Lingkungan

10 Alasan Ular Raksasa Tidak Ada – Ular Tidak Bisa Gemuk (Besar-Panjang-Berat) Di Alam Liar

Penyebab Ular Raksasa Tidak Ada - Ular Tidak Bisa Gemuk (Besar-Panjang-Berat) Di Alam Liar

Kita terkadang histeris menyaksikan pemberitaan di media-media yang ada tentang betapa besarnya ular yang ditemukan di berbagai daerah. Ukurannya seperti super jumbo dan begitu besar saat dibawa-bawa. Bahkan sampai-sampai membutuhkan beberapa orang untuk merangkul dan membawanya. Belum lagi jika kita melihat berbagai-bagai kisah fiksi dari dalam dan luar negeri yang menampilkan ukuran raksasa dari makhluk ini. Mungkin keadaan ini akan dipandang biasa saja oleh beberapa orang tetapi bisa saja orang tertentu menganggap reptil ini sebagai musuh besar yang harus segera dimusnahkan begitu ditemukan.

Pintar-pintarlah saat menikmati karya seni

Produser dan para pemain film tidaklah salah saat karya seni yang mereka produksi menyebabkan dampak buruk bagi masyarakat yang menyaksikannya. Sebab apa yang mereka pertontonkan hanyalah sebuah ilustrasi yang sebenarnya memiliki makna positif dibalik kisahnya. Terkecuali jika mereka memang menampilkan adegan yang berlebihan (misalnya pembunuhan secara langsung dan lainnya). Pada hakekatnya, semua tergantung penonton yang menyaksikan kisah tersebut, bagi yang kurang cerdas pasti akan memeluk yang negatifnya tetapi bagi yang intelek akan memaknainya positif.

Populasi ular takkan meningkat kacuali karena jumlah makanan banyak.

Salah satu kekhawatiran masyarakat terhadap reptil yang satu ini adalah kemungkinan yang membuat jumlahnya semakin banyak. Terlebih ketika ada banyak informasi di luar sana yang menunjukkan bahwa keberadaan ular yang banyak dapat menguasai suatu wilayah. Ini jelas sebagai sebuah informasi yang kurang tepat. Sebab perbedaan binatang dan manusia adalah mereka tidak terorganisir dengan baik. Jarang-jarang binatang yang saling bekerja sama dalam menjalani hidupnya terlebih hewan buas. Sebab kebiasaan mereka menerkam makhluk lain untuk makan berlaku juga saat mereka bertemu jenisnya sendiri. Ini seperti sudah kebiasaannya untuk menerkamyang tidak bisa dibatasi,

Coba saja bayangkan jika kehidupan seekor ular dibandingkan dengan manusia. Orang yang sukanya menyendiri: makan, minum, tidur dan berburu dialakukan sendiri di dalam lubang. Mereka pasti memiliki tingkat emosi yang sangat tidak stabil sehingga tidak mau berbagi saat bersama dengan pihak lain. Belum lagi masalah iri hati yang meradan di dalam dirinya sehingga saat melihat jenisnya sendiri lebih bagus dikit langsung beringas dan saling menyerang. Pada akhirnya, mereka terjebak saling serang dan memakan satu-sama lain (kanibalisme). Sadarilah bahwa sifat kanibalisme ini yang membuat jumlah ular tidak pernah terlalu banyak. Terkecuali saat mangsanya banyak atau dalam pemeliharaan di kebun binatang.

Bisakah reptil ini kita singkirkan dari lingkungan sekitar?

Membunuh ular tidak sepenuhnya salah dan tidak seluruhnya benar. Artinya, semua tergantung dari situasi dan kondisi yang anda hadapi. Jika memang anda membunuhnya semata-mata untuk dijadikan makanan sebab di rumah sudah tidak ada lagi lauk-pauk maka silahkan lakukan. Tetapi jika hanya mengakhiri hidup suatu makhluk tanpa memanfaatkannya dengan membuangnya begitu saja, tindakan ini jelas salah. Oleh karena itu, pastikanlah bahwa setiap kali anda mengakhiri hidup binatang apapun, selalu bertujuan untuk dikonsumsi bukan untuk dibiarkan begitu saja.

Ketahuilah bahwa ular mengambil banyak peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Tidak saja hanya petani yang diuntungkan karena keberadaan mereka melainkan semua orang yang hidupnya tinggal di pinggir hutan. Sebab makanan utama mereka adalah serangga dan berbagai jenis hewan pengerat (misal tikus). Salah satu faktor utama yang menimbulkan serangan serangga ke lahan pertanian dan rumah warga adalah saat keberadaan hewan ini dimusnahkan sama sekali dari lingkungan. Oleh karena itu, bagi anda yang peduli dengan serangan serangga jangan terlalu agresif dengan mereka.

Ketahuilah bahwa ular yang kelaparan lebih berbahaya dari yang sudah kenyang.

Kami memiliki beberapa kucing di rumah. Saat mereka kelaparan pasti suka berseliweran dan berputar-putar di sekitar kaki ini sambil mengeluskan badannya. Ketika benar-benar kelaparan, mereka suka buat keributan sendiri dan suka sibuk sendiri entah mau kemana atau mencari apa. Tetapi saat sudah dikasih makan, mereka terlihat tenang dan duduk diam dengan santai di lantai. Demikianlah juga dengan ular, saat mereka kenyang pasti pada tenang-tenga saja di sarang atau lubangnya. Tetapi ketika sedang kekurangan makanan apalagi kalau sampai lebih dari dua minggu tidak makan niscaya mereka menjadi sangat liar.

Ketika ular masuk ke rumah anda, itu adalah suatu pertanda bahwa mereka tidak lagi menemukan makanan di hutan. Ini juga suatu pertanda bahwa ekosistem hutan telah benar-benar rusak. Tidak perlu memberi makan ular agar mereka tidak menjadi ganas dan tidak masuk ke rumah melainkan cukup dengan menjaga pepohonan tetap tinggi dan lingkungan alam selalu asri di sekitar tempat tinggal anda. Sebab pohon adalah tempat yang paling disukai oleh reptil ini. Disana ada banyak sekali serangga yang berlindung, salah satu diantaranya adalah semut-semut nakal.

Faktor penyebab ular raksasa tidak ada

Tahukah anda bahwa yang namanya ular gemuk dengan ukuran yang sangat panjang dan diameter yang besar hanya ada di penangkaran atau di kebun binatang? Jika hewan semacam itu dilepas di alam liar niscaya tidak sampai seminggu sudah pasti mati. Mengapa kami berkata demikian? Karena yang dibutuhkan di alam liar untuk menjadi seorang pemangsa adalah kelincahan dan kecepatan. Belum lagi masalah menghadapi persaingan dengan sesama jenisnya dan juga menghadapi serangan dari makhluk yang lebih kecil, yaitu semut.

Berikut ini beberapa alasan mengapa di alam liar ular raksasa tidak dapat hidup.

  1. Semakin besar suatu benda semakin berat.

    Pernahkan anda melihat ular yang sangat besar di kebun binatang? Hewan semacam ini pasti sukanya hanya diam-diam saja dan tidak suka bergerak, mengapa demikian? Karena ukuran tubuhnya yang terlalu besar membuat otot-ototnya sulit untuk mengangkat badannya sehingga sehingga maunya tiduran melulu.

  2. Semakin besar suatu benda semakin lambat.

    Tahukah anda bahwa berat yang tinggi membuat seseorang tidak bisa menjadi atlet? Terlebih jika olahraga yang digeluti adalah di bidang lari jarak pendek. Membutuhkan masa tubuh yang ideal untuk membuat seorang pelari melayang di atas tanah. Demikian juga halnya dengan reptil ini, saat diameter dan panjangnya semakin besar maka masa tubuhnya juga semakin besar. Ini seperti saat anda menyuruh seseorang yang obesitas berlari dengan orang yang berat badannya ideal, pasti yang menang adalah orang yang berat badannya ideal walau tinggi badannya lebih kecil.

  3. Semakin besar suatu makhluk maka semakin susah memanjat.

    Dipepohonan memang ada lebih banyak makanan. Sedangkan di bawah tanah ada juga makanan tetapi bukanlah lebih baik jika seekor ular bisa berada di bawah dan juga mampu berada di atas? Bukankan jika ia bisa memanjat maka peluangnya untuk mencari makan lebih besar dan peluangnya untuk terhindari dari kejaran pemangsa juga lebih baik? Tetapi ketahuilah bahwa semakin besar ukuran reptil ini maka semakin sulit untuk memanjat terutama untuk pohon yang posisinya 900 di atas tanah. Kemungkinan untuk batang pohon yang lebih miring masih bisa dipanjat oleh reptil tersebut.

    Pertanyaannya sekarang adalah, mengapa ular yang ada di kebun binatan selalu berada di atas pohon? Apa dia sendiri yang menjalar ke sana? Yang pasti bukan, itu adalah petugasnya yang meletakkannya tinggi di atas biar terkesan alamiah.

  4. Semakin besar suatu makhluk semakin malas bergerak.

    Bentuk tubuh yang besar jelas berat untuk dibawa-bawa. Sekalipun dibawa kemana-mana pastilah tidak akan jauh, paling di sekitar situ saja. Badan yang terlalu besar membuatnya sulit bergerak sehingga lebih suka tiduran melulu. Pernahkah anda melihat ular yang ukurannya besar di penangkaran atau di kebun binatang? Pastilah dia kerjaannya diam-diaman dan malas-malasan sebab ukuran tubuh yang besar lebih berat dan lebih melelahkan saat digerakkan. Jika manusia saja tidak mau banyak berlelah mengeluarkan keringat apalagi hewan.

  5. Semakin besar suatu makhluk maka semakin banyak penyakitnya.

    Ketahuilah bahwa ular yang ukurannya raksasa lebih dekat kepada obesitas. Karena ukuran sebesar itu tidaklah normal di alam sekitar kita. Keadaan ini juga membuatnya beresiko terserang berbagai macam penyakit. Bahkan mungkin saja umurnya bisa lebih pendek dari reptil yang dibiarkan bebas di alam. Sebab reptil gemuk yang berada di kebun binatang membutuhkan banyak obat. Ada sesuatu yang selalu diinjeksikan oleh petugas kesehatan di penangkaran sehingga ia terbebas dari penyakit metabolis (penyakit yang disebabkan oleh hasil metabolisme yang abnormal).

  6. Semakin besar suatu makhluk semakin bodoh.

    Sama halnya dengan manusia, demikian juga saat binatang lebih banyak malas dan berdiam diri karena ukurannya yang terlalu besar. Kurangnya aktivitas berburu jelas akan menurunkan tingkat kecerdasannya sehingga kesigapan dan ketepatan saat menangkap mangsapun akan menurun drastis.

  7. Semakin lambat predator semakin berkurang mangsanya.

    Rata-rata serangga memiliki kecepatan yang tinggi saat bergerak, bahkan beberapa diantaranya memiliki sayap. Jika predator bergerak lambat niscaya mangsa sudah lari duluan lebih cepat meninggalkannya. Akibatnya, jumlah tangkapan saat berburu bisa berkurang bahkan tidak ada sama sekali. Keadaan ini adalah sebuah kerugian yang beresiko membuat umurnya lebih pendek.

  8. Semakin lambat predator semakin kalah saing dengan yang lain.

    Persaingan dengan ular lain di alam pasti akan terjadi juga. Memang dalam persaingan adu otot dia tak terkalahkan tetapi dalam persaingan untuk mendapatkan mangsa pastilah dia yang kalah. Keadaan ini jelas akan merugikan bagi reptil itu sendiri sebab dengan demikian pasokan makanannya berkurang lebih banyak. Musuh ularnya juga mau dimakan dia tidak bisa sebab larinya lebih cepat karena ukuran lebih minimalis.

  9. Semakin kurang makanan semakin sakit – mati.

    Saat kemampuan untuk mencari mangsa berkurang bahkan menurun drastis seiring dengan berat badan yang tinggi maka kemungkinan besar ular tersebut akan tidak makan berminggu-minggu. Keadaan ini membuatnya memakan daging sendiri maksudnya adalah tubuhnya akan memecah lemak yang disimpan menjadi makanan sehingga lama kelamaan ukuran dan beratnya terus berkurang hingga menjadi ideal. Saat beratnya ideal maka kemampuan berburunya yang cepat dan gesit juga kembali.

    Spekulasi lainnya saat seekor ular tidak makan berminggu-minggu maka dia akan dengan mudah terserang penyakit. Terutama racun yang dihasilkan oleh bakteri pada taringnya tidak bisa lagi diblok oleh sistim imunnya sebab asupan makanan telah berhenti. Keadaan ini membuatnya keracunan oleh racunnya sendiri sampai membuat hidupnya berakhir.

  10. Manusia akan memburunya untuk dijadikan daging.

    Hayo-hayo siapa coba yang tidak suka daging ular segemuk lengan atau paha? Bukankah menangkap ular yang seperti ini sangat mudah? Sebab ia tidak bisa lagi bersembunyi dari jangkauan pandangan manusia. Taklukkanlah dengan memanggil orang lain sebab sekalipun kecepatan hewan tersebut lambat tetapi lilitannya sangat kuat. Sehingga ketika terjadi sesuatu yang tidak terduga (ular tersebut melilit anda) maka orang lain akan menolong anda.

Ular Raksasa Bertahan by lh4.googleusercontent.com

Sekilan info….

Tahukah anda bahwa ular yang hidup di padang gurun lebih beracun dari yang hidup di hutan tropis? Alasannya adalah reptil yang hidup di hutan tropis selalu menemukan makanannya sehingga kapasitas racun di dalam taringnya bisa dinetralisir oleh cairan elektrolit dari serangga atau binatang lain yang dimangsanya. Sedangkan di padang gurun, reptil ini jarang sekali makan sehingga kadar racun yang dihasilkan bakteri pada taringnya sangat tinggi. Baca juga, Cara terbentuknya bisa.

Ada pertanyaan….

Kita harus mengubah mindset bahwa ular bukanlah musuh. Memang di dalam Kitab Suci dia digambarkan sebagai iblis tetapi dalam kehidupan nyata kita tahu banyak sekali manfaatnya. Manfaat terbaiknya adalah untuk memangsa serangga. Kita juga patut bertanya-tanya apakah reptil ini suka memangsa semut? Reptil lainnya seperti kadal tentu saja suka melakukan hal itu.

Mustahil reptil raksasa ada di alam liar

Ketahuilah bahwa reptil raksasa yang besar dan ganas itu hanya ada di film. Justru di dunia nyata yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu “semakin besar ukuran ular maka semakin malas” dirinya, lihat aja tuh di kebun binatang! Sebab untuk menggerakkan tubuh yang begitu besar membutuhkan energi yang membuatnya lelah sekali. Padahal siapakah yang mau keringatan hanya untuk bergerak saja? Yang ukurannya jumbo saja hanya ditemukan di penangkaran, yang seperti itu di alam liar akan terseleksi. Sebab dalam hukum seleksi alam, “siapa cepat dia dapat sedang yang lambat akan kehilangan segala-galanya.” Jadi, bersimbiosis mutualismelah dengan hewan ini niscaya lingkungan sekitar anda akan terbebas dari serangga pengganggu (jumlahnya minimal bukan hilang sama sekali).

Salam, hidup bersama makhluk lain itu cerdas!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.