Kecerdasan Manusia

+10 Kebiasaan Yang Membuat Cerdas – Kepintaran Kita Setara Dengan Aktivitas Yang Digeluti


Kebiasaan Yang Membuat Cerdas – Kepintaran Kita Setara Dengan Aktivitas Yang Digeluti

Manusia memang makhluk yang lebih baik dari makhluk lainnya tetapi bukan dalam artian, kita lebih sempurna dibandingkan mereka. Sadarilah bahwa sehebat apapun kita di dunia ini tidak akan mampu menggantikan peran makhluk hidup lain. Atau bisakah kita menggantikan posisi hewan-hewan ternak yang digunakan sebagai sumber protein? Bisa jugakah kita menggantikan tugas dan fungsi pepohonan yang senantiasa menghasilkan berbagai udara bersih untuk mensuplai kebutuhan oksigen sekaligus melindungi seluruh bumi dari sinar matahari yang begitu panas? Nyata-nyatanya, kita tidak mampu melakukan semuanya itu. Oleh karena itu, setinggi apapun ilmu kita selalu pastikan untuk menempatkan ciptaan lainnya di sekitar.

Hati-hati pengetahuanlah yang menjebak kita dalam dosa dan kekelaman

Kita jangan sombong, mentang-mentang sudah mencuri dari Pohon Pengetahuan Tentang Yang Baik Dan Yang Jahat milik Tuhan. Memperlakukan dan mengacak-acak kehidupan hewan dan tumbuhan demi kepentingan pribadi lalu tenggelam dalam sikap individualisme. Yang lama-kelamaan, kecerdasan tersebut mengarah kepada hasrat mementingan keunggulan pribadi, bagaimana diri ini lebih baik dari orang lain, lebih baik dari mereka yang di sekitar kita. Sehingga sampailah umat manusia dalam suatu titik arogansi yang dilampiaskan dengan hidup dalam kemewahan, kenyamanan dan kemegahan duniawi. Secara tidak langsung keadaan ini memicu iri hati yang turut dinyatakan dengan persaingan antara beberapa orang/ beberapa kelompok.

Apabila suasana masyarakat begini jadinya, alhasil semua sumber daya yang tersedia di alam akan terserap lalu dikonversi dalam berbagai-bagai bentuk. Situasinya akan semakin parah ketika lingkungan turut tercemari, pepohonan telah dibabat habis dan pemakaian mesin berteknologi canggih meningkat sedang  jumlah penduduk terus saja bertambah. Negara berdiri di ujung tanduk krisis minyak yang memicu konspirasi antara orang-orang cerdas untuk menyingkirkan mereka yang dianggap sampah, rakyat jelata, pengangguran dan warga miskin. Jikalau konservasi alam tidak digiatkan, penghematan disiarkan dan penataan wilayah perkotaan ditegakkan; niscaya bencana alam dan bencana kemanusiaan sudah menunggu di depan mata. Inilah yang dimaksudkan Kitab Suci dengan “pengetahuanlah yang membuat kita jauh dari Tuhan dan pengetahuanlah yang akhirnya menyudahi sistem yang masyarakat yang dibentuk.”

Pengertian kecerdasan setara dengan aktivitas positif

Menurut KBBI Luar Jaringan, cerdas adalah (1) sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dan sebagainya); tajam pikiran; (2) sempurna pertumbuhan tubuhnya (sehat, kuat). Kecerdasan adalah suatu kemampuan yang berhubungan dengan aktivitas seseorang, baik dalam hal berpikir, lisan-tulisan dan berperilaku kepada diri sendiri dan sesama juga terhadap lingkungan sekitarnya. Jadi, yang hendak kami tegaskan di sini adalah segala sesuatu tentang AKTIVITAS anda sehari-hari. “Semakin padat merapat aktivitas anda maka semakin tinggi pula kecerdasanmu. Sebaliknya, semakin singkat dan sempit aktivitas sehari-hari maka semakin menurun pula tingkat kepintaranmu.”

Kepintaran bertolak belakang dengan menikmati hidup

Apa hubungannya kepintaran seseorang dengan aktivitas menikmati uang? Hal-hal duniawi seperti materi dan kemuliaan yang ada di sekitar kita merupakan fase istirahat dalam segala waktu yang dijalani. Apakah, waktu yang anda lalui saat ini hanya dipenuhi dengan menikmati gemerlapan duniawi? Sadarilah kawanku, aktivitas ini bila terlalu berlebihan untuk dilakukan bisa berdampak buruk bagi kesehatan otak. Oleh karena itu, nikmati hidup seadanya saja tetapi berusahalah untuk tetap aktif bahkan di tengah-tengah sedang menikmati apapun selalu pastikan bahwa pikiran tetap terbuka untuk memuji-muji nama Tuhan dari waktu ke waktu.

Pintar tidaknya dirimu selalu berhubungan dengan kebahagiaan masing-masing

Jangan menyangka bahwa kepintaran adalah sesuatu yang sangat jauh dari kebahagiaan sebab dua hal ini adalah teman dekat bahkan cinta sejoli. Artinya, semakin aktif diri ini (pikiran, perkataan-tulisan, perbuatan), semakin cerdaslah otak dan semakin mudah bagi anda untuk meraih rasa bahagia itu. Jadi, adalah baik bagi kita agar mulai saat ini, mencari-cari kesibukan positif, utamanya adalah untuk otak. Kami lebih suka memanfaatkan aktivitas memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian untuk menjaga pikiran tetap positif. Kita juga bisa menyibukkan diri ini dengan senantiasa melakukan mempelajari  hal-hal positif lewat berbagai media, baik buku, surat kabar, majalah, internet, media sosial dan lainnya. Carilah juga kesibukan dengan senantiasa bekerja mengurus diri sendiri, mengurus rumah, mengurus taman, mengurus keluarga dan lain sebagainya.

Kebiasaan positif yang membuat anda semakin cerdas

Apa yang biasa anda lakukan dari waktu ke waktu? Ketahuilah bahwa semua kegiatan yang dijalani itu bisa menjadi salah satu pemicu yang melatih kecerdasan otak. Jadi pastikanlah kebiasaan tersebut mengarah kepada hal-hal yang positif semata. Sebab, tentu saja aktivitas yang efektif dan efisien akan membantu diri sendiri untuk mengarahkan kepintaran itu pada bidang masing-masing. Adalah mustahil juga kita bisa pintar dalam segala hal melainkan ada bidang-bidang tertentu yang bisa kita geluti. Disanalah kita memfokuskan aktivitas yang dilakukan sehingga bisa berkembang dari waktu ke waktu. Berikut ini ada beberapa kebiasaan yang secara bawaan dapat melatih tingkat intelektual anda.

  1. Bernyanyi senantiasa memuji Tuhan.

    Sungguh, ini adalah maha dewa dari segala aktivitas otak. Jika anda mampu menemukan titik keseimbangan, kedekatan, ketenangan, kedamaian, ketenteraman dan kebahagiaan saat melakukannya niscaya bisa menjadi tameng untuk menghalau segala pikiran kotor, kata-kata jahat dan perilaku liar dari dalam hati masing-masing. Kami menganjurkan anda untuk melakukannya dalam mode RAP. Sebab intonasi lagu Rap ini kecepatannya bisa diatur sesuai sikon (situasi dan kondisi), anda bisa melakukannya secara lambat dan bisa juga menyetelnya dengan cepat. Mulailah dengan level awal dengan intonasi yang perlahan saja. Ingat TIDAK PERLU TERIKAT DENGAN KONTEKS tetapi katakan saja apa yang keluar dari dalam hatimu kemudian kembangkanlah itu. Simak juga Cara memusatkan pikiran kepada Tuhan kreatif.

    • Berikan waktu-waktu khusus untuk berdoa, membaca-mendengar firman dan bernyanyi memuliakan nama-Nya.
    • Puji-pujilah Tuhan dalam hati sembari menikmati hidup.
    • Ramahlah (setidaknya tersenyum) kepada sesama sembari memuji-muji kebesaran nama-Nya.
    • Berjalanlah kian kemari ke berbagai tempat dengan senantiasa menyanyikan lagu-lagu rohani.
    • Lakukanlah pekerjaan ringan sambil memuji-muji Tuhan di dalam hati (menyapu, menyuci piring, menata taman).
    • Hadapilah masalah dengan santai, tanggapi kritikan dengan lembut seraya memuji-muji nama-Nya.
    • Bertahanlah menghadapi masalah – ujian kehidupan sembari tetap bekerja seperti biasa. Selalu fokuskan pikiran kepada Tuhan dan ramahlah kepada siapapun yang anda temui.
  2. Berbuat baik kepada sesama.

    Anda bisa senantiasa beraktivitas dengan berbuat baik kepada orang lain. Orang yang baik kepada sesamanya menempatkan diri sendiri untuk bermanfaat bagi kehidupan orang lain. Inti kebaikan hati adalah berkorban dan jika anda ingin agar hal tersebut tetap ada, maka tuluslah dalam memberi sembari tetap peroleh energi kebaikan lewat aktivitas fokus kepada Tuhan. Orang yang tulus melakukan kasih kepada orang lain tetapi mengalamatkannya kepada Tuhan agar kelak saat di sorga, disanalah upahnya berkelimpahan.

    • Ramah tamah – tersenyum.

      Orang yang tersenyum adalah orang yang bahagia, manfaatkanlah ini untuk memicu sukacita di dalam hati. Harap diingat agar jangan mengosongkan pikiran saat melakukannya. Berusahalah melakukannya sambil beraktivitas, salah satunya sambil memuji-muji Tuhan di dalam hati masing-masing.

    • Memberi sesuatu.

      Aktivitas memberi bisa anda lakukan dengan melayani orang lain lewat sikap sehari-hari. Sekalipun kita tidak memiliki uang tetapi setidaknya kita bisa menampilkan sikap yang sopan dan santun kepada sesama. Bisa juga bermanfaat dengan cara membagikan ilmu pengetahuan yang dimiliki kepada mereka. Kita juga bisa melakukannya sesuai dengan potensi (bakat) yang dimiliki dan sesuai dengan sumber daya yang ada. Lakukanlah semuanya itu baik saat sedang belajar maupun bekerja bersama orang lain.

  3. Bekerja aktif.

    Bila pikiran sedang tidak sibuk fokus kepada Tuhan maka mungkin saat ini sedang mengerjakan sesuatu. Pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi jelas membuat kita tidak bisa memusatkan pikiran kepada Tuhan. Oleh karena itu, ambillah waktu break/ istirahat sejenak lalu fokuskanlah pikiran sembari memuji dan memuliakan nama-Nya di sela-sela aktivitas yang padat tersebut.

    • Bekerja mengurus diri sendiri.

      Belajarlah mengurus diri sendiri, ini salah satu cara untuk membuat kita tetap aktif. Jika memang ada banyak waktu luang untuk dihabiskan maka kerjakanlah semua itu secara konvensional. Tidak perlu menggunakan pembantu atau alat elektronik yang berlebihan agar waktu yang tersedia tidak terbuang sia-sia. Namun, jikalau memang anda terlalu dan sangat sibuk, mungkin bisa menggunakan mesin. Bagi yang masih jomblo silahkan cari pasangan hidupmu agar pekerjaan yang dilakukan lebih ringan.

    • Bekerja membersihkan dan merapikan.

      Pekerjaan ini jelas menyita waktu dan membuat hari-hari anda tidak pernah kosong. Sebab pada waktu-waktu tertentu semua bagian rumah, baik di dalam maupun di luar pasti akan kotor dan kacau-balau. Oleh karena itu, berikan waktu untuk membersihkan dan merapikan semuanya itu. Ketahuilah bahwa orang yang telaten dan tekun melakukan semuanya ini adalah cerdas.

    • Bekerja sesuai dengan bakat.

      Apa bidang yang anda kuasai? Latihlah, belajar dan bekerjalah pada bidang itu. Sebab saat kita mengerjakan sesuatu yang mengundang kreativitas pastilah akan memicu otak untuk bekerja lebih produktif. Sehingga sudah jelaslah bahwa berkreasi di bidang tertentu dapat meningkatkan kecerdasan manusia.

    • Bekerja sesuai tempat kerja.

      Melakukan pekerjaan yang sesuai dengan tempat dimana anda berada haruslah dinikmati dengan penuh rasa syukur. Apapun posisi anda saat ini, tenangkan hati dan tetap berkonsentrasi mengerjakan semuanya sampai selesai. Kebiasaan baik ini suatu saat akan menjadi salah satu sumber kebahagiaan di dalam kehidupan sendiri. Asalkan dijalani dengan displin dan tekun, secara berangsur-angsur akan mengasah kecerdasan anda.

  4. Mempelajari hal-hal positif.

    Belajar adalah rutinitas yang terus kita lakukan mulai dari saat masih bayi, kita mempelajari banyak hal. Proses belajar ini terkadang tidak kita sadari karena terjadi begitu saja tanpa ada yang menyuruh dan ada pula sesi yang harus ditekuni dengan baik. Semua aktivitas ini akan membuat otak anda berkembang dimana kepintaran turut meningkat.

    • Belajar lewat buku pelajaran dan diktat kuliah.

      Ada saat dimana kita belajar menulis, mendengarkan, menghafal, mengerjakan soal-soal dan lain sebagainya. Juga ada sesi dimana kita bisa saling berbagi pengetahuan dengan rekan melalui acara debat antar kelompok. Ada pula mata pelajaran/ mata kuliah yang bisa langsung dipraktekkan di lapangan. Proses mempelajari berbagai ilmu di bangku sekolah maupun perkuliahan jelas membuat pikiran dilatih untuk berkembang dari waktu ke waktu. Orang yang tekun belajar saat seperti ini akan dapat meraih perkembangan tingkat intelektual yang lebih baik.

    • Belajar lewat tulisan dan buku.

      Anda bisa mengumpulkan uang jajan yang biasanya diberikan oleh orang tua untuk kemudian membeli beberapa buku di toko buku di kota. Atau anda bisa meminjam buku-buku tertentu yang dimiliki teman anda untuk sekedar dibaca-baca atau difotokopi. Bisa juga menambah pengetahuan dengan berkunjung bareng teman sekelas di perpustakaan sekolah/ kampus. Andapun bisa merogoh beberapa rupiah sekedar ongkos angkot/ ojek untuk berkunjung ke perpustakaan daerah yang tersedia. Aktivitas menambah pengetahuan dengan membaca tentu saja meningkatkan kecerdasan anda.

    • Belajar lewat tulisan dan buku online.

      Di zaman yang serba canggih seperti sekarang ini, masing-masing kita bisa mengakses segala ilmu pengetahuan lewat smarphone yang dimiliki. Orang yang memiliki laptop atau komputer-PC juga dapat mengakses jaringan internet asalkan memiliki modem yang sudah diisi dengan kartu prabayar paket khusus online.

    • Belajar lewat koran dan majalah.

      Bagi anda yang memiliki uang lebih untuk membeli koran atau majalah silahkan ambil itu di kios-kios terdekat. Ada orang yang mampu meningkatkan kemampuannya untuk menulis setelah menjadi pelanggan koran selama beberapa tahun lamanya. Sebab secara tidak langsung kosa-kata anda akan diperkaya dengan banyak membaca sehingga kemampuan menyampaikan opini dan menceritakan sesuatu menjadi lebih baik.

    • Menghafal non kontekstual.

      Aktivitas ini seperti merekam suara dengan tape recorder. Hanya saja perekaman yang dilakukan oleh otak biasanya tidak selengkap mesin. Tentulah kemampuan menghafal mesin jauh lebih cepat dari yang dapat dilakukan oleh manusia. Tetapi dengan memanfaatkan teknik menghafal kata kunci maka dengan sendirinya otak bisa menghafal hal-hal tertentu sembari mengembangkannya berdasarkan pengertian masing-masing. Kemampuan menghafal yang sekaligus mengembangkan konteks kalimat berdasarkan pengertian sendiri akan membuat pikiran lebih cerdas seiring dengan berjalannya waktu.

  5. Pandai memanajemen waktu.

    Orang yang pintar selalu lihai mengelola hidupnya dengan baik. Mereka bisa membuat waktu yang digunakan lebih efektif dan efisien baik dalam hal bekerja maupun saat belajar. Saat dia bersekolah tak pernah sekalipun ada PR dari guru yang tidak diselesaikan di rumah. Mereka pandai mengantisipasi kehidupannya, ketika tidak mengerti tentang suatu pelajaran maka ia tidak sungkan bertanya kepada teman-teman di sekitar rumahnya. Sekalipun anak kuliahan ini memiliki nilai yang bagus bukan berarti tidak ada pekerjaan rumah yang diembannya melainkan apa pekerjaan orang tua yang bisa dibantunya pasti dia selesaikan.

  6. Melatih dan mengembangkan bakat yang dimiliki.

    Potensi yang dimiliki oleh masing-masing orang berbeda. Kita bisa mulai menggali potensi tersebut berdasarkan minat yang dimiliki. Dalam beberapa kasus pencarian akan bakat bisa sangat pelik terutama ketika sistem pelajaran di sekolah belum mengarahkan seorang siswa/ siswi kepada kemampuannya yang spesifik. Terkadang kita perlu kuliah lagi untuk benar-benar mampu mengasah kemampuan ini. Kebiasaan positif seseorang yang terus mengembangkan bakatnya tentu turut meningkatkan kecerdasannya

    • Terus menulis.

      Menulis adalah bakat yang paling umum. Siapapun dia orangnya asalkan memiliki buku dan pulpen pasti mampu menulis sesuatu. Mulailah dengan menulis hal-hal garing yang sederhana seputar kehidupan anda. Ada juga yang membuat tulisan seputar khotbah yang didengarkannya. Dan masih banyak lagi aktivitas menulis yang turut mencerdaskan otak kita.

    • Terus berpuisi – membuat lagu.

      Pandai membuat puisi juga bukan aktivitas yang instan. Ini perlu dilatih dengan tekun yang dimulai dari aktivitas menulis. Harus ada sesuatu objek yang bisa dideskripsikan dengan sedikit penambahan gaya bahasa, misalnya metafora, hiperbola, personifikasi dan lain sebagainya. Pekerjaan membuat sanjak puitis memang tidak mudah hanya saja menantang.

    • Terus menggambar.

      Orang yang mampu menggambar tidak langsung bisa melakukannya dengan sempurna. Memang ada beberapa orang yang bisa menggambar objek dengan detail yang intens, bukankah semuanya itu sudah dilatih jauh-jauh hari sebelumnya? Memang di zaman modern ini perpaduan antara komputer dan mesin cetak (printer) telah mampu menciptakan gambar yang sama persis dengan yang asli. Hanya saja faktor manusiawi yang biasanya ditampilkan oleh seorang seniman menambah kesan artistik dan otentik suatu karya seni.

    • Terus menyanyi.

      Bagi yang memiliki bakat di bidang tarik suara, teruslah bernyanyi. Jangan hanya melagukan hal-hal populer di televisi dan radio melainkan bukalah wawasan anda untuk mulai melirik lagu-lagu asing yang agak sulit dinyanyikan. Orang yang bernyanyi dengan mencari posisi aman saja, melantunkan lagu-lagu biasa yang bahkan anak kecil saja bisa melantunkannya akan memiliki perkembangan teknik yang rata. Tetapi mereka yang berani menyanyikan lagu yang memiliki teknik yang rumit (misal lagu klasik) niscaya perkembangan teknik tarik suaranya akan berimprovisasi pada hal-hal yang di luar dugaan.

    • Terus berolahraga.

      Seorang olahragawan harus pandai menjaga stamina tubuhnya. Sebab dalam berolahraga yang sangat dibutuhkan adalah daya tahan. Setelah berlatih ketahanan (fisik maupun napas) maka yang selanjutnya dilatih adalah kecepatan. Masih banyak lagi gerakan yang dapat ditekuni oleh seorang olahragawan. Mereka yang tekun berlatih akan mampu beradaptasi dan berimprovisasi dibidangnya masing-masing, bukankah itu cerdas?

    • Dan lain-lain.

  7. Menghadapi masalah.

    Persoalan hidup yang kita hadapi hari demi hari seperti sebuah hambatan yang mencoba menghalangi langkah kaki untuk terus maju dan mencapai kemampuan yang maksimal. Setiap kali kita mampu bertahan, tabah, rendah hati dan santun menghadapi berbagai cobaan maka tepat saat itu jugalah level kecerdasan emosional turut meningkat. Cintailah masalahmu kawan dan selalu pandang itu sebagai bagian dari proses kehidupan yang dapat melatih kepribadian menjadi lebih dewasa. Bahkan ketika anda mampu melihat manfaat di balik semua kerugian yang dialami sendiri, itu bukan sekedar cerdas tapi juga bijak.

  8. Memaafkan dan meminta maaf.

    Jelaslah bahwa aktivitas ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hanya saja mereka yang mampu menekan dirinya sendiri, menginjak arogansinya dan membiarkan egonya dikalahkan oleh kebenaran maka tepat saat itulah kesempatan untuk memaafkan orang lain lebih besar. Lalu berkata dalam hatinya, “Biarkan dia menang Tuhan dan kalahkan saya di bawah kaki-Mu. Ini sudah seharusnya terjadi. Mohon kuatkan hati menjalani semuanya.”

    Beberapa orang cerdas juga berusaha untuk memaafkan sesamnya dengan mengembangkan sifat belas kasihan. Mereka mengatakan dalam hatinya, “kasihanilah orang ini ya Tuhan, dia masih terlalu muda, mohon ajarkan dia jalan-Mu yang benar itu. Tidak ada kesalahannya disini.”

  9. Mengelola iri hati.

    Tidak gampang untuk mengelola kedengkian. Semakin banyak waktu kosong yang kita miliki maka akan semakin besar pula kemungkinan untuk merasa cemburu kepada orang lain. Oleh karena itu, di dalam waktu luang sekalipun pintar-pintarlah memanfaatkannya untuk memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam nyanyian dan untuk kemuliaan nama-Nya.

    Mereka yang cerdas secara emosional akan berdamailah dengan orang lain. Sebab semakin kita musuhi seseorang maka semakin besar pula kecemburuan yang kita miliki ketika melihat orang tersebut. Berupayalah semampunya untuk memberikan selamat untuk membuat hati anda lega dan turut berbahagia dalam keberhasilannya.

  10. Mengatur hawa nafsu.

    Kejahatan memang sangat dekat dengan kebodohan. Orang yang tidak pandai mengendalikan hawa nafsunya tentu saja memiliki tingkat kecerdasan yang lebih rendah. Tetapi mereka yang sanggup membatasi dirinya terhadap materi, tidak ketergantungan dengan apapun dan mampu mengenali berbagai keinginannya yang berlebihan: bisa dikatakan telah mencapat tahap kecerdasan emosional yang mumpuni. Tentu saja ini harus diimbangi dengan aktivitas fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja sebab kejahatan itu sedang tertidur di dalam setiap alam bawah sadar otak masing-masing.

  11. Berkomunikasi dengan sesama.

    Mereka yang pandai bercerita dan pintar berbasa-basi adalah tipe orang yang memiliki kosa kata yang kaya. Komunikasi membantu kita tetap aktif sehingga kosa kata yang kita kuasai seolah-olah dipanaskan dan dikembangkan oleh pikiran sendiri. Pelafalan dan perangkaian kata yang kita lakukan turut menjadi lebih baik seiring semakin intensnya aktivitas ini. Harap diketahui bahwa komunikasi itu tidak hanya terjadi saat bibir berucap kepada sesama (lisan). Ini bisa juga kita lakukan dengan senantiasa berpikir (memuji Tuhan, memikirkan sesuatu dalam hati). Bisa juga dilakukan dengan menuliskannya pada berbagai media yang ada (tulisan). Semakin banyak kata yang terucap adalah pertanda kecerdasan seseorang.

  12. Hidup bersama orang lain.

    Berbaur dan bergaul bersama orang lain jelas tidaklah mudah. Seperti yang dilakukan oleh suami-istri, pasti pertama-tama akan ada-ada saja berbagai ketidaksesuaian yang berlangsung bentrok dalam (diam-diaman) atau bentrok luar (cek-cok, merepet). Semua keadaan ini membutuhkan sesuatu yang disebut dengan penyesuaian diri. Semakin cerdas seorang manusia maka semakin lihai juga ia menyesuaikan diri. Seperti hewan yang pandai mimikri, ketahuilah bahwa kemampuan adaptasi manusia lebih baik dari binatang, itulah kecerdasan orang dewasa.

  13. Memberi komentar, penjelasan, saran & kritik.

    Kita bisa mengkritik orang lain tetapi batasi diri untuk melakukannya atas dasar kebencian. Jika di dalam hatimu ada kebencian sebelum mengkritik seseorang, alangkah lebih baik membereskan rasa kesal itu terlebih dahulu. Sebab orang yang bertutur kata dengan membawa-bawa rasa benci cenderung ceplas-ceplos lepas liar opininya kemana-mana. Artinya kritikan yang disampaikan dengan kebencian justru manfaat membangunnya nihil, yang ada malah situasi jadi amburadur.

  14. Berolahraga: senam, jalan kaki, naik sepeda.

    Kegiatan ini turut membuat peredaran darah lancar sehingga semua yang anda lakukan menjadi lancar. Berolahraga bisa membantu mencerdaskan otak karena dapat melatih kemampuan otak untuk mengkoordinasikan tubuh. Daya tahan saat berolahraga sangat menentukan stamina anda dan kecepatan gerakan bisa membantu membuatmu berhasil mencapai garis finis. Tetapi untuk mencapai urutan pertama, perlau beradaptasi dan berimprovisasi sehingga mampu melakukan gerakan yang efektif dan efisien pada setiap tahapan yang dilalui.

  15. Imbangi kecerdasanmu dengan kerendahan hati.

    Orang yang pintar tetapi sombong cenderung mengarahkan kemampuannya kepada hal-hal negatif. Sebab si cerdas yang arogan lebih suka memanfaatkan ilmunya untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Sehingga dengan semua wawasan yang dikuasainya menempatkannya di atas sebagai pengendali alias penguasa. Keadaan ini tentu akan membuat beberapa orang/ kelompok masyarakat dikorbankan demi kepentingan penguasa tersebut. Oleh karena itu, rendahkanlah hati dan sangkallah dirimu lalu perjuangkanlah kesetaraan. Sebab tanpa kesetaraan power (ilmu, pendapatan dan kuasa) yang tidak seimbang membuat situasi masyarakat layaknya rantai makanan dalam hutan rimba, hanya saja kejadiannya lebih halus dan terkoordinir.

Menjadi orang yang cerdas, tidak membutuhkan waktu yang singkat. Sebab justru orang-orang yang pintarlah yang akan mendapatkan lebih banyak tantangan untuk dijalani. Ingat-ingatlah bahwa semakin kentara kecerdasan kita maka akan semakin besar pula rasa cemburu dalam hati orang lain. Jikalau kepandaian yang kita miliki tidak diiringi dengan kemampuan mengendalikan emosi dan pengenalan akan Allah niscaya batu sandungan dan jurang yang dalam telah menanti di depan. Oleh karena itu, jalanilah ujian kehidupan itu dengan bijak sebab setiap masalah yang timbul meningkatkan daya intelektualitas yang dimiliki. Juga jangan pernah melupakan aktivitas memusatkan pikiran kepada Allah (doa, firman dan nyanyian pujian untuk kemuliaan nama-Nya) dan berbagi kasih kepada sesama dalam segala pelajaran dan pekerjaan yang ditekuni.

Salam, jadilah orang yang tidak hanya cerdas,
Tetapi murah hati dan juga bijak mejalani hidup
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.