Infokom

10 Kebohongan Yang Diucapkan Lewat Telepon – Berbohong Kecil Mengantarkan Kita Pada Kebohongan Besar


Kebohongan Yang Diucapkan Lewat Telepon – Berbohong Kecil Mengantarkan Kita Pada Kebohongan Besar

Manusia adalah makhluk liar

Sadar atau tidak, manusia sama liarnya dengan binatang. Bahkan kita lebih lagi karena ilmu pengetahuan dan wawasan yang dimiliki maka berpotensi besar untuk melakukan hal dengan dampak kerusakan yang lebih besar. Misalnya saja, manusia bisa menebang beberapa pepohonan besar yang menimpa banyak tanaman kecil lainnya. Sedangkan hewan tidak pernah melakukan hal tersebut, satu-satunya yang melakukannya adalah gajah dimana itupun hasil dari instruksi pawangnya (seseorang). Kehidupan ini semakin liar karena cenderung menganggap bahwa tidak ada yang mengawasi aktivitas yang kita lakukan.

Teknologi membuat manusia semakin liar

Mengapa banyak orang sangat menyukai kebebasan? Karena kehidupan yang bebas membuat manusia semakin leluasa melampiaskan keliaran hidupnya kepada siapa saja. Berhubung karena sudah ada aturan yang menata kehidupan manusia dengan manusia lainnya sehingga orang yang merasa bebas tidak semena-mena. Tetapi bagi dunia yang berkecipung di bidang teknologi dimana seseorang tidak harus melakukan tatap muka dengan sesamanya untuk melakukan interaksi membuat kebebasan itu kembali benar-benar liar yang berujung pada aktivitas yang merugikan orang lain.

Pengetahuan sejak dari awal telah memisahkan manusia dengan Tuhan, bijaklah menggunakannya

Kembali lagi kepada kisah-kisah kemaknaan yang dihadapi di masa lalu atau lebih tepatnya yang dihadapi oleh nenek moyang kita, yakni Adam dan Hawa. Nenek moyang kita telah mencuri dari Pohon Pengetahuan Tentang Yang Baik Dan Yang Jahat, itulah semua ilmu pengetahuan yang kita peroleh hingga saat ini. Karena telah memakan dan hidup oleh Buah Pengetahuan Tentang Yang Baik Dan Yang Jahat itulah kita dibuang dari hadapan Tuhan dan dibuang dari tempat terindah di muka bumi, yakni Taman Eden. Sampai sekarang hal tersebut terus saja terjadi.

Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki oleh manusia telah menjadi jerat bagi dirinya sendiri sehingga membuat hidupnya  berlumuran dosa. Tidak cukup sekedar merugikan dirinya sendiri tetapi ia turu merugikan sesamanya bahkan iapun merusak lingkungan hidup yang selama ini menjadi penopang  (penyeimbang) aktivitasnya selama berada di bumi. Akibatnya, bumi menelan manusia itu sendiri dalam bencana alam (banjir, tanah longsor, banjir bandang, badai, angin kencang, kemarau, kekeringan, fuso, gelombang panas, kelaparan) dan orang-orang saling berperang (bencana kemanusiaan) untuk memperebutkan sumber daya yang ada.

Solusi, efek samping ilmu pengetahuan adalah kesetaraan

Manusia pertama hadi di bumi ini dengan membawa sumber dosa terbesar bagi seluruh umat manusia, yaitu ilmu pengetahuan. Semakin tinggi ilmu seseorang maka semakin serakah kehidupannya dan semakin liar sikapnya kepada orang lain dan lingkungan sekitar. Oleh sebab itulah, Tuhan Yesus datang membawa kesetaraan di bumi ini. Sebab tanpa kesetaraan, pengetahuan manusia hanya diarahkan untuk saling bersaing, saling menekan dan saling menjatuhkan. Pada akhirnya, sikap arogan ini akan membuat kita merasa bisa hidup sendiri lalu memusnahkan makhluk hidup lainnya. Keadaan inilah yang membuat alam tidak lagi bersahabat ( mengakibatkan bencana alam) dan kecanduan yang tinggi terhadap energi (peperangan untuk memperebutkan energi).

Teknologi membuat cara berinteraksi dengan  dengan sesama lebih variatif

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memperkenalkan kita dengan berbagai-bagai teknik komunikasi yang beraneka ragam. Ini membuat kebanyakan orang mengalami peningkatakan kreativitas untuk melakukan interaksi dengan orang lain. Keadaan tersebut membawa dampak baik bagi kehidupan manusia itu sendiri sebab dengan demikian dapat menggali potensi untuk kebaikan bersama. Sayang, disamping dampak positif yang dihasilkan teknik komunikasi di era teknologi informasi, ada pula keadaan yang menyebabkan dampak buruk bagi kehidupan seseorang bahkan bisa juga beresiko merugikan orang lain.

Pengertian kebohongan

Bohong adalah (1) tidak sesuai dengan hal (keadaan dan sebagainya) yang sebenarnya; dusta; (2) bukan yang sebenarnya; palsu (biasanya mengenai permainan). Sedangkan kebohongan adalah perihal bohong; sesuatu yang bohong (KBBI Luring). Menurut kami, kebohongan adalah tindakan seseorang untuk membenarkan dirinya atau untuk mempersalahkan orang lain. Ini adalah dosa manusia yang paling umum sebab semua orang pernah melakukannya (setidaknya sewaktu ia masih kecil), bisa juga seseorang melakukanntya tanpa menyadari akticitas tersebut.

Ketika seseorang sudah biasa menipu orang lain (menganggap itu hal sepele) maka pada satu titik penipuan yang dilakukannya akan terjadi begitu saja tanpa ia sadari sedikitpun. Ini juga dikarenakan oleh karena tidak ada orang yang menegurnya atau tidak ada hal yang menunjukkan bahwa apa yang selama ini dilakukannya adalah termasuk dalam aktivitas berbohong. Misalnya saja adalah kebohongan saat sedang bercakap-cakap lewat telepon. Saat seseorang menanyakan apa yang sedang dilakukan maka jawaban yang diberikan malah malantur karena ingin menutupi hal tersebut.

Dosa tetaplah dosa, kebohongan kecil sama saja dengan kebohongan besar

Anda jangan berpikir bahwa penipuan verbal yang kerap kali dilakukan saat berkomunikasi dengan sesama tidak termasuk dosa sebab hal tersebut hanya kata-kata dan belum dinyatakan lewat perilaku sehari-hari. Sadarilah bahwa Tuhan adalah pribadi yang menyukai kesetaraan, jadi besar kecilnya  kebohongan kita adalah sama-sama dosa yang membuat diri ini tidak layak dihadapan-Nya. Justru saat kita mampu jujur dalam perkara-perkara kecil maka akan dimampukan juga untuk jujur dalam perkara besar. Akan tetapi, ketika kita berbohong dalam hal-hal kecil maka akan semakin besar kemungkinan untuk berbohong dalam perkara yang besar.

Kebohongan adalah salah satu dampak negatif keberadaan teknologi

Ada dua jenis komunikasi, yaitu komunikasi langsung dan tidak langsung. Keduanya mengambil peranan penting dalam kehidupan manusia itu sendiri. Komunikasi lewat teknologi termasuk ke dalam jenis yang tidak langsung sebab orang-orang bisa menjalin interaksi satu-sama lain tanpa harus melakukan tatap muka. Interaksi semacam ini memang ada baik-buruknya, salah satu keuntungannya adalah lebih praktis dan dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan apapun keadaan yang sedang dihadapi. Akan tetapi ada juga efek samping dibalik semuanya itu, yakni menjadi sarana kebohongan dan penyebarluasan aksi penipuan dalam berbagai lini kehidupan.

Penipuan lewat telepon, internet dan media sosial juga berita hoax adalah bentuk konkrit penyakit yang disebabkan oleh teknologi

Penyakit masyarakat bisa dikendalikan dengan meningkatkan kesadaran diri, kemampuan berkonsentrasi, memperbaiki kesejahteraan dan penerapan ujian sosial yang pantas. Akan tetapi, seiring dengan keberadaan teknologi maka mulai muncullah berbagai-bagai penyakit baru yang beresiko tinggi merugikan manusia itu sendiri. Berkembanglah berbagai-bagai aksi kriminalitas semata-mata demi memperkaya diri sendiri dengan meraih rupiah dari kantong orang lain. Aksi ini dimulai dari penipuan lewat SMS, telepon dan media sosial. Bahkan bisa kami katakan bahwa setiap orang pernah mengalami hal yang sama setidaknya sekali semenjak penggunaan perangkat elektronik di bidang komunikasi (handphone, smartphone, tablet dan lainnya)

Faktor penyebab, mengapa seseorang ingin menipu sesamanya

Ada banyak alasan mengapa manusia menipu orang lain dimana di atas semuanya itu, yang paling utama adalah sikap yang arogan. Ada apa dengan arogansi? Sebab sikap yang arogan membuat seseorang menginginkan sesuatu yang lebih dan lebih lagi dari apa yang sudah dimilikinya. Keadaan ini identik dengan perasaan yang selalu merasa kurang-puas dalam segala hal. Orang-orang ini adalah mereka yang tidak dapat bersyukur atas pemberian Sang Khalik. Terus merasa kekurangan sehingga mendorongnya untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki untuk mencari uang dengan melakukan penipuan.

Sekalipun demikian, ada juga orang-orang tertentu yang sekedar memanfaatkan telepon dan internet demi membuat dirinya terkesan baik di mata orang lain. Mereka akan mengatakan hal yang indah-indah kepada sesamanya semata-mata untuk membuat orang lain senang terhadapnya. Orang yang berpikir bahwa saat ia mengatakan hal yang baik-baik saja maka orang lain akan lebih peduli kepadanya. Kebohongan semacam ini semakin merajalela tatkala komunikasi yang dilakukan adalah tidak langsung. Ia sendiri tidak merasa terbeban oleh aksinya yang menipu karena tidak ada yang mengawasi sementara ia sendiri jauh dari orang yang berhubungan dengannya.

Macam-macam bentuk kebohongan manusia yang diumbar melalui telepon

Ada banyak bentuk penipuan yang dilakukan seseorang melalui telepon seluler, baik hal tersebut disengaja maupun tidak disengaja. Pada dasarnya, semua bentuk ketidakjujuran ini berawal dari keadaan yang merasa tidak diawasi. Saat seseorang merasa tidak diawasi maka kata-kata yang keluar dari mulutnya terkesan tidak terkendali dan liar. Seperti kata pepatah “mulutmu harimaumu.” Artinya, “selamat tidaknya kehidupan kita tergantung apa yang diumbar kepada orang lain.” Baik, langsung saja kita bahas, apa-apa saja bentuk kebohongan yang diumbar saat seseorang berkomunikasi dengan telepon, berikut diantaranya adalah.

  1. Bagaimana keadaannya? Berbohong tentang kesehatan dan kehidupan sosial seseorang.

    Orang biasanya senang mengucapkan hal-hal positif tentang dirinya sendiri sekedar untuk lebih enak didengar oleh orang lain. Sedang yang lainnya cenderung ingin agar keberadaannya dirasakan buruk oleh orang lain sekedar menimbulkan belas kasihan bagi dirinya sendiri.

  2. Sedang dimana? Berbohong soal tempat yang dikunjungi.

    Beberapa menganggap bahwa posisi keberadaannya tidak perlu diketahui oleh orang tertentu. Mungkin ini dilakukan untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkannya atau sekedar mengelak dari kesalahan yang awalnya pernah dilakukannya.

  3. Lagi ngapain? Kebohongan seputar aktivitas yang dilakukan.

    Ada yang berusaha menyembunyikan apa yang sedang ia perbuat. Bisa saja ini berhubungan dengan peristiwa lainnya agar ia tidak diikutkan/ tidak diinstruksikan untuk melakukan sesuatu yang menurutnya cukup berat/ rumit untuk dikerjakan.

  4. Dengan siapa? Berbohong tentang orang yang bersama anda.

    Ini bisa dilakukan oleh siapa saja terlebih ketika sedang menjaga image di depan orang lain. Seolah menegaskan bahwa, “saya aman-aman saja disini.” Biasanya ini terjadi dengan orang-orang yang sudah memiliki pasangan atau mereka yang selalu diawasi kehidupannya.

  5. Gimana perasaanmu/ pendapatmu ke dia? Kebohongan seputar perasaan kita terhadap seseorang.

    Saat menelepon seseorang, tanpa disadari kita masuk dalam perjalanan cerita yang lebih pribadi tentang berbagai-bagai hal. Sekedar hanya memberi kesan yang baik kepada seseorang, ada yang mengucapkan kata-kata yang begitu indah di telinga. Ada pula orang yang hanya sekedar berusaha untuk membongi yang lainnya tentang sesuatu untuk alasan yang lebih khusus.

  6. Udah sampai dimana? Berbohong tentang perjalanan menuju suatu tempat.

    Saat diperhadapkan dengan pertanyaan semacam ini, ada yang mencoba untuk menjaga perasaan orang lain. Mereka sebenarnya orang yang tidak tepat waktu (suka terlambat) tetapi saat ditanya ini-itu, seolah-olah dirinya sudah berusaha untuk datang lebih cepat tetapi pengakuannya jalanan ternyata sedang macet-macetnya.

  7. Masih singel ya? Kebohongan seputar pasangan hidup.

    Seseorang mendapat telepon dari orang baru yang kelihatannya menarik. Iapun berusaha tampil muda sampai-sampai saat ditanyakan tentang pasangan status pernikahan, “mengaku masih jomblo.” Ini termasuk semangat muda yang berlebihan sebab setiap orang pada dasarnya masih punya jiwa muda sekalipun fisiknya sudah tua. Tetapi mungkin saja ada motif lain dibalik pengakuan tersebut.

  8. Kerja apa? Berbohong seputar pekerjaan yang dilakoni.

    Saat sedang pendekatan dengan seseorang yang kebetulan dikenal lewat sosial media, seseorang berusaha untuk selalu terdengar hebat di telinga orang lain. Berhubung karena yang di telepon berada jauh disuatu tempat entah berantah, maka ini dipandang sebagai suatu kesempatan baik untuk tampil glamour sekalipun dengan menghalalkan segala cara.

  9. Umurnya berapa? Berbohong tentang berapa sesungguhnya umurnya.

    Segelintir orang tidak mau jujur ketika ditanya tentang berapa umurnya saat ini. Entah apa dasar mereka untuk menyembunyikan hal tersebut tetapi mungkin saja ada dari mereka yang hanya sekedar main-main atau tidak ingin membuka diri kepada orang-orang baru.

  10. Alamatnya/ rumahnya dimana? Berbohong tentang tempat tinggal.

    Aneh juga rasanya ketika seseorang mencoba mencari tahu dimana rumah kita berada padahal baru satu-dua kali menjalin komunikasi lewat telepon seluler. Daripada memberikan pengakuan yang menipu, saran kami lebih baik jujur saja ke dia bahwa “saya tidak diperkenankan untuk memberitahukan hal tersebut kepada orang yang baru saya kenal.”

  11. Dan lain sebagainya, silahkan temukan sendiri.

    Jika para pembaca sekalian memiliki pengalaman tersendiri, silahkan disampaikan dalam kotak komentar.

Berbohong Kecil Mengantarkan Kita Pada Kebohongan Besar

Alasan utama mengapa orang berbohong adalah karena merasa tidak diawasi oleh siapapun. Adalah baik bagi kita untuk selalu meyakini bahwa ada Tuhan yang senantiasa memantau kehidupan ini 24  jam nonstop. Bahkan ketika kita sedang tidur sekalipun, Tuhan tidak pernah terlelap. Teruslah merasa bahwa “hari Tuhan sudah dekat!” Agar kita senantiasa mawas diri dalam segala sesuatu termasuk saat berkemunikasi melalui telepon. Jangan biasakan mengumbar kebohongan kecil sebab hal-hal kecil  akan mengantarkamu untuk melakukan sesuatu yang besar. Semua kita disini tidak mau kan, kalau besok-besok diri ini menjadi koruptor?

Salam, kejujuran kecil mengantarkan kepada perkara besar!

2 replies »

  1. waa terimakasih atas infomasinya lengkap banget dan bener juga si kebohongan itu adalah hal umum yg sering dilakukan pngguna tekhnologi dan bukan saja mulut yg bebahaya sekarang jempol pun jg bahaya. sekali klik, share hal yg tidak baik yasudah menyebar dg cepat. bijak2lah gunakan tekhnologi

    Disukai oleh 1 orang

    • Setuju teman. Semua harus dilakukan seolah kita selalu diawasi. Hindari menggunakan ID cloningan atau akun ghost sebab hal seperti ini bisa membuat kita lebih liar.
      Salam….

      Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.