh waktu beberapa bulan hingga menahun agar semuanya itu menjadi kebiasaan positif. Kebiasaan yang dilakukan dengan konsisten kelak akan menjadi budaya yang sulit di tinggal bahkan cenderung mendatangkan kebahagiaan di dalam hati saat dilakukan. Tidak hanya dalam hal-hal yang baik saja kita membiasakan diri, tetapi untuk bahagia kita juga perlu terbiasa dengan masalah yang kerap menimpa hari-hari hidup ini. Bila sudah terbiasa dengan rasa sakit maka kebahagiaan itu akan bersifat stabil sekalipun dunia ini bergejolak dari waktu ke waktu.

Salam, terbiasalah kawan!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s