Keluarga

Tuhan Melindungi Manusia & Semua Ciptaan


Hidup Hijau Melindungi Kita Dari Bencana Jangan Egois Terlalu Percaya Diri Dan Merasa Sempurna

Puisi – TUHAN Allah Tempat Perlindungan Bagi Semuanya

Disuatu kali….

Sinar mata-Mu menyinari kami,

Dari jauh tampak terang,

Berkilau-kilauan.

Memancarkan kekuatan,

Membuatku hangat (matahari).

.

Disuatu kali…

Tangan-Mu yang lebar, besar, tinggi,

Melindungi umat-Mu,

Dari energi liar.

Menggiring jalan-jalanku,

Disiang hari bolong (awan).

.

Disuatu kali…

Lembut tangan kudus-Mu,

Membelaiku indah,

Sejuk seluruh tubuhku.

Kemanapun ku pergi,

Kau hadir di situ (angin).

.

Disuatu kali…

Sejuk berkat-berkat-Mu,

Basahi tubuhku,

Resapi hatiku.

Legakan dahagaku,

Buat hatiku damai (hujan).

.

Sungguh…

Ku baru tersadar.

Berkawan dengan alam

Tuhan ada di sana.

Bersama orang lain.

Tuhan siap menolong.

Itulah panggilan-Mu,

Agar ku tak egois.

Jauh dari arogansi.

Menjadi hamba-Mu.

Seumur hidupku.

.

Kau selalu hadir di dalam hidupku.

Resapi hati, beriku kelegaan.

Berjalan di depan, arahkan hidupku.

Ajariku putari lingkaran.

Tunjukkan arah yang benar.

.

Siapa bilang manusia itu sempurna dan bisa hidup tanpa makhluk hidup lain?

Selama ini kita terlalu naif memandang kehidupan. Lantas saja berpikir bahwa manusialah makhluk yang paling sempurna di antara ciptaan lainnya. Entah dari mana pemahaman semacam ini, kami juga melai mendengar hal tersebut semenjak duduk di bangku sekolah. Sikap ini secara otomatis membuat beberapa orang berlaku semena-mena terhadap lingkung alamiah di sekitarnya. Bahkan tidak jarang juga ada manusia yang merasa berhak menyingkirkan orang lain semata-mata demi mewujudkan hawa nafsunya yang besar atas kepemilikan materi (uang) dan kekuasaan. Simak juga, Manusia bukan makhluk sempurna.

Bumi Yang Hijau Melindungi Setiap Makhluk - Mesin dan Teknologi Hasil Ciptaan Manusia Tidak Akan Menolong Tetapi Menjebak Kita Dalam Kehancuran

Pemakaian sumber daya yang tidak terkendali akan merusak alam sekitar kita

Sistem ekonomi yang kita pelihara terus menambah gelontoran uang di dalam masyarakat. Akibatnya konversi terhadap sumber daya yang ada semakin tinggi. Lahan-lahan yang digunakan untuk pemukiman semakin luas. Lantas kekayaan manusia yang semakin menjadi-jadi membuat mereka semakin individualis-egois. Mereka lantas berpikir untuk hidup sendiri kemudian menyingkirkan diri dari kehidupan sosial bermasyarakat. Membangun rumah mewah di lahan yang luas untuk diri mereka sendiri. Akibatnya, hidup semakin merana dan hampa karena tidak ada orang berseliweran dan tidak ada masalah-masalah sepele yang membuat suasana menghangat.

Gangguan keseimbangan alam; binatang buas menghampirimu dan cuaca memburuk

Sedang, dari dalam hutan bermunculan binatang buas yang ukurannya kecil-kecil tetapi sangat berani menyerang manusia. Merekalah binatang paling buas diantara semua hewan sebab berani menyerang manusia secara mengendap-endap bahkan beberapa diantaranya datang secara terang-terangan (misal lalat). Kerusakan hutan yang semakin kritis telah menambah buruknya cuaca dimana sering sekali timbul bencana. Keadaan ini menunjukkan bahwa keseimbangan alam telah terganggu dimana keberadaan manusia dianggap sebagai pengganggu sehingga alam terus memuntahkan bencana untuk menyingkirkan kita.

Tuhan Melindungi Manusia Lewat Alam Sekitarnya - Manusia ditakdirkan untuk bersimbiosis dengan tumbuhan dan hewan

Manusia ditakdirkan untuk bersimbiosis dengan tumbuhan dan hewan

Jika saja umat manusia mau memahami dan mengerti tentang keseimbangan alam maka secara otomatis kita mau hidup berdampingan dengan tumbuhan dan hewan. Sebab tanpa kita sadari kehidupan bersama ini dapat membentuk simbiosis mutualisme dimana masing-masing pihak saling menguntungkan. Artinya, saat kita mau memelihara keberadaan pepohonan dan hewan liar maka secara tidak langsung kehidupan kitapun akan dilindungi dan dijaga oleh mereka. Pelajaran semacam ini sepertinya sudah kita ketahui bersama saat masih berada di bangku sekolah.

Alam akan melindungi manusia jika mau bersahabat dengan alam

Manusia yang mau hidup bersama dengan tumbuhan hijau dan hewan liar harus menjaga juga yang namanya kebersihan hatinya. Menjauhkan dirinya dari hasrat untuk mementingkan diri sendiri. Berusaha menekan keinginan untuk lebih baik/ lebih unggul/ menang melainkan merendahkan hati di hadapan Tuhan. Niscaya matahari tidak akan menyakiti kita, awan akan menyelimuti kita, angin akan menina bobokan kita dan air akan memenuhi sumur-sumur kita. Alam ada untuk mendukung kehidupan kita sedangkan kita ada untuk menjaga kelestarian alam dari waktu ke waktu, dari zaman ke zaman dan dari generasi ke generasi.

Tuhan Melindungi Manusia Dengan Alam - Manusia Mengejar Kenikmatan Dan Kemuliaan Duniawi Yang Mengantarkannya Pada Peperangan

Salam, pengelola yang baik adalah yang mampu melindungi semua ciptaan!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.