Keluarga

7 Cara Mengganti Tanah Pertanian Yang Hilang Oleh Aktivitas Konsumsi Dan Erosi


Cara Mengganti Tanah Pertanian Yang Hilang Oleh Aktivitas Konsumsi Dan Erosi

Cita-cita kita boleh tinggi tetapi bukan berarti, bebas saja dalam menguasai segala sesuatu. Kita berpikir untuk merajai segala sesuatu dan ingin lebih hebat dari pihak-pihak manapun. Seolah apa yang kita harapkan adalah sebuah kemajuan, padahal semuanya itu hanyalah omong kosong angin yang justru merugikan bagi kita sendiri di masa depan. Memang, diawal-awal akan terasa dan terkesan luar biasa tetapi lama-kelamaan, kita akan merasakan dampak sistemik dari kebiasaan tersebut. Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap tawaran berbagai pihak di luar sana, segala sesuatu ada sisi negatifnya bagi kehidupan kita.

Tanah akan kembali kepada tanah : Siklus kehidupan

Siklus Hidup Tumbuhan Berbiji (Tanaman Tingkat Tinggi)

Seperti kata firman tanah kembali menjadi tanah maka demikianlah seluruh kehidupan manusia. Semua makhluk hidup hanyalah sekumpulan mineral yang telah diberi kemampuan untuk tumbuh untuk memenuhi perannya masing-masing. Ketika tugas yang diberikan kepada kita telah berakhir maka kehidupan yang mengalir dalam setiap darah kita akan kembali kepada Allah sedangkan jasad akan kembali di demineralisasi menjadi garam, yakni tanah itu sendiri. Demikianlah seterusnya hal ini berputar-putar dari generasi ke generasi, tidak ada satu orangpun manusia yang abadi di bumi dan tidak ada satu jasadpun yang  tidak akan membusuk.

Siklus Kehidupan Hewan - Siklus Hidup Binatang Karnivora Dan Herbivora

Hewan dan tumbuhan bahkan manusia itu sendiri pasti ada waktu dimana kehidupannya berakhir. Sejak suatu makhluk dilahirkan dari nol maka akan berkembang dari anak, muda hingga dewasa lalu ada yang memilih untuk kawin (menikah) dan ada juga yang tidak. Setelah itu masing-masing akan menua dan ajal menjemput tepat pada waktunya Tuhan. Proses inilah yang disebut dengan siklus dimana setiap komponen saling berinteraksi satu sama lain yang membentuk sebuah komunitas sosial yang besar. Pada akhirnya, generasi sebelumnya akan berlalu meninggalkan debu dan digantikan oleh generasi yang baru dimana pergantian ini akan terus menerus berlanjut dari zaman ke zaman. Baca juga, Kunci dari segala sesuatu.

Siklus Kehidupan Manusia (Siklus Hidup Kita)

Harta benda dan kekayaan manusia menetang hukum alam

Sayang, ada satu hal yang tidak mengikuti aturan kehidupan, yaitu harta kekayaan seseorang. Ini seperti menentang hukum alam sehingga terus-menerus membawa masalah dalam kehidupan umat manusia. Dari dulu sampai sekarang, sistem yang dibangun dengan susah payah terus mengalami kemunduran akibat perilaku manusia yang serakah. Karena harta benda dan uang di turunkan dan tidak kembali menjadi nol saat seseorang wafat maka wilayah kita dikuasai oleh oknum kapitalis yang tamak dan terus-menerus menimbun kekayaannya. Dengan uang besar yang dimilikinya maka para kapitalis ini bisa mengendalikan manusia. bahkan saudaramu dan saudaraku sekalipun bisa dikendalikannya. Coba bayangkan betapa jahatnya, orang-orang yang memiliki uang banyak, mereka bisa melakukan apa saja yang di luar etika hanya dengan membayar orang lain dengan segepok uang

Behati-hatilah dimana anda hidup. Semakin banyak kapitalis di tempatmu maka akan semakin tinggi manipulasi yang dilancarkan oleh oknum tersebut. Sebab orang-orang ini digerakkan oleh rasa iri hati sehingga merekapun ingin mencapai puncak kepemilikan harta tertinggi sekalipun dengan menghalalkan segala cara. Memang tidak semua kapitalis itu jahat tetapi kegilaan mereka akan uang bisa saja membuatnya kurang pertimbangan dalam bertindak sehingga tidak lagi memikirkan orang lain. Saat rasa kepedulian mereka terhadap sesama mulai berkurang maka tepat saat itu juga resiko berperilaku buruk akan diekspresikan meskipun hanya karena masalah-masalah sepele.

Hati-hati tumbuhan hijau all variant mencuri lahan subur yang di miliki Petani

Sesungguhnya, apa yang dikonsumsi setiap hari adalah tanah yang kita injak. Atau bahasa kasarnya lagi adalah “setiap hari kita mengkonsumsi kotoran sendiri.” Percayakah anda dengan kenyataan ini? Apa yang kita masukkan ke dalam mulut sebenarnya adalah hal-hal yang menjijikkan tetapi semuanya itu telah diolah oleh tumbuhan dan hewan. Ada juga beberapa bahan makanan dan minuman yang dikonsumsi telah diolah oleh pabrik/ industri tertentu. Lagi, Ibu atau saudari perempuan di rumah juga rajin memasak sehingga panganan yang disajikan cukup nikmat dilangit-langit.

Apa yang dilakukan tumbuhan adalah mengubah sinar matahari, tanah, garam dan air menjadi sesuatu yang hidup atau disebut juga organik. Itulah keahlian klorofil untuk mengubah bahan-bahan anorganik yang tersedia dalam julah besar di alam menjadi bahan organik yang dapat dikonsumsi oleh manusia maupun hewan dan makhluk hidup lainnya. Secara perlahan tetapi pasti, tanaman berklorofil mangambil tanah lalu memindahkannya dalam bentuk daun, buah, umbi, batang dan lain sebagainya. Lantas kitapun mengambil berbagai-bagai bahan organik tersebut untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Tahukah anda bahwa hal ini sama saja dengan memindahkan bahan mineral alias tanah pertanian/ perkebunan ke pemukiman kita?

Secara berangsur-angsur, memang kejadian ini tidak cepat tetapi mungkin mamakan waktu menahun hingga puluhan tahun, tanah pertanian/ perkebunan semakin landai (rendah) sehingga tingginya hampir-hampir bersamaan dengan permukaan air laut. Keadaan ini juga turut didorong oleh aktivitas erosi yang terjadi di area permukaan. Arus air yang kuat dan lahan gundul adalah sasaran empuk bagi pelarian butiran tanah ke daerah yang lebih rendah sehingga membentuk sedimen. Keadaan ini turut juga dibentuk oleh aliran kotoran manusia (juga hewan) yang mengarah ke got-got lalu menuju sungai hingga sampai ke lautan, tepatnya di muara. Batuan-batuan kecil inilah yang harusnya dipindahkan kembali sehingga lahan pertanian anda tidak terus menjadi landai.

Akibat pertanian yang serakah

Seperti yang kami katakan dari awal, memang bagus adanya jikalau kita melakukan penguasaan terhadap bahan ekspor diseluruh Asia Tenggara. Ini memang akan meningkatkan pendapatan masyarakat agraria sehingga perekonomian rakyat kecil turut membaik (kecuali jika yang melakukan ekspor adalah perusahaan/ industri besar). Tetapi, tahukah anda bahwa ambisi semacam ini beresiko buruk? Bagaimana tidak, dalam waktu beberapa abad kedepannya niscaya lahan-lahan  pertanian dan perkebunan kita akan sama datarnya dengan permukaan laut. Sebab secara tidak langsung, kita memindahkan tanah ke negara lain. Memang dalam waktu dekat, dampaknya tidak terasa tetapi generasi selanjutnya akan merasakan dampak dari akibat ketamakan semacam ini.

Cara menggantikan tanah pertanian yang hilang karena aktivitas konsumsi

Adalah baik bagi kita untuk tidak terlalu mengekspor bahan-bahan pangan ke negara lain secara besar-besaran. Keadaan ini sama saja dengan memindahkan lahan kita ke negara lain. Artinya luas pinggir pantai mereka secara berangsur-angsur akan bertambah (dalam waktu beberapa abad). Sekalipun ini dilakukan, bila memungkinkan maka bawalah kembali pasir-pasir di muara sungai negara dimaksud. Sebab biar bagaimanapun kandungan tanah akan menurun secara lambat laun. Memang saat ini kita tidak merasakannya tetapi ketahuilah bahwa generasi berikutnya akan diperhadapkan oleh resiko hilangnya bukit-bukit bahkan gunung dan semakin landainya lahan pertanian .

Berikut ini cara yang kami anjurkan untuk mengganti tanah yang telah kita bawa pergi dari lahan pertanian lewat aktivitas konsumsi.

  1. Menambahkan rumput kering.

    Hindari membuang apa lagi membakar bagian-bagian tanaman yang kering. Sadarilah bahwa bakar-bakaran beresiko menyebabkan lahan anda menguap ke udara. Adalah lebih baik bagi anda untuk membiarkannya begitu saja hingga membusuk karena lapuk oleh air hujan dan waktu. Ini akan menggantikan mineral yang sebelumnya dicuri tanaman tersebut dari lahan anda. Petani biasanya melakukan pelapisan (layering) pada tanahnya dimana bagian tanaman yang tidak dimanfaatkan akan diletakkan dilapisan paling bawah.

  2. Menambahkan kotoran dan urin hewan.

    Ini sudah sering dilakukan oleh para Petani. Bahkan di beberapa daerah, urin hewan dijadikan sebagai pupuk cair yang sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang tanaman pertanian (terutama padi-padian). Hewan yang kotorannya dapat diambil langsung setelah dikeringkan mengantarkan tanah yang dikonsumsinya bersamaan dengan tumbuhan ke lahan pertanian semula. Ini jelas sebagai sebuah proses daur ulang yang sempurna dimana kotoran yang kering tersebut akan diubah menjadi bahan organik yang baru oleh tanaman tertentu (tergantung tanaman apa yang ditanam).

  3. Menambahkan kotoran dan urin manusianah

    Dibeberapa daerah terutama di kota besar, menyedot kotoran manusia untuk dikeringkan lalu dijadikan pupuk adalah perkara biasa. Mungkin masyarakat pedesaan masih belum mengenal proses daur ulang yang sangat baik ini sebab di daerah terpencil pembuangan kotoran menyatu dengan tanah. Sehingga tidak mungkin dilakukan penyedotan sebab sudah secara otomatis menjadi mineral anorganik, tinggal menunggu waktu saja.

  4. Menambahkan tanah parit.

    Bagi daerah yang sistem pembuangan limbanya sudah terintegrasi, semua kotoran hewan yang dipelihara di rumah dan termasuk manusia akan menuju ke parit. Jika misalnya warga desa sedang melakukan gotong royong untuk membersihkan parit, sebaiknya lumpur yang diangkat jangan dibiarkan begitu saja. Mereka yang memiliki lahan pertanian dapat memanfaatkan lumpur ini untuk menggantikan tanah yang hilang terbawa arus erosi dan termasuk yang terbawa saat membuang kotoran (baik hewan maupun manusia).

  5. Lumpur kolam atau bak dari tanah.

    Jika anda memiliki usaha perikanan maka akan mendapati bagian dasar kolam tersebut penuh dengan lumpur. Ini adalah kotoran ikan yang langsung diubah dari pelet/ makanan menjadi energi sekaligus kotoran alias lumpur. Anda bisa memanfaatkan lumpur ini setelah dikeringkan terlebih dahulu untuk membantu menyuburkan lahan pertanian yang sedang digarap dengan serius.

  6. Menambahkan tanah sungai.

    Jika semua selokan dan parit dari rumah anda mengarah ke sungai maka tidak perlu lagi mengambil kotoran (ternak maupun manusia) untuk menyuburkan lahan. Melainkan cukup dengan mengoleksi pasir dari sungai tempat anda berada. Ini juga merupakan sebuah solusi untuk menggantikan lahan yang terkikis dari waktu ke waktu oleh erosi dan aktivitas konsumsi tumbuhan hijau.

  7. Menambahkan pasir di muara.

    Jelaslah bahwa semua kotoran manusia, hewan dan tumbuhan lainnya muaranya akan menuju ke lautan luas. Temukan sungai-sungai besar yang mengarah ke pantai dan perhatikanlah bahwa bagian ujungnya penuh dengan pasir. Memang pasir ini bisa saja disebabkan oleh aliran pasang dari lautan dan aktivitas erosi tetapi bisa juga disebabkan oleh menumpuknya berbagai kotoran makhluk hidup di muara. Yang jelas, pasir muara adalah bahan yang sangat menyehatkan bagi tanaman pertanian anda. Selain mengandung bahan anorganik yang dibutuhkan tanaman, pasir ini juga mengandung garam yang membantu membuat tanaman tumbuh subur dari waktu ke waktu. [Simak juga, Alasan Terjadinya Erosi Tanah]

Tanaman memakan tanah dan hewan (herbivora) memakan tumbuhan sedangkan manusia mengkonsumsi tanaman dan hewan. Semakin lama semakin banyak tanah yang kita makan dan semakin penuh septik tank (bagi yang punya) yang dimiliki. Kita tidak menyadari bahwa selama ini aktivitas makan dan minum yang dilakukan secara tidak langsung telah mengurangi volume lahan pertanian. Oleh karena itu, adalah baik bagi para Petani untuk menggantikan volume yang hilang tersebut dengan mengoleksi kotoran (hewan dan manusia) langsung dari sumbernya. Jika anda memang tidak sempat atau enggan melakukan hal tersebut maka langsung saja gantikan tanahnya yang hilang dengan memanfaatkan pasir yang terhampar di muara sungai yang menuju ke lautan. Lakukan pencampuran pasir dengan tanah pertanian pada perbanding 3:7. Aktivitas mencampur semacam ini akan menambah kekayaan hara lahan dan meningkatkan kesuburan tanaman anda.

Salam, Petani cerdas!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.