Gejolak Sosial

+10 Alasan Menggunakan Narkoba Menyebabkan Kecanduan Hingga Over Dosis


Narkoba adalah barang haram yang bekerja aktif menyerang, melemahkan, melumatkan dan mengkerdilkan otak anda. Menyelesaikan masalah dengan itu: percayalah bahwa efeknya cepat sekali berlalu bahkan anda tidak akan mengingat kejadian tersebut. Ketagihan selalu menunggu di depan karena zat ini semacam magnet yang terus membuat anda lapar akan keberadaannya. Kerugian yang dialami karena ketagihan tidak hanya soal keuangan dan kesehatan fisik saja tetapi kesehatan mental-emosional dan kesehatan sosial juga terganggu. Ketika ketergantungan telah menawan kehidupan anda maka tepat saat itu jugalah yang terjadi bukan lagi gangguan kesehatan tetapi destruksi kehidupan. Keadaan ini akan semakin parah saja ketika keuangan seseorang sangat mendukung sehingga bisa berujung pada over dosis.

Manusia selalu suka dengan jalan pintas. Menginginkan segala sesuatu harus serba instan dalam berbagai bidang kehidupannya. Bahkan saking hobinya dengan kecepatan, iapun suka juga dengan uang instan sehingga terjebak dalam praktek penggelapan, penipuan dan korupsi. Sadarilah bahwa segala sesuatu yang sifatnya instan cenderung menimbulkan dampak buruk bagi diri sendiri dan juga bagi sesama manusia. Salah satu budaya ekstra fast yang pernah diraih oleh manusia adalah pemakaian narkoba untuk menghilangkan stres dan rasa penat di dalam pikiran masing-masing. Padahal jika menggunakan cara konvensional maka stres harus diatasi lewat belajar mengendalikan pola pikir yang kita miliki masing-masing.

Pengertian narkoba

Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya.

Narkotika adalah  obat untuk menenangkan saraf, menghilangkan rasa sakit, menimbulkan rasa mengantuk, atau merangsang (seperti opium, ganja). Psikotropika adalah (1) segala yang dapat mempengaruhi aktivitas pikiran seperti opium, ganja, obat bius; (2) zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis dan bukan narkotika yang dapat menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku; obat yang dapat mempengaruhi atau mengubah cara berbicara ataupun tingkah laku seseorang. Adiktif adalah (1) bersifat kecanduan; (2) bersifat menimbulkan ketergantungan pada pemakainya (KBBI Luring).

Secara umum ketiga zat ini memiliki sasaran kerja atau objek yang sama, yaitu otak manusia itu sendiri. Jadi Narkoba adalah obat yang dapat menyerang, melemahkan dan memanipulasi sistem syaraf pusat (otak) hingga membuat seseorang ketagihan untuk mengkonsumsinya lagi dan lagi. Rasa candu yang tidak segera ditangani dengan baik, bisa dibawa sampai mati (over dosis). Ada banyak jenisnya yang dibuat sengaja oleh oknum tertentu untuk dipasarkan untuk merusak masyarakat sambil menghasilkan keuntungan besar bagi mereka sendiri. Diantaranya adalah ganja, sabu-sabu, ekstasi, putau dan lain sebagainya.’’

Samua karena uang dan demi mengontrol people power

Segala sesuatu tentang narkoba berhubungan erat dengan bisnis. Banyak orang yang sudah tahu bahayanya tetapi masih saja diperjualbelikan. Sampai sekarang, bisnis semacam ini masih menggurita karena, “tidak ada yang bisa menolak nilai uang miliaran rupiah!” Selain itu, oknum kapitalis juga diuntungkan lewat semuanya itu, sebab dengan demikian rakyat tidak kritis, tidak banyak bicara, tidak mengajukan protes, tidak menuntut ini-itu dan lain sebagainya yang mengganggu posisinya. Penyalahgunaannya menguntungkan para kapitalis dan pejabat setempat. Artinya, barang haram ini adalah salah satu cara untuk membodohi rakyat dan meraup rupiah sebanyak-banyaknya.

Kapitalis semakin kaya uang berputar disekitarnya saja

Biasanya, masyarakat yang terjerat kasus ini cenderung mau saja diperhamba oleh kalangan tertentu (oknum kapitalis). Para pemiliki modal ini lantas memberinya pekerjaan apa saja lalu membayarkan gajinya. Lantas orang tersebut akan membelanjakan seluruh gajinya untuk membeli obat-obatan kepada para pemilik modal. Keadaan ini menyebabkan semua uang akan ditampung kembali kepada kapitalis yang bersangkutan. Artinya, oknum borjuis tersebut tidak hanya mendapatkan budak-budak yang siap melakukan apa saja untuknya tetapi juga semua uang yang diberikannya akan kembali ke tangannya (berputar disekitarnya) sehingga membuatnya tetap kaya bahkan bertambah-tambah kaya.

Terlalu fokus persoalan hidup berujung pada penyalahgunaan narkoba

Hidup ini penuh dengan masalah, dimanapun anda berada diseluruh penjuru bumi selalu ada yang namanya pergumulan hidup. Dalam kondisi tertentu, persoalan hidup bisa berujung pada penderitaan yang menyisakan kesedihan, rasa sakit dan kepahitan hidup. Tidak sampai disitu saja, terkadang membawa kerugian bagi diri sendiri, orang terdekat kita dan lingkungan sekitar. Ketika saat menghadapi semuanya ini, kita terlalu fokus pada masalah tersebut maka tepat saat itu jugalah pikiran menjadi kacau balau sehinngga jauh dari rasa damai dan tenang. Kegelisahan dan kegalauan yang tidak akan pernah berakhir akan menipa orang tersebut. Keadaan inilah yang berangsur-angsur membuat seseorang mengkonsumsi narkoba.

Solusi penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya.

Masalah utama para pengguna barang haram ini adalah KETIDAKMAMPUAN MEMANAJEMAN POLA PIKIR yang dimiliki. Mereka kehilangan fokus pada hal yang positif dan hatinya justru dipenuhi oleh berbagai-bagai keburukan. Bahkan sekalipun secara fisik hidupnya nyaman bahkan sangat-sangat nyaman tetapi hatinya penuh dengan kegelisahan yang tidak pernah berakhir. Ketidaknyamanan di dalam hati inilah yang kerap kali membuat manusia mengambil jalan pintas terlebih ketika uang sudah sangat banyak di tangan.

Kebahagiaan Sejati & Fokus Pikiran Positif

Adalah baik bagi setiap orang untuk selalu memfokuskan pikirannya pada suatu hal yang positif dimulai dari sekarang. Ini adalah aktivitas tanpa akhir yang harus dilakukan secara konsisten seumur hidup. Semuanya itu, terdiri dari aktivitas yang selalu memuji-memuliakan nama Tuhan (bisa juga dengan berdoa dan membaca firman). Selain itu aktivitas positif lainnya adalah kemampuan untuk saling berbagi kasih kepada sesama lewat pelajaran dan pekerjaan yang kita geluti hari lepas hari. Buat dirimu tetap aktif dari waktu ke waktu, setidak-tidaknya aktifkan pikiran dengan senantiasa bernyanyi memuliakan nama Tuhan (baik dalam hati, menggunakan mulut, alat musik dan sambil menari). Baca juga, Tips tetap kuat menjalani hidup.

Alasan mengapa seseorang mengkonsumsi narkoba hingga kecanduan bahkan sampai over dosis

Barang haram ini jelas ilegal tetapi masih saja ada banyak peminatnya, mengapa demikian? Masalahnya adalah begitu banyak orang yang tidak mampu memanajemen pikirannya sendiri. Dari luar mereka memang terlihat mulus dan sangat terpimpin tetapi hatinya penuh dengan rampasan. Faktor lainnya yang juga sangat mempengaruhi mereka adalah ketidakmampuan menerima kenyataan apa adanya. Mereka terlalu sombong untuk mengalami kepahitan hidup sehingga cenderung melakukan pelarian. [Simak juga: Cara menghadapi stres] Berikut selengkapnya faktor yang menyebabkan seseorang memakai narkoba.

Faktor penyebab
mengkonsumsi obat terlarang.

  1. Fokus Tuhan gagal.

    Memusatkan pikiran kepada Tuhan adalah solusi dari semua masalah yang kita hadapi dari waktu ke waktu. Tetapi saat kita kehilangan Sang Khalik di dalam hati maka besar kecenderungan hati ini penuh kegalauan bahkan orang menyebutnya sebagai galau tingkat dewa. Kalau keadaan ini terus berlanjut maka kehidupan seseorang cenderung mengambil jalan pintas yaitu nge-drugs.

  2. Tidak aktif berbuat baik kepada sesama.

    Ini adalah aktivitas positif yang menepis sifat individualisme dari dalam hati masing-masing. Saat anda mampu berbagi kasih kepada sesama maka akan menemukan banyak tantangan (masalah). Jika anda mau menghadapi tantangan itu dengan tulus maka secara otomatis otak dicerdaskan dari hari ke hari. Biasanya orang yang cerdas akan sangat mampu memanajemen pikirannya ketika ada masalah lain di luar sana yang menghadang kehidupannya. Sehingga ia tidak harus mengkonsumsi obat-obat terlarang untuk mengabaikan masalah tersebut.

  3. Uang yang banyak.

    Berhati-hatilah bagi anda yang memiliki uang sangat banyak. Terlebih ketika uangmu itu membuat kehidupan anda sangat individuali dan tidak peduli dengan orang lain. Sadarilah sikap yang egois seperti ini hanya akan menggiring anda dalam kesendirian yang memahitkan hati. Sekalipun ada banyak uang di tangan, jangan pernah bercakap sombong tetapi bantulah orang lain lewat sumber daya yang anda miliki tanpa pamrih. Sebab saat kesendirian menyerang kehidupan seorang kaya, bisa saja ia membelanjakan uangnya tersebut untuk pesta narkoba bersama teman-temannya. Berikutnya dalam kasus ini uang mengambil peranan yang sangat penting.

  4. Informasi yang disalahgunakan.

    Pada bagian selanjutnya anda akan mendapatkan beberapa hal tentang manfaat narkoba. Hati-hatilah menggunakan informasi tersebut dan jangan sampai di salahgunakan. Jangan jadikan pengetahuan anda sebagai alasan untuk mencoba-coba bermain dengan api. Ketahuilah bahwa “api itu liar dan lama kelamaan anda tidak akan mampu mengendalikannya sehingga hidupmu pastilah terbakar, cepat atau lambat.”

  5. Hilangnya kebahagiaan, kedamaian dan ketenangan hati.

    Orang yang kehilangan kedamaian dari dalam hatinya cenderung dipenuhi oleh berbagai-bagai rasa gelisah, kuatir dan galau tingkat dewa. Masalah sedikit saja tidak mampu mereka tanggung bahkan itu bisa membuatnya stres. Akibat keadaan ini, seseorang cenderung memilih untuk menempuh jalan pintas untuk senang-senang. Ditambah lagi ketika ada teman-temannya yang melakukan hal yang sama. Mereka akan nge-drugs bersama-sama, katanya “itu lebih asyik.”

  6. Terlalu banyak santai – menikmati hidup >> kecerdasan menurun.

    Buat dirimu selalu aktif kawanku, setidak-tidaknya pikiran selalu fokus kepada Tuhan disegala waktu. Ketahuilah bahwa terus-menerus menikmati hidup sepanjang waktu di depan televisi (menonton film, main game) jelas tidak baik. Jika keadaan ini terus saja berlanjut maka yang akan terjadi adalah tingkat kecerdasan anda akan menurun dengan drastis. Akibatnya, saat ada masalah kemampuan untuk mengelola pola pikir menurun drastis sehingga cenderung dipenuhi oleh kegundahan. Bisa saja seseorang mengambil jalan pintas untuk menangani pikirannya yang kusut yaitu dengan mengkonsumsi obat-obat terlarang.

  7. Mental yang lemah, manja.

    Orang yang bermental lemah juga cenderung tidak bisa menghadapi masalah seorang diri. Terlebih ketika orang-orang yang selama ini dijadikannya teman telah menjauh maka kegundahan hatinyapun cenderung membesar. Mereka biasanya putus asa lalu mengambil jalan pintas yaitu dengan mengkonsumsi barang haram tersebut.

  8. Merasa tidak diperhatikan atau tidak diakui orang lain.

    Keadaan ini juga cenderung disebabkan oleh minimnya aktivitas seseorang, akibatnya pikirannya iri (dengki) dengan orang lain yang diamatinya sangat populer dan dipuja-puji. Suasana hati yang semacam ini cenderung membuat seseorang merasa tidak puas dengan dirinya sendiri sehingga cenderung menghakimi diri sendiri. Akibatnya, pikiran kacau dan penuh dengan kegelisahan disana-sini. Padahal sebenarnya tidak ada masalah yang dihadapinya tetapi dia bermasalah dengan kegilaannya terhadap pujian, penghargaan, penghormatan dan popularitas. Bila ia terus terjebak dalam rasa ini sedangkan uang di tangan cukup banyak maka akan digunakan untuk membeli sejumlah narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya.

  9. Rasa bersalah yang dalam.

    Orang yang terus dirundung rasa bersalah cenderung menyalahkan dirinya sendiri atas semua yang telah terjadi. Ia terus dihujani oleh penyesalan hari lepas hari sehingga rasa sakit memenuhi pikirannya dari waktu ke waktu. Orang seperti ini bisa saja menempuh jalan pintas untuk melupakan semuanya itu dengan menempuh jalan pintas yakni mengkonsumsi narkoba terlebih ketika uang sudah sangat banyak yang dikumpulkannya.

  10. Beban hidup (masalah) yang tidak kunjung selesai – pelarian.

    Mereka yang terus-menerus bermasalah dengan sesuatu yang tidak kunjung selesai akan mengalami depresi yang menahun. Ini biasanya disebabkan oleh karena penyakit yang membuatnya tidak bisa lagi melakukan apa-apa untuk menyembuhkannya. Pikirannyapun jadi kusut dan penuh ketidakpuasan sehingga cenderung melakukan pelarian untuk melupakan semuanya itu dengan memakai obat-obat terlarang.

  11. Merasa bosan hidup.

    Jenuh dengan kehidupan dikarenakan oleh seseorang tidak puas dengan apa yang dilakukannya. Matanya dan hatinya justru tertuju kepada kehidupan para artis di acara gosip dan infotainment selebriti tanah air. Ia ingin menjadi salah satu dari mereka atau setidak-tidaknya hidup disekitar mereka (di kota besar) tapi sayang, hal tersebut tidak kesampaian. Inilah yang membuatnya merasa jenuh sendiri menjalani hidupnya karena hati nya tidak tertuju kepada Tuhan tetapi hatinya tertuju kepada kehidupan artis yang mewah dan glamour.

  12. Keinginan yang tidak tercapai – Kekecewaan mendalam.

    Hawa nafsu yang tinggi terhadap sesuatu tetapi tidak kesampaian membuat pikiran seseorang crash. Mereka cenderung mengalami patah hati karena rasa kecewa yang sangat dekat dengan rasa sakit. Keadaan ini bisa ditindaklanjuti dengan mengkonsumsi obat-obat terlarang terlebih ketika masalah finansial sangat mencukup bahkan berlebihan ditangannya.

  13. Kalah dari persaingan hidup, bahkan persaingan yang tidak jelas sekalipun.

    Mereka yang terlalu sombong untuk menerima keunggulan orang lain cenderung sakit hati ketika mengingat betapa hebat musuhnya tersebut. Orang yang tidak bisa menerima kekalahannya cenderung terus merasa kesal setiap kali mengingat hal tersebut. Jika rasa sakit ini terus berlanjut ditambah kedengkian yang tidak bisa diredakan maka pikirannya akan dipenuhi dengan kekusutan. Akibat hal tersebut, ia cenderung mengambil jalan pintas sehingga memilih untuk mengkonsumsi barang haram tersebut.

  14. Bully (ejekan), fitnah, penghinaan.

    Tekanan sosial semacam ini cenderung membuat seseorang tertekan batin hingga stres. Ini akan semakin parah (depresi) jika seseorang tidak mampu lagi mengelola pikirannya sendiri. Bila ia tidak mampu lagi bertahan dari rasa depresi tersebut maka ada kecenderungan besar untuk mengkonsumsi narkoba agar pikirannya dibebaskan dari tekanan. Terlebih ketika jumlah uang yang dimiliki sangatlah fantastis sehingga untuk barang senilai beberapa ratus ribu pastilah akan ditebus dengan mudah.

  15. Tidak mampu mengabaikan (dihantui) masa lalu.

    Orang yang terus-menerus dihantui oleh masa lalu cenderung tidak bisa tidur dengan tenang. Bahkan saat kemana-mana, pikirannya terus terbayang dengan segala yang telah lewat itu. Situasi ini terjadi karena seseorang terus-menerus mengosongkan pikirannya dari waktu ke waktu. Akibatnya, hal-hal tersebut membuatnya trauma dan ketakutan. Berhubung ia memiliki uang yang banyak dan sudah tidak kuat lagi menahan ketakutan itu maka ia akan membawa dirinya mengkonsumsi obat-obat terlarang tersebut.

  16. Hilangnya kebanggaan diri.

    Ketika seseorang yang dulunya sangat dipuja-puji, dihargai, dihormati, populer dan sangat kaya raya telah kehilangan semua gemerlapan itu. Niscaya, ia akan merindukan hal tersebut tetapi sayang waktu tidak bisa diputar balik. Akibatnya, penyesalan menghujam pikirannya sehingga menjadi kacau balau. Untuk meredakan kekalutan tersebut, iapun memutuskan untuk mengkonsumsi narkoba yang diperolehnya dengan mudah disekitar club/ cafe tempat tinggalnya.

  17. Ingin tahu sekedar coba-coba.

    Keingintahuan yang besar telah menawan hati seseorang karena ia melihat di televisi begitu banyak pengguna barang haram tersebut yang tertangkap tangan. Iapun lantas mencoba menggunakannya karena selama ini dirasa-rasanya bahwa pikiran mulai kacau saat menghadapi sesuatu. Terlebih saat secara keuangan gaji yang diperolehnya cukup besar untuk membeli semuanya itu.

  18. Mencari sensasi agar terlihat keren.

    Pemakaian narkoba bisa saja semakin marak terjadi karena orang-orang tertentu menganggap bahwa mereka keren dan bisa bebas berekspresi saat menggunakannya. Ada rasa senang yang dirasakan saat mengkonsumsi obat-obatan tersebut sehingga membuat hatinya sangat terkesan. Merekapun akan mengajak lebih banyak teman-temannya untuk menggunakan obat ilegal tersebut secara sembunyi-sembunyi. Setelah itu lantas saja iapun memiliki keberanian untuk berekspresi seperti teman-temannya dalam pesta drugs

  19. Gugup menghadapi sesuatu – agar berani.

    Orang yang gugup menghadapi sesuatu dan lain hal tetapi tidak ingin hal tersebut diketahuioleh orang lain cenderung akan menggunakan obat-obatan terlarang ini untuk menghilangkan demam panggung yang dirasakannya.

    Para artis yang juga menggunakan obat-obat terlarang ini untuk membuatnya lancar berekspresi di depan panggung cenderung melupakan efek samping dari obat ilegal tersebut. Mereka tidak menyadari bahwa tindakan tersebut sesungguhnya telah secara tidak langsung menekan syaraf-syaraf pusat sehingga otaknya cenderung tidak berkembang lagi untuk menghasilkan karya-karya positif.

  20. Dorongan dari keluarga.

    Dorongan yang timbul karena masalah keluarga membuat seseorang cenderung melakukan pelarian. Terlebih ketika orang tua sudah memberikan banyak uang di tangan maka sumber daya tersebut akan dimanfaatkan untuk membeli narkoba. Ini juga bisa terjadi oleh karena ada seseorang di dalam keluarganya yang melakukan hal yang sama.

  21. Dorongan dari lingkungan.

    Ketiak seorang sukanya bergaul dengan orang-orang yang dikenal sebagai pecandu narkoba maka ada kemungkinan baginya untuk terjerat bersama mereka dalam persoalan yang sama. Terlebih ketika orang tersebut bergaul terlalu dekat dengang para pecandu dan cenderung tidak bisa menahan diri untuk melakukan hal yang sama. Pengaruh dari teman-teman yang buruk bisa saja menjerumuskan seseorang pada jurang dosa ini. Oleh karena itu, bertemanlah kepada siapa saja tetapi jangan berteman dengan keburukannya.

  22. Paksaan dan dijebak teman.

    Salah satu kisah pecandu yang paling dramatis adalah saat dia pertama kali mengkonsumsi barang haram tersebut karena dipaksa atau dijebak oleh temannya sendiri. Semacam kata pepatah “pagar makan tanaman.” Oleh karena itu, hindari mengunjungi tempat-tempat yang terpencil dengan orang yang baru anda kenal. Saat baru berteman dengan seseorang, pastikanlah bahwa kalian mengunjungi tempat-tempat umum yang ramai dikunjungi oleh masyarakat luas.

    Sifat candu disebabkan oleh karena.

  23. Masalah yang terus ada.

    Semua orang yang mengkonsumsi barang haram ini demi alasan pelarian dari masalah pastilah akan menemukan kesenangan bagaikan nge-fly di langit ke tujuh. Tetapi sadarilah bahwa semuanya itu hanyalah sesaat saja. Begitu anda sadar dari keadaan tersebut pastilah akan menghadapi masalah baru lainnya. Akibatnya, jatuh dalam jurang ketagihan yang tidak bisa lagi dihentikan. Saat rasa candunya tersebut tidak terjawab maka ia akan mengalami rasa sakit yang mendalam yang disebut dengan sakaw.

  24. Uang yang tetap ada.

    Mereka yang selalu memiliki uang dikantongnya lebih bebas untuk mengkonsumsi obat-obat terlarang ini. Finansial yang memadai membuat rasa candunya selalu terobati. Terlebih ketika ia juga seorang mahasiswa perantauan yang berasal dari keluarga berada. Jika ia butuh sesuatu maka tinggal telpon ke ortu lalu berikan alasan yang masuk akal, pasti uangnya akan dikirim. Adalah mustahil seseorang bisa kecanduan narkoba jika tidak didukung oleh keuangan yang memadai sebab harga barang haram tersebut selangit hanya dalam jumlah beberapa gram saja.

    Alasan utama Over dosis terjadi karena.

  25. Uang yang terus ada.

    Tidak ada orang dari keluarga sederhana yang over dosis karena penyalahgunaan narkoba. Sebab ketika seseorang sudah sampai pada tahap kecanduan maka orang tersebut tidak bisa lagi bekerja seperti orang normal lainnya. Memang bisa melakukan sesuatu tetapi hanya pekerjaan yang mengandalkan tenaganya saja. Orang yang ketergantungan narkotika mustahil bisa menghasilkan ide-ide brilian untuk berkarya sebab sistem syaraf pusatnya telah dilemaskan dan dikerdilkan oleh pengaruh bahan berbahaya tersebut.

    Jadi, darimana orang ini memperoleh uang sebanyak itu? Inilah dampak buruk kapitalisme, kebanyakan orang yang over dosis adalah mereka yang berasal dari keluarga menengah ke atas yang soal finasial “tinggal bilang dan semuanya kelar.” Ia bisa saja memperoleh uang tersebut dari orang tua, saudara atau kaum keluarga lainnya. Baik yang diambil secara baik-baik dengan sedikit kebohongan maupun yang dicuri (dari brangkas keluarga).

Narkoba adalah barang haram yang bekerja aktif menyerang, melemahkan, melumatkan dan mengkerdilkan otak anda. Menyelesaikan masalah dengan itu: percayalah bahwa efeknya cepat sekali berlalu bahkan anda tidak akan mengingat kejadian tersebut. Ketagihan selalu menunggu di depan karena zat ini semacam magnet yang terus membuat anda lapar akan keberadaannya. Kerugian yang dialami karena ketagihan tidak hanya soal keuangan dan kesehatan fisik saja tetapi kesehatan mental-emosional dan kesehatan sosial juga terganggu.  Ketika ketergantungan telah menawan kehidupan anda maka tepat saat itu jugalah yang terjadi bukan lagi gangguan kesehatan tetapi destruksi kehidupan. Keadaan ini akan semakin parah saja ketika keuangan seseorang sangat mendukung sehingga bisa berujung pada over dosis.

Salam, Hanya orang yang kurang cerdas yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.