anak

+10 Cara Menulis Puisi Yang Baik – Menulis & Berkarya Di Mulai Dari Dasar


Cara Menulis Puisi Yang Baik – Menulis Dan Berkarya Di Mulai Dari Dasar

Kami masih ingat dahulu ketika baru pertama kali menulis. Apa yang biasa ditulis adalah puisi, beberapa kali mencoba memberanikan diri untuk meletakkannya di mading sekolah tapi tidak berani. Entah sudah berapa lembar koleksi yang kami hasilkan, entah sudah berapa banyak kisah yang kami rangkai, entah sudah berapa banyak karya yang terbuang sia-sia? Tidak terhitung, kami bahkan telah melupakan sebagian besar darinya. Kkami juga tidak tahu pasti dimana tepatnya karya tersebut hilang. Tetapi kami tidak menyesalinya, sebab bukan seberapa banyak karya kita hilang ditelan waktu tetap seberapa intens kemauan kita untuk terus menulis dan menulis lagi.

Pengertian puisi

Menurut KBBI (Luar Jaringan), puisi adalah (1) ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait; (2) gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus; (3) sajak. Merupakan rangkaian kata-kata yang singkat, padat dan memiliki pesan-pesan moral didalamnya. Bagi kami, sanjak-sanjak yang puitis adalah rangkuman dari sebuah kisah-kisah kemaknaan, baik yang dialami oleh diri sendiri maupun yang dialami oleh orang lain.

Jika dahulu yang namanya karya seni adalah sesuatu yang indah didengar, dilihat dan dirasakan tetapi hal tersebut justru berbeda di zaman sekarang. Hal-hal yang berbau seni, bukan semata-mata bercerita tentang keindahan dan pesona yang dipancarkan oleh seseorang (manusia) atau sesuatu (materi lainnya). Melainkan ada juga beberapa karya yang menampilkan konflik berkepanjangan walau akhirnya akan menjadi baik. Jadi bisa dikatakan bahwa di zaman sekarang, keindahan itu bukan saat kita hanya membicarakan hal-hal yang baik saja melainkan juga saat mampu memadukan antara kebaikan dan keburukan dengan komposisi yang tepat.

Seni jaman sekarang, salah satunya puisi juga harusnya lebih realistis dengan kehidupan sehari-hari. Sebab semua manusia berada dalam satu rangkaian proses belajar dari tidak tahu menjadi tahu. Mereka yang tidak tahu jelas belum cerdas dan saat itulah mereka menemukan banyak konflik dalam kehidupannya. Seiring berjalannya waktu, mereka belajar dari kisah-kisah lalu (kejadian pahit di masa lalu), belajar dari Kitab Suci, belajar dari buku, belajar dari sesama manusia dan belajar dari media sosial – internet. Lama-kelamaan mereka akan dicerdaskan, disinilah para  tokoh tersebut akan mulai menyadari kesalahannya lalu memilih untuk berubah demi hidup yang lebih baik.

Semua karya berawal dari merangkum – belajarlah bagus-bagus di sekolah

Mengapa kami berkata bahwa karya semacam ini akan mengawali semua pencapaian anda di bidang seni? Sebab semua karya seni yang melibatkan aktivitas tulis-menulis memiliki suatu rangkuman inti yang ada pada judulnya. Saat kita membaca judul sebuah karya, sudah mulai tergambar topik yang dibicarakan oleh seniman tersebut. Jika memang karyanya sangat panjang maka akan menemukan daftar sub bab di halaman daftar isi. Pada dasarnya, setiap judul bab yang kita temukan menggambarkan isi didalamnya. Terkecuali untuk beberapa karya yang sengaja membuat tema/ judul/ sub bab yang hanya dituliskan dengan keterangan tempat dan nama orang saja.

Intinya adalah semua karya yang dihasilkan seseorang memiliki rangkuman dimana ringkasan itulah yang kemudian dikembangkan menjadi bagian-bagian penyusun sebuah karya seni. Saat menulis syair lagu, rangkuman tersebut lebih disingkat lagi pemakaian kata-katanya hingga jadilah sebuah lagu yang indah. Ketika hendak menulis sebuah carpen, novel dan lain sebagainya; rangkuman tersebut akan dikembangkan sedemikian rupa sehingga jadilah sebuah rangkaian cerita yang penuh drama dan syarat dengan kemaknaan.

Bagi adek-adek kami yang masih berada di bangku sekolah, adalah baik bagi anda untuk senantiasa belajar yang baik dan jangan suka malas-malasan. Apa yang anda pelajari di sekolah adalah dasar-dasar untuk menemukan bakat seni di dalam dirimu. Ini seperti pondasi untuk membentuk pola pikir anda sehingga siap menghasilkan sesuatu di masa depan. Di awal-awal ini, tidak perlu berpikir banyak untuk menghasilkan karya seni ini-itu melainkan fokuslah belajar dengan baik. Latih kecerdasan otakmu dengan menghafal sesuatu yang tidak terikat dengan konteks yang stagnan dan rajinlah merangkum pelajaran yang diberikan oleh Bapak dan Ibu Guru.

Belajar cara menulis puisi dari dasar

Semua orang butuh sekolah biar bisa menjadi pintar. Memang di luar sana ada beberapa orang ilmuan yang sekolahnya amburadul tetap bukan dalam arti anda harus gagal di sekolah baru bisa jadi seorang penemu/ peneliti. Tetapi berusahalah untuk mengikuti semua proses yang berlangsung selama hidup sehingga lewat semuanya itu, kemampuan anda ditingkatkan dari hari ke hari. Berikut ini akan kami tulis beberapa cara mengembangkan kecerdasan hingga anda mampu menemukan bakat anda, entah itu menulis puisi, pantun, lagu, carpen, novel atau apalah.

Tahapan inti –
dasar dari segala sesuatu.

  1. Selalu fokus kepada Tuhan.

    Ini adalah perwujudan iman kita kepada Tuhan sebab tidak ada hal lain yang bisa menjaga pikiran tetap murni bersih selain fokus kepada Tuhan. Anda bisa melakukannya dengan berdoa, membaca firman dan menyanyi memuliakan nama-Nya dari waktu ke waktu.

    Berikut akan kami berikan beberapa tingkatan saat menjalani aktivitas mengkonsentrasikan pikiraan kepada Tuhan. Bagi anda yang masih muda dan belum mampu mencapai level atas, jangan khawatir. Cukup bermain di level bawah saja, sampai dimana anda mampu maka itulah yang ditekuni. Nanti juga, seiring bertambahnya usia dan pengalaman, anda dapat mencapai tingkatan yang lebih baik lagi.

    • Persiapkan waktu khusus untuk bernyanyi memuliakan Tuhan, membaca firman dan berdoa.
    • Bernyanyi memuji Tuhan atau membaca firman saat ada waktu luang (break) yang dijalani.
    • Puji-pujilah Tuhan di dalam hati sambil menikmati hidup (makan, minum dan jalan-jalan).
    • Ramahlah kepada siapapun dan puji-pujilah Tuhan di dalam hati saat melakukan semuanya itu.
    • Saat melakukakan perjalanan (menggunakan kaki, sepeda, roda dua, mobil), jauh maupun dekat, puji-pujilah Tuhan di dalam hatimu.
    • Selalu bernyanyi-nyanyilah memuji Tuhan saat melakukan pekerjaan kecil (menyapu, menyuci piring, bersih-bersih, rapi-rapi).
    • Ketika sedang sibuk belajar atau bekerja yang membutuhkan konsentrasi tinggi, sempatkanlah sedikit waktu (3-5 menit) untuk memuji Tuhan.
    • Sewaktu dirundung masalah, jangan tenggelam kedalamnya. Tetapi tetap puji-puji Tuhan di dalam hati, selesaikan pekerjaan dan sambil-sambil ramah dengan orang-orang yang anda temui.
  2. Mampu berbuat baik.

    Tahukah anda bahwa segala cerita tentang karya seni termasuk puisi pasti akan berlalu. Suatu saat nanti di masa depan, semua aktivitas berkarya ini pasti akan berakhir. Padahal di dalam lubuk hati manusia ada panggilan untuk berbagi dengan sesama manusia. Panggilan jiwa semacam ini membuat kita rindu untuk berbagi kasih tetapi tidak ada lagi hal untuk dibagikan sebab usia sudah menua tang kekuatan tidak seperti dulu lagi.

    Adalah baik bagi anda dari sekarang mulai belajar untuk melakukan kebaikan yang paling sederhana, yaitu beramah-tamah. Saat tangan kita berhenti untuk menulis karena mata kabur saat melihat layar komputer, apa lagi yang bisa kita bagikan? Jawabannya adalah tidak ada, Tiada halyang bisa kita bagikan selain selalu bersikap ramah kepada setiap orang yang kita temui. Mulailah belajar melakukan hal ini dari sekarang sebab tidak ada waktu untuk besok. Selanjutnya, anda bisa berbagi kepada sesama lewat potensi dan sumber daya yang dimiliki.

  3. Siap menghadapi ujian.

    Ada ujian yang menyertai ketika kita aktif. Semakin aktif kehidupan kita maka semakin rumit masalah yang dihadapi. Ketika kita berbuat baik kepada sesama ada resiko diabaikan dan dipandang sinis oleh orang lain. Ini akan memacu timbulnya rasa sakit pada awalnya tetapi mereka yang mampu menjaga fokusnya tetap untuk memuliakan nama Tuhan, belajar dan bekerja niscaya bisa melaluinya dengan hati penuh kelegaan.

    Rasa-rasanya, sebuah karya seni hambar tanpa masalah. Demikian juga, hidup kita ini menjadi dingin karena minim persoalan. Jadi, bagaimana caranya agar hidup ini selalu diperhadapkan dengan persoalan? Kembali lagi pada poin ke dua, yaitu dengan berbuat baik (ramah). Saat kebaikan kita diuji oleh sesuatu, sadarilah bahwa pergumulan hidup adalah cara terbaik untuk membuat diri ini tulus. Sekaligus untuk melatih kemampuan memfokuskan pikiran selalu kepada Tuhan, belajar dan bekerja.

  4. Merendahkan hati disegala waktu.

    Kerendahan hati jelas membuat kita semakin mudah untuk berbahagia hari-demi-hari. Selain itu, suasana ini juga membuat kita selalu bisa menjalin hubungan baik kepada siapapun. Dalam banyak situasi, kita sesungguhnya lebih banyak berhadapan dengan diri sendiri, yaitu arogansi. Sisi hati yang selalu membuat kita terus bermasalah dengan diri sendiri. Sebelum kita mampu meredakan dan menghempaskan arogansi ini maka selama itu ketenangan tidak akan pernah menjadi milikmu. Oleh karena itu, sangkal diri dan injak rasa arogan di dalam hatimu untuk menemukan ketenangan dimanapun dan kapanpun. Katakan dalam hatimu seperti ini.

    • Kami hanya manusia yang penuh dengan dosa, ini sudah seharusnya terjadi. Kuatkan hati kami ya Tuhan.
    • Sampah saja kami ini Tuhan, ini sudah sepantasnya terjadi. Kuatkan kami menjalani semuanya.
    • Biarkan kami kalah ya Tuhan. Semoga orang ini bisa menempuh kebaikan yang lebih. Kuatkan hati menanggung semuanya.
    • Selanjutnya silahkan karang sendiri.
  5. Melepaskan kecanduan akan kenikmatan duniawi.

    Ketika kita ketergantungan terhadap materi tertentu, besar resiko hal tersebut mengganggu karya-karya yang kita hasilkan. Oleh karena itu, lepaskan segala rasa candu itu dengan menikmati hidup secara fluktuatif. Kadang makan – juga puasa, kadang mahal – juga murahan, kadang enak – juga pahit, kadang berkelas – juga kaki lima dan lain sebagainya.

  6. Meninggalkan ketergantungan akan kemuliaan duniawi.

    Adalah lebih baik bagi kita jika kecanduan untuk menghargai dan menghormati orang lain daripada ketagihan mengharapkan untuk dihargai dan dihormati orang lain. Mengapa kami berkata demikian? Sebab saat kita aktif menghargai dan menghormati orang lain maka tepat saat itulah kita mengambil kendali terhadap kebahagiaan dan kepuasan sendiri. Tetapi, mereka yang mengharapkan untuk dihargai dan dihormati orang lain niscaya nasibnya akan terkatung-katung sebab kita tidak bisa menjamin seseorang selalu menghargai dan menghormati kita. Sedang saat itu berasal dari dalam diri sendiri, kita bisa menjaminnya terus-menerus yaitu dengan melakukannya.

  7. Mampu kuat menerima kenyataan apa adanya.

    Kemampuan seseorang menerima kenyataan adalah salah satu bentuk kesabaran. Orang yang mau mendedikasikan diri untuk berkarya adalah mereka yang bersabar menjalani proses-proses kehidupan yang memiliki tahapan yang tidak mudah. Sedang kita tidak dapat mengubah kenyataan yang sudah terjadi seburuk apapun, itu harus diterima apa adanya. Yang dapat kita lakukan adalah dengan merencanakan masa depan dengan matang agar keburukan yang sama tidak terulang lagi. Tapi, itu hanya sebatas dalam diri kita, saat itu tergantung pada orang lain, kita tidak bisa mengaturnya sebab masing-masing manusia memiliki kehendak dan tujuan sendiri-sendiri.

    Tahap pengembangan
    kemampuan dasar.

  8. Belajar dengan giat.

    Jangan menyangka bahwa pelajaran di sekolah tidak ada hubungannya dengan aktivitas berkarya yang dilakukan, misalnya membuat puisi. Ketahuilah bahwa pola-pola yang anda pelajari di sekolah, baik dasar, menengah pertama, menengah atas dan perkuliahan berhubungan erat dengan cara kerja yang anda lakukan saat berkarya. Jadi jangan pernah mengabaikan pelajaran di sekolah karena itu adalah dasar-dasar untuk menulis suatu sanjak, pantun, lagu, cerpen, novel, roman dan lain-lain.

  9. Bekerja dengan giat.

    Sekalipun anda seorang pelajar yang rajin, bukan berarti pekerjaan rumah atau lebih tepatnya aktivitas membersihkan rumah diserahkan seluruhnya kepada orang tua. Setidak-tidaknya belajarlah untuk membersihkan kamar sendiri, setiap hari. Jika memang tidak dimungkinkan sekali sehari karena kesibukan yang padat maka buat sekali dua hari, sekali tiga hari atau sekali seminggu. Selanjutnya, anda bisa belajar mengurus diri sendiri, jangan sampai semuanya diurus oleh orang tua.

  10. Pandai merangkum.

    Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa dasar dari seni membuat puisi adalah ilmu merangkum suatu naskah. Apapun pelajaran yang diberikan Guru kepada anda, rangkumlah itu. Jika memang tidak bisa menulisnya ulang, berupayalah untuk setidak-tidaknya menggaris bawahi setiap point-point yang penting dari catatan tersebut. Lakukan hal tersebut tepat setelah pelajaran itu di ajarkan. Jangan menunda lama lalu menumpuk aktivitas ini tetapi lakukanlah itu sesegera mungkin agar beban membuat rangkuman selalu ringan untuk dilakukan.

  11. Menghafal non kontekstual.

    Ini adalah teknik menghafal dengan mengingat kata kuncinya saja. Setelah kata kuncinya ditemukan maka pekerjaan selanjutnya merangkai kata-kata tersebut dengan menggunakan bahasa sehari-hari (bahasa sendiri). Mungkin kami kedepannya akan membuat tulisan tentang hal ini. Agar beban menghafal ringan, hindari menumpuk pelajaran yang dihafal. Tetapi usahakanlah agar begitu pelajaran tersebut diberikan oleh guru maka tepat saat itu juga hafallah kata kuncinya dan buat kata-kata sendiri untuk merangkainya. Ingat yang dihafal itu bukan semua materi pelajaran tetapi hanya yang telah sebelumnya anda rangkum!

  12. Membaca dan mendengar karya orang lain.

    Rajinlah membaca dan mendengar hal-hal yang baik. Buku pelajaran memang bagus untuk dibaca-baca dan dihafal secara bebas tetapi baik juga bagi anda untuk membaca beberapa cerita (cerpen, komik, novel, roman) yang tersedia di perpustakaan. Tetapi ingatlah bahwa ini hanyalah aktivitas sambilan dan jangan sampai mengganggu aktivitas belajar di sekolah (termasuk merangkum dan menghafal non kontekstual).

    Buka telinga dan hati anda lebar-lebar saat Guru/ Dosen sedang menjelaskan di depan. Ketika ada poin-poin penting dari apa yang disampaikannya langsung saja catat itu. Atau bila hal yang penting itu sudah ditulis di buku catatan sebelumnya, silahkan langsung digaris bawahi.

    Demikian juga saat anda mendengarkan khotbah, sesampai di rumah catat hal-hal penting yang baru saja anda dengarkan. Atau bisa juga dengan membawa buku catatan kecil saat mendengar khotbah lalu memindahkan catatannya saat sampai di rumah pada buku khusus yang berisi rangkuman khotbah yang didengarkan selama ini.

    Tahap pengembangan kemampuan
    membuat puisi dari berbagai-bagai latar belakang.

  13. Buatlah cerita tentang harimu.

    Pada tahapan awal ini, anda bisa membuat buku diari yang berisi catatan-catatan kecil tentang apa-apa saja yang anda lakukan hari lepas hari.

  14. Buatlah cerita tentang pengalaman pribadimu bersama Tuhan.

    Pengalaman pribadi dengan Tuhan adalah saat melalui masalah. Saat-saat seperti inilah penyertaan Tuhan menjadi nyata di dalam kehidupan kita. Jadi jangan sekali-kali takut dengan pergumulan hidup sebab hal tersebut adalah awal dari kesaksian tentang kekuatan Sang Pencipta. Setelah narasinya siap, langsung saja rangkum semuanya itu, ambil kata kuncinya lalu buatlah menjadi puisi.

  15. Buatlah cerita tentang buku/ pelajaran kesukaanmu.

    Pada tahapan ini, anda bisa menulis sebuah narasi tentang suatu buku (bisa juga mata pelajaran) yang disukai. Mengapa anda menyukai hal tersebut? Jelaskan hal itu pada narasi yang anda buat.

  16. Tulislah puisi tentang seseorang.

    Maksudnya disini adalah tentang seseorang yang dekat denganmu, misalnya orang tua, Guru, Dosen dan lain sebagainya. Anda bisa membuat narasinya lebih padat dan pendek tetapi isinya jelas. Tidak perlu menggunakan banyak majas tetapi buatlah itu serealistis dan sealami mungkin.

  17. Tulislah sesuatu yang membuatmu marah.

    Kenali dan gali dirimu sendiri lalu ingat-ingatlah kembali apa-apa saja hal yang membuatmu marah. Buatlah cerita tentang semuanya itu lalu ubah itu menjadi kata-kata yang lebih padat, singkat dan jelas. Saat anda mampu merangkum narasi tersebut niscaya akan menjadi suatu puisi yang bagus, misalnya. Berikut akan kami berikan salah satu contoh bagaimana membuat rangkuman menjadi lebih singkat, padat dan jelas.

    Jika kau menghina aku, maka aku menghinamu juga kamu.
    Bila Kau memukul aku, maka aku memukulmu juga kamu.
    Aksi balas dendam ini tidak akan pernah berakhir sampai kapanpun.
    Saya lebih baik mengalah untuk menemukan ketenangan.

    Kita akan membuatnya jadi puisi seperti ini.
    Kau hina aku, ku hina kau
    Kau pukul aku, ku pukul kau
    Dendam takkan berakhir
    Lebih baik mengalah
    Ttemukan ketenangan

  18. Tulislah sesuatu tentang makanan kesukaanmu.

    Apa makanan yang anda sukai, jabarkan ciri-cirinya dan narasikan kenikmatannya. Selanjutnya, anda bisa mengubah narasi tersebut menjadi lebih pendek, singkat dan padat sehingga berbentuk puisi.

  19. Tulis sesuatu tentang sahabatmu.

    Anda bisa menulis cerita tersebut dimulai dari apa yang kalian alami dan lakukan hari lepas hari. Terus ceritakan juga saat ada masalah yang dihadapi dan bagaimana cara kalian menyelesaikannya. Lalu ubahlah cerita tersebut menjadi rangkuman kemudian susutkan lagi dengan memakai kata-kata kuncinya saja. Jika sususnannya lebih padat, singkat, jelas maka itu bisa disusun menjadi puisi.

  20. Menulis sesuatu tentang hewan peliharaan di rumah.

    Jika anda mempunyai hewan peliharaan di rumah, maka silahkan tulis sesuatu tentang hewan peliharaanmu tersebut. Tuliskanlah ciri-cirinya dan bagaimana pula perilakunya. Juga tuliskan apa kebiasaannya yang membuatmu sangat suka dengan hewan peliharaan tersebut. Setelah itu, lakukan ekstraksi terhadap cerita yang anda buat dengan mengubahnya menjadi rangkuman. Saat kisah tersebut lebih padat, jelas dan singkat, itulah salah satu puisi hasil karyamu sendiri.

  21. Menulis sesuatu tentang liburan yang disukai.

    Menulis jangan pernah bosan tetapi pastikanlah bahwa anda melakukannya saat semua pekerjaan rumah dan PR dari sekolah telah selesai. Buatlah narasi tentang waktu liburan yang sangat anda sukai.Tuliskan siapa saja yang menemani anda saat itu lalu tuliskan juga apa aktivitas yang kalian lakukan. Sekarang, ubahlah cerita tersebut menjadi sebuah rangkuman lalu padatkan lagi itu menjadi kalimat yang lebih singkat, padat dan jelas adanya.

  22. Menulis sesuatu yang membuatmu takut.

    Kejadian apakah yang pernah membuatmu takut dahulu? Tuliskan alasan mengapa takut terhadap hal tersebut lalu tuliskan pula apa saja yang anda lakukan untuk mengantisipasi ketakutan itu. Setelah itu, ambil kata-kata kunci dari narasi yang anda telah susun lalu buatlah itu menjadi rangkuman. Padatkan lagi rangkuman itu agar lebih singkat dan jelas sehingga menjadi sebuah puisi.

  23. Menulis sesuatu tentang alam (baik tentang hewan maupun tumbuhan).

    Lihatlah alam yang hijau dan asri di sekelilingmu, tuliskan sesuatu tentang hal tersebut. Apa ciri-ciri lingkunganmu yang hijau dan apa pula alasanmu sangat menyukainya. Juga apa manfaat yang anda peroleh dari lingkungan yang asri tersebut.

  24. Menulis sesuatu tentang mimpimu.

    Bagi anda yang pernah bermimpi, tulislah sesuatu tentang hal tersebut. Jelaskan bagaimana kronologi dari kejadian tersebut. Apa yang anda alami setelahnya dan keterangan-keterangan lainnya. Setelah narasinya selesai, ambillah kata kuncinya untuk dibuat menjadi rangkuman. Selanjutnya, anda bisa mengubah rangkuman tersebut menjadi sebuah puisi yang lebih singkat, padat dan jelas.

  25. Menulis sesuatu tentang kota tempatmu tumbuh dan berkembang.

    Tulislah sesuatu tentang tempat dimana anda tumbuh dan berkembang. Apa keunikan dari daerah tersebut dan bagaimana kebiasaan masyarakat didalamnya. Jelaskan pula apa yang anda sukai dan tidak anda sukai dari kota tersebut. Kemudian rangkumlah narasi yang anda buat lalu persingkat lagi sehingga lebih padat tapi tetap jelas seperti puisi.

  26. Menulis sesuatu hal yang membuatmu kecewa.

    Buatlah narasi tentang sesuatu yang membuatmu kecewa, mengapa hal tersebut bisa terjadi dan bagaimana caramu mengatasinya. Lalu rangkumlah narasi tersebut dan padatkan lagi sehingga menjadi sebuah puisi yang jelas dan singkat.

  27. Menulis sesuatu hal yang membuatmu menangis.

    Pernahkah anda menangis? Tulislah sesuatu tentang hal tersebut, mengapa anda mengalaminya dan bagaimana caramu mengatasinya. Juga tuliskan keterangan-keterangan lainnya yang dibutuhkan sehingga membentuk sebuah cerita. Kemudian rangkumlah cerita tersebut dengan mengekstrak kata kuncinya. Akhirnya, anda bisa memadatkan dan menyingkat kata-katanya namun tetap jelas sehingga menjadi puisi.

  28. Menulis sesuatu hal yang membuatmu tertawa.

    Ingat-ingat lagi masa lalu anda, apakah kejadian yang membuatmu tertawa atau tersenyum? Buatlah cerita tentang hal tersebut, buat juga kronologi kejadianya bagaimana. Kemudian ekstrak kata kunci yang terdapat didalamnya sehingga rangkuman yang baik. Padatkan dan singkat kata-katanya tetapi tetap jelas untuk dimengerti sehingga menjadi sebuah puisi yang baik.

  29. Membuat rangkuman/ resensi buku lalu mengubahnya lebih puitis.
    Jika anda telah selesai membaca buku tentang sebuah kisah, entah itu komik, cerpen, novel, roman dan lain sebagainya. Cobalah untuk membuat rangkuman dari bahan cerita tersebut. Ambil kata-katanya langsung dari teks aslinya lalu rangkumlah apa-apa saja yang menjadi inti permasalahan yang dibahas disana.

    Anda juga bisa membuat resensinya, hanya saja soal resensi lebih kepada menggunakan bahasa sendiri (kata-katanya tidak diambil dari kisah yang kita baca). Ekstraksi narasi yang telah anda buat lalu padatkan dan singkatlah tetapi tetap jelas sehingga menjada kalimat-kalimat pendek yang lebih puitis.

  30. Biasakan untuk memakai pertanyaa apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, bagaimana saat bercerita.

    Ini adalah daftar pertanyaan yang dapat anda kembangkan saat membuat narasi tentang sesuatu. Anda bisa menggunakannya semua atau hanya beberapa diantaranya. Kembangkan setiap jawaban yang anda berikan dengan banyak bercerita sehingga semuanya menjadi lengkap. Selanjutnya anda dapat mengubah narasi tersebut menjadi rangkuman yang dapat ditransfer lagi ke bentuk sanjak-sanjak yang indah.

    Tahapan profesional khusus
    bagi orang yang profesinya membuat puisi.

  31. Menulis sesuatu hal tentang isu-isu sosial.

    Ini tidak harus dilakukan oleh seorang pelajar. Sebagai pelajar tidak penting banget untuk menulis tentang isu-isu sosial politik yang berhembus di media. Tetapi saat anda sudah beranjak dewasa dan lulus kuliah, boleh menulis tentang isu-isu tersebut. Buatlah narasi tentangnya, apa saja perilaku orang-orang didalamnya dan bagaimana menurut anda kejadian tersebut. Lalu rangkumlah narasi yang anda buat dengan mengambil kata-kata kunci yang terdapat didalamnya. Persingkat dan padatkan lagi kata-katanya namun tetap jelas untuk dimengerti sehingga menjadi sebuah puisi.

  32. Menulis sesuatu tentang trending topik di sebuah blog atau website tertentu.

    Saat anda surfing di dunia maya, tiba-tiba menemukan topik yang menarik di sebuah blog/ website. Silahkan baca baik-baik blog tersebut lalu tulis kisah lain tentangnya berdasarkan sudut pandang yang anda miliki sendiri. Setelah narasinya selesai, langkah selanjutnya adalah buatlah rangkuman dengan mengekstrak kata kunci yang terdapat didalamnya. Terakhir anda bisa membuatnya lebih puitis dengan memadatkan dan mempersingkatnya namun tetap jelas untuk dimengerti. Tambahkan pula beberapa gaya bahasa yang dirasa sesuai dengan kisah yang anda tampilkan.

  33. Membuat sequel karya yang lebih puitis.

    Dalam tahapan ini, anda perlu kembali melihat karya-karya yang telah dibuat sebelumnya. Lalu buatlah kelanjutan dari puisi tersebut dengan menambahkan beberapa majas, konotasi, metafora dan berbagai penambahan gaya bahasa lainnya.

  34. Menulis ulang puisi orang lain menjadi puisi sendiri.

    Jika anda menemukan suatu puisi, entah itu di buku atau media sosial – internet dan ternyata anda menyukai hal tersebut. Silahkan tulis ulang karya tersebut dengan melakukan beberapa perubah didalamnya. Perubahan yang bagaimanakah itu? Kami tidak bisa menjelaskannya tetapi anda harus mencarinya sendiri lalu mengubah hal tersebut menjadi karya milik pribadi yang tidak jauh berbeda dengan karya aslinya.

    Andapun bisa mengubah sanjak yang diperoleh dari negara lain di dalam Internet dan media sosial. Tentu saja hal semacam ini membutuhkan keterampilan berbahasa yang lebih baik (khususnya bahasa Inggris).

  35. Menulis ulang lagu orang lain menjadi puisi sendiri.

    Ketika anda menyukai suatu lagu, silahkan gubah lagu tersebut menjadi puisi sendiri yang berbeda namun masih memiliki kata-kata pada teks lagunya. Ini bisa anda lakukan pada hampir semua lagu yang ada.

    Beberapa orang justru turut pula mengubah lagu-lagu dari bahasa asing menjadi lagu sendiri dalam bahasa Indonesia dengan sedikit penambahan embel-embel yang diperlukan. Ini bukanlah masalah asalkan kita tidak memperjual-belikannya. Jika hanya sekedar untuk di tulis di blog atau divideokan lalu di-upload ke Youtube.Com masih diizinkan.

    Ketahuilah bahwa banyak orang belajar dasar-dasar membuat lagu dengan menggubah karya orang lain yang otentik walau sedikit ada mirip-miripnya dari teks aslinya. Kemampuan anda untuk mengubah hal ini adalah sebuah jalan untuk menghasilkan karya sendiri.

  36. Membuat puisi sendiri berdasarkan sesuatu yang terbesit dari dalam pikiran anda.

    Butuh waktu dan proses yang panjang untuk menghasilkan sebuah karya yang otentik dan benar-benar asli milik kita. Jangan berhenti memuji Tuhan, jangan berhenti menulis, jangan berhenti berkarya, jangan berhenti mengubah lagu, jangan berhenti mengubah puisi orang lain dan jangan pernah patah semangat. Melainkan teruslah berusaha sampai anda menemukan karyamu sendiri yang asli dan otentik.

    Saat menulis suatu kisah, anda harus mampu membayangkannya terlebih dahulu. Gunakan imajinasimu untuk menggambarkan tokoh yang hendak dinarasikan. Apakah ini tentang seseorang atau sekelompok orang. Anda harus menentukan kepribadian tokoh tersebut dan bagaimana caranya menghadapi masalah.

    Tokoh yang anda gunakan tidak perlu selalu sempurna. Tetapi terkadang tokoh yang memiliki kepribadian yang agak berbeda dari manusia normal lainnya lebih banyak mendatangkan masalah. Sebab saat anda menggunakan tokoh manusia normal dengan kepribadian sempurna niscaya tidak ada masalah yang hendak diselesaikan. Justru dalam ketidaksempurnaan kepribadian itulah ia akan belajar banyak dari masalah yang dihadapinya.

    Selanjutnya, anda hanya perlu mengubah narasi tersebut menjadi lebih puitis dengan bahasa yang padat, singkat namun tetap jelas. Jika dimungkinkan lakukanlah penambahan gaya bahasa yang diperlukan.

  37. Rendahkan hati dan upload ke blog atau Youtube.Com

    Jadikan karyamu sebagai hiburan saja, jangan melandaskannya demi mencari uang, pujian dan penghargaan. Silahkan update blog atau chanel Youtube.Com anda secara rutin, sekali sebulan, sekali dua minggu, sekali seminggu dan seterusnya. Soal penghasilan, jangan dulu berpikir panjang tentang hal tersebut melainkan teruslah berkarya. Jikalau page view (pengunjung – visitor) anda sudah tinggi niscaya uang itu datang sendiri.

Apa yang kita pelajari di bangku sekolah dan kuliah adalah dasar-dasar tentang tata cara mengembangkan kecerdasan. Jika mampu menyesuaikan diri dan mengikuti gaya belajar yang disajikan niscaya pola-pola pengembangan otak yang secara tidak langsung diajarkan di bangku pendidikan akan memudahkan kita untuk berkarya. Selanjutnya, untuk menjadi seorang profesional muda yang berbakat, kita butuh mengembangkan diri sendiri dan mengubah karya orang lain menjadi karya sendiri. Terlebih ketika anda sudah terbiasa mengubah lagu duniawi menjadi lagu-lagu rohani dari waktu ke waktu sehingga dimudahkan lagi untuk menghasilkan karya sendiri. Tapi harap ingat, mengubah karya orang bukan berarti kopi-paste lho… nanti anda dituduh plagiat dan didenda dengan sejumlah uang bahkan hukuman kurungan juga. Oleh karena itu, lakukan semuanya berdasarkan intuisi sendiri dan jadikan karya orang lain sebagai pijakan untuk menghasilkan karya otentikmu sendiri.

Salam, teruslah menulis kawanku!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s