Gejolak Sosial

+10 Cara Kuat Menjalani Pahitnya Hidup – Musuhmu Adalah Sumber Kekuatanmu!

Cara Menjadi Kuat Menanggung Pahitnya Hidup – Musuhmu Adalah Sumber Kekuatanmu

Dunia ini sebenarnya menyimpan rahasia yang sangat fundamental tetapi diawal-awal terasa kabur. Bahkan tidak sekedar kabur saja melainkan kita juga merasa dirugikan atas semua situasi itu. Sebab selama ini, kebanyakan  orang mengenali keadaan tersebut sebagai suatu hal yang tidak menyenangkan dan cenderung menjauhinya. Tetapi, lama kelamaan, jika anda terus bergumur dengan hal tersebut dengan sabar niscaya ada secercah sinar harapan positif yang sesungguhnya sangat menguntungkan bagi masa depanmu.

Pengertian kuat menjalani hidup (tabah, tegar)

Kuat adalah (1) banyak tenaganya (gayanya, dayanya); mampu mengangkat (mengangkut dan sebagainya) banyak; (2) tahan (tidak mudah patah, rusak, putus, dan sebagainya); awet; (3) tidak mudah goyah (terpengaruh); teguh (tentang iman, pendirian, kemauan, dan sebagainya); (4) ketat (tentang pertahanan, penjagaan, dan sebagainya); (5) tahan (menderita sakit dan sebagainya); (6) kencang (tentang angin); (7) berat (tekanannya); (8) keras; nyaring; 9 erat (tentang ikatan; (10) mampu dan kuasa (berbuat sesuatu); (11) mempunyai keunggulan (kecakapan dan sebagainya) dalam suatu pengetahuan (kecakapan – KBBI Offline).

Menurut kami, kuat menjalani hidup adalah kemampuan untuk tetap bersikap positif menahan instabilitas gejolak yang terjadi di dalam diri maupun di luar diri sendiri. Sikap positif yang kami maksudkan adalah tetap aktif memuliakan Tuhan (bisa juga dengan berdoa dan membaca firman); juga tetap berbagi kasih kepada sesama lewat pelajaran dan pekerjaan yang digeluti. Jika dahulu kekuatan itu di dasarkan kepada otot atau berbagai indikator fisik lainnya tetapi semuanya itu tidak ada artinya jika hatinya lemah. Jadi yang kami sarankan adalah lebih baik fisik itu kuatnya standar saja tetapi hati harus benar-benar tabah menjalani gejolak kehidupan.

Ketahui manfaat masalah bagi kehidupan anda, musuh adalah orang yang melatih kekuatanmu

Jika dahulu masalah adalah suatu beban yang mendatangkan kesedihan dan kemelaratan di dalam hati, di zaman sekarang maknanya telah bergeser jauh ke depan. Ini adalah sebuah tanjakan untuk membuat level kepribadian anda semakin baik dari waktu ke waktu. Apakah ada orang yang tidak lelah saat berjalan melewati tanjakan? Mungkin diawal-awal tidak terasa sesak napas ini tetapi lama-lama pasti kelelahan juga. Jadi saat melewati tanjakan kehidupan, jalanilah dengan santai dan dengarkan kata hatimu. Tetapi jangan biarkan hati yang keras kepala  dan perilaku yang jauh dari kebenaran memenuhi hidupmu.

Bila suara hati anda sudah mulai enggan untuk memfokuskan pikiran kepada Tuhan – itu penyimpangan. Jika suara hati anda sudah mulai melarangmu untuk berbagi kasih kepada sesama – itu juga penyimpangan. Pastikanlah selalu bahwa suara hati anda tidak pernah menyimpang dari nilai-nilai kebenaran yang hakiki, yaitu kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama manusia. Bahkan demikian juga kepada orang-orang yang selama ini rada-rada membenci atau tidak senang dengan anda. Mereka adalah orang yang rela melatih kekuatan hatimu sehingga lama-kelamaan setiap masalah bisa dihadapi dengan penuh ketabahan (ketegaran hati). Pada bagian berikutnya akan kami tampilkan bagaimana anda bisa membuat orang-orang yang agak memusuhimu menjadi bara api yang membuatmu semakin kuat menjalani hidup.

Cara kuat menanggung rasa sakit dan kepahitan hidup

Ingatlah bahwa apa yang kami ajari dalam tulisan ini bukanlah tentang sesuatu yang jauh dari dirimu melainkan sesuatu yang sudah ada di dalam pikiran masing-masing orang. Sekarang masalahnya adalah “apakah anda mau melatih kesabaran hati tersebut atau memilih untuk hidup nyaman dalam gemerlapan duniawi yang sesaat?” Pilihan ada di tangan anda sebab ketahuilah bahwa segala sesuatu yang dibiasakan pasti akan mendatangkan kebahagiaan.  Berikut ini akan kami tampilkan beberapa cara agar anda mampu mengubah sakitnya hidup menjadi biasa sajamerasakan pahitnya hidup menjadi tak berasa apa-apamembawa sesaknya hati menjadi lebih santai, berikut selengkapnya.

  1. Fokus Tuhan.

    Tuhan itu memang ada, jelaslah bahwa kita belum pernah melihat Tuhan, kami juga tidak. Tetapi saat kita fokus kepada-Nya, ada ketenangan, kedamaian, ketenteraman dan kebahagiaan memenuhi hati ini. Tentu saja syarat utama untuk fokus kepada-Nya adalah dengan berusaha menjauhkan diri dari segala yang jahat. Terkecuali saat anda teledor, segeralah minta maaf agar rasa bersalah itu tidak memenuhi hatimu. Anda bisa memulai hal ini dengan cara.

    • Menyediakan waktu khusus untuk berdoa, membaca firman dan bernyanyi memuliakan nama-Nya.
    • Menggunakan waktu istirahat (break) sebagai kesempatan untuk fokus kepada Tuhan, bernyanyi memuji-Nya.
    • Bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan sembari menikmati hidup. Misalnya makan, minum dan lain-lain.
    • Ketika berjalan di lorong tetap bernyanyi memuliakan Tuhan dalam hati sambil ramah (setidaknya senyumatau lebih lagi) kepada setiap orang yang berpapasan dengan anda.
    • Saat berkendara kemana-mana selalu memusatkan pikiran untuk memuliakan Tuhan.
    • Sewaktu melakukan pekerjaan kecil berupaya untuk bernyanyi memuji-muji Tuhan di dalam hati (misal saat membersihkan rumah, menyapu halaman, menyuci piring).
    • Bila sedang sibuk dengan pelajaran atau pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi, ambillah waktu disela-sela aktivitas tersebut (3-5 menit) untuk bernyanyi memuliakan Tuhan.
    • Ketika sedang dirundung masalah, anda tetap fokus melakukan pekerjaan (fokus belajar) sambil tetap ramah kepada orang-orang yang ditemui.
  2. Melakukan kebaikan kepada orang lain.

    Kami sendiri tidak memiliki sesuatu untuk dibagikan kepada orang lain tetapi setidak-tidaknya memiliki tutur kata yang ramah untuk dikasih. Misalnya saja saat hendak kemana-mana, harus pamit juga kepada orang yang ada disekitar situ. Demikian juga jika memang ada nilai lebih dari potensi yang anda miliki, silahkan berbagi kepada orang lain lewat bakat tersebut. Selanjutnya, anda dapat melakukannya berdasarkan sumber daya (keuangan) yang dimiliki.

  3. Siap menanggung ujian.

    Anggap semua masalah yang anda hadapi adalah ujian. Jangan berpikiran sempit lalu menganggap bahwa hal tersebut adalah beban. Tetapi ada keuntungan positif yang akan anda dapat dibalik semuanya itu. Sekalipun demikian, jangan fokus kepada masalahmu kawan sebab hal tersebut akan membuat anda semakin galau dan gundah gulana. Tetapi tetap fokus kepada Tuhan atau beraktivitas mempelajari sesuatu dan mengerjakan pekerjaan yang lainnya.

  4. Senantiasa merendahkan hati.

    Hati-hati dengan rasa sombong yang anda miliki, semakin tinggi keangkuhan maka semakin besar potensi untuk terjatuh. Senantiasa rendahkan hati dan sangkal diri. Terlebih ketika anda adalah orang yang memiliki banyak kelebihan, semakin banyak potensi maka semakin banyak merendahkan hati.

    Cara paling ampuh merendahkan hati adalah dengan senantiasa fokus kepada Tuhan. Hindarilah terus-menerus memikirakan betapa hebatnya potensimu, jangan terlena memikirkan betapa banyaknya kelebihanmu. Jauhkan diri untuk berbangga hati buat semua talenta yang dimiliki tetapi tetap fokuskan pikiran untuk memuliakan Tuhan.

    Untuk mengatasi temperamen yang meledak-ledak, seolah amarah anda mau keluar untuk dilampiaskan kepada orang lain, sangkallah diri. Katakan di dalam hati,

    • “Kami hanyalah manusia berdosa, banyak melakukan kesalahan. Hinakan kami dibawah kaki-Mu ya Tuhan!”
    • Bisa juga, “Kami ini hanya sampah ya Tuhan, penuh dengan kekhilafan, kuatkan hati menjalani semuanya.”
    • ini sudah sepantasnya terjadi, kami layak mendapatkannya. Kuatkan hati menjalani semuanya ini Tuhan.”
    • Biarkan orang ini menang ya Tuhan, biarkan dia unggul dan kuatkan kami menjalani semuanya.”
    • Orang ini memang hebat, itu sudah sepantasnya. Tabahkan hati menjalani semuanya ya Tuhan.”
  5. Menghilangkan ketergantungan akan kenikmatan duniawi.

    Cara menghilangkan ketergantungan terhadap hal duniawi adalah dengan menikmati hidup secara fluktuatif: kadang enak – tidak enak, kadang mahal – murah, kadang manis – pahit dan lain sebagainya.

  6. Meniadakan kecanduan akan kemuliaan duniawi.

    Cara terbaik menghilangkan ketagihan akan kemuliaan duniawi adalah dengan tidak mengharapkan untuk dihargai dan dihormati orang lain tetapi selalu berupaya untuk menghargai dan menghormati sesama. Memberikan pujian yang wajar kepada mereka yang pantas, tepuk tangan dan sorakan kepada mereka yang layak.

  7. Belajar menerima diri dan kenyataan apa adanya.

    Tidak ada yang bisa mengubah apa yang sudah terjadi melainkan jadikanlah itu sebagai pengalaman agar di waktu mendatang anda bisa melakukan tindakan antisipasi. Tindakan pencegahan inilah yang dibutuhkan agar kesalahan yang sama tidak berulang lagi di masa depan. Lagipula manusia tidak bisa ditebak, sikap seseorang bisa saja berubah dan ketika anda mampu menerima perubahan itu apa adanya: betapa lega dan damainya hati ini saat bersama dengannya.

  8. Tabah menghadapi kesalahan (kekhilafan) sendiri.

    Sadarilah bahwa kita bukan manusia yang sempurna, saat terjadi hal-hal yang tidak terduga maka tidak ada yang bisa dilakukan selain memaafkan diri sendiri. Bila perlu minta maaf kepada orang yang memang merasa dirugikan atas hal teresebut. Saat kita mampu memaafkan dan meminta maaf maka hati ini penuh kelegaan. Ingat, jangan fokus terhadap kesalahanmu tetapi fokuslah memuji-muji Tuhan di dalam hati.

  9. Menerima nasehat apa adanya sekalipun kadang itu tidak sesuai dengan kita.

    Kita juga harus kuat saat menerima nasehat dari orang lain. Ada beberapa orang yang tidak tabah saat dinasehati sehingga mereka cenderung melarikan diri saat dinasehati. Belajarlah untuk tegar menghadapi nasihat terpahit sekalipun, “iyakan saja teman” niscaya hati lebih damai menjalaninya.

  10. Tetap berpikiran positif sekalipun sikap seseorang yang sombong dan iri.

    Pikiran positif ini sangatlah penting untuk membuat anda tetap bahagia menjalani hidup. Jika sikap orang lain menjadi sombong atau iri jauhkan hati dari sikap yang menghakimi/ mengutuk/ mengecam hal tersebut. Tetapi kuatkan hatimu lalu berdoalah kepada orang tersebut semoga ia bisa berubah di waktu mendatang.

  11. Tetap berpikiran positif sekalipun sikap seseorang yang suka suudzon.

    Terkadang kita tidak kuat saat ada orang yang pandangannya selalu buruk di sekitar. Kita ingin sekali mengatakan kepada “Hai kawan itu salah, menjauhlah dari pikiran tersebut!” Hindari menghakimi/ mengutuk/ mengecam pendapat orang tersebut tetapi berdoalah di dalam hati semoga ia lebih didewasakan lagi dalam berpikir. Mungkin saja pengalamannya masih seumur jagung sehingga pikirannyapun amburadur, kiranya Tuhan menambah pengalaman orang ini. Amin!

  12. Tetap berpikiran positif sekalipun sikap seseorang aneh.

    Mengapa orang ini sepertinya aneh ya? Jangan-jangan dia begini dan begitu. Saat sesama kita bersikap aneh jangan menghakiminya tetapi doakan agar dia bertobat. Jangan terus fokus memikirkan keanehan sikapnya tersebut melainkan tetap fokuslah memuji-muji Tuhan di dalam hati.

  13. Tetap berpikiran positif menanggapi masalah di sekitar anda.

    Ketika ada orang yang bermasalah di sekitar kita, jangan menjelek-jelekkannya di dalam hati apalagi jika menyalahkannya tentang ini dan itu. Melainkan anggap saja bahwa ia sedang menghadapi ujian kehidupan untuk melatih pengalamannya. Doakanlah bahwa semoga ia didewasakan menghadapi semua kenyataan hidup yang pahit ini. Selebihnya tetap fokuskan pikiran kepada Tuhan.

  14. Tetap ramah kepada setiap orang yang memandangmu.

    Berikan setidak-tidaknya senyuman kepada siapa saja yang berpapasan dengan anda bahkan jika dia adalah orang yang lebih muda sapalah seadanya saja. Lakukan semuanya itu sambil tetap bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati.

  15. Tetap ramah sekalipun anda diabaikan orang.

    Ada orang yang anda kenal, sekalipun anda senyum atau menyapanya, ia tetap diam bahkan acuh tak acuh. Kuatlah menghadapi hal ini teman dan tetap ramah kepada orang tersebut. Ingat-ingatlah bahwa ramah tamah adalah kebaikan hati yang bisa menambah pahalamu di sorga. Jadi tekuni itu sebab keuntungannya ada di akhirat.

  16. Tetap ramah sekalipun anda difitnah, dibully, direndahkan orang.

    Saat anda direndahkan atah dibully secara verbal lewat kata-kata miring bahkan kotor, kuatkan hati menjalani cobaan seperti itu. Jangan melawan dalam hati dan terima apa adanya. Anggukkan kepala sambil tersenyum kepada orang tersebut. Jika dimungkinkan silahkan sapalah dia (kawan, halo, mari, hai, duluan ya, pagi, siang, sore dan lainnya). Lakukanlah semuanya itu sambil fokus memuji-muji Tuhan di dalam hati.

  17. Tetap ramah sekalipun anda berpapasan dengan pembencimu.

    Maafkanlah orang yang bersalah kepadamu tepat setelah ia melakukan kesalahan tersebut. Terkecuali jika memang yang dilakukannya sangat metrugikan secara materi, tuntut ganti rugi tetap maafkanlah tindakannya tepat setelah kesalahan tersebut terjadi. Rasa dongkol dan kesal akan memenuhi hati ketika hubungan dengan seseorang mengalami keregangan terutama ketika kita bisa melihat dan mendengarnya ada di sekitar. Salah satu cara terbaik meringankan dendam kepada seseorang adalah dengan berbuat baik kepada mereka. Saat kita bisa ramah kepada para pembenci maka rasanya akan lega hati ini melihat keberadaan mereka di sekitar. Diatas semuanya itu, tetap fokuskan pikiran kepada Tuhan.

  18. Kuat menghadapi lingkungan yang berisik.

    Ada saat dimana orang-orang di sekitar kita berisik karena mereka kedatangan tamu atau ada acara yang dilaksanakan. Ini adalah cara terbaik untuk melatih kekuatan hatimu, saat anda mampu tetap fokus pada Tuhan, bekerja dan belajar menghadapi semuanya itu. Jika kebisingan itu berupa senandung lagu-lagu tertentu, ikuti saja musiknya sambil gerakkan badan (sedikit) untuk membuat dirimu tetap rileks dan selesaikan pekerjaan/ pelajaran yang sedang anda geluti.

    Tetapi jika kebisingan tersebut terjadi disaat anda sedang santai maka silahkan ubah lagu-lagu tersebut menjadi lagu rohani milikmu sendiri. Mulailah dari satu-dua kata dahulu, jangan memperberat beban pikiranmu dan nikmati semuanya itu dengan tabah.

  19. Kuat menghadapi cuaca dingin.

    Bagaimana kita kuat menghadapi cuaca dingin? Hal pertama yang menunjukkan bahwa anda tabah menjalaninya adalah JANGAN MENGELUH DAN JANGAN BERSUNGUT-SUNGUT karena suhu ekstrim tersebut. Anda harus mampu menyesuaikan diri dengan kerasnya alam sekitar. Jangan bermanja ria dan terus-menerus menggunakan baju tebal (jeket padahal anda berada di dalam rumah. Tetapi beradaptasilah dan jangan lupa konsumsi air garam manis untuk membuat tubuh kuat dari dalam.

  20. Kuat menghadapi cuaca panas.

    Hindari sikap YANG SUKA BERSUNGUT-SUNGUT karena panasnya lingkungan sekitarmu. Ketika ada orang yang mengeluh tentang hal tersebut, “iyakan saja” lalu berdoalah di dalam hati, “tabahkanlah orang ini menghadapi ekstrimnya cuaca ya Tuhan.” Anda harus berusaha tetap santai dan rileks sekalipun suhu panas bergelora, gunakan baju yang sedikit tipis dan jangan lupa air garam manis menjagamu tidak dehidrasi. Lebih dari pada itu, bernyanyi-nyanyilah di dalam hati agar sukacita yang terkendali, tenang dan damai memenuhi hati hingga meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing.

  21. Jagalah kemurnian tujuanmu.

    Memang hati ini memang selalu saja mereka-rekakan banyak hal. Ingin itu dan ingin ini, semua diinginkan. Mau punya uang banyak, mau hidup mulia, dihargai, kaya, terhormat dan lain sebagainya. Jika anda melakukan semua hal di atas demi kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang lebih, tepat saat itu juga kemurnian hatimu direnggut oleh dunia.

    Jaga tujuanmu kawan, lakukan semuanya itu demi kebenaran yang hakiki. Sekalipun ada tujuan sampingan, abaikanlah semuanya itu. Lalu tetap fokuskan kehidupan untuk mengasihi Tuhan seutuhnya dan sesama manusia seperti diri sendiri.

Kuat itu sudah ada di dalam dirimu tepatnya di dalam pikiranmu. Masalahnya sekarang adalah, anda mau melatih hal tersebut atau tidak. Sadarilah bahwa tidak ada latihan yang mudah untuk dijalani tetap semuanya butuh perjuangan. Berpikiran positiflah terhadap keberadaan musuhmu, sekalipun mereka sombong dan cuek: berusaha untuk menanggapinya dengan ramah dan santun. Anggukkan kepala dan tersenyumlah kepada setiap orang yang mencoba menggoyahkan/ menjatuhkan/ mengujimu. Ingatlah bahwa suatu saat nanti, ada titik balik dimana anda bisa terbiasa dan melakukan semuanya dengan luwes apa adanya, lepas tanpa rasa sakit. Tetapi syarat utamanya adalah senantiasa fokuskan pikiran kepada Tuhan dalam lagu-lagu yang dibuat sendiri di dalam hati (bisa juga dengan berdoa dan membaca firman).

Salam, manfaatkan musuh untuk membuatmu kuat!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.