Ekonomi

+10 Cara Mengurangi Jumlah Penduduk, Sangat Terstruktur Tapi Keji, Masif Dan Halus; Berhati-Hatilah Teman

Cara Mengurangi Jumlah Penduduk, Sangat Terstruktur Tapi Keji, Masif Dan Halus; Berhati-Hatilah Teman

Penting sekali dalam kehidupan untuk melakukan kebaikan kepada Tuhan dan kepada sesama manusia. Kebaikan kepada Tuhan kita wujud nyatakan dengan memuliakan namanya, berdoa dan membaca firman-Nya. Kasih kepada sesama dinyatakan dengan menjadi orang yang mampu berbagi manfaat bagi sesama manusia. Setiap hal yang baik pada dasarnya membutuhkan pengorbanan agar kebaikan tersebut bisa terealisasi sepenuhnya. Ada orang yang beranggapan bahwa hidup ini penuh pengorbanan. Sayang beberapa orang membuat ajaran  pengorbanan ini diselewengkan. Mereka sering berkata demikian, “lebih baik mengorbankan beberapa demi menyelamatkan ribuan bahkan jutaan orang lainnya.” Padahal yang mereka maksudkan sebenarnya adalah bukan menyelamatkan sesama manusia melainkan untuk menyelamatkan aset berharga, harta kapitalis yang dimilikinya.

Sikap manipulatif hanya berujung pada ketakutan

Manusia zaman sekarang memang edan. Karena dirinya begitu pintar maka segala sesuatu dimanfaatkan demi kepentingan pribadi dan kelompoknya sendiri. Sedangkan kelompok lain akan diabaikan bahkan yang lemah darinya turut ditindas semata-mata demi kepentingan pribadi. Bukan karena jumlah mereka banyak, bukan pula karena otot mereka kuat tetapi karena mereka memiliki ilmu pintar-pintar (licik), uang yang lebih banyak dan kekuasaan itu sendiri. Orang-orang ini, tampil begitu memukau di depan publik. Mereka membangun image yang baik tentang dirinya sendiri, sayang semuanya itu hanya bagian luarnya saja. Sesungguhnya ketika kita mendekat dan mengamati baik-baik kehidupannya maka bisa dikatakan bahwa hari-harinya penuh rampasan dan ketakutan juga setiap waktu yang dijalaninya diiringi oleh sikap manipulatif sempit.

Kekuatan ilmu pengetahuan

Orang yang memiliki ilmu pengetahuan seharusnya dapat membawa pengaruh besar bagi kehidupan umat manusia. Mereka harusnya menjadi kaum yang membawa perubahan besar di dalam suatu masyarakat. Akan tetapi, orang cerdas yang tidak murni hatinya cenderung memanfaatkan kelebihan yang dimiliki demi keuntungan pribadi semata. Terlebih ketika hatinya dipenuhi oleh iri hati dan kebencian, niscaya sikap yang buruk akan mewarnai hari-harinya. Mereka tidak bisa menerima kenyataan bahwa terlalu banyak orang yang menguji dirinya. Belum lagi masalah ketika dirinya tidak dapat menerima kenyataan bahwa teman-temannya lebih kayar-raya dan lebih beruntung ketimbang dia yang pintar. Akibatnya sikap terhadap sesama cenderung menjadi kurang tulus karena lebih mementingkan uang daripada kebenaran sehingga beresiko tinggi memanipulasi sesama (menipu) dan sistem bermasyarakat (korupsi – KKN).

Kekuatan uang

Orang kaya seharusnya menjadi pembawa kebaikan yang suka menderma kepada orang lain. Sayang, orang-orang semacam ini menjadi kaya-raya karena begitu cinta uang. Mereka sangat menginginkan materi sehingga berusaha mencarinya sebanyak mungkin dan menghemat penggunaannya sesedikit mungkin. Bahkan tidak jarang kita temukan orang-orang ini sering melakukan berbagai-bagai aksi yang penuh dengan manipulasi sempit hanya saja banyak orang yang tidak menyadarinya. Mungkin ini masih menjadi rahasia diantara orang-orang tertentu saja tetapi sesungguhnya tindakan mereka yang salah akan terbukti suatu saat nanti. Kekayaan materi juga turut membuat manusia ketergantungan sehingga terus saja menginginkannya lagi dan lagi. Bahkan mungkin saja sekalipun harta milik yang mereka miliki banyak tetapi masih saja hobi menipu sana-sini karena begitu tamak terhadap uang.

Kekuatan kekuasaan

Bagi kita rakyat biasa, ketika melihat jabatan dengan banyak gelar dan kekuasaan besar yang menyertainya, akan menganggap itu biasa saja. Tetapi bagi mereka yang cenderung memiliki rasa arogansi super tinggi, hawa nafsunya sangat tergila-gila pada posisi tersebut. Mereka memang memiliki kemampuan otak yang memadai dan kekuatan materi yang cukup fantastis (kapitalis). Kelebihan lainnya dari orang-orang ini adalah memiliki relasi yang baik dengan tokoh-tokoh partai politik tertentu. Tetapi sadarilah bahwa ada berbagai tipu muslihat yang disebarkannya untuk meraih semuanya itu. Mungkin dari apa yang akan kami ungkapkan pada bagian berikutnya adalah salah satu dari peran aktif keterlibatan mereka. Atau walau tidak memiliki keterlibatan langsung, setidak-tidaknya mereka berperan aktif untuk mencanakan sesuatu yang buruk bagi sesamanya.

Seleksi alam dan pengurangan jumlah penduduk

Dimata oknum kapitalis yang logikanya sempit, mereka menyamakan dunia manusia dengan dunia hewan.  Sebuah mindset yang super salah ini, mereka gunakan semata-mata demi membenarkan berbagai-bagai aksi manipulasi yang dilakukannya terhadap kalangan tertentu dan masyarakat lainnya. Yang ada dalam pemahamaanya adalah, bagaimana caranya  agar saingannya menurun dalam hal pemakaian sumber daya. Padahal sesungguhnya bukan masyarakat luas yang memboros-boroskan sumber daya yang tersedia tetapi orang-orang kayalah yang melakukan foya-foya. Mereka juga turut menimbulkan gelombang iri hati dengan gaya hidupnya yang diungguh di media sosial sehingga secara tidak langsung orang lainpun turut diajak untuk mengikuti kelakuan yang tidak baik tersebut.

Oknum kapitalis sempit ini sangat suka dengan teori Charles Darwin yang dijabarkan beberapa abad yang lalu. Mereka lantas mengembangkan teori tersebut yang notabene di tujukan CD kepada hewan tetapi diselewengkan dengan menganggap bahwa hal tersebut juga terjadi pada manusia. Mereka menganggap bahwa sumber daya yang tersedia atau lebih tepatnya minyak bumi itu terbatas tetapi jumlah penduduk terus meningkat. Padahal jika saja para kapitalis ini mau membudayakan hidup hijau yang ramah lingkungan maka kemungkinan besar semua tercukupi. Tetapi bagaimana bisa mereka mengkampanyekan kepada penduduk agar hidup hemat dan ramah lingkungan sedang ia dan keluarganya hidup dalam kemewahan yang dilebih-lebihkan (lebay)? Intinya jikalau kita hendak mempopulerkan sesuatu, mulailah itu dari diri sendiri.

Cara mengurangi jumlah penduduk, sangat rapi dan terstruktur tetapi keji dan licik dimana semuanya berlangsung secara halus halus dan masif tanpa disadari banyak orang

Sebenarnya, bumi ini telah dirancang oleh Tuhan untuk memuat miliaran manusia didalamnya. Hanya saja banyak manusia yang enggan untuk merendahkan hati dan arogansinya yang memanfaatkan ilmu secara sempit. Mereka tidak mau belajar tentang alam yang selalu ada dalam sistem yang berputar sempurna. Orang-orang yang cenderung menganggap bahwa sikap yang menghalalkan segala cara adalah legalitas untuk meraih keuntungan sebanyak-banyaknya. Mereka mengabaikan kemampuan pepohonan untuk mendinginkan bumi, malah membuat rumahnya sendiri lebih tinggi dari pohon yang ada. Sesungguhnya jika kita mau belajar maka inti dari penghematan sumber daya adalah hidup sederhana dan ramah lingkungan.

Pesan kami dalam tulisan ini adalah agar kita senantiasa berhati-hati dalam bersikap dan selalu berupaya untuk berjalan di dalam kebenaran. Sebab beberapa kapitalis pandai memanfaatkan kebencian, iri hati, amarah dan kekerasan di dalam diri sendiri untuk menjatuhkan kita. Oleh karena itu, perhatikan ilustrasi/ pendekatan di bawah ini agar anda bisa mengantisipasi hal tersebut sejak dini.

Berikut selengkapnya, bagaimana cara oknum kapitalis yang pikirannya picik untuk menghemat sumber daya yang tersedia dengan mengurangi jumlah penduduk.

  1. Menghilangkan agama dan menjadikan manusia munafik (bergama tapi moral amburadur).

    Oknum penguasa ini akan menganggap bahwa kepercayaan seseorang adalah sebuah daya tahan untuk tetap bersikap baik di segala kondisi terburuk sekalipun. Oleh karena itu, mereka hendak membuat manusia ragu terhadap keberadaan Tuhan dan agamanya sendiri semata-mata demi membuat pikirannya yang syarat dengan kebinatangan dibebaskan. Akibatnya, orang-orang yang tidak memiliki agama, diganggu sedikit atau menghadapi masalah sedikit saja maka perilaku langsung syarat dengan kekerasan. Sikap anarkis semacam inilah yang membuat hati para penguasa lega, memang mereka berkomentar dan mengutuk tindakan tersebut. Tetapi dalam hatinya, “dengan begitu jumlah penduduk berkurang karena ada yang akan meninggal karena anarkisme pihak tertentu.

  2. Membodohi rakyat dengan menebar ilmu pengetahuan sesat.

    Pengetahuan sesat memang tidak membunuh penduduk tetapi setidak-tidaknya lewat pengetahuan tersebut ada orang yang ketakutan, miskin kesantunan berkata-kata dan miskin perbuatan baik. Ilmu semacam ini efeknya bersifat menimbun, yaitu semakin lama maka semakin rusak. Keadaan ini jelas bertujuan untuk membuat kehidupan seseorang menjadi labil sehingga tidak mampu mengendalikan dirinya. Bahkan beberapa ada yang jatuh miskin karena tergoda dengan berbagai penawaran yang awalnya begitu luar biasa tetap sesungguhnya hanya sebuah modus untuk menipu.

  3. Membodohi rakyat dengan menebar imajinasi – sehingga rakyat tetap bodoh.

    Bagaimana caranya agar orang tetap bodoh? Ya setuju, dengan membuat mereka tetap menjadi anak-anak yang tidak pernah dewasa. Ada banyak ajakan di luar sana untuk membuat kita terus berimajinasi untuk menjadi bahagia. Bahkan kami pernah membaca sebuah blog yang mengatakan bahwa untuk menciptakan kebahagiaan maka harus senantiasa memikirkan hal yang indah-indah. Termasuk didalamnya adalah dengan berimajinasi. Berkhayal untuk menghasilkan karya yang mendekati logika memang baik tetapi berimajinasi tanpa tujuan yang jelas adalah awal yang menurunkan tingkat kecerdasan seseorang. Mengapa kami berkata demikian? Sebab khayalan tidak sama dengan realitas kehidupan yang diiringi dengan kepahitan dan kesakitan. Akibatnya orang yang terlalu banyak berkhayal cenderung tidak bisa/ tidak sanggup menghadapi pahitnya kenyataan hidup. Orang yang seperti ini, bisa berujung pada praktek bunuh diri sehingga jumlah penduduk akan berkurang juga.

  4. Membodohi rakyat dengan menebar berita/ peristiwa terbaru yang tidak benar.

    Bagi orang-orang yang cerdas, berita hoax adalah sebuah tantangan untuk sekedar melatih kemampuan dirinya membedakan fakta dengan rekayasa. Tetapi bagi mereka yang kurang pintar, cenderung terjebak dalam informasi yang salah sehingga menimbulkan rasa takut dan kuatir yang berlebihan. Ketakutan dan kekuatiran semacam ini dipakai oleh oknum kapitalis untuk menciptakan sifat-sifat serakah (menimbun berlebihan). Ini juga digunakan untuk membuat seseorang menjadi over protektif terhadap dirinya sendiri, misalnya

    • Tidak jalan kaki karena takut di pukul orang sebab di berita sedang marak kekerasan.
    • Enggan untuk jalan kaki sebab ada pelaku pelecehan.
    • Ogah naik motor karena begal motor lagi rame di berita.
    • Tidak mau ke kebun sendirian karena lagi rame kabar tentang pencuri anak-anak.
    • Kagak mau makan di pinggir jalan karena banyak kuman (katanya).
    • Dan lain sebagainya.
      • Pada dasarnya semua ketakutan ini membuat orang semakin enggan untuk hidup sederhana dan malah suka mewah-mewahan. Ujung-ujungnya sumber daya menipis dan krisis dimana-mana.
  1. Membuat rakyat terlena dan kehilangan kesadaran.

    Hati-hati dengan pemberitaan yang anda baca dan dengarkan baik di media sosial, radio, televisi dan lain sebagainya. Jangan-jangan semua itu hanyalah omong kosong untuk membuat kita terlena sehingga kehilangan kesadaran. Seolah-olah mereka memberitakan sesuatu yang baik-baik saja tanpa ada keburukan sama sekali. Ini seperti seseorang yang suci tanpa cacat cela sedikitpun. Sadarilah bahwa kesalahan itu manusiawi dan jika ada orang yang tidak pernah melakukan kekhilafan, itu artinya ada sesuatu yang ditutup-tutupi. Jadi, jangan terlena dengan berita tetapi upayakan untuk senantiasa fokus kepada Tuhan (doa, firman dan nyanyian pujian) dan teruslah berbuat baik kepada sesama.

  2. Membuat rakyat iri hati.

    Bagaimana bisa iri hati mengurangi jumlah penduduk? Ini bisa saja terjadi ketika kedengkian di dalam hati seseorang diiringi dengan tindakan nekad untuk menghalalkan segala cara dalam hal mencari uang. Bahkan orang yang fokus pada rasa dengkinya, tidak lagi peduli dengan kemanusiaan. Mereka cenderung memeras dan menindas orang lain demi mendapatkan apa yang diinginkan hatinya. Jika keadaan ini terus berlanjut maka bisa saja timbul korban jiwa terlebih ketika aparat keamanan telah disogok untuk tidak berbuat apa-apa.

  3. Memperjual belikan senjata secara gelap maupun secara terang–terangan.

    Kebebasan ekonomi adalah salah satu alat bagi kapitalis untuk mengurangi jumlah penduduk, bagaimana caranya? Saat ajaran kebebasan di berlakukan maka orang yang pintar-pintar akan memanfaatkan hal tersebut untuk memanipulasi, menekan dan menindas orang lain. Salah satu kebebasan ekonomi yang cukup fenomenal di dalam masyarakat adalah tentang penjualan senjata api secara bebas dipasaran. Alasannya memang jelas untuk menambah lapangan kerja tetapi dibalik itu mereka membayangkan banyak peristiwa pembunuhan yang terjadi sehingga jumlah penduduk turut berkurang.

  4. Memperjual belikan narkoba.

    Obat-obat terlaran adalah salah satu cara paling halus dan paling terstruktur untuk melenyapkan beberapa orang. Ini mereka sebut sebagai seleksi hawa nafsu. Lihatlah jaman sekarang, bukankah berita tentang penyalahgunaan narkoba terus merebak? Ini adalah salah satu cara merusak mental manusia sehingga membuat moralnya amburadul dan syarat kekerasan. Akibat lainnya dari hal ini adalah over dosis sehingga beresiko menyebabkan kematian. Pembiaran terhadap pelaku yang memperdagangkan narkotika dan zat adiktif lainnya jelas merupakan salah satu cara mengurangi jumlah penduduk secara masif.

  5. Melegalkan premanisme – anak punk.

    Bagaimana bisa premanisme bertebaran dimana-mana kalau tidak ada oknum kapitalis yang mendanai aktivitas mereka. Oknum preman semacam ini juga merupakan suatu kerentanan di dalam masyarakat yang memicu terjadinya kekerasan hingga hilangnya nyawa. Oleh karena itu, mereka jelas didanai oleh pemilik modal demi alasan mengendalikan jumlah penduduk.

  6. Menebar ajaran kebencian.

    Para kapitalis sempit ini sengaja membuat mencolok berbagai-bagai perbedaan baik dalam hal kepribadian, kesukaan, keyakinan maupun dalam hal organisasi masyarakat. Mereka akan menyebarkan semacam berita hoax tetang oknum/ kelompok tertentu sehingga muncullah kebencian yang akan meluas menjadi anarkisme sehingga menimbulkan korban jiwa. Dengan demikian, jumlah penduduk turut berkurang lewat semua aksi tersebut.

    Pesan dari kami adalah bijak-bijaklah dalam hal mengelola amarah, jangan sampai hal tersebut membuat anda terseleksi atau setidak-tidaknya masuk ke lembaga pemasyarakatan (penjara).

  7. Mengadu domba kelompok yang satu dan yang lrjaain.

    Demi penghematan sumber daya, oknum kapitalis akan berusaha mengadu domba berbagai-bagai kelompok yang memiliki ideologi yang bertentangan. Mereka pintar mencari-cari sasaran sehingga membawa orang-orang ini dalam suatu forum yang sudah diskenariokan untuk membentuk bibit-bibit kebencian diantara mereka. Akibatnya, mulai terjalin rasa saling tidak percaya sehingga pada satu titik akan pecah dalam bentuk kekerasan dan lain sebagainya yang menimbulkan korban jiwa. Dengan proses ini jumlah penduduk juga akan berkurang untuk menghemat sumber daya.

  8. Sengaja merusak lingkungan.

    Oknum kapitalis ini jelas cerdas dan mengetahui beberapa pola-pola bencana alam. Mereka menggunakan ilmu tersebut untuk menimbulkan bencana alam yang terkesan alamiah di dalam masyarakat tetapi pada kenyataan semua itu hanyalah perilaku pemilik modal yang tidak bertanggung jawab. Misalnya dengan membabat hutan-hutan dan membangun pemukiman padat di daerah hulu sungai sehingga ketika hujan lebat, daerah hilir akan mengalami banjir bahkan banjir bandang yang bercampur lumpur dan serpihan kayu.

  9. Memperjual-belikan makanan yang beracun.

    Memang jelas, oknum kapitalis ini banyak akalnya. Menganggap bahwa seleksi alam yang berlaku pada binatang, berlaku juga pada manusia. Dengan menebarkan bibit-bibit bahan kimia berbahaya di dalam makanan dan minuman maka banyak penduduk yang menjadi sakit bahkan ada juga yang mandul. Akibatnya, angka kematian karena penyakit tertentu meninggi sedangkan tingkat kemandulan juga tinggi. Akibatnya, jumlah penduduk mengalami stagnasi bahkan cenderung berkurang dari tahun ke tahun sehingga penghematan sumber daya yang diiming-imingkan, lambat-laun terealisasi.

    Berhati-hatilah terhadap makanan olahan dalam plastik dan kalengan yang diproduksi oleh pabrik-pabrik besar. Bisa jadi di dalam sana ada hal-hal yang jauh lebih berbahaya jika dikonsumsi secara terus-menerus. Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu menambahkan garam dalam setiap minuman yang anda konsumsi. Air garam manis adalah formula isotonik yang dapat mendetoksifikasi tubuh dan menonaktifkan berbagai jenis kuman termasuk virus dan bahan kimia lainnya.

  10. Menyebarkan kuman mematikan yang mudah menular.

    Kepintaran para kapitalis ini memang luar biasa tetapi itu digunakan untuk melakukan aksi-aksi kejahtan yang sifatnya masif dan sangat tersembunyi. Mereka akan menginjeksikan kuman penyakit tertentu kepada seseorang lalu penyakit tersebut akan menular ke orang lain sehingga angka korban terus bertambah. Bahkan mereka juga menyebarkan mikroorganisme lewat udara untuk melenyapkan penduduk. Tetapi beruntunglah kita, Tuhan Yesus selalu mengajarkan diri ini untuk menghidupi garam dan mengkonsumsi garam hari lepas hari. Air garam manis adalah minuman isotonik yang membuat daya tahan tubuh anda benar-benar mampu bertahan dari serangan mikroorganisme mematikan.

  11. Aksi terorisme.

    Sepertinya aksi terorisme ini bukanlah cerita lama. Ini adalah salah satu cara klasik untuk mengurangi jumlah penduduk dalam skala besar. Oleh karena itu, jangan pernah terpancing oleh kebencian dan amarah apapun sebab itu akan dijadikan sebagai alat yang menggiring anda menjadi teroris.

  12. Melakukan pembunuhan secara diam-diam.

    Ini adalah cara paling kuno untuk melenyapkan orang-orang. Para kapitalis akan memberikan bayaran tinggi untuk kepada oknum tertentu untuk melenyapkan sekelompok orang, baik demi tujuan ekonomi maupun politik. Cara semacam ini sudah banyak ditinggalkan karena mudah ketahuan dan bisa membongkar kedok siapa donatur dibalik semua aksi tersebut.

  13. Mengumumkan perang dan wajib militer.

    Berhati-hatilah menanggapi saat ada pesan untuk wajib militer diantara penduduk. Sebab peraturan ini bisa saja dimanfaatkan kapitalis untuk melenyapkan penduduk yang berlebihan. Oknum penguasa yang lalim akan bekerja sama dengan negara lainnya untuk menciptakan semacam gejolak (masalah) yang dibuat-buat sehingga menyulut emosi masyarakat. Mereka akan menyuruh rakyat biasa: Petani, karyawan, anak muda dan lainnya untuk berperang di depan. Padahal mereka sendiri duduk santai di markas/ di benteng dikala rakyat jelata sedang bertempur sampai mati di medan perang. Atau kronologinya lainnya adalah, mereka ikut berperang tetapi pas peperangan di mulai mereka putar balik untuk mundur dan menunggu di benteng. Hukum tentang wajib militer semacam ini jelas dimanfaatkan untuk mengurangi jumlah penduduk.

Dari semua hal yang kami jabarkan di atas, bisa kita amati betapa buruknya kelakuan oknum kapitalis yang berpikiran sempit terhadap masa depan. Tahukah anda apa akibat dosa pertama-tama dan yang paling kentara? Ya, pendosa akan merasa ketakutan sekalipun tidak ada yang menakutkan dan tidak ada juga orang yang menakutinya. Oleh karena itu, jika ingin jauh dari rasa taku tanpa alasan (tiba-tiba muncul begitu saja) segeralah bertobat!

Sebagai orang benar, kita perlu berhati-hati menghadapi oknum kapitalis yang busuk moralnya seperti ini. Kita harus menyikapi mereka dengan santai, tidak perlu terlalu menantang – biarlah Tuhan yang akan menentang mereka. Jika mereka menang karena kelicikannya maka kitapun harus menang dalam hal kebenaran sikap. Sekalipun otak manipulatif orang-orang ini selangit tetapi jangan biarkan dirimu terseret dalam iri hati apalagi kebencian oleh karena semuanya itu. Tetapi berusahalah bersikap benar, yaitu tetap menjalin kedekatan dengan Tuhan (doa, firman, bernyanyi memuliakan-Nya) dan selalu berbuat baik kepada sesama. Sekali lagi kami tegaskan, JANGAN TAKUT – KALAU ANDA BENAR MENGAPA HARUS TAKUT? Selama kebenaran kita nyata di depan Allah dan di depan orang lain juga selama kita tetap menjadi pribadi yang baik hatinya seklipun ujian kehidupan datang silih berganti. Yakinlah bahwa oknum kapitalis picik seperti ini tidak akan berani berbuat banyak sebab seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa mereka hanya PANDAI MENJEBAK DAN MENJATUHKAN ORANG PADA KESALAHANNYA SENDIRI.

Salam, cerdiklah menanggap tetap benarlah dalam bersikap!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.