Kepribadian

8 Penyebab & Cara Penderitaan Menghilangkan Dosa (Kesalahan/ Pelanggaran)

Penyebab & Cara Penderitaan Menghilangkan Dosa (Kesalahan-Pelanggaran)

Tidak ada hidup semulus cermin atau sedatar keramik. Karena apa yang mulus dan datar hanya berasal dari ciptaan manusia yang fana. Sedang Allah menciptakan sesuatu yang lebih kompleks dalam pola yang tinggi-rendah, besar-kecil dan lekak-lekuk yang tidak teratur: itulah kebenaran tentang kehidupan di dunia ini. Keadaan ini terdeteksi karena kita mengamati seluruh ciptaan lalu membandingkannya dengan umat manusia yang hanya satu spesies saja. Tetapi bila kita mempersempit ruang lingkupnya maka akan menemukan keseragaman yang terjadi antar spesies yang sama. Seragam tidak berarti mulus dan halus melainkan keadaan ini lebih dekat kepada kesetaraan.

Yang mulus dan datar memang ada tetapi saat diamati dari dekat permukaannya yang rata mulai terpantau. Pernahkah anda berkunjung ke pantai untuk sekedar jalan-jalan melihat lautan yang lebih luas dari daratan? Memang dari jauh permukaannya terlihat datar juga halus namun semakin dekat dengan pinggir pantai, niscaya semakin terlihat jelas bahwa permukaannya tidak tenang dan bergelombang. Seperti yang kita ketahui semuanya bahwa gelora permukaan lautan disebabkan oleh pengaruh rotasi bumi pada sumbunya. Artinya, karena bumi hidup dan bergerak, demikianlah permukaan air laut tidak pernah tenang. Dari sini bisa kita pahami bahwa sesungguhnya fluktuasi kehidupan adalah hal yang biasa.

Semua dari kita telah memahami bahwa hidup tidak selalu berbicara tentang sukacita, ada juga yang namanya dukacita dan tidak hanya berkisah tentang tawa melainkan kadang juga menangis. Hidup ini tercampur-campur seperti saat Ibu memasak kue dimana bahan-bahannya diputar secara terus menerus sehingga jadilah sebuah adonan yang benar-benar siap dimasak sehingga menciptakan panganan dengan cita rasa yang mantap. Begitulah kehidupan kita di dunia ini dimana semua rasa bercampur-campur sehingga rasa-rasanya indah untuk dilalui, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Sebab ada waktu dimana kita menyendiri namun terlalu berlebihan juga tidak baik, sempatkan pula waktu untuk sekedar bercengkrama bersama orang lain.

Pengertian

Penderitaan adalah pengalaman tidak biasa yang cenderung menyebabkan seseorang mengalami tekanan yang tidak menyenangkan. Sama seperti defenisi yang kami berikan, bisa dikatakan bahwa kebanyakan dari derita yang dialami oleh manusia disebabkan oleh karena tidak terbiasa. Sifat yang belum membiasakan diri semacam ini cenderung membuat tekanan yang dialami seseorang menjadi sangat kuat. Di satu sisi, rasa yang tidak enakan ini juga turut disebabkan oleh perilaku yang tidak sehat, baik yang dimotori oleh orang itu sendiri maupun yang dipicu oleh orang lain di sekitarnya. Selain itu, ada juga azab yang ditimbulkan oleh lingkungan alamiah yang bergelora (bencana alam).

Di balik semua rasa sakit yang dihasilkan oleh penderitaan, ini juga mengeluarkan berbagai-bagai manfaat dalam kehidupan kita. Salah satu manfaat nyata dari kesusahan yang dirasakan adalah dapat menghilangkan kebiasaan melakukan dosa tertentu. Manusia setelah merasakan betapa sakitnya sikap yang ditempuhnya akan mulai mengubah haluan untuk berjalan di dalam kebenaran. Sebab semua pelanggaran yang kita lakukan pastilah ada upahnya, yaitu rasa sakit. Ini bisa contohkan saat seorang anak bersalah, biasanya orang tua akan menghukumnya dengan tidak memberikan uang jajan atau memperberat pekerjaan yang harus diselesaikannya. Contoh yang lebih besar adalah saat seseorang terbukti mencuri maka akan diserahkan kepada pihak yang berwajib untuk diberi hukuman penjara. Keadaan ini sesuai dengan  firman.

(Roma  6:23) Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Maut atau kematian adalah lambang utama dari penderitaan. Selama kita terikat dalam dosa maka selama itu pula rasa sakit ada dimana hidup dipenuhi kesusahan. Pahit-getirnya hidup mungkin saja tidak dapat dikenali oleh sesama manusia tetapi hanya dirasakan oleh diri sendiri saja. Sekalipun demikian efek minimal dari kepahitan hidup adalah rasa cuek. Jadi, bisa dikatakan bahwa orang yang menderita bisa saja menyembunyikan hal tersebut dari sesamanya namun biasanya hal ini akan menyebabkan seseorang terkesan acuh-tak acuh (abai) terhadap orang-orang yang di sekitarnya. Jadi orang yang tidak ramah dalam kesehariaannya, salah satu penyebabnya adalah kesukaran hidup yang sedang dialami saat ini.

Faktor penyebab atau cara penderitaan menghilangkan dosa (pelanggaran) manusia

Guru Derita sepanjang masa adalah Yesus Kristus. Siapa orang yang pernah berpikir dalam hidupnya bahwa penderitaan itu bermanfaat? Bukankah sedari awal kita cenderung menjauhi kesulitan dan hendak berjalan dalam kenyamanan yang tak terbatas? Dari sinilah kami mulai menyadari dan memahami bahwa sesungguhnya Yesus Kristus adalah Tuhan sebab penderitaan-Nya di kayu salib telah menghapus dosa manusia. Bukankah hal ini seiras dengan pernyataan yang kami berikan? Artinya kesukaran berat yang sudah dialami Tuhan Yesus untuk menanggung dosa manusia telah menjadi pedoman sekaligus ajakan bagi seluruh orang percaya agar mau dengan rela hati menderita sehingga mampu meninggalkan kesalahan yang selama ini biasa dilakukannya.

Berikut akan kami terangkan apa alasannya dan bagaimana caranya kesulitan hidup yang dirasakan bisa menjadi sebuah jalan untuk meninggalkan pelanggaran sehingga membuat hidup semakin jauh dari dosa.

  1. Memiliki kelemahan diri.

    Kami merasa bahwa setiap orang memiliki kelemahan sebab tidak ada manusia yang sempurna. Justru ketika kita ingin hidup dalam kesempurnaan maka harus ada niat untuk hidup bersama sesama manusia, makhluk hidup lain dan lingkungan sekitar. Sebab saat hidup bersama, hari-hari yang dijalani lengkap adanya.

    Akibat memiliki kelemahan, kita lebih hati-hati saat menjalin hubungan dalam bidang tertentu. Kita menderita karena kelemahan tersebut sehingga menggiring kehidupan ini untuk lebih dekat kepada Tuhan dan meninggalkan dosa yang mungkin saja dijadikan sebagai mainan oleh orang-orang di sekitar kita. Kekurangan ini membuat kita sukar melakukan hal-hal tertentu sekaligus membatasi diri ini untuk melakukan kesalahan.

    Harap juga diingat bahwa beberapa orang menjadi minder akibat kekurangan fisik yang dimilikinya. Keadaan ini turut pula memperburuk keadaan kita dan melemahkan kebaikan hati yang diekspresikan. Sebab rasa minder justru beresiko membuat orang semakin cuek dan pesimistis menjalani hidup ini. Oleh karena itu, jauhkan rasa minder, terima kelemahan diri apa adanya dan tetap fokus kepada Tuhan juga rajin berbuat baik kepada sesama: itulah semangat yang sesungguhnya.

  2. Mengalami badan lelah/ capek.

    Rasa lelah pada badan ini membuat kita berhenti melakukan sesuatu termasuk dosa. Kita letih dengan aktivitas yang dijalani, terkesan buang-buang tenaga dan cenderung berujung kepada perkara yang menyimpang. Akhirnya memutuskan untuk tidak mau lagi berkecimpung dalam sandiwara kehidupan yang melelahkan dan cenderung mengarahkan kita untuk menipu diri sendiri alias menjadi munafik.

    Harap juga diingat bahwa rasa capek juga turut membuat kita berhenti melakukan kebenaran. Keadaan ini diiringi dengan hilangnya semangat hidup karena begitu lelah terhadap pergumulan (masalah) yang semakin pelik saja. Ketika hari-hari yang kita jalani terus-menerus diterjang oleh badai pencobaan, masih mampukah anda untuk bertahan? Ketahuilah bahwa mereka yang selalu fokus kepada Tuhan (lewat doa, firman, nyanyian pujian) dan sesama manusia (lewat aktivitas belajar juga bekerja) akan terus dibaharui energinya dari waktu ke waktu.

  3. Mengalami sakit fisik.

    Pernahkah anda mengalami sakit fisik hingga dirawat di rumah peristirahatan orang sakit (RS)? Ada banyak orang bahkan hampir semua dari kita yang cenderung menjauhkan diri dari kesalahan ketika sedang sakit dipembaringan. Manusia mulai mengambil komitmen untuk berubah meninggalkan kebiasaan lama yang negatif-jahat untuk mengambil jalan yang positif-benar. Transformasi semacam ini terjadi di saat penderitaan fisik dialami oleh tubuh sendiri. Setelah semua penyakit itu sembuh, semoga komitmen untuk menempuh hidup baru terus mengiang dalam hati setiap manusia agar sikapnya senantiasa terpaut dalam kebiasaan baik.

    Terkadang juga saat melakukan kebaikan kepada sesama, kita malah terjatuh karena hal tersebut. Sekalipun demikian jangan pernah berhenti melakukan kebaikan dan menegakkan kebenaran. Melainkan belajarlah dari pengalaman, “bagaimana caranya agar saat berbuat baik kita lebih berhati-hati (waspada) agar tidak sampai menyenggol dan melukai diri sendiri atau orang lain.

  4. Menjadi sedih/ menangis.

    Manusia bersedih karena situasi yang terjadi dan sedang berlangsung di sekitarnya tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam hatinya. Ada perbedaan yang kentara antara suasana di luar dan suasana di dalam hati. Ia lantas ingin mengubah hal tersebut tetapi tidak mampu melakukannya sehingga hanya air matalah yang menjadi jawaban atas semua kesusahan tersebut. Kami juga dahulu kerap meneteskan air mata tetapi seiring dengan semakin intensnya kesedihan itu, tidak ada lagi air mata yang keluar dari dalam diri ini. Air mata kami telah mengering untuk menangisi diri sendiri tetapi sering diekspresikan saat terharu menyaksikan keadaan orang lain yang masih jauh dari kebaikan.

    Biasanya saat suatu hal membuat kita bersedih hati maka besar kemungkinan tidak akan kembali melakukan hal tersebut. Pelanggaran yang memicu kesedihan dan air mata cenderung membuat seseorang berhenti berbuat dosa.

    Harap juga memahami bahwa terkadang penderitaan muncul ketika kita melakukan kebenaran. Ada orang-orang tertentu yang mulai menekan kita agar meninggalkan hal yang benar itu. Di sinilah dibutuhkan yang namanya semangat untuk menegakkan kebenaran dengan senantiasa fokus kepada Tuhan sembari berkata dalam hati “hari Tuhan sudah dekat!”

  5. Mengalami Kecewa.

    Kita kecewa karena apa yang selama ini diidam-idamkan tidak kunjung terwujud. Semua harapan seolah-olah kandas begitu saja akibat kenyataan yang berkata lain. Sifat yang sangat ketagihan terhadap sesuatu mendorong kekecewaan saat hal tersebut tidak ada lagi. Tetapi mereka yang mulai bertahan dan tabah menghadapi kekecewaan akan belajar untuk melupakan hawa nafsu yang berlebihan. Menurunnya minat seseorang untuk menginginkan hal-hal yang lebay secara otomatis memungkinkannya untuk meminimalisir pelanggaran (dosa).

    Terkadang kita juga kecewa saat berbuat baik karena mengharapkan balasannya dari dunia ini. Penderitaan akibat kekecewaan tersebut lantas dilampiaskan dengan cara berhenti sama sekali berbuat baik lalu bersikap skeptis dan cuek kepada orang lain. Ketahuilah bahwa sikap cuek dan skeptis malah akan membuat penderitaan itu semakin bertambah-tambah karena berujung kepada pelampiasan ke hal-hal buruk. Adalah baik bagi kita saat berbuat baik terhadap sesama menujukan/ mengalamatkan semuanya itu kepada Tuhan dengan demikian ada ketulusan. Sebab saat berharap kepada Tuhan berarti balasan atas semua tindakan yang dilakukan dinantikan di akhirat kelak saat masuk ke sorga yang kekal.

  6. Mengalami kepahitan hidup (sakit mental).

    Saat kita diejek setelah melakukan kesalah pastilah niat untuk melakukan hal yang sama akan meredup bahkan hilang. Akibat pelanggaran yang dilakukan, kita dihukum oleh Guru/ Dosen sedang teman-teman yang lain semakin memperparah hukumannya dengan melontarkan berbagai penghinaan. Keadaan ini lantas membuat tekad semakin bulat untuk berhenti melanggar aturan yang berlaku di sekolah/ kampus masing-masing.

    Sekalipun demikian, harap diingat juga bahwa orang lain dapat melakukan perbuatan yang tidak menyenangkang termasuk bully dan fitnah hanya karena kita berjalan di dalam kebenaran. Jangan biarkan semangat untuk melakukan kebenaran menjadi redup oleh karena kita ditekan melainkan tetap fokuskan pikiran kepada Tuhan. Sebab ENERGI UNTUK MELAKUKAN KEBAIKAN DAN MENEGAKKAN KEBENARAN HANYA DIPEROLEH SAAT FOKUS KEPADA TUHAN. Selama kita memegang rutin aktivitas ini maka selama itupula, penghinaan, ejekan, bully dan fitnah tidak akan membuat kita undur untuk berjalan di dalam kebenaran sejati.

  7. Merasa gelisah, cemas, takut.

    Disinilah penderitaan karena dosa sangat kentara. Sebab segala bentuk pelanggaran bisa saja disembunyikan dari mata jasmani tetapi mata hati adalah yang paling besar merasakan dampak buruk terhadap hal tersebut. Kejahatan bisa dilakukan secara sembunyi-sembunyi tetapi hati ini tetap akan merasakan gelisah, cemas dan takut.

    Bisa dikatakan bahwa “YANG PERTAMA-TAMA AKAN MERASAKAN DAMPAK DARI PERBUATAN MAKSIAT ADALAH HATI MASING-MASING ORANG YANG MELAKUKAN NODA TERSEBUT.” Anda bisa lari selama beberapa waktu dari aparat penegak hukum setelah melakukan kesalahan bahkan mungkin selamanya jika pelarian itu tersusun rapi. Tetapi hatimu akan selalu berada dalam kecemasan, kegelisan dan ketakutan akibat pelanggaran tersebut.

  8. Ujian kehidupan: Bencana membawa pembaharuan.

    (Kejadian 50:20) Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

    Pada awalnya, kita merasa bahwa penderitaan yang dialami merupakan sebuah bencana yang memahitkan hati.  Ada banyak orang yang menyakiti anda, kebaikanmu di balas dengan pengabaikan bahkan ejekan. Orang tertentu melakukan penghinaan untuk melemahkan hati anda. Ada juga yang sengaja menekan bahkan menjebak anda lewat kekuatan yang dimilikinya. Ketahuilah bahwa semua penderitaan yang dialami akan mendatangkan kebaikan jika semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dengan menjauhi dosa.

    Masalah yang kita hadapi menjadi salah satu cara Tuhan untuk membuat kita jauh dari sikap yang salah tetapi dekat kepada-Nya. Di saat-saat seperti inilah, kita lebih peka terhadap suara kebenaran sehingga patuh dan taat terhadap firman-Nya. Kedekatan ini jugalah yang membuat kita semakin berada diluar jangkauan dosa. Jadi ujian kehidupan yang menghasilkan derita menjadi momen yang tepat bagi Tuhan untuk membaharui kehidupan yang pada awalnya menyimpang pada hal-hal tertentu menjadi lurus hati di hadapan-Nya.

    Jika kita terus fokus kepada penderitaan yang dialami maka semakin kacau balaulah suasana hati ini sehingga sikap bisa mengarah kepada hal-hal buruk. Melainkan dalam setiap tekanan yang didatangkan manusia cari dan temukanlah penghiburan di dalam kebenaran yang hakiki. Fokuskan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian juga lakukanlah kebaikan kepada sesama di sela-sela aktivitas positif (belajar dan bekerja) yang ditekuni. Simak juga, Ujian pertama dalam kehidupan.

Penderitaan yang dialami membantu menuntun kita untuk meninggalkan bahkan melupakan dosa yang selama ini digeluti. Tetapi harap diingatlah bahwa orang-orang duniawi juga bisa membuat orang benar menderita secara fisik agar kita meninggalkan kebajikan tersebut. Ketahuilah bahwa derita yang bisa diberikan manusia hanyalah sebatas siksaan fisik saja tetapi hati tetaplah kuat – tegar di dalam Tuhan. Artinya, cerdiklah menilai penderitaanmu, sebab ada dua alasan mengapa hal tersebut terjadi, yaitu karena dosa atau kebenaran. Jika anda menderita karena sikap fasik & bebal yang jauh dari Tuhan, segera tinggalkanlah semuanya itu. Tetapi ketika anda menderita karana berbuat yang benar hindari sikap yang menjadi skeptis dan cuek sebab kedua hal ini akan semakin memperparah derita yang dialami. Saat kebenaran hati diuji, seharusnya kita semakin semangat untuk melakukannya sebab ada energi (kepuasan, kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman hati) yang diperoleh dari aktivitas fokus kepada Tuhan (doa, firman, nyanyian pujian) dan berbagi kasih kepada sesama (lewat aktivitas belajar dan bekerja).

Salam, Ingatlah hari Tuhan sudah dekat!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.