Keluarga

+10 Sikap Cinta Tanah Air Indonesia – Cara Mencintai Tanah Air Secara Totalitas

Sikap Cinta Tanah Air Indonesia Secara Totalitas

Cinta tanah air,
untuk apa???

Tanam cinta tuai kebaikan,
Tanam benci tuai keburukan,
Tanah air jangan diabaikan,
Taman indah tak tergantikan,
Tumbuh-kembang, matipun bertuan.

Kisah sedih ada di sini,
kisah cinta ada di sini,
Tawa canda ada di mari,
Ratap tangis ada di mari.

Untuk apa cinta tanah air,
Jika aturan hanya aksara,
Jika kebaikan tinggal agenda,
Jika industri tengkulak swasta,
Jika rakyat terhimpit & terlantar???

Manusia bisa saling cinta pada pandangan pertama, tetapi itu hanya berlangsung pada tiga bulan pertama saja. Jika hendak menjalin hubungan yang lebih intim lagi maka keduanya harus saling berbagi dimana pertama-tama hal tersebut ditunjukkan melalui komunikasi yang lancar. Setelah interaksi lisannya barlangsung cukup alot dan seru, barulah ke dua hati mulai berbagi dalam hal perbuatan nyata. Ada rasa saling tolong menolong antara keduanya sehingga lama kelamaan terjalinlah cinta kasih yang bisa ditindaklanjuti di atas pelaminan. Di balik semuanya itu, ada juga pasangan muda-mudi yang tidak melalui proses panjang di atas (pacaran) melainkan mereka dipertemukan

Semua orang harus menyadari bahwa dimana-mana sikap cinta barulah muncul ketika ada aktivitas yang saling melayani di antara pihak-pihak terkait. Jika satu pihak saja yang aktif melayani, itu bukan cinta tetapi kewajiban menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan. Hubungan ini juga perlu diiringi dengan keseimbangan alias kesetaraan, seperti seorang Ibu yang mencintai anak-anaknya, sudah pasti menafkahi anak-anaknya sesuai dengan kebutuhannya. Tetapi apa kita mampu mencintai negara ketika hidup kita terlantar tidak ada kejelasan? Sudah pastilah bahwa ketika negara tidak maksimal mendukung warga maka rakyatpun mustahil bisa mencintai tanah airnya dengan segenap jiwa raga.

Jika negara hendak dicintai, maka cintailah wargamu terlebih dahulu; jika negara hendak dilindungi maka lindungilah wargamu terlebih dahulu; jika negara hendak didukung maka dukunglah wargamu terlebih dahulu; jika negara hendak ditopang maka topanglah wargamu terlebih dahulu; jika negara hendak sejahtera maka sejahterakanlah wargamu terlebih dahulu. Jadi pada dasarnya, masyarakat itu mau mencintai negaranya asalkan kehidupan mereka diayomi sepenuhnya oleh negeri ini. Tetapi apa yang terjadi sekarang? Ya, hanya segelintir orang saja yang dipelihara negara bagaikan anak emas sedangkan mayoritas rakyat di luar sana kehidupannya terbengkalai.

Selama negari ini dikuasai oleh permodalan swasta, selama itu pula kehidupan manusia di dalamnya berada dalam ketidakadilan. Sumber daya yang seharusnya menjadi milik bersama, hanya diperuntukkan bagi segelintir orang saja. Semua perusahaan swasta harus dinasionalisasi agar dapat diberdayakan untuk kepentingan bersama. Tetapi, apa gunanya kebersamaan jika tidak ada keadilan sosial? Apa manfaatnya bergotong royong bila kita hanya mengarahkan orang-orang kecil untuk dijadikan komoditas penghasil uang bagi para petinggi dan pejabatnya? Mari persatukan Indonesia di atas dasar sosialisme karena negeri ini milik bersama.

Pengertian

Cinta tanah air adalah suatu kesadaran yang keluar dari dalam sanubari tentang betapa besar peran negara dalam kehidupannya sehingga muncullah sikap mendedikasikan seluruh hidupnya untuk kepentingan negara yaitu demi kemaslahatan bersama. Perlu ada hubungan timbal-balik antara negara yang diwakili oleh pemerintah terhadap seluruh masyarakat. Hubungan ini tidak hanya tertulis di atas kertas dalam bentuk kartu keluarga dan kartu tanda penduduk.  Melainkan interaksi tersebut haruslah lebih kompleks yang menyangkut seluruh lini kehidupan manusia. Selama dukungan dari negara tidak lengkap maka selama itu pula rasa nasionalisme dan patriotisme  di dalam hati warga sifatnya tanggung.

Sifatnya tanggung bukan dalam arti tidak membela negara sama sekali tetapi semua itu hanyalah formalitas belaka. Sikap cinta tanah air yang dicitrakan sangat dangkal, begitu ada godaan dengan tawaran tinggi (uang) yang menuntun mereka untuk berbuat melawan aturan, menyimpang dan menyebar teror bahkan makar: mau-mau saja. Rasa cintaa yang asal dipoles saja macam ini tidak mengakar dalam di hati manusia karena peran negara dalam menopang kehidupannya terbatas. Lagipula orang yang tidak didukung secara ekonomi oleh pemerintah akan terbengkalai pendidikannya dan hidupnya terkatung-katung. Alhasil masyarakat yang termarjinalkan semacam ini tidak akan memberi kontribusi positif bagi negaranya.

Lain halnya, jika pemerintah memberikan sumber penghidupan secara merasa kepada seluruh rakyat (keadilan sosial). Niscaya, otak yang cerdas dan fisik yang sehat akan mampu diberdayakan untuk melakukan hal yang bermanfaat bagi negaranya. Tetapi, berhubung karena sumber daya yang tersedia telah dikuasai oleh segelintir orang saja (swastanisasi/ kapitalisasi), tidak semua orang cerdas dan tidak semuanya sehat. Akibatnya, mayoritas orang yang kurang sehat dan kurang cerdas ini tidak produktif dan malahan akan menjadi beban bagi pemerintah yang terus saja menghabiskan APBN dari tahun ke tahun.

Sikap cinta tanah air, Indonesia Jaya

Cinta tanah air adalah suatu falsafah hidup yang mengajarkan masyarakat untuk turut peduli terhadap keberlangsungan negaranya yang telah terlebih dahulu menunjukkan ekstensinya terlebih dahulu. Kita tidak perlu menuntut negara untuk berbuat baik kepada diri ini sebab nilai-nilai kebaikan sudah diajarkan oleh setiap agama. Nilai-nilai kebaikan ini juga sifatnya sangat manusiawi, artinya orang yang tidak melakukannya justru akan merasa bersalah. Tanpa kebaikan hati, kehidupan sudah tidak lagi dekat dengan kemanusiaan (humanisme) melainkan lebih dekat kepada kebinatangan. Berikut akan kami berikan beberapa contoh sikap cinta tanah air.

  1. Berbuat baik kepada Tuhan.

    Seperti yang termuat di dalam Pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa.” Baiklah kita menggenapi sila tersebut dengan senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian untuk kemuliaan nama-Nya. Lakukanlah aktivitas ini secara multitasking sehingga kecerdasan ditingkatkan dan kesadaran dimantapkan dari waktu ke waktu. Jangan lupa juga untuk beribadah bersama-sama dengan jemaat lainnya di tempat-tempat yang telah ditentukan menurut kepercayaan masing-masing.

    Ingatlah selalu bahwa Tuhan kita universal, mencintai semua orang yang bersikap benar dihadapan-Nya. Selama seseorang mencintai Tuhan seutuhnya dan mengasihi sesama seperti diri sendiri, selama itu pula kita menganggap dia sebagai saudara. Sebab jika ada manusia yang menyimpang dari hukum tersebut, bisa dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

  2. Berbuat baik kepada orang terdekat (keluarga, saudara, sahabat, teman dan orang lainnya).

    Bila hewan liar dan tumbuh-tumbuhan alamiah saja kita cintai terlebih lagi dengan manusia yang hidup di dalamnya. Keluarga adalah subjek kebaikan hati yang pertama-tama. Sesederhana apapun keluarga anda, seyangilah mereka semampunya. Berkat yang diberikan Tuhan kepada anda, bagikanlah pertama kali kepada keluarga.

    Janganlah hanya berbuat baik kepada mereka yang berada di dekatmu saja. Anda memiliki bakat alamiah yang bisa dibagikan kepada siapa saja, yaitu sikap yang santun dan ramah: tebarlah itu setiap berinteraksi dengan siapapun. Selanjutnya anda bisa berkorban sesuai dengan berkat materi, bakat, kemampuan dan pekerjaan yang dianugrahkan Tuhan.

  3. Menaati peraturan pemerintah pusat (peraturan nasional).

    Ada berbagai undang-undang yang diberlakukan diseluruh Indonesia yang harus kita taati bersama. Dari semua aturan tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

    • Menaati undang-undang perniagaan.
    • Menaati undang-undang perpajakan.
    • Mematuhi undang-undang pemilu.
    • Mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
    • Tidak golput saat pesta demokrasi sedang berlangsung (bagi yang sudah cukup umur).
    • dan lain sebagainya silahkan tambahkan jika ada masukan.
    • Jika ada keberatan dengan berbagai undang-undang yang berlaku silahkan langsung mendaftar ke komisi Yudisial. Anda bisa mengungkapkan segala unek-unek dan jalan keluarnya kepada hakim sehingga apa yang dari dulu bengkok bisa diluruskan ke jalan yang sebenarnya.
  4. Menaati peraturan yang berlaku dalam masyarakat (aturan lokal).

    Setiap daerah diseluruh Indonesia memiliki aturan khusus yang khas diberlakukan di tempat tersebut. Hukum lokal ini ada banyak macamnya, pada dasarnya ruang lingkupnya terdiri dari pemberdayaan masyarakat, melindungi fasilitas, pengembangan budaya & adat istiadat juga termasuk dalam hal konservasi sumber daya alam. Berikut beberapa contohnya.

    • Menggunakan fasilitas umum sewajarnya.
    • Turut menjaga fasilitas umum dari tangan liar.
    • Memanfaatkan alam apa adanya.
    • Melestarikan budaya daerahnya.
    • Mengenali potensi wisata dan budaya yang terdapat di daerahnya.
    • dan lain-lain silahkan tambah menurut pemahaman masing-masing.
  5. Menaati peraturan di sekolah (kampus).

    Untuk adek-adek kami yang masih bersekolah atau yang sudah duduk di jenjang universitas, silahkan mematuhi segala aturan yang berlaku di sana. Setiap sekola memiliki aturannya sendiri-sendiri, bukankah semuanya itu demi kebaikan bersama?

    Seorang pelajar yang baik juga tidak menyia-nyiakan waktunya pada hal-hal yang tidak bermutu, melainkan memanfaatkan kesempatan untuk belajar segiat-giatnya. Baca buku positif apa saja sesuai dengan minat masing-masing. Kerjakan tugas yang telah diberikan oleh Guru sebelum tenggak waktu penyerahan, dengarkan penjelasan yang disampaikan dan ikuti berbagai kegiatan lainnya (ekstrakulikuler).

    Di balik semuanya itu jangan lupa juga untuk menyayangi kedua orang tua dan saudara lainnya di dalam keluarga. Sebab mustahil bisa datang belajar dengan sukacita ke sekolah/ kampus bila suasana dalam rumah kacau balau.

  6. Menaati peraturan di tempat kerja.

    Hukum ada dimana-mana sebab tanpa hukum, hidup tidak ada ubahnya seperti di alam rimba. Masing-masing kita memiliki profesi yang berbeda-beda, baiklah menaati setiap aturan tersebut dengan penuh semangat tanpa keraguan sedikitpun.

    Bila merasa masih ada aturan yang tidak adil atau terkesan tidak kooperatif, silahkan ajukan keberatan pada ranahnya. Tidak perlu membicarakannya dalam forum-forum yang tidak penting seperti di media sosial melainkan langsung berhadapakan ke bagian manajemen yang mengurus tentang hal tersebut.

  7. Mencintai produk dalam negeri.

    Gunakanlah produk yang bertuliskan “Buatan Indonesia atau Made In Indonesia.” Cintailah tanah airmu dengan mencintai hasil karya saudara-saudara sebangsa. Gunakan produk yang ada logo SNI (barang), BPOM (obat dan makanan) dan berbagai simbol standarisasi lainnya yang melibatkan kalangan pemerintah Indonesia.

  8. Mencintai produk lokal – kedaerahan.

    Kembangkan potensi daerah sesuai minat masyarakat di wilayah masing-masing. Pakailah barang dan jasa yang dihasilkan oleh daerah sendiri. Tetapi, kembali lagi ke masalah keadilan sosial, sebagus apapun produk yang kita hasilkan, tidak akan terbeli sebab ekonomi masyarakat yang masih lemah. Pendapatan tertinggi hanya dipegang oleh sebagian kecil masyarakat saja, coba kalau semua masyarakat di daerah itu memiliki daya beli yang sama rata. Pastilah barang dan jasa yang dihasilkan akan berputar dan semuanya sejahtera.

    Untuk apa juga mengembangkan produk jika keuntungannya hanya dinikmati segelintir orang saja? Yang berduit orang itu lagi, sedang masyrakat pada umumnya masih memiliki pendapatan perkapita yang cukup rendah. Satu-satunya cara untuk meningkatkan daya beli adalah dengan menyetarakan pendapatan dalam sistem sosialisme dimana negara adalah kapitalis tunggal dan semua warga bekerja untuk negaranya.

  9. Mencintai wisata lokal.

    Kalau mau jalan-jalan menikmati hidup tidak perlu jauh-jauh ke Ibu Kota, melainkan Pemda harus membawa Jakarta masing-masing ke wilayahnya. Jangan dulu berpikir jakarta secara total melainkan setidak-tidaknya setengahnya saja atau miniaturnya juga jadi. Artinya, projek wisata potensial yang paling digemari di deerah tertentu perlu diadaptasi di derah lain. Usaha ini dilakukan pemda agar penghasilan warganya tidak dibawa lari ke daerah lain.

    Mencintai tanah air berarti suka berkunjung ke tempat wisata yang terdapat di sekitarnya. Tetapi lagi-lagi aktivitas ini hanya akan memperkaya segelintir orang saja sedang yang lainnya tetap miskin karena area wisata dikuasai oleh oknum perorangan (swasta). Harusnya, semua potensi yang tersedia dikuasai oleh pemda yang kemudian hasilnya akan kembali dibagikan ke seluruh masyarakat. Ini adalah demokrasi yang sesungguhnya: dari kita, untuk kita dan oleh kita dimana sumber daya yang tersedia dikelola dimanfaatkan untuk mensejahterakan seluruh penduduk di wilayah bersangkutan.

  10. Hidup sederhana (minimalis).

    Apa hubungannya hidup sederhana dengan cinta tanah air? Kesannya agak rancu ya, namun sesungguhnya sangat berhubungan. Ibu Pertiwi yang kita cintai ini merupakan perusahaan alamiah dimana “tanah adalah pabriknya” dan “tanaman adalah produsen tertua.” Cinta tanah air tidak hanya berlangsung setengah-setengah tetapi totalitas dimana kita tidak hanya menaati sistemnya melainkan turut pula mencintai semua makhluk hidup yang ada di dalamnya.

    Hidup sederhana membuat keberadaan pabrik dan produsen alamiah ini tetap awet dari generasi ke generasi. Lingkungan yang masih dipenuhi oleh pepohonan hijau akan menjadi pelindung utama yang menjauhkan warga masyarakat dari berbagai bencana alam seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, kekeringan, gelombang panas dan lain-lain. Jadi bisa dikatakan bahwa merawat hutan secara terpimpin adalah investasi yang menjamin kebahagiaan dan kesejahteraan generasi Indonesia selanjutnya. Mari hidup sederhana dengan memanfaatkan alam apa adanya dan membeli barang juga jasa sewajarnya saja.

Cinta tanah air adalah suatu totalitas yang menyayangi seluruh komponen yang ada diseantero Indonesia, dimulai dari komponen biotik, abiotik dan seluruh infrastruktur yang terkandung di dalamnya. Sikap sayang dalam hal ini diwujudnyatakan dengan mengasihi Tuhan seutuhnya, mengasihi sesama seperti diri sendiri, menaati hukum yang berlaku, memelihara fasilitas yang tersedia, merawat sumber daya alamih, menggunakan produk nasional – lokal, hidup sederhana dan menggunakan barang dan jasa seperlunya saja. Dengan mencintai tanah air, kita tidak hanya berpikir tentang kesejahteraan yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat saat ini, melainkan harus juga menyisakan dan mempersiapkan kemakmuran tersebut kepada generasi selanjutnya. Kebersamaan adalah syarat utama untuk mencintai tanah air dengan demikian kita hidup dalam kesetaraan satu sama lain. Atau adakah Ibu yang tidak mencintai anak-anaknya sama rata? Inilah sosialisme Indonesia, cinta Ibu Pertiwi yang sama (adil) kepada setiap anggota masyarakat!

Salam, Jika pemerintah (negara) dan masyarakat saling mencintai, bukankah keduanya setara?

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.