Kepribadian

+10 Manfaat Memelihara Hewan Jinak Atau Liar – Hidup Bersama, Binatang Adalah Ilmu Pengetahuan Untuk Dipelajari

Manfaat Memelihara Hewan Jinak Atau Liar

Alam semesta diciptakan Tuhan dalam posisi seimbang satu-sama lain. Ini seperti sebuah roda yang selalu berputar-putar tetapi tidak ada yang menggerakkan. Satu-satunya yang menghubungkan antara satu komponen dengan yang lainnya adalah kebutuhan akan energi. Bumi membutuhkan energi matahari dan matahari membutuhkan udara sebagai sumber energi yang dihasilkan oleh bumi. Manusia membutuhkan energi dari protein hewan maka masyarakat memelihara hewan untuk kebutuhan pangan. Kita membutuhkan sayur-mayur untuk kesehatan dan manusia memelihara tanaman hijau dengan merawat, menyiangi dan memupuknya.

Kita terhubung satu-sama lain dengan suatu ikatan yang disebut sebagai energi. Kebutuhan akan energi inilah yang membuat kita harus terpaksa berhubungan dengan berbagai bangsa di dunia ini. Juga kebutuhan akan energi inilah yang membuat kita harus mampu hidup bersama orang lain dan makhluk hidup lainnya juga. Oleh karena itu, jelas tidaklah baik jikalau kita terlalu ekspansif terhadap alam liar sehingga melakukan eksploitasi secara berlebih-lebihan. Menebang pepohonan secara besar-besaran tanpa menanamnya kembali jelas tidaklah baik. Sebaiknya saat menebang tidak dilakukan seluruhnya hingga hutan gundul melainkan dilakukan secara sasak dimana ada beberapa yang ditinggalkan tetap tumbuh untuk mempertahankan ekosistem hijau.

Pengertian memelihara hewan

Memelihara adalah (1) menjaga dan merawat baik-baik; (2) mengusahakan dan menjaga (supaya tertib, aman, dan sebagainya); (3) mengusahakan (mengolah); (4) menjaga dan mendidik baik-baik; (5) memiara atau menernakkan (tentang binatang); (6) mempunyai; (7) membiarkan tumbuh (tentang rambut); (8) menyelamatkan; melindungi; melepaskan (meluputkan) dari bahaya dan sebagainya (KBBI Luring). Jadi bisa dikatakan bahwa memelihara hewan adalah memberi kesempatan hidup bagi hewan bahkan memberikan mereka penghidupan yang layak dengan membiarkan mereka hidup bersama kita. Beberapa binatang yang ada di sekitar kita, baik mereka yang dipelihara maupun mereka yang dibiarkan hidup bebas di luar sana. Semua makhluk hidup tersebut memiliki peran penting bagi keberlangsungan ekosistem yang seimbang dan saling mendukung dari waktu ke waktu.

Kita butuh materi tetapi memilikinya dalam jumlah luar biasa justru membuatmu rapuh dan mudah rusak

Sayang, terkadang, manusia bertingkah lebay selama menjalani hidup. Mereka hanya memikirkan apa yang membuat indranya senang lalu mengabaikan keutuhan ciptaan Allah. Ada orang yang merasa bahwa ciptaan lain tidak penting dan bahwa hanya dirinya sajalah yang terpenting itu. Dari sinilah bisa kita temukan bahwa kehidupan kita memang terkadang sangat egois dan terlalu berlebihan menilai diri sendiri. Kita seolah-olah merasa diri sudah sempurna dengan semua potensi, ilmu, harta dan jabatan yang dimiliki. Sehingga pada satu titik, kita hanya bisa memaknai hidup dari segi materi lalu berlari mencapai kemewahan, kemudahan, kenyamanan dan kemuliaan hidup yang fana.

Kemewahan hanya membuat pengendalian diri kita lemah

Hidup bermewah-mewahan jelas memanjakan indra sehingga mudah terganggu ketika sekelumit kebisingan terjadi. Padahal dalam hidup ini yang namanya suara-suara tidak jelas itu bisa saja terjadi kapanpun dan dimanapun. Tetapi karena kita sudah terbiasa berlindung di balik tembok-tembok tebal, jauh dari pemukiman pendududu, memiliki lapangan/ taman yang luas maka suara sumbang kecil saja sudah cukup untuk menggelisahkan diri ini. Bahkan saking jengkelnya dengan suara, hewan-hewan yang suka berteriak merdu sekalipun akan kita anggap sebagai musuh apalagi dengan suara yang lebih besar, berani dan sombong dari sesama manusia.

Ditengah cobaan, orang bijak mimikri (menyesuaikan diri)

Yang mau kami sampaikan di sini adalah “hati-hati kawan, terlalu repot mengurusi hal-hal sepele bisa mengacaukan kehidupan anda.” Inilah yang disebut dengan “harta membuatmu semakin bodoh dan kekayaan membuatmu semakin lemah.” Awalnya, kita merasa beruntung tinggal di rumah-rumah mewah, tidak ada tetangga, jauh dari jalan raya dan tidak terjangkau oleh keributan profesi lain. Sebab setiap profesi memiliki suara yang berbeda-beda dan bila kita menanggapi dentuman itu dengan serius berarti kebobrokan berpikir telah menguasai diri ini. Tetapi ketika kita mampu menyesuaikan diri (beradaptasi – berevolusi) sambil tetap menyibukkan diri dengan berbagai hal positif, niscaya ketenangan hati akan menjadi milik kita selamanya.

Manfaat hewan liar yang kita biarkan hidup di sekitar tempat tinggal.

Terkadang beberapa orang memilih untuk tidak perduli terhadap segala binatang yang ada di sekitarnya. Mereka hanya membiarkan hewan ini hidup begitu saja dan berkeliaran di dalam rumah. Tetapi ada pula orang yang berusaha untuk menyingkirkan makhluk hidup lainnya sehingga mereka bisa merasakan kebebasan yang sesungguhnya hampa. Pada satu titik yang kita temukan selama menjalani hari, bila mampu memperhatikan dan memaknai segala sesuatu dengan jeli maka keberadaan makhluk hidup lain bisa membawa kebaikan bagi kehidupan ini. Mereka sungguh bukan “sesuatu yang kebetulan ada.” Tetapi merekalah makhluk yang ada untuk membuat kita semakin berkembang dan maju dalam hal tingkat kecerdasan. Berikut beberapa manfaat binatang liar di sekitar kita.

  1. Berbuat baik kepada makhluk hidup lainnya.

    Jelaslah bahwa semua orang pernah berbuat baik kepada sesamanya dan pernah juga berbagi dengan hewan lainnya. Rasa-rasanya tidak sulit untuk melakukan kasih kepada binatang yang bisa kita manfaatkan sebagai sumber protein (daging) atau sekedar buat menjaga rumah. Apa saja perbuatan baikmu terhadap binatang d iluar sana merupakan salah satu peran dan tugas manusia untuk memelihara mahkhluk hidup sebagai bagian dari cptaan Tuhan.

    Memang ini tidak dicantumkan dengan jelas di dalam Kitab Suci, tetapi baiklah kita berlogika saja. Jika anda memiliki suatu barang apakah ingin agar barang tersebut rusak? Jelas tidak ya.… Demikian jugalah Tuhan, malahan Dia lebih lagi mencintai hasil karya tangan-Nya sendiri.

    Siapa pelukis yang tidak mencintai gambarnya? Juga siapa penulis yang tidak mencintai tulisannya? Pula siapakah orang yang merawat bunga hidup miliknya sendiri jika tujuannya hanya untuk dirusak dan dibunuh oleh orang lain? Demikian jugalah Allah terhadap seluruh hasil ciptaan. Kita diperintahkan untuk menguasai dan menaklukkan lingkungan sekitar bukan dalam arti menghancurkannya sesuka hati. Tetapi, marilah manfaatkan semuanya itu untuk kebutuhan masing-masing tanpa harus dihabiskan oleh keserakahan. Apa lagi yang bisa kita kuasai jika semuanya sudah musnah?

    Seperti ada tertulis.

    (Kejadian 1:28) Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

  2. Suara hewan bermanfaat untuk menguji sekaligus melatih kemampuan fokus kepada Tuhan.

    Pernahkah konsentrasi anda pecah oleh karena suara-suara hewan di luar sana? Sadarilah bahwa ini merupakan bagian dari ujian kehidupan yang cenderung menggiring manusia dalam kekesalan sekaligus kebanggaan. Kita seolah-olah merasa bahwa binatang tersebut bersuara terhadap diri ini tetapi sesungguhnya bukan kitalah yang disorakinya melainkan ada sesuatu dan seseorang yang lain yang tidak bisa kita pahami. Oleh karena itu, apapun suara binatang tersebut, jangan ke-GR-an namun tetaplah fokuskan pikiran kepada Tuhan, pelajaran dan pekerjaan yang ditekuni dari waktu ke waktu.

    Dari yang kami pahami, ketika kita senantiasa aktif melakukan hal-hal baik untuk kemuliaan nama Tuhan dan melakukan kasih kepada sesama manusia maka tepat saat itulah hati ini dipuaskan. Jangan fokus kepada sensasi indra tetapi terus pusatkan pikiranmu kepada Tuhan dan berbagi kebaikanlah kepada sesama. Niscaya “suasana hati yang damai, bahagia, lega dan tenteram akan memenuhi jiwamu, itulah kenikmatan yang selalu ada dan tidak akan pernah anda peroleh hal semacam itu dari dunia ini.”

  3. Sikap hewan bermanfaat menguji manusia.

    Pernahkah melihat dan merasakan di sekitar anda, ada binatang yang sedikit bodoh (memang mereka dari dulu tidak cerdas kok)? Pipis sembarangan, pup sembarangan dan lain sebagainya. Sikap yang liar semacam ini jelas menguji kesabaran anda sebagai pemilik. Ada orang yang tidak sabar dan lebih memilih menyerahkan peliharaannya tersebut ke rumah protein untuk dijadikan daging. Tetapi banyak juga orang yang tetap tabah membimbing hewan tersebut hingga mereka mengetahui dimana sebenarnya harus membuang hajat. Biasanya, semakin berumur binatang maka semakin pandai menyesuaikan diri. Sama halnya seperti orang tua yang semakin tinggi umurnya maka akan semakin bijak.

  4. Meningkatkan kecerdasan.

    Orang yang cerdas biasanya sering mendengarkan musik klasik lewat radio atau Ipod. Tetapi bila kita mampu hidup bersama binatang liar dan memelihara hewan jinak seperti kucing dan anjing, ketahuilah bahwa suara yang mereka hasilkan adalah musik klasik yang dapat mencerdaskan otak anda. Bahkan bisa kami katakan bahwa sesungguhnya bila kita membiarkan binatang liar seperti burung, kelelawar, jangkrik dan lain sebagainya. Semua suara itu pada dasarnya dapat meningkatkan kecerdasan anda.

  5. Melatih keberanian.

    Tahukah anda bahwa beberapa bentuk dan perilaku hewan liar membuat beberapa orang kerap kali ketakutan. Mungkin saja ada juga beberapa orang di antara kita yang fobia sampai mual dan muntah saat melihat binatang tertentu, misalnya saja ulat bulu. Atau adakah yang berteriak histeris ketika melihat ular meliuk-liuk di sekitarnya? Ketahuilah bahwa secara tidak langsung ini adalah latihan fokus dan latihan untuk mengendalikan ketakutan di dalam hati.

    Lolongan anjing di malam hari. Pernahkan ada yang merinding saat mendengarkan lolongan anjing yang panjang di tengah malam? Seolah-olah mereka mengatakan ada hantu/ setan yang datang padahal semuanya itu hanyalah bagian dari perilaku mereka saat diganggu ketenangannya oleh manusia. Lolongan anjing yang panjang bak lolongan serigala secara tidak langsung akan memampukan anda untuk tetap berani tidur sendiri di malam hari tanpa harus berlari ke kamar teman. Semakin lama anda mendengarkannya maka semakin terbentuk mental anti takut berlebihan itu di dalam dirimu.

    Ular yang meliuk-liuk di sekitar kita seperti cambuk yang tidak kita ketahui akan mengarah ke mana. Itu bisa saja menjauh atau bahkan mendekat untuk menghampiri diri ini. Di tengah-tengah setiap rasa takut itu, jangan pernah ilfil lalu lari terbirit-biri melainkan ambil jarak sedikit dengan ular tersebut lalu amati apa yang dilakukannya dari jauh sambil-sambil pujilah Tuhan di dalam hatimu. Alhasil anda akan terbiasa dan fobia ular tersebut akan berlalu begitu saja.

    Burung hantu yang mengaum di malam hari adalah horor bagi mereka yang baru mendengarkannya. Beberapa suara burung malam lainnya juga turut memberi sensasi yang menggetarkan bulu kudu ini. Ketahuilah bahwa suara menakutkan dari hewan malam adalah salah satu cara alam melatih kita untuk lebih berani menapaki jalan hidup ini, detik demi detik.

  6. Melatih ketahanan terhadap kebisingan.

    Pernahkah anda hidup bermalam di tepi air? Apakah lingkungan tempat tinggal anda dekat dengan perairan tawar? Pasti di sana ada banyak katak ketika malam hari tiba, jika tidak maka nyamuklah yang berseliweran di lingkungan tersebut. Bahkan saat rumah kita berdekatan dengan bandar/ selokan yang terbuka maka suara katak tersebut akan menjadi sangat rewel dan cukup memekikkan telinga. Demikian juga saat kita mendengarkan suara anjing yang menggonggong tak menentu. Terlebih ketika anjing tersebut tergolong besar sehingga gonggongannya bagaikan loudspeaker di telinga ini.

    Ketahuilah bahwa semua kebisingan ini akan mempersiapkan anda untuk menghadapi kebisingan yang lebih membahana. Suara-suara yang sangat mengganggu mungkin sudah menanti di depan jalan-jalan yang anda lalui. Jadi binatang di sekitarmu pada dasarnya mempersiapkan anda untuk menjalani gangguan suara yang lebih besar lagi. Niscaya berbagai-bagai cobaan yang lebih besar akan dihadapi dengan sukacita tanpa harus terjerat dalam rasa kesal, amarah dan kekerasan.

  7. Bentuk kepeduliaan terhadap ciptaan lainnya.

    Mereka yang peduli bukanlah orang yang hanya tahu mengkonsumsi tanpa berpikir untuk menjaga keberadaannya dari waktu ke waktu. Orang yang peduli tidak sekedar memanfaatkan saja melainkan turut pula berpikir untuk melakukan konservasi agar tetap ada dari generasi ke generasi. Dengan semua ilmu pengetahuan yang dikuasai, kita tidak bisa hidup sendiri di muka bumi ini. Sehebat dan sebesar apapun kekuatan yang dimiliki, secanggih apapun mesin yang dikendarai dan semegah/ semewah apapun gedung yang kita miliki; semuanya itu tidak secara otomatis membuat kita mampu bertahan di bumi ini. Melainkan satu-satunya cara agar manusia terus hidup dan tidak dibakar oleh panasnya matahari di atas juga tidak ditenggelamkan oleh liarnya air sungai-laut yang ada di bawah adalah dengan hidup bersama.

    Tuhan menciptakan apapun selama enam hari dalam keadaan sempurna. Kesempurnaan itu seperti lingkaran yang membuat seluruh sistem yang ada di alam semesta berputar-putar dari waktu ke waktu. Menghilangkan salah satu bagian di antara sistem sama saja dengan mengacaukannya sehingga ada tindakan netralisir untuk menekan komponen serakah yang dilakukan oleh bagian lain. Pada dasarnya, dunia ini telah diciptakan berimbang satu sama lain dan saling mengendalikan. Oleh karena itu, marilah kita menjaga bagian-bagiannya agar tetap ada sehingga tetap berputar menjalani perannya satu sama lain.

  8. Menjaga serangga dalam jumlah terkendali.

    Tahukah anda bahwa beberapa hewan liar seperti monyet, orang utan, ular, laba-laba, kadal, burung, kelelawar dan berbagai binatang lainnya adalah pemakan serangga yang sangat aktif? Mereka sangat menyukai serangga sebab sangat mudah diperoleh dan berlimpah jumlahnya di alam sekitar kita. Coba bayangkan jika anda tidak mau hidup berdampingan dengan hewan tersebut, dengan membunuh mereka secara berlebihan, apa yang akan terjadi? Ya, serangga yang jumlahnya berkelimpahan itu akan menjamuri kehidupan kita sehingga sangat mengganggu dan membuat pekerjaan lebih ribet.

    Beberapa orang sangat menyukai jikalau pekerjaan membasmi serangga lebih banyak dengan demikian pestisida dan operator pembasmi serangga akan kebanjiran pesanan. Tetapi di sisi lain, masyarakat biasa yang tidak bisa membeli dan membayar semuanya itu akan merasakan gangguan tersebut semakin kentara dalam kehidupannya.

  9. Menekan jumlah hama pertanian.

    Keberadaan semut di tanah pertanian adalah momok yang mengganggu kesuburan tanaman. Selain itu semut merah besar juga cenderung bekerja sama dengan beberapa hama tanaman sehingga hama tersebut semakin banyak saja. Sudah diobat (pestisida) tetapi masih saja muncul dan mencuat menyebabkan masalah. Penggunaan pestisida yang berlebihan juga dapat berakibat pada pencemaran tanah, polusi udara dan kematian tanaman utama. Semua kerugian ini pastinya tidak akan terjadi jika petani tersebut mampu bekerja sama dengan burung, kelelawar, ular, laba-laba dan berbagi predator lainnya. Petani yang bijak memanfaatkan sifat rantai makanan sehingga keberadaan hama bisa dikendalikan dan sekalipun ada tidak sampai merusak sama sekali.

  10. Meningkatkan daya tahan tubuh.

    Tahukah anda bahwa memiliki hewan peliharaan dapat pula turut melatih dan mengembangkan daya tahan tubuh anda? Memelihara binatang tertentu seperti simbiosis mutualisme yang manfaatnya nyata tetapi terkadang tidak kita sadari dan pahami. Saat anda memelihara kucing atau anjing di rumah secara tidak langsung bulu-bulunya yang sudah tua akan meluruh dan rontok. Diketahui bahwa pada bulu-bulu tersebut terdapat bakteri tertentu yang bisa membuat seseorang bersin-bersin jika secara tidak sengaja terhirup. Jika keadaan ini terus berlangsung niscaya sistem imun anda akan dilatih untuk berkembang terhadap antigen baru. Keadaan ini jelas akan memperkaya memori antibodi anda sehingga saat terjadi invasi kuman, tubuh tidak mudah terserang penyakit.

    Hidup bersama binatang lain dan hewan peliharaan jelas akan melatih kemampuan tubuh kita untuk menghadapi berbagai antigen yang bervariasi di luar sana. Fungsi sistem imun yang sudah berkembang maksimal niscaya akan membuat badan jauh dari acara sakit-sakitan anak mami.

    Ketika anda digigit semut, dipatok ular, tersengat ulat bulu dan lain sebagainya, semua perisitwa ini mampu menambah rekaman memori dalam antibodi sehingga dimampukan untuk berkembang dari waktu ke waktu. Injeksi yang dilakukan oleh makhluk hidup lain secara tidak langsung melatih daya tahan tubuh anda agar lebih siap menghadapi berbagai jenis racun lainnya di luar sana.

  11. Melatih kita untuk bersabar.

    Ada berbagai situasi yang bersitegang saat kita memelihara beberapa hewan, misalnya kucing. Mereka bisa saja terlalu berani lalu mengacak-acak meja makan sekedar untuk mencari makanan. Keadaan ini mungkin terjadi karena kita sudah membiasakan diri memberinya makan tetapi menghentikan hal tersebut secara tiba-tiba. Sudah pasti saat penghentian tersebut terjadi, dia berontak karena meninggalkan posisi wenak yang biasa didapatkannya.

    Ini biasanya terjadi hanya pada perubahan pertama-tama, setelah peliharaan anda mampu menyesuikan diri. Niscaya perilakunya akan kembali normal.

  12. Memahami sifat kebinatangan.

    Sifat kebinatangan sangat erat kaitannya dengan makanan. Seperti yang sering kita amati pada peliharaan sendiri, jika mereka belum makan atau pastilah perilakunya pada meraung dan melompat dengan liarnya. Tetapi saat sudah diberi makan akan jadi jinak dan tidur tenang dalam damai. Dari kebiasaan ini bisa kita pelajari bahwa sesungguhnya pemenuhan kebutuhan itu harus selalu ada. Orang-orang yang kebutuhannya tidak tercukupi pastilah akan mencuri, berbohon dan mengambil sesuatu yang bukan miliknya. Jadi perilaku kejahatan erat kaitannya dengan keinginan yang terpenuhi. Semakin terpenuhi keinginan seseorang maka semakin tenang dirinya. Padahal yang namanya keinginan hewan terbatas adanya tetapi bagaimana jikalau yang menginginkan tersebut adalah manusia yang memiliki harta, ilmu dan kuasa yang besar? Bisa kacau situasi masyarakat sekitar dibuatnya.

  13. Belajar beradaptasi.

    Sadar atau tidak pada hakekatnya yang kita butuhkan saat hidup bersama makhluk lainnya adalah penyesuaian diri. Orang yang pintar menyesuaikan diri pastilah mampu terus membiarkan beberapa binatang yang jinak-jinak liar itu di sekitarnya. Tetapi mereka yang tidak bisa belajar beradaptasi dan cenderung mengandalkan kekuatan harta dan kekuasaannya, alhasil hanya tahu cara yang ditahunya, yaitu bagaimana menyingkirkan makhluk-makhluk tersebut. Ketahuilah kawan-kawan bahwa evolusi selalu diawali dengan adaptasi.

  14. Meningkatkan ilmu pengetahuan yang dimiliki.

    Kita bisa mempelajari beberapa kehidupan hewan yang ada di sekitar. Ada pengetahuan tertentu yang bisa dipahami dari setiap aktivitas tersebut. Keadaan yang membuat wawasan bertambah sehingga lewat ilmu tersebut kita bisa belajar bagaimana seharusnya manusia hidup di dunia ini. Mereka yang tekun mengamati, memperhatikan dan menilai kehidupan makhluk di sekitarnya akan beroleh berbagai pengetahuan yang bisa membantu kita mengatasi masalah yang dihadapai dari hari ke hari.

  15. Meningkatkan kedewasaan dan membuat anda bijak.

    Pada akhirnya, hidup bersama makhluk lainnya tidak hanya bermanfaat untuk melatih kekuatan fisik dan melemahkan kepekaan indra yang lebay-negatif. Keberadaan binatang peliharaan dan hewan liar juga turut melatih mental lebih dewasa dan mandiri. Lagipula dengan semuanya itu kita belajar untuk memposisikan diri melakukan tahapan adaptasi terhadap lingkungan yang keras. Pada akhirnya semua pengalaman yang kita jalani bersama hewan dan tumbuhan turut membantu meningkatkan kecerdasan otak. Bahkan keadaan ini memungkinkan kita untuk lebih bijak menjalani hidup bersama bukan tanpa masalah tetapi karena mampu memandang ada manfaat di balik semua masalah itu

  16. Dan masih banyak lagi silahkan cari sendiri.

Firman yang menyatakan bahwa manusia dan hewan akan berdamai.

(Hosea  2:17) Aku akan mengikat perjanjian bagimu pada waktu itu dengan binatang-binatang di padang dan dengan burung-burung di udara, dan binatang-binatang melata di muka bumi; Aku akan meniadakan busur panah, pedang dan alat perang dari negeri, dan akan membuat engkau berbaring dengan tenteram.

Pada dasarnya, memelihara hewan itu baik. Bahkan dari awal penciptaan kita telah ditakdirkan untuk hidup bersama dengan binatang dan tumbuhan. Ada baiknya jikalau kita mampu mengabaikan nafsu yang serakah akan kemewahan, kenyamanan, kemudahan dan kemuliaan dari dunia ini. Sebab semakin mengejar hal-hal materi yang waw tersebut maka semakin rentan eksploitasi sumber daya alam. Termasuk di dalamnya adalah membunuh makhluk hidup lain (tumbuhan & hewan) secara sembarangan dalam sikap lebay. Ketahuilah bahwa ada banyak manfaatnya ketika kita mau merendahkan hati untuk hidup bersama. Secara fisik kita akan disehatkan dan secara mental kita akan didewasakan bahkan dibuat lebih bijak. Oleh karena itu, berhenti menjadi pribadi yang tamak dan arogan sebab semua hal tersebut hanya membawa kita pada pencemaran lingkungan yang bisa berakhir dengan bencana alam dan bencana kemanusiaan.

Salam, tumbuhan dan hewan adalah pengetahuan kita!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.