Keluarga

7 Pelajaran Dari Tritunggal, Perubahan Wujud Tuhan Dalam Kehidupan Manusia – Fokus Dari Indra Ke Hati

Pelajaran Dari Trinitas (Tritunggal) - Perubahan Wujud Tuhan Dalam Kehidupan Manusia – Fokus Dari Indra Ke Hati

Allah adalah pribadi yang luar biasa, melebihi segala kekuatan yang pernah kita amati di bawah kolong langit ini. Bahkan sekalipun kita mampu menatap kekuatan lain di luar angkasa yang jauh di sana, ketahuilah bahwa Dia lebih dari semuanya itu. Andaikan kita mampu berkeliling diseluruh alam semesta, ketahuilah bahwa itu hanyalah gambaran dari kekuatan Allah yang sebenarnya. Sebab Dialah yang menciptakan segala kekuatan yang hadir diseluruh jagad raya yang luas ini, sudah sepantasnya Pencipta lebih dahsyat dari segala eksistensi yang diciptakan-Nya.

Nafas Allah ada dalam seluruh ciptaan

Ketika kita bernyanyi memuliakan nama-Nya: “kehangatan kasih-Nya bagaikan mentari, sejuk berkat-berkatnya bagaikan angin sepoi-sepoi. Menghadiahi seluruh bumi dengan geliman hujan pada waktu-Nya.” Jadi, bisa dikatakan bahwa sebagian dari diri Allah telah menghidupi alam semesta ini. Sama seperti Ia menciptakan manusia dengan menghembuskan nafas-Nya ke dalam diri Adam & Hawa. Demikianlah juga ketika Ia berfirman untuk menciptakan, nafas-Nya keluar dari setiap kata yang diucapkan untuk menghidupi segala sesuatu. Sehingga kita bisa mengumpamakan segala kekuatan yang ada di alam ini sebagai pribadi-Nya.

Semua ciptaan menggambarkan eksistensi Allah

Allah tidak pernah menampakkan wujud asli-Nya kepada satu orangpun manusia di zaman ini. Tetapi di masa lampau, pada zaman purbakala Ia pernah menyatakan diri-Nya kepada nabi Musa. Hanya nabi Musalah yang pernah melihat wujud Allah namun itupun hanya bagian punggung-Nya saja. Itulah mengapa gereja-gereja masa kini tidak pernah menggambarkan bagai mana rupa-Nya sebab seluruh ciptaan menggambarkan diri-Nya. Ketika Tuhan bertutur kata (berfirman) menciptakan segala sesuatu, secara tidak langsung nafas-Nya telah diberikan kepada masing-masing. Itulah mengapa dikatakan bahwa semua ciptaan menggambarkan kepribadian-Nya.

Memanfaatkan ciptaan lain seperlunya untuk menjaga keseimbangan

Matahari, bulan, bintang, bumi, lautan, angin dan segala sesuatu yang ada di jagad raya menggambarkan eksistensi Allah. Tetapi bukan dalam arti bahwa itulah wujud-Nya melainkan Dia lebih dari semuanya itu. Apa yang dititipkan-Nya kepada ciptaan lain adalah sama seperti yang didapatkan oleh manusia yaitu “Nafas yang dihembuskan, nafas yang keluar saat berfirman.” Jadi sudah sepatutnya kita menghargai ciptaan lain dengan cara memanfaatkannya apa adanya-seperlunya saja. Sebab semua ciptaan dari hari pertama hingga hari ke enam telah berada dalam satu sistem yang seimbang sehingga segala hal yang salah/ sesat dan berlebihan cenderung mengganggu keseimbangan yang telah diciptakan-Nya.

Kejahatan mengganggu keseimbangan alam

Allah adalah pribadi yang menciptakan ruang dan waktu. Semua siklus yang terjadi di bawah kaki langit telah diciptakan sedemikian rupa untuk berada pada posisi seimbang satu sama lain. Secara alamiah tidak ada yang bisa mengganggu keseimbangan alam terkecuali kekuatan yang lebih cerdas dari semua ciptaan, yaitu manusia. Kita hadir di dunia ini dengan kelebihan sebagai pengendali yang mengelola sekalgus mendayagunakan seluruh ciptaan sehingga masing-masing berjalan pada fungsinya tanpa harus terganggu keseimbangannya. Inilah kunci keberadaan manusia, yaitu kemampuan untuk menjaga keseimbangan sembari memanfaatkan lingkungan sekitarnya untuk kepentingan bersama.

Sayang, kejahatan umat manusia selalu mengarahkan kehidupan untuk melawan hukum alam. Kita ambil saja contoh yaitu, keadilan sosial. Sistemyang tidak memelihara keadilan sosial cenderung menggiring manusia untuk saling iri hati satu-sama lain. Tabiat iri adalah sifat dasar yang sangat manusiawi sehingga mendorong terjadinya persaingan yang ketat di dalam sistem. Persaingan ini akan terus berkembang terutama di antara orang-orang bermodal besar (kapitalis). Mereka akan membeli lebih banyak barang dan jasa agar diakui dan dinyatakan sebagai pemenang. Dengan tingginya angka konsumsi, semakin meningkat pula konversi sumber daya alam yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Pada tahap inilah keseimbangan alam terganggu sampai menyebabkan bencana.

Akar kejahatan adalah ketidakadilan

Pernyataan diri Allah kepada bangsa Israel secara nyata terbukti telah menjadikan mereka sangat arogan. Mereka hanya berpikir bahwa bangsanya sajalah yang pantas hidup sedangkan pihak lain harus dimusnahkan atau akan menjadi budak. Memiliki tingkat arogansi yang sangat tinggi menempatkan posisinya di atas sebab merasa diri sebagai bangsa pilihan. Sudah otomatis jika suatu pihak meninggikan diri maka haruslah ada yang direndahkan. Dengan berlaku demikian orang-orang yang direndahkan inilah yang kemudian akan menyebabkan masalah baru di dalam masyarakat. Lagi pula dengan adanya posisi tertinggi maka masing-masing orang akan bersaing untuk menempati posisi tersebut.

KETIDAKADILAN AKAR DARI SEGALA KEJAHATAN

Sadar atau tidak, persaingan inilah yang telah menempatkan masyarakat dalam posisi yang paling rentan dengan kejahatan. Sebab, masing-masing orang akan menggunakan sumber daya yang ada sebesar-besarnya untuk memperoleh pengakuan, pujian dan popularitas yang lebih dibandingkan pihak lainnya. Semua ini semata-mata demi memenangkan persaingan yang tengah berlangsung. Keadaan tersebut, secara berangsur-angsur semakin bertambah buruk ketika jumlah manusia terus meningkat dari tahun ke tahun. Akhirnya, jumlah sampah dan polutan yang dibuang ke lingkungan meningkat tajam yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Semua keadaan ini, ujungnya tidak pernah jauh-jauh dari bencana kemanusiaan dan bencana alam.

Pernyataan Tuhan dalam tiga pribadi yang berbeda tapi satu (Tritunggal)

Yang Dia kehendaki adalah agar kita bisa belajar dari proses-proses kehidupan yang terjadi. Kemampuan analisis berpikir manusia dirangsang lewat pengalaman sejarah yang tertulis jelas dalam Alkitab. Sebuah sejarah panjang umat manusia yang melibatkan pernyataan Allah secara berbeda-beda pada masing-masing zaman. Tuhan mencoba menguak sisi kebenaran sejati yang diajarkan secara perlahan-lahan dari generasi ke generasi. Allah mendorong kita untuk menemukan kebenaran sejati itu sehingga kita betul-betul memahaminya. Dia tidak mau memaksakan pemahaman akan kebenaran yang sejati tersebut melainkan Dia hendak menuntun kita untuk menemukannya sendiri.

A. Allah Bapa.

Saat menyatakan diri dalam pribadi yang gilang-gemilah, Allah Bapa yang maha besar kepada seluruh orang Israel. Memang reaksi mereka adalah takut dan gentar sekaligus diiringin dengan rasa bangga. Kebanggaan inilah yang kemudian akan berubah menjadi arogansi dimana mereka selalu ingin lebih dari orang lain. Ujung-ujungnya, mereka akan memanfaatkan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk memanipulasi orang lain semata-mata demi uang dan kekuasaan. Bisa dikatakan bahwa arogansi berujung kepada kemunafikan: mukanya terlihat bagus padahal hatinya penuh dengan rencana-rencana yang jahat terhadap orang lain.

Tuhan tidak lagi menampakkan diri-Nya kepada orang Israel secara nyata oleh karena tingginya angka kemunafikan itu.  Ia memilih menyatakan diri kepada para nabi-nabi-Nya. Sayang, para nabipun terjebak dalam kejahatannya sendiri. Mereka menyampaikan ajaran kasih kepada Tuhan  tetapi kurang menekankan bagaimana seharusnya sikap mengasihi sesama? Utusan-utusan-Nya inipun kerap kali terjebak dalam hawa nafsu, keserakahan dan arogansinya yang terlalu tinggi. Mereka tidak mampu memahami maksud Allah sepenuhnya tetapi itu adalah permulaan kesaksian tentang hadirnya seorang Almasih Sang Juruselamat Sejati

B. Allah Anak.

Kehadiran Yesus Kristus di dunia adalah sebuah moment luar biasa yang tidak pernah dibayangkan oleh siapapun. Bahkan mungkin saja sebagian dari umat manusia tidak mampu menerima kenyataan tersebut. Mereka merasa peristiwa itu tidak logis, mustahil Tuhan yang maha besar & maha mulia menjadi sama seperti manusia yang tidak ada apa-apanya. Tetapi itulah rencana Tuhan sebab saat mengutus nabi-nabinya, mereka tidak mampu mengatasi arogansi, hawa nafsu dan keserakahannya sendiri. Namun dengan hadir-Nya anak-Nya Yang Sulung menunjukkan dengan jelas bagaimana sesungguhnya maksud Tuhan perihal tentang praktek kebenaran sejati?

Inilah yang hendak diangkat oleh Tuhan Yesus Kristus, kebersamaan yang setara di dalam masyarakat dengan mengesampingkan arogansi, hawa nafsu dan keserakahan di dalam diri-Nya sendiri. Tuhan datang sendiri untuk mempraktekkan secara langsung di depan mata manusia bagaimana seharusnya menjadi orang yang benar itu. Dia tampil di depan memberikan contoh praktek kebenaran sejati, bagaimana seharusnya menjadi manusia yang benar-benar sesuai dengan harapan pencipta-Nya. Dimana semua usaha itu menjurus kepada satu arah yaitu pengorbanan. Inilah yang hendak dinyatakan oleh Yesus Kristus yakni hidup penuh dengan pengorbanan sebab darisanalah jalan menuju perkembangan kepribadian menjadi lebih dewasa bahkan bijaksana menjalani hari.

Pengorbanan tidak melulu soal materi atau memberi nyawa untuk mati demi kemuliaan Allah tetapi pengorbanan menceritakan peristiwa peningkatan level kepribadian ke arah yang lebih baik. Apa yang kita korbankan adalah berkat yang sudah dianugrahkan Allah kepada kita. Itulah yang dimaksud dengan diberkati untuk menjadi berkat. Oleh karena itu, jangan pernah tahan berkat apapun yang ada di dalam dirimu, selama itu bisa dibagikan kepada orang lain maka silahkan berbagilah dengan penuh ketulusan hati. Jangan terlalu mengharapkan balasan dari manusia tetapi nantikanlah balasan itu di sorga kelak. Seperti layaknya Tuhan Yesus yang notabena telah menanggung penderitaan yang sangat berat sampai mati di kayu salib secara heroik.

Semua kisah kebersamaan, kesetaraan, kerendahan hati, persatuan, pengorbanan dan masih banyak lagi hal lainnya yang menunjukkan bagaimana seharusnya kita mengasihi Allah seutuhnya dan mengasihi sesama seperti (sama dengan) diri sendiri. Bukankah semuanya itu sudah tertulis jelas dalam kitab Perjanjian Baru? Bacalah kisah tersebut secara berulang-ulang, hubung-hubungkan dengan perjanjian lama niscaya anda akan dituntun kepada jalan yang menuju cahaya kebenaran abadi sesuai dengan kehendak Allah. Dan bukan hanya sendiri saja melainkan semua orang yang bersama-sama dengan anda akan di giring dalam surga kekal yang telah dijanjikan oleh TUHAN Allah.

C. Roh Kudus

Lantas kita berpikir, mengapa Tuhan Yesus tidak terus-menerus ada di bumi lalu berjalan-jalan ke berbagai daerah di seluruh dunia untuk mengkisahkan tentang kebenaran sejati? Pastilah semua orang yang mendengar tentang kebenaran yang dari mulut-Nya akan percaya. Tetapi jika Tuhan Yesus tetap ada di dunia ini maka rasa arogansi dalam diri orang-orang yang melihat kesaksiaan-Nya masih kentara seperti yang terjadi dahulu di zaman purbakala. Orang yang melihat-Nya akan memiliki kebanggan di dalam hatinya. Mereka akan merasa lebih berhak dan lebih baik dari orang lain sehingga besar kemungkinan perilaku merendahkan sesama masih ada di dalam hati manusia. Kejadian inilah yang hendak dihindarkan Tuhan sebab rasa bangga dekat dengan sikap arogan, dimana ada arogansi maka di sana ada ketidakadilan dan dimana ada ketidakadilan di sana bersemayam hawa nafsu sesat, ketamakan dan kejahatan lainnya.

Tuhan memutuskan untuk membagi rata hadirat-Nya kepada masing-masing orang. Lewat Roh Kudus yang hadir dalam hati, manusia dimampukan untuk merasakan hadirat Allah. Suatu berkah kepuasan, kedamaian, kebahagiaan, kelegaan dan ketenteraman yang disertai dengan berkat pengetahuan dan kebijaksanaan yang dapat dirasakan oleh setiap orang percaya. Jika anda merasa sudah memiliki semuanya ini sekalipun dunia di sekitar sedang bergejolak, sadarilah bahwa itu adalah berkat Roh Kudus yang tentu saja dimiliki oleh orang lain. Pemerataan Roh Kudus kepada semua orang percaya merupakan pertanda betapa kerinduan Allah untuk melihat orang-orang percaya hidup dalam kebersamaan yang setara (sosialisme).

Roh Kudus telah dibagikan secara merata (keadilan sosial) kepada semua manusia tetapi pekerjaan yang diekspresikan-Nya berbeda satu sama lain. Ada yang memiliki kemampuan untuk bernubuat, bernyanyi, bermain musik, melayani di bidang kebersihan dan lain sebagainya. Sekalipun berbeda-beda, kita adalah satu tubuh dimana pribadi yang satu sangat membutuhkan yang lainnya. Seperti tubuh yang anggota-anggotanya berbeda karena memiliki fungsi yang berlain-lainan, dimana ketiadaan satu bagian adalah kelemahan bagi yang lain. Saat pihak yang satu lemah maka pihak yang lain akan turut menopang dan membantunya. Dengan adanya rasa kebersamaan yang setara, ada sikap saling tolong-menolong yang tulus tanpa kemunafikan dan manipulasi yang tersembunyi.

Pelajaran dari transformasi wujud nyata keberadaan Tuhan dari Allah Bapa, Yesus Kristus hingga Roh Kudus (Trinitas)

Ada pelajaran yang sangat kental di balik sejarah perubahan pernyataan Allah kepada umat manusia. Yang dikehendaki Tuhan bukanlah “keunggulan satu orang yang merusak pihak lain tetapi kemampuan/ kelebihan satu orang yang mampu menyelamatkan semuanya.” Satu-satunya cara untuk mewujudkan hal ini adalah dengan kemauan untuk melepaskan sikap arogan dan ketamakan dari dalam hati sendiri. Setelah hal-hal buruk tersebut terlepas maka kita siap untuk hidup bersama di dalam kesetaraan. Berikut beberapa hal yang dapat kita pelajari dari Trinitas Allah.

  1. Awalnya Tuhan menampakkan diri secara langsung kepada nabi-Nya.

    Allah menampakkan diri dalam perbuatan yang gagah perkasa kepada orang Israel. Mereka yang menyaksikan peristiwa tersebut merasa ketakutan dan gentar terhadap hadirat-Nya. Sayang, pernyataan tersebut hanya bertahan di indra mereka kemudian cepat sekali murtad oleh karena godaan dari si jahat.

    Setiap kali Allah menyatakan diri lewat nabi-Nya yang memiliki kekuatan yang luar biasa, ketaatan orang Israel seperti terbentuk kembali. Mereka bertobat dari kejahatannya untuk beralih kepada hidup yang benar sesuai dengan hukum taurat. Tetapi, itu hanya bertahan sebentar saja, paling net-net adalah sampai orang yang menyaksikan kedahsyatan itu meninggal. Setelah manusia yang menyaksikan kedahsyatan Tuhan tidak ada, keturunan mereka akan kembali ditawan oleh kedegilan hati yang tegar tengkuk. Sebab rasa takut mereka terhadap Tuhan hanya sebatas di indra saja, selama mereka tidak melihat keajaiban apa-apa, mereka tidak akan percaya apa-apa. Dosa itupun kembali berakar dalam kehidupan umat manusia.

    Sayang, saat Tuhan menyatakan diri kepada nabi Musa: orang Israel jadi sombong dan arogan. Terlebih lagi ketika muncul berbagai pernyataan bahwa mereka adalah umat pilihan Allah. Rasa arogansi ini biasanya akan dilampiaskan kepada orang asing yang ada di sekitarnya. Mereka akan memusnahkan orang-orang tersebut atau setidak-tidaknya menjadikannya sebagai budak. [Dalam hal ini kami tidak menyalahkan mereka tetap membaca pola-pola kehidupan yang mereka jalani, sebab Alkitab Benar Di Zamannya.]

  2. Tuhan menampakkan diri dalam perbuatan gagah perkasa lewat hakim, nabi dan imam.

    Dalam berbagai kesempatan, berkali-kali Tuhan menampakkan diri kepada hakim-hakim di zaman perjanjian lama. Para hakim tersebut membawa bangsa Israel dalam berbagai kemenangan besar atas musuh-musuhnya. Allah juga menampakkan diri kepada beberapa raja dan nabi untuk menyatakan kasih dan penyertaan-Nya terhadap seluruh umat. Orang-orang utusan Allah telah membuka mata rakyat tentang adanya Tuhan sehingga masing-masing orang akan bertobat dari kejahatannya untuk kembali memuliakan Allah di dalam setiap waktu yang dijalaninya.

    Hanya saja, orang-orang utusan ini juga memiliki kelemahan, yaitu hawa nafsunya yang sesat, tamak dan arogan. Secara tidak langsung mereka memperkaya dirinya sendiri dengan berbagai-bagai harta benda. Pada titik ini mereka akan jatuh dalam dosa keserakahan terhadap hal-hal duniawi dimana semuanya itu diarahkan untuk menyatakan bahwa dirinya lebih hebat dari pihak lain. Lantas ini dilakukan kepada raja-raja asing di sekitarnya, yang diperoleh dari hasil peperangan sengit dengan bangsa lain.

    Setelah pihak lain di sekitarnya melemah dan tidak lagi berkuasa, mulailah mereka melemahkan saudaranya sendiri. Para pemimpin dan penguasa berusaha keras untuk mencari penghasilan dengan memalak orang-orang yang lemah. Mereka melakukan manipulasi dan berlaku tidak adil kepada orang yang tidak bisa apa-apa (janda, anak yatim, orang miskin, orang yang mengalami disabilitas dan lainnya).

    Keadaan ini semakin diperparah akibat rusaknya hutan-hutan di sekitar. Pohon-pohon ditebang demi membangun istana raja, rumah pejabat dan saudagar yang mewah-mewah. Hidup semakin sulit karena alam tidak lagi mendukung aktivitas pertanian. Rakyat kecil yang tidak memiliki dukungan ilmu pengetahuan, lemah ekonomi dan tidak punya hubungan dengan penguasa akan diperah habis-habisan oleh oknum kapitalis setempat. Tentu saja keadaan ini akan kembali menyulut amarah Tuhan karena kejahatan merjalela sehingga kerajaan lain datang untuk memerangi, mengalahkan dan menggiring mereka ke dalam pembuangan. Semua kisah ini berputar-putar dalam satu siklus yang tidak pernah putus-putusnya.
    Pola Kehidupan Masyarakat Berputar Disitu-Situ Saja Akibat Miinimnya Kebersamaan Dan Keadilan Sosial Tetapi Tinggi Arogansi

    Sayang, seorang saintist (ilmuan cerdas) juga bisa melakukan perbuatan luar biasa yang mencengangkan. Raja yang memiliki modal besar (uang dan kekuasaan tinggi) bisa melakukan hal-hal yang gagah perkasa asalkan memiliki pendanaan dan teknologi perang yang mutakhir.

  3. Tuhan menampakkan diri lewat anak-Nya.

    Akhirnya, Allah datang sendiri untuk memberikan contoh yang benar seperti apa yang telah dijanjikan-Nya kepada para nabi, jauh sebelumnya. Ia menyatakan diri-Nya dalam wujud yang sangat sederhana. Lahir di kandang domba dengan orang tua yang berprofesi sebagai tukang kayu. Dari Nazaret, Dia memulai pelayanan, mengangkat murid-murid, mengajar orang-orang, menyembuhkan yang sakit dan melakukan berbagai tanda-tanda ajaib (muzizat).

    Sekalipun Tuhan Yesus memiliki kekuatan luar biasa, Dia tidak arogan apalagi sombong. Hidupnya sangat-sangat sederhana, pergi ke sana-ke mari dengan berjalan kaki, tidak memiliki uang pribadi, tidak memiliki tempat tinggal khusus dan tidak hidup dalam gemerlapan duniawi. Kesederhanaan-Nya telah menginspirasi banyak orang untuk hidup apa adanya dengan tidak menggunakan sumber daya secara berlebihan. Pesan yang dibawanya adalah kesatuan dalam kebersamaan yang setara.

    Dengan hadir-Nya putra tunggal Allah ke dalam dunia lebih dari dua ribu tahun yang lalu, manusia tidak lagi harus berkomunikasi dengan TUHAN Allah lewat para Imam/ Pastor/ Pendeta. Melainkan setiap orang bisa langsung menyampaikan permohonannya kepada Allah dengan mengatasnamakan Yesus Kristus sebab Dialah Imam besar atas seluruh orang yang percaya kepada-Nya.

    Sekalipun demikian, rasa arogansi yang tamak itu masih kentara dalam kehidupan umat manusia. Mereka tidak memahami tentang pesan-pesan kebersamaan yang setara seperti disampaikan oleh Tuhan Yesus selama hidup di bumi. Malah orang-orang yang merasa dirinya pernah melihat Yesus Kristus akan menggunakan hal tersebut untuk menempatkan posisinya jauh di atas saudara-saudara yang lain (membangun gereja baru/ sekte lain). Lagi-lagi orang percaya terjebak dalam arogansi yang beresiko menuntun mereka ke dalam praktek-praktek keserakahan yang penuh dengan jebakan kejahatan.

    .

    Sayang, muzizat yang dilakukan-Nya bisa juga dilakukan oleh orang lain. Orang-orang ini disebut sebagai kalangan saintist yang telah memanipulasi manfaat garam sedemikian rupa untuk diperjual-belikan tanpa diketahui apa isi sebenarnya dari obat tersebut. Senyawa NaCl ini kemudian diketahui sebagai raja segala obat yang telah dianugerahkan Tuhan kepada seluruh umat manusia secara gratis sejak dari pertama bumi ini dijadikan. Para penguasa ilmu pengetahuan doyan melakukan berbagai manipulasi demi keuntungan pribadi (uang, jabatan, kekuasaan).

    .

    Demikian juga halnya, pengetahuan Tuhan Yesus tentang manfaat garam sebagai pupuk telah menjadi bahan komersial. Para pengusaha yang bergerak di berbagai bidang kimia pertanian telah memanipulasi garam sehingga bisa menghasilkan pundi-pundi uang bagi kelompoknya.

  4. Tuhan menyatakan diri dalam bentuk Roh Kudus.

    Pemerataan Roh Kudus kepada setiap orang percaya adalah pertanda jelas dari kerinduan Tuhan agar setiap orang hidup bersama dan setara. Tidak ada lagi yang ditinggikan di antara manusia melainkan satu-satunya yang tertinggi adalah Allah sendiri. Meninggikan manusia adalah perbuatan menentang Allah dan cenderung menimbulkan persaingan sengit yang menyebabkan jatuhnya korban materil maupun nyawa.

    Yang dilakukan Roh Allah kepada manusia adalah mengingatkan manusia tentang segala kebenaran yang pernah diajarkan oleh Yesus Kristus. Ketika anda mampu membina kedekatan dengan Allah maka secara otomatis kebenaran tersebut akan dibukakan di dalam hati. Ketahuilah bahwa kekuatan Roh Allah bukanlah sesuatu yang jauh, pengetahuan yang diajarkan-Nya adalah aplikatif dan kebenaran yang ditunjukkan-Nya adalah sesuatu yang penting bagi keberlangsungan hidup umat manusia.

    Allah menyatakan diri lewat kepuasan, kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman yang kita rasakan di dalam hati. Pada dasarnya, Roh Allah adalah sama di dalam diri setiap manusia, yang membedakannya adalah kemauan untuk menggali kekuatan Roh Kudus lewat pengalaman hidup yang tidak selalu menyenangkan. Diperlukan adanya tantangan, halangan dan rintangan yang beresiko membawa kita kepada rasa sakit/ kepahitan hidup agar Roh tersebut dapat berkembang sampai menghasilkan buah-buah Roh lewat perkataan (lisan, tulisan) dan perbuatan sehari-hari.

    Selama kehidupan anda tidak dikotori oleh arogansi, manipulasi dan ketamakan maka selama itu pula kemampuan Roh Allah akan semakin berkembang di dalam diri anda. Tetapi, ketika tujuan-tujuan kita mulai mengarah kepada hasrat yang arogan, lalu memanipulasi sistem yang pada akhirnya membawa kepada ketamakan, alhasil kekuatan Roh tersebut akan menciut/ mengempis. Akan tetapi selama kita berpikir untuk mempersatukan dan menjalin kebersamaan yang setara dengan seluruh umat maka selama itu pula Roh Kudus ada di sisimu.

    Keberadaan Roh Allah dalam diri kita sangat tergantung dari cara hidup yang sama seperti ketika Tuhan Yesus Kristus masih ada di dunia ini. Kita harus senantiasa beraktivitas memfokuskan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Juga perlu memperhatikan kewajiban untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri dalam setiap pelajaran dan pekerjaan yang kita tekuni.

  5. Tuhan menyatakan diri saat kita fokus kepada hati sendiri.

    Di zaman Roh Kudus, kita perlu melakukan pembaharuan mindset. Jika selama ini segala sesuatu kita gantungkan kepada Indra, mulai ubah kebiasaan tersebut sebab indra kita bisa saja tertipu oleh situasi dan sesama manusia.

    Untuk menemukan kebaikan di dalam hidup ini, hindari fokus kepada indra yang bisa saja dipengeruhi oleh situasi dan orang lain. Melainkan carilah titik hidup yang membuat dirimu puas, damai, bahagia, lega dan tenteram dari waktu ke waktu. Ingatlah bahwa tantangan kehidupan adalah salah satu dari sekian banyak kendala yang harus mampu kita atasi sendiri. Jangan jadikan gejolak yang berlangsung sebagai penghambat yang menghentikan langkah kakimu. Melainkan berpikir positiflah, terus fokus kepada Tuhan, rendahkan hati, maafkan orang lain dan berbuat baiklah kepada orang-orang yang ada disekitarmu.

    Kita dimampukan untuk tetap tenang di tengah gejolak sosial. Saat pikiran selalu tertuju kepada Tuhan, kita bisa melewati berbagai soal-soal kehidupan di dalam ketenangan, kepuasan, kedamaian, kebahagiaan, kelegaan dan ketenteraman hati. Gangguan yang berasal dari luar akan menjadi alat ungkit yang semakin mempertinggi level kepribadian kita. Hanya saja, kembali lagi ke dasarnya, jangan pernah gunakan kekuatan ini untuk terlihat lebih baik dari orang lain (arogan), hindari memanfaatkan kepintaran untuk memanipulasi sesama dan batasi hawa nafsu agar tidak berakhir dalam ketamakan.

  6. Tuhan menyatakan diri lewat ilmu pengetahuan.

    Ketika anda mampu senantiasa fokus kepada Tuhan dan turut melakukannya secara multitasking (sambil beraktivitas seperti biasa), alhasil kemampuan otak anda akan ditingkatkan ke level yang lebih baik. Ilmu pengetahuan yang kami maksudkan adalah suatu kemampuan untuk membaca alam dengan mengenali berbagai-bagai proses alamiah yang berlangsung di sekitar kita. Kemampuan untuk membaca gejala alam membuat kita memahami bahwa manusia bukanlah makhluk sempurna melainkan manusia membutuhkan makhluk hidup lain untuk dapat bertahan di bumi ini.

    Anda akan memahami pengetahuan yang paling dasar yang menyatakan bahwa sesungguhnya tumbuhan hijau ada untuk melindungi manusia dari panasnya jerat matahari. Tanaman berklorofil senantiasa mengeluarkan udara bersih yang menjadi atmosfer untuk melindungi bumi ini dari sinar matahari langsung.

    Sekalipun ilmu pengetahuan kita banyak, berhati-hatilah menggunakannya sebab orang-orang yang memiliki power lebih (kapitalis berilmu, uang banyak dan berkuasa) bisa saja mengaburkan pengetahuan tersebut. Sebab mereka memiliki uang yang banyak untuk mempengaruhi pengetahuan alamiah sehingga seolah-olah prediksi kita melenceng. Oleh karena itu, berpegang teguhlah kepada ilmu pengetahuan yang diajarkan Roh Allah kepadamu!

  7. Tuhan menyatakan diri lewat kebijaksanaan.

    Tuhan telah mengembangkan pikiran kita sehingga mampu menemukan solusi dari setiap masalah yang dihadapi sehari-hari tanpa harus ketergantungan dengan berbagai hal termasuk sesama manusia. Jikalau anda mampu memegang kuat kuasa Roh Allah dengan senantiasa bernyanyi-nyanyi memuliakan nama-Nya disegala waktu niscaya sikap hidup yang bijaksana akan diajarkan-Nya. Hanya saja, terbiasalah untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan yang menghadang jalan-jalanmu. Sebab kebijaksanaan adalah kemampuan untuk melihat manfaat di balik setiap persoalan yang kita hadapi.

    Kebijaksanaan yang sesungguhnya adalah niatan untuk melindungi seluruh ciptaan tanpa harus mengorbankan seorangpun. Sebuah keputusan untuk memlihara seluruh umat tanpa membeda-bedakan satu-sama lain. Sebab dimana ada perbedaan maka disanalah orang-orang mulai bersaing untuk menempati posisi yang paling tinggi. Saat persaingan terjadi maka resiko terjadinya perselisihan semakin besar yang bisa mengarah kepada konflik. Pertikaian ini bisa terjadi secara nyata yang melibatkan fisik dan senjata atau secara tidak nyata (perang dingin) yaitu persaingan kekayaan, ilmu, pujian, popularitas dan lain-lain.

Perubahan wujud Allah menuntun kita untuk beralih dari fokus ke indra menjadi fokus ke hati masing-masing

Rasakanlah kekuatan Roh Kudus bukan dengan indra sebab apa yang kita lihat bisa saja menipu. Orang-orang yang tidak benar tetapi berkuasa terhadap sumber daya (kapitalis) bisa mempengaruhi mata dan telingamu (juga indra yang lain), ketahuilah bahwa itu hanya sesaat – barang fana yang segara berlalu. Tetapi yang memilih untuk puas, damai, bahagia dan tenteram selamanya adalah hatimu! Tujukan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian huga berbuat baiklah kepada sesama, alhasil hal-hal yang kekal akan menjadi milik pribadi dan tidak ada orang yang bisa merebut/ mencuri hal tersebut!

Tuhan sebagai pencipta tidak pernah mengehendaki salah satu manusia ciptaan-Nya terbuang apalagi sampai dikorbankan. Peralihan kepribadian Allah telah menunjukkan kepada kita bahwa kekuatan yang melibatkan indra hanya menggiring manusia untuk arogan menempatkan dirinya di atas, memanipulasi orang lain demi uang dan kekuasaan hingga akhirnya menjadi serakah terhadap sumber daya yang tersedia. Tuhan telah memberikan contoh langsung bagaimana seharusnya hidup sebagai orang benar yang sejati dalam kesederhanaan, kebersamaan, kesetaraan dan pengorbanan dalam pribadi Yesus Kristus. Kini Allah telah mengutus Roh-Nya yang sama ke dalam hati setiap manusia, sudahkah anda mengasah kemampuan Roh tersebut dengan senantiasa berkorban berdasarkan berkat yang diperoleh dan siap menanggung cobaan? Lakukanlah aktivitas positif untuk melatih Roh dalam hatimu (fokus Tuhan, belajar, bekerja).

Upayakan untuk senantiasa membatasi diri dari praktek arogansi, manipulasi dan keserakahan: ketiganya berbeda tetapi pada dasarnya sejalan; aktif satu maka akan aktif semua. Tetapi usahakanlah kebenaran sejati: fokus Tuhan, kesederhanaan, kebersamaan, penyatuan dan kesetaraan

Salam, Tuhan hadir dalam pusat kendali kehidupanmu!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.