anak

7 Cara Mengorbankan Rakyat Demi Kapitalis Ingin Pengorbanan Tetapi Tuhan Tidak Mengorbankan Siapapun


Cara Mengorbankan Rakyat Demi Kapitalis Ingin Pengorbanan Tetapi Tuhan Tidak Mengorbankan Siapapun 2

Kita murni tidak mampu mengendalikan sesama manusia. Hanya Tuhan dan peraturan sajalah yang mampu mengendalikan masyarakat. Satu-satunya pihak yang bisa mengendalikan orang lain adalah kapitalis kaya raya dengan sumber daya luar biasa. Itulah pernah ada seorang aktor yang mengatakan bahwa “kapitalis adalah tuhan.” Jadi dari pemahaman ini dapat dilanjutkan lagi pengertiannya ke daerah yang lebih luar, yakni keinginan dan perkataan seorang kaum borjuis harus serta merta dipatuhi dan dituruti sebab itu adalah perintah. Saat arogansi menguasai mereka maka segala yang membangkan akan mereka singkirkan dengan cara yang keji di balik tangan dan kaki orang lain.

Uang dan kekuasaan yang belum setara menenggelamkan kebaikan hatimu

Jelaslah bahwa oknum pemilik modal mencari-cari cara untuk melegalkan arogansinya sebab hatinya terpaut oleh materi. Sebaik dan sesuci apapun hati seorang manusia maka tetap saja hal ini akan dikotori oleh kekuasaan (kemuliaan) dan kenkmatan materi, mengapa kami berkata demikian? Sebab saat gemerlapan dunia dibangga-banggakan oleh seseorang maka tepat saat itu jugalah kebaikannya akan memudar sehingga dipenuhi oleh rasa arogansi. Terlebih ketika keberadaannya tersaingi oleh orang lain dan ujian yang dihadapinya juga kental.  Mereka yang tidak mampu merendahkan hati dan terbakar nafsu cemburu sehingga membuatnya semakin menggila dan mulai menghalalkan segala cara.

Rasa bersalah memenuhi hati karena hidup yang penuh manipulasi

Sedang gelombang iri hati yang sampai ke hadapannya begitu besar seiring dengan semakin banyaknya kekayaannya dan semakin tinggi kekuasaannya. Cobaan yang datang terlalu bertubi-tubi sebab masyarakat luas mengehendaki keadilan sosial yang memang telah tertuang jelas dalam Pancasila dan Kitab Suci juga menunjukkan hal yang sama. Mereka justru hidup dalam ketidakdamaian dan malam-malamnya diiringi oleh rasa bersalah. Sebab terlalu banyak kebohongan dan manipulasi yang terucap oleh hati dan bibirnya. Lantas, mereka melakukan semuanya itu demi menambah pundi-pundi hartanya dan memperlebar pengaruh (kekuasaan) sampai ke ujung dunia.

Belajar dari kapitalisme Amerika

Terlepas dari benar atau tidaknya. Ada sebuah konspirasi yang pernah kami baca di salah satu media yang menyatakan bahwa “tabrakan di menara World Trade Center (9/11) merupakan aksi terorisme yang sengaja dibiarkan oleh oknum pemerintahan untuk menjadi alasan agar Amerika bisa menginvasi dan menguasai minyak di Irak.” Seorang warga Amerika yang bekerja sebagai peliput di Federal Emergency Management Agency (FEMA) mendapati bahwa bagian gudang pada gedung tersebut telah dikosongkan. “Saya sangat yakin kalau agen mata-mata AS tahu akan adanya serangan itu, dan membiarkan itu terjadi,” kata Sonnenfeld. Menurut artikel New York Times, pintu gudang itu masih utuh, tapi tampak seolah-olah seseorang telah mencoba masuk. Di balik pintu lemari besi ada hampir seribu ton perak dan emas yang ‘dibersihkan’ sebelum peristiwa 9/11 terjadi.

Kapitalisme terjebak karena kehausan minyak – uang tidak berarti lagi

Orang-orang kaya dengan segala gaya hidupnya yang serba mewah, megah, nyaman dan mudah telah terjebai dalam pembangunan gedung-gedung mewah yang memakan lahan sangat luas. Keadaan ini jelas membutuhkan lebih banyak sumber daya: lahan lebih luas, batu-kerikil-pasir lebh banyak, besi lebih banyak, bahan bakar lebih banyak dan lain sebagainya yang dibutuhkan. Mereka juga sangat merindukan hidup yang serba cepat dan otomatis lewat pengadaan berbagai-bagai barang elektronik untuk keperluan rumah tangga dan aktivitas lainnya. Kendaraan yang mereka gunakan juga tergolong sangat bernilai tinggi dan individualis (satu orang satu mobil). Ada lagi banyak party house (pesta mewah di rumah) yang mereka selenggarakan semata-mata demi pengakuan dan sekedar memamerkan kekayaannya.

Antar sesama kapitalis terjebak dalam lingkaran iri hati sehingga saat salah seorang kaya raya memamerkan hartanya maka orang tajir lain juga melakukannya. Saat orang kaya yang satu terjebak dalam ketenaran karena barang-barang mewah maka yang lain akan cemburu dan membeli barang yang sama. Kaum borjuis ini terlibat sangat alot dalam perang gaya hidup yang serba mewah, megah, nyaman dan mudah. Penggunaan sumber daya yang mereka lakukan berujung pada.

  1. Angka konspirasi semakin tinggi,

    jumlah orang cerdas semakin bertambah banyak. Lantas, mereka mencari uang dengan cara menyebarkan berbagai kebohongan di tengah masyarakat sehingga lewat semuanya itu mereka beroleh keuntungan yang besar. Manipulasi yang terus berlangsung di dalam masyarakat didorong kuat oleh oknum pemilik modal yang lain. Sebab semakin tinggi kebohongan maka semakin tinggi pula jumlah uang yang berhasil dikumpulkan dan semakin tinggi perputaran ekonomi sekalipun hanya berlangsung diantara masyarakat menengah ke atas. Selain itu pembodohan masyarakat juga menjadi suatu cara untuk terus melegalkan kekuasaan mereka. Jumlah orang kaya semakin banyak sehingga tingkat konsumsi terhadap sumber daya juga semakin tinggi.

  2. Kerusakan lingkungan alamiah,

    keadaan ini berlangsung karena mereka membutuhkan lebih banyak dan lebih luas lahan untuk menempatkan gedung-gedungnya yang waw. Penebangan pepohonan menjadi salah satu komoditas untuk pembangunan rumah. Belum sampai disitu saja, saking serakahnya oknum pemilik modal ini memiliki lebih dari dua rumah mewah. Mereka membabat banyak pohon, memusnahkan banyak habitat hewan dan menggunakan lahan yang sangat luas untuk pembangunannya.

  3. Pencemaran lingkungan alamiah,

    sikap mereka yang sangat konsumtif membuat sampah yang mereka hasilkan juga sangat banyak. Penggunaan barang-barang elektronik mewah juga turut meningkatkan pemakaian listrik yang berimbas pada pemakaian BBM yang tinggi. Belum lagi masalah polusi yang dihasilkan oleh mesin-mesin beroda yang mereka kendarai saat kemana-mana.

  4. Penggunaan BBM yang sangat tinggi,

    akibat kerusakan lingkungan yang tinggi, alam tidak lagi memelihara keberadaan manusia. Matahari menjadi sangat panas, suhu udara menjadi sangat gerah, angin sangat kencang dan hujan tidak turun-turun. Akibatnya, penggunaan minyak bumi semakin tinggi untuk keperluan pendingin udara, memasok air bersih, transportasi full AC dan ditambah lagi pemakaian barang-barang elektronik lainnya juga termasuk dalam setiap acara perayaan (pesta atau party).

Saat kerusakan lingkungan semakin tinggi, keadaan ini sekaligus memicu penggunaan gedung-gedung dengan dinding tebal dan mewah. Dimana suasananya telah diubah sedemikian rupa sehingga tetap sejuk di tengah cuaca yang kacau-balau di luar sana. Sedangkan disamping itu, jumlah kapitalis akan semakin banyak pula seiring dengan semakin bertambahnya jumlah uang yang beredar dari waktu ke waktu. Tingkat pemborosan energi berada pada tahap memprihatinkan karena semakin banyak masalah sehingga kapitalis cenderung melakukan pelarian. Orang-orang kaya lebih banyak menghibur diri dengan memanfaatkan fasilitas mewah, megah, nyaman dan mudah atau berkunjung ke pusat-pusat hiburan yang syarat dengan penggunaan berbagai lampu warna-warni.

Krisis energi membuat oknum kaya mengorbankan rakyat jelata

Pada satu titik, cadangan minyak menjadi sangat kritis dan para pemimpin yang berkuasa mulai mencari cara untuk memenuhi kebutuhan itu karena tangki-tangki persedian mulai mengalami kekosongan. Sama seperti oknum penguasa di Amerika yang mengorbankan lebih kurang 3000 orang yang bekerja di gedung World Trade Center semata-mata agar mereka bisa berkuasa atas sumber minyak di Irak. Demikianlah juga pemerintahan kita kelak saat masyarakat berda diujung krisis energi maka mereka akan mengorbankan orang lain agar penduduk yang lebih banyak terselamatkan. Slogan mereka adalah “lebih baik ribuan mati daripada jutaan kehilangan nyawa akibat krisis BBM yang sudah menunggu di depan mata.”

Pengertian pengorbanan

Menurut KBBI Offline pengorbanan adalah proses, cara, perbuatan mengorbankan. Dibawah kaki langit, Tuhan telah memberikan sumber daya yang memadai untuk menopang kehidupan seluruh umat manusia. Sayang, nilai uang yang cukup besar di tangan seseorang berpotensi membuatnya memboroskan sumber daya tersebut. Membeli dan mengkonsumsinya dengan cara yang berlebihan, bukankah dia yang memiliki dan memegang uangnya? Keadaan ini membuat oknum  kapitalis begitu superior sehingga semena-mena dalam mengkonsumsi sumber daya hingga tidak menyisakan itu bagi generasi berikutnya. Dari kedaruratan inilah mulai muncul yang namanya pengorbanan dan dikorbankan.

Apakah Tuhan menginginkan orang lain dikorbankan demi menyelamatkan yang lainnya?

Gembala Domba bukan perang by Buzz2000

(Matius 18:6-7) “Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.

Lagi Tuhan berpesan….

(Matius 18:12-14) “Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.”

Mari bertanya kepada diri sendiri, “apakah Tuhan akan mengorbankan kelompok masyarakat tertentu demi menyelamatkan kelompok lainnya?” Beginikah cara Tuhan bekerja untuk menciptakan keseimbangan? Mendorong atau membiarkan terjadi seleksi alam sehingga yang sebagian kecil itu dikorbankan agar bagian yang lebih besar dapat terus hidup dan bertahan. Ini jelas tidak dikehendaki Tuhan, bahkan Tuhan Yesus sendiri rela meninggalkan 99 domba yang selamat di pegunungan demi menyelamatkan satu domba yang tersesat.

Bila Tuhan Yesus saja rela membiarkan terlantar sekumpulan banyak anak-anak-Nya yang notabene sudah selamat semata-mata demi menyelamatkan seorang yang tersetat. Berarti jelas Tuhan tidak mengehendaki agar sejumlah masyarakat dikorbankan demi kepentingan masyarakat luas. Setiap orang harus diselamatkan dari bencana krisis minyak di masa depan dengan cara mengubah sistem bernegara dari kapitalis menjadi sosialis. Sebab para kapitalis lebih mengedepankan sikap individualisme sehingga memaksa mereka untuk mengorbankan masyarakat tertentu demi kepentingan sempit. Sedangkan sistem pemerintahan sosialisme mengedepankan kebersamaan dimana semua orang adalah saudara dan sekalipun kita berbeda-beda tetapi tetap satu.

Cara mengorbankan masyarakat demi terpenuhinya hawa nafsu kalangan berdompet tebal

Oknum kapitalis yang egois dan sekaligus menjadi penguasa di zamannya akan melakukan berbagai-bagai cara untuk melenyapkan warganya sendiri. Mereka yang dipercayakan kekuasaan untuk mengayomi masyarakat justru berpikir untuk mengorbankan beberapa diantaranya semata-mata demi kepentingan mereka pribadi. Ini dilakukan semata-mata demi menghemat penggunaan minyak bumi, padahal yang selama ini boros – menghambur-hamburkan BBM dengan luar biasa adalah orang-orang kaya itu sendiri. Berikut beberapa cara melakukan pembunuhan massal semata-mata demi melindungi sumber minyak dan kehidupan warga lainnya.

  1. Aksi terorisme.

    Oknum borjuis licik berupaya untuk mengurangi jumlah penduduk dengan alasan menurunkan konsumsi minyak mentah. Mereka akan membayar oknum tertentu untuk menjadi teroris. Mempelopori aksi pemboman di berbagai wilayah bahkan bom bunuh diri juga diupayakan semaksimal mungkin di tempat-tempat ramai sehingga semakin banyak masyarakat yang meninggal.

  2. Aksi terorisme dengan buntut balas dendam.

    Intel-intel khusus dari oknum kapitalis akan membiarkan berbagai aksi terorisme diseantero negeri. Mereka akan dengan sengaja membiarkan aksi teror yang merenggut banyak jiwa sehingga masyarakat marah atas peristiwa tersebut. Sedang api emosi meluap-luap sehingga rakyat beramai-ramai menjadi sukarelawan untuk memerangi para teroris langsung dari negara asalnya. Para kaum borjuis ini, secara diam-diam merebut dan menyedot kilang-kilang minyak di negara yang mereka invasi. Pencurian minyak secara ilegal seperti ini bukan lagi menjadi rahasia umum. Mereka bahkan mengumumkannya di berbagai media hanya disamarkan sedikit saja.

  3. Menyebarkan ajaran kebencian agar terjadi konflik horizontal.

    Oknum borjuis di bidang media bekerja sama dengan oknum penguasa untuk memanas-manasi masyarakat dengan informasi yang menyesatkan. Ini dilakukan agar kelompok masyarakat tertentu berselisih bahkan konflik dengan kelompok lainnya. Akibatnya terjadi aksi kekerasan yang disertai pembunuhan dimana merenggut lebih banyak nyawa sehingga penggunaan minyakpun turun.

  4. Pembunuhan berantai dengan membiarkan kekerasan dan pembantaian dimana-mana.

    Dengan sengaja, para pemilik modal yang memiliki akses yang luas di bidang informasi dan penerbitan berbagai-bagai karya menyebarkan ajaran kekerasan. Mereka menggiring seorang manusia menjadi psikopat yang benar-benar jahat untuk melakukan pembantaian terhadap masyarakat tertentu. Orang yang syarat dengan kebencian tinggi ini akan dilatih, didanai, didukung dan digiring untuk menjadi seorang psikopat yang menyerang kelompok tertentu.

  5. Pembunuhan masal dengan membiarkan bencana terjadi.

    Oknum kapitalis yang berkuasa terhadap sebagian besar sumber daya yang tersedia bisa melakukan apa saja. Mereka akan merancangkan sebuah pola-pola bencana alam untuk menyasar warga di wilayah tertentu. Sekalipun mereka mengetahui bahwa suatu wilayah rentan dengan bencana alam tetapi sengaja membiarkan hal tersebut terjadi begitu saja agar semakin banyak korban yang berjatuhan sehingga penggunaan minyak bumi bisa lebih berkurang walau hanya sedikit.

  6. Mengumumkan wajib militer agar sebagian besar masyarakat terbunuh di medan perang.

    Oknum pemilik modal sekaligus penguasa ini benar-benar licik. Mereka membuat aturan tentang wajib militer semata-mata demi menyingkirkan sebagian besar penduduknya sendiri. Ketika masa krisis energi tiba maka rakyat akan diperintahkan untuk melakukan perang melawan musuh. Padahal peperangan itu hanyalah sebuah setingan yang sengaja dibuat-buat agar jumlah manusia yang meninggal di medan perang turut mengurangi jumlah penduduk walau hanya sedikit saja.

  7. Kegagalan sistem/ kecelakaan/ ketidaksengajaan.

    Ini adalah salah satu alibi oknum kapitalis untuk membenarkan dirinya. Entah itu kecelakaan mobil-kapal-pesawat, peluru salah sasaran, hulu ledak tanpa kendali, roket lepas kendali dan masih banyak lagi kegagalan sistem yang mereka ajukan. Padahal ketidaksengajaan itu memang sudah terencana dari awal. Orang-orang ini kalau sudah punya tujuan maka segala sesuatu akan dihalalkan demi mencapai tujuan tersebut “kan mereka tuhan!” Siapa berani coba menentang “the lord capitalism!

Oknum  kaya-raya memang sangat individualis dan tidak lagi memiliki perasaan. Mereka tenggelam dalam keegoisan sehingga rasa kemanusiaannya terkikis habis. Berpikir untuk mengorbankan beberapa orang demi kepentingan sempitnya. Padahal sesungguhnya golongan pemodal besarlah yang telah merusak lingkungan secara masif dan besar-besaran sehingga membuat masyarakat sangat ketergantungan dengan BBM. Bahkan penggunaannya lebih boros lagi sampai-sampai kondisi kristis itu lebih cepat datangnya dimana semuanya itu demi kemewahan, kemegahan, kenyamanan, pujian, penghargaan, penghormatan dan popularitas belaka. Jadi, bila seseorang ingin mengorbankan orang lain semata-mata demi hawa nafsunya, bukankah itu tindakan yang sangat keji? Oleh karena itu, lebih baik MENCEGAH sebelum negeri ini mencapai masa krisis daripada MENGOBATI rasa haus energi dengan melenyapkan orang lain.

Salam

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.