Kepribadian

+10 Gangguan Indra Bisa Dibiasakan – Efek Habituasi Penderitaan Panca Indra Menjadi Indah


Gangguan Indra Bisa Dibiasakan - Efek Habituasi Penderitaan Panca Indra Menjadi Indah

Pernahkah menatap langit yang ada di atas anda? Bila diamati secara seksama, bentuk awan tidak pernah sama. Ketidakteraturan itu mengindikasikan kekacauan yang membuatnya terkesan bernoda. Tapi pernahkah anda mendengarkan pengakuan seseorang atau diri sendiri yang mengatakan bahwa langit itu jelek? Semestinya demikianlah seharusnya pernyataan orang yang menatapnya sebab gembang-gembung bentuknya memiliki pola yang kusut. Sungguh, di tengah keliaran bentuknya, kami sering mendengar orang mengatakan bahwa “langit itu indah,” kami sendiri juga menilainya demikian! Mengapa ini bisa terjadi? Ada apa dengan orang-orang di sekitar kita? Atau ada apa dengan mata ini, mengapa suasana hati berubah menawan saat meliriknya sesaat?

Pengertian efek habituasi

Kami menyebut keadaan ini sebagai efek habituasi. Merupakan pergeseran nilai buruk ke baik karena suatu keadaan telah dibiasakan. Ketahuilah bahwa, segala sesuatu di dunia ini yang terjadi secara berulang akan melatih indra terbiasa menikmati setiap penampakan yang diserap. Paparan terhadap sesuatu yang berlangsung secara konsisten, lambat-laun akan mengubah rasa di indra dari yang awalnya berada pada level satu akan mengarah ke tingkat yang lebih tinggi. Semua keadaan ini akan menciptakan persepsi baru yang berhubungan erat dengan suasana hati. Jadi, saat seseorang sedang bersedih, mungkin akan menilainya buruk tetapi saat sedang bahagia pastilah penilaiannya bagus.

Suatu pendekatan

Sesungguhnya, panca indra manusia sangat dinamis dalam memberi rasa. Apa yang saat ini dirasakan enak bisa saja akan berubah menjadi lain lagi setelah beberapa tahun berselang. Keadaan ini terjadi akibat efek habituasi yang turut menciptakan rasa baru. Terlebih ketika ada dorongan dari sisi emosional atau spiritual sehingga semakin menikmati situasi tersebut. Akan kami berikan contoh: seorang mahasiswa yang barus saja lulus kuliah, mencari pekerjaan diberbagai tempat. Iapun mendapatkan suatu lowongan di salah satu perusahaan kontraktor. Mereka mengerjakan batu, pasir dan semen dan masih banyak lagi. Tingkat kebisingan yang terjadi cukup membuatnya belingsat sebab selama di bangku perkuliahan intensitas kebisingan sangat rendah dan tenang.

Seiring berjalannya waktu, kebisingan tidak lagi mengganggu kompleksitas aktivitasnya dalam menyelesaikan pekerjaan. Malahan sangat menikmati dengungan suara yang tidak teratur tersebut, bahkan menganggapnya sebagai melodi uang yang menimbulkan kesan indah walau sedikit lucu. Inilah yang kami maksudkan dengan efek habituasi, ketika suatu gangguan dibiasakan secara konsisten dalam pola pikir yang positif, niscaya sensasi rasa yang dihasilkannya akan membaik. Terlebih ketika orang tersebut menyadari bahwa ada manfaat di balik semua aktivitas yang dilakukannya. Jadi, apapun yang mengganggu pikiran saat ini, pastikan untuk membiasakan diri dengan semua gejolak tersebut, agar suatu saat nanti rasanya tidak lagi buruk melainkan indah.

Macam-macam penderitaan indra yang bisa dibuat menjadi indah

Panca indra adalah saluran penghubung di antara dunia ini dan pikiran/ hati sendiri. Indralah yang menjadi pemasok utama semua informasi yang berasal dari luar diri sendiri. Jadi segala jenis gangguan yang berasal dari dunia ini menunggangi panca indra yang lemah kemudiaan akan mempengaruhi situasi emosional seseorang. Jika ini tidak mampu dikendalikan, niscaya wujudnya akan berupa amarah yang berpi-api dan kekerasan yang membabi buta. Oleh karena itu, selama anda mampu menjaga pikiran tetap positif menjal

Gangguan penglihatan.

  1. Malam mencekam.

    Siapa yang bulu kudunya merinding saat ke toilet malam-malam? Ini adalah godaan penglihatan yang pertama-tama yang harus mampu diatasi oleh setiap orang. Sebelum mampu mengatasi rasa takut di malam hari, kecil kemungkinan ketakutan yang lainnya bisa diatasi. Tetapi orang yang bijak mampu menemukan titik damai di malam yang gelap dan panjang.

    Kalau boleh jujur, sebenarnya ketakutan di malam hari, pertama sekali muncul dari dalam pikiran sendiri. Terutama saat anda terus membiarkan pikiran kosong dari waktu ke waktu. Fokuskan pikiran sambil bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati niscaya kedahsyatan malam tidak akan menenggelamkan anda.

  2. Pornografi merusak.

    Apakah anda masih tergoda dengan hal-hal yang seksi? Ketahuilah bahwa itu adalah ujian yang hendak mengoyahkan iman anda. Tetapi mereka yang telah belajar berhabituasi akan tetap fokus kepada Tuhan, melanjutkan pelajaran dan menyelesaikan pekerjaannya sembari mengabaikan penampakan yang menggoda tersebut.

  3. Lelembut angker (gambar/ video horor).

    Banyak jenis hantu yang berhasil di dokumentasi oleh manusia, baik melalui film, video amatir maupun dalam imajinasi sendiri. Pada dasarnya, semua itu hanyalah suatu kepura-puraan, sekedar hiburan saja. Mereka rata-rata sudah terbiasa melihat penampakan hantu di smartphone dan komputer maupun yang ditonton langsung di bioskop layar lebar. Kami sendiri termasuk orang yang tidak suka film horror, cara yang dilakukan untuk menepis ketakutan terhadap setan adalah dengan bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan, belajar dan bekerja.

  4. Penampakan bengis.

    Pernahkah anda melihat secara langsung korban kecelakaan? Disturbing foto semacam ini bisa sampai membuat beberapa orang sakit perut, mual dan muntah. Bagi mereka yang sudah berhabituasi pasti mampu menahan rasa sesak itu sedang kami sendiri mengekangnya dengan senantiasa memfokuskan pikiran kepada Tuhan dari waktu ke waktu. Jika pikiran kita lurus benar niscaya godaan di indra akan dilewati dengan damai.

  5. Melihat ketinggian (fobia).

    Saat melihat ada orang jatuh dari ketinggian lewat sebuah foto/ video, hindari membayangkannya di dalam hati. Jangan biarkan angan-angan liar merasuk ke dalam pikiran hingga menimbulkan kegentaran. Dalam segala aktivitas di internet, selalu pusatkan pikiran kepada hal-hal positif sembari berselancar dengan santai ke berbagai situs positif dan media sosial yang membangun.

    Gangguan pendengaran.

  6. Knalpot bising.

    Kemampuan menyesuaikan diri sangat dibutuhkan dimanapun berada. Lagi pula kebiasaan ini turut membantu meningkatkan kecerdasan otak masing-masing. Oleh karena itu, hindari/ jauhkan hati dari rasa kesal dan perlawanan saat knalpot meraung-raung bak orang gila. Tetapi damaikanlah hatimu dengan senantiasa bersyukur, biarkan mereka menang, bernyanyi memuliakan Tuhan, melanjutkan belajar dan menuntaskan pekerjaan yang sudah dimulai.

  7. Pekik TOA/ loudspeaker.

    Tidak perlu melawan saat telinga didesak oleh suara-suara yang menggelegar tetapi bersyukurlah dan nikmati semuanya itu. Katakan kepada dirimu bahwa ini bermanfaat untuk melatih kemampuan beradaptasi. Sebab dimana ada adaptasi maka di sanalah terdapat evolusi. Jika anda ingin menjadi lebih baik, berevolusi ke tingkatan manusia yang tambah cerdas: hadapi rintangan seadanya lalu fokuskanlah pikiran kepada hal-hal positif.

  8. Teriakan kejut (manusia).

    Suara yang tiba-tiba menghajar pendengaran hingga terasa pekak, mungkin akan membuat hati sedikit risih. Tetapi seiring dengan dibiasakannya hal-hal tersebut, semua bisa dilalui dengan sukacita. Terlebih ketika anda mulai merasa bahwa hal tersebut bermanfaat untuk melatih kemampuan berkonsentrasi.

  9. Teriakan kaget (hewan dan benda lain).

    Beberapa hewan bisa membuat gendang telinga repot hingga mempengaruhi suasana hati dan membuat pikiran menjadi semeraut. Tentu saja hal ini hanya dirasakan ketika baru pertama mendengar suara yang ribut-ribut tersebut. Bagi mereka yang sudah melewati tahapan habituasi yang cukup lama akan menghadapinya dengan santai sembari melakukan berbagai hal positif untuk mengisi hari-harinya.

  10. Tangis/ tawa meringkik.

    Ada orang yang merasa seram sendiri saat mendengar tangisan, ada pula yang merasa pribatin, turut mendoakan kebaikan korban dan melanjutkan aktivitasnya sehari-hari. Jangan biarkan rasa risih bercampur kesal memenuhi hati anda. Melainkan senantiasa arahkan kehidupan kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian untuk kemuliaan nama-Nya. Tentulah orang yang senantiasa mengisi pikiran dengan fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja akan menemukan kedamaian, kebahagiaan dan ketenteramannya sendiri.

  11. Pelepas hinaan, ejekan, bully.

    Tidak perlu membalas ejekan dari orang lain tetapi berusahalah untuk menerima semua itu apa adanya, maafkan sesegera mungkin lalu balaslah kejahatan dengan kebaikan. Anda bisa melakukannya dengan menanggapi setiap bully dan hinaan tersebut dengan tetap santun sekaligus ramah. Suatu saat kelak ketika anda telah mengalami habituasi, semuanya itu bisa dilalui dengan sukacita karena paham betul bahwa ada khasiat mujarab setelahnya.

  12. Pengumbar fitnah.

    Tanggapi fitnah dengan santai, bila anda paham betul sedang diuji, lebih baik jangan di tanggapi, diamkan saja dan tanggapilah mereka dengan penuh keramahan. Saat kita dapat memaafkan orang yang melakukan kesalahan itu, besar kemungkinan kelegaan dan ketenteraman hati lebih mudah diraih.

    Gangguan penciuman.

  13. Bau busuk.

    Tidak perlu berkeluh kesah secara berlebihan saat bau busuk mulai tercium. Hindari mengumbar kata-kata kotor karena peristiwa teresebut kurang menyenangkan hidung. Bila anda mampu menelusuri bau dan mendapati bangkai, segera bersihkan dan singkirkan dalam kantongan plastik untuk dibuang ke tempat sampah. Tetapi ketika bau tersebut tetap ada dan tidak menemukan sumbernya walau anda telah berusaha mencari ke setiap sudut rumah. Tidak perlu berlelah sampai kepala pusing, ikhlaskan saja, syukurilah apa adanya dan lakukan tindakan seadanya untuk meloloskan udara agar tidak pengap. Ini dilakukan dengan membuka jendela, pintu, memasang kipas dan lain-lain.

  14. Bau parfum.

    Bagi sebagian orang wewangian seperti madu di langit-langit tetapi ada pula yang merasa bahwa aroma tersebut seperti jarum yang menusuk-nusuk. Bagaimanapun persepsi anda memandang setiap hal yang terjadi, ketahuilah bahwa semuanya itu bisa dibiasakan. Semakin fokus pikiran kepada hal-hal yang mengganggu maka semakin merana dirimu kawan. Oleh karena itu, jangan fokus kepada masalah tetapi fokuslah kepada Tuhan, puji-pujilah nama-Nya yang kudus, pelajarilah hal-hal positif dan bekerjalah dengan giat.

  15. Bau badan/ ketek.

    Santai sajalah menanggapi aroma tubuh yang tidak sedap itu, sarankan dia untuk mengkonsumsi air garam manis isotonik. Terbiasalah dengan semuanya itu, posisikan dirimu tidak satu arah angin dengan dirinya. Selanjutnya kesabaran yang menentukan kemampuan untuk bertahan sehingga tetap betah berlama-lama sambil menikmati suasana yang sedang berlangsung di sekitar. Mereka yang bisa memusatkan konsentrasi untuk melanjutkan pekerjaannya dan menyelesaikan pelajarannya akan menemukan ketenangan hati sekalipun hidung berada di bawah tekanan.

    Gangguan kulit.

  16. Sentuhan tiba-tiba.

    Kejutan tidak selalu dianggap baik oleh orang yang menerimanya, ada juga yang menjadi kesal hati dan comel. Mereka yang sudah memiliki hati yang teruji pastilah mampu mengendalikan kemelut di dalam dirinya sembari meredamnya dengan bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati. Ada juga orang yang menanggapi sentuhan kejut ini secara biasa saja, seolah tidak terjadi apa-apa karena sudah terbiasa menjalaninya.

  17. Mendadak kepanasan.

    Suhu yang panas jelas membuat gerah, keringat dimana-mana. Tetapi ketahuilah bahwa keadaan tersebut justru menyehatkan anda. Orang yang mengetahui bahwa suhu panas adalah kesempatan untuk beradaptasi, pastilah akan menjalaninya dengan tegar sembari melakukan tindakan rehabilitasi. Kami sendiri lebih suka membuka baju, menggunakan u can see (tang top) saat di dalam kamar mulai gerah.

  18. Sontak kedinginan.

    Udara dingin juga merupakan gejolak suhu berkekuatan rendah yang membantu menguras lemak-lemak anda. Saat anda mulai berpikir bahwa udara sedingin itu bermanfaat, pastilah akan menjalaninya dengan suka hati. Tetapi orang yang terus saja bersungut-sungut dan dipenuhi kata-kata penyesalan apalagi kekecewaan, akan menjadi gelisah, galau dan besedih hati.

    Gangguan lidah.

  19. Asin payau.

    Mengkonsumsi makanan yang asin memang sedikit mengesalkan, tetapi mereka yang sudah terbiasa akan menambahkan sejumlah air ke dalamnya. Bahkan kami sendiri yang mengetahui bahwa manfaat garam dahsyat akan dengan senang hati memakan hal yang asin-asin termasuk ikan asin dan ikan teri. Mereka yang bisa berpikir positif menjalani hidup pastilah akan mensyukuri semua persoalan yang menghimpit dirinya sehingga ditengah tekanan sekalipun, keindahan itu kentara. Terlebih ketika mengetahui bahwa ada manfaat luar biasa di balik semua soal-soal kehidupan yang terus bergulir dari waktu ke waktu.

  20. Asam ngilu.

    Ada orang yang merasa suatu makanan terlalu asam akan membuangnya begitu saja. Juga ada segelintir orang yang sekalipun buat tersebut asam tetap saja dikonsumsi dengan sedikit melakukan improvisasi. Dia akan menjus semua buah yang asam tersebut, menambahkan sejumlah gula dan garam untuk menetralkan rasa. Kreativitaslah yang memampukan kita mengatasi masalah untuk kemudian mengubahnya menjadi manfaat.

  21. Pahit merinding.

    Ada berbagai macam jenis sayur-sayuran yang rasanya begitu pahit, di antaranya adalah daun kates/ pepaya. Kita butuh merasakan betapa pahitnya kepahitan itu agar tetap ada rasa nikmat dari makanan yang dikonsumsi dari waktu ke waktu. Jika anda mampu melihat manfaat yang besar saat menguyah panganan yang pahit, niscaya indahnya hidup ini dapat dcitrakan hari demi hari.

  22. Basi susu.

    Beberapa makanan semalam yang kembali dikonsumsi pagi ini akan terasa sedikit basi. Rasa yang agak aneh dan bau yang terasa asing akan bercampur menjadi satu, bisa membuat anda muntah. Tetapi mereka yang memaksakan diri untuk mengkonsumsinya demi menguji kesehatan organ pencernaan termasuk orang-orang yang kuat terutama dalam hal daya tahan tubuh (sistem imun). Ketahuilah bahwa tidak semua makanan basi adalah bencana, terkadang ada manfaat nyata di balik rasanya yang amburadul.

Menjaga kerusuhan tetap di indra dan tidak membiarkan hati terbawa suasana terwujud dari pengalaman latihan yang dilakukan secara intens. Saat pikiran kita mampu fokus kepada hal-hal positif, pastilah segala kegaduhan tersebut tidak sampai membuat hati keruh. Intinya terdapat pada kemampuan berkonsentrasi di tengah gejolak. Seolah dihadapan anda ada berbagai objek tetapi yang diambil hanya yang diperlukan saja, kemampuan memilah-milah inilah yang membutuhkan tahapan simulasi yang panjang. Kemungkinan besar saat pertama sekali menghadapinya akan merasakan distorsi yang kuat. Orang-orang yang bijak lagi cerdas akan melakukan habituasi sampai menemukan titik damai, puas, bahagia dan tenteram sambil-sambil mengarahkan fokus kepada Tuhan dan meneruskan aktivitas belajar juga bekerja.

Salam, seburuk apapun situasi yang anda hadapi saati ini bila sudah dibiasakan akan lahirlah kenikmatan yang penuh rasa syukur…. Karena semuanya bermanfaat!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.