Kepribadian

+10 Perbedaan Senang Dan Bahagia – Kesenangan Cepat Tetapi Kebahagiaan Selamanya

Perbedaan Senang Dan Bahagia – Kesenangan Cepat Tetapi Kebahagiaan Selamanya

Hidup di dunia ini hanya sementara saja, jadi nikmatilah itu apa adanya. Bebaskan dirimu dari berbagai beban yang datang dari luar maupun dari dalam. Beban dari luar biasanya berasal dari tanggung jawab yang diberikan kepada kita tetapi belum selesai. Sedang beban yang berasal dari dalam adalah rasa bersalah karena tidak memanfaatkan kesempatan untuk melakukan kebaikan dan telah melakukan kesalahan. Bila kita sudah mampu bebass dari semua keterbebanan ini maka dipastikan bahwa rasa bahagia itu akan dapat diraih dengan mudah. Tetapi bagi mereka yang masih penuh dengan keterbebanan, akan lebih sulit meraihnya mungkin juga bisa tetapi itu hanya kesenangan seperti kelap-kelip.

Sungguh tidak nyaman hati ini rasanya akibat begitu banyak beban yang dipikul. Rasanya pikiran tertambat pada suatu rasa yang tidak menyenangkan. Seolah kita mencoba untuk melepaskan semuanya tetapi tidak mampu. Oleh karena itu, sebelum melepaskan hal-hal tersebut maka kitapun tidak akan pernah bahagia, mungkin akan terlihat senang tetapi itu hanya terjadi lewat penampilan yang diekspresikan ke luar sedang dalamannya penuh ketidaktenteraman. Suasana hati semacam ini juga akan terus dialami. Oleh karena itu, ikhlaskan dan lepaskan apa yang bisa dilepaskan tetapi ikat apa yang masih bisa diikat. Ini adalah awal untuk meraih rasa tenteram di dalam hati.

Kami contohkan saja seperti apa yang dialami akhir-akhir ini dimana belum dapat pekerjaan tetap, gaji juga tidak ada, pasangan hidup tidak, orang tua tidak mendukung dan saudara-saudari tidak membantu. Intinya adalah tidak ada jalan, seolah-olah kami terjebak dalam situasi paling memilukan seumur hidup. Tetapi diri ini tidak pernah mengeluh atau menyalahkan ini itu. Melainkan kami memilih untuk melepaskan semuanya, mengikhlaskan yang berlalu, dan menggenggam apa yang bisa kami pegang teguh. Termasuk di dalamnya adalah merelakan dan mengiyakan semua ejekan, penghinaan dan bully yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab. Dari sinilah kami mulai memahami bahwa sesungguhnya melepaskan rasa sakit dengan memaafkan orang lain sungguh indah.

Pengertian

Bahgia adalah  (a) keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan); (b) beruntung; berbahagia. Sedangkan senang adalah (1) puas dan lega, tanpa rasa susah dan kecewa, dan sebagainya; (2) betah; (3) berbahagia (tidak ada sesuatu yang menyusahkan, tidak kurang suatu apa dl hidupnya); (4) suka; (5) sayang; (6) keadaan baik (tentang kesehatan, kenyamanan, dan sebagainya); (7) mudah; serba mudah; praktis (KBBI Luring). Menurut kami, bahagia lebih identik dengan rasa senang yang dialami hati sekalipun indra tidak atau sedang menikmati sesautu. Tetapi senang adalah rasa riang yang diawali dan diakhiri oleh rangsangan di sekitar panca indra.

Senang adalah keadaan seseorang yang terlihat dan terdengar sedang bersukacita yang kerap diekspresikan dengan tersenyum lebar (tertawa) atau bisa juga diungkapkan lewat kata-kata. Sedangkan bahagia adalah rasa sukacita yang terkendali, tenang dan damai yang terkadang bisa diekspresikan dengan senyum mungil sederhana. Orang yang hidupnya selalu menyenangkan, tetap bisa diamati oleh sesamanya. Lain halnya dengan mereka yang selalu berbahagia yang lebih banyak tidak bisa diamati orang lain. Sayang, rasa ini lebih egois, artinya bila perlu hanya kitalah yang mengalami sukacita.  Sedangkan kebahagiaan hati bisa saja terwujud saat kita bisa turut membahagiakan orang lain.

Pertemuan antara keduanya

Ada saat dimana kedua rasa ini dapat bertemu satu sama lain. Itu terjadi saat orang-orang saling berkumpul satu sama lain lalu bekerja sama atau bercengkrama tentang berbagai hal. Artinya, kedua rasa ini hanya bisa dipertemukan saat kita bersukacita bersama orang lain, dengan demikian rasa senang yang kita alami tidak bertentangan dengan kehadiran sesama melainkan mereka juga turut berbahagia atas apa yang sedang kita rasakan. Saat bersama orang lain, kita bisa mengungkapkan rasa sukacita itu sendiri dan bisa turut membagikannya dengan orang lain sehingga membuat mereka turut dalam kebahagiaan kita.

Orang yang bahagia selalu senang tetapi mereka yang kelihatan senang tidak selalu dalam keadaan berbahagia. Kesenangan hidup lebih memfokuskan seseorang kepada kelima indranya. Ini menggiring mereka untuk menggunakan uang lebih banyak sebab segala nikmat duniawi selalu dibeli terlebiha dahulu. Gemerlapan duniawi memang bisa mengkelabui orang lain, mereka bisa melihat senyum dan tawa yang anda ekspresikan. Tetapi, ini bukanlah selalu menjadi jaminan bahwa di dalam hati ada hasrat kebahagiaan yang sifatnya terus-menerus terpancar. Satu-satunya jalan mengetahui suasana hati seseorang (kebahagiaan) adalah dengan cara menanyakan hal tersebut kepadanya.

Kesenangan itu sempit sedangkan kebahagiaan luas

Kesenangan seseorang bisa jadi terlalu sempit sebab hal tersebut hanya menyangkut sesuatu yang ada di sekitarnya saja. Segala sesuatu yang bisa dinikmati oleh panca indra disanalah tergantung rasa ini. Saat indra menikmati hal-ha yang lebih baik maka tepat saati itu juga kesenangan kita memuncak. Tetapi begitu kita melihat orang lain masih jauh lebih baik dari diri ini maka tepat saat itu juga rasa yang menyenangkan tersebut ditebas. Jadi bisa dikatakan bahwa ada sisi fluktuatif yang membuat kita tidak tenang dalam menikmatinya. Bahkan bisa kami katakan bahwa semakin lemah kepribadian seseorang maka semakin mudah untuk menggoyahkan perasaan yang menyenangkan kini.

Kebahagiaan seseorang bisa jadi sesuatu yang lebih dalam yang menembus ke dalam ulu hatinya. Suatu tingkat kemurnian hidup tanpa penyesalan sedikitpun yang telah yakin dengan pasti akan sesuatu yang diharapkannya. Orang bahagia karena mereka mengingat surga yang jauh lebih indah dari segala sesuatu yang ada di dunia ini. Pada kehidupan ke dua, waktu kita selamanya tetapi di bumi ini, kita hanya sementara. Pengharapan akan hidup yang kekal inilah yang menjadi sumber sukacita sejati yang kemungkinan besar tidak dapat diamati orang lain tetapi dapat kita rasakan dengan penuh rasa syukur. Pada akhirnya, kebahagiaan yang terbentuk oleh kebiasaan akan bertahan lebih lama, inilah rasa yang selalu ada bila pikiran dan sikap berada di jalur yang benar.

Rasa senang orang kaya dengan orang miskin sama saja.

Orang yang tidak memiliki banyak uang (hidup sederhana) rasa senangnya tidak begitu terlihat/ tidak dapat diamati oleh orang lain. Tetapi mereka yang memiliki banyak sumber daya, kesenangan hidupnya sangat terlihat jelas dan lebih sering diekspresikan, baik lewat tawa, penampilan, pesta dan lain sebagainya. Soal kebahagiaan, lain lagi ceritanya. Jika mereka yang hidupnya sederhana ini dipenuhi dengan iri hati terhadap orang-orang kaya maka dipastikan bahwa kebahagiaannya dangkal sempit dan pendek. Demikian juga ketika orang kaya-raya ini selalu membanggakan dan menganggarkan harta benda dan kekuasaannya niscaya bahagianya juga terkesan kerdil, lemah dan sulit dicapai.

Perbedaan antara kesenangan dan kebahagiaan

Dua hal ini sepertinya sama saja tetapi sesungguhnya memiliki sumber kekuatan yang berbeda.  Memang harus kita akui bahwa orang yang berbahagia erat kaitannya dengan kemampuan mengelola dan mengatur pola pikir sendiri. Semakin ahli seseorang mengatur jalan pikirannya sehingga tidak banyak menentang hal-hal yang tak pasti maka semakin baik rasa bahagianya. Sebaliknya menentang, menolak dan melawan terlalu banyak hal di dunia ini bisa membuat pikiran kita kacau balau dan cenderung membuat kita semakin jauh dari sukacita. Bila hendak menentang sesuatu sebaiknya ungkapkan pada forum-forum yang tepat atau bisa juga melakukannya melalui dunia maya (media sosial). Tetapi jangan menghidupi apalagi membawa rasa perlawanan tersebut kemana-mana. Melainkan begitu diungkapkan maka semuanya dilepaskan dan dimaafkan. Soal orang lain peduli atau tidak dan bagaimana solusinya, biarkan waktu yang menjawab.

Berikut ini, akan kami jabarkan sedikit tentang perbedaan dan perbandingan antara kedua hal ini.

No

Perbedaan Antara

Senang

Bahagia

1.

Sangat dekat dengan arogansi.

Rasa senang itu selalu berhubungan dengan sesuatu yang lebih baik dari orang lain dari sisi materi. Orang-orang bisa saja memiliki pakaian, sepatu, tas, kendaraan (dan barang lainnya) yang berfungsi baik tetapi jika ada orang lain di sekitarnya yang memiliki hal yang lebih bernilai maka keadaan tersebut bisa mengurangi bahkan menghillangkan rasa senang.

Sangat dekat dengan kerendahan hati.

Suatu kemampuan untuk hidup sederhana dengan materi ala kadarnya saja. Apa yang dibutuhkan itulah yang dibeli. Saat hati merasa lebih, kita berupaya untuk merendahkannya dengan menyangkal diri. Tepat ketika kita menjadi sombong maka rasa bahagia itu bisa terguncang dan digantikan oleh rasa bersalah atau rasa gelisah.

2.

Kesenangan itu sifatnya egois yang hanya berhubungan dengan sukacita yang kita rasakan sendiri atau yang dirasakan oleh orang-orang yang kita cintai saja. Sedang kita tidak begitu peduli dengan keberadaan orang lain. Artinya, bisa saja rasa senang yang kita alami diwujudkan dengan mengorbankan kenyamanan hidup orang lain.

Kebahagiaan itu sifatnya adalah sukacita yang lebih luas sebab kitapun menjadi bahagia saat mampu membahagiakan orang lain. Bahkan banyak orang yang meyakini bahwa semakin banyak kita membahagiakan orang lain maka kebahagiaan kitapun akan semakin penuh.

3.

Sangat berhubungan dengan sesuatu yang sangat diinginkan.

Saat apa yang diinginkan hati telah terwujud maka tepat saat itu jugalah ada kesenangan. Entah keinginan itu kita butuhkan atau tidak, entah itu hanya sebuah fantasi yang diangankan saja. Apakah itu nafsu yang logis atau tidak, yang terpenting adalah hal tersebut terwujud entah itu di dunia nyata maupun di dalam mimpi.

Sangat berhubungan dengan pengharapan yang dimiliki.

Orang yang memiliki pengharapan tidak memiliki tujuan yang jelas di bumi ini. Artinya, mereka tidak hidup berdasarkan keinginannya melainkan semua mengalir apa adanya tetapi bukan dalam arti tidak berusaha. Melainkan usaha itu ada tetapi hasilnya dipasrahkan kepada Tuhan saja. Pengharapan itu lebih dekat kepada hal-hal sorgawi. Ini bukan sesuatu tentang keinginan duniawi melainkan sebuah harapan untuk mencapai sorga yaitu dunia yang sempurna dimana semua yang kita butuhkan sudah ada. Pengaharapan bahwa suatu saat di kehidupan yang lain segala penderitaan, rasa sakit, kelemahan, kesedihan (dan keburukan yang lainnya) tidak ada.

4.

Sesaat saja.

Ketika dipuji orang paling 3 detik. Saat menikmati makanan paling 15 menit. Sewaktu menonton tidak sepanjang film itu kita senang melainkan hanya pada waktu-waktu klimaks atau saat-saat yang kita sukai saja. Sejak menikmati kemeja atau gaun yang baru dibeli,  itu hanya berlangsung saat kita bercermin melihatnya di kaca setelah itu semua kesenangannya terlupakan seiring dengan kesibukan yang dijalani.

Berlangsung terus-menerus.

Suatu rasa yang terus ada selama kita mampu menjaga pikiran dan sikap tetap positif. Saat ketiga hal ini (hati, tutur kata, perilaku) berlangsung di jalan yang baik dan benar maka selama itu pula kebahagiaan seseorang tetap ada. Ini tidak ada batasanya sebab selama anda mampu mengekspresikan/ mengeluarkan hal-hal positif dari dalam hati maka selama itu pula bahagia selalu ada.

5.

Berasal dari luar – Berhubungan dengan kepuasan indra.

Segala hal materi yang rupa-rupanya indah akan memuaskan panca indra saat menikmatinya. Ini disebut dengan kepuasan yang pemicunya berasal dari luar diri sendiri. Saat apa yang kita lihat dengan indra lebih besar dan hebat dari orang lain maka tepat saat itu pula ada rasa senang keluar dari dalam hati. Ini berhubungan erat dengan materi yang luar biasa, misalnya membeli barang-barang mewah, perhiasan mahal, kendaraan mewah, rumah megah dan lain-lain.

Berasal dari dalam – Sangat erat hubungannya dengan kepuasan hati.

Ini berhubungan erat dengan kemampuan seseorang untuk menciptakan hal-hal positif di dalam pikirannya lalu siap mengekspresikan hal tersebut lewat tutur kata dan perilaku yang baik kepada sesama. Jadi kebahagiaan itu sangat bergantung pada apa yang keluar dari dalam dirimu (hasil pemikiran lalu diekspresikan lewat sikap).

6.

Bisa saja berasal dari dalam dengan memikirkan hal yang indah-indah.

Rasa senang itu juga bisa dipicu oleh imajinasi kita yang melayang-layang untuk memikirkan hal yang indah-indah. Dengan imajinasi kita bisa menjadi apa saja sehingga sangat menyenangkan. Saat kita berkhayal bisa membuat diri ini terlena sehingga lupa waktu dan segala sesuatu menjadi terlupakan.

Bahagia itu bisa dipicu oleh hal-hal yang ada di luar yang dijalani dan dinikmati dengan penuh rasa syukur.

Apapun hal yang dinikmati oleh indra bisa membuat hati bahagia asalkan semua itu disyukuri. Hati akan merasa puas dan berbahagia karena sesederhana apapun hal yang kita miliki di dunia telah diklaim sebagai kehendak/ keputusan/ ketetapan Tuhan. Apapun kejadian yang berlangsung di luar sana bisa memicu kebahagiaan, tepat saat kita merasa bahwa itu adalah hal terbaik yang diberikan Tuhan hingga saat ini.

7.

Selalu berkaitan erat dengan kemampuan menjaga hal-hal materi tetap waw.

Menjaga materi di sekitar kita tetap luar biasa dan lain dari yang lain adalah inti dari kesenangan. Semakin berbeda, semakin lebih dan semakin unggul hal-hal materi yang dimiliki maka selama itulah kita senang.

 

Berkaitan dengan kemampuan seseorang menjaga pikirannya tetap positif dari waktu ke waktu.

Ini erat kaitannya dengan manajemen pola pikir. Terserah apa yang sedang berlangsung di luar sana, yang terpenting adalah pikiran tetap positif saat menanggapinya. Kemampuan menjaga suasana hati tetap baik sekalipun hal-hal yang berlangsung di luar sana masih jelek/ buruk.

8.

Tidak stabil.

Keberadaannya tidak hanya tergantung pada diri kita sendiri tetapi orang lain juga turut menentukannya. Akibatnya, rasa tersebut datang dan pergi secara tidak menentu.

Sangat stabil.

Keberadaannya adalah suatu pengenalan pikiran yang sangat mentoleransi berbagai peristiwa di luar dirinya. Artinya, sekalipun dunia bergejolak tetapi hatinya tetap berbahagia .

9.

Selalu berasa bisa diketahui orang lain. Bahkan kesenangan seseorang bisa diekspresikannya dengan cara yang luar biasa, entah itu dengan tertawa, melompat-lompat, berkata “yes, hore” dan lain sebagainya.

Sering sekali rasa itu tidak bisa diamati oleh sesama. Biasanya ini baru diketahui saat kita bertanya kepada seseorang seputar suasana hatinya.

10.

Kebanyakan berbayar, membutuhkan sejumlah uang untuk memperolehnya.

Segala kesenangan biasanya harus dibayarkan dengan sejumlah uang. Ini berhubungan erat dengan kemampuan kita membeli sesuatu, semakin tinggi nilai yang kita belanjakan maka semakin senang hati ini.

Rata-rata gratis, hanya perlu diekspresikan di dalam pikiran, perkataan dan perilaku sehari-hari.

Bahagia itu gratis. Anda tidak perlu membeli apapun, cukup dengan mensyukuri apa yang sudah dimiliki saat ini. Lalu jagalah pikiran dan sikap yang diekspresikan tetap berada di jalur yang positif dan benar adanya.

11.

Mudah buyar oleh gangguan sosial yang tidak menyenangkan.

Begitu masalah terjadi maka tepat saat itulah kesenangan kita terhenti. Seolah-olah rasa tersebut dipotong/ dikebiri seiring dengan datangnya pencobaan hidup.

Tetap aktif sekalipun saat sedang dalam pencobaan.

Bahagia itu sangatlah stabil sekalipun di tengah masalah. Saat kita mampu berpikir positif menanggapi persoalan maka tepat saat itulah ada kebahagiaan. Orang yang tidak membiarkan pikiran negatif menghantui kehidupannya adalah yang selalu berbahagia. Pikiran negatif itu seperti iri hati, sombong, suudzon, sungut-sungut, penyesalan dan lain sebagainya.

12.

Sangat tergantung dengan pesona duniawi yang dinikmati.

Keindahan materi sangat menentukan kesenangan hati. Semakin indah sesuatu maka semakin baik keadaannya dari yang lain maka di saat itulah semua terasa menyenangkan.

Bergantung dari kemampuan menjaga aktivitas tetap positif (pikiran, perkataan dan perbuatan).

Kebahagiaan lebih dekat kepada hal-hal yang baik yang keluar dari dalam diri kita. Semuanya itu terdiri dari suasana pikiran, perkataan dan perilaku yang tidak jauh jauh dari kebenaran sejati.

13.

Kesenangan tidak ada hubungannya dengan hubungan yang baik dengan Allah dan sesama.

Buktinya orang ateis di luar sana tetap menikmati hidupnya yang menyenangkan. Demikian juga para penjahat, koruptor, pemfitnah dan semua orang-orang yang buruk sifatnya selalu senang dengan semua gelimangan harta yang dimilikinya.

Kebahagiaan erat kaitannya dengan hubungan baik kita dengan sesama dan Tuhan sendiri.

Mustahil kita bisa bahagia saat hubungan dengan Tuhan sedang tidak baik oleh karena banyaknya pelanggaran yang berujung pada dosa. Saat hubungan kita dengan orang lain baik maka ada kebahagiaan. Sekalipun seseorang tidak mau berbaikan kepada kita tetapi kita tetap baik kepadanya. Yang penting kita penuhi apa yang menjadi tanggung jawab (mengasihi sesama) terserah tanggapannya baik atau buruk.

14.

Semakin banyak uang semakin senang.

Itulah mengapa seseorang yang punya banyak uang tetap memiliki hidup yang menyenangkan sebab indranya selalu disodorkan dengan kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang tidak pernah usai. Membutuhkan sumber daya yang besar untuk mewujudkan semuanya ini.

Semakin banyak fokus kepada Tuhan dan berbagi kasih kepada sesama (lewat pelajaran dan pekerjaan) maka semakin bahagia.

Ini sangat tergantung dari kecerdasan kita untuk selalu fokus kepada Tuhan sembari melakukan berbagai aktivitas positif lainnya (belajar dan bekerja). Kebaikan hati kepada sesama jangan pernah biarkan lowong, begitu ada kesempatan, ramahlah!

15.

Kesenangan itu akan berhenti seiring dengan berakhirnya moment menikmati hidup.

Rasa senang itu hanyalah salah satu akibat dari suatu keadaan yang sedang berlangsung di sekitar kita. Ketika gemerlapan duniawi datang menghampiri hidup ini maka tepat saat itu suasana yang menengkan

Kebahagiaan akan berhenti begitu hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia terganggu.

Rasa bahagia adalah suatu rasa yang timbul karena kita mampu menjaga aktivitas pikiran dan kehidupan tetap positif. Ini memang terjadi sebagai akibat dari sikap kita yang baik dan benar kepada Allah dan sesama.

16.

Kesenangan hidup terpancar lewat lewat tawa dan penampilan yang luar biasa.

Ini bisa diamati dan didengarkan orang lain , baik lewat tawa kegirangan dan oleh berbagai-bagai tampilan dan aksesoris yang digunakan.

Orang yang berbahagia terpancar lewat kehidupannya yang semakin mengasihi (berbagi kebaikan kepada) sesama, mudah memaafkan orang lain dan, siap menjalani ujian hidup (tetap tenang).

17.

Didalam tekanan seseorang tidak mampu mencicipi kesenangan. Mungkin saja ia mampu tertawa karena masalahnya tetapi hal tersebut hanyalah sebagai pelarian sedang hati berkata sebaliknya.

Saat diperhadapkan dengan masalah, manusia yang bijak bisa merasa berbahagia sebab ia tahu bahwa persoalan tersebut bermanfaat untuk mendewasakan dan membuatnya bijak.

18.

Seseorang masih bisa terlihat senang sekalipun ada beban hidup (tanggung jawab yang belum selesai, kesempatan berbuat baik yang disia-siakan dan rasa bersalah)

Bahagianya hati seolah merancu tepat di saat ada tanggung jawab belum selesai, kasih kepada sesama yang ditahan-tahan dan rasa bersalah karena sesuatu dan lain hal (beban hidup).

19.

Pada satu titik ada kebosanan dan menginginkan lebih.

Saat kita terlalu sering menikmati materi tertentu maka secara berangsur-angsur akan timbul kebosanan. Suatu saat rasa ini akan berujung pada rasa muak terhadap sesuatu dan ingin segera yang lebih dari itu.

Tidak ada istilah jenuh asalkan hidup terus dijalani dengan positif.

Orang yang selalu beraktivitas mengupayakan berbagai hal positif  untuk diikutkan dalam kesehariaannya. Kemampuan untuk fokus dan bernyanyi kepada Tuhan juga semakin kreatif. Segala sesuatu yang terjadi di dalam hidupnya  dan aktivitas yang dilakukannya dilantunkan untuk kemuliaan nama Tuhan.

20.

Dari anak kecil, muda hingga dewasa bisa merasakannya.

Mudah saja untuk membuat seseorang senang, berikan/ belikan mereka sesuatu yang mahal dan berharga dari yang dimiliki oleh kebanyakan orang maka rasa itu pastilah akan muncul juga.

Ini adalah rasa yang butuh latihan untuk mewujudkannya.

Hanya orang-orang yang sudah terlatih dan teruji yang bisa berbahagia dari waktu ke waktu. Sebab suasana hati yang tenang, damai dan terkendali seperti ini membutuhkan latihan yang terus-menerus. Juga semakin banyak pergumulan hidup yang dihadapi oleh seseorang maka semakin stabil rasa bahagia tersebut.

Sedikit tambahan lagi antara perbandingan keduanya.

Perbedaan kesenangan indra dan kebahagiaan hati

Orang yang lagi senang itu bisa diamati dengan panca indra sedangkan hal tersebut belum tentu menyukakan hati orang-orang yang ada di sekelilingnya. Tetapi, kebahagiaan yang kita rasakan adalah sukacita yang mungkin tidak teramati namun bisa ditularkan kepada sesama sehingga membuatnya turut berbahagia. Orang yang menyenangkan selalu bisa membuat dirinya sendiri nyaman tetapi orang yang membahagiakan dapat membuat sesamanya berbahagia lewat sikap (tutur kata dan perbuatan) yang diekspresikannya dari waktu ke waktu. Kedua hal ini memang berbeda dimana kesenangan lebih bersifat individualis dan tidak mempedulikan sekitarnya. Sedangkan kebahagiaan bisa menjadi suatu energi kebaikan yang akan diekspresikan kepada sesama dimulai dari hal-hal kecil, misalnya dengan beramah tamah (senyum, sapa, salam, terimakasih, tolong, maaf, menjadi pendengar yang baik). Dan selanjutnya kebaikan itu bisa diwujudkan berdasarkan potensi dan sumber daya yang kita miliki masing-masing.

Salam, Nikmati hidup maka andapun akan senang,
Bahagiakan orang lain maka andapun akan berbahagia
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.