Kesetaraan Manusia

7 Arti Habis Gelap Terbitlah Terang – Makna Di Balik Ungkapan Fenomenal Di Hari Kartini

Arti dan Makna Habis Gelap Terbitlah Terang

Terang dan gelap adalah sama-sama ciptaan Tuhan untuk melengkapi kehidupan umat manusia selama di bumi. Dua hal ini merupakan suatu anugerah yang telah menemani segala aktivitas kita sejak dari zaman awal penciptaan hingga seperti sekarang ini. Fakta menyatakan bahwa dua hal ini tak pernah bersatu sebab dimana ada pencahayaan maka di sanalah kegelapan diusir, sebaliknya dimana ada kegelapan maka di sanalah sinar yang benderang itu tiada. Tetapi tahukah anda bahwa dimana ada yang benderang maka di sana ada kegelapan? Perhatikanlah gelapnya bayanganmu di bawah sinar matahari! Demikian juga dimana ada kegelapan maka di sanalah terdapat terang! Perhatikan rumah-rumah di malam hari atau api unggun di saat berkemah.

Pertanda hidup yang selalu aktif

Sinar dan gelap adalah pertanda kuat dari aktivitas alam semesta. Hanya saja gerakan matahari yang kita amati adalah semu sebab bumi kitalah yang sesungguhnya bergerak terus yang disebut sebagai rotasi dan revolusi. Jikalau alam semesta saja tidak pernah diam, mengapa manusia malah senang dengan aktivitas duduk-duduk saja tidak ada kerjaan selama seharian penuh? Lakukanlah sesuatu kawan, dengan demikian anda dapat merasakan kepuasan, kedamaian, kebahagiaan, kelegaan dan ketenteraman hati. Tidak ada untungnya berdiam diri demi kesenangan yang berlebihan sebab justru di saat beraktivitaslah, waktu demi waktu yang kita jalani seolah tidak sia-sia karena diisi oleh aktivitas positif. Kebiasaan positif tersebut ada tiga, yakni fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja: silahkan kembangkan itu.

Solusi anti bosan

Terang memang mengusir kegelapan tetapi apalah artinya hidup yang terus-menerus  diterangi tanpa istirahat? Lagipula bagaimana jadinya hidup ini jika tidak ada lagi yang menerangi setiap aktivitas yang digeluti dari waktu ke waktu? Cahaya dan kegelapan adalah dua hal yang saling mengisi hari-hari hidup sehingga kita tidak pernah jenuh. Seolah mereka ada untuk mengingatkan kita agar tidak monoton dalam menjalani hari. Kembangkan aktivitasmu dalam pola-pola yang fleksibel. Ikuti teriakan kreativitas yang berdengung ditelinga anda, tentu saja sesuaikan semuanya itu dengan standar kehidupan masing-masing. Lakukan aktivitas sesuai dengan kata hatimu tetapi jangan pernah abaikan kebenaran yang hakiki.

Dunia ini selalu melindungi tetapi kita berubah tamak

Pagi dan malam mengingatkan kita bahwa dunia ini tidak pernah berubah. Bisakah anda memahami apa yang kami maksudkan ini? Berupayalah untuk melihat pola-pola yang terjadi, sesungguhnya dunia ini tidak pernah berubah dalam menjalankan perannya untuk menghidupi umat manusia. Tetapi satu-satunya yang berubah adalah manusia itu sendiri, karena memiliki pengetahuan, harta dan jabatan yang tinggi, kita menghancurkan alam. Membangun hunian dan resort yang ekstra luas, serba mewah dan megah semata-mata demi pujian, penghargaan, pengormatan dan popularitas. Kita menghancurkan lingkungan dan memberangus hutan-hutan sehingga alam menjadi musuh bebuyutan: banjir, banjir bandang, angin kencang, longsor, kekeringan dan berbagai bencana alam lainnya menunggu akibat keserakahan.

Terang, kita menanti-nantikan datangnya cahaya di saat sudah lelah tiduran terus di kamar. Gelap, para pekerja mengharapkan kegelapan dengan demikian tiba waktunya untuk pulang kembali ke keluarga masing-masing. Semuanya mendatangkan manfaat positif dalam kehidupan kita asalkan bisa memanajemennya dengan baik. Berbagai hal yang terjadi karena perubahan suasana tersebut tidak mengganggu kehidupan melainkan saling bertali-talian untuk membentuk suatu rangkaian yang menopang kehidupan umat manusia. Tetapi malam akan terasa mencekam dan pagi akan menggemparkan jika manusia enggan untuk hidup bersama ciptaan (makhluk) lainnya. Saat sistem dikuasai oleh ketidakadilan, arogansi, persaingan, manipulasi dan keserakahan, alhasil tinggal menunggu waktu hingga hari-hari yang indah itu akan berubah menakutkan akibat bencana alam dan bencana kemanusiaan.

Pengertian

Habis gelap terbitlah terang adalah suatu siklus tetap kehidupan manusia dimana ada hal-hal baik-buruk, ada  suka-duka, ada susah-senang, ada soal-jawaban, dan ada saat sendiri-bersama. Semuanya datang silih berganti dimana manusia harus menyesuaikan diri dengan pola-pola tersebut tanpa mengubah eksistensi sebenarnya dari keberadaannya di dunia ini. Peribahasa ini mengajarkan kepada kita agar selalu belajar memahami & mengerti keadaan yang sedang dihadapi tanpa harus melawannya secara nyata melainkan harus mampu menerima semua apa adanya. Tentu saja di tengah pembelajaran tersebut tidak pernah lupa untuk mengisinya dengan aktivitas positif, yaitu senantiasa fokus kepada Tuhan (doa, firman dan nyanyian pujian) juga menyempatkan diri untuk berbagi kasih kepada sesama lewat pelajaran dan pekerjaan yang ditekuni setiap harinya.

Arti habis gelap terbitlah terang – Ungkapan Fenomenal Di Hari Kartini

Ungkapan peribahasa yang indah ini, pertama sekali dicatat dalam sebuah karya seni yang membawa nama R.A. Kartini sebagai salah satu legenda pahlawan perempuan di zamannya. Kami di sini tidak mau membahas masalah sejarah dan polemik yang menyertainya sebab apa yang sudah terjadi maka terjadilah. Sehebat apapun kita mengurai sejarah yang didokumentasikan secara acak tidak akan pernah menemukan jalan terbuka, Kami memilih untuk bersabar, nanti di akhirat akan menanyakan hal tersebut kepada Tuhan Yesus. Sebab Tuhan Yesus sendiri telah mengeluarkan gagasannya tentang peribahasa ini dengan mengatakan.

(Matius  4:15-16) “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, — bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.”

  1. Manusia yang hidup dalam persaingan kekuatan (ilmu pengetahuan, uang, kekuasaan) telah mengenal cahaya kasih Allah.

    Pada bagian ini, kami akan menjelaskan sedikit hal tentang firman yang disampaikan oleh Tuhan Yesus Kristus sendiri. Manusia pada awalnya hidup sama seperti binatang, penuh dengan kedagingan dan memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki untuk memeras, menekan dan memanipulasi orang lain. Mereka terus terkungkung dalam siklus kehidupan yang selalu berakhir dengan bencana alam dan peperangan (bencana kemanusiaan). Setiap kali mencicipi kemajuan dan kemakmuran secara sepihak, orang kaya semakin banyak, lingkungan rusak, kekeringan dan kelaparan merajalela dan peperangan menanti di depan.

    Secara tidak langsung sistem yang syarat dengan kapitalisme hanya membunuh rakyat kecil perlahan-lahan karena hidupnya terabaikan dan terhimpit oleh berbagai-bagai tekanan. Sedang para pemimpin dan pejabatnya hidup bermewah-mewahan, syarat foya-foya, pemborosan sumber daya dan gila akan pujian-penghormatan sehingga hutan rusak, sampah meningkat dan polutan menumpuk. Akhirnya lingkungan rusak dan yang kehidupannya terhimpit adalah masyarakat luas yang tidak tinggal di gedung-gedung berkelas dan tidak memiliki kendaraan gagah beroda empat. Akibatnya, saat terjadi bencana alam rakyat jelata inilah yang menderita kerugian besar bahkan tersingkirkan hingga nyawanya melayang. Sedang orang-orang yang masih selamat dihadang oleh peperangan dengan kerajaan lain akibat berebut sumber daya yang tersisa. Saksikanlah, Manusia serakah diusir dari bumi oleh kaumnya sendiri.

    Ketidakadilan Kapitalisme Hanya Menyebabkan Bencana Alam Dan Bencana Kemanusiaan

    Ketidakadilan Kapitalisme Hanya Menyebabkan Bencana Alam Dan Bencana Kemanusiaan

    Lantas ketika Tuhan Yesus datang, mengajarkan cara efektif untuk mengendalikan kekuatan ilmu pengetahuan, kekayaan dan kekuasaan yaitu hidup dalam kebersamaan yang setara. Sebab saat kita hidup bersama orang lain, tidak ada lagi kekuatan yang dijadikan sebagai alat untuk memanipulasi orang lain. Tidak ada juga orang kaya yang hobinya mewah-mewahan dan hidup berfoya-foya sehingga sumber daya habis dan tidak tersisa untuk masyarakat luas. Kekuasaan tidak lagi dimanfaatkan untuk memajukan satu-dua pihak saja melainkan semuanya akan disejahterakan sama seperti yang lainnya.

    Keadilan Sosial Dan Kebersamaan Akan Memajukan Peradaban Umat Manusia

    Keadilan Sosial Dan Kebersamaan Akan Memajukan Peradaban Umat Manusia

    Kesetaraan adalah kunci untuk mempersatukan sistem sehingga kekuatan ilmu, pendatapan-kekayaan dan kekuasaan tidak disalahgunakan, malahan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Sistem masyarakat yang menjunjung tinggi keadilan sosial tidak akan lagi menghasilkan bencana alam dan peperangan.

  2. Segala sesuatu selalu berlangsung secara bergantian (jangan benci dengan kegelapan).

    Kita harus memahami bahwa terang dan gelap adalah karunia Tuhan. Tidak ada yang salah di antara kedua hal tersebut sebab ada hal positif yang bisa dilakukan di pagi, siang dan sore hari dan ada pula hal-hal baik yang lebih cocok untuk dilakukan di malam hari. Karena malam gelap, terkadang hanya ditemani bintang dan rembulan bukan berarti hari menjadi buruk. Manusia lebih banyak tidur di malam hari bukan berarti kegelapan itu tidak ada artinya. Karena pagi, siang dan sore beraktivitas bukan berarti hidup menjadi sesak. Manusia lebih banyak beraktivitas di siang hari bukan berarti cahaya itu menyakitkan. Melainkan gelap dan terang ada untuk menyempurnakan kehidupan manusia.

  3. Masalah selalu disertai dengan solusi.

    Siapa yang tidak pernah bergumul dalam hidupnya? Setiap orang memiliki masalahnya sendiri-sendiri bahkan mungkin saja saat ini ada di antara para pembaca yang sedang dirundung persoalan. Hanya mau mengakui bahwa kamipun merasakan hal yang sama, ada-ada saja yang mencoba menggoyahkan dan mengganggu konsentrasi tetapi saat bisa dihadapi dengan tabah tanpa perlawanan dan terus mengerjakan aktivitas positif (fokus kepada Tuhan atau belajar atau bekerja); alhasil semua godaan tersebut dapat dilalui dalam damai penuh kelegaan.

    Sadarilah selalu bahwa masalah selalu satu paket dengan solusinya. Yang perlu anda lakukan adalah tabah menunggu sembari memusat konsentrasi kepada Tuhan (doa, firman, nyanyian pujian) dan berbagi kasih kepada sesama di sela-sela pelajaran dan pekerjaan yang digeluti.

  4. Ada sukacita di balik dukacita.

    Bila saat ini sakit hati tengah meradang di sela-sela harimu, ketahuilah bahwa itu hanyalah ilusi. Jika anda terus tabah menjalaninya sembari menghabiskan waktu dengan aktivitas positif, besar kemungkinan akan terbiasa dengan rasa sakit itu. Nikmati saja rasa tersebut dengan memahami bahwa setiap kepahitan hidup bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan dan kedewasaan manusia.

    Ketahuilah bahwa tidak untuk selama-lamanya dukacita itu menetap dalam kehidupan anda. Asalkan saja ada niat yang tulus untuk memfokuskan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian juga berbagi kasih kepada sesama di tengah-tengah pelajaran dan pekerjaan yang ditekuni. Niscaya, kepuasan, kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman hati akan menjadi milik selamanya.

  5. Ada saat puasa dan ada saat menikmati hidup.

    Pernahkah anda menonton televisi secara maraton dari pagi sampai sore? Bagaimana rasanya teman? Bukankah sangat melelahkan dan justru menimbulkan kejenuhan bahkan terkadang suasana hati bisa berubah memburuk secara tiba-tiba (bad mood).

    Perlu kita sadari bahwa aktivitas menikmati hidup secara terus-menerus itu tidaklah baik. Sama halnya ketika hari terus-menerus terang dihabiskan dengan beraktivitas juga tidak baik adanya. Melainkan ada saatnya dalam kehidupan ini untuk melupakan hal-hal duniawi dengan berpuasa seperti halnya saat malam tiba, tidak ada lagi aktivitas. Semuanya itu semata-mata untuk membuat nikmatnya materi tetap terasa indah karena dikonsumsi jarang-jarang.

    Puasa itu penting untuk membuat nikmatnya hidup ini tetap kentara di indra. Sehingga saat menikmati hidup lebih terkendali dan terarah untuk hal-hal yang positif saja. Sekali lagi, menikmati hidu secara terus-menerus itu tidak baik teman, buat hidup ini senantiasa bergantian agar rasanya tidak menjemukan.

  6. Hidup penuh dengan keseimbangan.

    Seperti terang yang selalu berimbang dengan gelap demikianlah kehidupan kita secara keseluruhan. Orang yang bijak mampu mengimbangi segala sesuatu yang ada di dalam dirinya. Saat dia menyadari memiliki banyak kelemahan maka harus diiringi dengan sikap waspada. Ketika seseorang menyadari bahwa dirinya banyak kelebihan maka perlu banyak-banyak merendahkan hati bahkan menyangkal diri. Sewaktu seseorang menyadari bahwa dirinya kaya raya maka sudah sepatutnya lebih banyak memberi kepada orang lain, membagikan berkat yang diterimanya. Bila seseorang menyadari bahwa berkat potensi yang diberikan Tuhan banyak maka sudah semestinya dia lebih banyak berbagi kepada sesama.

    Orang yang bijak pintar mengimbangi kehidupannya, saat dia merasa terlalu tinggi, pastilah akan merendahkan dirinya untuk menyetarakannnya sama seperti orang lain. Semua usaha ini dilakukan untuk meminimalisir angka iri hati dan persaingan di antara umat manusia.

  7. Hidup adalah siklus : begitu-gitu aja.

    Sadarilah teman bahwa kehidupan kita di dunia ini adalah siklus. Segala sesuatu berlangsung dalam sistem yang berputar seimbang satu sama lain. Ketika kita terlalu menuntut perubahan dan kemajuan dalam hal materi yang tidak berimbang (tidak adil) dan tidak terkendali. Niscaya lingkungan akan menjadi rusak dan angka persaingan semakin tinggi. Akibatnya situasi masyarakat sering sekali memanas semata-mata demi perebutan uang, lahan usaha dan kekuasaan yang beresiko menimbulkan konflik.
    Siklus Kehidupan Manusia (Siklus Hidup Kita)Jika kita menyadari bahwa kehidupan ini adalah siklus maka tidak perlu terlalu mengejar kenikmatan dan kemuliaan duniawi secara berlebihan. Sebab saat kita mulai mengejar hal itu maka orang lain juga pasti akan ikut-ikutan memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya untuk menggapai hal yang sama. Segala sesuatu di bumi ini akan menjadi abu bahkan tubuh kita akan kembali menjadi tanah (garam mineral). Jadi untuk apa menyembunyikan ilmu, mempertahankan gaji yang tinggi-tinggi dan menetapkan kekuasaan yang besar? Lebih baik menyetarakannya untuk kehidupan bersama dan demi kepentingan semua orang.

    Mau jutaan, miliaran atau berapa tahunpun ke depan, kehidupan ini gitu-gitu aja. Seperti siang dan malam yang berputar di situ-situ aja. Layaknya bumi dan planet lainnya yang terus menerus berputar mengelilingi matahari. Jika kita menuntut perubahan materi, kemajuan ekonomi, peningkatan infrastruktur dan perkembangan lainnya yang terlalu ekstrim juga tidak terkendali, bisa-bisa lingkungan rusak dan bencana alam juga bencana kemanusiaan akan merugikan semua orang. Simak juga, Bahaya pemanasan global.

Habis gelap terbitlah terang: sampai kiamatpun akan begitu terus. Siang dan malam silih berganti untuk melengkapi kehidupan manusia, mengapa kita tidak memanfaatkannya untuk berbuat yang benar? Kita sudah tahu bahwa kemajuan yang tidak adil itu beresiko merusak dan setiap manusia sehebat apapun dia pastilah akan menjadi debu-tanah kelak. Materi apapun yang kita perjuangkan di bumi ini pastilah ada waktunya untuk habis dan membusuk. Jadi marilah mulai sekarang, jernihkan pikiran dan sucikan hati lalu kejarlah kebenaran yang hakiki itu! Fokuskan pikiran kepada Tuhan dan berbuat baiklah di sela-sela pelajaran dan pekerjaan yang digeluti. Ingatlah bahwa hidup di dunia ini hanya sementara sedangkan di kehidupan kedua kita hidup selamanya. Lakukan, tegakkan dan perjuangkan kebenaran sejati dari sekarang agar surga menjadi milik kita selamanya di kehidupan ke dua kelak!

Salam, Terbitlah terang dan nantikan juga gelap,
karena keduanya membuat hidup sempurna
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.