anak

+10 Cara Menghargai Waktu, Hemat Tapi Efektif & Efisien – Time Is Life (Waktu Adalah Kehidupan)


Cara Menghargai Waktu, Hemat Tapi Tetap Efektif Dan Efisien - Time Is Alive

Ada orang yang ingin kembali ke masa lalu karena mereka menyesal atas sesuatu yang dilakukannya dahulu. Mereka baru merasakan akibat dari tindakannya yang ceroboh itu karena menyia-nyiakannya hanya karena alasan yang tidak masuk di akal. Ada pula yang ingin kembali hanya untuk mempersiapkan diri untuk saat-saat yang penuh keberuntungan, mencurinya dari orang lain lalu menjadi pribadi yang… katanya sukses. Itulah kenyataan yang kita hadapi saat ini, yaitu penyesalan selalu datang terlambat. Oleh karenanya, jangan pernah lalaikan kebaikan di masa sekarang sebab anda akan menua kelak. Sebaliknya, orang yang menabur keburukan sekarang maka besok-besok akan menuai hal buruk yang sama (ingat berlaku kelipatannya).

Pengertian menghargai waktu

Menghargai adalah (1) memberi (menentukan, membubuhi) harga; (2) menaksir harganya; menilaikan; (3) menghormati; mengindahkan; (4) memandang penting (bermanfaat, berguna, dan sebagainya). Sedangkan waktu adalah (a) seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung; (b) lamanya (saat yang tertentu; (c) saat yang tertentu untuk melakukan sesuatu; (d) kesempatan; tempo; peluang; (e) ketika, saat; (f) hari (keadaan hari); (g) saat yang ditentukan berdasarkan pembagian bola dunia (KBBI Luring).

Bisa dikatakan bahwa menghargai waktu adalah aktivitas yang dijalani pikiran, tutur kata dan perbuatan yang senantiasa dekat dengan kebenaran. Sedangkan kebenaran yang sejati itu adalah kemampuan mengasihi Allah seutuhnya dan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Sadar atau tidak, sesungguhnya kita telah terjebak dalam ruang dan waktu yang stagnan dan berputar-putar. Dunia ini begitu-gitu saja tetap manusialah yang melakukan berbagai-bagai perubahan di sana sini. Berpikir bahwa dirinya bisa bertahan dari semuanya itu bahkan membanggakannya dari zaman ke zamam dari keturunan yang satu kepada keturunan yang lain. Namun sesungguhnya segala perubahan dan pembaharuan yang berlebihan yang didatangkan telah mengganggu keseimbangan alam.

Setiap waktu adalah kesempatan – time is money

Tidaklah salah jika ada orang yang mengatakan bahwa “time is money.” Ini menandakan betapa berharganya waktu yang kita jalani bersama orang-orang terdekat. Mulai dari orang tua, saudara, anak, teman dekat, rekan kerja dan lain sebagainya. Kita menjalaninya dengan penuh harapan bahwa segala sesuatu akan dibayarkan kepada diri ini, cepat atau lambat. Dibalik semuanya itu, tidak semua hal yang kita lakukan di bumi ini dapat dinilai dengan uang. Sebab, uang terbatas dalam memberi kebahagiaan tetapi Tuhan akan memuaskan hati kita lewat semua kebaikan yang dilakukan hari demi hari.

Tidak ada lagi yang namanya “waktu adalah uang” tetapi yang ada adalah waktu adalah kesempatan untuk melakukan kebenaran, ada apa dengan kebenaran? Mengapa manusia harus mengisi setiap detik yang dijalaninya dengan kebenaran? Sebab kehidupan kita dibentuk oleh kebenaran yaitu Tuhan sendiri. Sedangkan materi, ketika terlalu fokus untuk mencarinya maka akan berdampak buruk bagi kehidupan lingkungan alamiah. Bahkan kehidupan sesama manusia dan diri sendiri juga akan dirugikan oleh karena penggunaan materi, lebih tepatnya uang yang berlebihan.

Waktu Adalah Kesempatan Berbuat Yang Benar

Jadi mulai sekarang habiskan sisa hidupmu dengan melakukan kebenaran, memang uang itu penting tetapi utamakan hal yang benar, yakni mengasihi Allah seutuhnya dan sesama manusia seperti diri sendiri.

Lagi…

Not all time about money but time is truth. Jika anda bisa melakukan kebenaran di setiap detik yang dijalani, itu lebih berharga dari segepok uang perdetik. Sebab kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati yang abadi menjadi milikmu bila melewati jalan yang benar.

Menghargai waktu sama dengan menghargai diri sendiri

Setiap detik yang dijalani bukan kita dedikasikan untuk orang lain. Memang beberapa hal yang kita lakukan bermanfaat untuk orang lain. Tetapi sadarilah bahwa setiap aktivitas yang anda lakukan untuk mengisi hari-harimu bermanfaat untuk mencerdaskan otak masing-masing. Sedangkan kecerdasan otak itu sendiri bermanfaat untuk membuat kita mampu meraih peran yang baik dan membuat diri sendiri berbahagia. Jadi memang, setiap pikiran, tutur kata dan perilaku yang kita lakukan ditujukan untuk memuliakan nama Tuhan dan mengasihi sesama tetapi manfaatnya akan kembali ke kita masing-masing dimana rasa bahagia, tenang, damai dan tenteram menjadi hak milik selamanya.

Menghargai waktu berarti melaluinya dengan melakukan hal yang bermanfaat tetapi bagaimana sikap anda ketika ada orang lain yang tidak melakukan hal yang demikian? Ini memang penuh dilema, apakah kita harus menasehatinya atau membiarkannya begitu saja? Pertama-tama yang harus anda lakukan adalah jangan iri terhadap perilakunya yang kurang berkenan tetapi berbelas kasihanlah menyaksikan sikap mereka. Pilihan terbaiknya adalah menasihatinya tetapi jangan lakukan di depan orang lain melainkan ketika ada saat dimana kalian hanya berdua saja (empat mata). Tetapi bagi orang yang tidak kita kenal maka doakan saja dia agar rajin-rajin membaca Kitab Suci sebab segala sesuatu tentang kebenaran telah tertulis jelas di sana.

Selalu anggap hari ini adalah hari terakhirmu – Waktu Tuhan sudah dekat

Untuk lebih meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan, banyak orang yang membentuk pola pikir bahwa “ini adalah hari terakhir saya di bumi.” Tetapi kami lebih suka menggunakan istilah, “hari Tuhan sudah dekat, berjaga-jagalah.” Saat kita merasa bahwa hari Tuhan sudah dekat maka muncul semangat dan kewaspadaan dini dari dalam hati. Lebih sering katakan hal ini dalam hatimu bahkan di kala masalah sedang banyak terus katakan hal tersebut niscaya ada semacam kekuatan dari dalam hati kita untuk bertahan. Seolah kita diarahkan untuk merasakan kesejukan hati sekalipun dalam tekanan dan kekalutan sebab kita merasa “Tuhan sudah dekat.” Kita merasa Sang Pencipta kita, Allah sudah ada yang bersama-sama dengan kita, itulah yang membuat kita bersemangat dan lebih berhati-hati lagi menjalani hidup

Cara menghargai detik demi detik yang kita jalani di bumi

Apa gunanya waktu tanpa kebenaran? Dibumi kita sesaat saja tetapi dikehidupan mendatang kehidupan kita SELAMANYA. Pahamkah anda dengan kesaksian kami ini? Setiap dari kita harus memahami bahwa hari-hari yang kita jalani di bumi sangatlah singkat. Seorang penyair berkata, “Itu seperti bunga rumput yang mekar di pagi hari tetapi lisut dan layu di sore hari.” Jadi apa yang lebih penting untuk dikejar di dunia ini selain kebenaran? Sebab kebenaran yang kita pikirkan, perkatakan dan lakukan hari ini merupakan tiket untuk masuk sorga di akhirat kelak.

Orang yang mampu menghargai waktunya akan menggunakan setiap detik dengan penuh pertimbangan agar lebih hemat tetapi tetap efektif dan efisien.

Orang yang mampu menghargai waktunya akan menggunakan setiap detik dengan penuh pertimbangan agar lebih hemat tetapi tetap efektif dan efisien

TAHAP PERENCANAAN.

  1. Membuat jadwal aktivitas yang terencana.

    Saat merencanakan sesuatu, pikirkanlah baik-baik apa topik yang harus dikerjakan hari ini. Anda bisa merancangkannya di dalam pikiran sendiri dan bisa juga mengaturnya dalam buku catatan khusus. Bisa juga menuliskannya di gadget (smartphone, handphone, tablet, laptop) yang dimiliki. Bahkan di sini mungkin lebih simple sebab semuanya bisa menjadi pengingat yang akan berbunyi sendiri untuk mengingatkan anda terhadap waktu tertentu. Semuanya ini bertujuan agar timing yang digunakan lebih hemat namun tetap efisien dan efektif.

  2. Membuat jadwal saat beraktivitas di depan LCD.

    Demikian juga saat hendak surfing di dunia maya. Pastikan untuk memiliki rencana kunjungan yang terjadwal. Sebab ada orang yang kehilangan dirinya alias terlena menghabiskan waktu seharian di internet dan media sosial. Oleh karena itu rencanakan segala sesuatu dengan demikian arah tindakan kita tidak terkesan bias.

    Sama halnya ketika anda berada di depan televisi, pastikan itu sudah di setting dari dan sampai jam berapa. Sebab menonton keenakan bisa saja membuat seseorang lupa waktu.

  3. Buatlah rencana yang nyata dan beri kelonggaran terhadap aktivitas yang tidak bisa diprediksi.

    Anda dapat menyusun setiap gagasan perencanaan yang dimiliki dengan seefisien dan seefektif mungkin tetapi harus realistis. Jangan merencanakan sesuatu yang belum tentu bisa anda selesaikan untuk hari itu. Memang untuk pekerjaan-pekerjaan rutin dimana waktu kerjanya bersifat konstan, semuanya bisa ditebak.

    Bagi pekerjaan seperti menulis, menggambar, menyusun karya dan lain sebagainya dimana masing-masing membutuhkan kerja otak yang optimal. Tidak perlu terlalu memaksakan diri dan jangan juga terlalu bersantai melainkan berusahalah semaksimal mungkin agar ide realisasi karya tersebut mengalir apa adanya.

    Demikian juga untuk acara rapat atau pertemuan tertentu dimana ada sesuatu masalah yang dibahas di sana. Hal semacam ini juga tidak bisa serta merta kita tentukan sampai berapa lama rapat tersebut akan berlangsung. Oleh karena itu, tidak perlu memaksakan diri jika semua tidak sesuai dengan target yang penting anda sudah berusaha maksimal.

    TAHAP PERSIAPAN.

  4. Mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan

    Apa saja peralatan yang anda butuhkan untuk menyelesaikan sesuatu yang telah anda rencanakan sebelumnya? Misalnya sebagai seorang anak sekolahan apa peralatan yang anda butuhkan di sekolah untuk mendukung proses belajar mengajar yang dilakukan. Demikian juga bagi seorang pekerja, mempersiapkan segala peralatan yang dibutuhkannya sebelum berangkat ke tempat kerja. Silahkan kembali lakukan pengecekan ulang agar tidak ada satupun peralatan yang ketinggalan.

  5. Membeli bahan-bahan yang diperlukan.

    Aktivitas ini juga termasuk diberdayakan untuk mensukseskan rencana yang kita buat di waktu sebelumnya. Jika ada peralatan atau bahan-bahan yang masih belum dimiliki maka belilah itu terlebih dahulu. Buat daftar belanjaan yang harus dibeli (sekaligus hemat waktunya) agar tidak ada satupun yang ketinggalan. Jika ada orang yang biasanya ke pasar, sekalian saja berikan daftar itu kepadanya sehingga bisa sekali jalan. Berbelanja berulang kali dalam sehari menandakan bahwa manajemen waktu dan kebutuhan tidak berlangsung secara optimal.

  6. Melakukan konfirmasi dan mengingatkan orang lain.

    Bagi anda yang menghabiskan waktu bersama seseorang karena tempat kerja yang sama dan lokasi rumah yang berdekatan, sebaiknya melakukan perjalanan bersama-sama. Sebab beraktivitas bersama itu lebih baik dan lebih menyenangkan. Anda perlu mengingatkan orang tersebut apakah dia sudah siap atau masih belum

  7. Mempelajari dan melihat bagaimana orang lain bekerja (memperhatikan hasil pekerjaan mereka).

    Saat mengerjakan sesuatu, agar pekerjaan yang dilakukan tidak sia-sia, sebaiknya kita perlu belajar dari ahlinya. Memahami dengan benar apa yang seharusnya kita lakukan dan bila perlu membeli buku-buku panduan khusus untuk membantu kita menyelesaikannya. Ini hanya dilakukan saat pertama sekali melakukan sesuatu tetapi bagi yang sudah terbiasa, tinggal menyelesaikannya saja.

    Bagi anak sekolahan ada yang namanya masa orientasi. Ini adalah tahapan perkenalan dimana seseorang berusah memahami aktivitas belajar yang dilakukan dan mengenali lingkungan sekolah yang ditempati. Sama halnya saat kita baru saja diterima bekerja di suatu tempat, ada yang namanya masa trening dan magang. Jika lulus tahapan ini maka kita akan diangkat menjadi karyawan di tempat tersebut.

    Demikian juga bagi seorang blogger. Sesaat sebelum menulis sesuatu, butuh informasi tentang gambaran seperti apa hal yang harus ditulis. Perlu melihat-libat beberapa karya orang lain yang juga bertemakan tentang hal yang sedang kita garap. Semuanya ini adalah pengetahuan awal sebagai persiapan sebelum menyelesaikan karya otentik sendiri.

    TAHAPAN PELAKSANAAN.

  8. Mengawali segala sesuatu di dalam Tuhan.

    Diawal hari bersekutu dengan Tuhan baik secara personal maupun bersama anggota keluarga lainnya. Selalu menempatkan diri untuk bersyukur. Memfokuskan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Jika dimungkinkan dalam setiap aktivitas yang dilakukan selalu dijalani sambil memuji-muji Tuhan di dalam hati masing-masing.

  9. Berbuat baik kepada siapapun yang dimungkinkan.

    Kebaikan hati adalah panggilan jiwa setiap manusia. Kita bisa lari dari segala hal di dunia ini tetapi saat lari dari berbuat baik kepada sesama, itu sangat tidak menentramkan hati. Oleh karenanya, biasakan diri untuk senantiasa berbagi dimulai dari hal-hal kecil (sederhana), misalnya ramah tamah. Ketahuilah bahwa segala sesuatu dalam hidup kita akan berakhir bahkan materi pasti akan habis tetapi kebaikan bisa anda ekspresikan selalu untuk selamanya.

  10. Memiliki motivasi positif saat melakukan segala sesuatu.

    Apa motivasi anda ketika hendak melakukan sesuatu? Apakah demi uang, pujian, penghargaan, popularitas dan lain sebagainya? Ketahuilah bahwa semua motivasi itu memang baik. Materi dan kemuliaan duniawi adalah hal yang memukau indra untuk diraih. Tetapi sadarilah bahwa hal-hal duniawi itu bisa menurunkan kecerdasan dan menyebabkan sifat ketergantungan. Padahal kita tidak bisa menjamin materi dan kemuliaan dapat selalu dimiliki setiap saat. Sedangkan hati kita butuh diisi dengan sesuatu yang sifatnya selalu ada dan terus ada sampai akhir hayat.

    Motivasi kita saat melakukan sesuatu turut menentukan kebahagiaan hati. Sebab motivasi ini semacam target dan tujuan yang mengarahkan kita pada apa yang sebenarnya kita kehendaki dalam hidup ini. Milikilah motivasi yang benar sebab didalamnya ada kebermanfaatan hidup, yaitu segala sesuatu yang kita lakukan ditujukan untuk kemuliaan nama Tuhan. Demikian juga saat kita berbuat baik kepada siapapun semata-mata untuk menyatakan kasih-Nya kepada lebih banyak orang.

    Motivasi yang dimiliki juga harus bermanfaat bagi diri sendiri agar selain untuk kemuliaan nama Tuhan, ada manfaat positif yang kita dapatkan dari aktivitas itu. Ketahuilah bahwa saat kita memperjuangkan kebenaran berarti pikiran selalu dikonsentrasikan kepada Tuhan dan sikap yang senantiasa berbagi kasih kepada sesama. Dua hal ini memang kedengarannya sangat sederhana tetapi bisa membuat kita senantiasa aktif memberi diri agar hidup bermanfaat bagi Sang Pencipta dan orang lain. Ketahuilah bahwa orang yang menghabiskan hidupnya dengan aktivitas positif memiliki otak yang selalu diasah sehingga dari hari ke hari kecerdasannya terus saja meningkat.

  11. Jangan biarkan pikiran negatif meradang dan selalu usahakan berpikir positif.

    Pikiran negatif bertentangan dengan pikiran positif. Seseorang yang mampu berpikir positif mampu juga bertutur kata dan berperilaku baik kepada sesamanya. Tetapi mereka yang dikuasai oleh pikiran negatif, menghabiskan waktunya untuk menghakimi, mengutuki dan mencari-cari kesalahan orang lain. Berikut beberapa pikiran negatif dan cara mengatasinya.

    • Sombong bersikap.

      Menghabiskan waktu dalam kesombongan jelas tidak membuat kita bahagia. Justru kesombongan membuat standar kebahagiaan kita lebih tinggi bahkan cenderung menginginkan lebih lagi (arogan). Oleh karena itu, injak dirimu sendiri dan sangkal diri dengan berkata, “kami hanya manusia penuh dosa, semua ini sudah sepantasnya terjadi. Kuatkan hati menjalaninya ya Tuhan. “ Atau bisa juga “biarlah kami kalah Tuhan dan menangkan orang itu. Ini sudah sepatutnya terjadi. Mohon kuatkan kami menjalani semuanya.”

    • Iri hati.

      Menghabiskan waktu dengan penuh rasa iri adalah kehidupan yang memuakkan. Daripada hati dipenuhi rasa cemburu, lebih baik ucapkan selamat kepada orang tersebut dan teruslah bernyanyi memuliakan Allah di dalam hati.

    • Sikap suudzon.

      Curiga kepada seseorang atau situasi memang bisa saja tetapi bukan berarti kebaikan hati kita menciut karenanya. Melainkan persiapkanlah segala sesuatu, berjaga-jagalah tetapi jangan fokus memikirkan hal-hal buruk itu. Usahakan setiap fokusmu hanya kepada Tuhan saja atau kepada pelajaran atau kepada pekerjaan.

    • Sikap bersungut-sungut.

      Kejadian ini jelas tidak baik bagi hari-hari anda. Sebab semakin banyak orang yang kita persalahkan atas semua yang terjadi dalam hidup ini maka semakin banyak masalah yang datang. Oleh karena itu, ikhlaskan semua kejadian yang telah berlalu dan sambutlah masa depan yang lebih baik sebab “waktu Tuhan sudah dekat.”

    • Menghakimi orang lain.

      Kita bisa-bisa saja menilai orang lain untuk menjadikannya contoh agar kejadian yang sama tidak menimpa diri ini. Tetapi hindari sikap yang menghakimi seseorang karena suatu kejadian. Entah keburukan itu terjadi karena kesalahannya atau bukan tidak ada hubungannya dengan anda. Tetapi doakanlah dia agar lekas bertobat dan diberi petunjuk untuk menyelesaikan masalah tersebut.

      Beberapa orang menghakimi sesamanya demi membenarkan diri dan menaikkan arogansinya. Ia berkata dalam hatinya “syukurlah nasib saya tidak begitu Tuhan, dia memang demikian karena banyak sekali dosa yang telah dilakukannya Tuhan.” Jika pikiran semacam ini muncul dalam hatimu, ketahuilah bahwa pikiran itu adalah AROGANSI. Segera bertobat, sangkal diri dan rendahkan hati untuk menghempaskan semua sifat buruk itu.

  12. Menyelesaikan masalah hari ini sesegera mungkin.

    Adalah tidak baik jika persoalan yang dihadapi kita biarkan berlarut-larut melainkan segeralah selesaikan pergumulan yang datang hari ini pada hari itu juga. Jika memang tidak dimungkinkan maka selesaikan itu besok tepat di awal hari anda (awal bekerja dan beraktivitas). Jangan risaukan hati karena persoalan hidup datang silih berganti tetapi berupayalah untuk bersukacita menghadapinya. Mengapa kami berkata demikian? Sebab masalah adalah cara paling baik untuk meningkatkan kecerdasan dan kebijaksanaan di dalam hati masing-masing.

  13. Memaafkan kekhilafan orang lain dan meminta maaf atas kesalahan sendiri.

    Jelas tidaklah baik jikalau kesalahan teman hari ini dibawa dendam sampai besok di dalam hati. Segera maafkan kesalahan sesama tepat setelah ia melakukan hal tersebut. Soal ganti rugi kan semuanya bisa dibicarakan tetapi saat kita mau memaafkannya pastilah air muka kita jernih dan tidak muram saat berbicara dengan orang tersebut.

  14. Jujur dalam bersikap.

    Sikap yang jujur membuat waktu anda dijalani dengan penuh kemaknaan. Sebab di dalam kejujuran ada kepercayaan. Saat seseorang sudah tidak lagi dapat dipercaya maka tanggung jawabnya bisa saja diambil sekalipun sudah bekerja dalam waktu yang cukup lama. Tetapi mereka yang bekerja dengan jujur akan meraih kehidupan yang lebih melegakan hati. Dimana sekalipun ada masalah, hati tidak bersusah dan cemas sebab segala tanggung jawab yang diberikan telah dilaksanakan dengan sejujur-jujurnya.

    Menjalani waktu kita yang singkat di bumi ini dengan kebohongan jelas hanya akan membuat hari-hari yang dijalani penuh kegelisahan akibat rasa bersalah yang dalam. Tentu saja terkecuali untuk orang yang bergerak di bidang seni. Sebab sebagian besar dari karya seni hanyalah terdiri dari kisah-kisah yang didramatisir. Semuanya itu cuma sandiwara yang baik untuk diambil makna positifnya saja.

  15. Konsisten dalam menjalani hidup.

    Orang yang selalu konsisten menunjukkan sebuah kebulatan tekad tanpa titik-koma. Tidak pernah mengenal kata bosan melainkan terus-menerus melakukan sesuatu bukan karena tidak ada kerjaan. Melainkan ia melakukannya karena sudah tahu bahwa manfaat yang didapatkan sangatlah luar biasa. Jika kita sudah mengetahui manfaat dari kegiatan yang dilakukan maka ringan langkah kaki ini untuk menyelesaikan semuanya itu.

    Ketika kita menjalani waktu tanpa konsistensi maka tepat saat itu jugalah diri ini menjadi plin-plan dalam bersikap. Sedangkan apa yang dilakukan dengan plin-plan cenderung tidak mendatangkan kebahagiaan di dalam hati. Sekarang, anda pilih yang mana: yang mendatangkan kebahagiaan atau yang tidak mengusir rasa

  16. Disiplin dalam bersikap (bertutur sapa dan berperilaku).

    Untuk apa waktu yang kita jalani bila tidak dilalui dengan disiplin? Sebab peraturan ada untuk membuat kita selamat. Mengapa kami berkata demikian? Misalnya saat anda mematuhi peraturan lalu lintas niscaya akan selamat sampai tujuan. Demikian juga sebenarnya dengan semua aturan yang ada di sekitar kita termasuk aturan dalam bidang keagamaan semata-mata demi keselamatan.

    Sebaliknya, saat suatu aturan ada dengan tujuan yang tidak jelas dan terkesan lebay, parcayalah bahwa akan banyak orang yang melanggar aturan tersebut. Tetapi ketika suatu peraturan manfaatnya jelas niscaya tidak ada orang yang tidak ingin melakukannya. Misalnya tentang peraturan jangan berbohon dan jajngan membunuh: semua orang pasti menurutinya sebab kecemasan dan ketakutan yang ditimbulkan oleh pelanggaran tersebut akan menghantui seseorang. Belum lagi masalah hukuman kurungan dalam waktu yang sangat lama.

  17. Tepat waktu dan hindari jam karet.

    Orang yang menghargai waktu pasti akan datang lebih awal saat hendak mengikuti acara tertentu. Demikian juga saat bekerja, pastilah kita akan datang lebih awal ke tempat kerja. Kami sendiri termasuk orang yang sering terlambat saat bekerja sehingga dikeluarkan dari sana dan kini menjadi seorang freelance blogger.

    Memang sedikit membingungkan juga soal menjadi orang yang tepat waktu sebab untuk apa juga kita datang cepat-cepat tetapi acara tersebut masih belum juga dimulai. Ini semua tergantung komitmen penyelenggara acara tersebut, jika penyelenggaranya sering menerapkan jam karet maka terlebih lagi orang-orang yang akan diundang ke acara tersebut. Jadi, pada dasarnya kalau sistem konsisten terhadap waktu maka seluruh karyawan/ pesertanya juga akan konsisten.

  18. Tidak menunda pekerjaan.

    Suatu pekerjaan yang bisa diselesaikan hari ini, selesaikanlah hari ini juga. Hindari kebiasaan menunda-nundanya sampai besok atau lusa. Sebaiknya jangan menunda mengerjakan sesuatu terkecuali karena alasan yang sangat penting. Kebiasaan mengulur waktu kerja akan beresiko menumpuknya beban kerja pada satu titik (deadline). Keadaan ini bisa merepotkan anda, meningkatkan resiko kesalahan/ kecelakaan dan waktu pengerjaan yang tidak mencukupi.

  19. Mengembalikan segala sesuatu pada tempatnya.

    Kebiasaan baik ini adalah salah satu cara simple untuk menghemat waktu. Sebab beberapa orang suka pikun sehingga membuat mereke lupa meletakkan benda-benda tertentu pada tempatnya. Saat benda yang sama dibutuhkan di hari berikutnya, tetapi anda bingung sebab tidak tahu dimana meletakkannya kemarin. Kebingungan semacam ini sering sekali dihadapi oleh beberapa orang yang daya ingatnya semakin menurun seiring usia terus berlanjut.

  20. Menyempatkan diri untuk belajar.

    Ketahuilah bahwa “belajar berlangsung seumur hidup.” Selalu berikan kesempatan untuk belajar dalam setiap hari yang dilalui. Anda bisa melewati waktu ini dengan membaca Kitab Suci, buku pelajaran, buku positif dan berbagai media online lainnya. Saat anda belajar maka otak akan diarahkan untuk senantiasa aktif mengasah kemampuannya hari demi hari.

    Belajar juga dapat dilakukan dengan mempelajari diri sendiri. Misalnya tentang, apa yang membuatmu tersenyum, bahagia, sedih dan mampu menyelesaikan masalah sendiri. Demikian juga orang yang mampu melihat mengubah kepribadiannya yang buruk menjadi lebih baik adalah mereka yang bisa belajar dari masa lalu yang kelam.

  21. Menyempatkan diri untuk bekerja.

    Bekerja itu sangatlah penting, sama pentingnya dengan belajar sebab dalam aktivitas inilah ada kesempatan besar bagi kita untuk berbagi dengan sesama. Selain itu, sama seperti aktivitas positif lainnya, kedua hal ini juga dapat turut meningkatkan kecerdasan anda. Berhati-hatilah menggunakan mesin berteknologi canggih sebab dimanjakan oleh peralatan elektronik tidak selalu baik bagi kesehatan fisik dan mental. Justru saat bekerja keras, pikiran tetap aktif dan tetap waras juga ada rasa bahagia di dalam hati saat lewat semuanya itu kita bermanfaat bagi sesama.

    Anda juga bisa melaluiinya dengan mengerjakan bakat yang dimiliki. Berupayalah untuk membangun potensi diri sehingga lewat potensi itu kita bisa berbagi kebaikan kepada sesama.

  22. Menyempatkan untuk istirahat.

    Semua aktivitas yang kita lakukan pastilah telah menyita banyak waktu tetapi jangan sampai berlebihan hingga melupakan kesempatan beristirahat. Ketauilah bahwa istirahat memang sangat diperlukan semata-mata demi mengembalikan kondisi tubuh agar fit/ segar kembali. Ini adalah masa-masa mengisi energi (recharging) sehingga aktivitas fokus Tuhan, belajar dan bekerja di waktu mendatang bisa berjalan lancar.

  23. Memanajemen waktu luang.

    Saat waktu luang tiba, apa yang anda lakukan untuk mengisinya agar hidup tetap positif? Mungkinkan itu berlibur bersama keluarga di dalam atau di luar rumah? Atau menjalaninya seperti biasa saja yaitu sekedar santai atau istirahat. Semuanya itu memang baik adanya tetapi ketahuilah bahwa ada banyak aktivitas positif yang bisa anda lakukan di kala itu, misalnya fokus kepada Tuhan sambil bernyanyi memuliakan nama-Nya (bisa juga sambil berdoa atau membacara firman). Ada juga yang menghabiskannya dengan berolahraga/ senam dan malah menjadikannya rutinitas. Tidak ada salahnya juga anda belajar sesuatu dari buku-buku yang tersedia di rumah atau lewat tulisan di blog. Bisa juga sekedar bercanda-canda dan mengomentari status teman di media sosial dan lain sebagainya.

  24. Ambil hikmah hari ini.

    Bila senja telah datang dan tentara gelap mulai meliputi langit, ambillah waktu sejenak untuk melihat dan menelaah semua aktivitas yang dilakukan hari ini. Jika telah terjadi kesalahan, ambil pelajaran dari kejadian tersebut agar di hari esok tidak terjadi lagi. Ketika ada masalah, bersyukurlah kepada Tuhan karena telah dikuatkan dan disantunkan tutur kata anda saat peristiwa tersebut berlangsung.

  25. Mengakhiri hari di dalam Tuhan.

    Saat waktu sudah larut malam dan banyak orang yang mulai istirahat. Akhirilah hari ini dengan kembali bersyukur dan menyerahkan hidup kepada-Nya. Agar pertolongan itu terus berlanjut di hari esok bahkan sampai menutup mata.

Waktu adalah kehidupan, orang yang sudah meninggal waktunya telah habis – Jadi lakukanlah hal-hal yang baik sebelum waktumu habis!

Waktu adalah kehidupan, orang yang sudah meninggal waktunya telah habis – Jadi lakukanlah hal-hal yang baik sebelum waktumu habis

Materi yang paling berharga adalah kehidupan. Jika waktu adalah uang maka yang berharga di dalam hidupmu adalah materi. Menurut anda apakah materi yang paling berharga di dunia ini? Itu bukan uang tetapi materi yang paling berharga adalah kehidupan. Sel-sel kita terdiri dari materi tetapi mampu membentuk jaringan lalu organ dan sistem organ sehingga jadilah sebuah kehidupan. Jadi peribahasanya adalah “time is life – waktu adalah kehidupan.” Untuk menghargai harimu: jalanilah semuanya demi mendatangkan kebaikan bagi kehidupan orang lain dan diri sendiri juga alam sekitar kita. Ketahuilah bahwa saat kita aktif untuk fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja maka tepat saat itu juga kecerdasan kita meningkat. Pahamilah bahwa ketika hidup ini bermanfaat bagi kemuliaan nama Tuhan (lewat doa, firman dan nyanyian pujian) dan bermanfaat bagi sesama (lewat pelajaran, pekerjaan) maka saat itulah kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati menjadi penuh.

Salam, menghargai waktu adalah menghargai kehidupan!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s