Gejolak Sosial

10 Cara Melatih Fokus Kepada Tuhan – Jangan Terikat Konteks, Ungkap Yang Keluar Dari Dalam Hati

Cara Melatih Fokus Kepada Tuhan – Jangan Terikat Konteks, Ungkap Yang Keluar Dari Dalam Hati

Kehidupan ini penuh dengan dualisme. Seperti ada yang baik-buruk, senang-sedih, tawa-tangis, suka-duka dan lain sebagainya. Demikian juga kita kadang menjumpai yang salah dan yang benar: ini terjadi bukan karena disengaja atau direncanakan sebelumnya tetapi karena ketelodoran sebagai seorang manusia. Ada pengalaman yang kita peroleh lewat kejadian demi kejadian yang berlangsung dalam setiap hari-hari yang dilalui. Semuanya itu membentuk kita menjadi pribadi yang unik dan berbeda dari yang lainnya.

Ingatlah selalu, sekalipun hidup penuh dengan dualisme tetap pertahankan konsistensi anda untuk memperjuangkan kebenaran. Berusahalah untuk berlaku benar sekalipun disekeliling anda mungkin saja ada orang yang masih memperhambakan dirinya untuk hal yang kurang tepat: anggaplah itu sebagai cobaan untuk melatih kesabaran hati. Jangan biarkan rasa kesal/ benci kepada orang-orang tersebut menguasai hati sebab ini adalah awal ketidakdamaian. Tetapi tetap sambut mereka dengan ramah.

Kita harus mampu menerima orang lain apa adanya untuk memudahkan fokus pikiran kepada Tuhan. Jika kita tidak mampu menerima situasi dan kondisi (sikon) yang terjadi apa adanya, alhasil kemampuan berkonsentrasi kepada Tuhan terasa aneh, tidak lancar, tersendak, terhambat bahkan hilang sama sekali. Ini adalah pertanda bahwa kita masih dikuasai oleh sifat arogan. Kita tidak merelakan orang tersebut kepada kekhilafannya melainkan lebih cenderung merendahkannya di dalam hati dan menganggap diri sendiri sudah benar.

Baik bagi anda untuk memotong arogansi semacam ini saat hal tersebut muncul ke permukaan dengan mengatakan, “biarkan dia ya Tuhan. Dia tidak bersalah atas semuanya ini” atau bisa juga “biarkan dia menang ya Tuhan. Kuatkan hati menghadapi semuanya ini Tuhan.” Biasana saat sikap arogan ini mampu kita tekan maka rasa tenang dan damai segera akan menguasai hati. Hanya disaat seperti inilah kemampuan kita untuk memfokuskan pikiran kepada Tuhan menjadi lebih intim hingga menemukan kebahagiaan selama melakukannya.

Menyanyikan lagu pujian yang terikat konteks justru membuat pikiran tidak bebas – seolah terkekang

Saat pertama-tama memfokuskan pikiran kepada Tuhan, kita menyanyikan berbagai lagu-lagu kanon atau lagu-lagu rohani yang populer di radio, televisi dan media sosial. Kita bisa menikmati saat-saat seperti ini dan tetap merasakan damai dan ketenangan. Akan tetapi seiring dengan bertambahnya usia dan perkembangan otak, pikiran kita mulai diarahkan untuk melakukan hal-hal di luar kebiasaan. Kita mulai enggan menyanyikan lagu-lagu rohani populer melainkan lebih suka membuatnya sendiri. Walau lagu pujian yang kita buat itu sangat sederhana (hanya terdiri dari 2-5 kata saja) tetapi tetap dinikmati.

Dalam membuat lagu rohani semacam ini, kami lebih suka mengambil nada-nadanya dari lagu populer apa saja lalu mengubah syairnya menjadi lagu pujian kepada Tuhan. Ini semua tentang perkembangan kecerdasan manusia yang ditandai dengan keengganan untuk menyanyikan lagu formal yang biasa dilantunkan di berbagai media. Jadi tandanya bahwa pikiran anda sudah berkembang, hal-hal biasa tidak lagi membuatmu merasa bahagia melainkan dengan sedikit adaptasi dan improvisasi maka jadilah lagu pujian kepada Tuhan yang benar-benar mendatangkan kedamaian hati.

Fokus Tuhan akan menurun drastis seiring dengan keseringan menikmati hidup yang membuat pikiran kosong

Inilah penyebabnya mengapa kami mengajukan  kepada anda untuk tidak memiliki banyak uang. Ini juga penyebabnya mengapa kami memperjuangkan kesetaraan sampai saat ini. Sebab untuk apa uang yang sangat-sangat banyak? Bila kita menggunakan semuanya itu untuk menikmati hidup maka pikiran menjadi kebanyakan kosong. Mari ambil beberapa contoh saja, coba gunakan smartphone untuk bermain game atau online di media sosial selama dua jam atau lebih. Setelah itu, silahkan fokus kepada Tuhan dengan memuji-muji nama-Nya seperti yang biasa anda lakukan: rasanya pasti kurang gimana gitu ya….

Bisa dikatakan bahwa semakin banyak jumlah uang yang anda miliki maka semakin besar potensi kurang menikmati aktivitas memfokuskan pikiran kepada Tuhan. Terlebih ketika kita terus saja menikmati hidup dengan berbagai-bagai hiburan yang ada di televisi selama lebih dari satu atau dua jam, lalu coba pusatkan pikiran kepada Tuhan setelah itu: pasti rasanya seperti kurang dihayati. Intinya adalah jangan terlalu berlebihan menikmati hidup, bila perlu sambil-sambil menikmati hidup, bawakan juga pikiran sambil-sambil memusatkan pikiran untuk memuji-muji nama Tuhan.

Cara melatih kemampuan memusatkan pikiran kepada Tuhan

Yang namanya latihan itu harus dimulai dari dasar. Ditempuh dengan sungguh-sungguh dalam ketekunan sejati agar terus berkembang hari lepas hari. Awalnya aktivitas ini dilakukan secara tunggal tetapi seiring dengan kemampuan otak manusia yang semakin baik dari hari ke hari maka inipun terus berkembang sampai bisa dilakukan bersamaan dengan aktivitas lainnya atau disebut dengna aktivitas multitasking. Berikut akan kami jelaskan, bagaimana cara melatih kemampuan berkonsentrasi dari level awa/ amatirl sampai tingkat yang paling mahir/ akhir.

  1. Mempersiapkan waktu khusus untuk berdoa, membaca firman dan bernyanyi memuliakan nama-Nya.

    Biasanya masing-masing dari kita memiliki waktu khusus yang dipersiapkan untuk bersekutu dengan Tuhan. Maksimalkan penggunaan waktu tersebut agar semua berjalan dengan semestinya. Sediakan juga waktu khusus untuk membaca dan mempelajari firman. Ini memang pekerjaan yang sangat menyenangkan.

  2. Melewati waktu luang (istirahat) sambil fokus kepada Tuhan.

    Jangan biarkan waktu luang terlewatkan dengan sia-sia dimana pikiran menjadi kosong saat itu. Terkadang, bahkan kami sendiripun merasa bahwa waktu semacam ini dapat digunakan untuk bercengkrama bersama keluarga dan teman-teman. Tetapi jika sedang tidak berhubungan dengan orang lain maka kami akan melaluinya sambil fokus kepada Tuhan.

  3. Beramah-tamah sambil memuliakan Allah di dalam hati.

    Kita tidak bisa ramah bisa sedang tidak bahagia. Salah satu cara terbaik untuk menjadi bahagia adalah dengan senantiasa memuliakan Tuhan sampai pikiran terbuka dan rasa senang/ sukacita yang terkendali, tenang dan damai memenuhi hati lalu meluap dalam senyuman ramah kepada orang lain.

    Ada beberapa cara untuk beramah tamah, diantaranya tersenyum, menyapa, menyalam, minta tolong, terima kasih, minta maaf dan menjadi pendengar yang baik. Dimanakah yang anda gunakan dari semuanya itu? Silahkan coba-coba sendiri teman sebab pengetahuan yang di dapat lewat pengalaman lebih mengena di dalam hati masing-masing.

  4. Menikmati hidup sambil berkonsentrasi memuliakan Tuhan.

    Saat menikmati indahnya duni ini sebaiknya jangan dilakukan tanpa aktivitas hingga pikiran menjadi kosong. Melainkan upayakanlah untuk memuji-muji Tuhan di dalam hati sampai semuanya selesai.

  5. Melakukan perjalanan sambil memuji-muji nama Tuhan.

    Bila anda sudah mahir berkendara, dapat melakukan kebiasaan ini sangatlah menenangkan. Akan tetapi bagi yang baru pertama kali berkendara sebaiknya janga lakukan aksi yang aneh-aneh demi keselamatan anda.

  6. Melakukan pekerjaan kecil/ sederhana sambil bernyanyi memuliakan Tuhan.

    Misalnya saat membersihkan kamar, rumah, halaman, mandi, menyuci piring dan lain sebagainya. Malakukan pekerjaan ini, tidaklah sulitl oleh karena itu, dapat dilakukan sambil memuji-muji nama Tuhan di dalam hati.

  7. Disela-sela belajar atau bekerja dengan konsentrasi tinggi berikan sedikit waktu untuk bernyanyi memuliakan Tuhan.

    Jangan belajar nonstop terus-menerus juga jangan kerja nonstop terus-menerus tetapi upayakanlah ambil waktu 3 – 5 menit untuk memuji-muji Tuhan disela-sela aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi tersebut.

  8. Menghadapi perlakuan yang tidak menyenangkan (omelan, amarah, sindiran, kebisingan) sambil menyanyi untuk kemuliaan nama Tuhan.

    Mungkin ada seseorang yang sedang mengomel atau bicara ngelantur disekitar anda. Tepislah rasa kesal di dalam hati, hindari dendam, injak arogansi dengan menyangkal diri dan tetaplah puji-puji Tuhan saat melewati semuanya Alhasil hati lebih tenang dan sabar menjalaninya.

    Saat menghadapi kebisingan yang cukup pelik, tidak perlu merasa kesal tetapi ikuti saja, goyangkan anggota tubuh anda seiringan dengan alunan musik. Jika anda memang mampu maka ubahlah syairnya menjadi lagu rohani.

  9. Sedang berada di bawah tekanan pekerjaan sambil memuji-muji nama Tuhan.

    Pekerjaan sulit sedang diberikan kepada anda. Sebenarnya, tidak ingin mengerjakan hal tersebut tetapi melakukannya hanya karena agak terpaksa saja. Oleh karena itu, tekan arogansi, “ini yang terbaik, kalahkan saya, biarkan dia menang ya Tuhan. Kuatkan hati menjalani semuanya.” Setelah itu selalu aktivkan otak anda dengan memuji-muji nama Tuhan di dalam hati.

  10. Hidup penuh dengan masalah, datang bertubi-tubi tetapi tetap memuji-muji Tuhan dalam hati sambil tetap ramah kepada orang-orang yang berpapasan dengan kita.

    Tidak ada ketenangan di dalam hidup ini, ada-ada saja persoalan yang datang. Hadapi semuanya itu dengan lapang dada, terima apa adanya dan injaklah arogansi di dalam hati dengan berkata, “biarkan orang ini lebih baik ya Tuhan, kuatkan kami menghadapi semuanya” atau bisa juga “ini yang terbaik untukku, kuatkan kami menghadapinya ya Tuhan.” Setelah itu, bernyanyilah memuji-muji Tuhan di dalam hati.

Jangan Terikat Konteks, Ungkap Yang Keluar Dari Dalam Hati

Peringatan: “aturan ini bukan untuk seorang pemula tetapi yang sudah merasa diri berkembang di dalam Tuhan dan hendak meningkatkan kemampuannya untuk berkonsentrasi.”

Kita tidak bisa fokus kepada Tuhan sebelum membersihkan hati dari rasa arogan yang ingin selalu lebih baik dan kesal melihat orang lain lebih baik. Anda harus membersihkan hati dari rasa semacam ini sebab akan membuat hati terasa gelisah dan jauh dari kedamaian. Tepat saat arogansi dibersihkan maka kemampuan kita untuk memusatkan pikiran kepada Tuhan semakin mumpuni. Seiring bertambahnya usia, kecerdasan dan pengalaman, kita dituntut untuk tidak terikat pada pola-pola biasa saat memuji Allah melainkan nyanyikanlah nyanyian baru. Sekalipun itu sederhana (hanya terdiri dari beberapa kata) dan merupakan hasil adaptasi/ improvisasi dari lagu yang sudah ada, niscaya tetap bisa membuat hati berbahagia, penuh kelegaan dan kedamaian.

Salam, perkembangan hidup!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.