Kepribadian

+10 Manfaat Memaafkan & Menghilangkan Dendam – Memberi Maaf Adalah Membebaskan Pikiran Dari Sifat Pendendam

Manfaat Memaafkan & Menghilangkan Dendam – Memberi Maaf Adalah Membebaskan Pikiran Dari Sifat Pendendam

Rasa-rasa kehidupan sama persis seperti cuaca yang yang terus berubah-ubah. Kadang sejuk datang yang membawa kedamaian, kadang dingin berhembus menyisakan kegentaran. Tatkala pagi datang langit samalah hati menjadi cerah, seolah saat siang memanas emosi hampir meledak, sesaat senja berlabuh murung dan dan derita meradang. Semua kisah-kisah itu terus berputar dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, tahun ke tahun dan zaman ke zaman bahkan dari generasi ke generasi. Sekalipun suasana di sekitar kita terus berubah, berusahalah untuk menjaga hati tetap bahagia dengan senantiasa melakukan aktivitas positif dan bermanfaat sambil mensyukuri semua nikmat apa adanya.

Pendekatan dendam dalam otak

Pikiran kita seperti lemari dimana ada banyak hal-hal yang disimpan di sana. Mulaidari pakaian biasa hingga pakaian pesta, barang murahan sampai barang berharga semua ada di sana. Jarang sekali ada orang yang menyimpan kain kotor atau benda-benda sampah ke dalam almari miliknya bahkan mungkin tidak ada sama sekali. Demikianlah juga yang namanya pikiran kotor, salah satunya adalah dendam, saat anda masih belum memaafkan seseorang, hal ini sama saja dengan menyimpan sampah di lemari berharga yang ada di rumah. Pastilah rasanya bakalan kurang nyaman ketika melongok ke dalamnya. Demikian juga saat ada orang lain yang dekat-deka lalu secara tidak sengaja memeriksanya, bakalan malu-malu sendiri deh…

Pengertian memaafkan dan melepas dendam

Maaf adalah  (1) pembebasan seseorang dari hukuman (tuntutan, denda, dan sebagainya) karena suatu kesalahan; ampun; (2) ungkapan permintaan ampun atau penyesalan; (3) ungkapan permintaan izin untuk melakukan sesuatu (KBBI Luring). Jadi bisa dikatakan bahwa memaafkan adalah memberi pengampunan terhadap kesalahan seseorang atau memutihkan masalah yang kita alami saat bersama orang lain. Aktivitasi ini bukanlah kebiasaan yang sudah tertanam di dalam hati sejak dari laharinya seorang manusia melainkan hanya dimiliki lewat proses latihan dan belajar.

Dendam adalah berkeinginan keras untuk membalas (kejahatan dan sebagainya – KBBI Offline). Jadi bisa dikatakan bahwa melepas dendam adalah melupakan keinginan yang kuat untuk membalas perlakuan seseorang yang kita anggap kurang baik. Kebiasaan mendendam telah ada dalam hati masing sejak kita dibentuk dalam rahim Ibunda. Untuk menghilangkan kebiasaan mendendam terhadap orang lain dapat dilakukan dengan memiliki sikap yang rendah hati, memaafkan, fokus Tuhan, bekerja, belajar dan menyibukkan diri pada hal-hal baik lainnya.

Hubungan antar keduanya

Maaf dan dendam adalah dua hal yang berbeda tetapi memiliki arah pencapaian tujuan yang sama. Ketika anda berusaha untuk memaafkan orang lain maka secara otomatis anda akan berusaha menghapus segala bentuk dendam yang sudah disimpan  baik-baik di dalam hati. Memaafkan tanpa melupakan kesalahan orang lain adalah sesuatu yang rancu. Ini lebih tepatnya seperti seseorang yang berjalan dengan kaki pincang niscaya rasnya benar-benar tidak nyaman. Mereka yang berusaha melakukan kedua-duanya meskipun rada-rada sulit di awal pastilah akan menemukan damai di hati kemanapun kaki melangkah.

Manfaat memberi maaf dan menghilangkan dendam

Mungkin secara kasat mata kita tak bisa melihat kebermanfaatan dari aktivitas ini tetapi secara hati nurani “haart to heart” pasti ada perbedaan antara sebelum dan sesudah memaafkan sembari melepaskan dendam terhadap orang lain. Bagi mereka yang cenderung memusatkan perhatian pada kenikmatan indra cenderung tidak mampu merasakan manfaatnya tetapi bagi yang merindukan suasana hati yang sejuk tentu akan menikmatinya. Berikut akan kami ajukan beberapa dari sekian banyak manfaat aktivitas positif ini.

  1. Semakin dekat dengan Tuhan.

    Awalnya yang mendedam terhadapi kejahatan orang lain mengganggu keintiman dengan Tuhan. Saat hati telah dibebaskan dari rasa dendam seperti yang diperintahkan oleh Sang Junjungan Yang Agung, maka hubungan kita membaik dengan-Nya. Inilah rahasia manfaat dari mengikuti segala perintah dan larangan-Nya (firman), kita beroleh berkat-berkat dibalik semua tindakan yang benar tersebut.

  2. Beban hati seolah terangkat.

    Seorang saudara melakukan kesalahan yang menyinggung perasaan kita. Lantas ia langsung meminta maaf tetapi hati masih belum mampu memaafkannya. Karena perkara tersebut, pikiran menjadi carut marut dan berat rasanya saat hendak melakukan sesuatu. Selama kita belum menghilangkan dendam dari dalam hati maka selama itu pula semangat hidup kendur.

    Lagipula dalam kehidupan ini, yang namanya kesalahan-kesalahan kecil terus terjadi hari demi hari. Semakin banyak kesalahan orang lain yang kita pendam maka semakin kotor pikiran ini. Jadi maafkan dan lupakan semuanya agar pikiran lebih ringan saat menjalani hari lepas hari.

  3. Mampu menggapai pikiran positif.

    Suasana hati bisa saja menjadi buruk dengan cepat oleh karena kita terlalu membahas-bahas kesalahan orang lain di dalam hati. Jika pikiran semacam ini sudah dimulai maka hal-hal lainnya juga akan muncul, seperti bagaimana cara membalasnya, kapan membalasnya dan betapa senangnya hati saat aksi balas dendam itu diwujudkan.

    Saat kita mampu memaafkan seseorang maka pikiran dikonsentrasikan untuk memuji-muji nama Tuhan di dalam hati atau bekerja memberi manfaat atau mempelajari hal-hal baik lainnya. Suasana pikiran yang positif seperti ini baru dapat dicapai dengan cara terlebih dahulu menghilangkan sifat pendendam dari dalam hati.

  4. Melatih ketabahan saat persolan datang.

    Mungkin saja dalam keseharian anda, ada orang-orang tertentu yang berusaha mengganggu ketenangan hidupmu, entah itu secara disengaja atau tidak disengaja. Yang pasti hal tersebut bisa saja membuatmu menjadi naik pitam hingga berlaku buruk. Oleh karena itu, gejolak sosial semacam ini perlu dimaafkan dan diterima apa adanya sehingga kita lebih sabar dalam menghadapinya.

  5. Ada kedaamaian, ketenangan dan kelegaan.

    Ketika seorang teman secara kebetulan meminjam buku anda tetapi secara tidak sengaja buku tersebut telah sobek sedikit. Kebetulan buku tersebut adalah kesayanganmu sehingga belum memaafkan teman tersebut. Keadaan ini jelas membuat hatimu tidak tenang setiap kali melihat si kawan itu. Tetapi begitu anda mau memaafkannya dan melupakan hasrat untuk membalas dendam niscaya saat melihatnya hati tetap damai, tenang dan laga rasanya.

  6. Bahagia lebih mudah.

    Suat kita telah memberi maaf dan melupakan dendam terhadap seseorang maka pikiran lebih ringan dan tetap positif. Sehingga ketika hati bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan sekalipun seolah tidak ada hambatan dan terjadi begitu saja sampai sukacita itu meluap dalam bentuk senyuman mungil di bibir masing-masing.

  7. Iri hati dilepas dengan mudah.

    Dendam kesumat yang kita pendam terhadap seseorang membuat kita mudah sekali iri saat mendengarnya tertawa sedikit aja atau melihatnya senang sesaat saja. Ini disebabkan oleh karena rasa benci yang masih kita simpan terhadap orang tersebut. Oleh karena itu, maafkanlah dia sobat lalu katakan dalam hati “terimakasih Tuhan, saya bersukacita karena dia bersukacita. Bersyukur buat kasih karunia yang telah engkau limpahkan dalam kehidupan kami.”

  8. Rasa kesal bisa diredam.

    Memang kekesalan hati bisa saja muncul karena sifat yang arogan dan dengki tetapi ini juga bisa melebar ke permukaan bila kita belum memaafkan kekhilafan seseorang. Oleh sebab itu, semakin cepat kita memaafkan sekaligus melupakan dendam maka semakin cepat juga rasa kesal itu hilang terutama saat sedang berada didekat orang tersebut.

  9. Melatih kemampuan untuk menghadapi ujian kehidupan.

    Ada banyak pergumulan hidup yang kita peroleh selama menghabiskan waktu di dunia ini. Mungkin di dalam imajinasi sendiri hal-hal tersebut bisa diatasi dengan mudah tetapi dalam beberapa situasi ada saja soal-soal yang terjadi secara berlarut-larut bak kereta api yang tidak pernah putus. Bila anda sudah mulai belajar memaafkan seseorang berarti sudah berhasil melewati satu tahapan pencobaan hidup.  Ini akan mempersiapkan anda untuk menghadapi tantangan selanjutnya.

  10. Sanggup berbuat baik (mengasihi) musuh.

    Ada-ada saja masalah yang timbul di dalam keluarga tetapi memaafkan adalah awal dari membaiknya hubungan yang sempat regang. Ketika kita masih menyimpan dendam terhadap seseorang niscaya tersenyumpun tidak mampu saat berpapasan di lorong menuju toilet. Tetapi ketika hati yang pendendam itu dilepaskan, membuat kita mudah untuk beramah tamah satu sama lain. Sikap yang ramah adalah awal dari mengasihi musuh, selanjutnya berbuat baiklah sesuai dengan potensi dan sumber daya yang dimiliki. Simak juga Mengasihi musuh.

  11. Hubungan dengan sesama membaik.

    Ada-ada saja hal yang membuat kita musuh-musuhan. Namun saat seseorang mampu melupakan kejadian tersebut sembari berusaha untuk bersikap normal dan ramah kepada lawan-lawannya maka inilah kesempatan yang bagus untuk memperbaiki hubungan yang retak itu. Secara tidak langsung aktivitas memberi maaf dan kembali ramah menanggapi mantan musuh dapat membuat hubungan pertemanan kembali pulih dan membaik.

  12. Meningkatkan kecerdasan emosional.

    Aktivitas seseorang di sekitar kita, bisa saja membuat emosi tidak labil dan hatipun menjadi tidak tenang apalagi senang. Tetapi orang yang mampu memberi maaf kepada sesamanya akan menghadapi gejolak di dalam hatinya, “apakah dimaafkan atau tidak?” Jelaslah bahwa orang yang bisa mengatasi gejolak yang timbul dari dalam hatinya tersebut telah meningkatkan kemampuan untuk memanajemen emosi sendiri. Kecerdasan emosional seperti ini akan terus berkembang jika semakin banyak soal-soal kehidupan yang dapat diatasi sendiri.

  13. Meningkatkan kemampuan mengendalikan diri.

    Ketika di sekitar kita sedang terjadi perselisihan (konflik tidak langsung) atau telah melibatkan kita dalam persoalan tersebut (konflik langsung). Kemampuan untuk mengendalikan diri di saat-saat seperti ini sangatlah dibutuhkan. Akan tetapi, beberapa orang bisa saja tidak mampu mengendalikan dirinya lalu terlibat dalam kekerasan dikarenakan selama ini mendendam terhadap pihak tertentu. Konflik ini mungkin saja tidak akan menjadi panjang saat masing-masing pihak saling memafkan satu sama lain.

  14. Mampu bekerja atau belajar dengan sukacita.

    Saat pikiran positif dan suasana hati sedang membaik karena telah memaafkan kekhilafan orang lain maka aktivitas yang dilakukan terasa lebih ringan. Kita dimampukan untuk menjalani dan menanggung kegiatan tersebut dengan sukacita hingga semuanya selesai tepat pada waktunya.

  15. Melatih prinsip hati yang bijak bersikap.

    Bijak adalah suatu kemampuan tentang kesadaran hati akan manfaat segala keburukan yang terjadi silih berganti di dalam kehidupan kita.Saat anda mampu melihat manfaat dibalik semua pergumulan hidup yang dihadapi maka tepat saat itulah kita dimampukan untuk memberi maaf sembari melepaskan dendam terhadap orang yang pernah berselisih dengan diri ini.

Untuk melatih seorang atlet menjadi tangkas dibutuhkan tantangan yang akan menjadi perintang agar mampu mengasah potensinya sampai batas teratas. Dendam adalah kedagingan manusia yang telah ada sejak dari semula sebagai perintang agar semakin hari kita semakin cerdas lagi bijak. Ada pergumulan yang hebat saat kita baru pertama-tama belajar memaafkan seseorang. Ketahuilah bahwa semakin banyak permintaan maaf yang kita berikan maka semakin baik suasana hati, semakin terbiasa melakukannya dan aktivitas positif lainnya yang kita lakukan dapat terlaksana dengan baik penuh damai sejahtera. Semua aktivitas positif: saat pikiran dikonsentrasikan kepada Tuhan, belajar dengan rajin dan bekerja dengan tekun akan terlaksana dengan damai dan penuh sukacita. Bukan tanpa hambatan melainkan kita mampu menemukan nikmat (manfaat) dibalik semua peristiwa yang kadang menyakitkan itu (bijak).

Salam, sesama mantan pendendam!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.