Kepribadian

7 Alasan Hidup Adalah Pilihan Sekaligus Takdir


Alasan Hidup Adalah Pilihan Sekaligus Takdir

Kristen Sejati – Melodi kehidupan tidak seperti yang diperankan oleh para selebriti di atas panggung atau di balik layar kaca. Hari yang dilewati tidak selalu bercerita tentang hal-hal yang baik didengar tetapi terkadang suara-suara sumbang dengan nada rancu menyambangi kehidupan kita dengan cara yang berbeda-beda. Selanjutnya tergantung bagai mana cara kita merespon semuanya itu. Selalu ada pilihan dalam setiap respon yang kita berikan. Diantara semua sikap yang ada, anda bisa memilih salah satunya, baik untuk kebaikan sendiri dan juga untuk kehidupan orang-orang yang anda cintai.

Pengertian hidup adalah pilihan

Pilihan adalah (1) yang dipilih atau hasil memilih; (2) yang terpilih (terbaik, terkemuka, dan sebagainya); (3) jalan, upaya dan sebagainya yang dapat dilakukan (KBBI Luring). Jadi bisa dikatakan bahwa hidup adalah pilihan merupakan suatu ungkapan yang menyatakan bahwa setiap manusia memiliki beragam cara untuk mengekspresikan sikap (perkataan, perilaku) dan keputusannya dari waktu ke waktu. Selama menjalani hidup, ada beragam cara untuk mengambil keputusan dimana semuanya itu semata-mata demi menghidupi apa yang kita yakini. Seseorang akan merasa lega ketika keputusan yang dipilihnya berada di jalur yang benar.

Takdir adalah (1) ketetapan Tuhan; ketentuan Tuhan; nasib; (2) jika; seandainya; (3) kalau … pun (KBBI Offline). Merupakan ketetapan Tuhan yang biasanya tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Hidup adalah pilihan sekaligus takdir berarti setiap manusia telah ditentukan takdirnya dalam beberapa hal yang dikehendaki Allah sedangkan sikap (perilaku dan perkataan) yang dipilih seseorang akan menentukan kehidupannya menuju ke mana pada hari penghakiman kelak. Jadi di sini ada dua variabel yang saling mempengaruhi tetapi jalan kehidupan manusia sebagian besar ditentukan oleh dirinya sendiri.

Tidak semua hal bisa dipilih di dunia ini

Perlu sikap kritis dan selektif saat hendak memilih sesuatu dalam kehidupan ini. Tidak semudah memilih materi/ uang yang lebih mudah sebab hanya menghitung nilai tertingginya saja maka ambillah yang lebih bernilai. Pula tidak semudah memilih baju saat ke pesta, tinggal dicocok-cocokkan di depan cermin maka pilihlah yang sesuai dengan temanya. Juga tidak seperti saat memilih layanan paket internet, tergantung kebutuhan dan jumlah uang yang dimiliki. Tetapi hidup ini adalah latihan yang akan mengajari kedewasaanmu sekalipun terkadang sering memilih hal yang salah

Perlu pengalaman try and error saat mengambil sebuah keputusan. Mungkin di awal-awal anda kerap kali mengambil sikap yang salah tetapi itu baik untukmu. Sebab lewat kesalahan yang dilakukan dari hari ke hari akan ditemukan sebuah jalan kepada perubahan kebiasaan. Ada semacam pelatihan pola pikir yang kita dapatkan saat memutuskan untuk menyikapi sesuatu. Juga tidak dipungkiri bahwa setiap pemahaman yang salah akan membuat kita tersandung jatuh sehingga di waktu-waktu yang akan datang bisa lebih kritis dan selektif dalam memilih.

Sayang, di satu sisi ada hal-hal yang bisa dipilih tetapi di sisi lain kita tidak dapat melakukan apa-apa. Misalnya saja tentang sifat-sifat manusiawi yang berada di alam bawah sadar, yaitu hawa nafsu yang sesat, sifat-sifat kebinatangan dan kejahatan lainnya. Mereka yang tidak bisa menekan alam bawah sadar dengan senantiasa melakukan aktivitas positif cenderung terjatuh dalam berbabagai-bagai kesalahan/ pelanggaran. Biasanya, orang-orang ini akan terjebak dalam temperamen yang buruk sehingga mereka tersandung oleh karena diri sendiri yang tidak bisa mengendalikan sisit emosionalnya.

Manusia Yang Fokus Kepada Gemerlapan Duniawi Akan Dikuasai Oleh Alam Bawah Sadarnya Yang Penuh Kedagingan

Sekalipun kita bisa memilih selama menjalani hidup di dunia ini, tetap saja semuanya ada batas-batasnya. Tentu ada yang namanya yang baik dan yang jahat, orang yang cerdas tidak akan memilih kejahatan demi kebaikannya. Demikian juga dalam hal mengkonsumsi sesuatu, kita bisa memilih untuk memakan ini dan itu tetapi mustahil pilihannya adalah tidak makan sama-sekali. Ada pula yang namanya peraturan yang mau tidak mau harus dipatuhi oleh setiap orang, misalnya tentang kewajiban membayar pajak, adalah tidak mungkin kita memilih untuk tidak melakukannya. Bisa-bisa dapat sanksi karena melakukan pelanggaran terhadap aturan publik.

Manusia Yang Fokus Kepada Tuhan Akan Dikuasai Oleh Sistem Sadar Otak Yang Menginginkan Kebenaran (Mengasihi Allah & Sesama)

Pilihan yang banyak justru membuat kita bingung

Biasanya semakin bagus posisi seseorang dalam kapitalisasi masyarakat maka semakin banyak pilihan yang dapat diambilnya. Sedang orang-orang yang memiliki kemampuan ekonomi yang terbatas diberikan pilihan yang sedikit saat menjalani harinya. Keadaan ini jugalah yang mendorong seorang kapitalis bermodal tebal memutuskan untuk menggunakan hartanya demi menekan kehidupan orang lain. Padahal dia sama sekali tidak memahami sesuatu tentang kehidupan, yaitu “segala sesuatu seperti bola karet, semakin jahat seseorang kepada orang lain maka semakin takut dirinya berhadapan dengan sesama manusia.” Sebab setiap dosa pada dasarnya menghasilkan ketakutan, kecemasan dan kegentaran sampai-sampai membuat suasana hati seseorang tidak pernah tenang.

Faktor penyebab hidup adalah pilihan bukan takdir.

Ada beberapa orang yang menyatakan kepada kami bahwa Tuhan telah menentukan kehidupan kita. Masa-masa baik dan buruk yang akan kita hadapi telah diatur oleh Tuhan lalu untuk apa lagi kita berusaha jika Tuhan telah menentukannya sejak dari semula? Lebih tepatnya keadaan ini berhubungan dengan pemahaman yang menyatakan bahwa hidup adalah takdir.  Segala sesuatu yang sudah ditakdirkan pada dasarnya tidak dapat diubah oleh siapapun sedangkan kita bisa memilih yang terbaik bagi diri sendiri hari lepas hari.

  1. Takdir itu hanya berlaku untuk orang yang dipanggil Tuhan.

    Ini tertulis jelas saat Tuhan memanggil nabi-Nya. Ada sebuah tanda mutlak dari panggilan-Nya yaitu kekudusan seseorang. Pada bagian lain dalam Alkitab jelas menyatakan bahwa menguduskan itu sama dengan menguji seseorang. Seperti emas yang dimurnikan dalam dapur peleburan demikianlah Tuhan menguduskan manusia. Penderitaan dan rasa sakit adalah salah satu cara Tuhan untuk menguduskan seseorang.

    Seperti ada tertulis.

    (Yesaya 6:6-7) Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: “Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.”

    Lagi Ia berfirman.

    (Yeremia 1:4-2) Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”

    Tuhan bebas memanggil siapapun yang dikehendaki hati-Nya seperti ada tertulis.

    (Yohanes 10:18) Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”

    Selanjutnya soal menjadi orang pilihan, semunya itu tergantung bagaimana seseorang menjalani penderitaan dalam hidupnya. Mereka yang menjalani penderitaan (ujian) sambil tetap fokus kepada-Nya, merendahkan diri dan berbagi kasih kepada sesama pastilah akan menjadi orang pilihan-Nya. Ini tertulis jelas dalam tiga syarat mengikut Yesus.

    Tuhan berfirman.

    (Matius 22:14) Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

  2. Tuhan tidak menentukan nasib seseorang tetapi mengetahui jalan hidup setiap manusia.

    Tuhan memang sejak dari semula adalah “Maha Tahu.” Tetapi ia tidak mengetahui secara spesifik tentang pilihan yang kita tentukan. Yang diketahuinya adalah saat kita memilih ini maka konsekuensinya ini. Ketika seseorang memilih yang itu maka jalan kehidupannya akan seperti ini. Sewaktu sekelompok masyarakat memilih jalan kepada keadilan sosial maka kehidupan mereka akan seperti ini. Saat suatu negara memilih jalan kapitalisme maka masyarakatnyaa akan melegalkan manipulasi untuk bersaing demi kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang lebay (kemewahan). Memang Tuhan adalah maha tahu sejak dari semula.
    Tuhan Mengetahui Jalan Hidup Manusia Begitu Seseorang Membuat Pilihan Dalam HidupnyaFormat yang kami rancangkan di atas sangatlah sederhana sebab kehidupan seorang manusia dipengaruhi oleh kehidupan orang lain dan sistem masyarakat dimana ia hidup. Sehingga jelaslah perkataan Tuhan yang menyatakan bahwa rancangan kita sungguh jauh berbeda dari rancangan-Nya.

    Seperti ada tertulis.

    (Yesaya 55:8-9) Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

  3. Manusia diberikan kehendak bebas.

    Saat pertama sekali memberikan perintah kepada manusia, Tuhan memperingatkan tentang sesuatu hal, yaitu soal Buah Pohon Kehidupan. Ia tahu bahwa Adam dan Hawa akan melakukan kesalahan kemudian akan menanggung akibat dari dosa tersebut. Seharusnya dari awal Tuhan bisa saja menempatkan kerub untuk mengawal Pohon Kehidupan tetapi tidak melakukan hal itu. Tuhan memberikan kita kehendak bebas untuk memilih, apakah jalan ketaatan yang membawa damai sejahtera atau jalan ketidaktaatan yang mendatangkan ketakutan dan kegelisahan. Tetapi, mau bagaimana lagi, bukankah nenek moyang kita lebih memilih untuk menempatkan arogansinya di depan daripada taat kepada Allah? Lihatlah generasi berikutnya terus-menerus tenggelam dalam persaingan, konflik dan peperangan karena keserakahan para pemimpinnya (kapitalis pemegang kekuasaan).

    Seperti firman-Nya kepada manusia pertama.

    (Kejadian 2:16-17) Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

  4. Allah hendak menuntun kita untuk belajar.

    Segala sesuatu yang sudah ditakdirkan pada dasarnya tidak dapat diubah oleh siapapun. Misalnya tentang takdir manusia yang pikirannya dipenuhi oleh hawa nafsu yang sesat, kebinatangan dan kejahatan lainnya. Tidak ada satu orangpun di antara kita yang tidak memiliki hal-hal buruk tersebut. Tetapi bukan dalam artian Allah menginginkan kita agar mengikuti kedagingan di dalam hati melainkan justru yang dikehendaki Tuhan adalah agar kita mampu melewati semua tantangan tersebut. Orang yang bisa melakukannya pastilah memiliki kecerdasan yang mumpuni dan tingkat kedewasaan yang lebih baik dari hari ke hari.

    Seperti ada tertulis.

    (2 Timotius 3:16) Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

  5. Nasib seseorang bisa berubah.

    Mengapa tidak semuanya yang ada di dunia ini adalah takdir? Karena nasib seseorang manusia bisa saja berubah oleh karena ketekunan dan kegigihannya dalam menjalani ujian kehidupan. Ini seperti kisah nabi Musa yang hanya orang buangan tetapi menjadi salah satu pemimpin pembebasan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Bahkan dia sendiri mengaku seorang yang berat lidah tetapi karena ia tabah menjalani hidupnya dan tetap berlaku benar di hadapan Allah maka ia dipilih untuk tujuan yang besar.

    Hal yang sama juga terjadi pada kehidupan Ayub yang digiring dalam penderitaan yang sangat menyakitkan tetapi karena ia kuat (tabah) sekalipun ada yang mencoba untuk membuatnya murtad. Oleh karena ketegaran hatinya menghadapi pencobaan maka ia mendapatkan dua kali lipat berkat dari kehidupan sebelumnya.

    Seperti ada tertulis.

    (Keluaran 4:10) Lalu kata Musa kepada TUHAN: “Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat

    (Ayub 42:10) Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.

  6. Tidak ada seorangpun yang mengetahui waktu penghakiman.

    Tidak ada seorangpun yang tahu kapan tiba saatnya hari penghakiman juga tidak ada yang tahu waktu persis Yerusalem yang baru akan menjadi nyata dalam kehidupan setiap orang percaya.

    Jika memang kehidupan ini telah seluruhnya telah ditakdirkan oleh Allah sejak dari semula berarti setidak-tidaknya hal tersebut telah dikatakan kepada para malaikat bahkan kepada Yesus sendiri. Tetapi nyatanya, tidak ada seorang pun yang mengetahui waktu (akhir zaman) selain daripada Allah sendiri.

    Seperti ada tertulis,

    (Matius 24:36) Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.”

  7. Ada penghakiman dibalik kehidupan yang kita jalani.

    Jika segala sesuatu dalam hidup ini adalah takdir maka seseorang masuk neraka karena dosanya juga termasuk takdir Tuhankah? Jelaslah bahwa kehendak Tuhan adalah ingin semua, sekali lagi kami katakan “SEMUA MANUSIA SELAMAT.” Agar kelak di hari penghakiman tidak ada yang ke neraka tetapi manusia itu sendirilah yang sejak dari semula memilih kejahatan yang sebenarnya hanya mempesona panca indra tetapi berakhir pada penderitaan selamanya.

    Seperti ada firman yang berkata.

    (Pengkhotbah 11:9) Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!

Dalam beberapa aspek memang takdir itu nyata tetapi tentang baik buruknya sikap (tutur kata dan perilaku) kita kepada sesama, itu tergantung dari pilihan masing-masing. Jangan memilih hal yang baik-baik saja sebab justru dalam penderitaanlah kehidupan kita akan semakin mengarah kepada kebenaran. Tempuhlah jalan-jalan yang benar itu sekalipun ada sekelumit ujian yang menanti di sana. Untuk apa menempuh jalan dunia yang penuh kemewahan dan gemerlapan yang waw secara indra tetapi hati tidak tenang bahkan dalam tidurpun merana? Adalah lebih baik menempuh jalan yang benar (mengasihi Allah seutuhnya dan mengasihi sesama seperti diri sendiri), walau rasa sakit menanti-nanti tetapi hati tenang dan tentram disegala waktu. Ingatlah bahwa kehidupan kita di dunia ini hanya beberapa puluh tahun atau seratusan lebih tetapi dikehidupan kedua itu ribuan, jutaan, miliaran tahun bahkan tak terhingga. Jadi pilihannya senang-senang selam hidup di dunia ini atau damai sejahtera di kehidupan kedua. Semuanya ada konsekuensinya lho kawan….

Salam, hidup ini takdir sekaligus pilihan!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.