anak

7 Alasan Tempat Wisata Jauh & Dekat Sama – Perbedaan Berwisata Ke Tempat Terkenal & Terpencil Sama Saja


Alasan Tempat Wisata Jauh & Dekat Adalah Sama - Perbedaan Berwisata Ke Tempat Terkenal & Terpencil Sama Saja

Internet adalah pusat pertemuan berbagai informasi dari berbagai wilayah di seluruh dunia. Orang yang memilikinya telah memiliki cerminan dari seluruh dunia nyata yang tersebar di seluruh bumi ini. Anda tidak perlu lagi datang ke jantung Indonesia untuk sekedar melihat-lihat tempat yang indah. Cukup ketikkan beberapa kata di mesin pencari maka hampir semua yang indah dan baik saat di pandang akan di tampilkan dengan cermat. Tidak perlu lagi mengunjungi berbagai tempat indah di luar negeri sebab semuanya telah terhampar di hadapan layar kaca anda. Masalahnya sekarang adalah apakah anda puas dengan semuanya itu?

Soal kepuasan kepuasan indra memang berbeda-beda satu sama lain. Tetapi tahukah anda bahwa semuanya gejolak yang terjadi di indra hanyalah sesaat saja dan setelah itu semuanya akan berlalu begitu saja? Seperti orang yang menggunakan baju yang baru dimana kesenangannya hanya 3 hari saja maka yang baru itu akan terasa seperti baju lama lainnya. Atau seperti seorang yang berkunjung ke suatu area wisata di pagi hari lalu pulang pada sorenya yang didapatkan hanya rasa lelah dan sejumlah besar uang raib dari kantong. Apa yang merupakan kenikmatan bagi indra kadang-kadang menjadi suatu beban bagi organ tubuh lainnya, di antaranya otak lelah untuk berpikir dan otot capek untuk bergerak agar keinginan untuk memuaskan indra terwujud, walau rasanya seperti angin lalu.

Sadarilah bahwa indra manusia selalu menawarkan hal-hal yang fana, sifatnya sementara saja. Berkunjung ke tempat wisata di daerah yang sangat jauh sama saja dengan berkunjung ke tempat wisata di daerah yang dekat. Bukankah sama, saat kita melihat keindahannya di internet saja? Udara di sana sama-sama oksigen yang rasanya seperti di tempat tinggal anda, halus-lembutnya sama seperti lingkungan tempat anda berada saat ini dan suara-suara yang terdengar sama juga dengan hiruk-pikuk suasana di tempat masing-masing. Jika memang hendak memesan makanan seperti yang terdapat di tempat yang jauh itu bukankah menunya hampir-hampir bersamaan dengan yang ada di sekitar kita hanya saja namanya berbeda-beda.

Jadi, bagi anda yang berencana dengan susah payah untuk berkunjung ke tempat wisata yang jauh, lebih baik dibatalkan saja. Sebab biaya ke tempat yang jauh tersebut lipat kali ganda, bukankah anda dapat menggunakan biaya itu untuk keperluan yang lebih penting? Atau bahkan anda cukup berwisata ke tempat yang dekat saja, dengan uang sebanyak itu bisa melakukannya berulang-ulang kali atau mengarahkan kelebihannya pada jejualan yang menghibur lainnya. Jadi, selama ini kita benar-benar terbius oleh berbagai tawaran manis oknum marketing yang memang sengaja memancing hawa nafsu pada hal-hal yang sifatnya sesaat saja. Padahal cost (biaya – uang) untuk ke sana bisa dimanfaatkan untuk keperluan lainnya yang mendesak.

Kunci kebahagiaan adalah bersihkan hati dari keinginan, iri hati dan arogansi

Hawa nafsu kitalah yang acap kali membuat rasa bahagia itu terlalu jauh. Ada hal-hal yang salah yang kita inginkan atau nafsu kita tinggi pada sesuatu yang sama sekali tidak terjangkau oleh tangan ini. Ketika apa yang kita hasratkan belum kunjung terwujud, tepat saat itulah moment untuk berbahagia semakin jauh rasanya. Oleh karena itu kendalikan nafsu, gunakan akal sehat dan kecewakan dirimu agar hawa nafsu itu berangsur-angsur menurun.

.

Iri hati adalah salah satu pengganggu kebahagiaan yang justru membuat hati menjadi kesal. Selama kita terus saja merasa cemburu dengan aktivitas tetangga yang tiap hari jalan-jalan ke tempat-tempat mewah, selama itu pula kebahagiaan semakin jauh. Tetapi selama anda mengikhlaskan kehebatannya, mengucapkan selamat dan memberi pujian yang wajar: nicscaya hati jadi lega hiduppun tenang.

.

Satu lagi yang membuat orang tidak pernah menyicip kebahagiaan adalah saat arogansi memenuhi hatinya. Ketahuilah bahwa hasrat yang selalu ingin lebih dari orang lain adalah sebuah tsunami pikiran yang selalu bisa meluluh lantakkan kebahagiaan dan ketenteraman hati ini. Oleh karena itu rendahkan hati bahkan sangkal diri sebab kita hanyal debu makhluk yang sangat kecil dan tidak berharga di alam semesta ini.

Kebahagiaan Sejati & Fokus Pikiran Positif

Lebih dari itu, ketahuilah bahwa sumber kebahagiaan kita adalah saat selalu mengasihi Tuhan seutuhnya dengan senantiasa fokus kepada-Nya dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Juga memberi kesempatan untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri di sela-sela pelajaran dan pekerjaan yang ditekuni dimulai dari hal-hal kecil di dalam keluarga.

Faktor penyebab berkunjung ke tempat wisata yang jauh sama dengan wisata ke tempat yang dekat

Sebenarnya selama hidup di dunia ini yang lebih penting adalah pengaturan tentang keinginan. Orang yang mampu mengatur hawa nafsunya sedemikian rupa akan lebih mudah hidup dengan fleksibel sedangkan mereka yang kehilangan kendali akan menjadi korban iklan. Sekarang pilihan ada di tangan anda, mau mengikuti keliaran hasrat hati yang berlebihan atau hendak menundukkan keinginan di bawah akal sehat (logika)? Sebagai bahan pertimbangan kami akan memberikan beberapa cakupan pernyataan untuk semakin meyakinkan anda “berwisata di tempat yang dekat itu juga memuaskan!” Berikut ini adalah alasan mengapa berlibur di tempat yang dekat dan jauh adalah sama.

  1. Indra kita merasakan segala sesuatu berbeda tetapi hati tetap sama.

    Apa yang kita cari di dunia ini? Kesenangan indra atau kesenangan hati? Lebih tepatnya kesenangan sesaat atau kebahagiaan selamanya? Ketahuilah bahwa kesenangan sesaat itu sifatnya sementara saja kemudian semuanya berlangsung biasa saja. Artinya, saat mengkonsumsi sesuatu (termasuk jalan-jalan) kesenangannya hanya berlangsung di menit-menit pertama namun setelah itu semuanya biasa saja. Seperti saat kita memakan sesuatu, enaknya hanya 15 menit saja, jika mengkonsumsinya lebih dari itu akan terasa hambar di lidah.

    Ketika anda sudah ahli dalam hal mengatur suasana hati akan dengan mudahnya menciptakan sendiri suasana senang tersebut yang diekspresikan dengan tertawa atau tersenyum lepas. Bahkan saat memikirkan hidup yang kekal di sorga, mengatakan dalam hati “hari Tuhan sudah dekat” dan terus bernyanyi-nyanyi memuji-muji Tuhan. Terus saja suasana hati dipenuhi oleh kepuasan, kebahagiaan, kedamaian, kelegaan dan ketenteraman yang tak terbatas.

    Ketahuilah bahwa sekalipun anda berada di tempat wisata yang berbeda, rasa senangnya sama saja jika mampu menikmati moment tersebut dengan penuh rasa syukur. Indra mencitrakan destinasi liburan yang kita kunjungi secara berbeda-beda tetapi hati menerjemahkannya dengan pola kesenangan dan kebahagiaan yang sama.

    Apapun yang dicitrakan oleh indra, rasa senang dan bahagia akan akan diartikan sama oleh hati kita masing-masing. Tiga hal saja yang sangat mempengaruhi aktivitas ini adalah fokus kepada hal-hal positif, kemampuan mengendalikan hawa nafsu dan kesanggupan mengatasi iri hati. Adalah mustahi bisa berbahagia jika apa yang kita kerjakan berbau negatif-buruk-tidak pantas. Hasrat yang terlalu menginginkan sesuatu (fokus nafsu) juga bisa membuat kebahagiaan itu kandas karena hal tersebut masih belum terwujud. Jika masih di tawan oleh kecemburuan alhasil keadaan ini semakin memperparah keadaan anda sehingga semakin sulit untuk senang apalagi bahagia.

  2. Bahagianya orang kaya dan miskin sama; bahagia orang Jakarta sama dengan orang desa; juga bahagia orang Amerika sama dengan orang Indonesia same-same.

    Kita perlu memperbaiki lagi persepsi seputar menikmati hidup. Mengatur ulang semuanya agar didapatkan sudut pandang yang tepat benar sehingga memampukan kita untuk hidup bersama orang lain di dalam sistem yang menerapkan keadilan sosial. Perlu memahami baik-baik bahwa segala sesuatu di dunia ini sifatnya fana – sementara saja.

    Yakinkan diri sendiri bahwa masih bisa hidup normal dan bahagia sekalipun liburan yang dilakukan sederhana. Camkanlah selalu bahwa kehidupan ini masih bisa berjalan dalam damai sejahtera sekalipun tempat wisata yang dituju saat liburan adalah yang dekat-dekat saja. Amda tidak harus datang jauh-jauh ke kota-kota besar yang populer hanya untuk sekedar bahagia sebab saat kita fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja: aktivitas ini juga membahagiakan hati.

    Kita tidak harus hidup di kota-kota besar kenamaan dengan fasilitas serba mewah hanya untuk menjadi senang. Sebab orang yang hidup kaya raya sama bahagianya dengan yang hidup miskin. Perolehan materi, kenikmatan indra dan kesenangan di antara mereka memang berbeda tetapi bahagianya hati masih sama. Orang yang hidup di kota besar dengan yang hidup di desa sama-sama berbahagia. Mereka yang hidup di Amerika juga sama-sama bahagianya dengan orang Indonesia. Masalahnya sekarang adalah apakah orang-orang tersebut mengasihi Allah seutuhnya dan sesama setara dengan diri sendiri sambil-sambil menyibukkan diri dengan aktivitas positif?

    Masalah yang kemudian muncul adalah apakah sistem sudah adil dalam hal pembagian sumber daya? Pemerintah dalam hal ini harus mengedepankan keadilan sosial sebab tanpanya, rasa cemburu dan persaingan yang tinggi di antara manusia cenderung memperkeruh situasi bermasyarakat.

  3. Bukankah sama udara di kota Jakarta dengan di desa-desa?

    Setiap manusia harus mampu menyetarakan sendiri rasa di dalam dirinya. Orang-orang perlu menggunakan akal sehatnya saat menilai berbagai gejolak indra. Tinggi rendahnya itu jelas tidak penting tetapi yang terpenting adalah suasana hati masing-masing orang.

    Setiap wilayah di dunia seperti toples yang sama namun telah ditempelkan dengan etiket, yaitu secarik kertas putih, menempel di atasnya. Sesungguhnya manusia hanya melabel setiap wilayah di seluruh belahan bumi ini. Label di tempat ini A dan di sana lebelnya B tetapi oleh karena ketidakadilan dan kemajuan sepihak, kota berlabel A lebih populer dan sering masuk televisi. Lantas karena kota tersebut terkenal, sering menjadi ajang pelaksanaan event sehingga cocok untuk pengembangan usaha produktif dan kreatif.

    Saat menonton televisi, saat ada acara besar, saat ada ajang melatih bakat dan saat ada usaha yang maju-lancar: ke sanalah semua mata tertuju. Kota A menjadi pusat perhatian penuh sehingga semua orang dari berbagai daerah ingin berkunjung ke sana. Padahal sesungguhnya udara di kota A sama dengan di kota lainnya bahkan di desa-desa udaranya lebih bersih dan manusianya juga sehat-sehat. Rasa oksigen selalu sama dimana-mana tetapi karena indra kita lebih tertuju/ lebih fokus ke kota A sehingga mampu menghipnotis otak untuk merasakan perbedaan semu namun sebenarnya sama saja.

  4. Tidak ada bedanya pantai di tempat terkenal dan di tempat terpencil.

    Mungkin saat ini anda sedang bercita-cita untuk melakukan jalan santai ke dataran terendah di permukaan bumi. Hendak menyaksikan berbagai wilayah pantai yang eksotik dan luar biasa adanya. Terlebih ketika televisi atau radio juga berbagai surat kabar dan majalah di sekitar kerap kali menggaungkan betapa indahnya hamparan pasir putih dan ombak yang tak pernah berhenti bergulung-gulung. Bukti-bukti empiris menyatakan bahwa tidak ada bedanya pantai ternama dan yang terbelakang. Hanya beberapa kelebihan pantai terkenal adalah pasir putih yang bebas dari berbagai sampah dan bungalau yang apik.

    Seharusnya, jika keadilan sosial benar-benar diterapkan di dalam masyarakat maka kawasan pantai terpencil sekalipun bisa menjadi tempat yang nyaman dan indah jika diurus secara serius. Adalah nyata bahwa tidak sulit untuk mengurus pantai bila tempat tersebut adalah lahan mencari nafkah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tetapi bagaimana seorang anak pantai telaten merawat tempat wisata tersebut jika dia sendiri harus doble jobs (cari kerja di tempat lain lagi) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari?

  5. Apa bedanya lekak-lekuk bumi di tempat populer dengan yang ada di sekitar kita?

    Kerap kali, penilaian kita terhadap sesuatu menjadi sangat berlebihan akibat pengaruh “kata orang dan kata iklan.” Karena banyak orang yang mengatakan bahwa tempat itu bagus dan ada pula berbagai iklan yang menyatakan hal yang sama, lantas kita ikut-ikutan mengakuinya dan berkunjung ke sana. Padahal pola lekak lekuk bumi di tempat wisata tersebut cenderung biasa saja. Keunikan dan kekaguman yang kita amati terebut merupakan efek “pandangan pertama.” Hal-hal yang baru saja dikunjungi dan diamati memang terasa masih segar dalam ingatan sehingga muncullah niat untuk melakukannya lagi dan lagi.

    Agar anda percaya dengan opini yang kami utarakan, mari sedikit lakukan percobaan kecil-kecilan. Silahkan kunjungi suatu tempat wisata yang jauh dan dikatakan orang sangat eksotik secara terus-menerus setiap hari. Habiskan waktu satu – dua jam saja setiap kali bertandang di sana, kira-kira apa yang anda rasakan setelah satu, dua, tiga atau empat minggu hal tersebut berlangsung? Bisa ditebak bahwa pada titik yang tidak ditentukan lamanya, anda akan mengalami kejenuhan. Dari sini telah nyatalah bahwa sebenarnya “semua tempat biasa saja tetapi karena kita jarang mengunjungi suatu lokasi, hal tersebut menjadi unik dan spesial.” Oleh karena itu untuk menjaga indra tetap nikmat saat berkunjung ke suatu tempat, lakukanlah itu di hari-hari penting saja.

  6. Bukankah sama antara pepohonan hijau di tempat ternama dibandingkan dengan di tempat biasa.

    Kta jangan sekedar tertipu dengan iklan yang merayu-rayu di sekitar indra.Perlu melakukan pembaharuan pola pikir agar kekuatan yang dibesar-besarkan tersebut tidak turut membius utak ini. Kita harus senantiasa menyadari bahwa tempat wisata indah di sana dan tempat indah di sini adalah sama-sama baiknya. Sekalipun ada beberapa orang yang berkata bahwa di sana dan di sini lebih baik, ketahuilah bahwa itu hanyalah persepsi manusia belaka. Selama kita mengedepankan akala sehat dan tidak membiarkan imajinasi merajalela niscaya pemahaman yang benar akan didapatkan. Jikalau anda terlalu sering menonton televisi, mendengar radio dan membaca koran lalu secara tiba-tiba persepsi tentang beberapa hal menjadi berbeda dan ingin segera berkunjung/ membeli sesuatu. Ketahuilah bahwa saat seperti itu, anda sedang berada di bawah pengaruh iklan.

    Lagipula jika dipikir matang-matang maka kita akan mendapatkan bahwa pepohonan di daerah wisata yang jauh sama dengan pepohonan di tempat wisata di sebelah rumah. Atau, kira-kira menurut anda adakah pohon yang warna daunnya merah, kuning, hitam atau terang memancarkan cahaya? Kecuali pohon yang anda maksudkan adalah palsu (berbahan plastik) tetapi selama yang kami ketahui rata-rata pepohonan berwarna hijau. Jika ada yang lebih dari itu, mungkin dari jenis yang berbeda atau bisa saja hal tersebut adalah sebatas imitasi belaka. Sekalipun demikian, bukankan kita dapat melihatnya melalui sosial media, blog, dan televisi? Pastilah ada orang yang berkunjung dan menjepretnya bahkan memvideokannya, bukankah dengan demikian kita cerdas menggunakan teknologi internet. Saksikanlah, Perbedaan orang kaya dan orang bahagia.

  7. Apa bedanya makanan di daerah ramai dengan di tempat terdekat?

    Sadarilah teman bahwa keindahan itu adalah relatif. Karena di sana dan di sini gaungan terhadap sesuatu menjadi begitu populer, hal ini bisa saja mempengaruhi sisi keindahan. Sekalipun demikian, orang cerdas menggunakan logikanya semata-mata demi menepis berbagai fantasi indra yang sesungguhnya tidak benar-benar nyata.

    Anda dapat mengkonsumsi makanan di sana dan di sini, bahannya sama-sama ikan atau ayam lalu apa bedanya? Apakah perbedaan itu hanya dari segi rasa pedas atau apapun ketahuilah bahwa keadaan itu hanya berlangsung sesaat saja, 15 menit, tidak lebih. Di sinilah pentingnya peran kita untuk lebih memperkuat pikiran ketimbang terpengaruh rayuan gombal yang berasal dari berbagai media. Agar sedapat mungkin, kita mampu mengendalikan godaan tersebut. Jika memang hanya ingin mengkonsumsi makanan ini dan itu silahkan belanjakan bahan-bahannya di pasar dan buatlah sendiri di rumah. Kalau soal rasa yang berbeda-beda, itu bukan masalah, hanya 15 menit kok…. Kan yang penting kenyang, kuat dan sehat tubuh ini dengan mengkonsumsi makanan tersebut!

    Jangan biarkan dirimu kehilangan kendali karena nafsu yang tinggi untuk berkunjung ke tempat-tempat tertentu, semata-mata karena pengaruh iklan. Ketahuilah bahwa semuanya itu hanyalah fatamorgana sementara yang nikmatnya hanya 15 menit sampai 1/ 2 jam saja. Jangan pula korbankan kehidupanmu yang damai, bahagia dan tenteram hanya demi sesuatu yang “kata orang indah.” Padahal segala sesuatu juga akan menjadi indah adanya ketika kita mampu mensyukuri dan menikmatinya dengan sukacita bersama keluarga tercinta.

Apa bedanya pantai di tempat yang jauh dan yang di dekat anda? Atau apa bedanya pepohonan di tempat wisata yang jauh dan dekat dengan lingkungan anda? Juga apa bedanya lekak-lekuk bumi yang membentuk taman hiburan di tempat yang jauh dan yang dekat? Adakah perbedaan antara kuliner yang di buat di rumah anda dengan yang di buat di tempat wisata? Ketahuilah bahwa semuanya itu sama saja, hanya karena indra kita telah tertipu oleh nuansa iklan maka otak lemah dan mau-mau saja di setir ke sana ke mari. Perkuat akal sehat dalam diri anda, pandanglah segala sesuatu adalah setara lalu temukanlah kekuatan untuk melawan ilusi! Hancurkan arogansi dengan menyangkal diri dan patahkan iri hati dengan memberi apresiasi yang pantas, dengan demikian hati menjadi lega dan bebas dari keinginan untuk berkunjung ke tempat wisata yang jauh. Ketahuilah bahwa semuanya sama saja: sensasi yang berbeda di indra tetapi suasana hati tetap sama! Simak juga, Tips sederhana menikmati hidup!

Salam, jangan tertipu oleh indra,
perkuat akal sehat
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s