Gejolak Sosial

Keinginan Tidak Ada Matinya (Desire Never Die!), Hawa Nafsu Tidak Ada Habisnya!


Keinginan Tidak Ada Matinya (Desire Never Die!), Hawa Nafsu Tidak Ada Habisnya!

Keinginan tidak ada matinya

Desire never die! Selama manusia belum mati maka selama itu pula keinginan tetap ada. Selama bumi terus berputar maka selama itu pula yang namanya hawa nafsu selalu muncul dari dalam hati manusia itu sendiri. Ini tidak murni sebagai tabiat buruk sebab segala sesuatu yang ada di bumi ini sifatnya relatif. Tergantung bagaimana anda mengarahkan dan memanfaatkannya. Demikian halnya dengan hasrat yang sudah tertanam sejak dari awal kita dibentuk dalam rahim seorang Ibu. Tidak ada seorangpun yang tidak memilikinya karena itulah sering dikatakan bahwa hawa nafsu adalah manusiawi. Hanya saja setiap manusia menyekspresikannya dengan cara yang berbeda. Perbedaan ekspresi terhadap sifat ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan seseorang memanajemen pola pikiranya dan kepadatan aktivitas yang dilakukan hari lepas hari.

Pengertian keinginan tidak ada matinya/ tidak ada habisnya adalah pikiran/ hati manusia yang selalu berhasrat untuk mengkonsumsi/ memiliki/ memakai ini – itu tidak akan pernah habis sampai akhir hayatnya (hari matinya).

Jangankan manusia benda matipun memiliki hasrat

Sifat yang satu ini tidak hanya dimiliki  oleh manusia. Seperti yang kami katakan pada tulisan sebelumnya bahwa setiap makhluk hidup di muka bumi memiliki hasrat satu sama lain. Hanya saja hal tersebut berbeda-beda menurut kebutuhannya. Misalnya saja tumbuhan hijau, hasratnya adakah menyerap tanah dan menghirup karbon dioksida. Hewan di padang belantara, ada yang mengkonsmsi tanaman dan ada pula yang mengkonsumsi daging hewan lainnya. Hanya saja, apa yang mereka ambil dari lingkungan sekitarnya sifatnya hanya untuk kebutuhan hari ini. Memang mereka menimbun hal tersebut di dalam dirinya tetapi tidak pernah melakukannya secara berlebihan. Sedang manusia itu sendiri, apa yang ditimbunnya melebihi apa yang dapat dikonsumsinya sampai beberapa bulan bahkan menahun.

Segala sesuatu di jagad raya terhubung dengan yang lain lewat hasratnya yang kuat akan energi (Desire never die!)

Masing-masing makhluk hidup di bumi ini mengambil apa yang diperlukannya dari pihak lain, seadanya saja. Tetapi manusia dengan segala ilmu pengetahuannya berpotensi besar untuk melakukan penimbunan dalam jumlah banyak sampai melimpah-limpah (serakah). Tumbuhan membutuhkan tanah dan garam mineral untuk hidup. Hewan membutuhkan tanaman hijau sebagai sumber kekuatan fisiknya. Demikian juga manusia membutuhkan hewan dan tumbuhan sebagai asupan makanan dan minuman baginya. Sedangkan tumbuhan hijau sebagai produsen pertama sangat membutuhkan sinar matahari untuk membentuk bagian-bagian dirinya termasuk buah dan umbi yang dimilikinya.

Segala Sesuatu Di Alam Semesta Terhubung Satu Sama Lain

Ada banyak jenis makhluk hidup yang ada di dunia ini. Masing-masing memiliki peran yang tidak bisa digantikan oleh makhluk hidup lainnya. Setiap jenis sangat menggantungkan kehidupannya kepada jenis lainnya. Makhluk hidup yang satu mengubah energi menjadi bentuk yang lain sehingga menjadi asupan makanan bagi jenis makhluk hidup lainnya. Demikianlah semuanya saling kait-mengait karena komponen yang satu menginginkan (membutuhkan) energi dari makhluk hidup lainnya. Sedang setiap jenis organisme akan menghasilkan semacam kotoran dari hasil metabolisme lalu diuraikan oleh kuman pembusuk. Pada akhirnya, di ujung kehidupan (hari matinya) setiap makhluk hidup akan kembali terurai untuk mengembalikan semua energi yang telah diambil  dari alam.

Hawa nafsu erat kaitannya dengan tingkat kecerdasan sehingga serakah tapi apa jadinya ketika harta dikembalikan kepada negara ketika seseorang meninggal?

Ilmu pengetahuan yang kita miliki telah membuat hasrat di dalam hati semakin terpelihara. Jika makhluk hidup lainnya tidak bisa menimbun lebih banyak kecuali apa yang dibutuhkannya hari itu juga sebab sekalipun dikumpulkannya tetap akan membusuk dan tidak dapat dikonsumsi lagi. Namun berkat ilmu pengetahuan dan kecanggihan teknologi yang dimiliki, kita dimungkinkan untuk menimbun lagi dan lagi bahkan lebih banyak dari yang dapat dikonsumsi oleh generasi yang ke dua atau ke tiga. Bahkan kami pernah mendengar ada orang yang saking banyak hartanya sampai tujuh turunan tidak akan habis. Manusia semakin cerdas, semakin pandai menggunakan teknolog, semakin pintar menipu dan semakin serakah. Tetapi apa jadinya ketamakan itu ketika setiap warga yang meninggal maka hartanya akan dikembalikan ke negara? Toh semua yang dimilikinya itu asalnya dari negara ini kan? Niscaya tidak ada lagi korupsi dan tidak ada lagi ketamakan.

Sadar atau tidak, kehidupan ini terhubung dan tertopang oleh berbagai-bagai keberadaan makhluk hidup lainnya.

Di tengah kepintaran kita harus menyadari bahwa kehidupan ini tidak akan berdiri sekuat dan setegar ini tanpa bantuan dari pihak luar termasuk makhluk hidup lainnya. Inilah hakekat manusia sebagai makhluk sosial, kita terhubung dengan sesama karena ada sesuatu yang kita butuhkan darinya. Sama halnya, kita  membutuhkan hewan untuk keperluan daging sebagai sumber protein. Demikian juga, kita malah lebih membutuhkan tumbuhan hijau di padang sebagai sumber serat, vitamin, mineral, oksigen dan turut menyerap intensitas sinar matahari yang sampai ke bumi. Tanpa dipungkiri, benda-benda mati sekalipun tetap kita butuhkan. Seperti tanah untuk membangun, lahan untuk bercocok tanam, garam untuk kesehatan, air untuk minum, sinar matahari untuk kehangatan dan lain-lain. Semua ini menandakan bahwa keinginan terhadap berbagai bentuk energi mengharuskan kita agar selalu menjalin hubungan yang bertanggung jawab, yakni disamping memanfaatkannya harus juga ada upaya untuk menjamin keberadaan/ ketersediannya dari generasi ke generasi.

Arogansi dan persaingan telah mem-blow up hawa nafsu sehingga lebih tinggi dari yang seharusnya

Kita berpikir bahwa bagus ketika power (kekuasaan, pengetahuan, gaji) yang dimiliki lebih tinggi/ besar dari orang lain. Tetapi secara tidak langsung hal ini telah memicu berkembangnya bibit-bibit arogansi di dalam hati. Kita tidak menyadari bahwa hal ini telah menciptakan semacam persaingan antara manusia sehingga membuat keinginan kita meroket. Hawa nafsu yang meledak-ledak pada awalnya menjadi semangat di dalam hati tetapi keadaan ini akan berdampak negatif ketika hal tersebut tidak terwujud. Seseorang bisa saja menjadi tidak terkendali, temperamen, suka marah-marah, melakukan tindakan hiper dan aksi kekerasan kepada orang lain. Tetapi, ada juga orang yang melakukan hal sebaliknya, yakni dengan menyakiti diri sendiri. Bahkan bagi mereka yang mencari-cari pelarian maka hasratnya akan hal-hal tertentu menjadi sangat tinggi. Misalnya, dengan mengkonsumsi makanan banyak-banyak, membeli pakaian banyak dan lain sebagainya.

Tidak menyadari, apa yang kita inginkan telah mengganggu kehidupan sesama dan merugikan lingkungan sekitar

Hawa nafsu memang tidak ada habisnya. Semakin kita mengejarnya semakin haus dahaga ini akan kepuasan. Ibarat pepatah yang mengatakan “semakin dikejar semakin jauh, tambah diburu tambah kurang.” Demikianlah ketika kita hanya mendedikasikan hidup hanya untuk mencari hal-hal duniawi. Begitu hasrat di dalam hati menargetkan sesuatu maka kitapun termotivasi untuk melakukan ini dan itu. Motivasi untuk mencari keinginan ini memang pada awalnya baik-baik saja. Tetapi ketika kita sangat menginginkannya, ada hadiah/ penghargaan besar menanti di depan dan kondisi keuangan juga sangat mumpuni (lebih dari rata-rata). Akibatnya, mencari-cari jalan lain agar kemenangan yang diperoleh lebih pasti.  Akhirnya, melakukan upaya yang berada di luar jalur yang seharusnya dimana identik dengan menghalalkan segala cara sehingga secara masif merugikan orang lain dan merusak lingkungan hidup.

Barulah kita kapok mengejar keinginan saat menyadari akibatnya, itu baik sebagai pengalaman!

Berhati-hatilah dengan keinginan yang kadang-kadang mencuat dari dalam hati. Perbaiki motivasi anda saat mengejar sesuatu, jangan lakukan itu demi uang, pujian dan penghormatan sebab hal-hal semacam inilah yang membuat kita terjebak dalam kekecewaan yang besar. Pula jangan terlalu menggilainya sehingga bermaksud melegalkan segala cara demi terwujudnya hal tersebut. Tetapi jadikanlah kebenaran sebagai motivasimu, yaitu semata-mata demi kemuliaan nama Tuhan dan demi membawa dampak (manfaat) bagi kehidupan sesama.

Biar bagaimanapun, dalam hidup ini pastilah ada masanya dimana kita terjebak dalam hawa nafsu sendiri sampai jatuh tergeletak saat mengejarnya. Bahkan mungkin hal tersebut sempat juga merusak hubungan dengan sesama dan mencemari lingkungan dengan sangat. Bila anda sudah menyadarinya dan menyesal: alangkah lebih baik jikalau tidak bersedih hati karena kesalahan tersebut. Tetapi lanjutkan hidupmu, tinggalkan masa lalu, jadikan itu sebagai pengalaman, fokus kepada Tuhan dan berhati-hatilah agar tidak sampai terperosok dalam kesalahan yang sama kelak. Selalu ingat untuk memotivasi diri sendiri menggapai sesuatu demi kebesaran Tuhan dan demi kebaikan sesama.

Jangan sampai hawa nafsu di dalam hati mengarahkan kita untuk saling menindih satu sama lain. Mengeksploitasi sumber daya alam demi kepentingan pribadi dan kelompok. Dimana pada akhirnya, semua hal tersebut akan mengantarkan bencana alam yang dahsyat sebagai pembalasan atas keserakahan terhadap kekayaan alam. Bahkan peperangan sudah menunggu kita di depan untuk saling memperebutkan sumber energi demi memasok dan mewujudkan keserakahan akan berbagai-bagai gemerlapan duniawi. [apakah kita harus menghadapi semuanya ini baru berhenti menginginkan lebih (arogansi) dan menjadi serakah?]

Solusi jitu agar keinginan yang tidak ada habisnya, tidak menjadi liar

Seperti yang kami ungkapkan pada tulisan sebelumnya bahwa pada hakekatnya pikiran manusia terdiri dari dua komponen, yaitu sistem sadar dan alam bawah sadar. Biasanya hawa nafsu yang tidak ada matinya berada dalam (tertidur) sistem alam bawah sadar pikiran. Alam bawah sadar manusia tidak akan mendominasi pikiran anda jika selalu aktif fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja (sesuai bakat dan kemampuan masing-masing). Akan tetapi, begitu aktivitas pikiran nihil (tidak ada) maka hawa nafsu yang sesat dan berlebihan pastilah akan menguasai pikiranmu. Akibatnya berbagai-bagai hal akan diinginkan hatimu sehingga diperjuangkan dengan cara-cara yang tidak sehat.

Selama kita mampu menjaga pikiran tetap aktif maka selama itu pula kemungkinan untuk munculnya berbagai-bagai hal yang lebay dan sesat semakin minim. Setelah itu, usaha yang perlu anda lakukan juga adalah dengan menekan arogansi dan menginjak diri sendiri (rendah hati). Sebab sikap yang arogan adalah roket yang membuat hasrat di dalam hati semakin menjadi-jadi. Selain itu kita juga perlu menjalani ujian kehidupan sebab saat kita dicobai oleh ketelodoran orang lain secara tidak langsung timbullah rasa kecewa. Ketahuilah bahwa kekecewaan yang dibawa ke ranah positif akan menjadi kekuatan yang membuat hasrat yang menggebu-gebu terhadap sesuatu menjadi lebih datar – biasa saja (kalau ada ya, kalau tidak tetap disyukuri).

Salam, desire never die but disappointment make free!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s