Cerpen

+10 Cara Bertahan Menulis Mengatasi Writer’s Block – Cara Membuka Pikiran Yang Terhalang

Cara Bertahan Menulis Mengatasi Writer_s Block - Cara Membuka Pikiran Yang Terhalang

Tak ada hari tanpa soal-soal yang tak berujung. Semua masalah yang kita hadapi selalu memiliki penghujung yang berisi jawaban entah itu positif atau negatif. Hanya saja terkadang kisah yang kita hadapi tak ada ujungnya, seperti seorang penulis yang harus terus melakukan corat-coret sebab sudah panggilan hidupnya kesana. Demikian juga dengan para pekerja lainnya, seperti para Petani, Peternak, Nelayan, Tukang, Supir, Wirausahawan, Karyawan Swasta, Pegawai Honorer, PNS dan lain sebagainya. Kita semua menempuh jalan yang tidak ada ujungnya, hanya saja berada di jalur yang berbeda-beda.

Apapun profesi yang kita jalani, lebih baik melaluinya dengan penuh rasa syukur sambil-sambil memanfaatkan posisi tersebut untuk melakukan lebih banyak kebaikan kepada sesama. Tidak ada hal yang lebih baik untuk dilakukan selain menikmati setiap peran yang kita geluti. Seandainya, anda bisa merasakan betapa hidupnya hari-hari yang kita jalani oleh karena masih ada kesempatan untuk berbagi kebaikan. Sebenarnya, kalau mau jujur, saat berbagi kasih kepada sesama itu sangat minimalis tetapi untuk senantiasa memfokuskan kehidupan kepada Tuhan, bisa kita lakukan dimana saja dan kapan saja.

Dimanapun kita bekerja selalu saja ada persoalan untuk dihadapi, seperti kerikil di jalan-jalan yang sempit dimana kita tidak bisa menghindarinya. Terkadang hal tersebut berupa rintangan yang diberikan oleh orang-orang di sekitar kita, secara sengaja atau tidak sengaja. Tetapi, dalam banyak situasi keadaan ini muncul dari dalam diri sendiri. Bagi seorang penulis, situasi yang membingungkan itu disebut dengan writer’s block. Yang dimaksudkan dengan writer’s block adalah keadaan yang membuat seorang penulis kehilangan motivasi, semangat dan ide untuk menulis sesuatu.

Writer’s block seperti sesuatu yang membuat kita malas untuk menulis. Seolah-olah pikiran tertambat, dan ide-ide yang biasanya mengalir deras tiba-tiba saja berhenti. Lantas keadaan ini bisa saja mengarah kepada kekusutan pikiran lalu menggiring kita pada tekanan alias stres. Sadarilah bahwa jika anda masih mengalami stres, itu tandanya bahwa kemampuan memanajemen pikiran masih kurang. Artinya, ada sesuatu yang salah dengan dirimu (kesalahan kecil yang tidak disadari) sehingga ketika hal tersebut tersentuh oleh situasi yang kurang menyenangkan maka langsung saja tekanan itu muncul. Anda harus mampu memperbaiki kekusutan pikiran semacam ini agar otak lebih bebas dan kemampuan menulis menjadi maksimal.

Menjadi seorang Multiwriting memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mulailah semuanya dari apa yang anda ketahui terlebih dahulu. Setelah itu, baca panduan lengkap tentang standar kehidupan alias Kitab Suci, disana terdapat berbagai cerita dan kisah yang menarik. Ada juga sanjak-sanjak dengan makna yang dalam, yang mungkin dapat ditambahkan di sela-sela karya yang sedang dikisahkan. Bahkan kami sendiri mengambil beberapa judul blog langsung berdasarkan isi Alkitab dan menjabarkannya menurut pendapat sendiri. Biasanya, semakin banyak tulisan yang dihasilkan maka semakin dalam dan luas juga pemahaman kita akan berbagai-bagai jenis ilmu pengetahuan yang ada.

Cara bertahan menulis dan mengatasi writer’s block

Untuk menjadi seorang penulis sejati yang paling dibutuhkan adalah BERTAHAN. Orang yang mampu bertahan dari waktu ke waktu kemungkinan besar akan berkembang dan mencapai spesialisasi khusus kepada bidang tertentu. Writer’s block biasanya diiringi dengan stres, semakin rapi kemampuan kita untuk mengatasi stres maka semakin besar pula kemungkinan untuk melewati hambatan tersebut. Saat baru pertama sekali jadi pemula, jangan peduli dengan kualitas tulisan yang dihasilkan. Bahkan kerap kali beberapa freelanece pemula menulis ulang beberapa topik tertentu pada suatu blog. Ini seperti kemampuan kopi-paste tetapi jelas ada perbedaan yang bisa diamati dari karya yang dihasilkan.

Berikut ini akan kami jabarkan beberapa tips & trik untuk bertahan menjadi seorang Multiwriting yang mampu mengatasi writer’s blog yang kapan saja bisa timbul. Kami juga menyebut teknik berikut ini sebagai beberapa cara untuk membuka pikiran yang sedang tertutup.

Suspensi inti.

  1. Fokus kepada Tuhan.

    Memusatkan pikiran kepada Tuhan adalah sebuah aktivitas yang senantiasa berkembang dari waktu ke waktu. Kita bisa menjadikan rutinitasi ini sebagai budaya untuk melindungi diri sendiri dari perilaku jahat orang lain maupun perbuatan nakal yang kerap mencuat dari dalam hati sendiri. Tidak ada solusi yang lebih jitu saat menghadapi masalah selain aktivitas ini. Bahkan di sela-sela menulis, anda bisa menyempatkan diri untuk membuat otak sibuk beberapa saat (jeda) untuk memuji-muji Tuhan di dalam hati (bisa juga lewat mulut, alat musik dan sambil menari kecil).

    Hubungkan lagu-lagu yang anda rangkaikan untuk memuji-muji Tuhan dengan aktivitas yang sedang dihadapi. Juga hubungkan kata-kata yang anda dengarkan dari orang lain, radio, televisi dan media lainnya untuk memuji-muji Tuhan dari waktu ke waktu. Kegiatan ini mungkin tidak bisa dilihat orang lain tetapi nyata fungsinya untuk mengembangkan tingkat kecerdasan kita. Seseorang dengan tingkat kepintaran yang baik akan mampu bertahan untuk tetap menulis dari waktu ke waktu.

  2. Rajin berbuat baik kepada sesama.

    Sebagai seorang penulis, kita hanya diperhadapkan dengan alat tulis atau mesin ketik atau komputer-PC atau laptop. Lama kelamaan kebiasaan ini membuat kita menjadi individualis. Kebiasaan ini ditandai dengan sikap kita yang tidak lagi ramah ke orang-orang. Seolah kita tenggelam dalam rutinitas dan keasyikan dalam merangkaikan kata-kata hingga lupa untuk berbagi dengan sesama. Ingatlah bahwa saat berbagi dengan orang lain, tidak hanya bisa dilakukan lewat materi, tetapi kita juga bisa melayani sesama lewat sikap yang santun dan ramah. Latihlah otak anda untuk melakukan kebaikan kecil sebab dengan demikian pikiran berkembang ke arah yang positif. Secara tidak langsung perkembangan otak membantu menjauhkan kita dari writer’s block.

    Untuk ramah, tidak perlu rumit. Bisa saja anda mulai dengan senantiasa tersenyum, menyapa, menyalam, mengucapkan “terima kasih,” mengucapkan “tolong,” mengucapkan “maaf,” dan menjadi pendengar yang baik. Saat anda kebetulan ada di tempat umum, berusahalah berbasa-basi dengan orang yang ada di sekitarmu. Bersosialisasi dengan orang lain adalah salah satu tanda keramahan dan bagian dari kebaikan hati.

  3. Hadapi ujian kehidupan senyatanya.

    Menulis adalah masalah bertahan dimana kita mendorong perkembangan itu dari dalam otak sendiri. Salah satu cara terbaik melakukannya adalah dengan rela hati mengikuti ujian kehidupan. Yang terutama saat menghadapi tantangan dari orang lain adalah kesabaran. Orang yang bersabar memiliki daya tahan tinggi ketika dirinya ditempatkan dalam tekanan, karena gangguan, pengabaian, bully, ejekan, hinaan, fitnah dan lainnya. Ia mampu tetap tenang bahkan kadang tidak berkata apa-apa dan hanya tersenyum lalu mengiyakan semuanya itu. Seolah-olah dia kalah karena mengalah untuk kebaikan bersama. Ketahuilah bahwa pencobaan hidup bukan untuk dimenangkan dimana kita lebih unggul dan lebih hebat dari lawan-lawan sendiri. Tetapi cobaan hidup ada untuk diredam, ditenangkan dan dibalas dengan keramahan atau kelembutan.

  4. Bebaskan diri dari kesombongan.

    Rasa sombong itu sudah ada di dalam diri masing-masing orang. Ia seperti sosok yang senantiasa memuji-muji anda di dalam hati alias memuji diri sendiri. Ini berlangsung secara otomatis dan tanpa disadari. Semakin banyak kelebihan anda dari sesama maka semakin sering kata-kata pujian itu muncul. Biasanya, keadaan ini disertai pula oleh adanya suara-suara hati yang merendahkan sesama. Terlebih saat orang tersebut memiliki kekurangan/ kesalahan, kita seperti rajin sekali menghakiminya. Oleh sebab itu, potong segala pikiran angkuh itu dengan merendahkan hati lalu menyangkal diri. Silahkan ganti topik pembicaraan dalam kepala anda dengan memfokuskan pikiran kepada Tuhan (misalnya bernyanyi memuliakan nama-Nya), belajar positif dan bekerja (salah satunya dengan menulis sesuatu).

  5. Bebaskan diri dari candu materi – menulis demi jadi orang kaya.

    Keinginan kita akan materi yang lebih banyak jelas akan membebani hidup. Sebab harapan yang masih belum terwujud seperti “sebuah batu kilangan yang diikatkan ke badan ini sehingga membuat jalan hidup yang dilalui sungguh berat sekali.” Semakin banyak keinginan kita yang belum terkabulkan maka semakin terbebani pikiran karenanya. Oleh karena itu lepaskan semua hawa nafsu yang tidak jelas, jangan membuat rumit diri sendiri pada sesuatu yang mustahil untuk digapai.

    Apapun harapan anda di masa depan, jangan fokus kepada hawa nafsu tentang hari-hari yang menggembirakan itu. Melainkan jalankan rencana yang anda butuhkan dari waktu ke waktu lalu pastikan untuk fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja dari waktu ke waktu.

    Satu hal lagi yang harus anda lakukan tentang hawa nafsu adalah tidak ketergantungan dengan materi – barang & jasa apapun. Orang yang tidak ketagihan adalah mereka yang bisa mengendalikan hawa nafsunya sehingga tidak menjadi liar dan jahat. Anda bisa memulainya dengan menikmati uang secara fluktuatif, kadang murahan juga mahal, kadang enak juga pahit, kadang manis juga masam, kadang ikan basah juga ikan teri dan lain sebagainya. Jangan terus-menerus menikmati yang enak-enak tetapi buat itu bergejolak. Ini akan membantu menghindari kita dari sifat kecanduan yang cukup membebani otak sehingga menghambat ide untuk menulis (writer’s block).

  6. Bebaskan diri dari candu kemuliaan – Berhentilah menulis untuk dihargai dan diperhatikan orang lain.

    Ini adalah rintangan yang berat tepat saat kita berkarya semata-mata demi popularitas. Mungkin rada-rada juga ada rasa iri di dalam hati ketika melihat blog orang lain yang ramai dikunjungi, banyak di-like dan di-share oleh sosial media. Jika kedengkian kita tidak bisa dikendalikan dan tak mampu menerima kenyataan apa adanya niscaya hasrat menulis untuk dihargai, dipuji dan untuk terkenal sangatlah kuat. Jika rasa dengki itu muncul, biarkan saja dirimu kalah di bawah kaki Tuhan.

    Lepaskan semua keinginan itu, jangan memikirkannya lagi dan lagi melainkan fokuskan pikiran kepada Tuhan, belajar dan bekerja (termasuk menulis) dari waktu ke waktu. Kemudian hargai dan hormatilah orang lain seadanya. Juga berilah pujian kepada orang yang pantas mendapatkannya. Termasuk memberikan komentar terhadap blog yang dikunjungi. Tetapi ingat, jangan mengharapkan balasannya sebab ketidaktulusan semacam inilah yang sering sekali menghancurkan motivasi yang tangguh.

  7. Berusaha menerima kenyataan apa adanya – tidak ada sesuatu yang membuat hati bertolak-tolakan.

    Anda bisa mengkritik siapapun tetapi jangan membencinya. Kami juga melakukannya dalam blog ini, hanya saja di batas-batasi agar tidak keterlaluan. Artinya saat anda memberi saran dan kritik kepada seseorang, cobalah dulu katakan itu kepada dirimu sendiri. Jika ada tata bahasanya yang masih keselek, silahkan perbaiki hingga menurut anda itu layak, barulah disampaikan. Kita harus menerima sikap orang lain apa adanya sebab itulah hidupnya, dia berhak melakukan apa saja asalkan aktivitasnya tidak merugikan orang lain (termasuk anda) secara materi.

    Juga dikatakan bahwa kemampuan ini identik dengan kesanggupan untuk bersabar menerima kejadian yang tidak bisa kita kendalikan. Ingatlah bahwa kita bukan manusia super yang mampu mengendalikan orang lain. Satu-satunya yang bisa mengontrol kehidupan ini adalah peraturan maka buatlah peraturan yang adil untuk semua orang. Semakin sabar kita menghadapi  situasi sempit maka semakin cepat diri ini berdamai kepada orang-orang di sekitar.

    Suspensi pengembangan.

  8. Mengumpulkan ide.

    Jika anda adalah seorang penulis maka akan ada suara-suara yang kemudian muncul di dalam kepala secara tiba-tiba. Ini adalah ide-ide yang pendek tetapi sangat berarti. Sebab dari sanalah sebuah cerita dapat diawali hingga berkembang menjadi sebuah karya terbaik. Rajin-rajinlah mengumpulkan ide tersebut. Seperti yang kami lakukan, setiap kali mendapatkan inspirasi langsung membuatnya sebagai salah satu judul tulisan dengan menyimpannya dalam dokumen Microsoft Word

    Anda perlu mengumpulkan ide semacam ini dengan tekaun sebab belum tentu satu ide bisa dibuat sebagai sebuah judul tulisan. Terkadang kita hanya mengumpulkan banyak tetapi tidak semuanya bisa dirangkaikan dalam sebuah kisah yang artistik. Sebaliknya, di antara sekian banyak topik tulisan yang tersedia, pastilah ada salah satu yang bisa dijadikan bahan untuk menulis.

  9. Mencari ide serupa di Internet.

    Setelah menemukan ide, silahkan cari topik yang serupa di Internet. Cari tahu juga, apa kata orang lain seputar persoalan tersebut dan bagaimana mereka membuat runtutan kisahnya. Kemungkinan anda akan mendapatkan banya masukan yang bisa dibagi dalam beberapa topik. Lalu silahkan kumpulkan topik-topik tersebut masing-masing satu dalam setiap microsoft word Percayalah suatu saat anda akan sangat membutuhkan judul-judul tulisan tersebut.

    Biasanya, ide-ide yang baru juga timbul saat kita sedang menulis suatu topik. Ia seperti tiba-tiba muncul dan terungkap dengan cara yang unik. Tuliskanlah segera ide tulisan tersebut dalam dokumen blank microsoft word lalu simpan. Aktivitas mengoleksi ide ini sangat anda butuhkan ketika suatu hari kelak writer’s blok menghambat pikiran sendiri.

  10. Mengunjungi blog lain.

    Ketika anda mengunjungi sebuah blog, silahkan eksplorasi setiap bagian-bagiannya. Mungkin ada sesuatu yang menarik di sisi kanan-kirinya (side bar), atau di bagian bawahnya (footer), atau di bagian artikel yang sehubungan (related article), atau di bagian sebelumnya dan berikutnya (next & previous). Siapa tahu, ada hal-hal menarik lainnya yang menurut anda cukup baik untuk dipelajari dan dibahas di blog anda. Jangan lupa juga memberikan komentar sebab opini yang kita berikan membantu menggiring otak dalam latihan mengarahkan sudut pandang positif.

    Ada banyak blog yang populer di luar sana, semakin rajin mencari artikel di Google maka semakin nyata siapa-siapa saja blog yang inspirasional tersebut. Andapun bisa mengikuti ide-ide yang diutarakan oleh blog tersebut. Bahkan beberapa teman blogger yang lain menulis dangan cara mencari inspirasi dari blog luar negeri yang sudah memiliki nama besar (terjemahan dengan mengubah sedikit-sedikit). Untuk skala nasional, anda bisa mengunjungi situs lokal seperti kaskus, kompasiana, detik, kompas dan lain sebagainya.

  11. Mengembangkan tulisan yang sudah ada.

    Silahkan lihat-lihat kembali ke belakang tulisan yang anda buat lalu buatlah ide-ide baru tentang hal tersebut. Mungkin anda bisa menuliskannya kembali dari sudut pandang yang berbeda-beda. Atau ada bagian-bagian tertentu di dalamnya yang belum dijelaskan secara terperinci sehingga anda merasa perlu memberikan penjelasan ulang dengan menuliskannya dalam sebuah judul baru. Atau mungkin ada komentar teman yang tidak sempat untuk anda tuliskan sehingga perlu diangkat dalam sebuah topik baru.

  12. Menulis cara sendiri menghadapi masalah.

    Jika anda mampu bertahan saat menghadapi masalah maka kemungkinan besar andapun akan tetap bertahan untuk menulis. Tetapi jika kita terus melarikan diri saat menghadapi masalah maka secara tidak langsung kemampuan menulispun akan lari dari kehidupan ini. Sering sekali pikiran kita menggiring dan menjebak diri ini di dalam masalah. Jangan menyesal karena keadaan tersebut melainkan jalani saja dan hadapi saja. Anda perlu mengembangkan kemampuan otak untuk menghadapi situasi yang tidak mendukung dengan demikian kecerdasan meningkat hingga andapun dimungkinkan untuk menuliskan tutorial saat ada orang lain yang menghadapi permasalahan yang sama.

    Mengapa masalah itu penting? Sebab kita butuh masalah untuk mengawali sebuah cerita, tanpa persoalan maka kisah yang kita tampilkan tampaknya datar dan sangat singkat untuk diceritakan. Tetapi pergumulan hidup yang dialami tokoh bisa jadi sebuah moment yang paling menginspirasi pembaca. Ingatlah bahwa seorang penulis sejati itu adalah mereka yang “pandai mencari masalah lalu menyelesaikannya sendiri.” Tentu saja, penyelesaiannya bukan sekedar imajinasi belaka tetapi juga memiliki urutan peristiwa yang logis.

  13. Menulis berdasarkan pengalaman hidup.

    Bagaimana cara menambah pengalaman? Buatlah hidupmu senantiasa aktif, jangan biarkan waktu berlalu dengan sia-sia tetapi manfaatkan itu dengan memusatkan pikiran kepada Tuhan, belajar dan bekerja. Termasuk di dalamnya menyelesaikan pekerjaan rumah yang kecil-kecil.

    Bila tubuh kita senantiasa bergerak maka aliran darah yang menuju ke otak selalu lancar sehingga pikiran lebih berenergi untuk memulai eksplorasi baru terhadap sesuatu yang baik. Tulislah bagaimana kisah hidup anda saat menghadapi suatu pengalaman manis, asam, pahit, getir, dan berbagai rasa lainnya. Beritahukan kepada siapapun, apa yang anda lakukan untuk menikmati dan menghadapinya.

  14. Menulis dari kesalahan.

    Hanya Tuhan Yesus saja yang tidak pernah salah di dunia ini. Sedang kita adalah orang-orang yang penuh dengan kesalahan. Anda bisa menulis sesuatu tentang keadaan tersebut. Mungkin bisa dibuat sebuah kisah pendek ataupun panjang dari setiap kesalahan tersebut. Ini juga menunjukkan bagaimana kita jujur terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain atas kehidupan yang dijalani. Tetapi bukan untuk meminta belas kasihan melainkan semata-mata demi mengedukasi orang lain tentang hal-hal yang baik di balik keburukan yang telah terjadi.

  15. Bergabung dengan komunitas tertentu.

    Untuk mampu bertahan menjadi penulis yang terus berkarya dari waktu ke waktu, yang dibutuhkan adalah teman-teman yang melakukan hal yang sama. Anda perlu mereka untuk sekedar memberi ide tentang suatu topik, mungkin mereka juga bisa memberikan solusi dengan masalah hambatan menulis (writer’s block) yang sedan kita hadapi. Teman-teman seperjuangan membantu kita bertahan untuk menjadi penulis lepas sebab ada pepatah yang mengatakah “bersatu kita semangat, bercerai kita sesat.”  Kehadiran kawan-kawan saat kumpul bareng bisa menjadi sebuah inspirasi untuk seorang freelance

  16. Bekerja sama menulis sebuah topik.

    Bila anda adalah seorang penulis yang sudah memiliki lisensi khusus dari perusahaan tertentu, mungkin bisa mengundang orang lain untuk menulis bareng. Bahkan kalian bisa bekerja sama untuk menggarap beberapa proyek tulisan sehingga terciptalah sebuah karya yang sifatnya tidak tanggung-tanggung melainkan sangat menginspirasi setiap pembaca yang baru saja melihatnya. Menulis bersama ini, bisa menjadi sebuah langkah baru untuk menciptakan suasana sepi lebih hidup dan ceria.

  17. Jaga konsistensi sifat dan prinsip hidup yang baik.

    Kita harus mampu menjaga keberlanjutan setiap tindakan yang diambil dari waktu ke waktu. Ini sangat penting untuk melatih diri sendiri agar tidak suka hanya malas-malasan melainkan senantiasa memberikan waktu untuk tekun berkarya. Anda bisa melakukannya dengan mulai menulis 500 kata per hari (atau bisa juga lebih). Tekuni hal tersebut setiap hari, hingga lama kelmaan tulisan anda bisa berada dalam urutan kisah yang mendatangkan makna positif bagi setiap pembacanya.

    Jika anda mampu menjaga konsistensi saat menulis maka akan menemukan bahwa sesungguhnya aktivitas ini hanyalah masalah PERMAINAN KATA-KATA. Ketahuilah karakter manusia maka anda bisa mendramatisir setiap kepribadian tersebut ke dalam berbagai-bagai lakon dan latar belakang kisah kehidupan yang menarik. Semakin kita konsisten menggeluti bidang ilmu pengetahuan tertentu maka semakin kita mengerti seluk-beluk ilmu tersebut. Sehingga dimungkinkan untuk melakukan permainan kata.

    Permainan kata seperti seorang yang sangat pandai menyulam berbagai benang menjadi suatu hiasan yang indah dipandang. Demikianlah kita sebagai penulis harus pandai menyulam kata-kata agar terdengar indah dan menyejukkan hati setiap pembaca.

  18. Miliki etos kerja yang baik.

    Selama berkaya dalam hidup ini, kita jangan menyepelekan etos kerja setiap hal yang dilakukan dari waktu ke waktu. Mereka yang memiliki prinsip yang baik saat bekerja tidak menyia-nyiakan waktunya untuk mengeluh dan bersungut-sungut karena hal-hal tertentu tetapi terus memberi manfaat lewat setiap karya yang dimilikinya. Berikut beberapa etos kerja yang kami maksudkan.

    • Motivasi kuat. Milikilah semangat yang paling mendasar untuk dijadikan alasan mengejar karir sehingga hal tersebut terus digiatkan dari waktu ke waktu.
    • Kerja keras. Seorang pekerja keras tidak akan membiarkan waktunya terbuang sia-sia tanpa melakukan sesuatu yang layak untuk ditulis.
    • Selalu displin. Orang yang selalu mematuhi peraturan yang dibuatnya sendiri saat menulis akan diselamatkan dari kebekuan ide.
    • Tekun bekerja. Ketekunan menulis adalah sebuah semangat untuk menjaga konsistensi sehingga sekalipun banyak hal yang bisa berubah dan mengalami kemunduran di sekitar kita tetapi diri ini tetap bertahan bahkan tidak ada kata untuk berhenti (menyerah). Jelilah melihat peluang lalu manfaatkanlah itu.
    • Menjadi pemulung. Orang yang suka memulung mengumpulkan hal-hal sampah yang tidak dianggap orang lain lalu mampu menuliskan sesuatu dari berbagai kisah tersebut.
    • Sudut pandang. Ini adalah penentu bertahan tidaknya seorang penulis untuk tetap menulis. Untuk apa seseorang menulis sesuatu yang buruk tanpa sebuah penyelesaian? Sekotor apapun tulisan anda pastikanlah bahwa ada penyelesaian dari semuanya itu. Itulah yang dikejar para pembaca, hal positif untuk dimaknai dalam kehidupan sehari-hari. [Saksikanlah, Sudut pandang yang baik-positif]
  19. Hati-hati dengan menikmati hidup.

    Sadarilah bahwa menikmati hidup secara berlebihan justru bisa menurunkan tingkat kecerdasan anda. Oleh karena itu, berupayalah untuk membatasi aktivitas ini. Hindari kebiasaan seharian penuh jalan-jalan entah kemana-mana menikmati berbagai kerlap-kerlip dunia ini. Melainkan seimbangkan aktivitas ini dengan tetap memfokuskan pikiran kepada Tuhan (memuji-muji Tuhan di dalam hati). Berikan juga waktu untu mempelajari sesuatu (baik buku cetak maupun buku online). Dan jangan lupa bekerja melakukan berbagai hal positif di dalam setiap hari yang kita jalani.

Menjadi seorang freelance blogger sukses

Semua orang juga pernah menulis tetapi hanya penulis sejatilah yang mampu bertahan sampai akhir. Ini bukan soal bagaimana kita tidak cepat berpuas diri sebab keadaan ini justru memicu arogansi. Melainkan ini lebih kepada, apa motivasi kita saat menulis di blog/ website / forum tertentu. Ketahuilah bahwa semakin tinggi hasrat yang kita targetkan maka akan semakin sulit rasanya kebahagiaan dan kepuasan itu untuk dicapai. Melainkan berupayalah untuk menulis sekedar memberi manfaat kepada orang lain dan menghibur diri sendiri sambil-sambil meraih beberapa rupiah dari sana. Jika anda seorang blogger sejati maka akan muncul saja berbagai-bagai ide yang ditemukan lewat aktivitas yang digeluti hari demi hari.

Salam, kreator sejati itu pandai bertahan!

2 replies »

    • Terimakasih kembali….
      Sesungguhnya apa yang kami tuliskan ini hanya awan dilangit yang senantiasa berubah-ubah. Ilmu tentang blogging selalu terbarukan, yang kami tuliskan adalah cara-cara lama. Berharap anda bisa meraih hal positif lewat aktivitas blogging. Salam jumpa kembali…..

      Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.