Gejolak Sosial

+10 Alasan Manusia Menjadi Munafik (Hipokrit)


Alasan Mengapa Manusia Munafik (Hipokrit)

Manusia memang lihai bersandiwara. Beberapa diantaranya beroleh penghasilan dari sana dan yang lain beroleh keuntungan selain uang sedang di luar sana ada yang melakukannya demi menyembunyikan sesuatu. Sandiwara bukanlah ancaman bahkan di tengah kemajuan sosial yang semakin merapat, hal ini sangatlah dibutuhkan termasuk untuk menciptakan lapangan kerja. Sayang, disamping manfaat positif yang dibawanya, terikut pula dampak buruk yang menyebabkan kerugian, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain.

Pengertian

Munafik adalah berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya kepada agama dan sebagainya, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak; suka (selalu) mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya; bermuka dua (KBBI Offline). Ini disebut juga sebagai hipokrit adalah sikap yang pandai menyembunyikan kejahatan dari orang/ pihak lain. Pada awalnya istilah ini lebih banyak kita temukan dalam ajaran agama yang dipercayai masing-masing. Orang seperti ini diidentikkan dengan para pelaku kejahatan yang penampilannya sangat memukau di depan publik.

Semua orang hipokrit

Tahukah anda, bahwa semua orang di dunia ini adalah hipokrit? Mengapa kami berkata demikian? Sebab masing-masing dari kita mampu dan lihai menyembunyikan sesuatu dari orang lain. Ada orang yang sanggup meredam masalahnya dengan senantiasa fokus kepada Tuhan. Pula ada orang yang sanggup mengabaikan keinginannya demi kepentingan orang lain. Ada orang yang sanggup menyembunyikan kebaikannya yang selalu dilakukan secara diam-diam tanpa harus diekspose oleh media. Juga ada orang yang pintar-pintar menyembunyikan dosanya dibalik penampilannya yang alim.

Masih belum percaya bahwa semua orang di dunia ini adalah munafik adanya? Baiklah, apakah yang anda sembunyikan di dalam lemari tempat penyimpanan barang-barang berharga yang dimiliki, yang tidak diketahui oleh orang lain (selain keluarga sendiri)? Atau pernahkah anda memberitahu semua orang apa yang ada dibalik baju dan pakaian dalammu? Jadi sekarang sudah pahamkan apa yang kami maksudkan bahwa semua orang di dunia adalah hipokrit? Sadar atau tidak, masing-masing dari kita pasti ada yang disembunyikan dari orang lain atau lebih tepatnya itu disebut dengan “menjaga privasi.”

Berarti orang yang selalu menjaga privasi munafikkah?

Menjaga privasi jelas bukanlah sebuah kesalahan justru hal tersebut dianjurkan. Misalnya, password email (surei) dan akun media sosial anda dijaga ketat kerahasiaannya baik oleh anda sendiri maupun oleh pemilik situs (admin) tersebut (itu sudah ada dalam aturannya). Bisa juga saat melakukan kebaikan, seseorang melakukannya secara diam-diam agar keuntungannya tidak dituai di dunia ini melainkan di akhirat kelak. Semua hal-hal baik ini tidak mengindikasikan kemunafikan anda sebab orang-orang tersebut melakukannya demi kebaikan bagi dirinya sendiri dan juga agar orang lain tidak turut berdosa karenanya.

Benar tidaknya sikap munafik tergantung apa yang disembunyikan

Intinya adalah orang yang benar-benar hipokrit melakukan aksinya demi menyembunyikan aksi kejahatan yang telah diperbuatnya sebelumnya. Didalam masyarakat mereka melakukan (membekingi, mempelopori)  penindasan dan penganiayaan tetapi saat sampai di rumah ibadah penampilanya sangat alim. Merekaa juga diidentifikasikan sebagai orang-orang yang sengaja tampil begitu baik di depan orang lain semata-mata demi beroleh pengakuan, pujian dan penghargaan. Jadi, jelaslah pembatasan masalah yang kami lakukan di tempat ini adalah semata-mata untuk mengungkapkan penyebab seseorang menyembunyikan hal-hal negatif dari dalam dirinya kepada orang lain. Selanjutnya akan kami jelaskan setelah ini

Bau busuk sampah suatu saat akan tercium juga

(Lukas 12:1-3) Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.

Jangan berpikir bahwa saat anda melakukan dosa maka di waktu mendatang, tidak akan melakukannya lagi. Sadarilah bahwa dosa ini seperti narkoba yang secara otomatis membuat pelakunya ketagihan. Justru ketika suatu kesalahan dilakukan secara diam-diam maka kemungkinan untuk melakukannya lagi dan lagi adalah semakin besar saja. Ketergantungan semacam ini membuat anda semakin banyak menumpuk sampah di dalam rumah sendiri. Sadarilah bahwa suatu saat nanti kesalahan tersebut akan tercium oleh orang lain, cepat atau lambat. Bahkan ketika kesalahan yang disembunyikan secara menumpuk-numpuk tiba-tiba ketahuan, biasanya hal tersebut terjadi karena akibatnya sudah dirasakan/ diketahui oleh diri sendiri maupun oleh orang lain.

Faktor penyebab seseorang menjadi munafik sempit

Orang yang jelas-jelas berlaku jahat dimana hal tersebut dapat dilihat orang lain (terkadan disampaikan kepadanya) tetapi tidak mengakuinya dan masih saja menyembunyikannya adalah tipe manusia yang munafik sempit. Anda harus menjauhi sikap ini sebab segala kejahatan yang disembunyi-sembunyikan suatu saat pasti akan disiarkan kepada khalayak ramai. Ada banyak motif seseorang melakukan hal tersebut yang akan kita bahas pada bagian ini adalah “alasan mengapa manusia berubah menjadi hipokrit yang beresiko merugikan diri sendiri dan orang lain.”

  1. Telah kehilangan fokus kepada Tuhan.

    Jelaslah bahwa orang yang tidak lagi fokus kepada kebenaran, sikapnya cenderung menjauh dari hal yang benar itu. Kemunafikan bisa saja menghampirinya semata-mata hanya untuk terlihat alim saja dan berupaya menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang terdiri dari orang baik-baik. Padahal sesungguhnya itu hanyalah sebuah kamuflase untuk menyembunyikan maksud

  2. Enggan berbuat baik kepada sesama.

    Mereka yang tidak mau berbuat baik kepada orang lain cenderung tidak mau berkata jujur. Sikap merekapun terkesan dibuat-buat dan tidak alami. Seolah dirinya adalah orang yang sudah baik semuanya (sedang tidak baik). Tetapi sesungguhnya pengakuan bohong itu dilakukan karena sedang tidak ingin berbaik hati kepada orang lain dan malah berlaku sebaliknya.

  3. Tidak mampu menerima diri apa adanya lalu menyembunyikan dosanya.

    Orang yang pandai menyembunyikan kesalahan biasanya hal tersebut dilakukan karena tidak mampu menerima kenyataan tersebut apa adanya. Keadaan ini mendorongnya untuk mengaburkan pelanggarannya secara diam-diam. Bahkan sekalipun seseorang melihat dia melakukan hal tersebut, ia tetap tidak mau mengakuinya. Biasanya orang yang tidak jujur kepada orang lain juga tidak jujur kepada diri sendiri.

  4. Sikap yang tidak sesuai dengan ajarannya atau orang yang perkataannya tidak sejalan dengan perbuatannya.

    Perilaku semacam ini jelas tidak baik sebab masing-masing orang bisa menilai kehidupan kita sekalipun tidak mengungkapkannya kepada mereka lewat kata-kata manis dan indah. Oleh karena itu, berhati-hatilah dengan ajaran yang anda umbar lewat kata-kata karena semua orang pastilah mengaanggap bahwa anda sudah mahir melakukan hal tersebut. Jika anda tidak mahil melakukan sesuatu sebaiknya tidak usah mempublikasikan hal tersebut.

  5. Untuk menyembunyikan sikapnya yang tidak konsisten.

    Mereka yang tidak mampu menjaga sikap tetap benar terus-menerus cenderung akan menyembunyikan dosanya dari orang lain. Mereka tidak bisa menjamin seluruh kehidupannya benar adanya sebab sadar sendiri bahwa sesekali dirinya dengan sengaja menyemplung ke dalam hal-hal duniawi yang sesat. Manusia yang tidak jujur kepada orang lain dan kepada diri sendiri cenderung tidak memiliki integritas dalam bersikap.

  6. Untuk membebaskan dirinya dari rasa malu yang berlebihan – tidak berani.

    Setiap kali melakukan kesalahan pasti ada rasa malu terlebih ketika hal tersebut adalah sesuatu yang bertentangan jelas dalam anggapan masyarakat sekitar. Mereka cenderung menyembunyikannya semata-mata agar tidak diejek (dikata-katai) karena hal tersebut.

    Justru, orang-orang yang seperti ini tidak terkesan gentleman yang “berani berbuat, berani bertanggung jawab.” Mereka lebih dekat pada sifat-sifat penakut sehingga enggan untuk mengakui kejahatan yang telah dilakukan.

  7. Mengiyakan sesuatu yang tidak diinginkan/ dilakukannya atau menolak sesuatu yang diinginkan/ dilakukannya.

    Menyangkal sesuatu yang dilakukannya atau mengakui sesuatu yang tidak dilakukannya. Kemunafikan semacam ini bisa saja ditimbulkan oleh karena dorongan dari dalam dirinya sendiri atau oleh karena dipaksakan oleh orang lain.

    Penyebab lainnya dari sikap yang hipokrit adalah karena seseorang mengiyakan sesuatu yang tidak diinginkan hatinya. Mungkin ini juga dipengaruhi oleh karena kebanyakan orang menyetujui hal tersebut sehingga ia “sekedar ikut-ikutan saja.”

    Ada juga beberapa orang yang menolak sesuatu tetapi di dalam hatinya, sangat menginginkan hal tersebut. Bisa saja ini hanyalah salah satu bentuk dari cara seseorang bertahan hidup dan menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tinggalnya. Tetapi apapun itu, pastikan bahwa anda mengiyakan kebenaran dan menolak kejahatan, bukan malah sebaliknya.

  8. Untuk sekedar pamer dan beroleh pengakuan dan pujian.

    Orang yang hipokrit terkadang menyambunyikan siapa dirinya dan apa kebiasaan buruknya selama ini karena hanya ingin beroleh pengakuan dari masyarakat disekitarnya. Ada banyak hal yang sebenarnya tidak diinginkannya dari semua itu tetapi karena sudah terlanjur tergiur dengan pengkuan dan pujian maka diapun melakukan aksinya secara sembunyi-sembunyi.

  9. Menjaga image (Agar pihak lain menganggap/ mengenalnya sebagai orang yang baik).

    Ini bisa saja terjadi kepada siapapun terutama bagi mereka yang sangat menjaga nama baiknya atau nama baik keluarganya dihadap orang lain (masyarakat luas). Agar dirinya atau keluarganya berkesan baik di mata orang lain maka semua pelanggaran yang dilakukannya diatur sedemikian rupa agar tidak sampai diketahui orang lain.

  10. Untuk membuat diri sendiri beroleh keuntungan sedang orang lain mengenyam kerugian.

    Siapapun bisa berlaku munafik saat yang ada di dalam hatinya adalah bagaimana caranya agar beroleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Bisa juga seseorang berusaha menyembunyikan kebaikan orang lain dan mengatakan yang sebaliknya semata-mata agar orang tersebut dirugikan baik secara materil maupun secara moril.

  11. Dendam kepada seseorang.

    Saat seseorang sedang menyimpan dendam kepada yang lainnya, sikapnya cenderung tidak alami dan penuh rekayasa. Ini dilakukannya sekedar mengubur panas hati yang meriang-riang itu dan masih belum mampu memaafkan temannya.

  12. Iri hati terhadap mereka.

    Karena rasa cemburu terhadapa lawannya yang ternyata shaleh maka si kawan inipun berupaya untuk tampil seshaleh mungkin. Sekalipun sebelum-sebelumnya juga dia adalah seorang yang jahat lakunya. Tetapi sekalipun demikian, hal ini patut kita apresiasi dan berharap dapat mempertahankan semuanya itu.

  13. Manusia yang bersikap perfeksionis.

    Seseorang bisa saja mengakui bahwa dirinya tidak melakukan dosa hari ini sebab ia menganggap bahwa apa yang dilakukannya sudah sempurna adanya. Dibalik semuanya itu, sungguhkah ada orang yang benar-benar sempurna mengikuti jalan Tuhan? Kami juga tidak yakin soal ini dan kami sendiri mengatakan bahwa “kamipun tidak sempurna dalam mengikut jalan kebenaran.” Tetapi sekalipun demikian penyataan ini bukan alasan untuk kadang-kadang melakukan kejahatan disaat hal itu dibutuhkan.

  14. Ada orang yang mendukungnya untuk melakukan itu.

    Terkadang seseorang menjadi munafik karena hal tersebut dicontohnya dari orang lain, mungkin dari orang tua atau dari orang yang dianggapnya lebih dewasa tetapi ternyata” muna juganya.” Sekalipun ada yang mengetahuinya berbuat dosa tetapi mereka sejak dari awal tidak mau mengumbarnya kepada siapapun atau pura-pura tidak di lihat (mereka bersekongkol). Dukungan semacam ini jelas membuat seseorang semakin hipokris saja dari waktu ke waktu.

  15. Pemahaman masyarakat yang terlalu sempit.

    Masyarakat yang terlalu menuntut kebenaran yang penuh dan tidak mentolerir ketika kesalahan-kesalahan kecil terjadi tetap justru mencibir/ mengata-ngatai/ mengejek. Pemahaman masyarakat semacam ini jelas memaksa seseorang untuk menyembunyikan dosa-dosanya serapi mungkin sehingga mereka menjadi hipokrit secara diam-diam. Beberapa aturan yang lebay (terlalu ketat) di dalam masyarakat, membuat beberapa orang melanggarnya secara diam-diam. Sekalipun di depan orang banyak mereka tidak pernah mengakui hal tersebut.

Semua orang menyembunyikan sesuatu dalam hidupnya, tetapi orang yang munafik menyembunyikan kejahatannya. Bahkan sekalipun itu telah ketahuan oleh orang lain dan hal tersebut dikomunikasikan dengan jelas kepadanya, tetap saja ia masih tidak mau mengakuinya (hipokrit sempit). Sikap “lempar batu sembunyi tangan” semacam ini dengan jelas mengindikasikan bahwa seseorang  terkesan kurang berani mengakui kelemahannya sendiri. Orang yang gentleman tetap alim tetapi ketika ada pihak lain yang mengoreksi dirinya, dia mampu menerimanya apa adanya dan bertekad untuk membenahi kesalahan tersebut diwaktu yang akan datang. Jadi sudah jelaslah bahwa faktor utama yang menyebabkan kemunafikan seseorang menjadi nyata karena ketidakmampuan menerima dan mengakui dosa yang telah dilakukannya. Jadi terima dirimu apa adanya dan terima juga bahwa manusia bukanlah makhluk yang  selalu sempurna. Tetapi jangan jadikan hal tersebut sebagai alasan untuk “kadang-kadang berbuat yang jahat.”

Salam, Jujur itu lebih melegakan hati!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.