Keluarga

Segitiga Kasih Kristus Dari Rasul Paulus, Rahasia Berbuat Baik


Segitiga Kasih Kristus Dari Rasul Paulus - Rahasia Berbuat Baik

Siapakah pihak yang bertindak dengan tangan besi?

Kristen Sejati – Kekristenan memang sangat dekat dengan angka tiga dan segitiga. Seolah-olah orang percaya adalah kekuatan yang sangat ditakuti di seluruh jagad maya. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa ada suatu rumor yang tidak pernah diungkap kebenarannya, yaitu tentang iluminati. Sebuah organisasi unknow (bayangan) yang digembar-gemborkan ingin menciptakan dunia yang baru (New Order) dimana semuanya dipersatukan dalam satu keatuan sistem. Memang tujuan organisasi ini baik, mempersatukan semua orang dalam kesatuan sistem yang terintegrasi secara otmomatis. Sayang, mereka menempuh jalan persatuan tersebut dengan cara menghancurkan yang lama lewat bencana alam dan peperangan (bencana kemanusiaan). Ini sudah sesuai dengan kata-kata Tuhan Yesus yang menyatakan.

(Markus 10:42) Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.

Terbukti sudah bahwa orang kristen bukanlah iluminati sebab yang menjalankan kekuasaan dengan tangan besi adalah oknum kapitalis yang dengan sengaja memanfaatkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya untuk melakukan manipulasi dengan menyembunyikan kebenaran. Praktek yang penuh tipu muslihat ini lantas membuat posisinya semakin beruntung. Sebab mereka akan tampil sebagai pahlawan yang dibayar dengan sangat tinggi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Di sisi lain oknum kapitalis juga menggunakan hartanya secara berlebih-lebihan dengan membangun hunian yang ekstra mewah, megah, nyaman dan otomatis. Sedang mereka sendiri menduduki kekuasaan yang strategis untuk memerintah dengan tangan besi menekan kehidupan orang lain.

Kerajaan kasih

(Markus 10:43-45) Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Jangan harap kerajaan kasih ada di dunia yang syarat dengan kapitalisme. Ketahuilah bahwa dimana ada kapitalis maka di sanalah juga terdapat berbagai praktek “tangan besi” hanya saja berlangsung secara halus dan terstruktur. Sebab orang-orang yang duduk di atas (oknum pejabat) hampir menganggap dirinya sebagai tuhan yang tidak bisa dikritik dan keras kepala karena tidak mau mendukung aksi global, yaitu kesetaraan. Di balik semuanya itu, jangan menunggu kerajaan kasih yang penuh kesetaraan itu ada secara kasat mata. Melainkan persiapkanlah diri sendiri untuk menjadi wadah bagi tumbuh kembangnya benih-benih kasih dimulai dari dalam hati. Jika anda mampu membangun pikiran, tutur kata (lisan, tulisan) dan perilaku menjadi penuh kasih niscaya kerajaan kasih tersebut telah berdiri kokoh dalam hati kita masing-masing.

Rasul Paulus dan kesombongan rohani yang harus dijauhi oleh orang percaya

Rasul Paulus adalah salah seorang tokoh Alkitab yang tulisan-tulisannya lebih banyak dibandingkan tokoh lainnya dalam Perjanjian Baru. Di awal Gereja mula-mula, terkenal sebagai salah satu orang yang paling gencar menganiaya jemaat Tuhan (Kisah Para Rasul 9:1-2). Akan tetapi, mata hatinya dicelikkan oleh Tuhan Yesus Sendiri, ketika melihat cahaya mengerumuninya sampai rebah ke tanah (Kisah Para Rasul 9:4-5). Sejak saat itu, kehidupannya mulai mengarah kepada kebenaran sejati. Pelayanannya sungguh luar biasa diberkati oleh Tuhan dimana dia memilih spesialisasi khusus. Saat seluruh murid-murid Tuhan Yesus hanya berpikir untuk melayani sesama orang Israel saja, rasul Paulus mulai berpikir “out of box.” Rasul Paulus memilih untuk melayani orang Yahudi (Kisah Para Rasul 14) dan orang bukan Yahudi: Romawi, orang Yunani dan semua yang dapat dijangkaunya selama pelayanan (Roma 11:13).

Sekalipun demikian, rasul Paulus hanyalah manusia biasa. Ia ditawan oleh kesombongan rohani sehingga dalam beberapa tulisannya sangat erat membicarakan tentang kemuliaan (Roma 2:6 dan 15:17 juga II Korintus 11:8). Fokusnya sempat teralihkan untuk berbangga hati atas pelayanan yang besar walau di beberapa surat berikutnya sangat menyadari keadaan tersebut dan segera bertobat (Roma 11:18). Tidak lama setelah semua suratnya itu, kita baru memahami bahwa sebenarnya kebanggaan yang dimaksudkan rasul Paulus adalah bermegah terhadap pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di kayu salib (Galatia 6:14). Sekalipun demikian, sebagai orang percaya kita harus menjauhkan diri dari aktivitas yang memicu arogansi tersebut. Sebenarnya niatan untuk bermegah timbul karena hendak menghibur diri di tengah pahitnya kehidupan. Tetapi, itu cara yang kurang tepat melainkan ada baiknya jikalau kita senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian juga mengasihi sesama seperti diri sendiri (lewat pelajaran dan pekerjaan/ pelayanan yang digeluti).

Segitiga kasih Kristus dari rasul Paulus – Rahasia Berbuat Baik Ala Orang Kristen

SEGITIGA KASIH KRISTUS DARI RASUL PAULUS

Di balik semuanya itu, jangan pernah menghakimi rasul Paulus lalu mengatakan bahwa kebanggaannya itu salah. Ketahuilah bahwa menghakimi adalah salah satu perbuatan yang berupaya untuk merendahkan orang lain di dalam hati sendiri. Sadarilah bahwa dengan demikian kita  berpikir bahwa diri ini lebih baik dari orang lain (rasul Paulus) – ini juga suatu kesombongan rohani. Oleh karena itu, mari jernihkan pikiran lalu perbaiki sudut pandang lebih dalam lagi sehingga kita menemukan penghiburan sejati di tengah penderitaan yang kita alami dari waktu ke waktu. Sebab hanya ada dua yang sejati di dunia ini, yaitu kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap akal budimu dan dengan dengan segenap kekuatanmu juga kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri (Matius 22:37-39). Kami rasa sudah cukup membahas segala sesuatu tentang tata cara fokus kepada Tuhan, bila masih ada pertanyaan tentang itu, silahkan tanyakan di kotak komentar.

Pada bagian ini kita perlu belajar lebih dalam lagi tentang kasih dari salah satu rasul kenamaan di Zaman Perjanjian Baru. Seperti dalam suratnya, rasul Paulus menyatakan bahwa kasih itu abadi sebab “segala sesuatu akan berlalu tetapi kasih tidak berkesudahan” (I Korintus 13:1-13). Jadi, mulai saat ini kurangi fokus kepada kesenangan duniawi sebab hal-hal duniawi itu sifatnya sementara saja sehingga anda cenderung mengkonsumsinya lagi yang menyebabkan ketergantungan. Padahal yang namanya uang tidak selalu ada, sedang terus-menerus mengkonsumsi materi juga tidak baik. bisa meningkatkan polutan dan sampah sehingga merusak lingkungan. Juga ada resiko mengalami kejenuhan sehingga hati cenderung menginginkannya lebih dan lebih lagi. Ujung-ujungnya kita mencari uang dengan cara yang berlebihan: melakukan manipulasi, korupsi, menjebak orang lain dan praktek yang penuh tipu muslihat lainnya. Keadaan ini justru membuat kehidupan kita semakin tidak damai, jauh dari bahagia dan rasa tentram di hati menghilang.

Baiklah, sekarang kita akan menyimak betapa luar biasanya kasih itu menghibur, mendamaikan, membahagiakan dan menenteramkan hati. Ingat lagi bahwa kita membutuhkan materi pada kadar normal saja tetapi masih bisa bahagia, damai, puas, lega dan tenteram asalkan selalu menyempatkan diri untuk berbagi kabaikan kepada siapapun yang kita temui dalam hidup ini. Resep rahasia (kunci) kasih ala rasul Paulus adalah iman, pengharapan dan kasih. Kami akan menjelaskan secara lebih detail lagi terhadap ketiga hal tersebut pada bagian berikutnya.

(I Korintus  13:13) Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

  1. Iman.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani  11:1). Orang yang memiliki iman belum melihat apa-apa tentang keberadaan Tuhan Yesus Kristus dan janji tentang kerajaan sorga. Tetapi setiap orang percaya bahwa Tuhan itu ada dan kerjaan sorga adalah upah dari sikap yang benar di hadapan-Nya. Oleh karena itu, adalah baik bagi kita saat ini untuk berjuang melakukan dan menegakkan jalan kebenaran tersebut di seluruh hari-hari yang dijalani. Hanya ada dua kebenaran yang sejati, yaitu kasihilah Tuhan seutuhnya dan sesama manusia sama seperti diri sendiri. Hanya dengan melakukan kedua hal ini, setiap orang percaya bisa disahkan untuk memasuki kerajaan sorga di akhir zaman kelak.

  1. Pengharapan.

Sewaktu anda memutuskan untuk beriman tentang keberadaan kerajaan sorga maka seluruh hati dan kehidupan kita tertuju ke sana. Tidak ada keinginan yang lebih tinggi selain untuk menggapai surga. Sekalipun ada hal-hal duniawi yang kita butuhkan bukan berarti terus-menerus memikirkannya, kebiasaan memikirkan sesuatu yang belum digapai jelas tidak baik dan merusak pikiran. Tetapi saat kita terus saja fokus kepada Tuhan lalu memuji-muji nama-Nya, berdoa dan membaca firman, tepat di saat itulah kehidupan kita tertuju ke sorga: ini yang pertama. Sedangkan yang kedua yang membuat kehidupan ini tertuju ke sorga adalah saat kita tidak jemu-jemu untuk berbuat baik kepada sesama hari lepas hari.

Saat kita beriman tentang keberadaan Allah dan kerajaan sorga sekalipun belum melihatnya sama sekali, maka mulailah timbul pengharapan untuk memasukinya di akhir zaman kelak. Saat niat semacam ini muncul maka yang perlu kita lakukan adalah menabung kebaikan untuk dituai di dalam akhir zaman kelak. Sedangkan cara menabungnya seperti yang pernah di sampaikan oleh Tuhan Yesus dalam firman-Nya: “sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Matius 25:40). Jadi apapun kebaikan yang anda lakukan saat ini, tujukanlah semuanya itu untuk Tuhan sebab harapan kita tertuju ke sorga yang kekal kelak. Jangan fokus kepada siapa anda berbuat baik melainkan fokuslah kepada Tuhan saat berbagi kebaikan dengan sesama sehingga hati tulus melakukannya dan tidak menuntut balasan apapun darinya.  Seperti ada tertulis.

(Kolose  3:23) Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

  1. Kasih

Jadi, ketika iman kita tertuju dan rindu untuk memasuki kerajaan sorga (pengharapan), seharusnya tindakan kita adalah bergiat untuk fokus kepada Tuhan dan  tidak pernah kehilangan semangat untuk melakukan kebaikan kepada sesama manusia. Ketika semangat anda mulai kendor untuk berbuat kebaikan, ingat-ingatlah kembali tentang indahnya kerajaan sorga  dan yakinkan dirimu bahwa “hari Tuhan sudah dekat.”  Katakan di dalam hati secara berulang-ulang kalimat tersebut lalu fokuslah kepada Tuhan sembari melakukan kebaikan yang dimulai dari hal-hal kecil. Contoh kebaikan kecil yang bisa dilakukan siapa saja adalah melayani sesama lewat sikap yang santun dan ramah. Beramah tamahlah yang dimulai dari dalam keluarga sendiri, kemudian saudara, tetangga, sahabat, rekan kerja/ sekolah/ kuliah dan semua orang yang berpapasan dengan anda. Selanjutnya, anda dapat mengasihi sesama sesuai dengan kemampuan materi, potensi, kelebihan dan bidang pekerjaan yang digeluti masing-masing.

Ketika kasih manusia mulai dingin oleh karena hawa nafsu akan kenikmatan dan kemuliaan duniawi, jangan patah semangat karena mereka mengabaikanmu. Kembali lagi ingat-ingat tentang pengharapan terhadap sorga dan katakan kepada dirimu bahwa “hari Tuhan sudah dekat.” Jika kita selalu mengingat kepada pengharapan yang akan dianugerahkan kelak maka semangat untuk berbuat baik itu akan kembali bangkit dan bersinar sehingga kita dengan rela hati berkorban demi kepentingan orang lain. Tetapi harap diingat bahwa apa yang kita korbankan adalah berkat yang sebelumnya telah dianugerahkan Allah kepada masing-masing. Bukankah kita telah diberikan bibir untuk berkata-kata (lisan, tulisan) dan perilaku untuk ditindakkan? Maka pergunakanlah sikap (perkataan dan perbuatan) yang adalah bawaan itu untuk berlaku santun dan ramah kepada sesama manusia. Sekalipun anda diabaikan bahkan sekalipun diejek balik, jangan pernah berhenti sebab pada satu titik kelak anda akan terbiasa dengan semuanya itu.

Sewaktu sikap yang santun dan ramah sudah dibiasakan maka besar kemungkinan apapun tanggapan orang (positif atau negatif) akan mampu dihadapi dengan tegar asalkan fokus pikiran selalu tertuju untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan di dalam hati. Jangan pernah lupa bahwa kasih kepada Tuhan adalah energi dasar untuk menghidupi dan menguatakan hati kita saat berbuat baik kepada siapapun. Oleh karena itu, jangan pernah lupakan dua kebenaran tersebut sebab efeknya saling bertaut-tautan dalam kehidupan ini alias tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Ingatlah bahwa “orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat!” (Matius 10:22). Jangankan sorga di kehidupan ke dua di akhrat kelak, kepuasan, kedamaian, kebahagiaan, kelegaan dan ketenteraman hati telah menjadi milikmu saat senantiasa fokus kepada Tuhan dan mengasihi sesama sama seperti diri sendiri. ITULAH SORGA DUNIA!

Salam, kasih itu hakiki dan
pantas untuk diperjuangkan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s