Kepribadian

10 Alasan Orang Percaya Bersaudara Dengan Siapapun & Mendatangkan Berkat Bagi Seluruh Kaum Di Muka Bumi (Semua Manusia)


Alasan Orang Percaya Bersaudara Dengan Semua Orang & Mendatangkan Berkat Bagi Seluruh Kaum Di Muka Bumi

Kristen Sejati – Manusia telah dipetak-petakkan oleh pengaruh kapitalisme yang berlaku di tempatnya berada. Para oknum penguasa ini menciptakan sebuah sistem agar seluruh rakyat menganggap dirinya sebagai Tuhan. Semuanya itu semata-mata demi melegalkan kekuasaannya atas kehidupan orang lain. Mereka cenderung menggiring manusia untuk tunduk di bawah kekuasaannya tanpa tanda tanya. Melakukan berbagai-bagai aksi manipulasi tersembunyi untuk memetak-metakkan kehidupan seseorang sehingga orang tersebut menjadi egois dan sangat individualis. Keadaan inilah yang menguntungkan bagi oknum borjuis sehingga kerajaan/ dinasti mereka terus langgeng/ jaya.

Sistem ekonomi kapitalisme secara tidak langsung dan langsung membuat manusia menjadi individualis

Sasaran utama pemilik modal dan penguasa adalah menghancurkan kebersamaan di antara masyarakat. Mereka mencoba memisahkan orang berdasarkan penilaian yang sangat individualis dengan tujuan orang tersebut nantinya akan melakukan hal yang sama. Memang secara ide, sifat egois itu muncul dengan sendirinya bersamaan dengan semakin kaya-rayanya seseorang dan semakin tingginya penggunaan mesin berteknologi canggih. Tetapi secara terstruktur, hal tersebut didorong oleh unsur-unsur kesengajaan dimana masyarakat digiring untuk menikmati berbagai informasi yang membuat mereka semakin individualis.

Pada awalnya, sikap individualis ini menguntungkan secara ekonomi, manusia semakin membeli barang-barang elektronik serba canggih untuk dirinya sendiri. Memakai dan menikmati itu juga sendiri-sendiri. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, kentalnya sifat individualis menciptakan “zona perang” antara iri hati dan kesombongan sehingga menggiring manusia untuk hidup berkelompok yang secara tidak langsung menekan kelompok lain. Keadaan inilah yang semakin memperburuk tali kebersamaan di antara warga masyarakat sehingga perang dingin terus berlangsung yang memakan cukup banyak energi dan biaya.

Tanpa rasa persaudaraan kita menggunakan profesi/ keahlian yang dimiliki untuk menginjak orang lain

Rasa persaudaraan di antara manusia tidak lagi ada, yang ada hanyalah rasa persaudaraan antara kelompok masyarakat. Disaat-saat seperti inilah moment yang paling disukai oleh kapitalis. Ketika masing-masing orang menempuh jalannya sendiri maka mereka akan menyebarkan berbagai-bagai manipulasi di antara rakyat sehingga terjadilah konflik. Disatu sisi ada masyarakat yang tidak disuguhkan informasi dan di sisi lain ada pihak yang disodorkan dengan informasi bodong/ bohong/ hoax dimana semuanya demi menurun kecerdasan warga. Sedang para pemilik modal itu sendiri pastilah akan memperoleh banyak keuntungan dari setiap persaingan, perselisihan dan konflik yang terjadi di masyarakat.

Jangan terjebak untuk memuaskan diri sendiri tetapi bahagiakan juga orang lain

Orang percaya jangan sampai terjebak dalam rasa individualisme karena harta kekayaan yang banyak. Ketahuilah bahwa 99% uang yang banyak membuat kita egois dan cenderung tidak mau peduli dengan nasib orang lain. Keadaan inilah yang membuat seseorang untuk mencari kesenangan duniawi yang berlebihan sebab ia hanya fokus mencari kepuasan bagi dirinya sendiri dan tidak turut fokus membahagiakan orang lain.  Ini diwujudkan dengan mengejar kemewahan, kemegahan, kenyamanan, kemudahan, pujian, penghargaan, penghormatan, popularitas dan hal-hal lainnya. Tanpa ia sadari, semuanya itu telah menggiringnya untuk menjadi manusia yang cenderung menghalalkan segala cara semata-mata demi materi dan gemerlapan duniawi.

Bermanfaat untuk semua orang adalah pilihan terbaik kita

Masing-masing orang percaya dipanggil keluar dari kegelapan untuk menjadi berarti bukan bagi dirinya sendiri dan juga bukan hanya bagi keluarganya atau orang-orang yang dicintainya saja. Melainkan setiap orang kristen dipanggil untuk menjadi berkat bagi semua orang. Itulah mengapa kekristenan sangan menekankan kebersamaan tanpa pandang bulu (sosialisme) sebab Tuhan mengehendaki  agar kehidupan kita tidak hanya bermanfaat untuk segelintir orang saja melainkan bermanfaat juga untuk seluruh kaum dalam masyarakat, dari besar-kecil, tinggi-rendah, kaya-miskin dan berbagai  profesi danlapisan masyarakat lainnya.

Sifat egois dan acuh tak acuh semakin membuat seseorang  mengejar kenikmatan dan kemuliaan duniawi

Bila kita hanya mengasihi satu-satu kelompok manusia saja maka besar kecenderungan, kita membiarkan kelompok tertentu terlantar kehidupannya. Ketika orang-orang tertentu hidupnya terlantar maka iri hati akan memenuhi pikirannya sehingga mereka mendatangkan rasa kesal dalam hati ini. Akibatnya, kitapun semakin membencinya dan dengan sengaja membiarkan berbagai-bagai praktek konspirasi manipulasi merong-rong kehidupan mereka. Sedang diri sendiri semakin sombong saja dan rasa bahagia semakin jauh dari hati. Akibatnya, kita mencari kesenangan dengan bersikap pamer kepada semua orang, yaitu hidup dalam kemewahan, kemegahan, kenyamanan, kemudahan, pujian dan popularitas. Padahal semua itu hanya sesaat saja.

Tidak ada kedamaian dalam hati tanpa mewujudkan peran yang berdampak luas

Membiarkan orang lain dalam himpitan ekonomi sedangkan kita duduk senang-senang saja dan membiarkan mereka mengalami berbagai manipulasi kehidupan, jelas tidak mendamaikan hati. Sekalipun kehidupan kita dipenuhi oleh gemerlapan dan kenikmatan materi, sedikitpun tidak akan membuat hati ini bahagia sebab sedari awal tidak memenuhi apa yang menjadi panggilan orang percaya. Seperti telah kami katakan sebelumnya bahwa orang percaya tidak hanya dipanggil, diselamatkan dan dipilih untuk menjadi pribadi yang  bermanfaat sempit bagi dirinya sendiri atau kelompoknya. Melainkan kita dipilih untuk mendatangkan berkat bagi seluruh anggota masyarakat di dalam suatu sistem tanpa terkecuali. Sebelum kita menyelesaikan misi ini maka tidak ada kebahagiaan dan kedamaian di dalam hati.

Faktor penyebab orang percaya harus bersaudara dan membawa berkat bagi semua orang

Ada beberapa orang kristen yang berpandangan bahwa ia dipanggil Tuhan untuk menjadi diberkati lalu diutus keluar menjadi saksi Tuhan dengan membawa berkat bagi orang-orang yang dicintai dan disukainya saja. Ini adalah pemahaman yang salah sebab saat kita hanya menyukai orang tertentu maka secara ototmatis kita tidak menyukai orang lain. Padahal Tuhan Yesus mengekspresikan kasih-Nya bukan hanya untuk kalangan tertentu saja melainkan berlaku bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa setiap orang kristen harus bersaudara dan menjadi berkat bagi semua orang.

  1. Semua orang adalah anak Allah.

    Sadarilah bahwa di dalam setiap hembusan nafas kita, ada nafas Allah yang mengalir. Bukan saja hanya manusia tetapi diseluruh alam semesta ada nafas-Nya (firman yang terucap) yang membuat beraktivitas melakukan peran masing-masing. Sedangkan manusia adalah makhluk hidup dengan nenek moyang yang sama yaitu Adam dan Hawa. Nenek moyang kita adalah manusia pertama yang mendapatkan nafa-Nya dan hal itu terus diturunkan kepada kita hingga saat ini. Jadi sebenarnya, semua manusia berasal dari makhluk yang sama dan semua orang adalah saudara kita. Dengan demikiran kita juga harus sebisa mungkin mendatangkan berkat bagi kehidupan orang lain tanpa terkecuali. Simak juga, Semua bangsa adalah anak Allah.

    Hati-hatilah dengan teori Charles Darwin yang menyatakan bahwa manusia berkembang dari kera. Pemahaman ini jelas salah dan beresiko membentuk persepsi menentang keberadaan Adam dan Hawa dan menyatakan bahwa kita tidak berasal dari nenek moyang (manusia) yang sama.

    Seperti ada tertulis dalam firman demikian.
    (Lukas 3:38) anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.

  2. Untuk mewujudkan berkat Abraham.

    Bapa Abraham dipanggil keluar dari tanah kelahirannya untuk diberkati Tuhan menjadi suatu bangsa yang besar. Semuanya ini dilakukan Tuhan semata-mata agar kelak orang yang percaya seperti Abraham menjadi berkat bagi seluruh kaum di muka bumi. Untuk itulah kita hadir di bumi ini, yakni untuk menjadi berkat bagi seluruh umat manusia tanpa terkecuali. Dengan demikian kitalah anak-anak Abraham dan kelak kita juga akan menuju ke surga termpat Abraham berada. Oleh karena itu, mari bergandengan tangan bersama seluruh umat manusia dan berbagi manfaat bagi kebaikan bersama. BAGI MEREKA YANG HANYA BERMANFAAT BAGI DIRI SENDIRI DAN KELOMPOKNYA JELAS BUKAN KETURUNAN ABRAHAM.

    Ini tertulis jelas dalam.
    (Kejadian 22:17-18) maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.”

  3. Untuk menjaga firman Allah tetap dilakukan seperti yang seharusnya (seadil-adilnya) alias anti persaudaraan dalam arti sempit.

    Setiap orang percaya adalah anak Allah, kita diharuskan untuk menjaga dan mentaati segala peraturan yang telah ditetapkan oleh Allah sehingga masing-masing berjalan benar seperti yang seharusnya. Justru saat kita membeda-bedakan mana yang saudara kandung, sesuku, sebangsa, senegara, sewilayah dan lain sebagainya, besar kemungkinan menjadi tidak adil bersikap. Jadi pemahaman ini adalah anti klimaks dari persaudaraan yang sempit dimana cenderung mementingkan diri sendiri dan kelompoknya saja.

    Jadi, SETIAP ORANG YANG BERPEGANG TEGUH UNTUK MENGIKUT TUHAN TIDAK MEMANDANG BULU DAN TIDAK MEMBEDAKAN DIMANA SAUDARANYA DAN DIMANA YANG BUKAN MELAINKAN SIKAPNYA UNVERSAL. Semua ini dilakukan semata-mata agar kita tidak memanfaatkan hubungan saudara yang dimiliki untuk melakukan dan melegalkan kejahatan seperti kolusi dan nepotisme.

    Seperti ia berpesan dalam firman-Nya.
    (Ulangan 32:6b) Bukankah Ia Bapamu yang mencipta engkau, yang menjadikan dan menegakkan engkau?

    lagi katanya demikian…
    (Ulangan 33:9) yang berkata tentang ayahnya dan tentang ibunya: aku tidak mengindahkan mereka; ia yang tidak mau kenal saudara-saudaranya dan acuh tak acuh terhadap anak-anaknya. Sebab orang-orang Lewi itu berpegang pada firman-Mu dan menjaga perjanjian-Mu;

  4. Setiap yang mengusahakan kebenaran adalah saudara (persaudaraan universal).

    Kita sering sekali memetak-metakkan diri ini lalu menganggap bahwa saudara kita hanyalah mereka yang ada di dalam rumah Ibu dan Ayah kita. Mereka yang seiman dengan kita, sesuku, sebangsa dan senegara dengan kita. Sadarilah bahwa pemahaman semacam ini jelas-jelas bertentangan dengan ajaran Tuhan Yesus. Sebab dalam konsep yang benar, “setiap orang yang melakukan kebenarang adalah saudara.” Sekarang, masalahnya adalah “apa yang dimaksud dengan kebenaran?” Kebenaran yang sejati itu hanya ada dua yaitu kasihilah Allah seutuhnya dan kasihilah sesama manusia seperti diri sendiri.

    Zaman sekarang, tidak ada orang yang ateis dan membenci saudaranya bahkan orang-orang yang di dalam penjara sekalipun telah menyesal dan bertobat atas perlakuan buruk yang dilakukannya selama ini. Anda tidak harus berkata kepada orang lain, “apakah anda mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia?” Melainkan ketahuilah bahwa “buahnya menunjukkan jenis pohonnya.” Jika saat ini orang di sekitar anda tidak mencuri, tidak membunuh, tidak berzinah, tidak mengatakan dusta dan tidak melanggar kesepuluh Hukum Taurat lainnya maka dia adalah saudara.

    Seperti firman-Nya yang berkata.
    (Matius 12:48-50) Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?” Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

  5. Untuk memenuhi panggilan pemuridan.

    Tuhan Yesus telah mengutus kita semua untuk menjadikan semua bangsa menjadi murid-Nya, tepat sebelum Ia terangkat ke surga. Kita harus memulai memuridkan orang lain dengan mengajarkan tentang kasih kepada mereka. Mengajarkan kepada mereka betapa kasih adalah sesuatu yang sangat membahagiakan dan mendamaikan saat dilakukan hari lepas hari. Kasih yang sejati itu hanya ada dua yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia

    Memang kita juga harus mengajarkan orang lain agar mereka menjadi pengikut Tuhan Yesus. Tetapi pengajaran yang paling efektif adalah saat kita berusaha menjadi saudara yang ada untuk membantu mereka dalam segala kesulitan hidup yang mereka temui. Kita adalah surat-surat Kristus yang dapat dibaca dan dilihat oleh semua orang. Pada dasarnya, saat hidup ini mengekspresikan kebenaran baik dalam perkataan maupun perbuatan, maka tepat saat itu juga kita menjadi saksi-saksi Kristus. Selanjutnya, biarkan Roh Allah yang bekerja di dalam hati setiap orang, bukankah sudah ada firman yang bisa dibaca kapan saja dan sudah ada internet yang menyediakan informasi bagaimana menjadi murid Tuhan Yesus?

    Seperti ada tertulis dalam firman-Nya demikian.
    (Matius 28:18-20) Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

  6. Kasih yang tulus hanya bisa dicapai lewat jalan persaudaraan.

    Adalah mustahil kita menyatakan kasih yang tulus-ikhlas kepada sesama manusia jika tidak menganggap mereka sebagai saudara. Saat kita tidak bersaudara dengan seseorang tetapi melakukan kebaikan kepada mereka, bisa dikatakan bahwa ada motif tersendiri sehingga berbuat baik kepada orang-orang tersebut. Ini bisa saja demi mendapatkan dukungan, simpati, penghargaan terhadap sesuatu dan lain hal.

    Saat kita menganggap orang lain sebagai saudara maka apapun yang diberikan atau dikorbankan kepadanya pastilah akan diiklaskan. Sebab rasa persaudaraan itulah yang membuat kita mengasihi sesama seperti diri sendiri. Seolah-olah dia adalah darah daging kita sendiri, apa yang sakit dirasakannya maka sakit pula kita rasakan sehingga hal inilah yang membuat kita mampu berkorban dengan sepenuh hati. Saat kita tidak bersaudara dengan seseorang maka tepat saat itu jugalah kebaikan yang diberikan sifatnya tanggung alias setengah hati.

  7. Mengasihi saudara yang satu sama artinya dengan membiarkan dan mengorbankan kelompok yang lain.

    Orang yang menganggap oknum tertentu sebagai saudaranya sedangkan yang lain bukan cenderung hanya mencurahkan kasihnya yang utuh kepada saudaranya tersebut. Ini termasuk sifat yang mengelompokkan orang lain berdasarkan hubungan darah, suku, ras, agama dan gelongan. Akibatnya, ketika ada hal-hal baik atau ada informasi yang baik maka hanya dibagikan/ diberitahukan kepada kelompok yang disenangi saja. Sedangkan kelompok lain yang tidak begitu disukainya akan dibiarkan terlantar kehidupannya. Akibatnya, keadaan ini sama saja dengan mengorbankan kelompok tertentu sedangkan kelompok yang lain kita usahakan agar terangkat derajat kehidupannya. Hal ini jelas menunjukkan bahwa kita belum menjadi berkat bagi semua orang.

  8. Mengasihi saudara yang satu hanya akan menciptakan iri hati dan kesombongan.

    Saat kita mengangkat kehidupan seseorang atau sekelompok orang maka secara tidak langsung ada gelombang iri hati yang muncul dari antara orang-orang yang kita abaikan. Mereka akan mencobai kita habis-habisan sehingga besar kecenderungan orang yang tidak terbiasa dan tidak tahan dengan semuanya itu akan melakukan aksi balasan dengan menyombongkan diri. Keadaan ini jelas jelas membuat hati tidak damai jadinya sebab dimana ada perbedaan kelas sosial maka disanalah ada juga ketidakpuasan, ketidakdamaian dan ketidakbahagiaan.

  9. Mengasihi saudara yang satu sama dengan membenci yang lainnya.

    Saat kita tidak bersaudara kepada semua orang maka kitapun akan cenderung pilih-pilih kasih dalam berbuat baik. Saat kelompok lain (yang kurang kita perhatikan) menyadari dan menyaksikan hal itu maka tepat saat itu juga ada rasa kesal dalam hatinya. Mungkin beberapa orang tidak akan menyadari keadaan ini tetapi lama-kelamaan juga ia pasti akan terseret dalam rasa benci yang sama. Terlebih ketika ada berbagai macam masalah yang harus dihadapinya saat menjalani hidup. Sikap kita atau sikap orang yang merasa dirinya tidak dikasihi cenderung akan menjauhkan rasa persaudaraan dari dalam hati dan malah mulai menjadi pribadi-pribadi pengganggu yang suka mengusik kehidupan ini.

  10. Untuk mencegah bencana alam dan peperangan (bencana kemanusiaan) di masa depan.

    Pernahkah anda berpikir tentang masa depan? Ketahuilah bahwa saat kita tidak hidup bersaudara dengan semua orang dan hanya mendatangkan berkat bagi orang-orang yang kita sukai saja maka keadaan ini sama halnya dengan sistem kapitalisme. Kapitalisme adalah individualisme, menggiring manusia hanya untuk mengasihi dirinya dan kelompoknya saja. Sedangkan kelompok yang lain dari kalangan rakyat jelata, petani, peternak dan rakyat kecil lainnya akan diabaikan dan dimanfaatkan oleh mereka. Akibatnya, kepemilikan sumber daya hanya mensejahterakan oknum atau kelompok tertentu saja sedangkan kelompok lainnya berada dalam kemelaratan alias hidup yang pas-pasan.

    Penumpukan sumber daya di tangan satu-satu orang membuat merek sangat konsumtif, memboroskan sumber daya, meningkatkan polusi dan konsumsi energi (minyak bumi) tinggi. Keadaan semacam ini akan berbuara pada dua akibat fatal yang mungkin pada awalnya hanya akan merugikan rakyat jelata tetapi pada akhirnya semua pihak akan merasakan hal yang sama. Hanya ada dua perwujudan dari sistem ekonomi perseorangan (kapitalisme), yaitu bencana alam dan bencana kemanusiaan. Manusia akan diusir dari bumi ini akibat keserakahannya sendiri.

SUKU, AGAMA, RAS DAN GOLONGAN (SARA) JANGAN MENJADI PEMISAH KITA ADALAH SATU NENEK MOYANG. Atau adakah dari kita yang merasa dirinya tidak berasal dari Adam dan Hawa tetapi berasal dari kera layaknya teori Charles Darwin? Itulah tujuan kapitalis dalam hidup ini agar kita tercerai berai sehingga mereka dapat dengan mudah memanipulasi dan memanfaatkan masyarakat. Padahal ada banyak hak-hak kita yang sebenarnya dikuasai dan digagahi oleh oknum kapitalis tertentu. Perkuat tali persaudaraan di antara sesama dengan membangun sistem pemerintahan sosialis yang mengedepankan rasa kebersamaan (sosialisme). Sebab bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh; tidak ada yang bisa menokoh-nokohi saat kita bersama. Siapapun anda di luar sana, kasihilah sesama manusia layaknya seorang saudara dengan demikian kita menjadi berkat bagi semua orang sehingga bencana alam dan peperangan tidak menunggu diri ini dan tidak menghampiri anak cucu kita kelak.

Salam sosialis sejati!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s