Kepribadian

7 Bahaya Uang Berlebihan, Kreativitas Hilang & Produktivitas Menurun

Bahaya Uang Terlalu Banyak (Berlebihan), Kreativitas Hilang & Produktivitas Menurun

Indra manusia adalah sumber penggoda hati nomor satu yang pernah ada! Sebab segala sesuatu yang kotor selalu saja mencoba mempengaruhi kehidupan anda dimana hal tersebut berawal dari pencitraan yang berasal dari indra. Semakin kuat rayuan terhadap seseorang maka semakin indah hal-hal yang dilihat, didengar, dibaui, diraba dan dikecap. Oleh karena godaan yang besar itu, apa yang akan anda lakukan? Mereka yang kurang cerdas akan hanyut terbawa arus berhala yang tidak ada faedahnya bagi kehidupan, seolah-olah menjaring sesuatu tetapi sesaat kemudian disadari bahwa itu hanyalah angin yang tidak bisa digenggam dan dilihat apalagi ditangkap! Malahan terlalu sering menjaring angin membuat kehidupan kita stres sendiri.

Pemerintah ada untuk kepentingan rakyat banyak bukan golongan tertentu

Kita mengakui bahwa pemerintah itu ada dan merekalah yang melaksanakan berbagai aturan demi kebenaran dan keadilan. Berharap pada suatu sistem masyarakat yang bekerja untuk kepentingan bersama dan bukan demi kepentingan partai dan kelompoknya. Sistem yang kita bentuk sesungguhnya dimanfaatkan untuk kesejahteraan bersama tetapi karena kekuatan aturan yang terlalu besar terhadap seseorang, semua bisa dimanfaatkan secara bias. Manusia yang dipilih kelompok tertentu akan bekerja demi kepentingan kelompok tersebut karena dari awal telah diatur kian kehidupannya hanya untuk memajukan orang-orang dalam komunitas. Keadaan ini jelas akan mempengaruhi berbagai aturan yang ditetapkan bahkan bisa sampai merugikan kepentingan masyarakat luas.

Alat tukar bagai pedang bermata dua bisa membuat manusia meninggalkan kebenaran

Uang adalah komoditas entah berantah yang dibangun berdasarkan kepercayaan terhadap pemerintah. Hanya dengan memilikinya maka seseorang mampu membeli barang dan jasa apa saja kecuali manusia. Namun dalam berbagai keadaan, tidak jarang juga kita temukan bahwa beberapa orang bisa dibeli kehidupannya dengan sejumlah uang alias disogok. Saat seseorang gila terhadap keinginan akan kertas ajaib ini maka tepat saat itulah kekuatan akal sehatnya tidak akan lagi kinclong melainkan meredup bahkan buta akan kebenaran. Sehingga ketika disuruh untuk melakukan apa saja, mau! Semata-mata untuk membuat hasrat yang tinggi terhadap uang terpenuhi dengan baik.

Kelola pemakaiannya sedemikian rupa agar hidup tidak menyimpang

Sadar atau tidak, uang adalah komoditas yang sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan manusia. Ukuran dimensi dan beratnya memang sangatlah rendah tetapi pengaruh yang dibawanya dalam kehidupan masyarakat bisa menjadi begitu kuat. Keadaan ini sangat ditentukan oleh pengendalian diri seseorang dan jumlah uang tersebut di tangan masing-masing orang. Semakin buruk kemampuan manusia untuk mengendalikan diri, dapat dipastikan bahwa semakin liar pemanfaatan kertas ajaib tersebut. Demikiran juga saat semakin besar jumlah kertas ajaib yang dimiliki seseorang maka semakin besar pula bias yang ditimbulkan akibat kekhilafan penggunaan. Jadi, belajarlah mengendalikan diri dan pegang uang di tangan/ kantong secukupnya saja.

Mengendalikan diri dari angka-angka cantik

Manusia bisa belajar mengendalikan diri lewat pengalaman hidup yang dijalaninya dari waktu ke waktu. Pada dasarnya, kemampuan ini didasarkan dari pengalaman yang dijalani sendiri-sendiri. Ketika melakukan kesalahan maka seseorang bisa langsung mempelajarinya sehingga mampu mengelak saat hal tersebut terulang lagi. Tetapi ada pula orang yang baru bisa belajar sesuatu ketika melalui kegagalan berulang-ulang kali di masa lalu. Keadaan ini dipengaruhi oleh kesadaran otak masing-masing orang. Semakin tinggi aktivitas berpikir maka semakin tinggi kesadaran sehingga dimampukan untuk belajar dari pengalaman termasuk mengontrol kehidupan sendiri. Oleh karena itu, adalah baik bagi anda untuk senantiasa mengambil waktu melakukan refleksi, melihat ke belakang dan mengoreksi kesalahan sendiri agar kedepannya tidak terjadi lagi.

Mengontrol jumlah kertas bayar

Kertas ini berharga saat jumlahnya pas di tangan tetapi saat jumlahnya berlebihan, beberapa orang cenderung menghambur-hamburkannya demi kepentingan yang sesat. Ketahuilah bahwa segala sesuatu yang berlebih-lebihan ujungnya berada di jalan yang penuh sesak oleh dosa. Jumlah yang banyak ini pula membuat seseorang lebih bebas menjalani kehidupan, pikiran menjadi sangat malang karena terus terbuai oleh sensasi kenikmatan sesaat yang ditawarkannya. Ketahuilah bahwa keadaan ini cenderung membuat tingkat keinginan seseorang semakin meningkat tajam. Mereka menemukan dirinya berada dalam suatu proses yang membosankan sehingga membuat nafsu tersebut semakin lama semakin besar saja. Masalah yang kemudian muncul adalah, “apakah kertas bayar itu akan selalu dan tetap ada? Jangan-jangan hal-hal negatif diwujudkan demi memilikinya?

Bagaimana caranya uang membunuh kreativitas manusia sampai produktivitasnya turun?

Saat manusia fokus kepada Tuhan, Allah itu ada di dalam hati tiap-tiap orang sehingga pikirannya terus diubahkan dan diperbaharui menjadi lebih baik. Tetapi, ketika manusia hanya mampu menempatkan materi di dalam otaknya (fokus hal-hal duniawi), bisa dipastikan keadaan hidupnya semakin memburuk. Materi adalah hal fana yang akan berubah, menua, lapuk dan hancur. Sebagus apapun materi yang anda miliki saat ini, ketahuilah bahwa suatu saat kelak rasa suka kepada hal tersebut akan berkurang. Keadaan ini secara tidak langsung mengharuskan anda untuk membeli yang lainnya. Begitulah kehidupan yang membutuhkan materi harus selalu dibeli dan dibeli lagi yang biasanya terus meningkat. Padahal uang di tangan kita dimanfaatkan untuk banyak kebutuhan sehingga kekuatiran muncul lalu mulailah mencarinya dengan menghalalkan segala cara. Saksikanlah, Penghalang untuk berprestasi.

Berikut ini kami akan menampilkan bagaimana cara-cara uang mengurangi bahkan menenggelamkan kreativitas anda.

  1. Lembaran tampan yang banyak membuat usaha terhenti (merasa di zona nyaman).

    Saat lembar tampan itu ditata sedemikian rupa sehingga bentuknya berkubik-kubik dan jumlahnya miliaran hingga triliunan, hati manusia menjadi sangat senang. Orang-orang sudah mulai merasa menang dan lengang sebab semuanya tinggal dinikmati saja. Jumlah yang sebanyak itu, bisa jadi bekal abadi bagi generasi selanjutnya. Lantas seseorang tidak lagi butuh pekerjaan apalagi belajar melainkan hari-harinya dijalani dengan penuh kesenangan dan kebebasan. Suasana hidup macam ini jelas meniadakan berbagai bentuk kreatifitas, “orang dia sendiri tidak lagi kerja, bagaimana bisa berkreasi?”

    Seorang seniman atau olahragawan yang kehidupannya sudah merasa di zona nyaman, mulailah kurang latihan sebab uang di dalam genggamannya sangat luar biasa. Nggak perlu kerjapun seumur hidup, lembaran cantik tersebut nggak habis dipakai hingga hari matinya, jadi untuk apa berkarya/ berusaha?

  2. Kertas manis yang berlebihan membuat menikmati hidup juga berlebihan.

    Kertas yang satu ini memang bisa membuat hidup senantiasa manis tetapi hati-hati teman “semut yang lebay menggulai hidupnya pasti akan mati!” Memiliki sangat-sangat banyak materi hanya membuat kehidupan kita fokus kepada dunia ini. Akibatnya, ketika ada sesuatu terjadi, jawabannya pasti hal-hal duniawi, ketika terjadi peristiwa yang buruk larinya pasti menghambur-hamburkan uang. Kita terlalu fokus pada hal-hal yang menggoda indra dan berasal dari luar. Sehingga saat posona duniawi tersebut berkhir suasana hati langsung kalut bahkan galau menghujani kalbu. Situasi semacam ini memaksa kita untuk terus-menerus membeli dan membeli sehingga beresiko mengalami overdosis. Badan bisa saja menjadi melar bahkan penyakit metabolisme akan muncul secara menyebalkan hingga membuat diri ini tidak mampu lagi menikmati apa-apa sekalipun lembaran uang begitu limpahnya di tangan.

  3. Kertas beludru yang banyak membuat malas berjuang tapi angkuh minta ampun.

    Lembaran mulus tapi kasar tersebut memang tampak baik saat digunakan dari waktu ke waktu. Keadaan ini secara perlahan tapi pasti membuat seseorang merasa mampu hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Lantas, kebiasaan ini membuat egonya sangat tinggi sehingga hampir tidak peduli lagi dengan keberadaan orang lain. Kesombongan yang memuncak sedang jadwal latihan terus berkurang, membuat karirnya tersendat. Prestasi yang dahulu gilang-gemilang sudah tidak bisa lagi dicapainya bahkan setengahnya juga tidak. Sedang sikap kepada sesama semakin amburadur sehingga orang-orang juga semakin abai terhadapnya. Hari-harinyapun terus terlena menikmati hidup sedang untuk latihan malas sebab tidak ada lagi pujian dan penghargaan yang didapatkannya. Semangat juangnya yang dahulu berkobar-kobar telah memudar akibat ketergantungan terhadap kemuliaan yang saat ini sudah sangat redup.

  4. Susah bergaul dengan orang dan susah menyesuaikan diri saat latihan.

    Lembaran tampan tersebut terlalu banyak di tangan seseorang sehingga membuatnya mampu membuat rumah ekstra mewah, besar dan megah. Situasi ini tidak semakin memperbaik keadaannya, malahan kehidupannya telah ditawan seorang diri dalam penjara berkelas. Hunian mewah yang dimilikinya hanya membuat kehidupannya semakin individualis saja dengan egoisme dan arogansi yang selalu dalam kadar tinggi. Harta benda yang dimiliki cenderung memanjakan dirinya sehingga panca indra sangat mudah terganggu. Suasana lingkungan sekitar berubah sedikit saja, hatinya menggalau dan hari-harinya berubah buruk seketika itu juga. Keadaan ini bisa saja menjadi semakin parah akibat kemampuannya beradaptasi sangat rendah.

    Sifat individualis semacam ini mendorong manusia ke dalam situasi hidup yang semakin buruk saja. Saat latihan bersama orang lain, dirinya menjadi kurang kooperatif dan lebih banyak menyalahkan/ menghakimi sesama saat terjadi suatu kesalahan. Sudah hari-harinya banyak dijauhi orang, semakin parah saja saat pikiran semakin kacau akibat kebiasaan menghakimi sesama di dalam hati. Jelaslah bahwa semua ini berakibat pada kreativitas alias bakat yang semakin terjun bebas. Daripada sibuk menghakimi seseorang, lebih baik fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja.

  5. Kecerdasan: kreativitas, ketangkasan dan kecepatan menurun.

    Kemampuan otak sangat dipengaruhi oleh aktivitas yang kita lakukan dari waktu ke waktu. Menghabiskan hari tanpa melakukan hal-hal yang baik adalah bencana bagi pikiran itu sendiri. Demikian juga rasanya tidaklah baik jikalau dalam satu hari tidak pernah terganggu oleh siapapun karena telah dipenjara oleh harta sendiri. Anda seperti orang yang cenderung kehilangan fungsinya sehingga kebiasaan baik menurun drastis bahkan tidak ada lagi. Tidak lagi diperhadapkan dengan masalah justru semakin menurunkan kecerdasan otak. Artinya, kreativitas, ketangkasan dan kecepatan yang awalnya dimiliki telah raib entah kemana akibat terlena menikmati hidup.

    Setiap kali kita berktivitas, hubungan antar sel-sel otak disegarkan secara terus-menerus. Daya ingat kepada hal-hal tertentu menjadi sangat kuat sedang di sisi lain fokus kepada hal-hal yang tidak penting berkurang. Sebaliknya ketika otak tidak difungsikan sebagaimana adanya, besar kecenderungan daya ingat menurun sedangkan fokus untuk menjadi kreatif, tangkas dan cepat menurun sangat drastis.

  6. Kemampuan mengendalikan diri hilang.

    Ketahuilah bahwa menikmati hidup secara terus-menerus bukanlah suatu hal yang menguntungkan bagi kehidupan. Sifat konsumtif hanyalah aktivitas yang akan membunuhmu dari dalam perlahan tapi pasti. Adalah lebih baik bagi kita untuk memfungsikan otak sebagaimana adanya, yaitu dengan melakukan aktivitas positif (fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja). Ketika kita tidak melakukan aktivitas sebagaimana mestinya niscaya kecerdasan otak akan menurun yang diiringi dengan jatuhnya kesadaran. Akibat keadaan ini, situasi emosional menjadi semakin tidak stabil dari waktu ke waktu.

    Turunnya kesadaran adalah pertanda buruk yang menyebabkan kemerosotan kreativitas. Hidup semakin jauh dari kebaikan, sebab yang terjadi saat ini adalah anda terus disibukkan oleh masalah dengan sesama yang dipicu oleh diri sendiri. Berbagai godaan yang sebenarnya cukup sederhana menjadi sangat menyebalkan sehingga membuat anda kehilangan kemampuan untuk mengendalikan diri.

  7. Sakit-sakitan.

    Anda terbius terus menikmati hidup yang semakin meroket oleh karena pengaruh banyaknya uang di tangan. Miliaran bahkan triliunan uang tersebut telah menjadikan hari-harimu bak raja yang tinggal duduk tenang sedang semuanya beres. Sedang anda sendiri menghabiskan waktu dengan duduk manis sambil menonton chanel televisi, bermain game, online di dunia maya & media sosial. Ketahuilah bahwa keadaan ini cenderung membuat tubuh sakit-sakitan, misalnya sakita punggung, pinggang, nyeri sendiri, lemah syahwat, kehidupan seks dengan pasangan tidak bergairah, masturbasi tidak asyik (bagi yang masih jomblo) dan lain sebagainya. Kalau sudah begini jadinya, bagaimana lagi seorang seniman atau olahragawan mampu mengahasilkan suatu karya untuk membuat orang lain dan diri sendiri bahagia?

    Ketahuilah kawanku bahwa terus-menerus duduk itu jelas salah besar. Ada saatnya dimana anda harus memberikan waktu untuk berdiri sambil bekerja. Ini adalah aktivitas yang tepat untuk membuat anda hidup sehat luar dalam. Selain mampu menurunkan berat badan, aktivitas ini juga mampu membuat kehidupan seksual pasutri lebih tahan lama dan kehidupan mastrubasi seorang singel juga tetap nikmat.

Uang yang terlalu banyak di tangan adalah sebuah bencana masif yang menyebabkan kerugian kecil sampai kerugian besar. Memang untuk sementara waktu saja, kita menganggap bahwa aktivitas tersebut sangat menguntungkan. Tetapi ketahuilah bahwa di balik kesenangan tersebut telah terajut dengan rapi berbagai dampak buruk yang kemungkinan besar akan anda alami di masa-masa yang akan datang. Mulai dari sikap individualis, egois, arogan, emosi tidak stabil hingga kreativitas itu sendiri raib ditelan waktu. Oleh karena itu, batasi kepemilikan uang dan berlakukan kesetaraan agar setiap manusia masing-masing aktif melakukan hal-hal positif. Juga tidak terus-menerus tenggelam dalam materi dan kemuliaan duniawi yang semakin lama “bagaikan lumpur hisap.” Tentu saja keadaan ini akan memperparah kesehatan fisik, mental dan sosial masing-masing dari kita. Simak juga, Perbandingan antara kesenangan dan kebahagiaan.

Salam, uang lebih baik diadilkan/ disamakan,
untuk tiap-tiap keluarga
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.