Ekonomi

+10 Penyebab & Solusi Harga Beras Naik, Gabah Turun Bahkan Krisis Pangan Terjadi


Penyebab Dan Solusi Harga Beras Naik, Gabah Turun Bahkan Krisis Pangan Terjadi

Indonesia adalah negara yang berada di jamrud khatulistiwa dimana matahari bersinar sepanjang tahun. Keadaan ini membuat tanah-tanah di daerah kita bisa menghasilkan bahan pangan dan segala jenis hasil bumi lainnya sepanjang tahun. Tidak salah jika salah satu media online di internet menyatakan bahwa Indonesia sangat potensian untuk menjadi lumbung pangan dunia. Ini adalah pujian sekaligus jebakan yang selalu berpotensi dua arah. Oleh karena itu, ada baiknya jikalau seluruh masyarakat dan pemerintah mulai memberdayakan secara maksimal potensi alam Indonesia untuk kebaikan bersama.

Pengertian beras

Beras adalah  (1) padi yang telah terkelupas kulitnya (yang menjadi nasi setelah ditanak); (2) biji-bijian; butir-butiran (seperti jagung, kopi – KBBI Offline). Merupakan tanaman pangan yang populer setelah gandum. Tidak seperti orang luar negeri (Amerika dan Eropa) yang kebanyakan makanannya adalah gandum, kita lebih suka mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok. Seperti slogan yang sudah lama kami dengar dari banyak pembicaraan dengan teman-teman yang lain, katanya “kalau tidak makan nasi, rasanya gimana gitu….” Itulah wujud kecintaan masyarakat terhadap panganan yang satu ini.

Dampak positif saat Indonesia menjadi negara pangan dunia

Benarkah Indonesia menjadi negara potensial untuk menjadi lumbung pangan dunia? Bagaimana tidak, bukankah di negeri ini, matahari bersinar sepanjang tahun? Ditambah lagi musim penghujan yang terus ada sepanjang tahun. Sebab sekalipun kita berada dalam situasi musim kemarau tetapi tetap saja hujan turun juga membasahi tanah-tanah pertanian di negeri ini. Bila saat ini, ada jenis padi yang bisa panen hanya dalam waktu dua-tiga bulan saja maka kita akan panen minimal empat kali dalam setahun. Sedang di negara-negara lain yang terdiri dari empat musim, empat kali panen mustahil bisa dicapai terkecuali lewat pertanian di dalam gedung.

Keadaan ini memang pada awalnya akan membuat negeri kita terlihat, terdengar dan terasa makmur. Kekayaan kita semakin banyak yang juga didorong oleh semakin tingginya jumlah konsumsi di bidang-bidang lainnya. Disisi lain, kemewahan melanda semua orang karena uang yang melimpah-limpah diarahkan untuk membangun rumah yang berkelas, megah dan besar dengan taman-taman yang teramat luas. Jelaslah bahwa kemakmuran ini akan berdampak positif bagi masyarakat. Akan tetapi, kesejahteraan yang berlebihan dan tidak terkendali oleh kalangan atas membuat mereka cenderung merugikan orang lain dan lingkungan sekitar

Sisi negatif saat Indonesia menjadi negara pangan dunia

Salahkah jika Indonesia menjadi negara pangan dunia? Inilah sisi negatif dari pengembangan lahan pertanian yang berlebihan. Sebab mahal harga yang harus dibayar oleh karena pengrusakan hutan yang terus terjadi oleh karena mencapai target hasil padi yang melimpah-ruah sehingga bisa diekspor ke beberapa negara. Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya bahwa hutan dan tanaman yang ada didalamnya bukan hanya makhluk hidup simboli yang ada begitu saja. Tetapi perannya sangat penting untuk mengimbangi aktivitas manusia. Saat kita, hewan dan mesin-mesin berteknologi yang digunakan menghasilkan polutan maka tepat saat itu juga dedaunan yang lebat itu menyerap semuanya hingga udara menjadi bersih kembali.

Lain halnya ketika hutan-hutan yang suda ada dibabat habis untuk dikonversi menjadi lahan pertanian. Kemampuan lingkungan sekitar untuk menyerap panas matahari akan menurun drastis sehingga sebagian besar dipantulkan yang membuat suhu permukaan di siang hari semakin panas saja. Belum lagi masalah masalah polutan yang berperan sebagai konduktor di dalam atmosfer bumi yang membuat suhu udara di malam hari tetap panas mering-riang. Rumah-rumah harus memiliki AC untuk membuat suhu tetap sejuk di malam hari. Sedang hawa panas yang melambung tinggi membuat awan-awan mentah sampai tidak menurunkan hujan sama sekali walaupun kita ada di musim penghujan. Pada akhirnya, ladang-ladang yang kita miliki akan mengkal dilanda kekeringan dan fuso.

Faktor penyebab dan solusi harga beras mahal tetapi harga gabah turun

Sebenarnya, kalau soal masalah harga tidak bisa murni dikendalikan oleh pemerintah. Sebab sistem ekonomi kita menganut sistem semi pasar bebas. Artinya, masalah harga diserahkan kepada para pedagang seutuhnya terkecuali disaat-saat kritis pemerintah akan turun tangan mengatasi persoalan yang muncul. Sistem ekonomi semi pasar bebas sendiri merupakan ciri khas kapitalisme yang berpotenssi dimanfaatkan oleh oknum swasta untuk mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari para petani lokal. Artinya, yang susah-susah bertani itu masyarakat luas tetapi yang menikmati hasil dari permainan harga adalah para kapitalis yang bermain didalamnya.

Ini benar-benar suatu keanehan ya…. Masakan harga beras naik tetapi bisa-bisanya harga gabah menurun. Harusnya ada sinkronisasi antara kedua komoditas ini sebab keduanya berasal dari tanaman pertanian yang sama. Jika dipikir-pikir lebih dalam lagi sepertinya tengah terjadi miss komunikasi antara pemerintah dengan rakyatnya sendiri. Seolah rakyat mengatakan kami butuh A tetapi pemerintah malah memberikan solusi B. Ini adalah pertanda bahwa suara-suara masyarakat masih belum tersampaikan secara optimal ke telinga para petinggi negeri ini.

Sebenarnya, kami sendiri enggan untuk berpendapat tentang hal-hal ini sebab pemerintah pasti lebih tahu solusinya sedangkan kami hanyalah seorang blogger pemula yang hanya  bermodalkan ilmu yang dicuri-curi dari pihak lainnya. Jadi, jika ada yang kurang pas dari apa yang kami sampaikan mohon dimaklumi. Berikut selengkapnya alasan mengapa harga komoditas pangan tinggi beserta solusinya.

  1. Gagal panen.

    Ini adalah masalah lumrah yang dulu pernah dialami oleh negeri kita. Ada banyak faktor yang menyebabkan situasi semacam ini, diantaranya adalah karena hal-hal berikut ini.

    • Pengaruh cuaca ekstrim atau kerap kali disebut sebagai (global warming) akibat penataan lahan pertanian dan hutan yang tidak sebanding.
    • Bisa juga disebabkan oleh karena kekeringan yang juga tidak jauh-jauh dari pemanasan global.
    • Ada juga karena bencana alam, misalnya saja banjir.
    • Bisa saja karena serangan hama (misalnya tikus) yang menyebabkan fuso.
    • Oleh karena kualitas tanah yang telah menurun drastis akibat penggunaan berulang dan pemanfaatan pupuk kimiawi.
  2. Musim tanam yang serentak.

    Ada baiknya penanaman padi tidak dilakukan secara serentak untuk menghindari penumpukan hasil panen. Penanaman serentak juga membuat Petani menganggur untuk menunggu musim panen berikutnya tetapi jika penanaman dilakukan berbeda-beda setiap hektar lahan maka setiap bulan akan berlangsung panen di wilayah tersebut.

  3. Kualitas beras yang di bawah standar.

    Padi/ gabah yang tidak dikeringkan dengan maksimal akan menghasilkan beras yang mudah busuk sehingga kurang berkualitas. Ini bisa juga disebabkan oleh karena faktor mineral tanah tempat padi itu ditanam, tidak memadai. Selain itu, perlu juga memperhatikan bibit yang diberikan kepada petani adalah yang paling baik.

  4. Fasilitas gudang/ lumbung yang tidak memadai.

    Kemana semua gabah kering yang telah dipanen akan disimpan? Mungkin Petani memiliki lumbung sendiri, baik itu di dalam rumahnya atau disimpan di ruang bawah tanah yang sengaja digali di bawah ladangnya. Pengelolaan gudang semacam ini perlu dilakukan secara terstruktur agar gabah kering atau beras yang disimpan tidak mengalami busuk awal oleh karena tempat penyimpanan yang terlalu lembab.

  5. Distribusi yang kurang terkoordinasi.

    Sebenarnya, Indonesia beruntung karena tidak ada tanah kita yang tandus atau yang menjadi padang gurun. Setidak-tidaknya saat satu daerah sedang kekurangan beras (misalnya karena masalah di atas) maka daerah lainnya sedang panen padi. Keadaan ini sebenarnya bisa diimbangi, seperti kata pepatah “kekuranganmu akan tertutupi dengan kelebihanku dan kelemahanku akan tertutupi oleh keunggulanmu.” Sebagai orang-orang satu tanah air sebaiknya kita saling tolong-menolong. Saat satu daerah sedang mengalami krisis maka daerah lain yang sedang kelimpahan dapat membantu meringankan beban tersebut.

  6. Hukum ekonomi antara permintaan dan penawaran.

    Saat permintaan tinggi maka harga akan naik tetapi saat permintaan turun maka harga akan menurun. Ketika jumlah barang melimpah sedang permintaan biasa saja maka harga barang akan menjadi anjlok. Keadaan ini sama halnya saat musim panen tiba maka harga gabah juga akan menurun. Beginilah jadinya jikalau penentuan harga diserahkan kepada pasar. Sistem ekonomi semacam ini jelas lebih dekat kepada gaya kapitalisme yang hanya menguntungkan orang-orang tertentu saja.

  7. Informasi yang tidak terintegrasi dengan baik.

    Harus ada sistem informasi yang sifatnya online setiap saat untuk menyatukan dan memantau produksi dan konsumsi pangan disetiap daerah di seluruh Indonesia. Sistem informasi online semacam ini sangat membantu untuk menentukan dimana-mana saja daerah yang perlu segera didistribusikan ke dalam pasokan berasnya akibat mulai menipisnya pasokan dan dimana pula yang distribusinya perlu dilakukan ke luar akibat musim panen serentak yang telah tiba.

  8. Efek kapitalisme yang berbeda-beda di setiap daerah.

    Kita menyangka bahwa sistem ekonomi kapitalis dapat menjadi solusi bagi masalah di negeri ini. Padahal dengan berlaku demikian, kita semakin memecah-belah Indonesia dimana satu-satu daerah dikuasai oleh kapitalis yang berbeda. Akibatnya, ketika terjadi krisis pangan di satu daerah, sikawan swasta ini akan berusaha sendiri lalu menaikkan harga sesukanya tanpa terlebih dahulu menanyakan ke daearah lainnya apakah stok beras masih ada atau sudah menipis.

  9. Minat masyarakat yang sudah menurun terhadap beras.

    Keadaan ini dipengaruhi oleh trend gaya hidup sehat dan aktivitas manusia yang mulai ringan (misalnya seorang pekerja kantoran dan Ibu Rumah Tangga). Akibatnya, asupan kalori yang dibutuhkan menurun drastis. Keadaan ini membuat manusia yang berusaha menjaga kesehatan beserta penampilannya akan mengurangi konsumsi nasi. Bahkan beberapa dari mereka hanya makan nasi sekali sehari saja. Sekalipun aktivitas ini tergolong sangat baik karena mengurangi sifat konsumtif tetapi secara tidak langsung akan mempengaruhi permintaan yang juga menurun drastis. Akibatnya, harga gabah dikalan petani ikut-ikutan menurun.

  10. Aktivitas import beras.

    Ini bisa terjadi karena memang salah satu daerah di Indonesia kekurangan pasokan beras, mungkin karena musim panen yang belum tiba atau bisa juga karena memang daerah tersebut tidak memiliki lahan pertanian yang memadai. Tetapi sebenarnya masalah sepele semacam ini bisa diatasi dengan pengaturan distribusi yang baik.

  11. Konspirasi untuk mengambil untung sebanyak-banyaknya.

    Ini adalah perilaku orang-orang serakah yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Kita harap hal tersebut bisa terhindar dari negeri kita tercinta. Biasanya orang berkonspirasi semata-mata demi membuat dirinya sendiri beruntung sedang ia tidak peduli apakah pihak lain diuntungkan atau dirugikan karena aktivitas tersebut.

    Konspirasi yang syarat manipulasi juga bisa saja terjadi oleh karena beberapa kalangan ingin melemahkan/ memperburuk citra/ memancing emosi pihak lain/ memancing di air keruh atau apapun istilahnya. Orang dengan modal besar dan relasi luas bisa saja melakukan ini demi kepentingan pribadi dan kelompoknya.

    Penyelesaian yang ditempuh untuk menstabilkan harga beras dan gabah kering.

  12. Manajemen pengelolaan sumber daya alam yang tertata rapi dan tersistem.

    Sumber daya alam yang tersedia di Indonesia jangan hanya taunya dipakai saja melainkan kitapun harus bertanggung jawab memeliharanya agar tetap ada dari generasi ke generasi. Dibutuhkan manajemen sumber daya alam yang terintegrasi untuk mempertimbangkan dampak lingkungan dari semua ativitas pertanian sehingga bisa diantisipasi dan diimbangi oleh berbagai pihak. Keadaan ini jelas membutuhkan kerja sama antar kementrian sehingga dihasilkan pandangan yang baik untuk mencapai stabilitas pangan yang mumpuni. Beberapa contohnya akan kami utarakan.

    • Ini bisa dilakukan dengan tidak mengubah seluruh areal hutan menjadi lahan pertanian melainkan harus ada perpaduan antara tanaman pertanian dan perkebunan. Ini bisa dilakukan dengan sistem selang seling, misalnya satu hektar lahan untuk tanaman padi dan satu hektar lahan untuk tanaman kayu (jati, mahoni, karet, kopi dan tanaman keras lainnya).
    • Aturan lainnya yang bisa diadaptasi adalah berdasarkan perhitungan Tahun Sabat seperti yang termuat dalam kitab Musa. Pembagiannya adalah setiap enam hektar lahan pertanian padi harus ada lahan hutan seluas satu hektar yang dibiarkan tumbuh sendiri.
      • Misalnya lagi bila lahan pertanian 12 hektar maka lahan hutan disekitar situ adalah 2 hektar.
      • Saat lahan pertanian seluas 42 hektar maka lahan hutan disekitarnya harus seluas 7 hektar. Ini adalah cakupan luas maksimal jika suatu lahan digabungkan tanaman pertaniannya dan hutannya juga tergabung dalam satu wilayah.
    • Menggunakan pupuk alami untuk memperkaya nutrisi tanah, yaitu dengan memanfaatkan garam laut. Natrium adalah pupuk alami yang tidak hanya menyuburkan tanaman padi melainkan juga turut memperkuat daya tahan terhadap penyakit. Bahkan garam juga dapat meningkatkan kualitas padi yang dihasilkan.
    • Petani perlu di edukasi untuk tidak membunuh hewan tertentu yang berkeliaran disekitar areal sawah. Perlu ada simbiosis mutualisme antara Petani dengan beberapa predator seperti elang, burung hantu, kelelawar, ular dan lain sebagainya. Ini dilakukan agar hama tanaman tidak berkembang secara berlebihan hingga populasinya meledak lalu menyebabkan fuso.
    • Untuk memperkecil resiko pemanasan global maka dibutuhkan regulasi yang membatasi orang untuk membeli kendaraan yang banyak. Setiap penambahan jumlah kendaraan akan mendapatkan pajak yang lebih tinggi.
    • Pajak yang ditetapkan untuk setiap rumah yang tergolong mewah dan megah perlu ditingkatkan sampai puluhan kali lipat.
    • Menyediakan fasilitas bendungan di daerah yang terkenal kering dan gersang.
    • Mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dengan meningkatkan biaya parkir dan menyediakan transportasi umum yang memadai.
  13. Membedakan waktu tanam padi setiap satu bulan.

    Misalnya, lahan seluas dua hektar ditanam padi bulan ini, lahan lainnya seluas dua hektar ditanam padi bulan depan dan lahan lainnya yang tersisa dua hektar akan ditanam dengan padi dua bulan yang akan datang. Variasi waktu tanam semacam ini, akan membuat suatu daerah tetap panen setiap bulannya. Keadaan ini juga membuat para Petani tetap aktif setiap bulannya. Demikian juga dengan perputaran padi dalam lumbung lebih fleksibel sebab tidak menumpuk terlalu banyak.

  14. Mempertahankan kualitas beras.

    Untuk menghasilkan beras yang berkualitas dibutuhkan proses tanam yang melibatkan nutrisi yang memadai bagi tumbuh kembang tanaman dimaksud. Garam adalah mineral paling penting yang bisa digunakan untuk meningkatkan nutrisi tanah sehingga tanaman menghasilkan gabah yang berkualitas.

    Setelah diperoleh gabah perlu proses pengeringan yang memadai di bawah sinar matahari. Tetapi kala musim penghujan tiba maka pengeringan dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan mesin bertenaga diesel atau solar. Tentu saja pengadaan alat pengering ini tidak murah, pemerintah harus menyediakannya untuk tiap-tiap wilayah tertentu.

  15. Menyediakan gudang yang memadai.

    Setelah musim panen selesai tentu saja tidak semua gabah kering akan digiling menjadi beras. Perlu gudang penyimpanan yang memadai untuk membuatnya tetap kering. Ini bisa disimpan di lumbung dalam rumah, di atas plafon dan bisa juga dengan menggali ruang bawah tanah yang kering di bawah lahan pertanian tersebut.

    Penggalian dan pembangunan ruang bawah tanah hanya dilakukan untuk menyimpan gabah kering atau beras dengan wilayah yang luas. Atau bisa juga dengan menyediakan gudang khusus yang di buat secara berkelompok oleh para Petani.

  16. Sistem perdagangan satu atap.

    Inilah manfaatnya sistem pemerintahan sosialisme yang Pancasila banget. Segala perputaran ekonomi akan dipegang oleh pemerintah sehingga tindakan distribusi yang dilakukan akan sangat terkoordinasi sebab semuanya dilakukan satu atap. Sedangkan sistem kapitalisme cenderung membuat negara ini terpecah-pecah dimana satu daerah dikuasai oleh pihak swasta yang berbeda. Akibatnya tidak ada koordinasi sehingga cenderung terjadi miss komunikasi antar kapitalis yang ujung-ujungnya beralih kepada kebijakan menaikkan harga beras.

  17. Mengedepankan ekonomi kebersamaan (sosialisme).

    Dalam sistem kapitalisme, harga produk dikendalikan oleh para pedangan. Bila musim panen tiba maka cukong-cukong yang berkuasa akan menurunkan harga gabah kering dengan alibi “hukum ekonomi.” Akan tetapi, bila negara menguasai semua sistem perekonomian maka naik turunnya harga gabah dan beras akan diputuskan “demi kebaikan bersama” bukan karena alasan “hukum ekonomi.”

  18. Menciptakan sistem informasi terintegrasi.

    Membuat suatu software (aplikasi) atau website yang berisi informasi tentang produksi dan konsumsi pangan diseluruh wilayah Indonesia. Untuk mengintegrasikan wilayah Indonesia yang sangat luas dibutuhkan sistem informasi yang selalu online 24 Ini juga akan dimanfaatkan oleh para distributor agar mengetahui daerah tertentu yang telah melaksanakan panen raya sehingga dapat memasok daerah yang masih kekurangan stok.

  19. Memperbaiki komunikasi antara pemerintah dan masyarakat utamanya petani.

    Kasus ini kembali lagi kepada mengintegrasikan seluruh Indonesia dalam satu sistem terpadu sehingga semua jelas dan lancar. Komunikasi yang kurang intens antara kepala daerah/ perum bulog yang satu dengan kepala daerah yang lain merupakan awal kesalahan dalam pengambilan kebijakan. Keadaan ini jugalah yang membuat suatu daerah bisa saja melakukan aksi sendiri untuk mengimpor padahal daerah lain sedang mengalami panen raya. Kebijakan yang kurang tepat semacam ini akan terus terulang tatkala negeri kita belum dipersatukan dalam sistem ekonomi terpadu berskala nasional.

  20. Melakukan ekspor.

    Pemerintah perlu mengatur ulang semua perjanjian bilateral yang dilakukan antar negara agar negara-negara sahabat bisa melirik produk beras Indonesia sebagai salah satu komoditas import ke negaranya masing-masing. Hal ini juga dilakukan untuk memanfaatkan gabah kering agar tidak menumpuk-numpuk di gudang terlalu lama mubazir. Selain itu, aktivitas ekspor ini akan turut meningkatkan kesejahteraan Petani.

  21. Beramal ke negara lain.

    Mungkin ada negara-negara di dunia yang masih belum mengecap kemakmuran akibat peperangan (bencana kemanusiaan) dan bencana alam yang menimpa wilayah mereka. Tidak ada salahnya jika pemerintah turut serta membantu negara-negara tersebut sembari menjalin hubungan bilateral yang lebih intens dengan mereka. Ini juga sekaligus memanfaatkan gabah kering yang jumlahnya melimpah di gudang.

  22. Melakukan konversi lahan.

    Bila lahan pertanian terlalu luas maka gabah kering yang dihasilkan akan menumpuk selama berbulan-bulan bahkan menahun di dalam gudang-gudang pemerintah. Untuk mengantisipasi penumpukan ini tidak terus berlanjut maka harus segera dilakukan konversi lahan. Tanah pertanian yang biasanya ditanami padi bisa dialihkun untuk menanam buah-buahan jenis tertentu yang dikenal baik oleh masyarakat setempat.

  23. Meminimalisir konspirasi yang berujung pada keresahan masyarakat.

    Konspirasi hanyalah akal-akalan untuk mengguncang suatu sistem sosial sehingga menciptakan gejolak yang diharapkan lalu terjadi tindakan yang kurang menyenangkan. Akibat dari aksi manipulasi, satu pihak akan diuntungkan sedangkan pihak lain akan dirugikan. Keadaan semacam ini jelas sudah jauh dari pengamalan Pancasila tepatnya sila ke tiga “Persatuan Indonesia.” Sebab segala konspirasi yang terjadi bisa berujung pada terpecahnya kekuatan kebersamaan di dalam masyarakat.

Indonesia membutuhkan penyatuan sistem dari barat ke timur dan dari utara ke selatan. Hal ini sesuai dengan amanat Pancasila, sila ke dua yang berbunyi, “Persatuan Indonesia.” Sedang yang terjadi sekarang ini adalah terpecahnya kekuatan ekonomi yang dikuasai oleh orang-orang tertentu saja di dalam suatu wilayah yang berbeda-beda. Akibatnya, ketika satu daerah mengalami krisis pangan maka langsung saja dimanfaatkan oleh oknum kapitalis untuk menaikkan harga ini dan itu dengan alasan menjaga stok padahal wilayah lain di negeri ini sedang kelimpahan berkat. Saat seluruh sistem ekonomi, politik, sosial, budaya, pariwisata dan hiburan di integrasikan dalam satu sistem sosialis maka keberadaannya akan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.

Salam, pembaharuan sistem yang Pancasilais!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.