Ekonomi

10 Alasan Kemiskinan Tetap Ada – Penyalahgunaan Kekuatan Oleh Oknum Swasta (Perorangan – Kapitalis) Menciptakan Orang Miskin Semakin Banyak

Alasan Orang Miskin Tetap Ada – Penyalahgunaan Kekuatan Oleh Oknum Swasta (Perorangan – Kapitalis)

Mungkin di antara kita ada yang bertanya-tanya, mengapa ya, orang miskin itu terus ada dan tetap ada? Mereka seolah momok yang tidak pernah habis dalam masyarakat.  Tidak hanya di dusun-dusun melainkan juga di desa, di kampung bahkan di daerah perkotaan sekalipun gerombolannya (kumpulannya) masih ada juga.  Apakah orang-orang ini terus ada secara otomatis atau jangan-jangan menunjukan suatu kegagalan sistem? Ini seperti sebuah kutukan terhadap suatu masyarakat yang modern dan makmur, juga menandakan kegagalan pemerintah yang berkuasa dalam mengatasi pengaruh buruk kemelaratan manusia.

Jenis-jenis kemiskinan

Ada banyak jenis kemiskinan yang tersebar terhampar di sekian tempat yang tersebar di luar sana. Kemelaratan tidak hanya berbicara soal materi, ada juga orang yang hidupnya menderita akibat keterbelakangan mental. Bila anda berjalan ke pelosok-pelosok tanah air maka akan menemukan bahwa masih banyak orang yang miskin karena pengetahuan (pendidikan) yang minim. Ketika anda berkunjung ke lembaga pemasyarakat maka akan menemukan bahwa ada orang yang tertekan (dipenjara) karena moralitasnya yang amburadul. Saat anda memasuki berbagai instalasi kesehatan (rumah sakit) lalu menemukan orang-orang yang sedang di rawat karena menderita berbagai gangguan kesehatan. Ketika kita mengunjungi praktek dokter psikologi dan menemukan banyak pasen yang stres sedang menunggu antrian untuk disembuhkan dari tekanan mental yang menghimpitnya.

Indikator masyarakat yang melarat

Masyarakat yang bebas dari berbagai jenis himpitan berarti sekumpulan orang yang cerdas. Artinya, indikator pertama yang menandakan angka kemiskinan menurun adalah dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat. Angka kesakitan penduduk akibat degradasi moral di lembaga pemasyarakatan yang semakin menurun adalah indikator kekayaan moral manusia yang semakin baik. Jumlah pengunjung rumah sakit yang semakin turun dari waktu ke waktu adalah pertanda kebebasan masyarakat dari tekanan penyakit. Daftar orang-orang yang berobat ke psikiater jika semakin turun dari waktu ke waktu adalah pertanda kebebasan manusia dari tekanan psikologi. Jumlah aktivitas manusia yang meningkat yang ditandai dengan pembukaan lapangan kerja yang memadai adalah indikator kebebasan masyarakat dari pengangguran

Pengertian kemiskinan

Dari berbagai indikator kemelaratan hidup yang kami ungkapkan di atas dapat dikatakan  bahwa kemiskinan adalah keadaan seseorang yang kekurangan secara pengetahuan, materi, moral, mental, dan aktivitas (pekerjaan) sehingga memaksanya untuk terus-menerus ditanggung hidupnya oleh orang lain (termasuk pemerintah). Jadi, kunci utama seseorang terbebas dari kemiskinan adalah kemandirian hidup. Selama seseorang masih menggantungkan hidupnya kepada orang lain maka selama itu pula, mereka termasuk dalam kumpulan orang yang melarat. Demikian juga dengan adanya dana bantuan dari pemerintah terhadap rakyat merupakan pertanda yang memiskinkan seseorang sehingga terus bergantung kepada negara.

Belajar dari kehidupan alam liar

Secara alamiah, alam semesta telah menunjukkan kepada kita betapa ketidaksetaraan telah menjadi momok yang membuat di hutan berlaku hukum rimba. Yang kekuatannya besar mengkonsumsi yang lemah, yang pintar menjebak yang bodoh dan yang besar akan menerkam yang kecil; pola-pola semacam ini terus berlaku dari waktu ke waktu. Seharusnya dari semua pola tersebut kita bisa belajar banyak tentang perbedaan kekuatan (power) yang beresiko menimbulkan seleksi alam dengan demikian memberlakukan keadilan sosial di bidang ilmu pengetahuan, gaji/ pendapatan dan kekuasaan. Tanpa kesetaraan maka kehidupan masyarakat tidak ubahnya seperti alam rimba dimana masyarakat kelas atas akan terus berusaha menekan & memerah kelas bawah demi keuntungannya sendiri.

Aturannya yang kuat selalu lebih sedikit dari yang lemah

Jika anda mampu belajar dari alam maka akan menemukan bahwa herbivora lebih banyak dari karnivora, mangsa lebih banyak daripada predator dan pemakan rumput lebih banyak dari pemakan daging. Jika terjadi sebaliknya maka sistem kapitalisme alamiah akan mengalami kekacauan dimana akan terjadi kanibalisme diantara penguasa sekaligus predator. Artinya, Jika jumlah rakyat miskin lebih sedikit dari jumlah orang-orang kaya maka para kapitalis tersebut akan saling berperang untuk memperebutkan lahan sumber daya yang tersedia. Pertarungan alias konflik antar kapitalis tidak bisa dihindari sampai jumlah pemilik modal berkurang mengimbangi jumlah masyarakat miskin.

Bisakah anda membaca analogi yang kami buat? Sistem kapitalisme jelas meniru pola-pola yang berlaku di alam rimba yang lebih dikenal sebagai hukum rimba. Perbedaannya adalah, bila di alam rimba hewan lemah ditekan dengan gigi dan taring kuat juga badan yang besar maka di dalam masyarakat manusia di tekan lewat konspirasi ilmu pengetahuan, kekuatan uang dan kekuasaan. Jadi ada kesamaan pola yang berlaku di alam liar dengan di dalam kehidupan masyarakat yang memegang teguh sistem swastanisasi dari setiap pengelolaan sumber daya yang tersedia. Dengan kata lain kapitalisasi mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan, pendapatan dan kekuasaan ke arah manipulatif yang hanya menguntungkan pihak tertentu sedangkan pihak lainnya terus-menerus menjadi korban (secara halus).

Faktor penyebab masyarakat miskin tetap ada

Apa yang hendak kami sampaikan tentang sistem permodalan swasta ini ya? Orang-orang akan berlomba mengejar penghasilan yang tinggi dengan cara menebarkan tipu-tipu ke berbagai penjuru negeri. Ada juga pengusaha perorangan yang berlomba-lomba mencari uang dengan menguasai kehidupan politik lalu menjadi pemimpin, pejabat dan pegawai pemerintah. Jadi disinilah kami menekankan betapa pentingnya keadilan sosial di dalam suatu masyarakat. Tanpa kesetaraan maka kita hanyalah musang berbulu domba yang terus-menerus berpikir untuk melemahkan orang lain demi diri sendiri agar semakin unggul dari tahun ke tahun (arogansi).

Berikut ini akan kami bahas kembali tentang alasan mengapa orang miskin tetap ada di sekitar kita.

  1. Kekurangan sumber daya alam.

    Seandainya negeri kita adalah padang gurun yang gersang dan tandus maka keadaan ini akan menjadi momok yang membuat masyarakat miskin terus ada. Semakin tipis sumber daya yang tersedia maka semakin tinggi angka persaingan, manipulasi dan konspirasi yang terus-menerus terjadi dari waktu ke waktu. Semua keadaan ini akan menimbulkan konflik yang berkepanjangan sehingga bisa-bisa menghancurkan banyak infrastruktur, kehilangan materi bahkan kehilangan nyawa juga. Inilah seleksi alam asli yang melibatkan kekuatan teknologi senjata konvensional (belati, pisau, pedang, kapak, parang) maupun senjata modern (tembak, bom, roket, racun asap).

    Kemampuan masyarakat, swasta dan pemerintah menjaga pemanfaatan sumber daya tetap terkendali adalah salah satu cara efektif untuk menjamin keberadaannya. Tetapi bila oknum orang-orang kaya semakin banyak lalu membangun fasilitas serba mewah bagi dirinya sendiri niscaya kecepatan konsumsi sumber daya mengancam masa depan.

  2. Memang hukum alamnya demikian.

    Swastanisasi terhadap pengelolaan sumber daya yang tersedia telah menjadikan power beberapa kalangan menjadi bombastis hingga tak terbatas berlaku semena-mena terhadap kalangan masyarakat dibawahnya. Ini sama halnya dengan kehidupan predator yang lebih sedikit dari mangsanya, jumlah karnivora (penguasa daging) selalu lebih sedikit dari jumlah herbivora (pemakan rumput). Demikian juga jumlah orang kaya (kapitalis) selalu lebih sedikit dari jumlah orang miskin, itu hukum alam.

    Jadi, sekarang intinya adalah “apakah kita hidup dalam masyarakat dengan permodalan perorangan (kapitalis)?” Selama kita masih hidup di zaman kapitalisme maka selama itu pula ORANG MISKIN SEMAKIN BANYAK & LEBIH BANYAK DIBANDINGKAN ORANG KAYA.

  3. Pengetahuan asli masih disembunyikan.

    Ada istilah yang mengatakan bahwa orang yang menguasai ilmu pengetahuan adalah orang yang kaya-raya. Inilah yang terjadi di saman kapitalisasi terhadap berbagai lini pendidikan dalam kehidupan bermasyarakat. Oknum swasta membelokkan ilmu pengetahuan yang benar itu lalu menyuguhkan kebohongan diantara masyarakat semata-mata agar kehidupan mereka tertekan, miskin dan melarat. Lalu dengan sekonyong-konyongnya para penguasa swasta ini datang sebagai penolong, seolah-olah menyelamatkan orang-orang tersebut padahal mereka beroleh untung yang besar dari semua aktivitas tersebut.

  4. Uang dijadikan sebagai alat untuk melakukan/ melegalkan kejahatan.

    Masyarakat memiliki miskin moralitas akibat peredaran minuman keras, narkoba dan obat-obat terlarang lainnya secara ilegal. Siapa lagi yang menguasai penjualan berbagai barang haram ini kalau bukan para pemilik modal swasta yang ingin dirinya kaya raya? Padahal jika anda melirik ke dalam kehidupan mereka sehari-hari maka akan menemukan bahwa para pengusaha tersebut tidak pernah sedikitpun menggunakan (mengkonsumsi) barang haram tersebut.

    Kepemilikan uang yang banyak juga bisa menjadi penghambat prestasi seseorang karena terlalu terlena menikmati hidup. Mereka cenderung jatuh dalam praktek foya-foya yang membuat dirinya tidak produktif. Juga, anak-anak mereka yang hidup dalam kemewahan menjadi orang-orang yang sangat konsumtif dan tidak kreatif (prestasi nihil dan tidak bekerja sama sekali).

    Penyalahgunaan uang bisa saja terjadi karena saking banyaknya itu. Oknum pemilik modal ini bisa saja memanfaatkan uang tersebut untuk membayar orang lain agar mereka melakukan aksi kejahatan, misalnya pembunuhan, penjarahan, menebar gangguan, keresahan, ketakutan dan lain sebagainya.

  5. Kekuasaan dimanfaatkan untuk melakukan manipulasi (KKN).

    Sepertinya, ini adalah hal yang sangat populer di tengah masyarakat. Tersangka koruptor yang terus-menerus berjatuhan adalah pertanda bahwa kekuasaan yang ada saat ini syarat dengan praktek penggelapan. Salah satu hal yang menciptakan keadaan ini adalah lemahnya regulasi dan masih tertutupnya birokrasi. Namun sekalipun regulasi yang ditempuh begitu kuat dan tegas lagi-lagi birokrasi yang tidak transparan bisa menyembunyikan praktek korup tersebut dengan rapi.

    TANPA KETERBUKAAN, KORUPSI DAPAT DILAKUKAN BERSAMA-SAMA TANPA DIKETAHUI OLEH PUBLIK. Praktek korup seperti inilah yang sering dilakukan oleh penguasa. Artinya, jika penggelapannya sendiri-sendiri pasti akan ketahuan. Tetapi apabila praktek korupsinya bareng-bareng (manipulasi – konspirasi), alhasil kemungkinan untuk terungkapnya/ mencuatnya kejadian tersebut sangat kecil/ tipis.

  6. Oknum kapitalis memelihara orang miskin.

    Sadar atau tidak, sistem memberikan bantuan kepada oknum pengangguran sama saja dengan membodohi mereka. Sebsb biar-bagaimanapun penghasilan seseorang tanpa aktivitas positif yang bermanfaat bagi sesama maka uang itu akan digunakan sekedar berfoya-foya dibidang-bidang kejahatan. Misalnya menikmati hidup di tempat pelacuran, mengkonsumsi miras, menggunakan narkoba dan berbagai penyimpangan menikmati hidup lainnya. Situasi semacam ini jelas membuat orang-orang tersebut tetap miskin pengetahuan dan aktivitas sehingga mereka terus bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan uang bagi pengusaha swasta tersebut.

  7. Oknum kapitalis berbuat curang dan berkonspirasi.

    Jangan berpikir bahwa kapitalis ini adalah orang-orang kaya, tidak selalu. Mereka bisa siapa saja, ciri khasnya adalah hawa nafsu yang tinggi akan kekayaan pribadi yang lebih. Demi uang yang lebih banyak, orang-orang ini akan melakukan berbagai praktek penipuan semata-mata untuk untuk membuat dirinya lebih diuntungkan. Tidak dipungkiri bahwa mereka sering sekali menggunakan cewek-cewek cantik untuk menarik perhatian orang banyak sehingga banyak masyarakat yang kurang cerdik jatuh ke dalam jebakannya. Orang-orang yang menjadi korban dari penipuan tersebut bisa saja jatuh dalam jerat utang hingga kemiskinan.

  8. Manfaat garam yang disembunyikan menciptakan orang sakit dan cacat.

    Oknum pengusaha swasta yang mengetahui manfaat garam menyembunyikan fakta tersebut. Mereka malah menjelek-jelekkan keberadaan garam sehingga ada-ada saja rakyat jelata yang membatasi asupan garam hariannya. Keadaan ini jelas beresiko tinggi membuat masyarakat sakit bahkan lebih parah lagi, ibu-ibu hamil yang kekurangan garam bisa mengandung bayi cacat fisik dan mental. Secara otomatis praktek konspirasi garam semacam ini hanya menciptakan generasi yang mengalamai disabilitas mental dan fisik di tahun-tahun berikutnya.

  9. Persaingan kerja tinggi karena Lapangan kerja sedikit.

    Coba lihat disekeliling anda, ada berapa universitas, berapa jurusan yang dibukanya dan berapa lulusan yang dihasilkannya setiap tahunnya? Bukankah universitas di tempat anda menghasilkan lulusan ribuan orang tetapi pada kenyataannya penerimaan PNS yang hanya terjadi satu kali dalam dua atau tiga tahun hanya menyerap beberapa orang dari ribuan atau beberapa ribu dari puluhan ribu mahasiswa yang diluluskan oleh universitas. Kenyataan pahit inilah yang sebenarnya menjadi momok bagi suatu negara sehingga menyebabkan jumlah orang miskin semakin bertambah dari tahun ke tahun.

    Ada beberapa data yang kami peroleh dimana diketahui dari sekian banyak lulusan universitas yang bekerja menurut jurusan yang diambilnya sangatlah sedikit.

    Dalam perkuliahan ada berbagai jurusan yang menghasilkan banyak lulusan.

    • Perawat 3000 mahasiswa /pertahun
    • Dokter 2500 mahasiswa /pertahun
    • Ahli Agama 2800 mahasiswa / pertahun
    • Ahli Komputer 2870 mahasiswa/ pertahun
    • Ahli Kimia / 4000 mahasiswa /pertahun
    • Ahli Ekonomi /400 mahasiswa /pertahun
    • Ahli Mesin / 3700 mahasiswa /pertahun
    • Ahli Listrik /4000 mahasiswa /pertahun
    • Ahli Pertanian /3200 mahasiwa /pertahun

      Tenaga kerja yang dibutuhkan (bekerja sesuai profesinya).

    • Perawat 12 orang / 2 tahun
    • Dokter 7 orang / 5 tahun
    • Ahli Agama 9 orang / 2 tahun
    • Ahli Komputer 15 orang / tahun
    • Ahli Kimia 8 orang/ tahun
    • Ahli Ekonomi 8 orang / tahun
    • Ahli Mesin 7 orang /tahun
    • Ahli Listrik 8 orang /tahun
    • Ahli Pertanian 6 orang /tahun

      Jadi kemanakah lulusan yang lebih banyak lainnya bekerja???

  10. Sistem Yang Gagal, menciptakan orang-orang miskin.

    Yakin sama kami, sistem yang gagal selalu menampilkan data-data yang penuh dengan kecurangan. Mereka bersaksi bahwa presentasi angka kemiskinan telah menurun padahal yang ada jumlah rakyat miskin terus meningkat seiring dengan peningkatan penduduk. Jika ada pemerintahan yang sumber dayanya dikuasai secara perorangan (swasta) berkata bahwa “angka kemiskinan menurun.” Ketahuilah bahwa itu hanyalah tipuan belaka sebab hukum alamnya memang demikian. SEMAKIN BANYAK PREDATOR MAKA SEMAKIN BANYAK MANGSA – SEMAKIN BANYAK KAPITALIS MAKA SEMAKIN BANYAK RAKYAT MISKIN UNTUK DITEKAN DAN DIPERAH.

Penyalahgunaan Kekuatan Oleh Oknum Swasta (Perorangan) Menciptakan Orang Miskin Semakin Banyak

Ketika sumber daya yang tersedia dikuasai oleh oknum perorangan (swasta), itulah masa-masa terburuk bagi rakyat jelata yang tidak tau apa-apa. Mereka seperti herbivora yang selalu digagahi, dicakar dan diterkam oleh karnivora yang kejam dan bengis. Masyarakat luas dibodoh-bodohi dengan memanipulasi ilmu pengetahuan yang benar untuk mendapatkan jumlah rupiah yang lebih banyak. Rakyat dikubuli dengan informasi bodong semata-mata demi menduduki kursi-kursi pejabat tingggi di dalam pemerintahan. Sadarilah bahwa praktek konspirasi semacam ini sekalipun membuat anda berkelimpahan dengan materi yang mewah-mewah tidak akan menjamin suaasana hati anda menjadi baik. Ketahuilah bahwa ada nafas kebenaran yang mengalir di dalam darah yang beredar diseluruh tubuh ini, itulah yang selalu menuntut pertanggung jawaban atas semua pelanggaran kita. Artinya, dihukum atau tidaknya anda terhadap kejahatan tersebut, tubuhmu akan menghukummu dengan cara memberikan kegelisahan, kecemasan, kekuatiran dan ketakutan. Memang orang lain tidak akan dapat membacanya tetapi malam-malam yang anda lalui akan penuh dengan kesesakan padahal tidak ada orang yang berusaha menyakitimu.

Salam, pengelolaan potensi daerah secara perorangan adalah masa lalu sedangkan mengelola sumber daya bersama-sama adalah masa depan!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.