Keluarga

10 Alasan Alkitab Salah Beberapa Telah Bias Dari Kebenaran Sejati : Benar Di Zamannya Tetapi Tidak Relevan Zaman Sekarang


Alasan Alkitab Salah, Telah Bias Dari Kebenaran Sejati - Benar Di Zamannya Tetapi Tidak Relevan Zaman Sekarang

Kristen Sejati – Apakah seluruh isi Alkitab benar adanya? Lalu apakah semua nabi/ rasul yang menulis kitab-kitab yang terdapat di dalamnya beroleh ilham dari Roh Kudus? Jadi, apakah segala sesuatu yang tertulis di dalam Alkitab dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? Pertanyaan-pertanyaan seputar beberapa hal di dalamnya yang kerap kali bertentangan satu sama lain kerap menimbulkan kontroversi sehingga muncullah keraguan. Lalu apakah keraguan ini akan berdampak pada orisinalitas/ keaslian dari kitab-kitab yang tersusun rapi di dalamnya?

Panjang jalan yang dibutuhkan untuk menemukan kebenaran

Pencarian akan kebenaran sejati memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tetapi Tuhan telah menaruh bibit-bibit itu di dalam setiap kisah perjalanan bangsa Israel. Hal ini mengajarkan kita bahwa segala sesuatu butuh proses yang memakan waktu. Tentu saja jika Tuhan hanya memberi tahu bahwa inti dari masalah sosial dalam masyarakat adalah manusia yang fokus kehidupannya tertuju pada hal-hal duniawi dan sistem masyarakat yang tidak adil (tidak mengasihi sesama seperti diri sendiri) : pastilah banyak orang yang tidak mengerti. Tetapi lewat perjalanan kehidupan bangsa Israel, kita bisa memahami bahwa kasih kepada Allah dan sesama yang diabaikan akan berujung pada kejahatan, manipulasi dan peperangan.

a. Pada awalnya, kebenaran diwujudkan dengan memusnahkan orang kafir

Bila kita membaca, mempelajari dan menelaah baik-baik perjanjian lama maka akan menemukan kental sekali rasa arogansi yang terkandung di beberapa bagian. Ini menegaskan kepada kita bahwa memang pada masa tersebut hanya orang Israellah yang diberkati sedangkan orang-orang yang ada di sekitarnya adalah musuh. Pada masa ini terjadi proses pemurnian kehidupan total dimana orang-orang yang berdosa dibunuh dan kota-kota mereka dibakar oleh orang benar. Sehingga muncullah paradigma bahwa bangsa lain yang berada di sekelilingnya adalah bangsa kafir dan harus ditumpas.

(Bilangan  23:9) Sebab dari puncak gunung-gunung batu aku melihat mereka, dari bukit-bukit aku memandang mereka. Lihat, suatu bangsa yang diam tersendiri dan tidak mau dihitung di antara bangsa-bangsa kafir.

Lagi katanya…

(Ulangan  20:17) melainkan kautumpas sama sekali, yakni orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya mereka jangan mengajar kamu berbuat sesuai dengan segala kekejian, yang dilakukan mereka bagi allah mereka, sehingga kamu berbuat dosa kepada TUHAN, Allahmu.

b. Kebenaran digerogoti oleh kekuasaan dan cinta uang

Tentu saja nilai-nilai semacam ini sangat bertentangan dengan inti dari kitab suci dan kitab para nabi itu sendiri, yakni mengasihi Allah sepenuhnya dan mengasihi sesama seperti diri sendiri. Penyimpangan semacam ini memang sengaja dibiarkan Tuhan agar kita bisa belajar dari sana. Sebab segala sesuatu yang menyimpang pastilah akan mengakibatkan kerusakan, baik secara masif (terselubung – manipulasi) maupun secara langsung (kejahatan – kekerasan). Keadaan ini jelas membuat sifat-sifat manusia cenderung mementingkan dirinya sendiri, mementingkan kaum keluarga, dan mementingkan sukunya saja.

Sifat manusia yang egois dan arogan cenderung menganggap rendah kehidupan orang lain. Pada awalnya, ketika bangsa lain ada di sekelilingnya maka orang-orang itulah yang dianggap sebagai kafir. Orang Israel akan berperang melawan dan menindas orang yang dianggap kafir tersebut. Saat orang kafir di sekelilingnya sudah lenyap maka arogansinya yang semula merasa lebih hebat dari bangsa lain kini beralih menjadi merasa lebih baik dari bangsa sendiri. Merekalah kepala yang harus dipatuhi dimana semua keinginannya harus dituruti sehingga berujung pada tindakan yang sewenang-wenang. Semua kejahatan itu semata-mata demi memenuhi hasratnya yang begitu serakah terhadap materi.

Sifat egois semacam ini cenderung berubah menjadi arogansi dimana manusia selalu ingin lebih dan lebih lagi dari sesamanya. Para penguasa, pemimpin dan imam telah dibutakan oleh uang. Fokus kehidupan mereka pada materi sangat kuat sehingga berusaha meraih hal tersebut sebanyak-banyaknya. Tidak masalah bagi mereka jika mewujudkannya dengan menghalalkan segala cara. Mereka seolah saling bersaing dalam rasa iri hati untuk bekerja lebih keras mencari harta benda lagi dan lagi sampai melupakan kebenaran. Kegilaan akan uang mendorong para petinggi negeri terjerumus dalam praktek manipulasi yang dikonspirasikan sehingga mereka beroleh untung yang banyak dari masyarakat luas.

(Yesaya  1:23) Para pemimpinmu adalah pemberontak dan bersekongkol dengan pencuri. Semuanya suka menerima suap dan mengejar sogok. Mereka tidak membela hak anak-anak yatim, dan perkara janda-janda tidak sampai kepada mereka.

c. Keadilan dicapai dimana dosa akan dihakimi lewat peperangan

Iri hati dan kesombongan yang berlangsung dalam masyarakat telah menyebabkan tingginya persaingan. Semakin tinggi persaingan maka semakin besar pula penggunaan sumber daya dan semakin tingginya resiko perselisihan. Lama-kelamaan semua keadaan tersebut semakin merusak sistem bermasyarakat. Keadaan ini memicu konflik yang dijawab dengan perang sehingga menyebabkan pertempuran yang bisa berakhir dengan kemenangan atau kekalahan. Pada akhirnya, semua pihak yang terlibat akan menjadi hancur lebur dalam peperangan dan pembuangan. Demikianlah perputaran kehidupan di masa lampau yang berkutat di situ-situ saja akibat ketidakadilan sosial.

(II Raja-raja  24:14-15) Ia mengangkut seluruh penduduk Yerusalem ke dalam pembuangan, semua panglima dan semua pahlawan yang gagah perkasa, sepuluh ribu orang tawanan, juga semua tukang dan pandai besi; tidak ada yang ditinggalkan kecuali orang-orang lemah dari rakyat negeri. Ia mengangkut Yoyakhin ke dalam pembuangan ke Babel, juga ibunda raja, isteri-isteri raja, pegawai-pegawai istananya dan orang-orang berkuasa di negeri itu dibawanya sebagai orang buangan dari Yerusalem ke Babel.

Apa makna di balik semuanya itu?

Pada awalnya, sikap arogan itu memang dibutuhkan untuk membantu kita agar lebih unggul dari orang-orang berdosa. Tepat saat orang-orang berdosa itu telah lenyap maka rasa arogansi itu kemudian beralih kepada saudara-saudara sendiri. Manusia ingin lebih unggul dari manusia lainnya dengan cara menekan saudara-saudaranya yang kehidupannya terlantar. Para pemimpinnya sendirilah yang akan berkonspirasi untuk memeras kehidupan masyarakat kecil sehingga dirinya semakin bertambah-tambah kaya. Ketika kejahatan penduduknya penuh dan memuncak di mata Tuhan maka mereka akan menyerahkan bangsa itu pada penyakit, mata pedang dan hewan buas hingga berakhir dalam pembuangan. Kemudian setelah itu akan ada pemulihan dimana proses ini terus berlanjut dan berputar-putar di situ saja.

Pola Kehidupan Masyarakat Berputar Disitu-Situ Saja Akibat Miinimnya Kebersamaan Dan Keadilan Sosial Tetapi Tinggi Arogansi

Seharusnya, ketika kita telah mengetahui kehidupan umat pilihan Allah berputar-putar di situ-situ saja maka bisa belajar dari semuanya itu. Tanpa keadilan sosial, tidak ada yang namanya kebersamaan sekalipun masyarakat terlihat hidup bergaul karib dengan yang lainnya. Sebab tanpa kesetaraan manusia dikuasai oleh hasrat arogansi yang selalu ingin lebih dari orang lain. Memang pada awalnya, sifat arogan ini baik adanya sebab dilampiaskan kepada bangsa lain yang asing dan bukan saudara. Tetapi lama-kelamaan ketika orang-orang kafir tersebut telah tersingkirkan maka sifat arogan itu diterapkan pula kepada saudara sebangsa. Dari sinilah segala kejahatan, manipulasi, konspirasi yang berujung pada perang dan pembuangan. Ujung-ujungnya akan kembali bertobat lalu dipulihkan lagi kehidupannya seperti semula dan diberkati. Namun hal inipun terus berulang dan kembali lagi berputar-putar pada sumbu yang sama.

Pengertian Alkitab salah, beberapa

Masa sih, Kitab Suci yang sudah ribuan tahun dipercayai oleh orang Kristen ini salah? ENTAR KUALAT LHO…. Kita harus kembali kepada konsem kemanusiaan itu sendiri bahwa tidak ada orang yang sempurna. Alkitab ditulis oleh manusia yang notabene tidak sempurna, apakah pantas kita menganggap bahwa seluruh kata dan perintah yang ada di dalamnya adalah sempurna dan harus dituruti? Justru di sinilah pemahaman kita sebagai orang Kristen Sejati untuk menanggungkan hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebenaran. Mari anggap saja itu sebagai sebuah perumpamaan dimana dalam kisah tersebut ada si jahat versusu si baik, maka yang kita tiru adalah makna yang baik dari kisah tersebut, bukannya seluruh kisah tersebut ditiru mentah-mentah.

Alkitab salah berarti bahwa beberapa kisah dalam firman yang memang benar di zamannya tetapi tidak lagi relevan untuk dilakukan saat ini. Melainkan baiklah kisah-kisah yang tidak relevan itu kita jadikan sebagai ilustrasi untuk membangun makna positif demi hidup kekristenan yang lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

Faktor penyebab beberapa isi Alkitab yang salah dan telah menyimpang dari jalur kebenaran yang hakiki

Alkitab di tulis berdasarkan pengalaman sejarah manusia dan bagaimana mereka mengatasi masalahnya. Di dalam perjanjian lama telah tertuang dengan jelas bahwa kehidupan bangsa Israel tanpa keadilan sosial akan terus berputar-putar di situ-situ saja. Manusia yang tidak dididik dalam kebersamaan cenderung menjadi dewasa dalam keegoisan yang syarat dengan arogansi sehingga berubah menjadi jahat. Kejahatan inilah yang lagi-lagi akan menyeret manusia dalam peperangan, penyakit dan serangan binatang buas. Demikianlah hal ini terus berlanjut dari waktu ke waktu seolah-olah mereka berada di jalur seleksi alam padahal sikapnya yang jahatlah yang membuat dirinya tersingkirkan.

Berikut ini akan kami jelaskan beberapa alasan mengapa isi Alkitab tidak semua benar sebab telah mengalami bias dari jalur kebenaran yang sesungguhnya.

(Matius 22:36-40) “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

  1. Ajaran yang syarat dengan arogansi.

    Sikap yang arogan ini memang pada awalnya diterapkan nabi Musa terhadap orang-orang kafir yang ada di sekeliling bangsa Israel. Tetapi seiring dengan dihalau-Nya bangsa asing tersebut dari hadapan mereka lalu arogansi itu kemudian bisa saja diterapkan kepada sesama saudara. Akibatnya, bisa-bisa saudara sendiri dikorbankan agar kehidupannya menjadi lebih baik dari orang lain.

    Bila semua orang ingin lebih dari orang lain maka mereka akan cenderung melakukannya dengan mengeksploitasi alam sekitar dan memanipulasi sesamnya. Sehingga dia menjadi kepala yang berkuasa dan kaya raya sedangkan orang lain adalah ekor yang rendahan dan diinjak-injak.

    Sadarilah bahwa sifat yang arogan dengan menggilai berkat sebagai kepala dan bukan ekor bisa membuat seseorang menghalalkan segala cara untuk mewujudkannya. Lagipula adalah mustahil semua orang menjadi kepala, harus juga ada yang berperan sebagai ekor dan perut agar terjadilah keseimbangan dimana fungsi-fungsi tubuh (sistem bermasyarakat) menjadi sempurna. Ini persis sama seperti yang tercantum dalam filosofi tubuh Kristus dimana semua anggotanya adalah setara (bnd I Korintus 12:12-31).

    Seperti ada tertulis.

    (Ulangan 28:13) TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,

  2. Memandang diri sebagai satu-satunya bangsa pilihan Allah yang berkuasa atas bangsa lain.

    Bila kita memaknai janji Tuhan kepada Abraham maka akan menemukan bahwa sesungguhnya bila hal tersebut dimaknai secara sempit maka membuat kita berpikiran untuk memusnahkan bangsa lain. Memusnahkan bangsa lain ini bisa diartikan secara langsung dan tidak langsung. Secara tidak langsung dapat berarti bahwa kita mengadu domba atau memanipulasi suatu bangsa sehingga timbullah pemberontakan dan perang bersaudara. Sedangkan secara langsung bisa diartikan sebagai tindakan menghadapi bangsa lain dengan memegang senjata.

    Terlalu berlebihan memaknai berkat Abraham beresiko membuat suatu bangsa sangat sombong sehingga mengambil tindakan yang semena-mena dan tidak adil terhadap bangsa lain. Keadaan ini jelas tidak lagi relevan untuk dipakai di zaman sekarang sebab masing-masing bangsa telah menjadi pengikut Abraham, baik lewat ajaran Yahudi, Kristen dan Islam. Lagi pula orang kristen tidak diperkanankan Tuhan untuk menghakimi orang lain sebab penghakiman yang serupa juga kelak akan ditimpakan kepada diri ini (bnd Matius 7:1).

    Seperti ada tertulis.

    (Kejadian 22:17-18) maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.”

  3. Adanya ajakan untuk memerangi (menumpas) bangsa lain.

    Karena kita merasa diri sebagai bangsa pilihan Allah terlebih memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang serba canggih bukan berarti hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk menekan bangsa lain. Menganggap bahwa bangsa lain adalah orang-orang yang harus ditumpas jelas berlebihan. Padahal keadaan ini bertentangan dengan ajakan Tuhan Yesus untuk mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Sudah seharusnya pesan-pesan untuk memusnahkan bangsa lain tidak kita lakukan sebab biar bagaimanapun orang-orang tersebut masih ada benarnya (masih ada hal-hal baik dalam kehidupan mereka). Jika memang suatu bangsa sudah terlalu besar dosanya niscaya apa yang terjadi di Sodom dan Gomora akan mereka alami pula.

    Saat kita memahami Alkitab sebaiknya jangan mengertikannya dari ayat ke ayat tetapi melihatnya secara utuh sebagai rentetan sebuah kejadian yang panjang. Selalu juga kita membandingkan dengan bagian lainnya tentang janji Tuhan terhadap masa-masa damai. Seperti yang disampaikan oleh nabi Hosea dimana manusia dan hewan akan hidup tenteram dan tidak ada lagi peperangan

    [Hosea  2:17 – Aku akan mengikat perjanjian bagimu pada waktu itu dengan binatang-binatang di padang dan dengan burung-burung di udara, dan binatang-binatang melata di muka bumi; Aku akan meniadakan busur panah, pedang dan alat perang dari negeri, dan akan membuat engkau berbaring dengan tenteram.].

    Seperti ada tertulis.

    (Yeremia 51:20) Engkau tadinya adalah palu godam bagi-Ku, senjata perang: Dengan engkau Aku menghancurkan bangsa-bangsa, dengan engkau Aku memusnahkan kerajaan-kerajaan,

  4. Tidak selamanya kita harus melawan dan mengalahkan musuh.

    Didalam dunia ini, memang ada-ada saja orang yang mau mencari-cari masalah dengan kita. Sadarilah bahwa keberadaan orang-orang tersebut bermanfaat untuk menguji hati agar semakin dibersihkan dan dituluskan di hadapan Allah (Daniel 11:35). Justru masalah ini bila dilihat dalam sudut pandang positif akan menjadi sarana untuk mencerdaskan dan mendewasakan orang percaya. Kita harus belajar ikhlas dan memaafkan musuh-musuh kita dan tidak menginginkan kematian mereka seperti yang dikatakan Yesus di kayu salib “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (bnd Lukas 23:34).

    Seperti ada tertulis.

    (Ulangan 28:7a) TUHAN akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu.

  5. Kekerasan yang dibalas dengan kekerasan (membalas kejahatan dengan kejahatan yang sama).

    Didalam perjanjian lama, kita diajarkan untuk menjadi orang yang menuntut pembayaran penuh terhadap kejahatan yang dilakukan oleh seseorang. Apa yang dia lakukan maka itulah juga yang kita lakukankan kepada lawan kita. Keadaan ini jelas beresiko tinggi membuat situasi masyarakat menjadi tidak damai sebab balas dendam justru akan menimbulkan dendam lainnya yang jauh lebih besar lagi. Oleh karena itu, Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (bnd Matius 5:44).

    Seperti ada tertulis.

    (Keluaran 21:24-25) mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak.

  6. Adanya ajakan untuk membunuh orang fasik (penjahat besar dihukum mati).

    Melempari orang fasik dengan menjatuhkannya hukuman mati seolah-olah menunjukkan bahwa kita lebih benar dan lebih suci darinya. Padahal, kita sendiri sudah mengetahui bahwa tidak ada satupun manusia yang terluput dari dosa. Tuhan sendiri tidak pernah menginginkan kematian orang fasik melainkan lebih mengehendaki pertobatan mereka seperti yang disampaikan oleh nabi Tuhan (kitab Yehezkiel 33:11).

    Seperti ada tertulis.

    (Ulangan  21:21) Maka haruslah semua orang sekotanya melempari anak itu dengan batu, sehingga ia mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu; dan seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut.”

  7. Adanya ajakan untuk memisahkan diri dari orang percaya lainnya.

    Berhati-hatilah memaknai bagian ini teman. Jika Tuhan Yesus mengajak kita untuk memisahkan kehidupan kita dari orang percaya lainnya, bukankah hal tersebut justru membuat orang Kriten terpecah-pecah? Padahal Tuhan Yesus telah berdoa dengan sungguh agar Allah mempersatukan kita (Yohanes 17:20-21). Sikap yang memisahkan diri lalu membentuk sekte lain saat ada sedikit masalah di dalam jemaat jelas merupakan hal yang sebisa mungkin harus dihindari agar keberadaan kita tidak menentang kehendak Tuhan.

    Justru ketika kita memisahkan diri dari jemaat, bagaimana mungkin kita bisa membawa perubahan kepada mereka? Sebab satu-satunya cara untuk mengubah manusia adalah dengan senantiasa bersahabat dengan mereka. Lalu berharap keberadaan kita setidak-tidaknya dapat membawa pengaruh yang positif bagi kehidupan jemaat lainnya. Sadarilah bahwa tepat saat kita memisahkan diri hanya karena perbedaan pendapat maka hal tersebut telah menandakan bahwa mental kita lemah saat menjalani rintangan (ujian) karena opini yang berbeda itu.

    Seperti ada tertulis.

    (Matius 10:35) Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,

  8. Adanya ajakan untuk bertengkar di dalam keluarga sendiri.

    Ada orang yang salah kaprah ketika membaca ayat tentang Yesus membawa pemisahan ini. Bisa-bisa seseorang merasa kepedean sewaktu sedang bertengkar dengan orang tuanya. Bahkan antara suami, istri dan mertua sekalipun cenderung ada perselisihan yang dalam dimana masing-masing kurang cakapan karena ego yang begitu tinggi.

    Tuhan Yesus jelas tidak bermaksud untuk mengajak kita saling bertengkar satu sama lain di dalam keluarga. Apalagi kalau sampai ada yang namanya tidak saling cakapan satu-sama lain. Justru ini adalah sebuah peringatan bahwa saat kita mengikut jalan Tuhan, jalan kepada kebenaran yang sejati maka tepat saat itu pula ada pertentangan yang timbul dari kaum keluarga sendiri. Ini adalah jenis ujian kehidupan yang pertama-tama dan kemungkinan sangat menyusahkan sebab musuh tinggal serumah dengan kita.

    Kita harus mulai membiasakan diri dengan berbagai kericuhan kecil yang terjadi di dalam keluarga sendiri. Jangan sampai hal tersebut membuat kita tercerai berai sehingga tidak akur dan tidak cakapan satu-sama lain. Marilah mulai belajar untuk mengikhlaskan semuanya sehingga sekalipun ada gejolak tetap dijalani dengan kepala dingin sambil menghindari kata-kata kotor dan perilaku agresif yang berlebihan.

    Seperti ada tertulis.

    (Lukas 12:53) Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya.”

  9. Ajakan untuk berfoya-foya (bersenang-senang secara berlebihan).

    Ketika kita sebagai orang Kristen terlalu mengagung-agungkan aktivitas makan dan minum, kemungkinan ini telah menjadi kebanggaan. Saat suatu hal telah dibanggakan maka aktivitas tersebut bisa jadi diandalkan saat ada masalah. Artinya, terlalu berlebihan menilai kenikmatan makanan dapat menggiring kita melakukan pelarian ke arah sana ketika suatu masalah sedang terjadi. Jika seseorang sudah menjadikan makanan sebagai pelariannya atau pelampiasan terhadap amarahnya kemungkinan besar akan dikonsumsi secara berlebihan. Keadaan ini jelas beresiko mengganggu kesehatan hingga menyebabkan penyakit metabolisme (diabetes, kolesterol, asam urat, darah tinggi, jantung, lemah syahwat dan lainnya).

    Makan dan minum itu memang penting tetapi masih banyak hal positif lainnya yang bisa dilakukan di dunia ini. Tidak ada kesenangan yang sifatnya terus menerus selain kebahagiaan yang dirasakan saat kita selalu fokus kepada Tuhan sambil memuji-muji kebesaran-Nya. Aktivitas ini bisa juga dilakukan dengan membaca firman dan berdoa. Hati kita juga bisa bersukacita saat mampu berbagi kasih kepada sesama lewat pelajaran dan pekerjaan yang kita tekuni hari lepas hari.

    Seperti ada tertulis.

    (Pengkhotbah 2:24) Tak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada makan dan minum dan bersenang-senang dalam jerih payahnya. Aku menyadari bahwa ini pun dari tangan Allah.

  10. Musa terangkat ke sorga dan bukannya meninggal.

    Siapa yang menyangka bahwa nabi Musa tidak benar-benar meninggal di tanah Moab di gunung Nebo? Kami juga awalnya sudah benar-benar yakin bahwa nabi Pertama bagi bangsa Israel ini telah berpulang lalu meninggal di gunung tersebut. Lantas ia dikuburkan oleh Allah di suatu tempat entah dimana. Tetapi, barulah di perjanjian baru kita menemukan bahwa ternyata nabi Musa belum meninggal melainkan kala itu ia terangkat seperti nabi Elia yang juga terangkat ke sorga. Ini terbukti ketika nabi Musa dan Elia sama-sama berjumpa dengan Tuhan Yesus di gunung yang tinggi (Matius 17:1-13).

    Adalah mustahil orang yang sudah mati bisa berjumpa dengan orang yang masih hidup terkecuali setelah hari penghakiman dimana semua orang mati akan dibangkitkan sehingga yang mati dan yang hidup akan berkumpul untuk diadili oleh Tuhan. Jadi kematian Musa yang ditulisnya sendiri merupakan sebuah pertanda bahwa kita harus selektif dan jangan menerima segala sesuatu di dalam Alkitab mentah-mentah.

    Seperti ada tertulis demikian.

    (Ulangan 34:5-6) Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN. Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.

Alkitab bukanlah buku yang setiap kata di dalamnya sesuai dengan kebenaran sejati dimana dapat diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah semacam tantangan bagi orang-orang Kristen untuk lebih kritis dan selektif dalam memahaminya agar kita semakin berkembang lebih dekat kepada Tuhan dan mampu mengasihi dengan adil. Harus dipahami juga bahwa zaman sudah berbeda jauh, ketika kisah-kisah yang tertulis di dalam sejarah manusia dicatat dengan jelas maka mungkin saja hal tersebut adalah sebuah kebenaran  di zamannya. Tetapi, perlu juga kita sesuaikan konteks sebuah kitab dengan latar belakang sejarah yang dialami oleh orang pada saat hal tersebut dituliskan. Tidak lupa juga untuk membandingkan antara kitab yang satu dengan kitab lainnya dan Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru sehingga bisa menemukan benang merah. Dimana semuanya itu tidak pernah jauh-jauh dari dasar hukum Taurat dan kitab para nabi yaitu mengasihi Allah seutuhnya dan sesama manusia seperti diri sendiri. Sebenarnya, ada juga kebenaran di dalam Alkitab yang sampai sekarang belum kita jalankan atau pelaksanaannya cenderung menyimpang dari apa yang disampaikan. Kita akan membahas ini pada tulisan berikutnya.

Salam, Jadilah orang Kristen yang bijak,
Jangan mau-mau saja disetir oleh orang-orang yang hendak menggagahi kekristenan
!

6 replies »

  1. Sebenarnya tdk ada yg menggagahi kekeristenan,tetapi diri pribadi orang percaya lah yg sdh menggagahi kekeristenan dan membuat nama Tuhan tdk lg di permuliakan .
    Ada 1 pengalaman yg sy dapat dr kehidupan seorang wanita dia mengalami masa lalu yg buruk ambil kata gampangnya dia seorang PELACUR sampai suatu saat si wanita bertemu dgn seorang yg percaya Tuhan YESUS ,nereka bercakap byk hal sampai dgn titik dimana si pria menasehati wanita tersebut tentang CINTA ,mengapa km tdk memilih mengubah hidupmu bersama orang yg benar benar mencintaimu kata si pria,wanita tersebut diam dan berpikir,tdk disadari wanita ini memandang si pria bgt baik,mau menasehati,lembut perangainya,terlihat sekali dia bgt santun.saya mencintai dia dlm hati wanita tersebut saya mau mengenal Tuhan melalui dia seperti apa sebenarnya kekeristenan itu mengapa orang kristen sangat solid santun disiplin ramah pikir wanita tersebut.wanita tersebut ikut bersama dgn pria tersebut ke gereja ia merasa bahagia tiap pujian penyembahan airmatanya terlihat tak terbendung dia bersyukur mendapatkan pasangan yg mengenalkannya pd Tuhan.namun setelah 6 th berlalu sipria pura pura gila dan pergi meninggalkan wanita tersebut dia plng keorang tuanya dan keluargannya mengatakan bahwa wanita tersebut adlh Iblis setan ,teman tau ap yg terjadi pd wanita tersebut ??? Apakah tindakan memutuskan hubungan sepihak itu merupakan ajaran Tuhan ????apakah nama Tuhan dipermuliakan ???
    Sebagai orang percaya sy sesali dimana kita yg harusnya menjadi garam dunia menjadi terang malah membawa gelap saat sy melihat wanita itu dia tdk lg berdaya dia sfh meninggalkan keluarganya tetapi sesama kita sdh menghancurkan kepercayaanya.semoga dia dikuatkan.Amen.ini contoh nyata yg sy temui di kehidupan yg sesungguhnya .hidup ini srperti menjerat angin teman.salam damai dr saya.

    Disukai oleh 1 orang

    • Luar biasa pengalamannya kawan. Dari cerita yang kami simak, kami tidak akan pernah mau memberi harapan kepada perempuan manapun (PHP). Sungguh itu kisah yang memilukan, semoga wanita tersebut dikuatkan. Terimakasih masukannya….

      Suka

  2. Shallom,jumat agung.
    tebarkan kasih yg sesungguhnya.menjadikan rema akan 2 hukum dasar dlm kekeristenan.
    Katakan ya jika ya katakan tdk jika tidak.
    Dari data yg saya peroleh banyak wanita yg menjadi pelacur disebabkan pria.
    Mulai dari di hianati ,di lecehkan,dirusak,dll
    Bagi kita orang percaya tdk ada gunanya melayani dgn memandang muka jk dia byk uang km ramah jika dia miskin melihatnya pun jijik,bagaimana km akan mendapatkan bagian dr surga jika pada akhirnya domba domba yg harusnya kita gembalakan pergi menjauh dr Tuhan.apa artinya jika kita mengatakan percaya namun tdk mengikuti jalan dan perintahNya sama juga BOHONG
    Perrlu teman ketahui bagaimana generasi generasi berikutnya tdk menjadi jahat,bahkan bertambah jahat !
    Karena sebagai orang Tua mereka tdk mengajarkan tanggung jawab terhadap anaknya,mereka malah memberi saran untuk meninggalkan wanita itu KRISTEN yg LURBIASA bagaimana tdk hancur kutuk tdk akan berhenti di situ selama kita tdk meminta pimpinan ROH ALLAH untuk mematahkan .kejahatan tdk akan pernah berhenti sebab induknya sdh memulai dan tdk menghentikannya dia akan melahirkan anak anak yg lebih jahat dr dirinya oleh sebab itu jadi terang untuk yg gelap jgn jd terang untuk yg terang karna dimana terangmu nampak jk km berdiri di tempat yg terang.lihatla YESUS dimana DIA penuh dengan kasih memeluk mereja yg berduka saat ini wanita tersebut hidup tetapi mati dia mengatakan bahwa pria tersebut tetap akan menjadi suaminya ,dia bahkan mengatakan sikap pria tersebut tdk sepenuhnya keliru dia seperti itu karena orang tuanya tdk memberikan kasih sayang ,meski seirang dokter pejabatpun tdk menjamin manusia itu berjalan di koridor Tuhannyan.akhir kata pesan dari saya.
    Menjadi orang Tua tdk mudah banyak hal yg harus di pelajari mibta hikmat pada Tuhan jgn mengandalkan kekuatan ,mentang mentang lebih dulu lahir banyak pengalaman jd otoriter.lupa apa yg harus diajarkan ke anak.
    Hidup bukanlan mencontoh saat kita sdh beranjak dewasa hidup adalah belajar memahami,saat kecil kita banyak mencontoh meniru apa yg orang dewasa buat tetapi kita harus mengolah kembali pelajari kembali apakah sikap itu benar di perkenankan Tuhan tdk.
    Baik kitab Injil Alquran jangan menafsirkan sendiri cari hakikihnya jgn ikuti peraturan manusia sebab hati manusia cenderung mementingkan dirinya.
    Jgn pernah memandang wanita rendah meski dia pelacur kita tdk pernah tau latar belakan mereka.
    Jangan juga menhakimi pencuri karna kita yg diberkati Tuhan sdh lupa untuk menyalurkan berkat dan kasih terhadap mereka yg kekurangan.
    Kejahatan yg semakin banyak adalah karena kita sendiri sebagai akar kasih yg tdk pernah mendapatkan siraman air yg bersih,yg menghasilkan buah.kita bukan hanya diminta menjadikan murid seluruh pelosok dunia kemudian meninggalkan mereka sendiri saat lemah,bagaimana bisa menjadikan murid yg baik yg berkenan jika Gurunya ???????????salam damai dari saya .

    Suka

    • Luar biasa bijak….
      Pencuri, pelacur den penyimpangan ajaran Alkitab muncul karena arogansi manusia itu sendiri maupun karena arogansi orang lain (kapitalisme).
      Kami hanya bisa menyumbang ide, seandainya memiliki lebih untuk membantu anak-anak Tuhan pasti sudah dilakukan. Terimakasih….

      Suka

  3. Wahyu 2:4-5
    2:4 LAI TB, Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
    KJV, Nevertheless I have somewhat against thee, because thou hast left thy first love.
    NIV, Yet I hold this against you: You have forsaken your first love.
    TR, αλλ εχω κατα σου οτι την αγαπην σου την πρωτην αφηκας
    Translit. interlinear, all {tetapi} ekhô {Aku mempunyai (keberatan)} kata {terhadap} sou {-mu} hoti {bahwa} tên agapên {kasih} sou {mu} tên prôtên {yang semula} aphêkas {engkau telah meninggalkan}

    2:5 LAI TB, Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.
    KJV, Remember therefore from whence thou art fallen, and repent, and do the first works; or else I will come unto thee quickly, and will remove thy candlestick out of his place, except thou repent.
    NIV, Remember the height from which you have fallen! Repent and do the things you did at first. If you do not repent, I will come to you and remove your lampstand from its place.
    TR, μνημονευε ου

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.