Kepribadian

+10 Pengorbanan Dalam Hidup, Selalu Dilakukan Tetapi Tidak Disadari


Pengorbanan Dalam Hidup Yang Biasa Dilakukan Tetapi Tidak Disadari

Semua makhluk hidup di dunia ini diposisikan dalam keadaan berkorban. Ini tidak hanya terjadi kepada binatang yang terkadang dikorbankan untuk kebutuhan protein bagi manusia atau terhadap tumbuhan untuk memenuhi asupan karbohidrat, vitamin dan mineral. Masing-masing menempuh jalannya untuk menanggung proses pengorbanan yang berbeda-beda. Manusia contohnya lebih sering melakukannya terhadap orang-orang yang mereka cintai atau disukai saja. Sedang yang tidak dikenal biasanya hanya disuguhkan korban senyum dan ramah tamah saja.

Pengertian

Korban adalah (1) pemberian untuk menyatakan kebaktian, kesetiaan, dsb; kurban; (2) orang, binatang, dan sebagainya yang menjadi menderita (mati dan sebagainya) akibat suatu kejadian, perbuatan jahat, dan sebagainya (KBBI Offline). Jadi bisa dikatakan bahwa pengorbanan adalah aktivitas memberikan perhatian, materi dan perlakuan lainnya yang dibutuhkan sebagai bagian dari kepeduliaan terhadap oknum atau kelompok tertentu. Seperti yang kami singgung sebelumnya bahwa pada hakekatnya pekerjaan ini telah, sedang dan akan terus dilakukan manusia manapun di seantero penjuru bumi.

Identik dengan aktivitas

Siapa yang menyangka bahwa korban yang kita lakukan dari waktu ke waktu identik dengan aktivitas yang ditekuni? Atau lebih tepatnya “tidak ada pengorbanan tanpa aktivitas dan tidak ada aktivitas tanpa pengorbanan.”  Apapun yang anda lakukan hari ini, selama itu ditujukan untuk kebaikan maka pastilah selalu berbicara tentang hal ini. Manfaat yang kita berikan untuk diri sendiri biasanya kurang dirasa sebagai korban tetapi saat dilakukan kepada sesama akan kentara rasa berkorbannya. Sekalipun demikian yang perlu kita jaga disini adalah menjaga sikap yang berimbang dimana tidak hanya melakukannya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain.

Sama dengan kebaikan: “orang aktif itu baik, orang jahat tidak ada kerjaan

Semua orang yang berkorban adalah mereka yang baik hatinya. Selama seseorang beraktivitas maka selama itu pula ada kebaikan di dalam dirinya. Jadi pada dasarnya manusia di bumi ini sudah diarahkan untuk berbuat baik lewat kegiatan yang dilakukannya dari waktu ke waktu. Jadi bisa dikatakan bahwa “sebenarnya tidak ada manusia yang jahat apabila seseorang selalu beraktivitas.” Justru kejahatan berawal dari sikap yang terlalu banyak santai dan menikmati hidup dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, berupayalah untuk tetap berada dalam lingkaran aktivitas positif (fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja) untuk membuat dirimu selalu jauh dari niat jahat (baik yang dari luar maupun yang dari dalam).

Inti dari melayani

Dalam hidup sehari-hari yang kita perlukan adalah melayani diri sendiri. Mengurus apa-apa saja yang kita butuhkan semata-mata untuk membuat diri sendiri berada dalam keadaan baik, utamanya sehat secara fisik maupun secara mental. Sekalipun demikian, sempatkan juga untuk melayani orang lain, baik dengan orang-orang dalam keluarga sendiri maupun terhadap orang lain/ orang asing. Aktivitas yang melayani membuat pikiran kita senantiasa terisi sehingga tidak ada kesempatan bagi si jahat untuk memasukkan rumus-rumusnya ke dalam otak ini. Orang yang hidupnya disempatkan untuk melayani sesama adalah mereka yang suka berkorban.

Adalah syarat utama kebahagiaan

Bahagia tidaknya seseorang sangatlah bergantung kepada aktivitas berkorban yang dilakukannya. Oleh karena itu, mereka yang bisa aktif berbagi dengan memanfaatkan apa adanya diri sendiri. Artinya, berikanlah kepada orang lain apa yang mampu diberikan, lebih daripada itu adalah diluar tanggung jawab anda. Tidak perlu berpikir tentang sesuatu yang besar untuk dibagikan kepada sesama tetapi lewat sikap, kita juga bisa melayani orang lain. Justru pelayanan dalam hal sikap inilah yang bisa selalu disekspresikan dari waktu ke waktu. Misalnya saja adalah dengan senantiasa beramah-tamah kapanpun dan dimanapun kita berada. Hanya saja saat berbuat baik kepada sesama pastikan bahwa anda beroleh energi kebaikan itu dari Tuhan. Sebab hanya saat kehidupan kita fokus kepada kebenaranlah maka kebaikan itu bisa keluar dengan tulusnya kepada orang lain.

Harus ada keseimbangan

Kita menuntut orang lain untuk berkorban agar mereka melakukan sesuatu untuk melayani diri ini. Malah makhluk hidup lain kita paksakan untuk mengorbankan seluruh hidupnya demi kepentingan pribadi. Menebang berbagai pohon semata-mata demi kemewahan dan kenyamanan yang dilebih-lebihkan. Tetapi aktivitas konsumsi yang terus menuntut korban tidak diiring dengan konservasi yang bertanggung jawab. Kita perlu menggunakan sumber daya apa adanya saja, apa yang dibutuhkan itulah yang diambil dengan demikian kita bertanggung jawab. Selain itu kita wajib pula untuk menanam pohon atau bunga setidaknya di pekarangan rumah. Wajib pula bagi kita untuk menanam pohon sesuai dengan jumlah yang kita tebang untuk kebutuhan akan properti tertentu.

Beberapa jenis pengorbanan yang sering kita lakukan dalam hidup ini

Hari-hari kita selalu diisi dengan korban-korban di sana dan di sini. Semuanya itu untuk mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri dan juga bagi orang lain di sekitar kita. Selain itu, aktivitas ini juga dapat meningkatkan kesadaran dan kecerdasan otak anda. Jadi semakin banyak berkorban bukan semakin rugi tetapi semaki cerdas otak ini karena aktivitas positif tersebut. Berikut ini akan kami tampilkan bermacam-macam pengorbanan yang bisa kita lakukan dalam kehidupan hari lepas hari.

Korban aktivitas.

  1. Fokus kepada Tuhan – korban syukur.

    Jikalau di Alkitab saja sudah dinyatakan bahwa hanya dengan mengucapkan syukur, itu sudah bagian dari korban kepada Allah. Berarti, saat kita senantiasa memusatkan konsentrasi berpikir kepada Allah dalam doa, firman dan nyanyian pujian: inipun sudah merupakan bagian dari aktivitas berkorban. Jadi, tunjukkan pengorbananmu kepada Allah saat hati selalu tertuju kepada-Nya di segala waktu. Bahkan saat menghadapi masalah sekalipun, pikiran selalu berkonsentrasi kepada Allah sehingga persoalan tersebut tidak sampai menyusahkan/ menggalaukan hati ini.

  2. Ketika beramah-tamah.

    Semua orang menunjukkan perhatiannya kepada sesama dengan beramah tamah. Ini bisa dilakukan dengan sekedar menyebarkan senyuman, menyapa atau menyalam seseorang. Saat kita meminta sesuatu kepada orang lain mengawalinya dengan kata “tolong.” Ketika telah usai menerima sesuatu dari orang lain katakan “terimakasih.” Sewaktu memohonkan kesabaran orang lain, biasanya kita berkata “maaf.” Demikian juga saat orang lain mengajak kita untuk berkomunikasi, kita berusaha menjadi pendengar yang baik. Tentu saja dalam hal ini yang kelelahan melakukannya adalah pikiran, mulut dan beberapa gerakan tubuh lainnya, itulah yang aktif berkorban.

  3. Ketika berbagi pengetahuan.

    Kita juga bisa melakukan sedikit penyuluhan (edukasi) kepada sesama sembari berbincang-bincang. Mungkin ada disekitar kita yang ingin meminta petunjuk arah ke sana dan ke sini, itu juga sudah sebuah bantuan jika anda bisa mengarahkannya ke jalan yang tepat. Ketika ada orang lain yang sedang kebingungan tentang sesuatu lantas andapun mulai memberikannya beberapa tips untuk menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapinya tersebut. Semua pengorbanan yang anda lakukan disini adalah soal berbagi wawasan kepada sesama.

    Korban perasaan.

  4. Saat mengalami gangguan sosial.

    Ada-ada saja memang orang yang secara sengaja atau tidak sengaja menggoda kehidupan kita. Sekalipun demikian, anggaplah semuanya itu sebagai suatu jalan menuju kedewasaan. Jangan kerdilkan pikiranmu saat soal-soal yang mengganggu tersebut selalu mengintai dan mengancam kedamaian hari-harimu. Melainkan manfaatkanlah waktu-waktu genting itu untuk melatih kecerdasan sendiri. Misalnya dengan fokus kepada Tuhan sambil mengubah lagu duniawi menjadi lagu rohani, membaca-mempelajari firman, mempelajari buku-buku tertentu, membaca blog di internet, bermain game cerdas (menyusun kata, TTS, cerdas cermat, menyusun kubik, tetris).

  5. Saat diabaikan orang.

    Semua orang pasti pernah dicuekin sesamanya. Siapapun dia pastilah pernah menemukan dirinya dalam sebuah pengabaian oleh seseorang atau sekelompok orang secara terus-menerus. Disinilah sisi pengorbanan kita diperlukan sehingga orang yang sekalipun sudah diabaikan bisa langsung memaafkan. Hingga pada suatu hari ia kembali berbuat baik lalu diabaikan lagi, lantas harus selalu dilakukan lagi dan lagi. Kuncinya adalah mengapa kita berbuat baik dengan bersikap ramah kepada sesama? Disinilah motivasi kita untuk berbagi benar-benar diuji, jika itu semata-mata untuk menyebarkan kasih Allah kepada sesama niscaya keramahan kita sifatnya konsisten. Sebab kita tidak mengharapkan balasan dari sesama melainkan semua ditujukan kepada Tuhan yang keuntungannya kelak akan di balaskan diakhirat. Selain itu, dengan senantiasa aktif berkorban hatipun tetap bahagia.

  6. Saat dikecewakan teman.

    Siapakah orang yang tidak pernah kecewa seumur hidup? Jelas tidak adalah satu orangpun yang semua keinginannya dapat terwujud. Melainkan setiap dari kita pernah menginginkan hal yang salah sehingga berakhir dengan kekecewaan. Pada satu titik kekecewaan memang amatlah menyakitkan tetapi pada sisi lain ini bisa membuat kita lebih kuat. Rasa sakit karena dikecewakan jelas merupakan suatu beban yang tidak mudah untuk ditanggung tetapi orang yang bisa mengorbankan perasaannya pastilah bisa melaluinya dengan sukacita.

  7. Saat diejek/ hina/ bully kawan.

    Ketika kita berada dalam posisi ternyaman seumur hidup, tepat saat diejek orang lain akan merasa sakit dan kesal hati. Keadaan ini jelas tidak baik bagi kehidupan kita sebab orang lain merendahkan diri ini jauh dari yang seharusnya. Kita lantas merasa tersinggung dan langsung merasa ini tidak lagi benar tetapi sesungguhnya semua itu adalah bagian dari latihan kekuatan hati.

    Biasanya, semakin tinggi kesombongan hati maka semakin rentan kita akan hinaan dan ejekan dari orang lain. Akan tetapi orang-orang yang rendah hati akan beroleh kebebasan dari rasa sakit. Sebab tidak ada lagi yang perlu ditangisi toh, dia sudah berada di bawah; dibanting-banting juga tidak akan ada rasanya sebab dia sering sekali membanting dirinya. Pengalaman di bully pertama kali memang sangat menyakitkan tetapi mereka yang bijak bisa melihat manfaat dibalik peristiwa tersebut sehingga bisa terbiasa.

    Korban waktu.

  8. Saat menunggu sesuatu atau seseorang.

    Posisi menungguh adalah gejolak yang sudah seharusnya dialami oleh setiap orang. Mereka yang mampu betah berlama-lama untuk menunggu memang benar-benar tangguh. Tetapi mereka yang tidak sabar niscaya lebih rapuh karena hal-hal ini bisa membuatnya kesal, marah, merusak sesuatu bahkan sampai bermusuhan dengan si ini dan si itu. Tetapi mereka yang hidupnya kreatif dan cerdas tidak akan menyia-nyiakan waktu menunggu tersebut. Mereka akan melakukannya sambil bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan, membaca-mendengarkan firman, berdoa, membaca buku lainnya, bermain game kata/ TTS/ cerdas cermat/ tetris/ game cerdas lainnya. Saat selalu aktif menunggu maka tepat saat itu jugalah pengorbanan anda menjadi nyata.

  9. Penipuan mengiringi waktu yang dijalani.

    Kita berpikir untuk merencanakan kehidupan tetapi tidak terwujud karena diberikan harapan palsu oleh orang lain. Jangan khawatir, itu adalah cara untuk membuat kita semakin kuat melawan hawa nafsu.

    Kita mengikuti suatu janji lalu datang ke tempat yang dimaksud, tapi sayang sekali acara bukan hari itu melainkan di hari berikutnya. Mungkin kemarin kita salah mendengarkan informasi tersebut.

    Kita mendapatkan sms, telepon, email dan lain sebagainya yang ternyata hanyalah pesan yang menjanjikan uang besar bohongan. Itu penipuan yang membuat waktu kita habis membacanya padahal semuanya omong kosong.

    Kita berselancar di internet tetapi menemukan banyak sekali konten sampah yang tidak berguna, termasuk tulisan ini. Semua yang ada di dunia ini hanyalah sandiwara yang tidak akan ada akhirnya. Orang-orang yang pandai bersandiwara akan mengibuli dan menginjak orang yang lemah imannya.

  10. Mengambil kesempatan berbuat baik.

    Kesempatan untuk berbuat baik sebenarnya selalu ada, namun kita selalu saja menganulir diri sendiri sehingga tidak peduli. Satu kesempatan emas yang bisa dimiliki oleh setiap orang adalah memberi perhatian kepada sesama. Perhatian ini memang termasuk aktivitas recehan dan beresiko diabaikan oleh orang lain. Namun di balik semuanya itu kita bisa bahagia melakukannya sekaligus melatih kemampuan untuk mengabaikan rasa sakit. Ketika anda sudah terbiasa diabaikan oleh orang lain niscaya hal tersebut akan menjadi aktivitas yang membawa sukacita. Aktif melakukan kebaikan kepada sesama juga merupakan suatu pengorbanan yang bisa dilakukan oleh siapa saja.

    Korban materi.

  11. Sewaktu memberi pinjaman.

    Jika anda memiliki uang yang lebih atau benda-benda apapun yang jumlahnya lebih, izinkanlah orang lain meminjamnya. Atau benda itu adalah sesuatu yang tidak sedang digunakan, izinkan jugalah orang lain untuk meminjamnya. Hanya saja, selalu pastikan bahwa anda memberikan itu kepada seseorang yang ahli dan terbiasa menggunakannya. Misalnya saja saat memberi pinjaman sejumlah uang kepada orang lain dan dia langsung bisa membayarkannya tepat seperti yang dijanjikannya. Maka nilai uang yang bisa dipinjamkan bisa ditambahkan untuk orang orang yang sudah terbiasa jujur.

    Sama halnya ketika seseorang kita izinkan menginap di rumah. Itu bisa saja seorang saudara dekat atau saudara jauh dari kampung/ daerah lain. Keadaan ini juga merupakan bagian dari meminjamkan sesuatu kepada sesama.

  12. Sewaktu seseorang mengambil sesuatu tanpa izin.

    Sudah lumayan kalau ada orang yang meminjam sesuatu tetapi mengembalikannya dengan utuh. Tetapi bagaimana jikalau ada yang meminjam sesuatu tetapi tidak pernah meminta izin kepada kita. Dan iapun mengembalikan barang tersebut tanpa mengucapakan sepatah-katapun, “terimakasih” juga tidak ada. Apa yang akan anda lakukan? Memanggil dan menuntutnya untuk mengubah sikap? Atau membiarkannya begitu saja lalu berharap ia akan berubah dari sikapnya tersebut? Seperti yang kami katakan, dalam hidup ini kita harus cerdik tetapi jangan sampai kepintaran itu membuat kebaikan hati menjadi hilang (tidak tulus). Anda bisa mengingatkannya ketika umur kita sama tetapi bagaimana kita bisa mengingatkan orang yang umurnya lebih tua dari kita? Jelas kita juga berusaha menjaga perasaannya dan berdoa semoga ia bisa bertobat suatu hari kelak.

  13. Sewaktu memberi sejumlah uang.

    Mengapa memberikan sejumlah uang secara gratis kepada orang lain? Ketahuilah bahwa menjadi dermawan memang baik tetapi orang yang terlalu menderma bisa menciptakan mental malas dalam kehidupan orang yang sering menerimanya. Biar bagaimanapun orang yang sering mendermakan uangnya kepada sesamanya adalah orang yang suka berkorban.

  14. Sewaktu memberi barang dan jasa tertentu.

    Kebaikan itu ada banyak macamnya. Kita juga bisa memberi bantuan kepada teman dengan cara mengerjakan sebagian dari pekerjaan yang dijalaninya. Selain itu, pemberian kepada kawan tidak hanya berwujud mahal dan mewah tetapi pemberian yang sederhana (misal secangkir/ segelas/ seteguk air putih) sekalipun sudah termasuk dalam kasih asalkan dilakukan dengan tulus. Inti kebaikan yang tulus adalah mengalamatkan setiap manfaat tersebut kepada Allah. Sehingga kita tidak menuntut balasan dari sesama manusia tetapi mengaharapkan agar hal tersebut dibalaskan oleh Tuhan di akhirat kelak.

  15. Sewaktu milik anda dirusak orang.

    Ada orang yang mengikhlaskan saat barangnya dirusak oleh orang lain.Tetapi bebarapa orang yang merasa bahwa barang tersebut sangat bernilai akan menuntut ganti rugi yang setimpal. Apapun ceritanya, saat ada orang lain yang telah menurunkan fungsi barang yang dimiliki maka tepat saat itulah kita turut berkorban. Orang yang menyadari bahwa itu adalah sebuah langkah pengorbanan akan lebih dahulu memaafkan dan mengikhlaskannya. Tetapi bagi yang hendak menuntut karena kerugiaannya besar, silahkan saja.

Hidup ini selalu diiringi dengan pengorbanan. Seolah saat kita berkorban maka di saat itulah waktu yang kita jalani lebih berarti. Sebab sifat yang berkorban adalah suatu panggilan jiwa. Ada nafas kebenaran yang selalu menuntut kita agar aktif melakukan, menegakkan dan memperjuangkan yang benar. Inilah semangat yang memberikan kita waktu untuk tampil fokus kepada Tuhan sekaligus mengasihi sesama seperti diri sendiri. Disaat-saat seperti itulah kita korban tetapi beresiko juga menemukan masalah. Kita sudah membela yang benar tetapi masih saja menemukan persoalan yang mengharuskan kita untuk korban perasaan dan harga diri. Ketika anda mampu berimprovisasi di tengah semua masalah itu sembari terus berkorban niscaya otak semakin cerdas dan hidup semakin bijak. Hanya saja tetaplah menjadi orang yang tulus namun cerdik saat mengorbankan sesuatu agar kebaikan kita tidak menjadi jerat untuk menjebak diri ini dalam pelanggaran.

Salam, pengorbanan sejati bukan sampai mati,
tetapi tidak ada kata habis dan tidak pernah berhenti
!

2 replies »

  1. Iman tanpa perbuatan bukankah 0
    Nah saudaraku seiman waspadalah Tuhan datang secara mari saling menginggatkan sebab Nama Tuhan sdh byk di hina diluar sana sebab sikap dan perilaku kita yg tdk mencerminkan kasih sejati.kita bukanlah Tuhan yg dpt memiliki kasih tanpa batas,tetapi kita juga di tuntut untuk bisa melakukan siapa yg menjadi Teladan kita.semua itu cuma 2 hukum dasar yg menjadi benang merah yg terlihat sepele tetapi luar biasa sulitnya .pengorbanan tetaplah pengorbanan tdk ada yg namanya pengorbanan harus CERDIK /LICIK = ini bahaya lho sebab manusia memiliki batasan dlm mengartikan kalimat itu bagaimana jika km memberi tumpangan kepada orang yg membutuhkan tumpangan jk km sdh byk berpikir cerdik ? Apakah itu suatu yg tulus,apakah kita benar benar percaya akan perlindungan Tuhan?jk demikian.bgm Tuhan bisa dimuliakan ?

    Suka

    • bagaimana jika km memberi tumpangan kepada orang yg membutuhkan tumpangan jk km sdh byk berpikir cerdik ? Apakah itu suatu yg tulus,apakah kita benar benar percaya akan perlindungan Tuhan? jk demikian.bgm Tuhan bisa dimuliakan ?

      Jawaban kami….

      Orang suudzon itu hal biasa agar dia bisa waspada tetapi kalau terus-menerus memikirkan yang buruk-buruk bisa-bisa bahaya. Kalau memang kita percaya kepada orang tersebut dan lagipula kita diberkati memiliki rumah yang cukup luas untuk ditempati, silahkan saja menginap. Pokoknya semua tergantung sikon.

      Pernyataan yang luar biasa teman. Yang hendak kami sampaikan disini adalah gunakan pikiranmu saat berkorban, masakan kalau orang lain butuh daging lalu anda memberikan tangan di potong sebagai tanda pengorbanan itu?
      Ketahuilah bahwa orang yang berkorban adalah orang yang sudah diberkati Allah. Apa yang hendak anda korbankan ketika dirimu tidak diberkati Allah?

      Contohnya seperti kami, Tuhan memberkati kami dengan memberikan akal yang baik maka dengan akal itulah kami berbagi kepada sesama.

      Demikian juga, kita sudah diberkati dengan diberikan suara yang baik maka dengan suara tersebut kita memberkati sesama yaitu beramah-tamah.

      Jadi, kesimpulannya adalah yang kita bagikan kepada sesama yaitu berkat yang telah diterima dari Tuhan.
      Terimakasih….

      Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.