Ekonomi

+7 Keuntungan & Kerugian Ekspor – Manfaat & Kelemahan Mengimpor Barang


Keuntungan & Kerugian Aktivitas Ekspor – Manfaat & Kelemahan Mengimpor Barang

Arus ekonomi global terus berkembang di Indonesia dari waktu ke waktu. Terjadi beragam pertukaran barang dan jasa yang melibatkan macam-macam bidang usaha. Semua pihak terlibat, mulai dari pengusaha dibidang telekomunikasi, transportasi, arsitektur, industri, pendidikan dan termasuk di dalamnya adalah pertanian dan peternakan. Roda ekonomi yang berputar cepat sesungguhnya turut membawa dampak baik (positif) bagi perusahaan bahkan seluruh masyarakat bisa mengecap kemakmuran tersebut. Sayang, kemajuan yang tidak terpimpin hanyalah bencana yang masih terlindung oleh karena sumber daya alam yang melimpah ruah. Dampak negatif eksploitasi akan terasa tepat di saat SDA menipis dan lingkungan tercemar hingga berada diambang bencana dan krisis energi.

Perekonomian yang awet tidak lepas dari daur ulang

Ekonomi yang sesungguhnya adalah perputaran seimbang antara kemampuan meregenerasi sumber daya yang tersedia sekaligus mengubahnya menjadi barang dan jasa. Ketika perusahaan membentuk suatu produk, dibutuhkan perpaduan yang akurat antara sumber daya alam yang berkualitas dan sumber daya manusia yang kreatif sehingga menghasilkan sesuatu yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Sebaliknya, setiap masyarakat yang menggunakannya akan menghasilkan bahan buangan berupa sampah dan kotoran. Biasanya pemakaian produk menghasilkan bahan yang telah rusak dan sangat kontaminan. Bahan-bahan buangan inilah yang harusnya dapat di daur ulang sehingga kembali menjadi produk yang bermanfaat bagi konsumen.

Sistem perekonomian yang sesungguhnya adalah siklus yang terjaga antara kemampuan konversi & regenerasi SDA-SDM yang ada dengan permintaan terhadap barang dan jasa. Jika permintaan terhadap suatu produk terlalu tinggi, sedang kemampuan meregenerasi SDA-SDM rapuh, pastilah resiko kerusakan lingkungan akan lebih tinggi akibat habisnya sumber daya alam. Sebaliknya, jika kemampuan konversi SDA-SDM lebih tinggi daripada permintaan, pastilah sistem akan merugi karena terlalu banyak produk yang tidak laku terjual. Jadi, pengelolaan ekonomi sangat membutuhkan keseimbangan agar lingkungan alamiah sebagai objek dapat terus lestari dari waktu ke waktu bahkan dari generasi ke generasi.

Sistem Ekonomi Berputar Menjaga SDA & SDM Tetap Ada Dari Masa Ke Masa

Sumber daya alam adalah objek sedangkan sumber daya manusia adalah subjek perputaran ekonomi. Selama suatu sistem mampu menjaga ketersedian SDA dan SDM yang terdidik dalam keadaan stabil, selama itu pula ketersedian barang dan jasa tetap ada. Masalahnya sekarang adalah manusia cenderung serakah terhadap uang sehingga perusahaan ramai-ramai menghasilkan berbagai macam produk. Meloncatnya proses produksi membutuhkan peningkatan konversi SDM menjadi berbagai produk yang siap dipasarkan ke seluruh wilayah. Tetapi berhubungan karena rasa ingin lebih sukses (arogansi) meraung, mulailah berpikir untuk menguasai pasar yang lebih besar. Tidak hanya skala nasional melainkan bila perlu menyasar pasar internasional.

Mengekspor secara berlebihan dan terus-menerus tidak baik, perlu diseimbangkan

Bangsa yang mampu melakukan ekspor ke berbagai negara di seluruh dunia, merasa dirinya sudah sukses besar. Rasa bangga itu melambung di dalam hatinya hingga meluap lewat kata-katanya yang angkuh di atas angin. Seolah-olah merekalah yang paling diuntungkan dari aktivitas perdagangan yang tinggi tersebut. Orang-orang ini melupakan hakekat ekonomi yang sesungguhnya, yaitu suatu sistem permodalan yang berputar sempurna. Dengan meyuplai kebutuhan banyak negara berarti sama saja dengan membocorkan sistem. Hanya menunggu waktu saja sampai lingkungan benar-benar rusak karena konversi SDA menjadi barang dan jasa berada diambang batas toleransi kemampuan regenerasi lingkungan. Akibat selanjutnya adalah timbulnya bencana alam dalam waktu dekat dan bencana kemanusiaan di masa depan.

KETIDAKADILAN AKAR DARI SEGALA KEJAHATAN

Pengertian

Ekspor adalah misi pengiriman produk tertentu untuk dipasarkan di luar negeri. Kegiatan ekonomi semacam ini merupakan pertanda kemakmuran suatu bangsa. Masyarakat yang cerdas dengan hasil pertanian, peternakan dan industri yang berkembang pesat (SDA-SDM) merupakan modal utama untuk mengekspor suatu komoditas. Suatu wilayah sudah seharusnya swasembada terlebih dahulu barulah aktif menjadi eksportir tetap untuk menyuplai bangsa lain. Dikatakan bahwa aktivitas ini semata-mata demi kesejahteraan masyarakat, memang hal tersebut adalah benar. Asalkan diimbangi dengan aktivitas impor dari negara tujuan agar terjadi pertukaran sumber daya. Tanpa diimbangi aktivitas impor, secara tidak langsung pengeksporan menjadi usaha mencampakkan berkat-berkat di negeri sendiri ke negeri orang, bagaimana itu bisa terjadi? Teruslah membaca kawan….

Manfaat dan kekurangan aktivitas ekspor

Hampir segala sesuatu di dunia ini bagaikan pedang bermata dua, bisa membawa dampak positif dan negatif atau baik dan buruk. Ketika mengadopsi suatu kegiatan ekonomi, pastikanlah bahwa sistem telah terlebih dahulu mengantisipasi berbagai bahaya yang mungkin ditimbulkannya. Semakin baik mode pencegahan yang ditempuh maka pedang itu semakin jinak hingga tidak sampai menggerogoti SDA/ SDM sekalipun dilakukan dalam waktu yang lama. Untuk meningkatkan kesadaran kita tentang untung rugi aktivitas ini, mari simak beberapa hal yang kami temukan tentang kegiatan ekonomi mengekspor suatu barang hingga ke negara lain.

Keuntungan mengekspor barang ke luar negeri.

  1. Mempererat hubungan antar negara.

    Kegiatan perdagangan antar bangsa, seperti ekspor-impor pada dasarnya menjadi salah satu sarana untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan negara lain. Asosiasi yang terbentuk tidak hanya di atas kertas belaka melainkan telah diwujudkan secara nyata dan konsisten selama beberapa waktu lamanya. Aktivitas memberi dan menerima semacam ini jelas akan semakin memperkuat hubungan keduanya, bahkan kerja sama yang disepakati bisa lebih meluas lagi ke bidang-bidang lainnya seperti pendidikan, pariwisata, sosial-budaya dan lain sebagainya.

  2. Menambah devisa negara.

    Aktivitas perdagangan antar negara biasanya melibatkan mata uang dolar Amerika yang telah diresmikan sebagai mata uang untuk segala aktivitas ekonomi antar negara di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia. Saat kita berdagang ke negera lain sudah otomatis dibayarkan dengan dolar. Kemudian dolar inilah yang akan dibawa ke Indonesia untuk menambah cadangan devisa negara.

  3. Memperluas pasar produk dalam negeri.

    Produk yang awalnya bersifat nasional dapat dibawa ke ranah yang lebih luas. Tentu saja permintaan yang tinggi diiring dengan semakin besarnya kebutuhan akan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Keadaan ini sudah seharusnya menguntungkan industri yang bersangkutan dan mensejahterakan pihak-pihak terkait.

  4. Meningkatkan skala produksi.

    Pasar industri yang telah melebarkan sayapnya dengan melakukan ekspor akan turut pula meningkatkan kapasitas produksi. Permintaan yang tinggi akan produk barang tertentu jelas akan menyerap lebih banyak sumber daya alam sebagai bahan baku. Hasil panen yang dilakukan penduduk tidak ada yang terbuang sia-sia melainkan semuanya laku keras.

  5. Meningkatkan keuntungan bisnis.

    Semua keuntungan itu semata-mata demi uang dan uang lagi. Tentu saja ketika ekonomi industri dikuasai secara perorangan (swasta) maka yang semakin bertambah-tambah kaya adalah kalangan tertentu saja. Mereka akan semakin makmur padahl di luar sana masih banyak penduduk yang pendapatan perkapitanya rendah.

  6. Menambah lapangan kerja.

    Kapasitas produksi yang meningkat sudah otomatis turut meningkatkan kebutuhan akan tenaga kerja yang baru. Terkecuali jika perusahaan tersebut lebih memberdayakan teknologi komputerisasi dan robotika. Jika ini terjadi, yang akan ditambah bukanlah pegawai/ karyawannya melainkan kapasitas mesinnya akan ditingkatkan (di-upgrade) ke level yang lebih baik. Berharap saja, perusahaan yang melakukan ekspor di negeri ini lebih memberdayakan manusianya sedang mesin/ komputer adalah penunjang belaka.

  7. Menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan.

    Jumlah uang yang bertambah di tangan masyarakat seharusnya membuat semua orang sejahtera terkecuali jika uang tersebut hanya dikuasai oleh oknum kapitalis dan segelintir orang di sekelilingnya. Selama suatu bangsa menganut sistem sosialis maka selama itu pula, keuntungan negara adalah milik bersama.

    Kerugian mengekspor barang ke luar negeri.

  8. Ada kemungkinan masuknya barang ilegal.

    Siapakah yang bisa mengecek seluruh area kapal kontainer yang sangat luas dan berlapis-lapis itu? Repot juga jika pihak Bea Cukai mampu menggeledah seluruh kapasitas kontainer yang tersedia hingga ke bagian-bagian yang lebih detail. Kita harap saja pihak Bea Cuka mau repot-repot melakukan usaha-usaha preventif untuk mencegah keadaan tersebut.

  9. Sarana masuknya kejahatan (ekspor-impor hanya kedok/samaran).

    Dibutuhkan pengawasan yang lebih kompleks terhadap aktivitas ekonomi skala internasional. Sudah seharusnya proteksi ditingkatkan dengan melakukan pemeriksaan yang berlapis untuk menekan seminimal mungkin masuknya ancaman kejahatan dari wilayah yang jauh.

  10. Menimbukan kelangkaan barang di dalam negeri.

    Tanpa pengaturan yang baik, ada kemungkinan pengusaha lebih suka mengekspor barang-barang tertentu sebab harganya di luar negeri jauh lebih tinggi. Semata-mata demi uang, oknum kapitalis yang hanya mementingkan kantongnya saja tetapi tidak memiliki hati nurani, lebih mengejar materi dari bangsa/ orang asing daripada uang recehan dari saudara sendiri. Akibatnya, kelangkaan barang tertentu akan berlangsung secara dramatis di dalam negeri sendiri.

  11. Menyebabkan eksploitasi alam besar-besaran.

    Pasar yang semakin luas dan kapasitas produksi yang tinggi secara otomatis membutuhkan sumber daya alam yang lebih banyak. Keadaan ini menyebabkan eksploitasi besar-besaran yang jika tidak memperhatikan kemampuan regenerasi lingkungan akan berdampak pada kerusakan lingkungan. Harap diketahui bahwa Tuhan memberkati suatu negeri untuk mensejahterakan orang-orang di dalamnya. Tetapi ketamakan akan uang hanya membuang berkat-berkat tersebut ke wilayah asing. Akibatnya potensi tersebut lebih cepat habis sedang kemampuan regenerasinya tidak seimbang dengan pemanfaatan yang berlebihan.

  12. Turunnya permukaan tanah.

    Sumber daya alam yang mengedepankan pemanfaatan tanah sebagai pabrik utama akan meningkatkan konsumsi tanah terutama oleh tanaman dan aktivitas pertambangan. Keadaan ini lambat laun akan menurunkan muka tanah sehingga semakin lama semakin landai dimana hampir sama tingginya dengan permukaan laut. Secara tidak langsung ketika mengekspor barang, kita juga turut mengekspor tanah yang dimanfaatkan untuk membentuk barang tersebut. Di saat permukaan tanah di negeri ini semakin merendah, negara lain mendapatkan asupan tanah untuk memperluas wilayahnya.

  13. Bencana alam.

    Yang namanya kebutuhan tidak pernah menurun dari tahun ke tahun malahan semakin meningkat. Ketika eksportir terlalu serakah untuk memenuhi kebutuhan negara lain, bisa dipastikan bahwa pemanfaatan alam yang melebihi kapasitas membangun kembali akan menyebabkan kerusakan lingkungan. Keadaan ini akan mengganggu keseimbangan alam sehingga terjadilah banjir, banjir bandang, tanah longsor, kekeringan, angin kencang, topan, puting beliung, badai tropis, gelombang panas dan lain sebagainya.

  14. Pertarungan kapitalis vs kapitalis.

    Ketika jumlah uang di tangan oknum kapitalis tertentu semakin meningkat dalam suatu negara, turut pula diikuti dengan kemampuan konsumsi masyarakat semakin tinggi. Mereka akan semakin kaya raya hingga membangun fasilitas rumah dan resort ekstra mewah, megah, nyaman dan serba otomatis. Sedang, yang namanya hawa nafsu tidak ada batasnya, mereka juga hendak melebarkan sayapnya untuk menguasai berbagai-bagai hal di wilayah tersebut. Dimulai dari penguasaan terhadap objek perdagangan lainnya, pariwisata, farmasi, kuliner hingga merambah masuk ke dunia politik. Tidak cukup sampai di situ saja, wilayah-wilayah yang amoral turut pula mereka kembangkan seperti pelacuran, miras, narkoba dan obat-obat terlarang lainnya juga termasuk kasino (online maupun offline).

    Ketika orang-orang kaya semakin banyak jumlahnya di dalam suatu wilayah, besar kemungkinan mereka akan saling bersinggungan untuk memperebutkan nilai kemuliaan yang lebih tinggi, yaitu menjadi presiden. Keadaan ini lantas membuat para kapitalis yang berkuasa turut bersaing segiat-giatnya untuk menjadi seorang penguasa. Akan terjadi konflik, kapitalis vs kapitalis yang berlangsung a lot untuk memperebutkan lahan-lahan usaha dan kekuasaan yang tersedia. Keadaan ini semakin memanas hingga menimbulkan kudeta, perang saudara, gerakan separatis dan lain sebagainya.

  15. Peperangan yang lebih luas.

    Kerusakan lingkungan yang semakin parah yang diiringi dengan pemanfaatan teknologi yang semakin tinggi menyebabkan ketergantungan manusia akan sumber energi sangatlah tinggi. Pemakaian minyak bumi akan meningkat tajam hingga mencapai ambang batas yang tak terkendali lalu menyebabkan krisis energi. Lantas keadaan ini akan semakin memburuk sebab kapitalis besar mulai ketar-ketir melihat berbagai bencana alam terjadi di sekitarnya. Sedang dirinya sendiri berlindung di balik kekuatan mesin-mesin berteknologi tinggi yang membutuhkan bahan bakar minyak dari waktu ke waktu.

    Perang memperebutkan energi, tidak bisa dicegah lagi. Orang-orang bermodal besar akan tampil untuk mendanai perang dengan mengutus rakyat jelata yang tidak tahu apa-apa untuk ikut dalam wajib militer. Petani, nelayan, peternak, mahasiswa hingga pengangguran akan dilatih untuk menjadi militer abal-abal, semata-mata demi menyuplai kebutuhan energi orang-orang kaya demi kemewahan dan kenyamanan yang lebay.

Aktivitas ekspor harus diimbangi dengan aktivitas impor agar ke dua belah pihak sama-sama tidak dirugikan dan tidak diuntungkan. Lagipula ini hanyalah pemborosan transportasi, mengapa tidak mengedukasi mereka untuk menghasilkan kebutuhan sendiri? Kita lebih doyan dengan uang dan mengabaikan tahapan edukasi untuk membuat suatu wilayah mandiri. Oknum kapitalis lebih suka dipuji dan disanjung karena harta dan jabatannya padahal dengan berlaku demikian persaingan di dalam masyarakat akan semakin tinggi. Orang lain yang juga cerdas akan ramai-ramai menjadi kapitalis dengan menjajagakan produknya sendiri sehingga memicu pemborosan sumber daya hingga menyebabkan bencana alam dan bencana kemanusiaan.  Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika tidak memicu rasa cemburu yang terlalu kuat di dalam masyarakat dengan menerapkan kesetaraan pengetahuan, pendapatan dan kekuasaan.

Salam, sosialis sejati!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.