Lingkungan

7 Cara Membuat Tanah Dasar Tambak Sehat – Alasan Ikan/ Udang Mati Masal Secara Mendadak

Protein adalah salah satu zat gizi organik yang berperan aktif untuk memperbaiki, membangun dan memperbanyak sel tubuh. Nutrisi jenis ini biasanya diperoleh dari berbagai bahan makanan yang kita konsumsi setiap hari. Ada yang berasal dari tumbuhan (protein nabati) dan hewan (protein hewani). Salah satu jenisnya yang sering dan banyak ditemukan di pasaran adalah ikan. Secara alamiah, ikan diperoleh dari lautan luas dan ada yang berasal dari perairan tawar seperti, sungai, danau dan waduk. Pada bagian ini, kemi lebih membahas tentang perikanan yang dilakukan di tambak air mengalir dan genangan tetap.

Selain ikan, ada pula tambak yang ditujukan untuk memelihara udang jenis tertentu. Hewan bercangkang ini menjadi salah satu sumber protein tinggi yang digemari oleh masyarakat dengan nama pasaran “Sea Food.” Sekalipun namanya adalah makanan laut, tidak berarti bahwa semua yang disajikan dalam menu adalah berasal dari laut. Justru sebagian besar menu yang tersedia berasal dari tambak air tawar (bukan tambah air asin) seperti ikan lele, mujair, udang dan lain sebagainya. Berkunjunglah ke sana sesekali maka akan menemukan keanehan ini.

Tambak adalah (1) pematang untuk menahan air; gili-gili; tanggul; bendung; (2) kolam di tepi laut yang diberi berpematang untuk memelihara ikan (terutama ikan bandeng; udang); tebat (KBBI Luring). Perikanan yang menambak di tepi laut biasanya minim resiko pencemaran karena garam adalah bioaktivator yang berperan untuk membusukkan berbagai limbah. Tetapi penambak air tawar yang menjalankan usahanya di pinggir sungai, danau dan waduk kerap mengalami masalah yang menyebabkan ikan atau udang yang dipelihara tiba-tiba mendadak mati. Kejadian ini lebih sering berlangsung di tempat-tempat yang airnya tidak mengalir.

Cara Membuat Tanah Dasar Tambak Sehat - Alasan Ikan Udang Mati Masal Secara Mendadak

Sumber gambar L’internaute Photo Com

Faktor Penyebab seluruh ikan mati di tambak

Ada jenis ikan yang sangat menyukai pH air yang netral, ada pula yang menyukai pH basa. Contok umum yang paling suka dengan pH basa adalah ikan lele. Sekalipun habitatnya di tempat alami berada di sungai atau danau yang bersih, ikan yang satu ini dikenal sangat lihai bertahan dalam berbagai lingkungan terburuk sekalipun. Apa yang namanya air kotor, limbah peternakan ayam, sapi, kambing bahkan kotoran manusia sekalipun menjadi tempat yang nyaman untuk ikan ini. Tetapi, bagi ikan yang membutuhkan pH netral (±7), keberadaan lumpur menjadi bencana yang suatu saat membunuh ikan/ udang yang diternakkan.

Lumpur tambak tersusun atas beberapa macam bahan, di antaranya adalah pakan yang tidak termakan, feses, plankton/diatom yang mati membusuk, mikroorganisme (jasad renik) dan erosi tanah. Apabila lumpur tidak segera di demineralisasi oleh kuman, resiko peningkatan pH akan membunuh ikan/ udang dalam waktu dekat. Berikut ini ada beberapa hal yang menjadi alasan mengapa seluruh ikan/ udang yang anda ternakkan mati secara mendadak.

  1. Pemberian pelet yang berlebihan.

    Pertubuhan makhluk hidup tidak ada hubungannya dengan jumlah makanan yang diberikan. Sekalipun makhluk tersebut diberikan makanan yang banyak tetap saja penambahan ukuran hanya terjadi pada daging dan lemak luarnya tetapi ukuran organ dalamnya tetap sama. Keadaan ini justru beresiko menyebabkan ikan/ udang yang di tambak tersebut rentan dengan penyakit metabolime alias penyakit yang disebabkan oleh kelainan biokimia dan gangguan transport nutrien ke seluruh tubuh.

  2. pH air berubah.

    Pelet yang diberikan secara berlebihan akan lebih banyak jatuh ke dasar tambak yang kemudian menjadi lumpur. Pakan tersebut akan membusuk oleh aktivitas mikroorgansisme sehingga dasar tambak akan dipenuhi oleh bahan organik seperti nitrogen dan fosfor. Apabila akumulasi lumpur terus terjadi tanpa diiringi oleh proses mineralisasi yang baik, keadaan ini akan cenderung mengubah pH air.

  3. Plankton yang mati secara masal.

    Plankton merupakan organisme yang menjadi salah satu petunjuk kesehatan tambak yang dikelola. Makhluk mikro yang satu ini juga sering dikonsumsi oleh ternak (udang/ ikan). Perairan yang kaya akan keberadaan plankton merupakan petunjuk nyata minimnya angka pencemaran di wilayah tersebut. Matinya plankton secara mendadak bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya karena perubahan pH air yang tercemar oleh lumpur organik.

  4. Lumpur tambak yang tidak dikuras secara rutin.

    Manusia membutuhkan udara yang bersih untuk tetap hidup dan produktif setiap waktu. Sama halnya dengan ternak udang/ ikan yang anda pelihara. Hanya saja perbedaannya adalah udara senantiasa berganti dalam siklus yang berputar sedangkan air dalam tambak sangat tergantung dari sistem pengairan yang digunakan. Perikanan yang baik perlu memperhatikan kesehatan media air yang dipakai untuk budidaya ikan/ udang agar dapat mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang maksimal saat bertambak. Oleh karena itu, menguras air dan lumpur setelah beberapa kali siklus pertumbuhan dianggap perlu terutama pada penambakan air tawar yang tidak mengalir

  5. Tambak yang dasarnya dipenuhi oleh racun.

    Akumulasi bahan organik yang melebihi daya dukung lahan akan berdampak buruk karena meningkatkan laju reduksi bahan-bahan tersebut. Jika kondisi ini terus berlanjut akan menyebabkan lapisan air pada permukaan tanah dasar memburuk. Muncul senyawa tereduksi seperti NH3, CH4, dan H2S yang bersifat toksik sehingga udang/ ikan mengalami stres, nafsu makan berkurang, menderita berbagai penyakit, hingga menyebabkan kematian.

    Kelebihan pemberian pelet dan kotoran (urin dan feses) ternak itu sendiri, menyebabkan peningkatan limbah organik yang memicu kematian massal plankton di dalam tambak. Saat plankton mati secara masal, pH air tambak/kolam akan turun drastis sehingga bahan organik akan meningkat dan mengurangi kadar oksigen. Akibatnya bakteri jahat akan berkembang pesat di tambak, dan gas beracun akan keluar semua di dalam tambak.

  6. Banjir/ pasang naik yang menyebabkan lumpur mengembang.

    Apabila budidaya udang/ ikan yang anda geluti terletak di pinggir sungai, danau atau waduk, ada kemungkinan material lumpur yang penuh toksin tersebut terangkat ke atas. Fenomena ini biasanya terjadi saat banjir sedang melanda atau saat pasang naik yang membuat material pada dasar waduk/ danau terangkat lalu tersuspensi merata di dalam air. Keadaan ini beresiko mematikan udang/ ikan yang dipelihara akibat keracunan material lumpur dari dasar tambak.

  7. Air tambak yang tidak mengalir.

    Budidaya udang/ ikan yang ditempatkan di daerah perairan yang tenang dan tidak mengalir membuat akumulasi kotoran (feses dan urin) bisa berada pada titik kritis. Belum lagi jika pelet yang diberikan tidak terkontrol dengan baik sehingga sebagian terjatuh sia-sia ke dasar. Untuk jenis ikan air tawar yang terbiasa hidup di lingkungan ekstrim seperti ikan lele, keadaan ini tidaklah masalah tetapi untuk ikan/ udang air tawar jenis lain dampaknya bisa fatal.

Tips Membuat Tanah Dasar Tambak Sehat - Faktor Penyebab Ikan Udang Mati Masal Secara Mendadak

Gambar oleh Oleh Khunbaobao Blogspot Com

Cara membuat tanah tambak tetap sehat untuk udang dan ikan

Budidaya ikan/ udang dapat menjadi potensi daerah bila dikembangkan secara berkelanjutan bila para peternak bekerja sama dengan aparat pemerintah. Manfaatnya tentu saja untuk dapat memenuhi kebutuhan protein di suatu wilayah sekaligus untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu, untuk membuat tambak ikan tidaklah terlalu sulit juga tidak membutuhkan biaya ratusan juta. Melainkan cukup dilakukan di badan sungai, danau, waduk/ bendungan yang terdapat di daerah tersebut.  Lokasi penambakan ikan juga dapat dilakukan di pinggir laut yang masuk ke dalam membentuk perairan yang tenang dan bebas dari gelombang.

Berikut ini beberapa cara yang kami anjurkan untuk membuat tanah tambak tetap sehat untuk ditumbuhi berbagai ternak budidaya yang bernilai ekonomi baik.

  1. Memberikan pakan secara terpimpin.

    Pemberian pelet udang/ ikan yang merupakan sumber pangan utama harus dilakukan secara terkendali. Biasanya pemberian pakan cenderung bias jika dilakukan oleh banyak tangan melainkan berikan tanggung jawab tersebut kepada satu/ beberapa orang saja. Setiap perusahaan penyedia pakan biasanya telah memberikan petunjuk khusus tentang pemakaiannya atau dapat berkonsultasi dengan orang yang sudah lama bergelut di bidang perikanan.

  2. Memberikan sayuran kepada ternak.

    Pada dasarnya, sayuran yang dikonsumsi oleh manusia, turut juga dapat diberikan kepada ternak termasuk ikan. Sebenarnya tidak hanya sayuran saja, pemberian serangga juga bisa menjadi pilihan yang baik. Tentu saja pakan tambahan semacam ini harus diberikan dalam jumlah yang terkontrol. Apabila pakan berlebihan, akan jatuh di dasar tambak, mengalami pengendapan dan penumpukan sehingga berpotensi zat pencemar setelah beberapa waktu lamanya.

  3. Menguras air tambak yang tidak mengalir secara rutin.

    Pengelolaan tambak yang sehat sangat memperhatikan kondisi air mulai dari lapisan atas sampai bawah. Semakin baik kualitas air yang digunakan maka semakin baik pula pertumbuhan udang/ ikan yang dipelihara. Untuk tambak yang pengap dengan ciri khas air yang tidak mengalir, harus dikuras setiap kali panen. Ini dilakukan agar media air yang baru siap untuk dihidupi oleh benih yang baru.

  4. Menyedot lumpur tambah yang selalu mengalir secara rutin.

    Menambak ikan atau udang di wilayah yang airnya melimpah-limpah memang sangat mudah. Yang diperlukan adalah benih yang sudah siap dipindahkan setelah mencapai ukuran tertentu. Jaring-jaring yang digunakan untuk menghalau hewan tersebut agar tidak melarikan diri haruslah berada dalam posisi yang kuat dan saling terikat dengan stabil. Mustahil untuk menguras air dalam suatu sungai, danau, dana waduk/ bendungan tetapi petani bisa menyedot lumpur yang terletak di dasar dengan menggunakan mesin pompa. Lumpur yang mengandung sisa pelet, kotoran (urin/ feses), hasil erosi tanah dan jasad renik dapat disingkirkan secara berkala (sekali setahun).

    Proses penyedotan ini dapat dilakukan dengan cara meletakkan jaring kecil di ujung pipa yang dimasukkan ke dalam dasar tambak. Jaring ini bermanfaat untuk menghalangi kalau-kalau ada udang/ ikan yang tersedot keluar. Penyedotan lumpur ini bisa dilakukan setelah masa panen untuk menghindari gangguan pada kesehatan ternak.

  5. Mengusahakan agar air dapat dibuat selalu mengalir.

    Air yang selalu mengalir membuang media yang kotor lalu menggantinya dengan yang baru. Perputaran semacam ini bermanfaat untuk menjaga kadar oksigen berada dalam kisaran yang sehat. Siklus air yang baik membuat kadar zat-zat beracun tidak menumpuk-numpuk sehingga membahayakan udang/ ikan yang berkeriapan di dalam tambak. Hal ini tentu saja dilakukan pada penambakan air tadah hujan di dalam kolam-kolam yang stagnan.

    Anda bisa melakukan siklus yang sederhana dimana air kolam pada dasarnya tidak diganti melainkan hanya diputar. Perputaran ini dilakukan dengan mengoperasikan mesin pompa kecil untuk membuat genangan air tersebut tetap berputar sehingga kadar oksigennya terjaga dengan baik.

  6. Selalu mengecek keberadaan plankton.

    Pemeriksaan pH air perlu dilakukan secara rutin untuk memastikan keberadaan plankton. Makhluk mikro yang satu ini biasanya menjadi makanan tambahan bagi ternak yang dipelihara. Selama pH air berada dalam keadaan netral maka selama itu pula diatom masih terkandung di dalamnya. Anda bisa melakukan pengecekan keasaman dengan menggunakan pH-meter di pagi dan sore hari. Lakukan hal ini secara rutin untuk memastikan kesehatan media air berada pada kondisi yang baik.

  7. Menaburkan garam sebagai bioaktivator.

    Garam adalah mineral ajaib, butiran multifungsi yang lebih berharga dari emas murni sekalipun. Natrium adalah bioaktivator alami yang meningkatkan kinerja mikroorganisme baik untuk melakukan demineralisasi terhadap berbagai-bagai unsur organik. Bahan-bahan sisa seperti pelet, feses, urin, lumpur dan lain sebagainya akan di mineralisasi oleh kuman sehingga tidak berbahaya.

    Tahukah anda bahwa perikanan yang bertempat di air payau tidak pernah mengalami masalah keracunan? Sebab air sungai di muara telah tercampur sebagian dengan air laut yang notabene memiliki kandungan garam tinggi. Oleh karena itu, salah satu cara terbaik untuk menyehatkan tanah dasar tambak yang anda kelola adalah menaburkan garam ke atasnya.

    Natrium juga dikenal sebagai agen panjang umur yang dapat meningkatkan kesehatan makhluk hidup sampai batas maksimal. Fungsi utamanya adalah melakukan detoksifikasi untuk menetralkan berbagai senyawa racun di dalam air termasuk di dalam tubuh makhluk hidup yang megap-megap di dalamnya. Udang;/ ikan yang anda pelihara tidak akan mudah terserang penyakit dan tidak akan ada yang mati terkecuali karena faktor fisik (penangkapan).

    Pemberiannya dapat dilakukan dengan cara mencampurkan sejumlah garam ke dalam air lalu menebarkannya di seluruh areal tambak yang ada. Pada dasarnya, ikan air tawar masih bisa hidup dalam kadar isotonik, yaitu 0,9% atau sama dengan 9 gr garam/ Liter air. Artinya, dalam 1 m3 air atau sama dengan 1000 L air dapat ditambahkan sampai beberapa kilogram garam. Ini bisa dilakukan sekali dua atau tiga bulan atau bisa juga sesaat setelah berakhirnya musim panen. Proses detoksifikasi tanah tambak ini sangatlah penting untuk menetralkan pH air yang terkandung di dalamnya.

Perikanan air tawar menjadi salah satu potensi daerah yang bisa dikembangkan oleh masyarakat yang tinggi di sekitar sungai, muara, danau dan waduk/ bendungan. Peternakan udang dan ikan akan menyuplai kebutuhan protein penduduk setempat sekaligus untuk memperbaiki kesejahteraan warga yang tinggal di daerah pinggiran. Garam adalah senyawa yang bermanfaat untuk menetralkan pH media tumbuh untuk ternak. Natrium juga sangat bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh makhluk hidup pada batas teratas sehingga tidak mudah terserang berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh gangguan metabolisme maupun serangan mikroorganisme patogen.

Salam, Perikanan menguntungkan semua pihak!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.