Gejolak Sosial

+10 Bahaya & Manfaat Kebencian – Untung-Rugi Rasa Benci Bisa Jadi Pengacau Atau Proses Pembaharuan Hidup


Bahaya & Manfaat Kebencian – Untung-Rugi Rasa Benci Bisa Jadi Pengacau Atau Awal Pembaharuan Hidup

Manusia hidup di dunia ini, bukan tanpa alasan melainkan semata-mata demi menemukan kebaikan dan mengembangkan hal tersebut di dalam dirinya sendiri. Ada banyak bagian di dalam diri kita yang mengekspresikan hal yang berbeda. Semua sifat-sifat itu berada dalam keadaan tidur dan diaktifkan oleh masing-masing orang menurut kebiasannnya . Jika memelihara yang baik itu secara berkelanjutan terus menerus bahkan mengekspresikannya juga maka sifat-sifat baik akan mulai benderang-terang dari dalam dirimu. Saat mampu tetap berbuat baik sekalipun dihantam oleh cobaan hidup berarti sifat anda memang baik adanya. Tetapi ketika yang dipelihara adalah yang jahat secara berkelanjutan terus menerus bahkan diekspresikan pula lewat sika sehari-hari maka sifat negatif mulai kentara di dalam dirimu. Saat anda terus saja melarikan diri dan menanggapi cobaan hidup dengan keras (penuh amarah dan kekerasan) berarti sifat anda memang jahat adanya.

Pengertian kebencian

Benci adalah sangat tidak suka (KBBI Offline). Menurut kami kebencian adalah sifat yang menunjukkan bahwa suasana hati seseorang sedang tidak berada dalam situasi yang baik (sedang tidak menyenangkan). Seolah ia menentang semua keadaan yang sedang berlangsung disekitarnya semata-mata demi merubahnya untuk kepentingan diri sendiri. Tidak ada satupun yang bisa mengatasi rasa ini kalau bukan kemampuan sendiri untuk memanajemen pola pikir yang dimiliki. Seseorang yang hidup berjalan dalam kenyamanan justru beresiko memiliki nilai kebencian yang semakin tinggi. Sebaliknya  mereka yang mau merelakan diri untuk menjalani ujian kehidupan mampu mengendalikan sifat-sifat ini.

Berasal dari alam bawah sadar manusia

Manusia Yang Fokus Kepada Gemerlapan Duniawi Akan Dikuasai Oleh Alam Bawah Sadarnya Yang Penuh Kedagingan

Alam bawah sadar manusia benar-benar mengekspresikan sifat-sifat kedagingan yang membuat kehidupan berada di luar batas-batas kewajaran. Ada orang yang mungkin berkata-kata dan bertanya-tanya, “dimanakan kejahatan itu?” Ketahuilah bahwa hal tersebut tidak pernah jauh bahkan sangat dekat di dalam diri masing-masing orang. Saking dekatnya hal tersebut, tidak ada jarak diantara merreka (diri sendiri dan kejahatan) sebab semuanya itu telah menyatu dengan sempurna dalam diri kita. Sekarang masalahnya adalah, apakah anda sering membiarkan pikiran sendiri mengalami kekosongan sehingga alam bawah sadar yan penuh kejahatan berkuasa atasmu? Atau selalu mengaktifkan pikiran dan mengisinya dengan berbagai hal positif sembari menenggelamkan rasa ini.

Isi hatimu dengan hal positif maka pikiranmu otomatis bebas dari rasa benci

Kedagingan tidak bisa dihindari sebab ia telah menyatu dengan manusia itu sendiri. Itulah penyebabnya mengapa nenek moyang kita dahulu, kehidupannya lebih dekat dengan binatang yang kejam, sadis dan keras. Mereka tidak ada ubahnya dengan hewan-hewan yang hidup berkeriapan di alam rimba bahkan lebih jahat lagi karena hatinya dipenuhi oleh keserakahan. Setiap kali mereka mengenyam kemajuan maka akan diiringi dengan penghancuran. Kemudian akan kembali lagi membangun peradaban dalam ketamakan lalu hancur lagi oleh kekuatan musuh yang lebih besar.  Demikian selanjutnya kehidupan manusia itu tidak pernah tenang dalam damai sejahtera oleh karena kebencian dan keserakahan di dalam dirinya.

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

Jika anda masih mengisi hati dengan berbagai-bagai kebanggaan materi dan kemuliaan yang menyertainya maka hidup kitapun tidak akan jauh berbeda dari nenek moyang terdahulu. Mereka mendasari peradaban di atas kejahatan maka menuai kehancuran cepat atau lambat. Itulah mengapa Tuhan memberikan ajaran-Nya di dalam kehidupan kita. Agar diri ini beroleh tuntunan kepada kebenaran yang hakiki. Sebab harta paling berharga sebenarnya tidak berasal dari dunia ini tetapi semuanya itu ada di dalam diri sendiri. Masalahnya sekarang, maukah anda menggalinya? Salah satu cara terbaik menggali berbagai potensi yang ada di dalam diri sendiri yaitu dengan senantiasa memfokuskan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Juga tetaplah berbuat baik lewat pelajaran dan pekerjaan yang ditekuni mulai dari cara sederhana, ramah tamah. Selebihnya anda dapat melakukannya berdasarkan potensi dan sumber daya yang dimiliki.

Manfaat kebencian menjadi sumber pembaharuan hidup

Segala sesuatu di dunia ini sifatnya seperti pedang bermata dua. Dibalik segala dampak buruk yang ditimbulkannya, ada juga manfaat khusus yang disebabkannya dalam kehidupan kita dari waktu ke waktu. Tentu saja, anda baru bisa merasakan khasiat ini saat mampu mengendalikan rasa tersebut. JANGAN HARAP BISA MERAIH MANFAAT INI JIKA ANDA MASIH BELUM BISA MENGUASAI DAN MENGENDALIKAN RASA KESAL DI DALAM HATI. Untuk itu, yang pertama-tama harus anda lakukan adalah kenali rasa kesal tersebut tepat saat ia muncul di dalam hati. Jika sudah mampu mengenalinya maka akan dimungkinkan untuk melakukan tindakan antisipasi, inilah proses dari pembaharuan hidup. Berikut ini, selengkapnya yang kami maksudkan.

  1. Menguji diri sendiri.

    Rasa benci adalah suatu pemicu yang sudah ditanamkan secara default di dalam diri kita masing-masing untuk membuat diri ini bermasalah dengan orang lain. Tentu saja bila kebencian ini tidak ada maka manusia cenderung diam-diam saja saat berbagai gejolak timbul di dalam hatinya. Tetapi karena ada rasa ini maka secara tidak langsung kita ditempatkan dalam situasi yang penuh tantangan dimana hal tersebut disebabkan oleh diri sendiri. Keadaan semacam ini akan membuat kita belajar lebih telaten untuk menghadapi persoalan hidup di lain waktu.

  2. Melatih kemampuan fokus.

    Seorang pembenci hatinya hanya dipenuhi oleh rasa kesal yang diiringi oleh aktivitas otak yang mereka-rekakan sesuatu yang jahat terhadap musuhnya. Tetapi, orang yang tingkat kesadarannya tinggi tidak akan membiarkan fokus pikirannya berubah ke arah negatif lalu dengan segera mengembalikan hal tersebut kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

  3. Melatih kebaikan hati.

    Bisa dikatakan bahwa rasa benci ini erat kaitannya dengan kekusutan pikiran. Saat kehidupan seseorang ditimpa oleh rasa kesal maka tepat saat itu juga pikirannya jadi kusut dan penuh dengan kekalutan. Tetapi mereka yang mampu mengabaikan semuanya itu lalu tetap berbuat baik ketika ada kesempatan untuk melakukannya. Ini kebaikan sejati yang sesungguhnya, yakni tetap berbagi kasih sekalipun masalah tengah menerpa kehidupannya.

  4. Belajar mengasihi musuh.

    Jelaslah bahwa rasa benci mampu menjauhkan kita dari semua orang bahkan sampai menciptakan musuh-musuh baru. Atau bisa saja di luar sana ada orang yang memusuhi kita. Tetapi berkat adanya semua itu, kita berlatih untuk menekan hasrat untuk membalas sembari mencoba untuk menebar kebaikan kepada mereka. Jadi, secara tidak langsung kebencian telah melatih anda untuk lebih peka terhadap kasih daripada terhadap ego sendiri.

  5. Belajar memaafkan.

    Rasa benci memang tidak membuat hubungan yang retak semakin dekat. Tetapi mereka yang sudah mencapai tingkat kemanusiaan yang lebih tinggi akan beroleh kemampuan mengelola dan menghadapi semua situasi dengan baik termasuk yang tidak menyenangkan tersebut. Justru sikap buruk orang lain adalah suatu tantangan untuk mau memaafkan orang yang bersalah kepada kita.

  6. Belajar mengendalikan diri.

    Lepas kendali adalah kebiasaan buruk manusia yang dikuasai oleh rasa benci. Setiap orang akan melakukan berbagai usaha untuk mengendalikan diri dari hal-hal buruk. Terlebih ketika seorang teman mengekspresikan ketidaksenangannya kepada anda, apakah yang akan anda lakukan? Oleh karena itu, Andapun harus lebih lihai mengendalikan diri lewat semuanya itu. Sebab dengan mengontrol diri sepenuhnya membuktikan bahwa rasa benci yang ditimbulkan orang lain tidak dapat mengusik dan tidak lebih berkuasa daripada otak (pikiran) sendiri.

  7. Belajar menjadi cerdas bahkan bijak.

    Ini adalah sebuah kemampuan untuk mencari makna hidup di balik buruknya situasi. Mereka yang ditimpa oleh rasa benci orang lain pastilah menghadapi situsi yang benar-benar tidak menguntungkan. Tetapi mereka yang bisa menemukan arti positif (manfaat) dibalik keburukan tersebut adalah bijak.

  8. Sebenarnya masih banyak lagi, silahkan cari dan temukan sendiri teman.

Dampak negatif kebencian yang membuat pikiran, perkataan dan perbuatan menjadi kacau balau (mengarah ke hal negatif)

Rasa kesal di dalam hati yang membuat suasana hati kurang menyenangkan pastilah beresiko menyebabkan segala  yang buruk. Sebab suasana hati yang kurang menyenangkan membuat pikiran cenderung negatif terhadap hal-hal yang terjadi disekitarnya. Akibat dari keadaan ini adalah sikap yang kurang berkenan akan diekspresikan keluar bahkan beberapa orang tidak menyadari hal tersebut sampai mereka mengetahui akibatnya. Berikut in idampak negatif yang kami maksudkan.

  1. Mengganggu konsentrasi.

    Rasa benci jelas membuat kita tidak fokus pada sesuatu yang baik tetapi justru hati ini dipenuhi oleh berbagai-bagai keburukan. Orang yang sedang membenci tidak mungkin memikirkan hal yang positif sebab suasana hatinya sedang tidak menyenangkan. Mereka yang tidak mampu menepis rasa ini akan di tawan konsentrasinya oleh hal-hal buruk.

  2. Menghilangkan kebiasaan fokus Tuhan – kedekatan dengan Tuhan merenggang.

    Fokus terbaik ini akan secara otomatis hilang saat kebencian memenuhi hati anda. Sebab rasa kesal terhadap seseorang (sekelompok orang) telah menawan hati sehingga cenderung terus menerus memikirkan bagaimana tingkahnya yang menurut anda sangat berlebihan. Atau pikiran anda bisa juga dipenuhi oleh sesuatu yang terus membahas-bahas tentang rencana jahat terhadap mereka. Semua kejadian ini jelas membuat hubungan yang awalnya dekat kepada Sang Pencipta menjadi renggang dan tidak dinikmati lagi.

  3. Menghilangkan kebiasaan berbuat baik.

    Orang yang tidak bahagia mustahil bisa berbuat baik. Sebab kebahagiaan adalah energi kebaikan hati. Saat kemampuan fokus kepada Tuhan tidak ada lagi maka rasa bahagia tersebut akan berangsur-angsur hilang. Akibatnya hati yang dipenuhi dengan rasa kesal menghambat ekspresi kebaikan hati anda kepada sesama.

  4. Menghilangkan kedamaian, kelegaan, kebahagiaan dan ketenteraman hati.

    Adalah mustahil orang yang memikirkan hal-hal yang kurang menyenangkan bisa merasakan kebahagiaan, kedamaian, kelegaan dan ketenteraman hati. Sadarilah aura positif hanya bisa ditarik oleh sikap dan pikiran yang positif. Sedangkan saat hati dipenuhi dan fokus dengan rasa benci maka tepat saat itu jugalah segala suasana yang baik – positif tersebut akan menghilang secara otomatis dari dalam diri anda.

  5. Musuh (merasa) ada-ada saja – semakin banyak.

    Orang bisa saja tidak menyukai kita lalu menjadi musuh secara diam-diam tetapi kita tetap mampu menganggap semua orang sebagai teman. Menganggap bahwa semua orang adalah teman merupakan suatu usaha untuk membuat hati lebih lega menjalani hidup. Agar saat kemana-mana kita tidak merasa ketakutan dan kekuatiran secara berlebihan. Tetapi saat hati dipenuhi dengan rasa benci, gangguan sepele sekalipun akan membuat kita memusuhi orang lain sehingga saat kemana-mana hati dipenuhi kekuatiran dan kegelisahan.

  6. Hati dipenuhi dendam.

    Dendam jelas diakibatkan oleh karena kita terus-menerus memikirkan hal yang jelek-jelek tentang sesama manusia. Keadaan ini jelas membuat hati semakin membenci orang tersebut sehingga mulailah muncul niat untuk membalaskan dendam suatu saat nanti. Mungkin anda awalnya berpikir bahwa membalas dendam itu baik adanya tetapi sesungguhnya hal tersebut hanya membuka pintu kepada ketakutan dan kegelisahan yang lebih besar lagi.

  7. Amarah meluap-luap.

    Hati yang membenci ingin sekali segera meluapkan berbagai-bagai amarah kepada seseorang. Kita berpikir bahwa saat suara besar dan mata melotot maka orang lain lebih mendengarkan. Padahal hal yang terjadi justru sebaliknya, respon mereka bisa jadi sama atau menutup telinga dengan semuanya itu. Oleh karenanya, segera sangkal diri saat panas hati tersebut mulai-mulai kentara di dalam pikiran. Sebaiknya sampaikanlah segala sesuatu dengan baik, jelas dan sabar agar orang yang mendengar dilembutkan hatinya. Mungkin mereka tidak segera melakukannya tetapi begitu anda berpeling mereka akan.

  8. Kekerasan menjadi-jadi.

    Sifat yang keras jelas tidaklah baik sebab kekerasan hanya akan membuat situasi yang kita hadapi semakin memburuk. Sebelum kekerasan menjadi nyata, silahkan redakan amarah seminimal mungkin dengan menginjak-injak arogansi yang tinggi. Jika rasa kesal itu tidak kunjung mereda, silahkan keluar dari situasi tersebut untuk mencari angin segar di luar sana.

  9. Mempertinggi kesombongan.

    Saat seseorang tidak senang hatinya melihat sesamanya maka bisa saja orang tersebut melakukan aksi yang angkuh semata-mata demi melampiaskan kebenciannya terhadap seseorang. Aksi yang angkuh ini bisa saja berupa tutur kata yang syarat kesombongan atau perilaku yang ogah-ogahan kepada sesama manusia.

  10. Mempertinggi iri hati (kecemburuan).

    Ketika suasana hati seseorang sedang tidak baik maka rasa iri saat melihat hal-hal yang agak mencolok dari kehidupan orang lain jelas sangatlah kentara. Seandainya ia tidak dituntun oleh rasa kesal dan mau merendahkan hati untuk mengucapkan selamat kepada orang lain niscaya kecemburuan itu akan berkurang. Tetapi karena ada kebencian dari hatinya terhadap orang tersebut maka membuat kecemburuan yang dialaminya ikut memadat hingga berujung pada perbuatan tidak menyenangkan.

  11. Meningkatkan sikap Suudzon (prasangka buruk – curiga).

    Ketika kita membenci seseorang maka mudah sekali berprasangka buruk terhadap gerak-gerik orang tersebut. Mungkin dia sedang melakukan urusannya sendiri tetapi pikiran segera saja menghakiminya lalu berkata dalam hati “jangan-jangan orang ini….” Sadarilah rasa curiga yang sangat tinggi semacam ini jelas hanya akan menambah buruk suasana hati anda. Bahkan beresiko mengganggu sikap sehari-hari sebab terlalu takut kemana-mana karena curiga berlebihan kepada orang yang tidak jelas.

  12. Meningkatkan ketidakpedulian.

    Sikap yang acuh tak acuh adalah sebuah bentuk rasa benci yang terpendam di dalam diri seseorang. Memang, beberapa dari sikap ini disebabkan oleh karena kurang dewasa dalam hal berpikir. Tetapi, bagi mereka yang sudah dewasa dalam hal berpikir namun masih saja tak peduli dengan orang lain menunjukkan bahwa tinggi sekali rasa benci di dalam hati mereka pribadi lepas pribadi. Ini bisa saja merupakan aksi balasan terhadap perbuatan orang lain atau bisa juga karena kehidupan seseorang memang sedang dirundung masalah.

  13. Hubungan dengan sesama retak.

    Ini sudah jelas ya, rasa benci yang memicu dendam, amarah dan kekerasan jelas berakibat pada retaknya hubungan yang awalnya dekat dengan orang lain.

  14. Menjauhkanmu dari keberkahan dan keberuntungan.

    Anda harusnya dapat rejeki tetapi karena amarah yang meledak-ledak hal tersebut lari atau berpindah tangan kepada orang lain. Sebenarnya ada yang mau memberikan anda hal baik tetapi karena sikap yang acuh tak acuh jadinya orang lain yang mendapatkannya. Intinya adalah rasa benci yang berlebihan bisa saja melenyapkan hal-hal berkualitas dari dalam dirimu.

  15. Membuat anda terseleksi secara sosial dan seleksi alam.

    Orang yang tinggi rasa benci di dalam dirinya beresiko tinggi mendorong orang lain untuk mengenyam ujung jalan kehidupan akitab kekerasan yang semena-mena (seleksi alam). Tidak tertutup kemungkinan ia juga mengalami hal yang sama. Sedangkan pelaku aksi kekerasan juga bisa saja diciduk oleh aparat hukum hingga dibui (seleksi sosial).

  16. Sebenarnya masih banyak lagi, silahkan cari dan temukan sendiri teman.

Masalahnya sekarang adalah “apa tandanya bahwa rasa benci yang kita miliki sudah positif adanya?” Satu yang perlu kita jadikan standari di balik semuanya itu adalah kebenaran yang hakiki. Jika dampak kebencian yang anda rasakan sudah mulai menjauhkan anda dari kasih kepada Tuhan dan kepada sesama manusia maka segera tinggalkan aktivitas tersebut. Atau lebih tepatnya, katakan pada dirimu saat ada orang yang membenci, “Ya Tuhan terimakasih, sikap para pembenciku bermanfaat untuk membuat hidupku lebih baik, dewasa dan bijak.” Sebaliknya ketika mulai muncul rasa benci dari dalam hati, jangan fokus dengan rasa tersebut. Tetapi sadarlah selalu,  lalu arahkan hatimu untuk terus bernyanyi memuji-muji Tuhan maka pikiran akan terbuka lalu dipenuhi oleh rasa senang-sukacita yang terkendali tenang dan damai bahkan meluap dalam bentuk senyuman mungil di bibir masing-masing. Fokus Tuhan, pelajaran dan pekerjaan adalah cara terbaik untuk menepis pikiran buruk tersebut.

Salam, pembaharuan hidup di mulai dari pikiran!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.