Konflik Horizontal

+10 Binatang Buas, Tak Kenal Takut Menyerang Tanpa Belas Kasihan


Binatang Buas, Tak Kenal Takut Menyerang Tanpa Belas Kasihan

Pengetahuan yang kita miliki terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Awalnya, kita memandang segala masalah secara kasat mata lalu meneliti keadaan tersebut pada satu batasan tertentu. Lewat penelitian tersebut dihasilkan berbagai solusi yang sebenarnya hanya menyangkut pada satu objek saja. Keadaan ini membuat penyelesaian terhadap satu persoalan hanya menyangkut hal-hal yang sebenarnya merupakan suatu akibat dari masalah yang lebih kompleks. Selama kita terus mengajukan solusi jangka pendek untuk kehidupan ini maka selama itu pula masalah tidak akan pernah putus-putusnya bahkan semakin meningkat.

Kita butuh wawasan yang lebih kompleks tentang hal-hal alamiah dan peran kita didalamnya

Ilmu yang baru tersebut adalah pengetahuan naturalisme yang menggiring kehidupan manusia untuk memahami alam sebagaimana adanya. Bila kita mampu melakukan analisis sebab akibat terhadap berbagai fenomena di alam sekitar maka akan paham betul bahwa sebenarnya kita di takdirkan untuk menjaga keseimbangan hal-hal alamiah. Inilah yang sebenarnya perlu kita giatkan dari hari ke hari, yaitu memanfaatkan hewan dan tumbuhan hijau sebaik-baiknya tanpa harus memunahkan satu spesies pun. Ketahuilah bahwa saat kita mampu memanfaatkan segala sesuatu dengan bijak maka saat itu jugalah kehidupan ini aman, damai, tenteram dan sejahtera.

Contoh kasus penyelesaian masalah jangka pendek yang justru menimbulkan masalah baru

Kami akan mengajukan beberapa contoh prosesnya sebagai berikut. Studi kasus, ada hewan buas yang menyerang pumukiman warga, yaitu ular. Lantas orang awam langsung mengambil tindakan tegas untuk membunuh ular tersebut. Sedangkan kalangan orang-orang berpendidikan mulai melakukan penelitian lalu memutuskan untuk menyebarkan bahan kimia/ racun semacam pestisida untuk membunuh ular hanya lewat proses pengasapan. Memang keadaan ini akan menyelesaikan masalah selama beberapa waktu tetapi lama-kelamaan muncullah masalah baru yang terus mempersulit kehidupan manusia.

Pemusnahan ular secara masal memang pada awalnya tidak mendatangkan bahaya, justru warga masyarakat berada dalam keadaan aman selama beberapa waktu. Akan tetapi seiring dengan ketiadaan hewan ini maka binatang yang berada di bawahnya akan menjadi lebih buas lagi. Mereka adalah semut dan berbagai hama serangga lainnya (misal kutu daun, wereng). Pada titik ini, manusia akan dibuat pusing tujuh keliling sebab segala jenis serangga tidak pernah takut sedikitpun dengan manusia. Mereka adalah makhluk hidup berotak rendah, tanpa kesadaran dan tidak memiliki rasa takut bahkan kematianpun akan dihadapinya.

Keseimbangan alam adalah belajar bersahabat dengan alam

Hakekat kehidupan naturalis adalah belajar bersahabat dengan alam sekitarnya. Saat bersahabat dengan lingkungan, bukan berarti kita tidak dapat memanfaatkannya sama sekali. Melainkan keadaan ini lebih kepada menggunakan segala sesuatu seadanya saja dan tidak berlebihan. Pemanfaatan yang tidak berlebihan ini bisa saja berarti bahwa harus dilaksanakan seadil-adilnya. Artinya, penggunaan sumber daya yang tersedia antara orang yang satu dengan orang yang lain harus setara,  seberapa kebutuhan mereka demikianlah digunakan setiap hari. Orang yang mengambil lebih jelas sebagai seorang yang serakah dan tidak bersahabat dengan alam sekitarnya.

Keserakahan hanya akan menghancurkan sistem

Kita harus hidup di dunia ini dengan mengesampingkan sikap egois yang sangat individualis. Karena manusia dengan segala akal pikiran yang dimilikinya bukanlah seorang makhluk yang sempurna. Secerdas apapun kita, jelaslah bahwa sangat membutuhkan makhluk lain untuk menopang kehidupan ini. Sebab ada enam hari penciptaan dan masing-masing hari didedikasikan untuk membangun suatu ciptaan yang memiliki pengaruh besar terhadap ciptaan lainnya dimana masing-masing ciptaan saling berkontribusi untuk membuat suatu sistem terus berputar dari waktu ke waktu dan zaman ke zaman bahkan bila perlu dari generasi ke generasi. Bila kita tidak mampu menjaga perputaran alam maka tepat saat itu juga manusia secara berangsur-angsur menghancurkan alam.

Bila alam sekitar kita telah hancur maka manusia akan beramai-ramai untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi demi melindungi dirinya dari pengaruh buruk alam sekitar. Keadaan ini membuat manusia saling bersaing untuk menambang minyak bumi secara besar-besaran. Akibatnya, manusia hidup dalam ancaman bencana alam dan perang global. Bila kejadian ini terus berlanjut maka penguasa yang memegang senjata akan menggunakan peralatan militernya untuk membunuh warga yang tek bersalah, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Peperangan untuk memperebutkan sumber daya minyak niscaya akan membuat manusia saling melenyapkan satu sama lain.

Masalah makanan akan mengubah binatang menjadi buas

Kami memiliki kucing di rumah, kebetulan dikasih makan dua atau tiga kali seminggu saja. Ini kami lakukan agar merekapun aktif mencari serangga liar di luar sana. Saat kami melupakan waktu makan tersebut, lantas saja kucing-kucing ini akan cenderung menjadi kocar-kacir, memanjat ke sana ke mari, mencoba mendobrak tudung makanan, menjilat minyak jelantah dan masih banyak lagi tindakan anehnya. Jadi, jika kucing saja bisa sedemikian liarnya karena sedang kelaparan maka apalagi makhluk buas di luar sana: mereka pasti akan menjadi gila lalu menyerang ke sana kemari, masuk pemukiman warga, tidak sengaja melukai penduduk dan lain sebagainya.

Jadi, kunci dari semuanya ini adalah MAKANAN. Jika makanan hewan-hewan liar ini selalu ada maka mereka tidak akan pernah mendatangi rumah kita. Tetapi, ketika hutan-hutan telah di rusak bahkan dbabat habis niscaya pasokan makanan akan menurun. Keadaan iinilah yang membuat hewan tersebut kehilangan akal sehatnya lalu terjebak dalam aksi yang tergolong agresif demi makanan. Jadi sebelum keberadaan makanan hewan buas terjamin maka selama itu pula lingkungan sekitar tidak aman karena amukan  yang bisa datang dan pergi tanpa diundang. Dimana salah juga kalau kita memunahkan mereka secara keras sebab bisa mendorong penyebaran hama serangga yang lebih cepat.

Serangga dan kuman lebih buas dari hewan bertaring dan bergigi tajam

Kami berharap anda tidak sepele dengan keberadaan serangga yang berlebihan di lingkungan sekitar. Sebab keadaan ini jelas menunjukkan bahwa tingkat kerentanan lingkungan sedang tidak berada dalam garis keseimbangan yang mendukung. Pemusnahan secara masal terhadap berbagai hewan pemakan serangga yang lebih besar (ular, kadal, kodok, katak) jelas akan menyebabkan jumlahnya membludak. Serangga yang otaknya hampir tidak ada, memiliki tingkat kesadaran dan kecerdasan yang sangat rendah. Akibatnya, keberadaan mereka yang liar sangat dekat terhadap manusia, berani dekat-dekat dan tidak mengenal takut bahkan mati sekalipun tidak masalah baginya. Mereka adalah hewan yang lebih mementingkan makanan daripada nyawanya.

Ada satu lagi hewan buas yang jelas-jelas tidak kasat mata tetapi pengaruhnya sangat besar dalam kehidupan manusia. Bahkan sampai menyebabkan seseorang tergeletak dan terbaring di rumah sakit selama berhari-hari. Mereka biasanya dipanggil dengan sebutan mikroorganisme. Kuman adalah hewan tak kasat mata yang bisa saja menyerang tubuh seseorang secara diam-diam, tidak dirasakan dan cenderung baru disedari saat penyakit yang diderita sudah berkembang pesat. Keadaan ini bisa saja membuat bakteri, jamur dan virus sebagai makhluk mikro dengan kebuasan yang tidak dapat dihindari oleh siapapun. Terkecuali jika anda memiliki daya tahan tubuh yang baik dengan kebiasaan mengkonsumsi makanan yang sehat.

Harus bersimbiosis dengan makhluk hidup lainnya

Satu-satunya cara untuk menjamin keberadaan hewan liar agar mereka tidak memasuki lingkungan rumah kita adalah dengan menjamin keberadaan pasokan makanan. Akan tetapi keadaan ini tidak bisa selalu dipastikan sebab pembangunan yang terus digiatkan dimana-mana membuat lahan-lahan hutan semakin menyempit. Oleh karena itu, masing-masing orang harus membatasi dirinya dari praktek kemewahan, kemegahan, kenyamanan, kemudahan, pujian, penghargaan dan popularitas yang berlebihan. Ketahuilah bahwa hal-hal duniawi yang waw tersebut beresiko membentuk iri hati dan kesombongan sehingga membuat orang lain turut melakukan hal yang sama. Akibatnya, jumlah peredaran uang yang semakin tinggi dari tahun ke tahun membuat jumlah kapitalis semakin membludak sehingga kerusakan lingkungan, bencana alam dan bencana kemanusiaan tidak bisa dihindarkan lagi.

Pengertian

Buas adalah (1) galak; liar; ganas; (2) bengis; kejam (KBBI Offline). Jadi bisa dikatakan bahwa hewan/ binatang buas adalah makhluk hidup yang menyerang organisme lainnya karena hawa nafsunya yang berlebihan tanpa belas kasihan. Kisah-kisah tentang keberadaan makhluk yang satu ini merupakan pesan-pesan yang telah tertulis jelas dalam Kitab Suci jauh sebelum generasi kita hadir di bumi. Ini adalah salah satu bentuk murka Tuhan atas segala dosa-dosa manusia. Bila kita perdekat lagi konsepnya dalam lingkup masyarakat modern maka dapat dikatakan bahwa semua keburukan tersebut ada karena manusia yang diutus sebagai ahli manajemen tidak mampu menjaga keseimbangan alam yang selama ini sudah menopang kehidupannya.

(Yehezkiel  5:15-17) Engkau akan menjadi buah celaan dan cercaan, menjadi peringatan dan suatu kengerian bagi bangsa-bangsa yang di sekitarmu, tatkala Aku menjatuhkan hukuman kepadamu di dalam kemurkaan dan kemarahan dan di dalam penghajaran-penghajaran kemarahan — Aku, TUHAN, yang mengatakannya –tatkala Aku mendatangkan atasmu kelaparan yang dahsyat, yang membinasakan, dan Aku mendatangkannya untuk membinasakan kamu, tatkala Aku memperdahsyat bencana kelaparan atasmu dan memusnahkan persediaan makananmu. Aku akan mendatangkan kelaparan atasmu dan binatang-binatang buas di tengah-tengahmu, yang akan memunahkan anak-anakmu; sampar akan berkecamuk dan darah akan mengalir di tengah-tengahmu dan Aku akan mendatangkan pedang atasmu, Aku, TUHAN, yang mengatakannya.”

Contoh binatang buas yang tidak kenal takut

Pertarungan manusia dengan hewan buas telah terjadi semenjak berabad-abad yang lalu. Dimana penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah karena makanan dan wilayah. Saat ekspansi manusia terus meluas ke hutan-hutan maka akan ada binatang buas yang mati sia-sia karena semakin kehilangan pasokan makanan. Akibatnya, hewan-hewan ini akan mencari makanannya di pemukiman warga dan ada pula yang bertahan di tanah-tanah tandus selama berhari-hari tanpa makanan. Hewan yang bertahan selama berhari-hari ini jelas akan memiliki kapasitas bisa (racun) tinggi sehingga membuat serangannya sangat mematikan. Tetapi saat manusia terlalu agresif memusnahkan hewan-hewan buas yang kasat mata maka muncullah hewan yang lebih liar dan ganas seperti yang kami sebutkan di bawah ini.

  1. Segala jenis nyamuk.

    Binatang yang satu ini tergolong gila sebab sekalipun anda memukul mati teman-temannya di depan mata tetap saja ia tidak gentar untuk mendekat. Ada berbagai jenis nyamuk, dianttaranya Anopheles, Aedes aigipty dan Aedes albopictus . Semua jenis nyamuk ini adalah vektor yang menyebabkan berbagai jenis penyakit yang berbahaya, misalnya malaria, DBD, demam chikungunya dan lain sebagainya.

  2. Lalat segala jenis.

    Semua serangga lalat adalah vaktor dari beberapa mikroorganisme penyebab penyakit, diantaranya diare, tipus, dan lain sebagainya. Ada pula jenis lalat yang justru mengisap darah manusia. Binatang yang satu ini memang tidak kenal takut kepada siapapun. Coba saja kalau populasinya meningkat sekalipun anda mengusir mereka berulang kali, tetap akan kembali. Terkecuali anda membunuhnya sama sekali, tidak ada binatang buas yang lebih berani dibandingkan dengan serangga.

  3. Lintah segala jenis.

    Ada lintah perairan dan ada pula lintah yang hidup di daratan. Masing-masing makhluk ini menyerang makhluk vertebrata yang akan disedot darahnya. Keberadaan mereka bisa saja tidak kita sadari secara cepat sebab kemampuannya untuk mengendap-endap sangat licin. Bahkan saat mereka menyedot darah sekalipun, korbannya lebih banyak tidak menyadari hal tersebut. Keberadaan lintah adalah salah satu indikator kerusakan lingkungan alamiah.

  4. Kutu daun.

    Ini jenis serangga yang menyerang tanaman pertanian. Mereka biasanya hadir dalam berbagai warna, ada yang hijau dan ada pula yang gelap. Keberadaannya jelas tidak menguntungkan dan dapat merusak daun tanaman sehingga mengganggu pertumbuhan. Hampir semua jenis serangga ini merupakan indikator dari gangguan keseimbangan alam.

  5. Wereng segala jenisnya.

    Hama tanaman yang satu ini juga turut menyebabkan berbagai macam penyakit pada usaha pertanian yang anda geluti. Sampai bisa berpengaruh terhadap hasil panen. Ada senjata khas yang khusus terdapat pada serangga yang satu ini, yaitu kemampuan mengeluarkan bau yang sangat menyengat hidung saat hidupnya terancam.

  6. Belalang dan segala jenisnya

    Salah satu hama pertanian yang merusak daun tanaman terlebih saat jumlahnya sangat banyak. Serangga yang suka melompat ini merupakan binatang yang mulai hidup dan berkembang saat berbagai predator alamiahnya (misal kadal dan ular) turut di tangkap dan dibunuh secara masal. Ledakan populasi belalang adalah pertanda jelas yang menyatakan bahwa lingkungan telah kehilangan predator alamiahnya.

  7. Semut-semut besar.

    Ada semu yang memiliki ukuran yang sangat besar, yaitu semut merah dan masih ada beberapa lagi yang berukuran sama dengan pengapit yang mematikan. Gigitan mereka akan menghasilkan rasa nyeri yang teramat dalam. Memang tidak menimbulkan luka tetapi rasa sakit yang dihasilkannya cukup lama bertahan.

  8. Ulat bulu.

    Kupu-kupu adalah hewan yang bermetamorfosis secara sempurna. Salah satu tahapan dalam daur hidupnya adalah menjadi larva. Populasi larva bisa meledak dalam suatu wilayah akibat minimnya predator, misal burung gereja dan burung pipit juga laba-laba. Telur yang dihasilkan oleh kupu-kupu bisa mencapai ratusan butir. Keadaan ini akan semakin parah ketika musim kemarau tiba dimana suhu yang hangat seolah-olah mematangkan telur tersebut hingga menjadi larva. Lain halnya ketika hujan tiba niscaya telur-telur itu akan dimentahkan sama sekali.

  9. Bakteri segala jenis.

    Serangan dari binatang buas yang satu ini jelas tidak terdeteksi sama sekali oleh manusia. Ada banyak jenis bakteri yang bersifat patogen yang menyebabkan penyakit bagi manusia. Bahkan Escherecchia coli sekalipun bisa membuat manusia menderita penyakit, padahal ini juga ada di dalam usus kita secara normal.

  10. Jamur mikro segala jenis.

    Biasanya jamur hanya menyerang kuli saja, penyakit yang ditimbulkannya biasa disebut panu, kadas/ kurap dan kutu air. Serangannya juga bisa terjadi secara tiba-tiba terutama bagi mereka yang mengalami defisiensi daya tahan tubuh. Kurang mengkonsumsi garam juga cenderung membuat manusia mengalami penyakit kulit.

  11. Virus segala jenis.

    Biasanya serangan hewan buas sejenis virus terjadi dalam beberapa tahun. Reaksi yang mereka timbulkan sifatnya lambat tetapi sangat mematikan. Bahkan beberapa jenis virus sampai sekarang masih belum ditemukan obatnya. Salah satu jenis virus tersebut adalah HIV.

  12. Segala jenis hewan yang bertaring dan bergigi tajam.

    Ancaman yang ditimbulkan oleh hewan buas yang bergigi dan bercakar tajam sifatnya tergantung dari kesehatan lingkungan sekitar. Semakin rusak keadaan alam maka semakin tinggi pula intensitas serangan hewan buas ke pemukiman penduduk.

  13. MANUSIA ITU SENDIRI ADALAH BINATANG BUAS.

    Jangan menyangka bahwa manusia tidak bisa menjadi buas dan ganas. Memang dari penampilannya mereka terkesan tenang dan sangat bersahabat tetapi sebenarnya mereka adalah musang berbulu domba. Keadaan ini akan semakin diperparah di zaman kapitalisasi kehidupan dimana masing-masing orang orang cerdas akan memanipulasi sesamanya sehingga beroleh keuntungan besar lewat semuanya itu. Tidak hanya itu saja, penipuan besar-besar yang dilakukan orang pintar cs kapitalis mendorong konspirasi besar yang menyesatkan orang dan menggiring manusia dalam bencana alam dan peperangan, cepat atau lambat.

Sadarilah bahwa keegoisan tidak akan mempertemukan kita dengan kedamaian dan kebahagiaan yang sejati. Justru sifat-sifat individualis inilah yang turut menggirng lebih banyak lagi kejahatan yang kita lakukan terhadap lingkungan. Memusnahkan hewan-hewan bergigi dan bertaring tajam memang  pada awalnya seolah menyelesaikan masalah serangan binatang buas. Tetapi sesungguhnya hal ini adalah permulaan dari meningkatnya populasi makhluk hidup yang lebih ganas dan tidak takut mati, yaitu serangga. Sebesar apapun kemampuan anda untuk menahan dan memusnahkan serangga, mereka akan tetap ada dan ada lagi. Hewan buas lainnya adalah kuman yang dapat menyerang tubuh yang disayangi dan begitu dirawat sekalipun tanpa peringatan apa-apa. Mereka kecil bahkan sangat kecil (tak kasat mata) tetapi memiliki daya bunuh yang mumpuni dalam jangka waktu tertentu. Pada akhirnya, manusia itu sendiri akan menjadi ganas karena dorongan iri hati dan persaingan usaha akibat kapitalisasi masyaarakat yang berkelas-kelas.

Salam, mari hidup sederhana bersimbiosis dengan alam!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.