Kepribadian

+10 Adaptasi Makhluk Hidup


Contoh, Bentuk Macam Adaptasi Makhluk Hidup

Tidak ada satupun makhluk hidup di bawah kaki langit yang bisa hidup menyendiri tanpa membutuhkan kehadiran makhluk lainnya. Sekaya dan sehebat apapun seseorang, pastilah tetap akan membutuhkan bantuan yang lainnya. Setidak-tidaknya dalam hal pemenuhan kebutuhan akan makanan dan minuman sehari-hari kita memerlukan makhluk hidup lain. Tidak hanya itu saja, untuk melindungi kita dari teriknya sinar matahari, kitapun membutuhkan yang namanya udara, yaitu partikel pelindung yang senantiasa dihasilkan oleh tumbuhan hijau dari waktu ke waktu.

Sifat yang egois dan arogan membuat kita susah menyesuaikan diri

Sadar atau tidak, secara otomatis kehidupan kita di dunia ini tidak bisa bertahan saat seorang diri saja. Menjadi egois mungkin bermanfaat bagi sejejak situasi, misalnya saja saat berbagi kebaikan kepada sesama; dilakukan tanpa harus peduli, apakah dia akan membalasnya atau tidak? Tetapi yang selanjutnya terjadi saat kita hanya mementingkan diri sendiri  adalah sikap individualisme. Pada titik ini, kita hanya berpikir bahwa hanya diri sendiri sajalah yang paling penting di alam semesta. Yang akan semakin diperparah oleh sikap yang arogan sehingga menganggap diri sempurna adanya sedangkan makhluk hidup lain bukanlah apa-apa.

Menindas yang lemah dan memaksa mereka keluar dan bencanpun datang

Secara sewenang-wenang kitapun bertindak terlalu keras terhadap makhluk hidup lain. Karena hewan lemah, kita membunuh mereka sembarangan namun tidak untuk dimanfaatkan semata-mata untuk menambah kesenangan belaka. Terlebih terhadap tumbuhan hijau yang ada di sekitar, mereka lemah bahkan pepohonan tidak pernah membalas saat kita menyakiti hingga menebangnya habis-habisan. Ujung-ujungnya yang terjadi adalah serangan hewan yang lebih buas dan tidak kenal takut yaitu serangga. Disisi lain yang terjadi adalah instabilitas cuaca yang sangat ekstrim (buruk), dimana matahari panasnya menghujam (gelombang panas), angin terlalu liar (badai, topan) dan air melimpah-melimpah (banjir, longsor).

Memaksa lingkungan yang lebih besar untuk beradaptasi dengan keserakahan manusia sehingga alam menetralisis-mendestruksi manusia

Saat kita serakah terhadap dunia ini, merasa diri paling sempurna lalu memaksa lingkungan untuk beradaptasi sesuai dengan keinginan masing-masing. Padahal, manusia hanyalah entititas kecil yang kehidupannya sangat bergantung kepada makhluk hidup lainnya. Tetapi berpikir bahwa dirinya dengan segala hawa nafsu lebay, arogansi dan teknologi yang dimilikinya bisa bertahan dengan membangun peradabannya sendiri yang jauh dari pepohonan dan hewan liar. Kita merombak bumi yang sudah diciptakan secara terencana oleh Tuhan sehingga mengganggu keseimbangan alam. Akibatnya berbagai bencana alam akan terjadi dengan cepat dan peperangan berebut sumber daya menanti generasi selanjutnya.

Pengertian menyesuaikan diri

Makhluk hidup adalah segala sesuatu yang bernafas dan aktif melakukan respirasi hari lepas hari. Sedangkan adaptasi adalah kemampuan suatu makhluk untuk hidup bersama sambil menyesuaikan diri dengan keberadaan makhluk hidup lain (organik) dan lingkungan sekitarnya (anorganik) sehingga sanggup bertahan dan berkembang sedemikian rupa. Kelihaian suatu makhluk untuk beradaptasi tentu saja sangat ditentukan oleh tingkat kecerdasannya. Artinya, semakin lincah menyesuaikan diri maka semakin cerdas makhluk tersebut. Pihak yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya mampu bertahan dan terus berkembang kehidupannya dari waktu ke waktu.

Adaptasi berarti hidup berdampingan bersama dengan makhluk hidup lain

Ada sedikit salah paham yang sering muncul dalam pemikiran manusia tentang kemampuan beradaptasi. Mereka berpikir bahwa menyesuaikan diri hanya dibutuhkan oleh makhluk hidup lain. Sedangkan manusia dengan segala kecerdasannya tidak harus menyesuaikan diri dengan keberadaan tanaman dan hewan liar sebab makhluk tersebut bisa disingkirkan begitu saja (dimusnahkan). Keadaan ini justru mencitrakan hal yang sebaliknya, yaitu “manusia tersebutlah yang tidak mampu beradaptasi sehingga dengan semena-mena menyingkirkan makhluk hidup lain.” Sebab saat hidup bersama makhluk lainlah, kita melatih kemampuan ini sedang saat menyendiri, tidak ada latihan adaptasi ketika hidup sendiri-sendiri (individualisme)

Setiap makhluk hidup memiliki batas tetapi manusia tidak terbatas dalam hal adaptasi

Hewan maupun tumbuhan saat diperhadapkan dengan situasi terburuk, mereka cenderung memiliki batasnya. Misalnya saat hewan tertentu diperhadapkan dengan cuaca ekstrim maka pada titik tertentu mereka tidak akan tahan lalu mati begitu saja. Saat hewan dipaksa untuk bertahan dari suhu yang sangat dingin maka bisa saja hal tersebut adalah akhir bagi kehidupannya. Tetapi, manusia dengan segala ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya dapat bertahan dari cuaca seekstrim apapun. Gedung-gedung berlapis tebal dengan fasilitas mesin penghangat dapat diberdayakan sewaktu-waktu. Tentu saja semua pemanfaatan teknologi ini membutuhkan sumber daya dan energi yang cukup besar untuk mengaktifkannya.

Macam bentuk adaptasi yang dapat kita temukan di sekitar kita

Tidak hanya tumbuhan dan hewan saja yang harus belajar tentang adaptasi tetapi manusia juga harus hidup demikian sebab kemampuan ini turut meningkatkan kecerdasan masing-masing. Itulah mengapa seseorang yang hidup rukun bersama orang lain adalah cerdas bahkan bijak. Sebab itu, mulai sekarang hindarilah hidup yang menyendiri terus-menerus tetapi berusahalah melakukan segala sesuatu bersama pihak lain. Ingatlah bahwa berdua itu lebih baik daripada seorang diri saja. Saat anda membiarkan hewan (peliharaan) atau tumbuhan tertentu hidup berkeriapan di sekitar maka tepat saat itu juga kemampuan ini terus dilatih.

Berikut ini, berbagai macam contoh dan prosedur adaptasi yang bisa ditemukan di alam sekitar kita.

  1. Menyesuaikan diri terhadap sinar matahari – api.

    Adaptasi jenis ini ditanggapi secara berlebihan oleh sejumlah makhluk hidup. Ada jenis tumbuhan yang subur hanya saat terkena sinar matahari langsung dan ada pula yang lebih suka berteduh, hidup di bawah lindungan pohon besar. Biasanya hewan yang tidak memiliki kulit tebal yang kering (misal cacing, keong) lebih suka menyembunyikan diri saat matahari terik. Sedangkan binatang berkulit tebal dan berbulu (unggas) justru tetap beraktivitas saat hari terik.

    Beberapa jenis bunga juga memiliki kecenderungan untuk mengarah ke wilayah tertentu. Seperti bunga matahari yang selalu menghadap ke arah timur.

    Api sebagai pembawaan yang dekat seperti matahari merupakan salah satu kelemahan binatang. Rata-rata hewan selalu menjauh dan berlari terkencing-kencing karena melihat api yang berkobar didekatkan/ dilemparkan kepadanya.

  2. Menyesuaikan diri terhadap suhu udara.

    Ketika malam tiba dimana suhu mulai berubah menjadi dingin maka beberapa binatang akan mulai menggulung badan untuk membuatnya tetap hangat (misal ular dan hewan lain). Beberapa hewan lain juga turut bergabung menyatukan diri untuk menjaga kehangatan, misalnya yang terjadi pada anak ayam yang menyembunyikan diri di bawah kaki dan sayap induknya.

  3. Menyesuaikan diri terhadap hujan.

    Hampir semua hewan takut dengan air kecuali yang memang hidupnya di dalam perairan. Biasanya ketika hujan tuun maka hampir semua hewan akan berlindung di bawah pohon atau pondok atau lubangnya.

    Air termasuk dalam kelemahan berbagai hewan, yaitu ketika anda hendak mengusir hewan tertentu, cukup siram air ke arahnya, pasti akan lari terbirit-birit.

  4. Beradaptasi terhadap aroma.

    Aroma tertentu menandakan makanan bagi binatang. Mereka akan mendekat karena bau tersebut. Tetapi bau lainnya bisa saja menandakan bahaya terhadap hewan tertentu. Kita tidak bisa mengidentifikasi bau tersebut teetapi dapat mengamati reaksi yang mereka lakukan. Beberapa hewan justru memancarkan bau semerbak yang khas dari jauh untuk memancing lawan jenis dan hanya dapat diketahui oleh spesies tersebut.

    Berhati-hatilah menggunakan parfum sebab bisa saja wangi-wangian tertentu menjadi panggilan bagi hadirnya makhluk hidup lain di sekitar.

  5. Adaptasi terhadap angin.

    Saat angin sedang kencang biasanya makhluk hidup cenderung berteduh di balik rimbunnya pepohonan atau di dalam pondok-pondok petani. Demikian halnya juga dengan makhluk terbang seperti burung pasti lebih memilih untuk berteduh ketimbang berterbangan tidak jelas dibawa angin jalan-jalan entah kemana. Sekalipun demikian ada juga salah satu jenis burung yang selalu aktif terbang sekalipun sedang hujan dan berangin sedang. Mereka adalah burung layang-layang yang lebih suka melayang-layang di udara saat hujan sedang turun.

  6. Menyesuaikan diri terhadap bentuk tanah (kontur alam).

    Di tempat-tempat dengan kontur alam yang terjal biasanya ditempati oleh burung. Sebab cakarnya yang melekat dan memegang tanah dengan kuat memungkinkannya untuk menjalani wilayah yang terjal dan suram. Demikian juga saat berada di atas pepohonan, tidak membuat mudah terjatuh sehingga tetap aman bergelantungan.

    Sama halnya dengan kadal di atas dinding atau plafon. Mereka bergelantungan bahkan seolah-olah lengket pada permukaan dinding sehingga membuatnya bebas bergerak kemana-mana

  7. Adaptasi terhadap tekanan (tekanan udara dan air).

    Hewan yang beraktivitas dalam tekanan tinggi biasanya memiliki pupil dan telinga yang lebih tebal sehingga organ tersebut tidak rusak saat sedang terbang di atas angin atau berada di dalam kedalaman air tertentu.

  8. Adaptasi terhadap suara.

    Ada hewan-hewan tertentu yang saat mendengarkan suara keras langsung melarikan diri. Tidak perlu jauh-jauh, ayam dan burung lainnya mudah sekali untuk diusir dengan membuat suara yang keras.

    Suara yang keras biasanya menjadi salah satu cara untuk mengusir/ menjauhkan beberapa hewan dari sekitar anda. Ini juga bisa dilakukan saat mengusir hewan buas. Suara tidak hanya dihasilkan dengan tenggorokan saja melainkan saat memukul benda-benda tertentu juga bisa menghasilkan suara, misalnya memukul pohon, tanah, lempengan logam dan lain sebagainya.

  9. Adaptasi terhadap yang lebih kuat.

    Biasanya, makhluk hidup tertentu akan cenderung mematung atau diam dan bisa juga berlari seketika saat merasa organisme yang lebih kuat sedang mendekat kearahnya. Sekalipun kita tahu bahwa tidak semua binatang yang lebih kuat menyakiti binatang yang lemah.

    Biasanya, manusia beradaptasi dengan makhluk yang lebih kuat dengan membangun kekuatan lain untuk menyaingi hal tersebut. Misalnya saja, saat kita menyaksikan pohon yang tinggi dan besar maka langsung saja ada niat di dalam hati untuk mendirikan gedung pencakar langit yang sangat tinggi yang menandakan bahwa kita lebih hebat dari pohon. Ketahuilah bahwa sifat-sifat semacam ini menandakan betapa arogannya diri ini, mau unggul terus dan mau menang terus. Sehingga beresiko membuat seseorang terjebak dalam praktek menyimpang/ ilegal/ tidak halal.

  10. Adaptasi terhadap predator.

    Setiap hewan memiliki cara tersendiri saat beradaptasi terhadap kehadiran beberapa pemangsa. Ada yang hanya melarikan diri saja, ada juga yang meninggalkan ekornya di belakang pemangsa dan ada juga yang sudah selalu siap sedia dalam menyambut kedatangan predator alamiahnya.

  11. Adaptasi terhadap sesamanya.

    Saat sesama jenisnya mendekat, beberapa burung akan berperilaku aneh terutama di musim kawin. Merak atau cendrawasih akan melebarkan bulu-bulunya yang indah untuk menarik perhatian. Demikian juga kucing saat musim kawin tiba, lebih suka berisik dan berlari-lari di atas genteng atau di sekitar rumah.

    Bentuk penyesuaian diri semacam ini adalah yang paling banyak ditemukan pada kehidupan sehari-hari. Saat kita bersosialisasi dengan sesama pasti turut menyesuaikan diri terhadap kelemahan dan kebiasaan buruk seseorang. Ketahuilah bahwa kemampuan semacam ini tidak bertujuan untuk melemahkanmu tetapi semakin membuat anda cerdas lagi bijak.

  12. Beradaptasi terhadap makanan.

    Ular yang selalu berada di bawah tanah lebih suka memangsa hewan-hewan kecil dari tempatnya. Salah satu mangsa kesukaannya adalah semut-semut besar. Oleh karena itu, ketika di tempat anda cukup banyak semut besar merah yang sangat mengganggu dan sering menggigit di sekitar anda, bisa jadi itu pertanda bahwa anda membutuhkan ular untuk menempati wilayah tersebut. Saat pohon-pohon tertentu ditunggui oleh ular maka bisa dipastikan bahwa pohon tersebut bebas dari semut besar.

  13. Beradaptasi terhadap bahan kimia.

    Tahukah anda bahwa pemusnahan serangga dengan bahan kimia saat ini sudah tidak efektif lagi dikarenakan oleh serangga memiliki kemampuan yang sangat adaptif? Nyamuk yang sudah biasa terpapar oleh obat antinyamuk semprot maupun bakar akan mampu menyesuaikan diri dengan bahan-bahan kimia tersebut.

  14. Adaptasi terhadap lingkungan tempat hidupnya.

    Ada makhluk hidup yang senantiasa mengubah warna tubuhnya sesuai dengan lingkungannya. Bunglon adalah sejenis kadal yang bisa mengubah warna badannya sesuai dengan warna lingkungan disekitarnya.

    Pada beberapa cara kimia yang dilakukan oleh pemerintah setempat untuk mengatasi nyamuk yang meningkat tajam ditempuh dengan cara pengasapan. Sayang, tetap saja nyamuk masih mendatangi rumah-rumah warga sekalipun sudah di-fogging secara rutin. Sebab yang diasap hanyalah nyamuk dewasa sedangkan yang masih dalam bentuk telur dan larva di dalam air tidak mati dengan aktivitas pengasapan.

    Makhluk hidup dengan metamorfosis sempurna memiliki bentuk yang berbeda-beda dalam setiap tahapan kehidupannya. Ada pula yang bermetamorfosis di dalam dua alam, yaitu hidup di perairan (telur, larva, pupa) dan di daratan saat sudah dewasa. Hewan buas yang satu ini memang terkenal lebih mematikan sebab gigitannya bagaikan drakula yang menebar banyak virus dan parasit (nyamuk). Kodok juga salah satu yang melakukannya di dua alam.

  15. Adaptasi terhadap nasibnya.

    Hewan-hewan kecil yang nasibnya selalu dimakan oleh hewan besar biasanya memiliki kapasitas telur yang sangat tinggi. Biasanya makhluk hidup seperti serangga mampu menelurkan ratusan butir untuk tetap menjaga kelangsungan jenisnya sebagai mangsa dari berbagai hewan besar. Demikianlah di bumi ini serangga tetap ada dalam keadaan yang terkendali, dikorbankan untuk memberi makan banyak makhluk dan menghasilkan ratusan generasi dalam waktu singkat.

    Sama halnya dengan kecepatan reproduksi pada tumbuhan yang bisa mencapai ratusan setiap kali musim kawin. Baik pada pohon yang ukurannya besar sampai pada yang ukurannya kecil seperti rumput-rumputan. Kemampuan reproduksi yang tinggi semacam ini merupakan salah satu bentuk penyesuaian diri agar tanaman tidak punah.

    Coba bayangkan bagaimana kalau seorang manusia bisa melahirkan seratus sampai dua ratus anak sekali hamil? Bakal cepat kiamat bumi ini kawan. Itulah sebabnya, mengapa manusia hanya menghasilkan satu anak saja sekali setahun. Agar jumlah populasi terkendali dan meningkat secara perlahan tanpa menyebabkan efek samping.

  16. Dan masih banyak lagi, silahkan cari sendiri.

Tiga jenis adaptasi:
Siklus Hidup, Bentuk Tubuh (Morfologi) Dan Perilaku

Ada banyak bentuk adaptasi yang dilakukan oleh makhluk hidup, umumnya semua itu berlangsung dalam siklus/ daur hidup, bentuk/ kesiapan organ tubuh dan perilaku yang diekspresikan dari waktu ke waktu. Kemampuan menyesuaikan diri jelas dibutuhkan oleh siapa saja termasuk manusia itu sendiri. Oleh sebab itu, hindari sikap yang terus-menerus hidup sendiri sepanjang waktu melainkan sesekali luangkan waktu untuk bercengkrama kepada sesama. Berhati-hatilah dengan sikap individualisme sebab seorang manusia super sekalipun tidak akan mampu bertahan tanpa sang pelindung sejati, yaitu tumbuh-tumbuhan berklorofil. Arogansi mungkin akan menciderai kebersamaan dan menurunkan kemampuan kita untuk beradaptasi, jadi rendahkan hati dan sangkal diri agar kita tetap bisa hidup bersama orang lain sekalipun dalam keadaan kurang mengenakkan tetapi berusahalah tetap nyaman.

Salam, kemampuan beradaptasi menentukan tingkat kecerdasan!

2 replies »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.