Keluarga

+7 Manfaat & Dampak Negatif Alkitab Digital – Untung Rugi Alkitab Elektronik di Smartphone (Laptop-PC)

Manfaat & Dampak Negatif Alkitab Digital – Untung Rugi Alkitab Elektronik di Smartphone (Laptop dan Komputer PC)

Manfaat & Dampak Buruk Alkitab Digital – Untung Rugi Alkitab Elektronik Relatif Gunakan Sesuai Konteksnya

Kristen Sejati – “Jaman sudah modern ya….” Dimana-mana ungkapan ini sangat populer. Modernisasi di berbagai bidang adalah sebuah kebanggaan semu, sebab dampak yang diberikannya seperti pedang bermata dua, bisa positif dan bisa negatif. Seorang penikmat seakan-akan disajikan makanan enak dan kotoran di atas meja yang sama. Inilah yang kami sebut sebagai semu, artinya manfaat yang anda peroleh bisa bergerak fleksibel ke arah positif ataupun negatif. Bukankah semuanya itu tergantung di tangan penggunanya masing-masing? Mari berharap orang yang memakainya sudah dewasa dalam berpikir.

Ditengah modernisasi yang terus terjadi akhir-akhir ini, janganlah berpikir bahwa keadaan tersebut akan semakin membebaskan kita dari dosa. Sebab resiko dosa dan kebenaran itu selalu seimbang, artinya ketika potensi untuk melakukan yang benar lebih banyak  maka potensi untuk melakukan yang jahat juga lebih banyak. Oleh karena itu, kedepankan prinsip kewaspadaan saat melakukan segala sesuatu. Jangan biarkan dirimu berada di bawah kendali modernisasi dengan mengubah kehidupan anda menjadi orang yang penuh dengan ambisi yang arogan. Tetapi injaklah moderniasasi yang berlebihan itu karena berpotensi membuat kita menjadi orang yang egois dan tidak peduli kepada orang lain.

Kehidupan kita tidak pernah luput dari kesalahan. Seperti contohnya, kami yang sudah bertahun-tahun datang ke Gereja dengan rutin. Namun ada satu hal yang kerap kali lupa dibawa, yaitu Alkitab. Ini seharusnya tidak terjadi. Memang beberapa dari kita meyakini bahwa itu hanyalah sesuatu yang kecil-kecil. Sekalipun demikian, ketahuilah bahwa dosa kecil bisa saja menarik kita untuk melakukan kesalahan yang besar. Tetapi saat menyadari hal ini, kami menyesalinya dan mulai bertekad untuk kembali mengaktifkan kegiatan membawa buku terpopuler tersebut setiap kali mengikuti ibadah baik di Gereja maupun pada persekutuan kelompok kecil.

Pengertian

Alkitab adalah (1) kitab suci agama Kristen, terdiri atas Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru; (2) Alquran (KBBI Luring). Bagi kami sendiri, buku ini adalah buku yang berisi pengajaran dalam perumpamaan tentang kebenaran yang hakiki/ kebenaran sejati. Mengapa kami menyebutnya sebagai buku yang berisi tentang perumpamaan? Karena di dalamnya terdapat kisah-kisah pertarungan antara kebajikan dan kejahatan. Sedang sebagai pembaca yang budiman, kita hindari pemikiran sempit yang berusaha mengambil sisi jahatnya. Melainkan ambillah makna kebaikan/ kebajikan yang terkandung di dalam setiap kisah yang tersurat.

Harap di sadari bahwa tidak semuanya isi yang terdapat di dalam Alkitab adalah benar adanya. Melainkan setiap bagian tersebut harus kita sesuaikan dengan konteks kebenaran yang hakiki, yaitu kasih kepada Tuhan yang seutuhnya dan kasih kepada sesama seperti diri sendiri. Jikalau ada hal-hal yang bertentangan dari kedua inti kebenaran yang hakiki tersebut maka semestinya didiamkan dan dianggap sebagai perumpamaan belaka. Sedangkan yang lainnya bisa diambil atau tidak sesuai dengan kebiasaan di Gereja masing-masing. Kedua hal ini telah dinyatakan Tuhan Yesus sebagai inti dari kitab suci dan kitab para nabi. Seperti ada tertulis.

(Matius 22:36-40) “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Manfaat atau lebih tepatnya keuntungan memiliki Alkitab digital (elektronik)

Ada sejumlah situasi ketika Alkitab digital menjadi sebuah pengembangan atas teks yang dicetak dalam berbagai gaya penulisan di dalam setiap LCD tepat di depan mata anda. Kita merasa bahwa ketersedian peralatan super canggih sekelas smartphone, tablet, laptop  dan sebagainya akan memberi solusi yang tepat bagi setiap persoalan yang dapat muncul. Sayang, tidak ada sedikitpun kesadaran betapa hal itu juga merupakan sebuah ancaman bagi kehidupan yang berlangsung secara lambat.

Berikut manfaat (kelebihan) Kitab Suci yang berada dalam format digital.

  1. Alkitab digital dapat di buka dengan cepat memberikan akses pribadi kepada siapa pun.

    Budaya serba cepat telah menjalar kemana-mana termasuk dalam hal kepemilikan Kitab. Anda tidak perlu waktu yang lama ketika seorang hamba Tuhan hendak mengarahkan untuk membuka bagian-bagian tertentu dalam Kitab Suci. Mungkin bagi mereka yang sudah terbiasa akan menyelesaikannya dalam hitungan detik.

  2. Alkitab digital sangat mudah dibawa kapanpun, dimanapun dan apapun aktivitas kita.

    Anda dapat membawanya dalam saku, yang tentunya sangat berguna ketika bepergian. Kami lebih melihat ini dalam aspek yang mengutamakan kepraktisan dalam hal penggunaan. Lagian sebuah buku Kitab Suci bisa saja lebih berat dibandingkan dari ukuran dan bentuk smartphone yang lebih kecil dan ringan.

  3. Lebih murah mengunduh daripada membeli sebuah Alkitab fisik, bahkan sering kali gratis.

    Tentu saja harga sebuah Alkitab di sini lebih murah di bandingkan dengan harga smartphone/ tablet/ laptop tersebut. Jika anda sudah membeli barang elektronik yang berkelas dan mahal ini maka secara otomatis Kitab Suci orang Kristen ada di dalamnya dan gratis lagi.

  4. Alkitab digital dapat dibaca dalam kegelapan.

    Apa ada orang yang sering membaca firman di dalam kegelapan? Jika anda pernah melakukannya maka versi digital ini bisa diandalkan di dalam kegelapan. Kami sendiri tidak membacanya lewat LCD di dalam kegelapan. Malah lebih memilih untuk membaca hardbook Alkitab di dalam kegelapan sembari menghidupkan fasilitas senter pada handpone/ smartphone yang dimiliki.

  5. Lebih mudah saat menulis konten digital.

    Apakah anda seorang operator LCD dalam sebuah kebaktian? Kitab Suci digital ini jelas membantu para operator LCD untuk mengkopi pastekan firman yang hendak di baca sehingga bisa langsung ditampilkan lewat proyektor.

    Kami juga yang suka menulis di blog lebih suka mengambil firman dari Alkitab elektronik yang telah diinstal di laptop. Ini jelas lebih cepat dan praktis daripada sekedar menyalinnya langsung dari hardbook.

  6. Lebih mudah saat mencari kata per kata atau kalimat.

    Pernahkah anda mengingat sebuah ayat di dalam Alkitab tetapi lupa, di kitab mana hal tersebut tertulis? Kami sering sekali mengalami hal ini. Jadi cara praktisnya untuk menemukan posisinya adalah dengan mencari kata/ kalimat tersebut di seluruh Alkitab yang dilakukan secara otomatis oleh mesin. Saat anda mengalami masalah lupa seperti yang kami alami maka tulisan digital ini bisa membantu.

  7. Ada beberapa fitur pilihan.

    Harus kami akui memang bahwa ada beberapa fitur pilihan yang ditampilkan dalam versi elektronik 2.0. Diantaranya adalah kumpulan perumpamaan Tuhan Yesus Kristus selama di bumi, kumpulan penggenapan dari nubuatan yang ada di Perjanjian Lama yang digenapi di Perjanjian Baru dan lain sebagainya. Silahkan unduh sendiri Alkitab Elektronik 2.0 dari nikmati beberapa fitur spesial yang diberikannya.

Kelemahan (kerugian) saat kita lebih suka membawa-bawa yang digital dan selalu meninggalkan versi cetaknya di rumah.

Ada sejumlah alasan mengapa para pemuda dan pemudi harus segera memutuskan untuk menggunakan Alkitab cetak untuk membaca, berkhotbah, dan diskusi kelompok. Manfaat yang dirasakan saat menggunakan hardbook tidak akan anda temui saat memakai yang versi digital. Berikut ini, beberapa kerugian atau kekurangan menggunakan Kitab Suci versi elektronik.

  1. Memiliki susunan yang tidak teratur.

    Memang dari soal kecepatan dan kepraktisan yang satu ini tidak dapat diimbangi dengan yang versi cetak. Tetapi, coba amati lagi baik-baik susunan kata di dalamnya, terkesan semuanya dipisah-pisah, tidak ada rata kanan-kiri dan membuat mata tidak tenang saat membacanya. Mungkin memang ini bawaan software-nya yang memisahkan setiap ayat dengan ayat tetapi keadaan ini benar-benar membuat mata tidak nyaman saat membaca sesuatu yang tidak bersambung.

  2. Judul perikop telah di pisah dari isinya.

    Kami tidak tahu apa motif dari pemisahan judul perikop dengan isinya. Memang judul itu tidak hilang tetapi kita harus mencarinya lagi pada bagian lain untuk mengenali hal tersebut. Ini tergolong kelemahan yang cukup merepotkan dan menggugurkan manfaatnya yang praktis sebelumnya. Ini bukan saja hanya sekedar tampilan yang salah tetapi seolah melucuti Alkitab yang asli menjadi versi dunianya sendiri.

  3. Menjadi alat kesombongan dan arogansi.

    Berhati-hatilah dengan sifat yang sombong karena anda memiliki barang-barang modern sedangkan orang disampingmu hanya memiliki buku kuno yang dibelinya entah sudah beberapa tahun yang lalu. Saat hati anda yang memiliki teknologi canggih mulai menyombongkan diri maka tepat saat itu jugalah secara tidak langsung merendahkan orang lain di dalam hati.

    Disinilah pentingnya kesetaraan antar manusia agar sikap merasa lebih unggul dan lebih menang itu tidak menguasai kehidupan kita. Oleh karena itu, jangan fokus untuk membanggakan diri karena memiliki smartphone canggih dengan Alkitab serba praktis di dalamnya. Melainkan rendahkanlah hatimu dan sangkallah dirimu agar kita layak beroleh keberkahan dalam setiap ibadah/ persekutuaan yang diikuti.

  4. Menjadi sasaran iri hati.

    Tentu saja saat orang yang tidak anda kenal disampingmu melihat betapa lebar, besar dan bagusnya gadget itu, mungkin saja akan mengingininya juga. Atau bisa jadi, ada rasa minder di dalam hatinya karena melihat peralatan elektronik yang canggih dan menawan tersebut.

    Sikap mendengki jelas akan membuat hati menjadi tidak tenang saat di mengikut kebaktian. Oleh karena itu, katakan langsung di dalam hati, “biarkan dia menang ya Tuhan, dia memang hebat. Saya bersyukur masih bisa membaca firman-Mu sampai detik ini.”

  5. Tidak ada pemisahan paragraf dan garis baru.

    Ini jelas menjadi sebuah kendala bagi kita untuk memahami maksud dari firman tersebut. Sebab bisa saja kita masuk dalam satu paragraf tanpa sadar sudah memulai paragraf baru. Ketidak-jelasan susunan paragraf dan garis baru ini adalah sebuah kemunduran yang beresiko mengurangi pemahaman kita saat mengartikan suatu bagian di dalamnya.

  6. Berbalik menjadi penggoda mengacau fokus seseorang saat ibadah.

    Beberapa orang Kristen telah mendapati bahwa remaja begitu mudah terganggu ketika perangkat mereka menyala, tergoda untuk memainkan berbagai aplikasi dan tidak fokus pada firman Tuhan.

  7. Berefek ganda mengganggu orang lain disekitarnya.

    Seorang remaja yang terganggu karena melihat aplikasi lain kemudian juga akan menciptakan gangguan bagi para pemuda di sekitarnya.

  8. Mendadak habis baterai.

    Alkitab cetak tidak akan memiliki masalah kehabisan baterai. Siapa yang menduga hal ini akan terjadi tiba-tiba sesaat sebelum kebaktian di mulai? Keadaan ini jelas tidaklah menyehatkan dan tidak mungkin di hindari. Kecuali anda sudah mempersiapkan segala sesuatu sebelum berangkat ke Gereja atau persekutuan lainnya.

  9. Tidak dapat berbagi membaca dengan orang lain.

    Kita tidak bisa berasumsi bahwa setiap orang memiliki perangkat elektronik portabel, sehingga dengan semua orang menggunakan Alkitab cetak tidak ada yang merasa tertinggal. Seorang jemaat atau pemuda yang baru bergabung, yang tidak membawa Alkitab mereka sendiri juga dapat melirik ke samping untuk melihat firman yang di bawa oleh teman di sebelah bangku.

    Sedangkan saat kita hanya memiliki perangkat elektronik di smartphone yang layarnya kecil, rasanya kurang enak dan kurang nyaman untuk membagikannya kepada mereka yang ada disamping namun lupa membawanya. Mungkin ini bisa terjadi karena ukurannya yang lebih kecil dari Alkitab asli sehingga hanya memungkinkan untuk dinikmati sendiri saja.

  10. Tidak bernilai saat disedekahkan.

    Ketika seseorang menjadi Kristen atau meminta Alkitab, kami memberikan mereka versi cetaknya daripada mengatakan kepada mereka untuk mengunduh aplikasi digital di internet secara gratis. Demikianlah, kami mendorong mereka untuk menggunakan Alkitab yang telah diberikan kepada mereka.

  11. Kita tidak bisa mengingat bagian-bagiannya sebab semuanya terhampar begitu saja.

    Kami sengaja ingin mengajarkan generasi muda untuk terbiasa dengan Alkitab, termasuk mengetahui urutan kitab-kitab dan di mana pasal-pasal berada, baik dalam konteks kitabnya maupun secara keseluruhan.

    Kami masih ingat pernah membaca sebuah kalimat yang elok dan lupa dimana letak ayat dan pasalnya. Tetapi kami masih ingat persis seperti apa struktur halamannya dan perikopnya. Kemudian membolak-balik halaman demi halaman secara perlahan sampai kami menemukan firman yang dimaksud tersebut.

  12. Tidak bisa ditandai dan diwarnai.

    Ini adalah bagian yang paling kami sukai saat membaca firman yang sudah dicetak dalam sebuah buku yang lumayan tebal. Kita bisa menggaris bawahi beberapa bagian yang dianggap penting, baik dengan menggunakan pensil maupun dengan menggunakan pensil bergambar (stabillo). Kami lebih suka menggunakan pensil untuk mewarnai bagian spesial dalam Alkitab karena tintanya tidak sampai tembus ke sebelah sehingga merusak corak kitab tersebut.

    Memang di dalam versi digital ada juga yang namanya fasilitas bookmark tetapi kami sendiri tidak mengetahui apakah ini benar-benar berfungsi di tempat anda. Kalau di laptop yang kami miliki, bookmark-nya terhapus begitu kita meng-close software tersebut. Apakah ini juga terjadi pada anda atau hanya kami yang mengalaminya karena kebetulan laptop yang digunakan termasuk model lama?

  13. Membuat mata sakit bila terlalu lama dibaca.

    Ini salah satu dampak negatif menggunakan versi elektronik. Mata menjadi mudah berair dan terasa perih ketika kita membacanya lama. Oleh karena itu, versi cetak adalah pilihan terbaik untuk mempelajari firman secara terus-menerus. Pembelajaran dengan menggunakan versi cetak ini dapat dilakukan selama beberapa jam sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya.

  14. Tidak ada kedekatan antara kita dengan yang digital.

    Saat kita menggunakan Alkitab versi cetak pastilah membuat berbagai penanda di dalamnya. Seiring dengan semakin tingginya aktivitas membaca firman maka semakin banyak pula penanda yang dapat kita buat. Baik itu penanda dengan menggunakan pembatas bawaan, kertas dan kartu-kartu positif maupun dengan mengarsirnya langsung. Kebiasaan membuat penanda seperti ini membuat kita dekat dengan firman sehingga semakin lama semakin di dorong untuk lebih paham dan mengerti tentang firman.

  15. Membuat seseorang bebas kemana saja setelah kebaktian.

    Bagi kita yang selalu membawa versi Alkitab cetak pasti akan selalu pulang ke rumah saat kebaktian atau persekutuan muda-mudi telah selesai. Sebab buku tebal itu harus sampai ke rumah dahulu. Kita juga bertemu dengan orang tua dan saudara-saudari di rumah sambil bercengkrama satu sama lain. Saat memutuskan untuk berkunjung ke suatu tempat pastilah akan pamitan dulu ke keluarga.

    Tetapi saat yang dibawa setiap kebaktian atau persekutuan adalah versi elektronik, anda bisa saja tidak langsung pulang ke rumah melainkan langsung mengikuti acara tertentu yang sedang menunggu untuk diikuti. Keadaan ini, membuat keberadaan anda tidak diketahui oleh anggota keluarga lainnya. Kebiasaan tidak langsung pulang ke rumah setelah kebaktian/ persekutuan tertentu bisa membuat seseorang menjadi liar padahal di hari minggu sebaiknya aktivitas di luar rumah diminimalisir (hukum Taurat: Kuduskanlah hari sabat).

  16. Kita seolah diajarkan untuk malas.

    Emang beratsih teman membawa-bawa buku Alkitab yang ukuran dan tebalnya lumayan besar itu. Tapi tahukah anda bahwa membawa-bawa ini bisa jadi suatu beban yang melepaskan kalori anda sehingga membuat lemak-lemak yang berlebih terbakar di dalam tubuh!

    Lagipula jika kita tidak mau sedikit berlelah di dalam hidup ini, bisa-bisa mengajarkan kita untuk lebih suka yang cepat dan praktis saja. Padahal tidak semua yang cepat dan praktis itu baik lho teman. Terkadang hal-hal digital semacam itu bisa mengajarkan anda uintuk cenderung meninggalkan kebiasaan baik. Kalau mau melakukan sesuatu harus praktis, jika tidak malas dan enggan untuk bekerja keras.

    Sadarilah teman bahwa malas itu tidak ada obatnya tetapi saat anda bertekad dan memutuskan bahwa hidup ini harus dilalui dengan penuh perjuangan niscaya segala sesuatu bisa dikerjakan dengan penuh semangat.

  17. Kita seolah diajarkan untuk terpecah-pecah/ tercerai berai.

    Mengapa kami berkata demikian? Memang ada beberapa keunggulan saat menggunakan versi digital lewat keunggulan fiturnya yang dapat membantu kita untuk mencari kata-kata terntentu di dalam Kitab Suci. Tetapi software Alkitab Elektronik 2.0 yang gratisan dan tersebar luas di internet benar-benar kacau balau. Setiap ayatnya tidak lagi bersambung di dalam satu paragraf sebab masing-masing ayat telah dipisahkan dari yang lainnya. Demikian juga dengan perikop judul yang telah dipisahkan dari isinya.

    Kami tidak mengerti mengapa hal ini bisa terjadi, mungkin saja karena yang kita download sehari-hari adalah versi gratis sehingga bentuk dan susunan teks dalam paragraf terkesan kacau balau. Ini seperti sebuah simbol-simbol perpecahan yang sengaja disebarkan agar orang-orang Kristen semakin membentuk banyak sekte/ aliran kepercayaan. Perpecahan ini telah dimulai oleh karena itu, waspadalah!

Bolehkah kita menggunakan Alkitab elektronik versi digital? Menurut kami, siapapun dia yang memilikinya berhak untuk menggunakan versi elektronik ini. Hanya saja baiklah kita menyesuaikan semuanya itu dengan konteks yang sedang di hadapi. Jika memang kita sedang berurusan dengan konten digital, tulisan online, khotbah digital, wawancara online, pembacaan online dan lain sebagainya yang mengharuskan kita untuk memasuki dunia maya, gunakanlah versi digital. Tetapi jikalau aktivitas kita berhubungan langsung dengan dunia nyata, pembacaan secara langsung, khotbah langsung, persekutuan/ kebaktian langsung, diskusi dengan tatap muka dan lain sebagainya yang mengharuskan kita untuk melakukan komunikasi langsung di dunia nyata, gunakanlah versi cetak. Ingatlah pepatah yang mengatakan, “dimana tanah di pijak, disitu langit dijunjung;” saat anda sedang online, gunakan yang elektronik. Selama aktivitas tersebut dilakukan senyatanya dan secara langsung, sebaiknya dan sebisa mungkin gunakanlah Alkitab cetak.

Beberapa sumber dari tulisa ini diperoleh dari situs: Apps4GOD.

Salam, Jadilah Kristen yang tangguh tapi santun!

2 replies »

  1. Semuanya rasional dapat di maklumi. Kita tidak perlu tergantung dari yang ada di dunia ini. Baiklah kita bersyukur akan hikmat yang Tuhan berikan. Jangan saling menyalahkan. Sebab firman Tuhan Kekal selamalamanya. turutlah dengan hukum yg utama dan terutama.

    Suka

    • Setuju teman, jangan saling menghakimi.
      Terkhusus lewat komentar ini kami mohon maaf kalau telah menghakimi seseorang. Kami sadar, tulisan ini tidaklah sempurna tapi lebih baik dari pada tidak ada.
      Kasih kepada Allah dan sesama manusia adalah segalanya…..
      Salam…..

      Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.