Keluarga

7 Pendekatan & Logika Allah Tritunggal (Trinitas) – Contoh Tiga Hal Yang Menyatu Dalam Kehidupan Manusia

Pendekatan & Logika Allah Tritunggal (Trinitas) – Contoh Tiga Hal Yang Menyatu Dalam Kehidupan Manusia

Allah adalah sumber dari segala sesuatu yang pernah ada di dunia ini, tidak sebatas di situ saja tetapi Dialah awal dari segala sesuatu yang ada diseluruh alam semesta. Semua ciptaan-Nya telah tertata dengan rapi, saling terhubung satu sama lain dalam satu siklus yang berputar sempurna. Masing-masing komponen dihubungkan oleh sekrup energi yang membuat setiap bagian-bagiannya tidak akan pernah lepas dari ikatan sistem. Matahari membutuhkan udara berenergi yang dilepaskan oleh tanaman hijau dan lautan sedang tumbuhan berklorofil menggunakan sengatan panas mentari sebagai bahan bakar untuk memasak berbagai senyawa yang bermanfaat bagi kehidupan di bumi.

KITA terhubung satu sama lain oleh kebutuhan akan energi

Kita membutuhkan tanaman untuk menghasilkan bahan pangan sedangkan tumbuhan membutuhkan kotoran manusia yang diambil dari pasir muara untuk membentuk berbagai bahan makanan lainnya. Manusia memang cerdas dan memiliki teknologi hebat tetapi bukan dalam arti sempurna sebab kesempurnaan tersebut hanya dapat diperoleh lewat kebersamaan yang setara. Demikian juga sebenarnya pribadi Tuhan adalah satu adanya. Memang Dia menyatakan diri dalam tiga perwujudan: Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh dimana ketiganya adalah satu. Ada berbeda-beda pekerjaan-Nya, indra manusia menangkapnya dengan cara yang berbeda tetapi sesungguhnya Mereka (ketiganya) adalah sama.

Alam semesta adalah KITA adalah tumbuhan dan hewan

Sama seperti Allah berbeda-beda wujud-Nya tetapi satu maka demikianlah dengan umat manusia diseluruh penjuru bumi: bermacam-macam suku, agama, ras dan golongannya namun semuanya hidup dalam satu kesatuan. Jangan fokus pada perbedaan yang tampak pada indra melainkan nyatakanlah kasih Allah yang sebelumnya telah anda terima, kepada setiap orang yang bertatapan denganmu. Bahkan kami bisa menyatakan bahwa kita adalah satu dengan alam semesta sebab sama seperti kita hidup oleh nafas Allah maka demikianlah firman yang keluar dari mulut Allah telah menciptakan seluruh alam semesta. Demikian juga dengan tumbuhan dan hewan adalah bagian dari diri kita karena nafas/ firman Allah juga mengalir dalam tubuh mereka.

Selalu bersyukur mengkonsumsi nikmatnya ciptaan lainnya

Ketika mengetahui bahwa sesungguhnya segala sesuatu di alam semesta adalah terhubung satu sama lain, sudah seharusnya rasa saling mengasihi kental di dalam hati masing-masing. Kasih yang kami maksudkan di sini bukan sebatas antar manusia saja melainkan juga terhadap seluruh makhluk hidup yang berkeriapan di bumi. Bagaimana kita mengasihi sayur dan padi-padian jika kita membunuh mereka setiap saat? Kita mengasihi tumbuhan dengan cara bersyukur saat membunuh, bersyukur saat memasak dan bersyukur saat memakannya. Demikian juga dengan hewan: bersyukur saat membunuhnya, bersyukur saat memasaknya dan bersyukur saat memakannya. Konsumsilah mereka seperlunya saja dan jangan biarkan terbuang sia-sia walau sedikitpun.

Pengertian

Trinitas adalah perwujudan Allah yang berbeda-beda, yang terdiri dari Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh dimana masing-masing adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisah. Perbedaan ini ditimbulkan oleh sudut pandang yang kita gunakan saat menilai wujud Allah padahal sesungguhnya mereka adalah sama. Ini seperti kejadian saat kita melihat seseorang dengan mata, telinga dan hidung: kelihatannya seperti orang Nias, suaranya kemayu dan aroma tubuhnya seperti green tea. Masing-masing indra kita memiliki pencitraan yang berbeda saat menatap seseorang tetapi sesungguhnya sikawan itu ya tetap satu. Demikianlah logika tentang Allah Tritunggal dimana cara indra mencitrakan pribadi-Nya berbeda-beda tetapi sesungguhnya Allah itu Esa adanya.

Pendekatan dan logika seputar Trinitas

Ketahuilah bahwa logika kekristenan adalah nyata jikalau dikoneksikan dengan sifat sosialisme. Tetapi kekristenan akan tenggelam dalam mitos jikalau kita menghubungkannya dengan sifat-sifat kapitalisme. Sebab sosialisme menganut paham penyatuan dalam kebersamaan yang setara sedangkan kapitalis ingin memecah belah masyarakat, membuat mereka menjadi individualis sehingga menjadi konsumtif dan dagangannya makin laku. Tuhan itu satu, memang perwujudannya ada tiga tetapi hakekatnya adalah satu. Tuhan bukanlah kapitalis yang ingin perpecahan tetapi sosialis yang hendak mempersatukan seluruh ciptaan-Nya.

Berikut ini, beberapa logika dan pendekatan keberadaan Allah Tritunggal.

  1. Segitiga emas kekristenan (Markus 8:34).

    Kekristenan sangat kental dengan angka tiga. Tuhan Yesus telah menetapkan aturan khusus bagi seluruh murid tentang pedoman umum cara menjadi orang benar yang sejati. Ketiga aturan tersebut telah Dia rangkum dalam tiga cara menjadi pengikut-Nya yang terdiri dari: pikul salib, sangkal diri dan ikut jalan kebenaran. Kristen sejati yang memikul salib dengan setia adalah mereka yang setiap menghadapi perkara yang diderita dalam setiap waktu yang dilalui. Pribadi yang menyangkal diri adalah manusia yang selalu berupaya untuk berendah hati sembari hidup dalam kesederhanaan. Orang percaya yang mengikut jalan kebenaran yang sejati yaitu mengasihi Allah seutuhnya dan mengasihi sesama seperti (sama dengan) diri sendiri.

    Ketiga hal ini memang kedengarannya berbeda-beda, baik dalam hal susunan kata maupun dalam hal maksudnya. Tetapi ketiganya tidak bisa dipisahkan sebab saat kita melakukan yang satu, secara tidak langsung yang lainnya juga kita gunakan. Misalnya saat kita mengasihi Tuhan bersamaan dengan itu sikap kepada sesama menjadi santun. Hanya, harus melakukannya dengan rendah hati sambil menyangkal diri dan siap diabaikan (memikul salib) kapanpun itu terjadi semuanya bisa diterima apa adanya, dengan rasa syukur dan sukacita. [Saksikanlah, Manfaat Segiti Emas Kekristenan]

    Demikianlah juga trinitas dalam kehidupan kita, pekerjaan mereka memang bisa dibedakan menurut zaman yang satu dengan zaman yang lain hingga sekarang. Namun selalu sadari bahwa keberadaan yang satu tidak pernah bertolak belakang apalagi menyingkirkan yang lain. Ketiga-Nya bekerja bersama-sama membentuk pribadi Allah yang seutuhnya.

  2. Pencobaan yang dialami manusia (Matius 4:1-11).

    Angka tiga memang tidak pernah jauh-jauh dari kekristenan. Saat Tuhan Yesus mengalami pencobaan di padang gurun sebelum memulai pelayanan, kehidupan-Nya diuji dalam tiga rangkaian pencobaan hidup. Ketiganya adalah tawaran akan kenikmatan duniawi, tawaran akan kemuliaan duniawi dan tawaran untuk mencobai Allah. Dari sini kita menyadari bahwa sesungguhnya kehidupan Tuhan Yesus jelas menggambarkan siapa sebenarnya diri ini. Artinya, Tuhan Yesus adalah bentuk mega dari kehidupan umat manusia sedangkan manusia hanyalah miniaturnya saja. Apa yang telah dialami Tuhan di masa lalu cenderung kita alami pula sekarang. Sekalipun secara mendetail tidak sama tetapi dari segi konteks/ sudut pandang yang digunakan adalah sama. [Selengkapnya, Cobaan Yang Umum Dalam Kehidupan Manusia]

    Godaan terhadap kenikmatan duniawi selalu membayangi kehidupan ini, misalnya
    ingin memakan sesuatu,
    meminum sesuatu,
    ingin berkunjung ketempat indah
    termasuk godaan seks,
    dan lain sebagainya.

    Rayuan kemuliaan duniawi juga selalu membayangi langkah kaki kita, misalnya
    ingin dihargai,
    ingin dihormati,
    ingin dipuji,
    ingin populer/ terkenal,
    dan lain sebagainya.

    Tawaran untuk mengatur Tuhan/ mencobai Allah juga kerap kali ada di dalam benak masing-masing, misalnya
    maunya seperti ini Tuhan,
    seharusnya begini Tuhan,
    sebaiknya kenyataan itu begitu,
    inilah yang sepatutnya terjadi,
    dan lain sebagainya.

    Semua cobaan di atas selalu mengiringi hari-hari kita dan tidak ada seorangpun yang tidak mengalaminya. Demikian juga dengan Trinitas, wujud mereka berbeda-beda, pekerjaan mereka berbeda tetapi tujuannya tetaplah satu yakni menggiring manusia ke dalam kebenaran yang sejati.

  3. Segitiga kasih (I Korintus 13:13).

    Kasih adalah materi pembalajaran utama yang di bawa oleh Tuhan Yesus selama berada di bumi. Adam & Hawa membawa ilmu pengetahuan ke dalam dunia ini yang meningkatkan iri hati, persaingan, perselisihan dan konflik. Tetapi Tuhan Yesus membawa ajaran kasih yang setara sebagai solusi untuk mengimbangi ilmu pengetahuan manusia. Sebab tanpa kesetaraan power (pengetahuan, pendapatan, kekuasaan), setiap individu akan memanfaatkan kekuatan yang dimilikinya untuk memanipulasi dan menekan kehidupan orang lain, perlahan tetapi pasti.

    Pada awalnya, manusia dilahirkan secara sendiri-sendiri, sehingga sikap individualis yang mementingkan diri sendiri (egois) sangat kentara dalam diri kita. Tetapi kepercayaan yang diajarkan Tuhan Yesus kepada kita menyatakan bahwa “kasih kepada sesama seperti diri sendiri” adalah kebenaran yang kedua. Kita percaya bahwa Tuhan mengehendaki agar setiap ciptaan-Nya saling mengasihi, percaya bahwa hanya dalam kasih yang setaralah terbentuk kebersamaan yang sejati. Jika kita mengasihi sesama dengan menempatkan mereka di bawah maka selama itulah kita memanfaatkan keberadaan orang lain demi kepentingan pribadi.

    Perlu ada pengharapan agar kita bisa mengasih seseorang dengan setulus hati tanpa menuntut balasan apa-apa darinya. Kita harus berharap kepada Tuhan, mengalamatkan setiap kebaikan yang dilakukan terhadap sesama hanya kepada Tuhan saja. Agar kita tidak menuntut balasannya dari manusia tetapi mengharapkan kembaliaannya di akhirat nanti saat memasuki kerajaan sorga. Masing-masing orang percaya juga harus memiliki pengharapan bahwa saat melakukan kasih, aktivitas tinggi, kerja otak berat, kecerdasan meningkat dan kesadaran penuh bahkan hatipun menjadi bahagia karenanya. Jika anda memiliki pengharapan seperti ini di dalam hati niscaya ada rasa menggebu-gebu untuk mengasihi sesama karena Tuhan sudah terlebih dahulu memberkati kita.

    Sekarang, dengan apa kita mengasihi orang lain? Saat yang kita miliki tidak ada alias materi yang tersedia di kantong pas-pasan, bagaimana bisa mengasihi sesama? Jangan berkecil hati kawanku, bukankah kita telah diberikan berkat lain yang sudah ada secara default, yaitu sikap (perkataan dan perilaku) yang santun juga ramah kepada siapapun? Kasihilah sesamamu manusia dimulai dari hal-hal yang sederhana ini, ketahuilah bahwa KEBAIKAN LEWAT SIKAP TIDAK TERBATAS. Jika uang bisa habis, bakat bisa berakhir dan jabatan akan tiada pada waktunya tetapi sikap bisa diekspresikan kapan saja, dimana saja dan apa saja yang kita hadapi dari waktu ke waktu.

  4. Trinitas itu seperti matahari.

    Ada orang yang berkata atau lebih tepatnya tulisan di blog lain mengumpamakan Allah seperti matahari. Sama seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa ada bagian diri Allah di dalam setiap ciptaan-Nya. Demikian juga ketika Tuhan menciptakan matahari, nafas-Nyalah/ firman yang keluar dari mulut-Nyalah yang menghidupkan benda panas yang melayang itu. Jadi kalau Tuhan diumpamakan sebagai matahari, jelas tidaklah salah tetapi untuk disembah seperti yang dilakukan oleh bangsa mesir kuno, itu merupakan kesalahan besar.

    Jadi, orang-orang cerdas ini berlogika bahwa Allah Bapa adalah matahari yang terlihat di atas (bola api), Allah Anak adalah sinar yang terpancar sehingga membuat pandangan menjadi terang (gelombang elektromagnetik) dan Allah Roh adalah kehangatan yang dirasakan oleh kulit (rasa panas). Ketiga hal ini memang bisa dibedakan satu sama lain oleh indra manusia tetapi pada dasarnya semua itu adalah matahari.

    Pendekatan Allah Tritunggal semacam ini memang cukup epik dan bisa kita amati langsung dalam kehidupan sehari-hari. Ketahuilah dengan pasti bahwa perbedaan yang nyata itu hanyalah berdasarkan panca indra saja tetapi pada hakekatnya bola matahari, sinar yang terpancar dan kehangatan yang ditunjukkannya masing-masing berasal dari sumber yang sama, yaitu bola api yang bergerak dengan pola tertentu, jauh di atas langit. Demikianlah juga kehadiran Allah Bapa, Allah Anak dan Roh Kudus memiliki peran yang berbeda-beda satu sama lain dimana masing-masing memiliki tujuan yang sama, yaitu menuntun orang percaya kepada kebenaran sejati (mengasihi Allah sepenuhnya dan sesama setara dengan diri sendiri).

  5. Tritunggal itu seperti air.

    Beberapa pihak juga mensejajarkan logika kepada materi yang disebut dengan air yang memiliki tiga wujud yaitu cairan, gas dan es. Masing-masing wujud air memang berbeda-beda menurut suhu lingkungan tempatnya berada. Tidak salah mengumpamakan kepribadian Tuhan seperti air sebab ini adalah bagian dari ciptaan-Nya. Artinya, ada nafas-Nya/ firman yang keluar dari mulut-Nya saat air mulai terbentuk diseluruh alam semesta. Tetapi, kalau hujan deras yang disusul banjir dan banjir bandang terjadi, itu adalah akibat perilaku manusia yang arogan, manipulatif dan serakah; itu bukan hasil perbuatan Allah. Kitalah yang berkuasa dan salah mengelola bumi ini!

    Sama seperti air memiliki tiga wujud yang berbeda, demikianlah juga keberadaan Allah. Pada zaman awal pernyataan-Nya, tampil dengan luar biasa dalam perbuatan-perbuatan yang yang tidak terpikirkan oleh akal manusia (Allah Bapa). Kemudian kembali menampakkan diri dalam pribadi yang sederhana dan sangat memasyarakat (sosialisme) dan muzizat menyertai-Nya dalam wujud seperti manusia (Allah Anak). Terakhir, Allah menampakkan diri sama rata (setara) dalam hati setiap manusia dalam wujud Roh Kudus. Ketika merasakan kepuasan, kedamaian, kebahagiaan, kelegaan dan ketenteraman di dalam hati; ketahui bahwa itu adalah karya Roh Kudus. Ketiganya memang berbeda-beda tetapi tujuan mereka adalah sama, yaitu mengajarkan manusia tentang kebenaran yang hakiki.

  6. Seperti indra mencitrakan sesuatu berbeda.

    Mengertikah anda dengan kehidupan ini? Bahwa sesungguhnya perbedaan itu hanya terjadi di indra saja tetapi eksistensinya tetap sama? Misalnya anda melihat ada orang Batak, ada orang Jawa dan ada orang Papua; mereka memang berbeda-beda tetapi sama-sama manusia.

    Akan kami bawa lebih dekat lagi, suatu hari anda berpapasan dengan seorang Petani lalu menyapanya. Saat mata memperhatikan, ada cangkulnya, ada parangnya, ada bekal di tasnya dan berbagai perlengkapan lainnya. Telinga mendengar suaranya agak serak namun sangat jelas dan menyimpulkan bahwa dia itu laki-laki. Sedang saat hidung mencium baunya seperti aroma tanah dan sedikit terasa seperti getah kayu tertentu. Cukup tiga kita gunakan indra sebab meraba dengan menyalam tidak selalu dilakukan sedangkan merasai dengan menjilat itu hanya dilakukan kepada suami/ istri sendiri. 😀 😀 😀

    Tiga indra kita mencirikan keberadaan seseorang secara berbeda-beda, padahal orang yang kita hadapi adalah sama. Ketahuilah bahwa sesungguhnya yang membuat sudut pandang kita terhadap Tritunggal (Bapa, Anak, Roh) berbeda-beda adalah indra. Oleh karena itu, sebenarnya gejolak yang ditimbulkan indra sifatnya tidak penting tetapi yang terpenting adalah eksistensi dan tujuan mereka adalah sama, yaitu hendak mengajarkan kita kebenaran.

    Misalnya di depan anda ada dua perempuan, yang satu cantik dan yang satu tampangnya biasa aja kayak manusia pada umumnya (jelek). Menurut anda saat melakukan hubungan intim dengan masing-masing perempuan tersebut, rasanya beda atau tidak? Jika keduanya dikondisikan dalam kebersihan yang sama, selalu mengkonsumsi air garam manis, melakukan senam kegel dan lebih banyak berdiri, niscaya rasa keduanya adalah sama! Asalkan anda juga jangan terlalu banyak duduk tetapi berdirilah sambil bekerja agar tahan lebih lamaaaa…. 😀 😀 😀 Dari sini kita bisa memahami bahwa SESUNGGUHNYA INDRA TELAH MENIPU KITA. Kita mencirikan orang ini berbeda dan orang itu berbeda tetapi pada dasarnya semua orang adalah sama-sama manusia, setara dihadapan Allah. Hanya saja ketika uangnya banyak, gayanya centil dan jabatannya tinggi, keteguhan iman mulai goyah. Artinya, pencitraan yang dilakukan oleh indra menunjukkan perbedaan yang sekaligus menjadi penggoda untuk menjerumuskan manusia ke dalam dosa. Oleh karena itu, kendalikan diri dan kendalikan indra agar tidak terjerumus dalam pelanggaran.

    Demikian juga saat kita memahami tentang konsep Trinitas Allah, ketahuilah bahwa sesungguhnya yang membuat berbeda itu adalah sudut pandang yang digunakan penulis Alkitab bersangkutan. Tetapi pada dasarnya, tujuan atas kehadiran Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus sama-sama untuk mengajarkan kebenaran yang hakiki kepada umat manusia. Oleh karena itu, JANGAN FOKUS TERHADAP PERSEPSI (SUDUT PANDANG) MANUSIA SAAT MENDEFENISIKAN ALLAH TETAPI FOKUSLAH PADA TUJUAN DAN MAKSUD DARI KEDATANGAN ALLAH.

  7. Dimensi kehidupan.

    Angka tiga memang sangatlah dekat dalam kehidupan umat manusia. Kemungkinan besar, ini jugalah yang menyebabkan Allah mewujudkan diri dalam 3 pribadi Tritunggal. Allah bapa adalah otak/ pikiran, Allah Anak adalah perkataan (lisan-tulisan) sedangkan Roh Kudus adalah perilaku (tindakan yang ditempuh). Pada dasarnya, di dalam diri manusia selalu ada tiga hal ini, yaitu pikiran dan sikap yang diekspresikan (tutur kata, perbuatan). Bukankah manusia segambar dengan Allah itu sendiri? Artinya, manusia adalah miniatur kecil dari eksistensi Allah yang sesungguhnya. Jadi jika manusia memiliki tiga dimensi kehidupan maka TUHAN Allah juga memiliki Bapa sebagai perancang (otak), Anak sebagai firman (Yesus Kristus) dan pekerjaan Roh Kudus yang menindaklanjuti semuanya di dalam hati manusia. Sehingga manusia itu mengerti tentang tujuan dan maksud Allah lalu melakukan kebenaran yang sejati dari waktu ke waktu.

Pelajaran di balik  perubahan pernyataan wujud Allah

Kita perlu memahami betul, mengapa wujud Allah berbeda-beda? Semata-mata keadaan ini terjadi untuk mengedukasi manusia tentang kecenderungan sikap arogan yang ada di dalam diri kita. Saat manusia bertemu langsung dengan Allah Bapa, ada rasa bangga di dalam hati yang mengarahkan kita untuk bersikap arogan. Kita merasa lebih baik dan lebih hebat dari orang lain padahal dengan berlaku demikian sama saja telah menekan pihak lain. Sebab dimana ada yang diunggulkan maka yang lain akan ditindas. Keadaan inilah yang mengawali munculnya iri hati yang syarat dengan persaingan, perselisihan bahkan konflik. Demikian juga saat Allah Anak bersama dengan manusia, ada rasa bangga di dalam hati sehingga mengunggulkan diri sendiri (arogansi) lalu menekan/ merendahkan/ menindas kelompok lain.

Sadarilah bahwa dimana ada ketidakadilan maka disanalah berawal segala kejahatan. Memang dalam waktu dekat tidak terjadi apa-apa tetapi saat sumber daya mulai menips, sampah/ polutan tinggi, kerusakan lingkungan nyata dan bencana alam terjadi. Maka tinggal menunggu waktu saja hingga persaingan untuk berebut sumber daya alam, merebut harta dan memperebutkan kekuasaan menyebabkan perselisihan bahkan konflik. Oleh karena itu, Allah hendak menghentikan kebiasaan sikap arogan tersebut dengan cara membagi rata setiap Roh-Nya kepada seluruh orang percaya. Seharusnya, di antara orang-orang kristen tidak ada lagi yang merasa dirinya lebih tinggi dan lebih berkuasa dari yang lain sebab pernyataan Tuhan terjadi di dalam masing-masing individu. Ketahuilah bahwa dimana ada arogansi, disitu ada manipulasi dan ketika hal-hal yang manipulatif berlangsung maka ketamakan manusia akan merusak lingkungan dan menelan hak-hak orang lain.

KETIDAKADILAN AKAR DARI SEGALA KEJAHATAN

Logika yang paling mendekati untuk menjelaskan ke-Esa-an Tuhan hanya satu

Tidak perlu jauh-jauh untuk memahami keberadaan Tritunggal, bukankah itu pribadi Allah sendiri? Sedang manusia adalah miniatur yang segambar dengan Sang Pencipta. Artinya, di dalam diri kita juga tersimpan baik-baik konsep trinitas hanya saja beberapa belum menyadarinya secara menyeluruh. Menggunakan otak kita berpikir dan merancang segala sesuatu, demikianlah Allah Bapa menjadi Perancang Yang Agung atas seluruh alam semesta. Mulut kita berkata-kata (lisan, tulisan) untuk menjelaskan isi hati dan bersaksi tentang hal-hal tertentu, demikianlah Yesus Kristus adalah firman Allah Yang Hidup, suatu kesaksian yang datangnya dari Allah sendiri. Seperti halnya saat kita bertindak mewujudkan apa yang dipikirkan dan dikatakan sebelumnya maka demikianlah pekerjaan Roh Kudus membuka tabir firman di dalam hati manusia sehingga setiap orang percaya dimampukan untuk mengasihi Allah seutuhnya dan mengasihi sesama setara dengan diri sendiri. Jangan fokus kepada sudut pandang yang digunakan untuk mendefenisikan perbedaan dalam Trinitas tetapi fokuslah kepada pesan-pesan kebenaran hakiki yang hendak dinyatakan dalam kehidupan anda.

Salam, Logika kita benar,
kalau tujuan kita baik
!

2 replies »

  1. Saya seorang muslim saya mengakui bahwa blog ini memiliki konten yang sangat bagus.
    Saya tidak kebanyakan seperti orang yg muslim yg trllu anti sama agama lain saya lebih terbuka mski berbeda ras agama, karna sprti yg kita tahu bahwa hidayah lebih mudah masuk kpda orng yg tdk mengeraskan hatinya.
    mungkin saya akan sdkit mmbri kritik dan saran, dalan perspektif kami bhwa Allah bapa adalah Allah SWT lalu Allah anak adalah nabi isa as lalu Allah roh sya kurng tau. Bcra lbih ke Allah bapa dan anak, tadi tuan mngtkn bhwa semuanya perwujudan yg sama tpi mnrut sya Allah bapa sang pencipta langit dan bumi itu sama sekali tidak bisa disandingkn dngn seorang manusia biasa yg disebut allah anak, dan allah anak/ nabi isa as juga sama halnya sprti nabi2 sblumnya bhwa ia hnya manusia biasa dan wafat layaknya sprti manusia biasa, kuburan nabi isa as berada di khasmir, india ,Tuan bsa mnlusurinya. Brbcra sdkit ttg islam yg harus diketahui orng non muslim, bahwa islam itu bukan sebuah agama yg brbda scra total dngn agama lain, agama islam rangkuman dri seluruh agama dari adam, ajarannya sangat sempurna. dalam istilah komputernya versi final no bug dan diharuskan upgrade agar mndptkn kinerja yg optimal, scra pruntutan wktu juga agama islam yg keluar paling akhir, jadi disana saya tidak mw mmbuat gaduh saya cuma ingin mngtkn kita bersaudara, saya mnyrnkn anda untuk mencari ttg islam, mmng sprti yg anda tahu bahwa tidak ada prbdaan sifat orng islam dan kristen yg mmbuat anda tdk trgugh dngn islam bhkan mmbuat anda mnghndr dri islam. saya mngtkn hal ini krna saya prduli kpda tuan, saya tahu tuan Lebih terbuka dan menerima masukan karna saya melihat dari tulisan blog tuan yg bagus dan logis, apasalahnya jika tuan mncri tahu ttng agama islam, dngn bgtu mmbuktikn bhwa anda mmpunyai hati yg terbuka. Sya juga trkdng mndngrkn khutbah orng kristen (kbnykn orng islam gk suka mndngrkn ttg agama lain) itu bukaN suatu masalah krna bnyk hal positif yg bsa diambil bukan? Tdk pntng siapa yg bicara tpi apa yg dibicarakan. Jika tuan ingin mengenal islam, tuan bisa mengenal islam lewat jemaat muslim ahmadiyah, secara internasional ahmadiyah sudah sangat bersahabat dngn orang non muslim dngn moto love for all, hatred for none. dngn melihat muslim ahmadiyah mungkin itu mnjdi cerminan agama islam yg sbnrnya.

    Disukai oleh 1 orang

    • Salam saudaraku….
      Kami rasa, Islam dan Kristen hampir tidak ada bedanya, paling-paling perbedaan itu terletak dalam hal seremoni ibadah masing-masing.

      Kami juga sering mengunjungi blog Muslim sejati dan memang tulisannya bagus hampir tidak ada bedanya dengan blog positif lainnya, terkecuali untuk penambahan beberapa kata Arabiah yang sudah diindonesiakan.

      Tidak ada masalah antara kita saudara, kita sama-sama keturunan Abraham. Tuhan telah memberkati Ismail dan dinyatakan bahwa keturunannya akan memiliki 12 raja. Melaikat Tuhan yang menyampaikan firman ini kepada Abraham, silahkan lihat di kitab Kejadian – Alkitab.

      Jika saudara adalah seorang Muslim sejati berarti sudara adalah sosialis seperti kami. Terimakasih komentar hangatnya…
      Salam…..

      Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.