Kepribadian

10 Proyek Abadi Sepanjang Masa, Dikerjakan Seumur Hidup Bahkan Dari Generasi Ke Generasi


Proyek Abadi Sepanjang Masa Yang Dikerjakan Seumur Hidup Bahkan Dari Generasi Ke Generasi

Tidak ada yang benar-benar diam di alam semesta, sekalipun ada, itu hanyalah sebatas persepsi saja. Sesungguhnya jika kita menelaah lebih luas atau lebih sempit (mikro), pastilah pergerakannnya dapat diamati. Saat sedang tertidur sekalipun, secara mikroskopis sel-sel dalam tubuh kita senantiasa aktif. Demikian halnya juga dengan tumbuhan hijau yang tenang-tenang saja sepanjang hayatnya tetapi secara mikroskopis sel-sel dalam daun, ranting, batang dan akarnya tidak pernah stagnan. Lain juga halnya dengan bumi, yakni tanah tempat kita berpijak, secara mikro pergerakannya sungguh tak terpantau sama sekali namun secara makro ketika kita mengamatinya dari jauh, akan terlihat seperti bintang-bintang-bintang lainnya yang berkelap-kelip di malam hari.

Udara, air, tanah, awan, angin dan berbagai komponen abiotik lainnya senantiasa bergerak. Ada yang mampu kita amati dengan seksama menggunakan beberapa alat indra yang diberikan Yang Maha Kuasa dan yang lain irama geraknya  hanya bisa diperkirakan dari suatu refleksi setelah melihat benda lain. Nah, kita sendiri sebagai salah satu komponen hidup di alam semesta harus merasa segan jika tidak memiliki peran apa-apa dalam kehidupan ini. Janganlah duru berpikir tentang kebermanfaatan yang kita bawa bagi alam semesta sebab hal tersebut terlalu luas, tetapi setidak-tidaknya kita mampu mengambil peran penting bagi diri sendiri dan bagi mereka yang hidup bersama-sama dengan kita (dimulai dari keluarga, saudara, tetangga dan seterusnya).

Ada orang yang mengambil peran bagi kehidupan orang lain dengan menetapkan harga tertentu. Mereka disebut sebagai pedagang alias pengusaha dan di sisi lain ada pula orang yang tidak memaksa orang lain untuk membayar pelayananannya, mereka disebut sebagai sukarelawan. Sedangkan kami sendiri adalah blogger yang berbagi atas dasar kasih Allah yang telah lebih dahulu diterima. Jika ada orang yang berbaik hati dan memberikan donasi atas apa yang kami perjuangkan, tentu tidak menolak hal tersebut. Jadi pekerjaan yang kami lakukan setengah sukarelawan dan setengahnya lagi seorang pedagang tetapi bukan dalam arti nilai-nilai kebenaran diabaikan lewat proses tersebut. Kami ingin menyelam sambil minum air, menebarkan kebenaran sambil berharap tetap bertahan hidup bersama kebenaran itu.

Para pembaca sendiri, sedang mengerjakan proyek apa saat ini? Apapun yang sedang anda lakukan, kami berharap itu didedikasikan untuk hal-hal yang positif adanya. Sebab selama aktivitas kita positif maka selama itu pula ada kepuasan, kelegaan, kebahagiaan dan ketenteraman di dalam hati. Pekerjaan yang negatif dan bertujuan untuk keburukan hanya menunggu waktu saja hingga aktivitas tersebut berdampak bagi suasana hati masing-masing. Jadi, segala sesuatu yang kita giatkan selama di bumi ini, dampaknya selalu dikecap oleh pikiran: orang yang mengerjakan yang baik suasana hatinya tetap tenang dan tenteram namun yang mengerjakan hal yang salah pastilah akan berada dalam kecemasan, kegelisahan dan ketakutan. Semua efek samping dari rasa bersalah tidak dapat dinilai orang lain tetapi anda sendiri mampu menyelami apa yang kami maksudkan?

Pengertian

Proyek abadi adalah pekerjaan yang disadari, direncanakan dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh seumur hidup oleh masing-masing orang. Merupakan suatu pekerjaan yang tidak akan pernah selesai, selama kita masih menghirup atmosfer bumi ini maka selama itu pula, hari-hari diisi dengan pekerjaan tersebut. Aktivitas ini tidaklah selalu melelahkan terutama bagi mereka yang telah berhabituasi melaksanakannya sudah sejak jauh-jauh hari sebelumnya. Akan tetapi, bagi seorang pendatang baru, beberapa proyek menjadi sangat melelahkan untuk dikerjakan. Hanya orang-orang yang gigih dan berjuang dengan konsistenlah yang akan menemukan kekuatan efek habituasi sehingga tidak ada lagi beban saat melakukannya sebab semuanya bermanfaat dan telah membudaya.

Macam-macam proyek abadi seumur hidup manusia

Sebelumnya, kami ingatkan bagi para pembaca yang budiman, untuk tetap menerapkan sikap selektif dan kritis saat membaca segala sesuatu yang tertulis dalam blog ini. Sadari jugalah bahwa kami bukanlah manusia sempurna, semua kita sama yaitu sama-sama mencari uang lewat bakat yang dimiliki. Jika ada hal-hal yang kurang berkenan atau masih belum pas, silahkan dikoreksi. Pintu komentar telah kami buka lebar bagi siapa saja yang hendak mengoreksi, menambahkan, mengkritik dan lain sebagainya.

Kembali pada topik yang kami telah usung dari awal, yaitu “apa-apa saja proyek abadi yang kita kerjakan seumur hidup di dunia ini?” Berikut persepsi kami tentang pekerjaan yang hakiki dimana tujuannya untuk kebaikan diri sendiri dan semoga bisa menjangkau orang lain.

  1. Fokus kepada Tuhan.

    Yang satu ini bukan lagi pekerjaan seumur hidup melainkan suatu proyek sepanjang masa yang akan dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Hanya ada tiga aktivitas memusatkan pikiran kepada Sang Pencipta, yaitu berdoa, membaca firman dan bernyanyi memuliakan nama-Nya. Pada dasarnya, kita tidak bisa membedakan aktivitas ini sebab saat melakukan satu maka kitapun akan melakukan ketiga-tiganya. Perbedaan yang kami tampilkan di sini merupakan suatu persepsi yang sangat terbatas.

    Aktivitas fokus kepada Tuhan bisa dilakukan kapan saja, dimana saja dan apa saja yang sedang dihadapi. Bagi orang yang sudah terbiasa melakukannya mampu menggiatkannya secara multitasking. Aktivitas fokus kepada Tuhan merupakan energi dari semua hal positif yang kita kerjakan dari waktu ke waktu. Ini juga menjadi energi kuat yang membuat kita mampu melakukan kebaikan saat berinteraksi dengan orang lain. Berikut beberapa aktivitas multitasking yang kami maksudkan.

    • Menentukan waktu khusus untuk bersaat teduh: berdoa, membaca firman dan bernyanyi memuji Tuhan.
    • Tetap fokus kepada Tuhan di waktu istirahat (break) kecuali saat sedang berinteraksi dengan orang lain.
    • Bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati sembari menikmati hidup (misal makan, minum).
    • Selalu bernyanyi dalam hati memuliakan Tuhan saat melangkahkan kaki kemanapun dan sebisa mungkin tetap ramah kepada orang yang ditemui.
    • Saat berkendara kemanapun hati senantiasa fokus tertuju kepada Tuhan.
    • Melakukan pekerjaan kecil sembari bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati (misal menyapu lantai, menyuci piring).
    • Mengambil waktu (3-5 menit) di sela-sela kesibukan pekerjaan/ pelajaran yang dilakukkan untuk fokus kepada Tuhan.
    • Ketika ada masalah yang melanda kehidupan kita, tetaplah bekerja seperti biasa sembari fokus kepada Tuhan dan ramahlah kepada setiap orang yang anda temui.
  2. Berbuat baik kepada sesama.

    Kita memulainya dari hal-hal kecil, yaitu ramah-tamah yang diterapkan pertama-tama dari dalam keluarga sendiri. Saat memberi sesuatu, kita berkorban kepada orang lain, membagikan berkat yang sebelumnya telah diterima dari Sang Pencipta. Jadi apapun potensi/ kemampuan yang dianugerahkan Allah kepada anda, bagikanlah itu sebisa mungkin kepada sesama dengan demikian kita mengasihi sesama seperti diri sendiri.

    Di atas semuanya itu, janganlah menunggu diberikan berkat yang besar baru mau berbagi kasih kepada orang lain. Melainkan mulailah dari apa yang saat ini anda miliki. Bukankah kita telah dianugerahkan tutur kata dan perilaku secara default oleh Yang Maha Kuasa? Manfaatkanlah sikap anda dengan senantiasa berlaku sopan, santun dan ramah kepada siapapun yang menjalin hubungan dengan anda.

  3. Siap menghadapi ujian kehidupan.

    Sadarilah bahwa ini juga termasuk dalam proyek abadi yang senantiasa kita hidupi dari waktu ke waktu. Tetapi mereka yang sudah mampu berhabituasi akan menjalaninya tanpa terbeban sedikitpun. Oleh karena itu, jangan tunggu masalah besar datang tetapi ambillah resiko pada hal-hal kecil yang membuat diri ini tertantang.

    Hal-hal kecil yang menjadi ujian bagi kehidupan kita adalah ramah tamah. Sesungguhnya ketika anda mampu tetap ramah kepada orang yang mengabaikanmu bahkan musuh-musuhmu, tepat di saat itulah telah memahami bahwa kebencian yang dilampiaskan orang lain adalah alat untuk membuat diri ini semakin cerdas dan dewasa.

    Di kala kita memutuskan untuk menghadapi ujian kehidupan dengan lapang dada, tepat saat itulah diharuskan untuk memaafkan orang lain dan mau meminta maaf saat menyadari kesalahan sendiri. Setelah memaafkan, tindakan selanjutnya adalah mampu mengasihi musuh. Keadaan ini kembali lagi ke poin sebelumnya yaitu berbuat baik kepada sesama. Awal mengasihi musuh adalah dengan beramah tamah, biasanya mereka yang bisa ramah kepada lawan-lawannya akan dimampukan untuk melakukan kebaikan lainnya.

  4. Merendahkan hati.

    Ada kekuatan yang sangat liar menerjang keluar yang dimiliki setiap manusia, yaitu arogansi. Suatu sifat yang selalu ingin lebih dari orang lain yang membuat situasi lingkungan sekitar semakin panas. Sifat arogan ini haruslah ditundukkan dengan cara merendahkan hati sembari menyangkal diri. Sadari siapa diri ini dan sadari betapa kecilnya eksistensi keberadaan manusia di seluruh alam semesta yang luas ini. Katakan dalam hati “kami ini hanya manusia sampah, orang yang tidak berguna. Kuatkan hati menjalani kehidupan ini ya Tuhan!” Masih banyak hal yang bisa anda katakan dalam hati dalam upaya untuk menyangkal diri, silahkan temukan sendiri hal tersebut kawan.

  5. Menepis rasa iri hati.

    Rasa iri hati adalah hal yang sangat manusiawi sehingga dimasukkan dalam salah satu proyek abadi yang senantiasa berupaya kita atasi. Kami sendiri masih kerap merasakan kecemburuan tersebut tetapi langsung diatasi dengan memotongnya lewat aktivitas bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan, membaca firman dan berdoa.

    Dalam berbagai kesempatan juga kami berusaha sebisa mungkin untuk mengucapkan selamat kepada siapapun yang beruntung dalam kehidupannya. Memberi pujian yang wajar kepada siapapun yang pantas mendapatkannya tanpa menuntut mereka agar melakukan hal yang sama kepada diri ini. Sebab setiap kebaikan yang kami lakukan terhadap sesama, kami tujukan kepada Tuhan. Jadi tidak masalah, orang tersebut membalaskannya atau tidak, hati sudah terlebih dahulu mengikhlaskannya.

  6. Menghilangkan ketergantungan terhadap hal-hal duniawi.

    Sifat candu diawali dari hawa nafsu terhadap sesuatu dan lain hal. Ketika keinginan terhadap sesuatu tidak bisa dikendalikan maka mulailah mengarah kepada sifat-sifat ketagihan. Salah satu cara terbaik dan sudah terbukti ampuh untuk mengendalikan hawa nafsu dan menepis ketergantungan adalah dengan mengenyam kekecewaan. Jadi berbahagialah bila anda sedang kecewa sebab ini salah satu upaya untuk menghilangkan keinginan yang berlebihan terhadap sesuatu.

    Saat kami mengatakan bahwa “kita harus meniadakan kecanduan terhadap materi!” Bukanlah berarti bahwa kita sama sekali tidak butuh materi! Maksud kami di sini adalah agar ketika hal-hal duniawi tiba-tiba tidak ada dalam kehidupan ini, janganlah hati sampai kesal, galau dan gelisah karenanya. Suasana hati yang memburuk saat kehilangan materi merupakan suatu pertanda bahwa anda sudah ketagihan menikmati hal tersebut. Sehingga begitu keberadaannya raib, hati kacau balau dan sikap kepada orang lain menjadi sangat cuek – terkesan amburadul.

    Oleh karena itu, jadilah orang yang fleksibel, jangan gantungkan kebahagiaan kepada hal-hal duniawi melainkan hanya kepada Tuhan saja. Tetapi bukan dalam arti kita harus meninggalkan rutinitas sehari-hari melainkan menikmati materi secara fluktuatif. Menikmati hidup secara acak memampukan kita untuk lebih lihai beradaptasi sebab tidak ada sesuatu yang begitu menyakitkan untuk ditinggalkan.

    Demikian juga, kita perlu melepaskan diri dari ketergantungan akan kemuliaan duniawi. Berupayalah untuk tidak terlalu mengharapkan untuk dihormati dan dihargai oleh orang lain melainkan berikan penghargaan dan penghormatan yang layak kepada sesama. Lakukanlah semuanya itu atas dasar kasih kepada Allah yang telah lebih dahulu diterima. Alamatkan setiap penghormatan yang dilakukan terhadap sesama hanya kepada Allah saja. Dengan demikian, kitapun tidak menuntut agar kebaikan itu dibalaskan oleh orang tersebut sebab kita menanti-nantikan balasannya di sorga kelak.

  7. Menerima kenyataan apa adanya.

    Kenyataan yang sudah terjadi adalah sebuah takdir yang tidak dapat kita ubah sebab waktu tidak dapat diundur lagi ke belakang. Satu-satunya yang mungkin bisa kita ubah adalah masa depan. Jika kita mampu merencanakan dan mempersiapkan suatu hal dengan baik mulai dari sekarang maka bukan mustahil jika masa depan jauh lebih baik dari keadaan seperti sekarang ini.

    Orang yang tabah menjalani hidup selalu mampu menerima kenyataan apa adanya, seburuk apapun itu. Mereka mampu menerima kenyataan karena terlebih dahulu telah mampu menghilangkan berbagai arogansi-kesombongan dan iri hati dari dalam hatinya. Orang yang sanggup menerima kenyataan juga sudah bisa memaafkan lawannya bahkan ia sendiri mengasihi mereka dengan tetap bersikap santun menanggapi keburukan yang menghantamnya.

  8. Ada waktu untuk Balajar.

    Ada ada saja kesempatan bagi kita untuk menikmati hidup tetapi di balik semuanya itu sempatkan jugalah untuk belajar. Bacalah Kitab Suci dan belajarlah dari pengalaman hidup yang dihadapi hari demi hari. Segala kekecewaan, rasa sakit dan kepahitan yang pernah hadir: pelajarilah semuanya lalu petiklah makna positif untuk dijadikan sebagai bahan-bahan proyek guna membangun masa depan yang lebih baik.

    Ingatlah bahwa “belajar itu seumur hidup.” Sesibuk apapun dirimu setiap hari, sempatkanlah untuk mempelajari berbagai hal-hal yang baik. Jika ada kesempatan, tulislah sesuatu agar opini-opini anda senantiasa berkembang dan semakin mendekati kebenaran.

  9. Ada waktu untuk Bekerja.

    Bekerjalah setidak-tidaknya untuk mengurus diri sendiri. Aktivitas menyelesaikan tanggung jawab meningkatkan kecerdasan dan membuat pikiran semakin sadar. Saat bekerja segala yang buruk-buruk dalam diri ini akan tertekan, perbuatan daging yang jahat telah dihimpit sehingga di sela-sela pekerjaan tersebut kita dimampukan untuk berbagi kasih kepada Allah dan sesama.

  10. Merawat ciptaan lainnya – hidup sederhana.

    Ada enam hari penciptaan dan semua hal yang diciptakan Allah itu adalah penting. Tidak ada satupun ciptaan yang tidak penting melainkan semuanya bersinergi untuk membentuk satu sistem yang sempurna. Saat manusia hanya sendiri, ia tidak mampu bertahan hidup di alam semesta ini tetapi dengan keberadaan makhluk hidup lain, kita mampu terus hidup di bumi ini dari generasi ke generasi.

    Ingatlah bahwa satu-satunya cara untuk hidup bersama makhluk lain adalah dengan menerapkan pola hidup sederhana. Manfaatkanlah sumber daya yang tersedia apa adanya, jauhkan diri dari aktivitas bermewah-mewahan, foya-foya, konsumsi daging sewajarnya dan hiduplah ramah lingkungan. Gunakan kendaraan umum, berjalan kaki, naik sepeda saat hendak kemana-mana dengan demikian aktivitas kita jauh dari hal-hal yang lebay, arogan dan serakah.

Poyek abadi tidak pernah mati. Manusia hidup bukan tanpa alasan di dunia ini. Seburuk-buruknya kehidupan ini pastilah ada sesuatu yang bisa anda korbankan untuk Allah dan untuk sesama manusia. Korban kepada Allah adalah saat kita senantiasa mengucap syukur (berdoa), memuji-muji nama-Nya dan mempelajari firman. Sedangkan korban kepada sesama yaitu saat kita mampu berbagi kasih kepada sesama di sela-sela kesibukan belajar dan bekerja hari demi hari. Salurkanlah berkat yang terlebih dahulu telah diberikan Allah kepadamu: itulah yang namanya pengorbanan. Di balik semuanya itu ketahuilah bahwa proyek sejati tersebut pengerjaannya dimulai dari dalam diri sendiri baru kemudian menjalar kepada keluarga, saudara, tetangga dan sebanyak-banyaknya orang di sekitar kita. Sibukkan dirimu dengan pekerjaan yang hakiki maka kepuasan, kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman hati akan menjadi milikmu selamanya. Tidak ada orang yang dapat merebut itu dari dalam hatimu!

Salam, mari tekuni kegiatan positif!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.