Kecerdasan Manusia

+10 Cara Membersihkan Hati Sebelum Baca Berita (Tulisan) Di Website, Media Sosial & Media Lainnya – Berkomentar Dengan Sudut Pandang Positif

Cara Membersihkan Hati Sebelum Membaca Berita (Tulisan) Di Website, Media Sosial & Situs Lainnya – Perbaiki Sudut Panda (Persepsi) Ke Arah Positif Saat Berkomentar

Pikiran terus berkembang dan dimampukan untuk mengenali berbagai hal

Otak manusia adalah saringan yang mempu memilah-milah segala sesuatu untuk menilai apakah ini baik atau buruk. Saringan yang bentuknya sangat kacau dan lubangnya besar-besar karena pengalaman dan umur yang kurang memadai. Hanya saja seiring dengan kemauan belajar yang tinggi, baik secara formal di sekolah maupun secara informal (belajar Kitab Suci). Sudahkah anda melatih secara berulang-ulang kemampuan pikiran menjaring informasi? Siapa tahu, kedepan ini akan diperhadapkan dengan berbagai informasi rancu yang terkesan hoax, sehingga bisa langsung dikenali, diantisipasi , dan dijauhkan dari dampak buruk penyalahgunaan informasi.

Isi pikiran menentukan tindakan

Segala sesutu dimulai dari hati. Perkataan dan perbuatan yang keluar dari dalam pikiran kita menunjukkan baik-buruknya suasana hati saat ini. Mereka yang mampu membersihkan hatinya sedemikian rupa pastilah akan sanggup mengeluarkan berbagai sikap yang baik dari dalam perbendaharaannya. Sedangkan orang yang hatinya kotor cenderung mengeluarkan hal-hal (sikap) buruk dari dalam perbendaharaannya. Biasanya orang yang hatinya kusam telah ternodai oleh berbagai pengaruh buruk dari panca indra. Ketika kita terlalu fokus kepada hal-hal salah yang disampaikan panca indra, tergoda dan jatuh dalam jebakannya, ketahuilah bahwa di saat-saat seperti inilah kemampuan analisis menurun drastis.

Pikiran yang kuat mampu berfokus pada penilaian yang baik

Orang yang hatinya kuat, panca indranya lemah. Mereka yang senantiasa melatih kemampuan analisis otaknya cenderung mampu melakukan berbagai-bagai hal termasuk di dalamnya untuk mengendalikan diri sendiri. Sekarang masalahnya adalah apakah aktivitas yang selalu anda lakukan dari waktu ke waktu? Anda harus memperhatikan apa yang selama ini diserap oleh indra. Bila otak mampu melakukan proses selektif dan kritis terhadap informasi yang diserap indra niscaya hati tetap bersih. Tetapi mereka yang cenderung menerima semua berita apa adanya, bisa jadi terkotori hatinya sehingga tidak mampu lagi menilai sesuatu secara adil dan berimbang.

Dasar melatih kekuatan otak

Untuk melatih pikiran tetap kuat yang kita butuhkan hanyalah tiga yaitu fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja. Tiga hal ini memang terkesan sangatlah sederhana tetapi dapat membentuk dan mengarahkan kehidup kepada hal-hal yang positif. Saat memilih untuk fokus kepada Tuhan, kita berdoa, membaca-mendengar firman dan bernyanyi memuliakan nama-Nya. Aktivitas ini dapat meresap kepada yang lainnya, artinya dapat dilakukan secara multitasking bersamaan dengan/ sambil belajar dan bekerja. Saat memilih untuk belajar, yang perlu kita lakukan adalah membaca/ mendengar beberapa kisah positif baik melalui buku, radio, televisi, surat kabar, website, media sosial dan lain-lain. Berikan juga waktu untuk bekerja sehingga berbagai tanggung jawab terselesaikan tepat waktu.

Cara membersihkan hati sebelum menyimak suatu berita di media koran, majalah, radio, televisi dan Internet

Pengertian – Membersihkan hati adalah menjaga pikiran tetap dalam disiplin positif dan jauh dari keburukan seperti iri hati, suudzon, menghakimi, dendam, penyesalan, sungut-sungut dan lain sebagainya.

Mendengarkan berita sepertinya sudah menjadi aktivitas rutin manusia. Hari demi hari telinga kita tidak pernah sepi dengan informasi terbaru dari berbagai wilayah di segala lini kehidupan. Kami sendiri menyarankan kepada anda untuk tidak terus-menerus mendengarkan berita melainkan berikan juga beberapa perlakuan terhadap otak agar tetap aktif. Sebab dimana ada aktivitas, di situ ada kebahagiaan yang membuat semuanya bisa disyukuri dari waktu ke waktu. Selain itu kecerdasan dan kesadaran juga turut membangun peningkatan kualitas kehidupan anda. Berikut beberapa cara membersihkan hati saat membaca berita dari berbagai sumber.

Suspensi dasar.

  1. Fokus kepada Tuhan.

    Saat kita fokus kepada Tuhan, pikiran senantiasa dibersihkan dari berbagai hal-hal buruk termasuk penilaian dengan sudut pandang yang jelek. Sebab saat persepsi kita negatif terhadap suatu keadaan maka tingkat kepuasan dan kebahagiaan hidup bisa menurun. Terlebih saat berita yang kita baca berhubungan dengan kehidupan para pejabat dan petinggi negeri.

    Jadi, seburuk apapun kabar yang anda baca dan dengar, tetap nilai itu dari sudut pandang yang positif. Sebab burukpun pendapat kita tentang hal-hal yang sudah terjadi, kenyataan tidak akan pernah berubah. Justru saat tanggapan kita negatif, muncullah berbagai rasa tidak puas dan kurang bahagia yang semakin memperburuk suasana hati. Oleh karena itu, selalu perbaiki persepsi anda tentang sesuatu dan sebisa mungkin pusatkanlah konsentrasi kepada Tuhan dalam segala waktu yang dijalani.

  2. Berbuat baik kepada sesama.

    Orang yang rajin berbuat baik kepada sesama adalah mereka yang berkelimpahan. Anda tidak perlu menunggu gaji keluar atau saat gaji ke 13 dan ke 14 dibayarkan perusahaan barulah senyum sama orang lain. Ketahuilah bahwa anda dapat senantiasa berbuat baik kepada sesama, kapanpun dan dimanapun juga apapun yang terjadi. Layanilah orang lain lewat sikap yang santun dan ramah kepada setiap orang yang berpapasan dan bertatapan dengan anda.

    Orang yang selalu berbuat baik, aktivitasnya tinggi sehingga otaknya semakin cerdas dan kesedarannya meningkat. Saat ia membaca/ mendengar suatu berita lantas hal tersebut tidak membuatnya bersungut-sungut tetapi menanggapinya dengan cerdas dari sudut pandang yang positif. Opini yang baik inilah yang membuat hari-harinya tetap berbahagia.

  3. Siap diuji termasuk diuji oleh berita.

    Ujian sosial ada dimana-mana sobat. Saat anda membaca berita dibeberapa media nasional, sadarilah sedini mungkin bahwa bisa saja berita tersebut menjadi informasi yang menantang sengaja direkayasa untuk menguji setiap pembacanya. Yang perlu anda perhatikan adalah jangan sampai penilaian yang buruk terhadap berita tertentu membuat suasana hati jadi tidak enak, ujung-ujungnya galau-galau sendiri. Melainkan berupayalah menggunakan sudut pandang yang baik untuk menanggapi peristiwa yang dikisahkan di dalamnya.

  4. Selalu rendah hati.

    Kesombongan kerap kali menjadi salah satu penyebab yang membuat penilaian terhadap berita tertentu memburuk. Tepat saat kita meninggikan diri terhadap orang lain karena suatu kesalahan yang diperbuatnya fatal, ketahuilah bahwa sisi angkuh semacam ini hanya membuat hari-hari kita semakin rapuh untuk dijalani. Rasa sombong cenderung menggiring kepada kebiasaan menyepelekan hal-hal tertentu, padahal sikap yang tidak hati-hati menanggapi hal kecil beresiko membuat kita terjatuh karena salah kaprah.

  5. Tidak ketergantungan dengan kenikmatan duniawi.

    Orang yang candu dengan kemewahan pastilah sukanya menonton kehidupan para selebritis yang ditampilkan di dalam layar kaca. Keadaan ini menunjukkan bahwa infotainment sangat dekat dengan hari-harinya, Padahal menikmati hidup mewah terus-menerus sangatlah tidak nyaman melainkan kita butuh fluktuasi. Nikmatilah hari-hari dalam rasa yang manis dan asin, mahal dan murah, enak dan pahit, kaki lima dan berkelas. Semua fluktuasi ini bermanfaat untuk membuat kita tetap nyaman dan anti jemu.

  6. Tidak ketagihan dengan kemuliaan duniawi.

    Orang yang ketergantungan dengan pujian, penghargaan dan penghormatan, pikirannya akan terus membahas-bahas “bagaimana caranya untuk meraih semuanya itu?” Keadaan ini jelas menghabiskan sebagian besar kapasitas otaknya untuk sesuatu yang tidak penting yang berujung kepada semakin turunnya kesadaran dan kecerdasan. Hati juga semakin tidak bahagia ketika apa yang terjadi (kenyataan) tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

    Saat hati tidak bahagia membaca berita yang kebetulan berisi tentang korupsi yang dilakukan oleh oknum ini-itu, langsung ditanggapi dengan penyesalan dan sedikit sungut-sungut. Katanya “dasar pejabat sial, dahulu bibirnya manis saat pencalonan tetapi nyatanya korup.” Sadar atau tidak, opini seperti ini saat menanggapi berita turut memperkeruh suasana hati sehingga kurang puas dan bahagia menciut. Tetapi bila argumen anda bagus tentang kejadian tersebut, “semoga kasusnya bisa diusut dengan tuntas,” niscaya pendapat semacam ini tidak akan memperkeruh suasana hati.

  7. Mampu menerima kenyataan apa adanya.

    Kenyataan adalah peristiwa yang sudah terjadi dan tidak mungkin dapat diubah lagi. Semakin mampu seseorang menerima kenyataan maka semakin lega hati menjalani hidup. Saat mendengarkan berita di radio atau televisi, yang kebetulan adalah kabar buruk, bagaimana tanggapan anda? Misalnya seorang pejabat A yang diketahui tengah melakukan perbuatan asusila. Orang yang tidak sanggup menerima kenyataan biasanya akan turut mengutuki pelaku kejahatan tetapi mereka yang positif akan memohonkan pengampunan dan perubahan kepada Tuhan terhadap penjahat tersebut.

    Suspensi pelengkap.

  8. Menyempatkan diri untuk belajar.

    Belajar itu tidak hanya dilakukan dari membaca buku. Kita juga bisa belajar dari pengalaman sendiri yang dihadapi hari lepas hari. Pikirkanlah masa lalu anda lalu pelajari sesuatu dari sana. Di sore hari beri kesempatan untuk menyelami setiap waktu yang dijalani selama satu hari ini. Lakukan koreksi diri setiap hari, apa yang bisa dipelajari dari setiap langkah kaki yang dijalani. Andapun bisa membaca Kitab Suci di waktu luang yang dilalui, ada banyak pelajaran berharga dari sana.

  9. Selalu bekerja menyelesaikan tanggung jawab.

    Yakinlah bahwa santai terus-menerus satu hari penuh bukanlah ide yang baik. Kerjakanlah juga beberapa hal positif, setidak-tidaknya untuk mengurus diri sendiri. Aktivitas belajar dan bekerja akan meningkatkan kecerdasan anda sehingga hati tidak mudah keruh. Demikian juga saat kita memahami berita persepsi pikiran (gagasan) lebih positif dan bebas dari hal-hal yang terkesan lebay.

  10. Berlatihlah selektif dan kritis.

    Sikap yang selektif dan kritis merupakan suatu pilihan untuk tidak membaca – membaca, tidak mendengar – mendengar, tidak pedul – peduli, tidak menanggapi – memberi pendapat dan lain sebagainya. Sikap ini adalah pilihan yang tepat pada waktu yang tepat. Orang yang selektif dan kritis memilih-milih berita, tidak semuanya ditonton, tidak semuanya dibaca, tidak semuanya ditanggapi. Yang jelas sikap semacam ini butuh pengalaman sehingga bisa diterapkan pada momen yang sesuai.

  11. Menjauhkan diri dari sikap cemburu.

    Iri hati adalah sebuah sikap yang manusiawi. Ketika kita iri hati membaca suatu berita maka besar kemungkinan menjadi benci mendengarkan kelanjutannya. Rasa kesal yang muncul akibat sikap cemburu ini akan merusak suasana hati dan opini kita turut pula menjadi negatif terhadap peristiwa tersebut. Oleh karena itu, hilangkan rasa iri hati dengan senantiasa bersyukur ketika kehidupan orang lain lebih baik dari kita. Ucapkan selamat seadanya dan berikan pujian sewajarnya; setidaknya di dalam hati. Kebiasaan seperti ini membuat hati bersih sehingga opini terhadap suatu kejadian lebih positif dan bebas dari perilaku mengejek/ menghina/ mengutuki.

  12. Mampu memaafkan orang/ kelompok tertentu.

    Dendam adalah sebuah situasi yang menunjukkan betapa sulitnya kita melupakan masa lalu. Semakin sulit saja hidup ini ketika masa lalu seolah memperberat jalan-jalan hidup yang kita tempuh. Tepat saat hati sedang dalam suasana kesal mengingat yang telah berlalu, besar kemungkin tanggapan kita terhadap sesuatu cenderung jelek. Berita positif yang kita dengar/ baca sekalipun akan ditanggapi buruk. Informasi biasa yang kita tonton akan dianggap sebagai sampah padahal sebenarnya keadaan ini terjadi oleh karena kita masih kesal, belum memaafkan kesalahan seseorang. Bukan hanya kesalahan orang lain, terkadang kita juga tidak bisa memaafkan diri sendiri saat salah/ khilaf melakukan sesuatu. Bila kita mampu memaafkan, alhasil hati lebih lega sehingga tanggapan tetap baik saat menyaksikan sesuatu.

  13. Mengendalikan sifat suudzon.

    Prasangka buruk memang manusiawi, ini baik agar kita bisa waspada dalam menjalani hidup. Di balik semuanya itu, berhati-hatilah mengatur berbagai dugaan/ komentar yang terdapat di dalam pikiran sebab berpotensi besar merusak kemurnian argumen terhadap suatu berita. Pikiran yang penuh dengan kecurigaan justru menyebabkan penilaian kita buruk terhadap berbagai berita yang disampaikan dalam berbagai media dan surat kabar (koran).

    Sadari betul bahwa “segala sesuatu yang ada di dunia ini terhubung.” Tetapi bukan dalam artian satu kejadian bisa dihubung-hubungkan dengan berbagai peristiwa buruk. Justru kebiasaan menghubung-hubungkan suatu peristiwa kepada hal-hal negatif akan semakin menggalaukan hati. Alangkah lebih baik jika rasa suudzon yang berlebihan tersebut disingkirkan lalu “semua peristiwa disyukuri dan anggaplah bahwa itu adalah ujian bagimu untuk tetap bertahan menegakkan kebenaran.”

  14. Membebaskan pikiran dari kebiasaan menghakimi.

    Dasar, jahanam, sial, kurang ajar, sampah dan seterusnya.” Apakah kata-kata semacam ini sering terucap dari dalam hati anda (walau tidak diungkapkan dengan kata-kata)? Ketahuilah bahwa kata-kata kasar semacam itu merupakan bentuk-bentuk pertentangan dan ketidakpuasan hidup. Semuanya itu, menunjukkan kepada tindakan menghakimi orang lain yang sedang dimuat dalam suatu berita.

    Menghakimi diri sendiri untuk merendahkan hati adalah baik dengan mengatakan, “kami hanya sampah, orang tidak berguna, jauh dari kebaikan. Kuatkan hati menjalaninya ya Tuhan!” Tetapi mengucapkan kata sampah, bodoh dan gila kepada orang lain atas kesalahannya adalah suatu tindakan menghakimi. Mengapa kata-kata kotor tersebut termasuk praktek menghakimi? Karena sebenarnya ada niat jahat di dalam hati untuk menghajar/ memukul orang tersebut tetapi diwujudkan dalam bentuk kata-kata. Ketahuilah bahwa komentar negatif semacam itu hanya akan merusak kebahagiaan hatimu.

    Di dalam berbagai film/ sandiwara/ carpen/ novel/ karya seni lainnya juga sering sekali kita dengarkan kata-kata yang penuh umpat dan kutuk tersebut. Ketahuilah bahwa semuanya itu, tidak benar-benar terjadi sebab mereka terlibat dalam satu skenario untuk memperjelas oknum antagonis dalam suatu kisah. Anda harus menjadi penonton yang cerdas, jangan tiru aksi/ sandiwara yang mereka lakukan tetapi ambillah makna positif di balik semuanya itu. Ketika hati mulai ilfil menonton atau membaca kisahnya, silahkan matikan televisinya, ganti channel atau bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan, memelajar sesuatu dan mengerjakan yang lainnya.

  15. Tidak perlu bersungut-sungut.

    Ketika anda sedang membaca suatu berita, ternyata ada yang menyinggung perasaan. Lantas, hati menjadi kesal menanggapi peristiwa tersebut. Apakah yang akan anda lakukan setelah itu? Bersungut-sungut adalah sebuah kekesalan yang penuh dengan keluh-kesah. Keadaan ini cenderung semakin memperparah komentar anda saat menanggapi suatu konten/ tulisan di website tertentu.

    Kita perlu sekali membangun kekuatan hati selama hidup di bumi ini. Selama kita masih membalas kejahatan dengan kejahatan atau membalas keburukan dengan keburukan lainnya, keadaan ini menunjukkan betapa lemahnya hati di tengah pencobaan hidup. Oleh karena itu, kuatkan hati selama membaca tulisan/ karya seni apapun dan jangan biarkan komentar yang penuh keluh kesah berlebihan menawan bibir anda.

    Berkeluh kesah kalau memang nyatanya begitu, ya tidak masalah. Tetapi terlalu fokus untuk berkeluh kesah, dilakukan secara berlebih-lebihan dengan tujuan untuk menjatuhkan oknum tertentu, jelas sebagai suatu argumen yang membuat hati keruh. Oleh karena itu, jangan fokus kepada sungut-sungut tetapi fokuslah kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

  16. Tidak usah menyesali diri/ menyalahkan orang lain.

    Penyesalah adalah salah satu hal yang menandakan bahwa kita sudah bertobat dengan mengubah haluan ke arah yang lebih benar. Ketahuilah bahwa aktivitas menyesal memang baik untuk dihidupi sebab dengan demikian lahirlah pertobatan ke arah yang lebih baik. Tetapi terus-menerus menyesal dan menyalahkan orang lain atas suatu peristiwa jelas tidaklah baik. Melainkan sibukkan dirimu agar hal-hal buruk tersebut tidak berkuasa di dalam pikiran anda. Kesibukan itu bisa berupa fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja.

    Saat kita mengomentari suatu peristiwa dalam suasana hati yang sedang penuh rasa penyesalan, kemungkinan besar tanggapan tersebut bernada negatif. Bisa juga tanggapan terseubt bernada destruktif oleh karena suasana hati yang sedang buruk-buruknya. Oleh karena itu, selama melewati jalan berliku, jangan fokus kepada hal negatif tetapi senantiasa puji-pujilah Tuhan di dalam hati anda agar pikiran tetap positif. Demikian juga saat membaca suatu tulisan/ kajian di salah satu situs media sosial & internet, bersihkan hati dari masa lalu yang memilukan agar mampu menanggapi cerita tersebut dengan pikiran yang jernih

  17. Atur fokus pada bagian-bagian yang positif saja saat berkomentar.

    Ketika sebuah kisah dibentangkan dihadapan anda, bukankah itu terdiri dari kisah kejahatan dan kebaikan? Seolah anda sedang dibawa untuk menonton film oleh penulisnya, lalu bagaimana tanggapanmu? Atau lebih tepatnya kemana fokus anda akan mengarah, pada hal yang benar atau buruk? Pastikanlah bahwa anda fokus kepada hal-hal baik yang diutarakan penulis dalam kisah tersebut agar komentar kitapun positif menanggapinya. Ketahui jugalah bahwa di saat-saat seperti ini, pengelolaan argumen dilatih sedemikian rupa agar pikiran selalu positif saat menanggapi sesuatu.

    Jika memang dalam kisah yang anda baca tidak tertulis secara nyata tentang hal positif maka alangkah lebih baik jikalau mengambil kesimpulan secara menyeluruh. Kesimpulan secara menyeluruh itu berupa argumen positif untuk membentuk masa depan yang lebih baik. Misalnya, seperti berikut ini.

    • Kisah ini menunjukkan kepada kita agar selalu berhati-hati selama menjalani hidup.
    • Ini hanyalah sebuah hiburan semata-mata untuk menghangatkan suasana.
    • Kejadian ini mengajak kita untuk lebih mendekatkan diri pada Allah sebab hal-hal duniawi pasti akan berlalu sedangkan kebenaran itu kekal.
    • Cerita itu hanya ecek-ecek untuk menakut-nakuti anak-anak.
    • Pastikan selalu bahwa sudut pandang positif yang anda tempuh tidak mengabaikan nilai-nilai kejujuran. Sebab menyembunyikan kebenaran menyebabkan rasa bersalah yang menggelisahkan hati. Artinya, ungkap keburukannya tetapi berikan juga apresiasi positif, misalnya.
      • Ini memang bagus secara umum tapi….
      • Beritanya bertujuan mengedukasi masyarakat, hanya sedikit komentar saya tentang….
      • Tulisannya sudah sesuai dengan kebutuhan, namun beberapa ingin kami tambahkan….
      • dan lain sebagainya silahkan cari sendiri.

Pikiran kita haruslah bersih dari berbagai masalah yang disebabkan oleh diri sendiri, orang lain dan situasi di lingkungan, sebelum menanggapi suatu berita atau tulisan, baik secara online maupun offline. Sebab semua komentar yang dikeluarkan sumbernya dari dalam pikiran, jika hati anda sedang semeraut maka terlebih lagi dengan perkataan dan perilaku yang diekspresikan keluar. Oleh karena itu, murnikan hati dari berbagai iri hati, suudzon, menghakimi, dendam, penyesalan dan sungut-sungut agar pendapat kita berimbang juga adil tanpa harus menyebabkan suasana hati menjadi keruh. Sadarilah bahwa baik buruknya argumen yang kita utarakan sangat menentukan apa yang dirasakan oleh hati sendiri. Jangan biarkan pendapat (opini) negatif merenggut kebahagiaan dari dalam hatimu melainkan berusahalah jujur memanfaatkan sudut pandang positif menilai sesuatu atau abaikan hal yang tidak penting tersebut dengan senantiasa fokus bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati (dapat juga dilakukan sambil belajar dan bekerja).

Salam, mengubah dunia dimulai dari dalam pikiran!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.