Gejolak Sosial

11 Alasan Menjadi Hedonis – Hedonisme Membuat Bahagia, Damai Dan Tenteram Tidak Konsisten

Faktor Penyebab Menjadi Hedonis - Hedonisme Membuat Bahagia, Damai Dan Tenteram Tidak Konsisten

Semua materi di atas bumi ini senantiasa berubah-ubah. Sesaat saja kita lihat masing-masing indah tetapi sebentar lagi sudah tidak ada. Seperti air berkat dari surga, hujan: turun begitu derasnya lalu berhenti secara tiba-tiba. Layaknya pelangi sehabis hujan gerimis, sesaat saja lalu ia segera pergi entah kemana. Seperti angin yang berhembus sepoi-sepoi, lalu hilang begitu saja. Layaknya suara burung menciat-ciat lantas saja segera berlalu. Dari semua keadaan ini bisa dikatakan bahwa tidak ada yang abadi di bawah kaki langit, semuanya seperti hilang-timbul-dan hilang lagi. Sebab, masing-masing berputar-putar mengikuti siklus kehidupan yang sudah ditetapkan oleh Sang Khalik.

Di dunia ini, yang tak bernyawa (benda mati) sekalipun hidup

Dunia ini dipenuhi dengan materi. Dari atas ke bawah, dari timur ke barat dan dari utara ke selatan: semuanya itu terdiri dari material yang senantiasa hidup dan terikat dalam siklus yang senantiasa berputar satu-sama lain. Kita jangan berpikir bahwa udara, air dan tanah adalah benda mati tok. Sebab dalam skala besar, mereka menyatu dalam sistem kehidupan yang saling terhubung satu sama lain sehingga mau tidak mau, masing-masing hidup hanya saja kita tidak menyadari hal tersebut. Dari sini bisa dipahami bahwa manusia harus menjaga kelestarian setiap sistem yang berputar-putar tersebut sebab gangguan terhadap siklus hidrologi, tanah dan udara adalah awal dari bencana bagi kita.

Aktivitas material tak bernyawa di bumi sangat dipengaruhi oleh keberadaan makhluk hidup

Pergerakan materi di bawah kaki langit tentu saja tidak terjadi dengan sendirinya melainkan harus dibantu oleh aktivitas makhluk hidup. Mari kita ambil beberapa contoh untuk lebih memahami hal ini. Misalnya siklus hidrologi melibatkan aktivitas tumbuhan hijau dalam jumlah besar sehingga menarik air laut menjadi awan lalu jatuh di daerah hijau. Siklus udara juga dibantu oleh tanaman yang membersihkan udara dari berbagai partikel karbon dan mineral logam lainnya sehingga udara lebih tenang dan ringan. Sedang siklus tanah sendiri di bantu oleh tanaman dan hewan melalui kotoran dan bagian-bagiannya yang membusuk. Demikian juga manusia menyumbang sejumlah tanah dari kotoran dan melalui aktivitas pengolahan tanaman pertanian.

Hedonisme merusak tatanan keseimbangan siklus alamiah

Semu siklus alamiah tersebut baik adanya akan tetapi manusia dengan segala keserakahannya telah merusak tatanan lingkungan yang seimbang. Kita smenghasratkan materi terlalu tinggi bahkan sampai mendewakannya. Artinya, masyarakat menganggap bahwa perolehan uang yang banyak menjadi tolak ukur kebahagiaan, kedamaian dan kesejahteraan seseorang. Semakin melimpah-limpah harta bendanya maka semakin tinggi saja kesenangan di dalam hati. Mereka membangga-banggakan materi yang diperolehnya lalu memamerkannya kepada orang-orang. Itulah yang mereka anggap sebagai kehidupan yang sempurna.

Kita memunahkan makhluk hidup lain demi kekayaan dan kemewahan belaka

Kehidupan yang terlalu fokus dengan materi membuatnya tidak lagi tau batas-batas kewajaran. Semua dieksploitasi dan dirusak sama-sekali demi mencari benda yang berkilau-kilauan yang disebut dalam banyak nama. Orang-orang yang materialistis menjadi icon dalam masyarakat, mereka artis yang menggiring kehidupan banyak manusia untuk mendewakan materi. Mereka memutar ekonomi dengan kancang dengan menyebarluaskan budaya konsumtif. Terus mengembangkan material tertentu dalam berbagai-bagai rupa semata-mata demi meraup keuntungan besar. Dibalik semuanya itu tidak menyadari akan pemborosan sumber daya: eksploitasi lahan, pemanfaatan kayu secara berlebihan dan pemusnahan hewan-hewan yang tidak terkendali: semata-mata demi uang.

Sebanyak apapun uangmu, itu tidak berarti jika lingkungan alamiah telah musnah ditelan keserakahan

Kita berpikir bahwa uang yang menumpuk-numpuk dan materi yang berkilau-kilauan akan menyelamatkan diri ini dari bencana yang akan datang. Berpikir bahwa rumah yang besar, mewah dan megah dengan tembok tebal dan pagar tinggi akan menyelamatkan kita dari bencana alam yang dahsyat.Sadarilah bahwa sehebat apapun tempat perlindungan yang anda buat, semuanya itu tidak ada apa-apa tanpa “the guardian alamiah” disekitar anda, siapakah itu? Ya, merekalah pepohonan hijau yang senantiasa menghasilkan udara bersih sekaligus tameng alamiah untuk menahan panasnya sinar matahari. Menyerap berbagai-bagai konduktor panas (karbon & logam) agar matahari tidak semakin panas. Tanpa udara yang disebut ozon itu maka partikel logam dan karbon akan menyebabkan gelombang panas dimana-mana.

Pengertian hedonisme

Hedonisme adalah pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup (KBBI Luring). Menurut kami, ini adalah paham yang mendewakan materi di atas segala allah. Orang-orang hedonis jelas tidak punya agama sebab materi adalah tuhan mereka. Seperti kebiasaan banyak manusia lainnya, begitu sesuatu ditinggikan di atas mereka maka tepat saat itu juga, mereka akan mengejarnya dengan kekuatan maksimal. Belum cukup sampai disitu saja, sekalipun mereka sudah memilikinya tetapi masih mau menimbunnya lagi dan lagi. Lama-kelamaan keserakahan akan materi mendarah daging dalam dirinya dan sialnya mereka tidak menyadari hal tersebut.

Indra kita sangat dekat dengan materi

Dari semua anggota tubuh yang kita miliki, panca indra adalah input utama yang membuat dunia ini bisa merasuk di dalam diri masing-masing. Artinya, sifat hedonisme diawali dari pencitraan indra terhadap sesuatu. Memang, indra manusia sangat mudah terpana dengan berbagai-bagai gemerlapan duniawi yang ada. Hanya lewat melihat, mendengar, membaui, mengecap dan meraba maka segala kenikmatan yang ada disekitar kita beresiko tinggi membuat terlena hingga lupa diri. Biasanya, manusia kalau sudah lupa diri akan kehilangan akal sehatnya (logika) sehingga besar kemungkinan akan kecanduan yang pada akhirnya beresiko tinggi merugikan orang lain dan lingkungan alamiah bahkan diri sendiri juga.

Hati terus terhubung dengan Sang Khalik – syarat utama untuk tidak menjadi hedonis

Panca indra memang 100% sangat terpengaruh dengan hal-hal materi. Semakin fokus seorang manusia pada apa yang dicitrakan indra maka semakin besar resikonya untuk menjadi hedonis. Tetapi, masih ada kekuatan yang lebih besar di atas semuanya itu,yakni kekuatan pikiran. Cara terbaik untuk mengendalikan indra sekalipun terus digoda oleh kenikmatan dan kemuliaan duniawi adalah dengan senantiasa melatih konsentrasi berpikir. Tentu saja hanya pikiran yang cerdaslah yang dapat menolak paham hedonisme dari dalam hati sebab saat fokus pikiran positif maka kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati menjadi milik kita seumur hidup.

Mereka yang sepaham dengan hedonisme cenderung menganggap bahwa kenikmatan dan kemuliaan duniawilah yang membuatnya bahagia, damai, lega dan tenteram. Keadaan ini jelas saja membuat mereka lama kelamaan mengeksploitasi segala sesuatu secara berlebihan bahkan terkesan menghalalkan segala cara. Tetapi orang yang pikirannya terlatih untuk berfokus pada hal-hal positif hanya akan membutuhkan materi dalam kadar standar saja (seadanya saja). Tetapi senantiasa memusatkan pikirannya kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Mereka juga senantiasa melakukan kebaikan dalam setiap aktivitas belajar dan bekerja yang digeluti hari demi hari.

Bukan tidak butuh materi tetapi ketika kenikmatan duniawi ditinggikan maka manusia akan berlomba-lomba meraihnya

Hedonisme adalah budaya yang berlebihan sebab secara standar dan default (bawaan – normal) manusia jelas membutuhkan materi untuk melanjutkan kehidupannya di dunia ini. Hanya saja, mereka yang hedonis cenderung melakukannya secara berlebihan sebab terlalu fokus terhadap hal tersebut. Orang-orang ini terpana dengan berbagai-bagai gemerlapan duniawi sehingga melupakan siapa dirinya yang sebenarnya. Keadaan ini jelas saja akan membuatnya semakin hari semakin konsumtif. Tentu saja ini akan membutuhkan biaya yang mahal untuk realisasinya. Saat mencari-cari pembiayaan inilah manusia cenderung memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, menghalalkan segala cara, merugikan orang lain bahkan lingkungan sekitar juga merugi.

Faktor penyebab seseorang menjadi hedonis

Para penganut paham hedonisme adalah balita yang masih tidak tahu apa-apa tentang dunia ini. Kita tidak menyadari bahwa sebenarnya selama hidup di dunia ini, pernah sewaktu-waktu menjadi sangat hedonis. Ini dikarenakan karena tingkat kecerdasan kita masih jauh di bawah standar, itulah mengapa hal tersebut dialami semasih bayi. Ini ditandai dengan begitu senangnya kita dulu saat orang tua membelikan mainan mobil-mobilan atau boneka. Saat seseorang sudah beranjak dewasa maka kemampuan memfokuskan pikiran kepada Tuhan menjadi lebih baik sehingga kita mulai mempasrahkan hidup hanya kepada Tuhan dan berbagai-bagai hal positif lainnya.

Kebahagiaan Sejati & Fokus Pikiran Positif

 

Aktivitas positif yang senantiasa “on,” itulah sesungguhnya yang menjadi dasar kebahagiaan, kedamaian, kelegaan dan ketenteraman hati masing-masing orang. Sayang, beberapa orang terlibat dalam budaya hedonisme yang menganggap materi atau lebih tepatnya uang adalah segala-galanya dimana semuanya memberikan kesenangan sesaat. Keadaan ini jelas-jelas membuat suasana hati seseorang senantiasa berubah-ubah. Akibatnya, sikap (perkataan dan perbuatan) yang dilakukannya sehari-hari cenderung tidak konsisten. Keadaan ini jelas-jelas tidak akan pernah menempatkan kita pada suasana hati yang tenang penuh kelegaan dari waktu ke waktu. Berikut ini alasan mengapa seseorang menganut hedonisme.

  1. Tidak percaya Tuhan (ateis atau semi ateis).

    Orang yang hedonis meninggikan materi di atas segala-galanya, itulah yang menjadi tuhannya. Keadaan ini jelas menyatakan bahawa seorang hedonis tidak percaya pada Tuhan. Sekalipun di kartu identitasnya tertulis jelas agama yang dianutnya tetapi pada dasarnya itu hanya di atas kerta belaka.

  2. Menganggap hidup hanya sekali dan tidak ada kehidupan setelah kematian.

    Ini adalah kata-kata yang sering sekali diucapkan oleh orang-orang yang hedonis. Mereka berpikir bahwa “hidup hanya sekali, jangan disia-siakan. Nikmatilah sepuasnya.” Jelas saja argumen semacam ini membuat mereka menjadi sangat konsumtif hari lepas hari.

  3. Merasa bahwa bahagia, damai dan tenteram diperoleh dan berasal dari luar dirinya.

    Mereka tidak menyadari bahwa bahagia, damai dan tenteram bisa dibuat oleh pikiran sendiri. Cenderung merasa bahwa semuanya itu harus diperoleh dari luar. Seperti seorang anak kecil yang senantiasa berharap agar dihiburkan oleh orang tuanya sendiri. Demikianlah orang-orang ini selalu merasa bahwa rasa bahagia, damai dan tenteram itu harus diperoleh dan dicari dari luar dengan menggunakan uang.

  4. Kurang cerdas – tidak mampu berkonsentrasi.

    Seperti seorang anak kecil yang tidak bisa senyam-senyum dan tertawa sendiri melainkan mereka harus dirangsang lewat permainan tebak-tebakan atau memberikannya sejumlah mainan. Keadaan ini terjadi karena perkembangan otaknya belum secerdas orang dewasa. Tetapi bagaimana jadinya ketika hal tersebut dialami oleh orang dewasa? Mereka yang tidak mampu menemukan kebahagiaan di dalam hatinya biasanya kurang cerdas sehingga kurang mampu berkonsentrasi untuk memikirkan Tuhan atau saat bekerja atau saat belajar.

  5. Sikap yang arogan.

    Beberapa orang menjadi hedonis karena mereka selalu ingin terlihat lebih baik, lebih hebat bahkan menang dari orang lain. Keadaan ini membuat kehidupannya cenderung lebih mengutamakan penampilan luar yang kelihatan waw. Saat penampilan dan aksesoris yang dimilikinya lebih baik dari orang lain maka saat itu jugalah dia merasa senang: bahagia, damai dan tenteram walau hanya sesaat. Sebab “masih ada burung di atas monyet“ dan siapa sangka di waktu mendatang tidak ada kesialan menghampiri?

  6. Harta benda yang melimpah-limpah.

    Orang yaang memiliki banyak harta benda secara tidak sadar telah tenggelam dalam budaya hedonisme. Mereka terkadang tidak menyadari keadaan ini, sebab pikirnya dia hanya membelanjakan uang yang dimilikinya. Biar bagaimanapun mereka cenderung meembelanjakan lebih banyak uang dari orang biasa sehingga secara tidak sada telah terjebak dalam budaya konsumtif yang sulit untuk dihilangkan. Jadi, bisa dikatakan bahwa semakin kaya seseorang maka semakin besar pula kemungkina untuk menjadi hedonis.

  7. Indra yang terpesona – kemampuan mengendalikan diri rendah.

    Hedonisme turut tercipta oleh karena indra kita yang tidak bisa tenang saat melihat hal-hal yang mewah disekitar. Orang yang tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya untuk membeli ini-itu. Kita juga maunya memiliki hal tersebut agar kehidupan ini terlihat seperti yang dipamerkan di berbagai iklan. Padahal, semua sudah tahu bahwa segala sesuatu dibalik layar kaca hanyalah sandiwara belaka bahkan ada hal-hal yang terkesan direkayasa menggunakan teknologi tertentu.

    Indra yang tidak dapat dikendalikan ini bisa terjadi karena berbagai faktor dari luar, misalnya karena berbagai-bagai pengaruh dari orang-orang disekitarnya. Berikut ini beberapa pengaruh yang kami maksudkan.

    • Pengaruh keluarga. Biasanya di dalam keluarga, orang tua yang menganut paham hedonisme akan cenderung menularkan pengaruh tersebut kepada anak-anaknya. Ini dikarenakan, anak-anak sangat dekat dengan orang tuanya dan mereka juga pasti selalu kecipratan dengan gemerlapan duniawi yang dikonsumsi oleh Ayah dan Bundanya.
    • Masyarakat dan lingkungan sekitar. Biasanya jika kita berada di lingkungan yang sederhana maka sederhanalah keseharian ini. Akan tetapi, saat seseorang bermukim di kompleks perumahan yang elit dimana hampir semua orang suka memamerkan harta benda, kemewahan, kemegahan dan kenyamanan yang dimilikinya maka secara tidak langsung gaya hidup semacam itu akan berpengaruh terhadap kita.
    • Lingkungan kerja. Biasanya orang yang bekerja ditempat-tempat dimana karyawannya memiliki gaji selangit cenderung menjadi hedonisme sekalipun hal tersebut tidak mereka sadari. Tetapi keberadaannya disatu lingkungan kerja yang sama membuat beberapa orang masing-masing saling bersaing untuk menikmati kesenangan duniawi yang terkesan berlebihan.
    • Sistem kerja. Para artis yang senantiasa bekerja di bagian pemasaran produk selalu ditawarkan dengan barang-barang mewah oleh para produsen. Mereka akan menemukan dirinya senantiassa berpenampilan mewah dan glamour semata-mata demi mempengaruhi konsumen agar membeli hal yang sama pula. Keadaan semacam ini bisa saja membuat mereka mendewakan materi (hedonisme) tetapi bagi mereka yang cukup kuat pastilah akan tetap hidup sederhana.
  8. Menganggap bahwa umur manusia terbatas maka nikmatilah.

    Keadaan ini membuat orang-orang hedonis sangat konsumtif. “Mereka hanya hidup untuk hari ini tanpa memikirkan hari esok,” sebab pikirnya usia yang pendek harus dinikmati sepuas-puasnya agar kelak kalau kita maninggalkan dunia, tidak ada penyesalan di dalam hati.

  9. Membanggakan kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang dimiliki.

    Orang yang bangga terhadap harta kekayaan yang dimilikinya cenderung fokus untuk meraih segala sesuatu lewat hal tersebut. Mereka mengumbar berbagai koleksi indah, mewah dan berkilau-kilauan yang dimilikinya semata-mata demi beroleh pengakuan dari pihak lainnya. Ia merasa bahwa dari semua material yang menawan dan eksotis itulah ada kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati.

  10. Sangat ketergantungan dengan kenikmatan dan kemuliaan duniawi.

    Mereka yang candu terhadap kenikmatan dan kemuliaan duniawi tertentu, jelas saja menganut paham hedonisme. Sebab mereka telah terlanjur menceburkan diri kedalamnya sehingga sulit untuk lepas dari semua hal tersebut. Sifat ketagihan akan kesenangan duniawi ini akan lebih sulit untuk dihilangkan terkecuali jika seseorang mau menginjak arogansi, merendahkan hati dan berpuasa.

  11. Dengan alasan mempercepat perputaran ekonomi.

    Beberapa pandangan dalam ilmu ekonomi beranggapan bahwa saat manusia menjadi hedonis maka keinginan mereka untuk membeli ini-itu akan meningkat. Keadaan ini jelas saja membuat manusia lebih banyak membeli barang dan/ jasa semata-mata demi kesenangan duniawi. Para penganut paham ekonomi semacam ini, dengan sengaja memancing masyarakat lewat berbagai media masa, iklan dan event agar membelanjakan uangnya lagi dan lagi.

Mengagung-agungkan materi membuat suasana hati mudah sekali berubah

Semakin kaya-raya manusia maka semakin besar kemungkinan dirinya hidup dalam paham hedonisme. Sebab jumlah uang yang banyak cenderung membuat kemampuan manusia untuk membeli barang dan jasa lebih tinggi-bebas. Ini semata-mata mereka lakukan karena berpikir bahwa hanya dengan memiliki kenikmatan dan kemuliaan duniawilah maka hatinya menjadi bahagia, damai dan tenteram. Padahal segala sesuatu yang ditawarkan oleh materi sifatnya sesaat saja. Keadaan ini cenderung membuat suasana hati seseorang mudah berubah-ubah. Sedang pada saat yang biasa segala kesenangan yang dirasakan hilang tetapi saat menikmati gemerlapan duniawi tiba-tiba suasana hati menjadi sangat ringan. Keadaan ini membuat suasana hati senantiasa berubah-ubah dan tak pasti.

Hedonisme Membuat Bahagia, Damai Dan Tenteram Tidak Konsisten

Semua orang pernah hidup dalam hedonisme. Saat dimana kita menganggap bahwa hanya dengan menikmati materi maka disanalah ada kesenangan. Orang yang hedonis jelas kebaikan hati yang diekspresikannya tidak konsisten sebab kebahagiaan adalah energi kebaikan hati. Bahkan sikap (perkataan dan perbuatan) yang diekspresikan kepada orang lain juga turut mengalami inkonsistensi. Oleh karena itu kejarlah kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati yang sejati, diperoleh dengan senantiasa bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan (bisa juga dengan berdoa dan membaca firman). Juga diperoleh dengan senantiasa berbuat baik kepada sesama lewat proses belajar dan menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kita.

Salam, materi itu fana sekali!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.