Kepribadian

11 Ciri Khas Hewan Buas – Tidak Selamanya Binatang Buas Memiliki Tubuh, Cakar Dan Taring Besar & Kuat Itu Merugikan Bagi Manusia

Ciri Khas Hewan Buas – Tidak Selamanya Binatng Buas Yang Memiliki Tubuh, Cakar Dan Taring Yang Besar Dan Kuat Itu Merugikan Bagi Manusia

Terkadang kita salah kaprah memahami dunia ini. Awalnya kita bisa menemukan banyak masalah dalam kehidupan orang lain. Lalu memprotes hal tersebut dengan keras sehingga bahagianya hati inipun pergi begitu saja. Ini jelas dipengaruhi oleh karena pikiran kita terus saja fokus membahas-bahas kehidupan sesama. Padahal diri sendirilah yang bermasalah, yaitu kita menggunakan kesalahan atau kelemahan mereka (yang diketahui/ dianalisis) untuk membuat diri sendiri bangga dan berkata: “ha-ha-ha, aku masih jauh lebih baik dan tidak seperti pendosa itu.” Ketahuilah bahwa pemahaman semacam ini telah membawa suasana hati dipenuhi ketidaktenangan sebab arogansi kita telah memuncak melampaui ubun-ubun. Oleh karena itu, bersihkan hati dari hal yang tidak baik apalagi tentang menghakimi sesama tetapi fokuslah kepada Tuhan.

Banyak yang sudah tahu tetapi kita baru menyadarinya belakangan ini

Zaman sudah berganti dari jauh berbeda dari sebelum-sebelumnya. Teori-teori lama yang biasanya kita gunakan untuk menjelaskan dan memahami sesuatu, kini telah berganti dengan berbagai hal baru. Sebenarnya tidak ada sesuatu yang baru di bawah kaki langit, hanya secara kebetulan saja masyarakat kita baru menyadari hal tersebut sedangkan masyarakat internasional sudah lama menghidupinya. Pengetahuan kita sebelumnya tentang sesuatu bisa jadi telah menjadi usang akibat adanya ketidaksesuaian dengan wawasan yang muncul kemudian. Sebab dalam khasanah ilmu yang baru, alasannya lebih spesifik dan bisa dijadikan sebagai sebuah landasan teori untuk mempertemukan kita dengan solusi terbaik. Dampaknya sangat luas dan bisa jadi sebagai jalan keluar dalam banyak permasalahan yang kita hadapi hari lepas hari.

Akar masalah adalah sasaran utama kita, menebas pucuknya hanya mengulur waktu dan habiskan sumber daya

Soal-soal kehidupan terkadang terlalu kompleks untuk dibahas-bahas sebab memuat daya tampung yang cukup luas sehingga cenderung menciptakan pola-pola yang berbeda-beda. Tetapi ketika semuanya diteliti secara lebih lanjut maka barulah akan menemukan sumber masalah yang memiliki pangkal yang sama. Inilah sebenarnya yang perlu kita lakukan terhadap kehidupan yang dijalani hari lepas hari, yaitu  menemukan sumber dari segala sumber persoalan. Sebab ketika yang diatasi hanya percabangannya saja maka hal-hal tersebut akan terus bermunculan dari waktu ke waktu. Bahkan pada satu titik akan menyebabkan kerusakan sekaligus kerugian yang besar.

Hidup manusia ditakdirkan bersama makhluk lain bukan bersama teknologi.

Biar bagaimanapun, manusia harus hidup bersimbiosis mutualisme dengan makhluk hidup lainnya. Kita perlu hidup bersama tumbuhan hijau sebab mereka menghasilkan oksigen dan udara pelindung lainnya (kabut). Selain itu, dedaunan secara langsung menyerap sinar matahari tanpa memantulkannya sedikitpun. Tidak sampai disitu saja, akar tanaman juga kuat menahan tanah dari dampak buruk akibat longsor dan gempa bumi. Manusia juga harus hidup bersimbiosis mutualisme dengan hewan bahkan binatang yang terbuas sekalipun. Sebab tidak selamanya binatang yang memiliki gigi taring dan cakar adalah berbahaya bagi kehidupan kita. Justru kita bisa meminjam cakar dan taring mereka untuk melindungi diri ini dari ancaman yang lebih besar lagi.

Bila kita bisa memahami rantai makanan maka akan mengerti bahwa segala sesuatu di lingkungan terikat dalam satu sistem yang sangat terstruktur dengan baik. Hewan-hewan kecil ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hewan besar. Sedangkan yang kecil-kecil yang dikorbankan itu luar biasa reproduksinya. Mereka bisa menghasilkan ratusan telur dalam sekali perkawinan. Tetapi hewan besar dan buas itu kemampuan reproduksinya memang biasa saja dan bila saling bertemu pasti adu jotos, konflik hingga saling memakan. Binatang dengan cakar dan taring yang panjang memiliki sifat individualisme dan arogansi super tinggi sehingga ketika jumlahnya berlebihan maka akan saling memakan.

Ketika hewan buas dengan cakar dan taring yang tajam kita musnahkan sama-sekali maka binatang yang lebih buas lagi akan muncul. Bentuk mereka lebih kecil dan hidup tanpa rasa takut. Mereka disebut serangga yang dengan berani mengacak-acak rumah keluarga dan tempat kerja bahkan kemanapun kita ada ancaman serangga pengganggu. Kita lantas mengandalkan kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki dengan memesan berbagai obat-obat kimiawi untuk mengusir dan memusnahkannya. Biaya hidup bertambah untuk membeli semuanya itu, tetapi masalah baru terus bermunculan, entah itu soal serangga yang resisten dan manusia sendiri yang keracunan akibat insektisida tersebut.

REFLEKSI DARI RANTAI MAKANAN

Mari belajar dari alam. Haruskah kita berlaku demikian dengan saudara-saudara yang lain? Menjebak mereka dalam konspirasi semata-mata untuk menciptakan keseimbangan? Jelaslah bahwa kehidupan yang demikian berujung pada upaya menjerumuskan kita pada ketidakdamaian dan ketidaktenangan yang berkepanjangan. Bahkan sekalipun kita ditawarkan berbagai-bagai hal yang waw disekitar, itu semuanya sia-sia saja. Hati tetap hampa dan kebahagiaan pergi karena kita jelas-jelas mengorbankan orang lain demi kepentingan sempit semata. Kesalahan yang kita lakukan berlangsung sesaat tetapi rasa bersalahnya mencakup kehidupan ini hingga ajal menjemput. Jadi anda pilih yang mana kelimpahan materi tetapi hati gelisah selama hidup atau keuangan biasa-biasa saja tetapi hati damai sepanjang masa.

Ciri-ciri binatang buas yang bisa saja anda temukan disekitarmu

Setiap hewan di alam liar memiliki kehidupannya sendiri-sendiri. Mereka menemukan makanannya telah tersedia oleh alam dimana resource (sumber) utamanya adalah pepohonan yang rimbun. Jika anda tiba pada satu pepohonan, coba perhatikan apa saja yang hidup disekitar tanah di bawahnya, di batangnya, di dahannya dan lain sebagainya. Ketika suatu pohon ditebang maka makhluk-makhluk kecil yang terdapat di sekitarnya akan turut terbunuh sehingga hewan buas (misalnya) ular yang biasanya mangkal di sekitar situ akan kehilangan sumber makanan. Akibatnya, ia akan beralih ke pohon lain dan ketika tidak lagi menemukan pepohonan yang rimbun maka ia akan menuju pemukiman warga. Keadaan inilah yang umumnya menyababkan konflik yang sebenarnya kental dengan unsur ketidaksengajaan.

Berikut akan kami jelaskan beberapa ciri khas binatang buas yang mungkin ada di sekitar kita.

  1. Tidak memiliki rasa takut sedikitpun.

    mikroorganisme dan serangga jelas tidak memiliki rasa takut. Jika serangga menyerang bagian tubuh dan barang-barang perlengkapan manusia maka kuman akan menyerang bagian dalam organ tubuh kita. Sekeras apapun anda mengusir mereka tidak akan takut. Jika binatang yang memiliki cakar dan gigi yang tajam takut terhadap suara, api, air dan lainnya, serangga dan kuman tidak takut akan semuanya itu. Mereka bahkan terkadang menyambut hal tersebut tanpa berusaha untuk menjauh.

  2. Berani mengantarkan hidupnya kepada kematian.

    Ketahuilah bagi kuman dan serangga pengganggu hidup mereka tidak lebih berharga dari makanan sehingga tidak masalah baginya untuk mengorbankan nyawanya demi mendekat kepada kehidupan kita. Bahkan saat ia melihat teman-temannya mati sekalipun, ia tetap akan menyongsong kematiannya dengann terus mendekat dan lebih dekat lagi hingga akhirnya ditabok…. 😀

  3. Diusir pasti balik lagi.

    Mungkin mereka menjauh sebentar tetapi pasti akan kembali lagi. Keadaan ini mungkin yang harus kita tiru dari serangga dan kuman tetapi dengan membawakannya ke ranah yang positif. Jangan juga bolak-balik terus melakukan hal yang salah sekalipun sudah ditegur, diperingatkan dan dihukum berulang-ulang.

  4. Menyerang secara diam-diam dari belakang.

    Hewan kecil dan tak kasat mata ini jelas tidak mengeluarkan suara. Sekalipun mereka melakukannya tetap saja kita tidak mampu mendengarkan hal tersebut. Mereka akan melengket secara lembut dan halus. Mungkin kita juga kadang merasakan ketika nyamuk menggigit. Tetapi gigitan kuman tidak dirasakan oleh siapapun hanya saja akibatnya menjadi jelas setelah beberapa waktu lamanya.

  5. Menginvasi dari luar maupun dari dalam.

    Bila serangga menginvasi kulit manusia dari luar maka. kuman dan parasit menyerang kita dari dalam. Ada yang masuk ke dalam sistem pencernaan, ke dalam cairan intra vena (ekstraseluler – darah), cairan intraseluler (yang mengisi rongga antar sel) dan ada juga yang langsung menyerang ke dalam sel itu sendiri. Parasit seperti cacing akan menyerang permukaan mokosa usus. Sedangkan parasit malaria akan menyerang sel-sel darah. Virus akan langsung menyerang sel sedangkan bakteri menghasilkan racun metabolisme yang merusak. Tetapi untuk jamur lebih suka menyerang bagian kulit dan menyebabkan penyakit seperti panu, kadas/ kurap dan kutu air.

  6. Gigitannya tanpa disadari.

    Serangga seperti nyamuk dan lalat pengisap darah sebenarnya memiliki zat anestesi yang membuat manusia yang digigitnya tidak merasakan sakit. Demikian halnya juga dengan lintah. Hanya saja, bila mereka terlalu lama menginjeksi ke atas kulis maka zat anestesi (liur) yang dihasilkannya akan mengering. Keadaan inilah yang membuat kita kemudian akan menyadari kehadiran serangga nakal tersebut.

  7. Dapat menyerang berkali-kali.

    Nyamuk, lalat dan kecoak dapat menyerang kehidupan kita secara berulang-ulang. Sekalipun kita telah membunuh mereka dengan obat kimia tetapi masih saja muncul. Ini disebabkan oleh karena kemampuan mereka untuk menghasilkan telur bisa mencapai ratusan dalam satu kali musim kawin.Serangan mikroorganisme lain lagi. Saat jumlahnya terlalu sedikit untuk melawan daya tahan tubuh manusia maka mereka mulai mengkristal menjadi kista alias berada dalam posisi dorman. Bila sewaktu-waktu daya tahan tubuh kita kembali turun maka bentuk tersebut akan kembali berkembang, bereproduksi dan menyebar.

  8. Serangannya tidak langsung tapi mematikan.

    Serangga adalah vektor penyakit endemik seperti diare, kolera, tipus, malaria, DBD, chikungunya dan lain sebagainya. Sebenarnya, tubuh kita masih bisa kuat sekalipun telah digigit berulang (puluhan) kali tetapi yang mematikan adalah mikroorganisme yang mereka bawa. Kuman yang mereka tularkan itulah yang benar-benar mematikan jika tidak ditangani serius.Beberapa kuman juga turut menghasilkan zat kimia beracun bersamaan dengan hasil metabolisme tubuhnya. Seperti yang dihasilkan oleh bakteri Tetanus dimana yang mematikan sel dan syaraf adalah racun yang dihasilkan oleh metabolisme kuman tersebut.

  9. Mengeluarkan telur sangat banyak.

    Inilah faktor utama yang memaksa kita untuk meminjam cakar dan gigi makhluk hidup yang lebih besar ukurannya dari serangga. Sebab populasi serangga dapat meningkat tajam hanya dalam hitungan minggu saja. Salah satu keuntungan makhluk ini adalah telur-telurnya yang bisa bertahan selama berbulan-bulan menunggu kondisi lingkungan yang sesuai dengan kehidupannya. Misalnya saja pada telur nyamuk, selama musim kemarau telur-telurnya tidak rusak tetapi saat musim penghujan tiba maka dinding selokan dan bak mandi akan basah semua sehingga telur tersebut akan menetas.

    Mikroorganisme juga mampu bereplikasi secara berlipat ganda di dalam tubuh manusia. Keadaan inilah yang kemudian membuat seseorang sakit bahkan bisa sampai merenggut nyawanya. Sebab semua kuman aktif membusukkan segala sesuatu tetapi saat tubuh kita mengandung garam maka tepat saat itu juga mereka sibuk memecah garam tersebut. Mikroorganisme lebih suka memakan garam daripada memakan sel-sel manusia yang berperisai.

  10. Memiliki gigi dan cakar yang tajam yang kelaparan.

    Segala sesuatu di dunia ini berkisah tentang makanan, saat dilingkungan tempat tinggalnya berada tidak ada makan maka yang pertama-tama dikorbankannya adalah sesama jenisnya sendiri. Jadi bisa dikatakan sesaat sebelum binatang buas ini menyerang pemukiman masyarakat pastilah mereka sudah saling makan satu sama lain diperjalanan (kanibalisme) hingga akhirnya sampai ke tempat anda berada.

    Saat kita membiarkan pepohonan tumbuh dengan rimbun di sekitar rumah maka binatang liar ini akan memilih untuk mendatangi pohon tersebut. Mungkin saja di sekitar situ ada serangga kecil seperti semut dan yang lainnya.

  11. Memiliki otak yang cerdas tetapi tidak berbelas kasihan.

    Pada titik ini, manusia juga bisa menjadi hewan buas. Keadaan ini di dorong oleh tingginya tingkat persaingan dan iri hati di dalam masyarakat. Sehingga orang-orang yang uangnya tebal akan menghalalkan segala cara untuk menyingkirkan lawan-lawannya. Pada titik inilah kita telah menjadi kanibal walaupun tidak secara langsung.

    Kecerdasan yang digunakan di jalan yang salah akan menjadi ancaman bagi makhluk hidup lain bahkan bagi sesama manusia itu sendiri. Oleh karena itu, imbangi kepintaranmu dengan sering-seringlah berbelas kasihan (berbagi) kepada sesama.

    Konspirasi manipulasi yang terus berlangsung di dalam kehidupan manusia juga membuat kita menjadi buas hanya saja kejahatan itu telah ditutupi oleh berbagai embel-embel kemunafikan. Kita seperti musang berbulu domba yang hadir di tengah masyarakat tetapi menerkam (melemahkan & memanfaatkan) secara diam-diam.

Dizaman sekarang siapa saja bisa menjadi buas ketika tidak ada makanannya. Mulai dari kuman, serangga, hewan dan manusia sendiri pasti akan menginjak sesamanya (kanibalisme) ketika kebutuhannya tidak terpenuhi. Bila kita mau merendahkan hati maka akan menemukan bahwa sesungguhnya sumber dari segala makanan adalah pepohonan dan tumbuhan hijau lainnya. Jadi, jalan terbaik untuk mencegah aksi kanibalisme dari sekarang adalah dengan hidup bersimbiosis mutualisme dengan pepohonan tumbuh subur di sekitar lingkungan kita. Jangan biarkan lahan-lahan kosong begitu saja tetapi setidaknya tanamlah sesuatu disana. Sebab bukan saja hanya manusia yang menggantungkan kehidupannya kepada tanaman tetapi binatang lainnya juga.

Salam, rantai makanan memang kejam tetapi
manusia yang tidak berbelas kasihan tanda kurang cerdas
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.