Ekonomi

+10 Penyebab Erosi Tanah Secara Langsung Dan Tidak Langsung


Penyebab Erosi Tanah Secara Langsung Dan Tidak Langsung

Segala kejadian pada suatu properti alamiah sudah diantisipasi terlebih dahulu oleh suatu komponen yang berperan sebagai penyeimbang. Tanpa bagian-bagiannya alam semesta bagaikan puzle yang kehilangan beberapa struktur sehingga membuat bentuknya buruk buruk dan sangat rapuh. Disinilah peran manusia sebagai pengelola alam yang berupaya untuk menjaga setiap bagian untuk dimanfaatkan tidak secara berlebihan. Tanpa manajemen sumber daya yang baik maka berkurang atau hilangnya salah satu komponen penjaga dapat menjadi awal dari kejadian yang merugikan semua pihak.

Bumi ini luas dan besar, memang kitalah yang paling cerdas tetapi jangan sampai lupa diri. Ketahuilah bahwa sebesar apapun kekuatan otak anda tidak akan memberikan apa-apa tanpa sumber daya yang asalnya dari alam sekitar. Jadi untuk apa pintar jika tidak ada yang hendak dikelola? Sungguh sekalipun tingkat IQ ini sangat-sangat tinggi dan lebih tinggi dari manusia yang pernah hidup di bumi, tetap saja itu tidak berarti tanpa ciptaan yang lain. Sebab justru pengetahuan yang diperoleh dari ciptaan lain yang meningkatkan kecerdasan manusia.

Kita harus belajar move on dari kebanggaan terhadap hal-hal duniawi. Memang di awal-awal, semuanya akan terlihat baik-baik saja. Tetapi seiring berjalannya waktu, kita kehilangan banyak sumber daya. Sedang jumlah penduduk semakin bertambah dan jumlah orang-orang cerdas yang manipulatif juga turut bertambah. Akibatnya, pemakaian sumber daya yang dihambur-hamburkan menjadi trend yang dibanggakan di antara manusia sehingga orang lain turut melakukan hal yang sama. Semua pemborosan ini pada akhirnya menyebabkan pemakaian  energi terus meningkat bahkan mengancam sistem yang mengalami kehausan.

Solusi pertama untuk semua pemborosan ini adalah kesetaraan. Tanpa keadilan sosial maka segelintir manusia cenderung memiliki sangat banyak uang untuk diboroskan. Lalu siapa yang bisa melarang mereka untuk menggunakannya, toh semuanya itu adalah uang sendiri? Pada titik inilah kita akan menghadapi masalah kerusakan lingkungan. Belum lagi masalah iri hati yang berkembang di antara orang-orang kaya sehingga membuat mereka semakin intens mengintimidasi otak masyarakat agar melariskan barang dan jasa yang diperjual-belikannya.

Sudah sepatutnya kita mengesampingkan penggunaan teknologi yang berlebihan lalu memanfaatkan segala sesuatu apa adanya. Salah satu penanda utama keserakahan manusia adalah semakin hilangnya pepohonan dilingkungan sekitar kita. Ketahuilah bahwa ada banyak makhluk hidup yang menggantungkan kebutuhannya dalam satu batang pohon yang besar. Kita juga bergantung kepada tanaman untuk kebutuhan makanan dan suplai oksigen. Udara yang dihasilkan oleh tumbuhan adalah suatu tabir surya untuk menangkal intensistas dari radiasi sinar matahari. Sedang serangga membutuhkannya sebagai sumber pangan lalu serangga tersebutpun akan dijadikan sebagai makanan oleh binatang buas lainnya, misalnya ular dan burung juga kelelawar.

Pengertian erosi tanah

Erosi adalah (1) hal menjadi aus (berlubang) karena geseran air (tentang batu); (2) pengikisan permukaan bumi oleh tenaga yang melibatkan pengangkatan benda-benda, seperti air mengalir, es, angin, dan gelombang atau arus; (3) luka pada kulit yang sangat dangkal, hanya mengenai lapisan kulit luar dan mengeluarkan serum; (4) pengikisan; penyusutan; penipisan (KBBI Offline). Jadi bisa dikatakan bahwa erosi tanah adalah proses perpindahan tanah yang disebabkan oleh kesengajaan dan ketidaksengajaan. Yang tidak disengaja biasanya disebabkan secara langsung oleh faktor alam tetapi yang disengaja biasanya ditimbulkan oleh aktivitas manusia.

Erosi tanah adalah proses perpindahan komponen tanah secara perlahan yang dipengaruhi oleh aktivitas diatasnya.

Alasan mengapa erosi tanah bisa terjadi.

Pada dasarnya, ”tanah tanpa tanaman bagaikan kaki tanpa sandal.” Sebab saat kita kehilangan sandal/ sepatu maka telapak kaki ini akan terkikis dari hari ke hari. Demikian juga halnya dengan permukaan yang  kasar ini, tanpa tanaman dan tumbuhan hijau lainnya maka pengikisan lahan akan terus menerus terjadi. Bahkan angin sedikit saja sudah bisa membawa pergi sebagian besar darinya seperti yang terjadi di padang gurun saat badai pasir yang kencang melanda. Berikut akan kami uraikan beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya pengikisan tanah dalam jumlah kecil dan besar.

Faktor utama –
Penyebab tidak langsung.

  1. Hawa nafsu yang arogan akan kenikmatan dan kemuliaan duniawi.

    Manusia yang arogan adalah kalangan borjuis (oknum) yang memang memiliki hasrat yang tinggi akan gemerlapan duniawi. Karena mereka menganggap bahwa materi adalah sumber kebahagiaan sejati. Padahal efeknya hanya sesaat saja yang beresiko membuatnya terus dan terus mengkonsumsi hal tersebut hingga sampai pada tahap ketergantungan. Saat seseorang telah candu terhadap sesuatu maka hawa nafsunya akan terus menginginkan hal-hal lainnya sehingga semakin lama pemborosan sumber daya yang dilakukan juga semakin tinggi. Akibatnya hal-hal seperti erosi tanah mengancam lingkungan setempat.

  2. Tingginya angka manipulasi demi uang yang lebih banyak.

    Ketahuilah bahwa kejahatan yang anda lakukan di satu sisi akan mendorong anda untuk melakukannya di sisi lain. Sebab manipulasi di bidang tertentu turut pula membuat seorang kaya raya (oknum) memanfaatkan uangnya secara lebay sehingga merusak lingkungan salah satunya pengikisan tanah. Jadi jangan pernah berharap dosa itu efeknya tunggal saja melainkan yang namanya pelanggaran akan menyebabkan efek berantai.

  3. Aktivitas manusia berlebihan – penebangan pohon.

    Pepohonan ada untuk kita manfaatkan memenuhi kebutuhan bersama bukan untuk memenuhi nafsu serakah yang ada di dalam hati pribadi lepas pribadi. Ketika kita memanfaatkan pohon yang fungsinya banyak ini (jadi bahan bangunan atau furniture) secara berlebihan maka pembalakan akan terjadi secara besar-besaran. Akibatnya tanah-tanah menjadi gundul sehingga erosi bisa terjadi dengan mudah saat turunnya hujan.

  4. Kebersihan yang lebay – membabat rumput sampai ke akar-akarnya.

    Beberapa orang menjadi sentimen terhadap rumput di sekeliling rumahnya. Mereka lantas membabat itu sampai habis hingga ke akar-akarnya. Dirinya lebih suka melihat” tanah gundul yang kuning seperti emas daripada hijau berbulu yang menggoda.” Akibatnya, lahan pertanahan di sekitar rumahnyapun semakin lama semakin menurun ketinggiannya. Semuanya disebabkan oleh erosi setiap kali hujan mengguyur wilayah tersebut, padahal itu disebabkan oleh perilaku bersih yang berlebihan.

  5. Ambisi manusia yang tinggi – aktivitas pertanian yang tidak ramah lingkungan.

    Sadarilah bahwa saat kita bertani maka secara tidak langsung kita mengikis tanah lalu memindahkannya ke tempat lain, salah satunya adalah perut sendiri. Ketika kita terlalu berambisi untuk menguasai impor pertanian di bidang tertentu maka konversi tanah menjadi bahan-bahan siap pakai akan semakin tinggi. Lantas saja kita memindahkan tanah tersebut ke rumah pribadi, kantor, pusat perbelanjaan, luar kota, luar daerah, provinsi lain bahkan sampai ke luar negeri. Selalu pastikan setiap perpindahan tanah yang terjadi lewat aktivitas pertanian akan di bawa kembali ke daerah pertanian asal. Baca juga Teknik khusus menggantikan lahan pertanian yang hilang.

    Berhati-hatilah melakukan aktivitas pertanian, tidak perlu terlalu sentimentil terhadap rumput-rumput kecil sebab keberadaan mereka sangat bermanfaat untuk menahan pengikisan tanah. Keadaan ini bisa saja didorong oleh karena terlalu rajin menyingkirkan rumput dari sekitar daerah pertanian. Sebaiknya bertanilah dengan memanfaatkan tumbuhan rambat, batu, kayu atau serbuk kayu untuk menyuburkan dan menahan laju pengikisan tanah.

  6. Keserakahan manusia yang lebay – pembangunan pemukiman tidak ramah lingkungan.

    Saat jumlah penduduk meningkat seiring dengan modernisasi maka sudah saatnya pembangunan perumahan dilakukan secara vertikal. Penyebaran rumah secara horizontal hanya akan menghabiskan lahan-lahan untuk hutan dan memperpanjang akses masyarakat menuju ke pusat kota. Lagipula pembangunan rumah susun turut meningkatkan kemungkinan untuk bersosialisasi antar keluarga.

  7. Ketamakan manusia akan materi – pembangunan fasilitas dan infrastruktur demi kemajuan ekonomi lebay.

    Jika oknum pemerintah sudah gila akan uang maka mereka akan menggalakkan pembangunan yang sifatnya lebay. Ada dua prinsip pembangunan yang lebay, yaitu.

    Membangun infrastruktur secara sembarangan dengan menganggarkan biaya yang telah dikorupsikan (sebagian besar digelapkan) oleh oknum tertentu sehingga jadilah sebuah proyek abadi yang pembangunannya terus-menerus dilakukan dari tahun ke tahun. Sedangkan semua pasir dan kerikil dari aktivitas tersebut diambil dari daerah pegunungan dan ditambang dari sungai-sungai. Keadaan ini memang hanya terjadi sesekali tetap tanah, batu, pasir dan kerikil yang dipindahkan berada dalam jumlah berton-ton.

    Pembangunan infrastruktur sembarangan juga terjadi akibat pemborosan anggaran sehingga fasilitas yang dibangun tidak begitu dibutuhkan oleh masyarakat. Hanya ada segelintir orang yang memakai fasilitas tersebut. Padahal jumlah tanah, pasir, kerikil dan batu yang dialokasikan ke sana sangatlah besar.

    Faktor sampingan –
    Penyebab langsung.

    Dalam tulisan kali ini seolah-olah kita menyalahkan alam yang notabene diciptakan lebih dahulu dari manusia itu sendiri. Itulah mengapa kami memasukkan kategori ini dalam faktor sampingan. Artinya, keadaan tersebut sesungguhnya alamiah atau bahkan tidak memberikan efek sama sekali. Tetapi karena faktor-faktor utama sebelumnya maka faktor sampingan ini turut meradang.

  8. Kemiringan suatu lahan (kontur tanah).

    Setiap kemiringan pastilah memudahkan air untuk menghanyutkan tanah dari daerah yang tinggi ke daerah yang rendah. Keadaan ini sesungguhnya tidak berpengaruh sama sekali kecuali pepohonan dan rerumputan telah hilang dari wilayah tersebut. Akar pohon dan rerumputan adalah penahan sehingga memberi jeda waktu yang lebih lama bagi air untuk melakukan penetrasi ke dalam tanah (menyerap). Sedang pada dasarnya akar pepohonan dan tanaman lainnya bermanfaat untuk menggemburkan sehingga air mudah menyerap ke dalamnya.

  9. Curah hujan yang tinggi.

    Ketika pepohonan sudah ditebang habis-habisan dan rerumputan telah dicabut sampai ke akar-akarnya maka hujan deras sebentar saja akan membawa tanah permukaan ke daerah yang lebih rendah (pesisir atau muara sungai).

  10. Banjir yang terjadi.

    Saat terjadi banjir biasanya perpindahan tanah akan terjadi secara luas menjangkau tempat-tempat yang bahkan tidak ada tanahnya seperti lantai rumah dan jalanan beraspal hingga di bawa lari ke daerah pesisir atau muara sungai.

  11. Tanah longsor.

    Bencana alam tanah longsor jelas akan membawa bongkahan besar dari lahan di daerah yang tinggi jatuh bebas dan sembarangan ke daerah yang lebih rendah. Keadaan ini beresiko tinggi membawa runtuk pemukiman warga hingga infrastruktur yang telah dibangun dengan susah payah (misalnya jalan).

  12. Banjir bandang.

    Saat banjir bandang terjadi maka erosi tanah akan terjadi secara ekstrim. Bongkahan tanah yang kecil hingga besar (batuan) akan dibawa dari daerah hulu hingga ke hilir. Keadaan ini jelas akan merusak rumah warga, fasilitas publik (taman kota, puskesmas, balai desa) dan infrastruktur lainnya (jalan).

  13. Air pasang (banjir rob).

    Sebenarnya air pasang telah terjadi sejak bumi ini diciptakan. Hanya saja daerah pesisir yang telah kehilangan pepohonan (terutama tumbuhan bakau dan tanaman rambat) dan rerumputan maka setiap kali air pasang terjadi pasti akan menghanyutkan pasir di daerah pantai.

  14. Angin yang sangat kencang (badai pasir, topan, puting beliung).

    Udara yang dipenuhi dengan polutan membuat beratnya meningkat dan menciptakan perbedaan tekanan yang sangat tinggi. Akibatnya awan cumulunimbus akan muncul untuk mengawali proses netralisasi di daerah tersebut. Keadaan ini akan diikuti oleh terjadinya angin puting beliung atau di negara lain dikenal sebagai badai tornado. Beberapa jenis angin topan dari negara lain juga bisa saja sampai ke daerah yang jauh oleh karena pengaruh rotasi bumi.

    Tanah yang sudah benar-benar gundul akibat aktivitas manusia yang berlebihan sedangkan pemugaran yang rendah (menanam pohon kembali) membuat suatu wilayah menjadi padang gurun. Tempat yang berpasir ini akan dengan mudah mengalami erosi akibat badai pasir.

  15. Penggunaan pupuk dan herbisida berlebihan.

    Pupuk dan herbisida yang berlebihan akan mencemari tanah sehingga keadaan tersebut turut menyebabkan hilangnya kesuburan. Akibatnya tanah di wilayah tersebut akan menjadi tandus dan sedikitpun tidak ditumbuhi oleh rerumputan. Keadaan ini secara berangsur-angsur membuat daerah tersebut mudah sekali mengalami pengikisan.

Penyebab langsung pengikisan lahan adalah konversi tanah secara alamiah (tumbuhan, air, angin), kimia-fisika (perumahan, perbaotan, barang elektronik), mekanik (pertambangan). Sedangkan penyebab tidak langsung adalah hawa nafsu yang arogan (ketamakan).

Ada banyak cara terjadinya erosi, lebih cenderung tidak kita sadari. Secara gamblang kita membuat rumah-rumah yang super luas, besar, tinggi dan mewah. Membeli perabotan entah berantah lalu mengaturnya dalam ruangan-ruang yang luas sekali. Membawa barang-barang tekstil ke dalam almari yang hampir penuh sesak tapi tak pernah dipakai. Mengirim hasil pangan ke wilayah lain bahkan ke negara lain tanpa kompensasi (mengambil pasir kembali). Sadarilah bahwa semua aktivitas pertanian, perkebunan, pertambangan, perumahan, fashion dan pembuatan mesin berteknologi lainnya melibatkan tanah. Hanya saja pertanahan yang diambil secara khusus dalam proses-proses tertentu, baik alami, kimia-fisika dan mekanik sehingga menghasilkan bermacam-macam barang berharga yang bisa kita gunakan hari lepas hari. Kita berpikir bahwa pengikisan tanah itu disebabkan oleh alam tetapi sesungguhnya keserakahan kita akan materilah yang menjadi penyebab tidak langsung dari erosi.

Salam, mari hidup ramah lingkungan,
Kenikmatan dan kemuliaan duniawi bukan jaminan kebahagiaan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.