Gejolak Sosial

10 Tanda Kecanduan Terhadap Sesuatu – Ciri Khas Ketagihan Yang Yang Mengubah Suasana Hati & Sikap Menjadi Buruk


Tanda Dan Proses Kecanduan Terhadap Sesuatu – Ciri Khas Ketagihan Yang Yang Mengubah Suasana Hati & Sikap Menjadi Buruk

Dunia ini penuh tanda yang logis dan masuk akal. Itulah yang membuat kita berbeda dari yang lainnya. Lewat ciri khas yang muncul, kita bisa mengkategorikan ini dan itu menurut keadaannya yang sebenarnya. Masing-masing bisa mengekspresikan signal positif tetapi bisa juga mencirikan hal yang negatif. Semuanya itu bergantung dari apa sebenarnya yang sedang kita amati. Karena pengetahuan bersifat relatif maka demikian jugalah dengan  pertanda yang bisa selidiki terhadap sesuatu dan lain hal. Oleh karena itu, selalu jaga netralitas ketika menilai sesuatu. Jangan sampai identifikasi yang dilakukan tidak akurat karena orang-orang tersebut merupakan musuh bebuyutan selama ini.

Terdapat dua ciri khas dari segala pertanda yang ada di bawah kaki langit, yaitu ada yang dapat dicitrakan oleh indra dan ada pula yang merupakan bagian dari hasil menerawang/ menhubung-hubungkan yang satu dengan yang lainnya. Tidak ada yang perlu diperdebatkan ketika segala ciri khas yang kita temukan bisa diindrakan oleh lima panca indra. Tetapi tanda tanpa ciri khas yang bisa diamati ini biasanya berhubungan dengan ilmu penerawangan alias ilmu perdukunan. Zaman sekarang, masing-masing orang yang memiliki tingkat kecerdasan yang mumpuni bisa saja membuat berbagai-bagai aktivitas yang menebak-nebak ini dan itu (cucoklogi). Seperti yang kami lakukan dalam blog ini, semuanya adalah hasil pemikiran logis yang dihubung-hubungkan secara terstruktur.

Pengertian tanda kecanduan

Tanda adalah (1) yang menjadi alamat atau yang menyatakan sesuatu; (2) gejala; (3) bukti; (4) pengenal; (5) petunjuk. Sedangkan candu adalah (a) getah kering pahit berwarna cokelat kekuning-kuningan yang diambil dari buah Papaver somniferum, dapat mengurangi rasa nyeri dan merangsang rasa kantuk serta menimbulkan rasa ketagihan bagi yang sering menggunakannya; (b) cairan kental berwarna hitam yang keluar dari rokok yg diisap yg melekat pd pipa; (c) sesuatu yang menjadi kegemaran (KBBI Luring). Jadi bisa dikatakan bahwa tanda kecanduang adalah ciri khas seseorang yang sedang ketergantungan terhadap sesuatu, baik yang dapat diamati oleh indra maupun yang hanya bisa dirasakan lewat gelagak/ sikap yang diekspresikan.

Pembatasan masalah

Cakupan yang kami bahas disini cukup luas, tidak hanya soal obat-obat terlarang (narkoba), rokok, miras, dan berbagai jenis napza lainnya. Kami juga membahas segalah bentuk ketagihan terhadap hal-hal materi lainnya, misalnya makan-minum, belanja, kopi, game, sosial media, smartphone dan lain sebagainya. Pada dasarnya semua bentuk kecanduan semacam ini memiliki efek yang sama pada setiap manusia. Apa yang kami tinjau disini mungkin hanya akan memberitahukan tentang sesuatu yang berhubungan erat dengan kesehatan mental masing-masing pecandu. Sekalipun kami juga membahas hubungannya dengan kesehatan fisik tetapi semua itu lebih minimal.

Bagaimana tahapan/ proses seseorang menjadi candu terhadap sesuatu?

Dari awal, manusia dilahirkan sendiri-sendiri, sekalipun ada yang kembar tetap saja hal tersebut tidak mengurangi ajakan untuk mandiri. Tetapi seiring waktu berlalu beberapa orang terlalu memanjakan indranya. Mereka lebih suka dibuai oleh nikmatnya dunia ini sehingga lupa diri atau lebih tepatnya tidak mampu lagi mengenali dan mengendalikan dirinya sendiri. Ini diawali karena kebiasaan mengkonsumsi/ membeli/ menerima sesuatu secara terus-menerus. Sampai-sampai dinikmati secara berlebihan atau menjadikannya sebagai sebuah pelarian sehingga lama kelamaan hal tersebut akan membuatnya ketagihan, berikut kronologinya.

  1. Hanya memfokuskan pikiran pada kenikmatan (materi) dan kemuliaan duniawi (penghormatan, penghargaan, pujian, popularitas).
  2. Terlalu membangga-banggakan pencapaian yang diraih.
  3. Kebebasan finansial yang mumpuni (di atas awan – melebihi rata-rata manusia).
  4. Menikmati indahnya gemerlapan duniawi secara terus-menerus.
  5. Menjadikan kenikmatan dan kemuliaan duniawi sebagai pelarian.
  6. Kesehatan terganggu dan usia menua sehingga rasa pada panca indra mulai berkurang.
  7. Muncullah hasrat untuk menginginkannya lebih/ menambah dosis/ menggunakan hal lainnya yang lebih keras dan kuat efeknya.

Ketergantungan pertanda kurangnya kemandirian hidup

Kami juga pernah merasakan masa-masa kecil itu dan sekarangpun hidup ini sedang ketergantungan dengan orang tua. Ya, saat kita masih kecil, hidup ini begitu candu dengan keberadaan Ayah dan Bunda. Seperti tidak mau lepas dari jangkauan mereka, kita berada di bawah asuhan yang tepat. Hidup kita memang tidak bisa benar-benar asli mandiri sebab jika demikian maka tidak perlu lagi berjalan santai ke warung sebelah atau ke pasar untuk membeli beberapa keperluan. Maksud kami disini adalah jangan juga sampai hidup ini kita gantungkan sepenuhnya (seluruhnya) kepada orang lain. Tetapi adalah baik bagi setiap orang untuk mengerjakan apa yang menjadi bagiannya sendiri, semampunya. Lebih dari itu, tidak masalah jika orang lain turut campur tangan.

Candu adalah kelemahan

Masing-masing dari kita memiliki kekurangan. Biasanya, ada kelemahan yang dibawa sejak dari lahir dan ada pula yang baru diperoleh setelah mengalami beberapa peristiwa tragis. Semua itu adalah cobaan hidup yang harus kita hadapi dengan tabah sembari tetap memuliakan Tuhan dan berbagi kebaikan kepada sebanyak-banyaknya orang. Tetapi ada satu hal yang sangat merugikan diri sendiri, yaitu ketika terjebak dalam suatu situasi yang benar-benar membuat kita candu. Jelaslah bahwa ketergantungan akan hal-hal duniawi adalah suatu kelemahan. Sebab saat kita kecanduan terhadap sesuatu dan lain hal maka secara otomatis hal tersebut akan membuat kepribadian kita goyah ketika jumlahnya berkurang bahkan sudah tidak ada lagi.

Ketergantunganmu membuatmu dikendalikan orang lain

Biasanya kita patuh terhadap atasan di kantor karena apa yang dikatakan/ diinstruksikannya berhubungan erat dengan kebenaran atau berkaitan dengan peraturan yang berlaku. Tetapi lain halnya ketika patuh terhadap seseorang karena dia menyimpan atau lebih tepatnya mengetahui rahasia kita sehingga menggunakannya untuk mencoba mengendalikan diri ini. Dibalik semuanya itu, tahukah anda bahwa ada satu hal lagi yang dimanfaatkan orang lain untuk mengintervensi dan mengatur kehidupan kita? Lewat kecanduan yang dimiliki, orang lain akan berusaha mengontrol kehidupan ini. Jadi, berhati-hatilah terhadap sifat-sifat candu yang anda miliki, jika sampai hal tersebut dipahami orang lain maka mereka akan mampu membawa kita dalam keinginannya.

Candulah dalam hal-hal yang benar – Ketergantungan dalam memberi tetapi jangan candu menerima

Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa kita tidak bisa sepenuhnya mengendalikan dunia beserta orang-orang yang ada disekitar. Tetapi kita sangat dimungkinkan untuk mengendalikan diri sendiri, mengatur apa yang patut dikatakan dan diperbuat kepada dunia. Sepenuhnya mengendalikan apa yang bisa kita berikan kepada sesama dan lingkungan sekitar. Dalam hal inilah sebenarnya kita bisa ketagihan sebab apa yang kita berikan bisa dikendalikan sendiri. Jadi ketergantunganlah untuk memberikan hal-hal yang benar, yaitu mengasih Allah seutuhnya dan sesama manusia seperti diri sendiri. Tetapi hindari ketergantungan terhadap apa yang kita terima karena asalnya dari orang lain sedang sesama manusia tidak bisa dikendalikan sepenuhnya.

Inilah alasan yang paling logis mengapa kami mengajak anda untuk menikmati materi secara fluktuatif, yakni untuk menghindari resiko ketagihan. Demikian juga terhadap penghargaan, penghormatan, pujian dan popularitas, sebab semuanya ini sifatnya tidak stabil. Jika kita terlalu fokus dan bangga dengan hal-hal tersebut, akibatnya kenyataan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Keadaan ini jelas akan membuat kita kecewa, marah bahkan mengamuk. Oleh karena itu, berhenti menggantungkan kebahagiaan kepada sesuatu yang diberikan orang lain dan dunia ini (kenikmatan dan kemuliaan duniawi). Tetapi candulah untuk mengekspresikan/ memberikan/ melakukan/ menegakkan kebenaran, baik dengan cara mengasihi Tuhan seutuhnya maupun sesama seperti diri sendiri.

Bagaimana tanda seseorang yang mengalami kecanduan?

Pada dasarnya, pertanda orang yang ketagihan dengan sesuatu dengan yang tidak dapat diamati dari gelagaknya. Biasanya mereka yang telah kecanduan akan mengalami perubahan sikap yang signifikan ketika hal-hal candu tersebut telah dilepas/ tidak lagi dikonsumsi. Tetapi orang yang tidak ketergantungan terhadap sesuatu dan lain hal cenderung lebih tenang dan santai sekalipun dunia ini memberikannya berbagai-bagai rasa yang fluktuatif. Di tengah fluktuasi kehidupan mereka lebih memilih untuk tetap menunjukkan ekspresi sikap yang konsisten, yaitu fokus Tuhan dan melakukan kebaikan kepada sesama lewat proses belajar dan pekerjaan yang ditekuni. Berikut ini beberapa tanda seseorang yang ketagihan terhadap sesuatu.

  1. Uang habis – tabungan menipis.

    Bila seseorang ketagihan belanja terus-menerus, keadaan ini beresiko tinggi menguras isi dompetnya. Terlebih ketika ia begitu antusias mengikuti trend yang dipopulerkan oleh berbagai-bagai media yang ada. Keadaan ini akan semakin diperparah ketika ada pula orang yang mau jadi rival dan bersaing untuk mengikuti berbagai perkembangan mode terbaru dan teranyar. Bisa-bisa keadaan ini beresiko menguras tabungan ketika kemampuan mengendalikan arogansi tidak ada.

  2. Membuat seseorang terlena.

    Ciri khas dari seseorang yang terlanjur kecanduan terhadap materi adalah saat menikmati hal tersebut bisa-bisanya ia lupa diri bahkan lupa segala sesuatu. Ini adalah pertanda bahwa sesuatu dan lain hal telah membuat kita candu. Tetapi, disisi lain hal ini juga bisa menjadi salah satu cara agar masing-masing dari kita saling membutuhkan satu sama lain, layaknya hubungan suami istri yang saling terlena satu sama lain.

  3. Kehilangan rasa tenang dan sikap santai karena kecewa.

    Kenalilah dirimu teman, ketika ada sesuatu yang membuat rasa tenang di dalam hati tiba-tiba pergi, ada kemungkinan kita telah ketergantungan terhadap sesuatu tetapi tidak bisa memenuhinya saat ini. Biasanya, saat ada rencana untuk berkunjung ke suatu tempat wisata atau ada keinginan untuk makan di luar. Tetapi, karena sesuatu dan lain hal, kesempatan itu tertunda dan tertunda lagi sehingga membuat kita yang biasanya santai kehilangan semuanya itu dalam sekejab karena rencananya batal.

    Batalnya rencana semacam ini juga menjadi ujian bagi kita agar mampu mengendalikan ketergantungan terhadap sesuatu. Orang yang rencananya pernah batal untuk menikmati hidup akan berangsur-angsur berkurang sifat-sifat ketergantungannya terhadap gemerlapan duniawi. Jika seseorang belajar sabar menghadapi kekecewaan maka suatu saat nanti rasa tersebut akan bermanfaat untuk membuatnya tidak lagi terlalu candu (berharap) terhadap hal-hal materi.

  4. Panik – pusing – takut.

    Memang tidak selamanya orang yang panik itu karena tidak mampu lagi membeli sesuatu yang biasa dikonsumsinya hari demi hari. Terkadang juga orang bisa panik karena suatu tekanan dari keadaan yang acak. Ketika kita suka bingung mau melakukan apa karena kebetulan materi atau penghargaan yang biasanya diterima ternyata sudah tidak ada lagi. Ini adalah pertanda buruk bagi kedamaian, ketenteraman dan kebahagiaan di dalam hati.

  5. Merasa kesal.

    Saat seseorang begitu kecanduan terhadap kenikmatan atau kemuliaan duniawi tertentu maka ketika hal tersebut tidak lagi ada maka perubahan sikapnya sangat kentara. Rasa kesal akan menguasai hatinya sehingga saat diajak bicarapun tidak mau menjawab. Jika biasanya dia adalah orang yang baik maka kebaikan hatinya itu akan ditelan oleh kebencian sehingga tidak bersisa lagi.

  6. Menjadi risih – suka marah-marah.

    Memang banyak hal yang membuat orang suka cerewet menanggapi orang lain. Saat seorang teman anda menjadi sangat sensitif ketika dimintai ini-itu, ada kemungkinan keadaan tersebut disebabkan oleh karena apa yang biasanya diterimanya dari orang lain sudah tak diperoleh lagi. Ini adalah sebuah tantangan bagi kita sebab tidak mudah menghadapi seseorang yang sikapnya tiba-tiba berubah menjadi bawel dan lebih suka marah-marah saat mengatakan sesuatu.

  7. Mendorong seseorang untuk berperilaku menyimpang.

    Seseorang biasanya selalu membeli ini itu secara rutin di suatu tempat. Ia sudah sangat ketergantungan dengan keadaan ini dimana tidak ada seminggu yang dilewatkan tanpa membeli barang tersebut. Tetapi, karena sesuatu dan lain hal, tiba-tiba saja penerimaannya menipis sehingga kebiasaan tersebut harus segera dihentikan. Mencoba menghentikannya selama beberapa waktu tetap hasrat untuk belanja tidak lagi tertahankan sehingga dompet teman kos-pun dicuri buat memenuhi hasratnya yang sudah sangat menggebu-gebu itu.

  8. Pusing kepala – sakit kepala.

    Mungkin karena terlalu bersusah hati karena pujian, penghargaan dan penghormatan yang biasanya membuat mata berbinar-binar dan telinga tersanjung kini sudah tidak ada lagi. Keadaan semacam ini membuat rasa bahagia di dalam hatinya direnggut sampai ke akar-akarnya. Yang tersisa saat ini di dalam pikirannya hanyalah rasa kesal yang membuatnya semakin pusing saja memikirkan segalanya. Kepalanya sakit karena bersusah hati, bagaimana bila keadaan tersebut terus saja berlanjut? Bagaimana ia bisa menjalaninya hidup kedepannya tanpa semua kemuliaan duniawi itu?

  9. Tidak bisa tidur dengan nyenyak.

    Terlalu menggantungkan kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati kepada dunia ini membuat kita kuatir tentang masa depan. Terlebih ketika sudah mulai muncul keadaan yang kurang menyenangkan akibat gejolak sosial yang berlangsung baru-baru ini. Kekuatiran semacam ini beresiko tinggi membuat seseorang tidak bisa tidur semalam-malaman sebab ia terus mencari-cari cara agar kenikmatan dan kemuliaan duniawi tersebut bisa terus dirasakan seumur hidup.

  10. Mengalami over dosis – sakau.

    Biasanya orang yang kecanduan terhadap sesuatu dan lain hal akan terus-menerus mengkonsumsi hal tersebut dari hari ke hari. Akan tetapi seiring dengan kemunduran kesehatan dan usia yang menua maka syaraf-syaraf pada indranya mulai meluruh dan melemah. Rasa nikmat yang dahulu dirasakannya kini tinggal sebatas saja bahkan tidak lagi sampai membuatnya tersenyum. Akibatnya, iapun menambah dosisnya lagi dan lagi. Keadaan ini jelas berdampak buruk bagi kesehatannya. Berangsur-angsur tetapi pasti, ia akan mengalami over dosis, menderita penyakit metabolis hingga membuatnya kehilangan kesempatan untuk hidup lebih lama lagi.

Hindari ketagihan menerima sesuatu dari luar dirimu tetapi candulah melakukan kebenaran yang hakiki

Segala sesuatu di dunia ini sifatnya relatif. Misalnya soal sifat ketagihan manusia akan sesuatu, hal ini juga baik jika berlaku dalam sebuah keluarga dengan begitu hubungan yang wajar tersebut semakin dekat satu sama lain. Tetapi ketergantungan akan kenikmatan dan kemuliaan duniawi beresiko membuat tabiat seseorang berubah secara drastis. Yang awalnya begitu tenang , sabar dan santai menghadapi segala sesuatu tetapi tiba-tiba berada diluar kendali dan sikapnya sungguh jauh dari kata sopan  dan baik. Terkadang hal ini disebabkan oleh karena seseorang kehilangan sesuatu yang selama ini membuatnya candu.

Ada baiknya, mulai kenali hal-hal yang membuatmu kecanduan dalam hidup ini agar tidak ada orang yang bisa menggalaukan, mempermainkan dan mengendalikanmu suatu saat nanti. Cara jitu mengatasinya adalah nikmati hidup fluktuatif dan belajar/ berlatihlah kuat saat dirimu kecewa. Jangan biasakan diri ketergantungan dengan jumlah/ jenis kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang berasal dari dunia ini sebab semua itu tidak bisa kita jamin selalu ada 100% dari hari ke hari. Tetapi gantungkanlah kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman hidupmu pada kebiasaan fokus Tuhan (doa, firman dan nyanyian pujian) juga dengan senantiasa berbagi kasih kepada sesama lewat pelajaran dan pekerjaan yang ditekuni.

Salam, candulah memberi  yang baik & benar tetapi terima apa adanya baik buruknya pemberian/ perlakuan orang lain!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s